{"id":352,"date":"2020-04-05T13:25:10","date_gmt":"2020-04-05T13:25:10","guid":{"rendered":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/?p=352"},"modified":"2020-04-08T20:24:42","modified_gmt":"2020-04-08T20:24:42","slug":"ips7-2-bab3-aktivitas-manusia-memenuhi-kebutuhannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/ips7-2-bab3-aktivitas-manusia-memenuhi-kebutuhannya\/","title":{"rendered":"IPS7-2-BAB3 Aktivitas Manusia memenuhi kebutuhannya Part &#8211; 1"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"IPS Kelas 7 - BAB3 Aktivitas Manusia memenuhi kebutuhannya Part - 1. Setiap wilayah yang ada di Indonesia memiliki kekayaan dan potensi alam yang berbeda. Sumber daya yang tidak merata antarwilayah menimbulkan kelangkaan komoditas tertentu di suatu wilayah. Kelangkaan dapat terjadi karena sumber daya yang tersedia tidak sebanding dengan kebutuhan. Tidak terpenuhinya kebutuhan manusia berarti munculnya masalah pemenuhan kebutuhan yang disebut masalah ekonomi. Kebutuhan manusia yang tidak terbatas, sedangkan alat pemenuhan kebutuhan terbatas itu menimbulkan munculnya masalah ekonomi karena adanya, barang dan jasa yang sangat terbatas keberadaannya.Untuk mengatasi kelangkaan, diperlukan kegiatan ekonomi yang menunjangnya.Dalam kegiatan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi diperlukan kreativitas dalam kegiatan ekonomi agar mampu menyediakan barang kebutuhan dengan baik demi kesejahteraan manusia. A. Kelangkaan dan Kebutuhan Manusia Ayo perhatikan di sekelilingmu! Manusia juga dikenal sebagai mahluk ekonomi (homo economicus) karena manusia selalu ingin memenuhi kebutuhan, tentu saja dengan cara yang rasional sehingga dapat mencapai kesejahteraannya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut manusia bertindak sebagai mahluk sosial. Manusia tidak mampu memenuhi kebutuhan tanpa melakukan interaksi dengan orang lain. Interaksi manusia dengan manusia lain menunjukkan bahwa manusia sebagai mahkluk sosial yang selalu hidup bersama dan tidak dapat hidup sendiri dalam memenuhi kebutuhan. Tindakan manusia melakukan interaksi dengan manusia lain misalnya, untuk memperoleh beras dengan cara membeli dari pedagang di pasar karena secara individu tidak mampu menghasilkan beras itu. Kebutuhan manusia yang beragam dan selalu terus bertambah tersebut tidak mungkin dapat terpenuhi tanpa adanya interaksi sosial, sebagai mahkluk sosial manusia selalu membutuhkan manusia lain. Interaksi sosial merupakan kunci dalam sendi-sendi kehidupan sosial, karena tanpa interaksi tidak mungkin terjadi aktivitas sosial. Interaksi sosial adalah hubungan \u2013 hubungan sosial yang dinamis, baik yang menyangkut hubungan antara individu dan individu, antar individu dan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok. Secara sederhana, interaksi terjadi apabila dua orang saling bertemu, saling menegur, berkenalan, dan memengaruhi. Interaksi sosial tidak terbatas oleh waktu karena dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.Dengan adanya interaksi maka terjadi saling memengaruhi sehingga menimbulkan berbagai perubahan dalam kehidupan. Kondisi tersebut dinamakan proses sosial, dimana terjadi pengaruh timbal balik antara perbagai segi kehidupan bersama.Interaksi sosial merupakan bentuk pelaksanaan kedudukan manusia sebagai mahkluk sosial.Manusia tidak mampu hidup sendiri, sejak manusia dilahirkan kita selalu membutuhkan keberadaan orang lain. Manusia memiliki naluri untuk hidup bersama dengan orang lain, dan ingin bersatu dengan lingkungan sosialnya. Agar manusia dapat menjalankan fungsi sebagai makhluk ekonomi dan makhluk sosial maka dalam kegiatannya perlu mematuhi aturan-aturan atau norma-norma tertentu. Tanpa aturan \u2013aturan yang mengatur proses kehidupan, maka manusia akan bertindak semena-mena. 1. Kelangkaan sebagai Permasalahan Ekonomi Manusia Pernahkah kalian perhatikan aktivitas tiap orang yang ada di sekitar kalian? Orang-orang yang ada di sekitar kalian melakukan aktivitas sepanjang hari agar kebutuhannya terpenuhi. Kebutuhan manusia semakin hari semakin bertambah. Pada zaman pra aksara, kehidupan masih primitif untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan cara berburu dan meramu. Kemudian seiring dengan majunya cara berpikir dan kebudayaan, mereka mulai hidup menetap dan bercocok tanam dan untuk memenuhi kebutuhan dilakukan dengan cara barter. Kebutuhan mereka belum terpenuhi dengan cara barter karena barangbarang yang mereka miliki belum tersedia banyak dan belum tersedia uang sebagai sarana untuk melakukan tukar-menukar. Kebutuhan manusia demikian banyak, sedangkan barang-barang dan jasa serta sumber-sumber alam lain jumlahnya terbatas atau langka. Sumber daya antara daerah yang satu dengan daerah lain tidak sama. Beberapa daerah yang tersedia secara melimpah dan sebagian daerah lain tersedia sumber daya yang sedikit sehingga terjadi interaksi antar daerah untuk memenuhi kebutuhan. Kelangkaan sumber daya dibanding dengan kebutuhan manusia akan menyebabkan kurangnya atau tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh kebutuhan untuk hidup.Kelangkaan ini merupakan masalah ekonomi manusia. Masalah ekonomi muncul karena adanya kebutuhan manusia yang terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan yang berupa barang dan jasa terbatas adanya.Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan alat pemuas kebutuhan itu disebut kelangkaan. Untuk mengatasi masalah kelangkaan maka perlu belajar ilmu ekonomi. Ekonomi berasal dari bahasa Yunani Oikonomia yang berarti rumah tangga. Oikonomia merupakan kata majemuk yang terdiri dari dua kata \u2018oikos dan nomos.\u2019Oikos artinya rumah tangga, dan nomos artinya aturan, Jadi arti kata ekonomi berarti aturan rumah tangga atau ilmu yang mengatur rumah tangga. Ilmu ekonomi termasuk kelompok ilmu sosial. Para pakar ekonomi memberi batasan-batasan yang berbeda-beda tentang pengertian ilmu ekonomi. Meskipun definisi atau batasan yang mereka berikan berbeda tetapi pada dasarnya mengandung makna yang sama. Definisi ilmu ekonomi yang sering digunakan \u201c Ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran.\u201c Berdasar definisi itu maka dapat diambil kesimpulan bahwa kemakmuran akan tercapai bila kebutuhan sudah terpenuhi. Untuk mencapai kemakmuran itu manusia harus selalu berusaha melakukan tindakan-tindakan atau pengorbanan, baik berupa tenaga, waktu maupun materi. Berdasarkan kajian geografis, permasalahan ekonomi setiap daerah dan wilayah berbeda.Sebagai Negara kepulauan Indonesia memiliki keragaman bentuk muka bumi, mulai daratan hingga lautan. Kondisi yang demikian ini ternyata mempunyai hubungan yang erat dengan aktifitas manusia sebagai penghuninya. Dimana kondisi sosial suatu wilayah tidak akan terlepas dari keadaan fisiknya. Satu ciri utama kajian geografis adalah mengkaji hubungan antara unsur fisik dan unsur sosial di permukaan bumi.Pemanfaatan lingkungan fisik oleh manusia pada hakikatnya tergantung pada kondisi lingkungan fisik itu sendiri dan kualitas manusianya.Kondisi sosial manusia selalu dalam rangka pemenuhan kebutuhan. Pemenuhan kebutuhan masyarakat akan dapat terpenuhi kalau pembangunan wilayah tersebut berkembang dengan baik. Permasalahan ini tentu akan berdampak pada ketersediaan alat pemenuhan kebutuhan. Kelangkaan menjadi permasalahan tiap daerah baik di perkotaan maupun di pedesaan. Di kota-kota umumnya terdapat permukiman kumuh dihuni para pendatang yang belum berhasil mewujudkan impiannya. Daerah terpencil terjadi karena secara geografis terletak di daerah yang sulit dijangkau seperti dilereng gunung, di kepulauan, maupun di tengah hutan.Daerah tersebut mengalami perubahan pembangunan, meskipun sebenarnya kaya sumber daya alam. Pembangunan dan pengembangan wilayah di Indonesia harus disesuaikan dengan kondisi geografis dan kondisi sosial masyarakat. Kondisi geografis wilayah Indonesia yang beragam harus disikapi dengan pembangunan sarana perhubungan.Banyak daerah tidak dapat dijangkau karena kondisi jalan rusak parah seperti jalan-jalan di kawasan Sumatra dan Kalimantan. Permukiman kumuh menjadi polemik di perkotaan.Pembangunan di segala sektor, termasuk di desa hendaknya memperhatikan kondisi sosial ekonomi yang berlaku di masyarakat sehingga tidak terjadi ketimpangan.Hubungan antar pulau disikapi dengan membangun jalur pelayaran dan penerbangan. Jalur pelayaran dilakukan dengan membangun pelabuhan dan jalur penerbangan dengan membangun bandara. Upaya pengembangan wilayah antar pulau, penyediaan pelayaran dan penerbangan merupakan prioritas yang terus dirintis. Aspek sosial harus diperhatikan dalam pengembangan wilayah agar proses pembangunan tidak berbenturan dengan nilai-nilai masyarakat setempat.Berdasarkan kajian wilayah dan kondisi wilayah yang berbeda tersebut menyebabkan masalah ekonomi yang rumit.Terjadi kesenjangan sumber daya diantara wilayah-wilayah tersebut. Di suatu daerah kelebihan sumber daya dan di daerah lain kekuarangan sumber daya.Kesenjangan tersebut menimbulkan permasalahan ekonomi terutama dalam penyediaan barang dan jasa. Salah satu upaya agar tidak terjadi kesenjangan ekonomi tersebut sebaiknya pendistribusian sumber daya termasuk di dalamnya distribusi sumber daya manusia. Dari uraian tadi jelas bahwa kebutuhan manusia demikian banyaknya, sedangkan barang-barang dan jasa serta sumber-sumber alam lain yang menjadi bahan untuk menghasilkan barang dan jasa jumlahnya terbatas atau langka. Kelangkaan sumber daya dibandingkan dengan kebutuhan manusia akan menyebabkan kurangnya atau tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh kebutuhan untuk hidup. Tidak terpenuhinya kebutuhan manusia itu berarti munculnya masalah pemenuhan kebutuhan, yang kemudian masalah itu dikenal dengan masalah ekonomi. Perhatikan gambar 3.1.! Gambar tersebut merupakan barang-barang yang sangat dibutuhkan manusia.Barang tersebut bisa jadi merupakan kebutuhan atau keinginan.Agar alat pemenuhan yang kita miliki dapat mencukupi kebutuhan kita, maka sebaiknya dalam penggunaan kita harus sesuaikan dengan skala prioritas untuk menentukan kebutuhan yang paling penting harus diutamakan pemenuhannya.Sebagai pelajar dapat menggunakan uang saku bulanan atau mingguan dengan melakukan skala prioritas dalam penggunaannya. Skala prioritas dapat diterapkan oleh setiap rumah tangga dengan membuat suatu daftar yang memuat semua kebutuhan dan harus disesuaikan dengan penghasilan. Dari daftar kebutuhan tersebut kita membuat rangking kebutuhan mana yang paling mendesak dan itulah yang akan kita penuhi lebih dahulu. Sehingga kita dapat memanfaatkan alat pemuas secara cermat dan alat pemuas itu benar-benar dapat memenuhi kebutuhan kita. Kebutuhan adalah suatu keinginan terhadap suatu barang atau jasa yang menuntut adanya pemenuhan, apabila tidak dipenuhi maka akan mempengaruhi kehidupan. Contoh, bagi mereka yang lapar menuntut untuk dipenuhi makan, begitu juga mereka yang haus harus segera minum. Apabila kebutuhan ini tidak dipenuhi maka akan berakibat pada kelangsungan hidup orang tersebut. Untuk mengetahui lebih jelas tentang kebutuhan manusia sebaiknya kita perlu mengetahui macam-macam kebutuhan.Berikut jenis macam-macam kebutuhan : a. Macam-Macam Kebutuhan Menurut Intensitasnya atau Tingkatannya 1) Kebutuhan primer atau kebutuhan pokok adalah kebutuhan yang harus dipenuhi karena bila tidak dipenuhi akan mempengaruhi kelangsungan hidup. Adapun yang termasuk kebutuhan primer antara lain: kebutuhan akan makan, kebutuhan ini bila tidak terpenuhi maka manusia tidak bisa hidup. Kebutuhan pakaian, kebutuhan ini harus dipenuhi karena manusia perlu bersosialisasi dengan sesama, dan apabila tidak dipenuhi maka akan mengalami kesulitan dalam pergaulan. Perumahan merupakan kebutuhan tempat untuk berteduh, istirahat dan melepas lelah sehingga kebutuhan ini mutlak harus dipenuhi. 2) Kebutuhan sekunder (tambahan) adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan sekunder merupakan pelengkap dari kebutuhan primer. Tidak terpenuhinnya kebutuhan ini tidak mengganggu kelangsungan hidup. Kebutuhan sekunder antara lain, perabot rumah tangga, lemari, arloji, radio, dan sabun.\u00a0 3) Kebutuhan Tersier atau kebutuhan barang mewah adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder terpenuhi. Kebutuhan ini tidak mutlak harus dipenuhi tetapi disesuaikan dengan kondisi keuangan dari masing-masing orang. Biasanya kebutuhan ini berhubungan dengan harga diri orang tersebut, apabila seseorang mampu memiliki barang-barang mewah. Pada saat ini sulit menentukan mana barang mewah dan mana yang bukan, karena tergantung dari tingkat kekayaan yang dimiliki masing-masing orang. b. Macam-Macam Kebutuhan Menurut Sifat Macam-macam kebutuhan menurut sifatnya dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. 1) Kebutuhan Jasmani adalah kebutuhan yang bersifat memberi kepuasan pada badan atau jasmani. Kebutuhan ini bersifat materi. Contoh kebutuhan ini antara lain kebutuhan akan makan, obat bagi yang sakit, minuman, kesehatan, dan olah raga. 2) Kebutuhan Rohani adalah kebutuhan yang dirasakan untuk kepentingan jiwa manusia. Apabila kebutuhan ini terpenuhi akan merasa puas, aman dan tenang. Contoh kebutuhan rokhani antara lain kebutuhan akan rekreasi, agama, nonton TV, baca buku, dan pendidikan. c. Macam-Macam Kebutuhan Menurut Waktu Penggunaannya Menurut Waktunya, kebutuhan manusia dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut. 1) Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan manusia yang harus segera dipenuhi pada saat dibutuhkan. Apabila pemenuhan kebutuan ini tidak dilakukan dengan segera akan berakibat tidak baik terhadap kelangsungan hidupnya, yang termasuk kebutuhan sekarang antara lain: a) Makanan sangat dibutuhkan oleh orang yang kelaparan dan ini harus segera dipenuhi karena orang bisa mati kelaparan b) Minuman sangat dibutuhkan bagi orang yang kehausan dan ini harus segera dipenuhi karena orang bisa mati kehausan c) Obat sangat dibutuhkan bagi orang yang sakit. Kebutuhan ini tidak bisa ditunda karena akan berakibat fatal. 2) Kebutuhan masa yang akan datang adalah kebutuhan manusia yang pemenuhannya dapat ditangguhkan pada masa yang akan datang. Pemenuhan kebutuhan ini dapat dipersiapkan dari sekarang. Contoh, seseorang saat ini bekerja untuk memperoleh uang tetapi tidak lupa menyisihkan sebagian uangnya untuk memenuhi kebutuhan yang akan datang. Uang tabungan ini bisa digunakan untuk pendidikan di masa depan bagi anak-anaknya. d. Macam-Macam Kebutuhan Menurut Subjek Menurut subyek yang merasakannya, kebutuhan manusia dibedakan menjadi dua macam yaitu: 1) Kebutuhan Individual adalah kebutuhan yang berhubungan langsung dengan perorangan. Kebutuhan ini dirasakan oleh diri pribadi seseorang dan pemenuhannya dilakukan secara individu. Tentu saja kebutuhan ini tidak sama orang yang satu dengan yang lainnya. Contoh kebutuhan ini seperti makan, minum, mobil, sepatu, dan kaca mata. Kebutuhan tergantung dari keinginan masing-masing. 2) Kebutuhan kelompok atau kolektif adalah kebutuhan yang dirasakan oleh sekelompok orang secara bersama-sama dan pemenuhannya juga dilakukan secara bersama-sama. Contoh kebutuhan ini antara lain : kebutuhan akan jalan, jembatan, sekolah, pasar, dan lapangan. Kebutuhan manusia yang satu dengan yang lain berbeda ragam dan jumlahnya. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor\u2013faktor yang memengaruhinya. Faktor-faktor tersebut antara lain: a). Jenis Kelamin Perbedaan jenis kelamin dan umur pasti akan memengaruhi perbedaan jenis dan jumlah kebutuhan. Jenis kelamin akan berpengaruh pula pada variasi dan jenis kebutuhan. b). Tingkat Pendidikan Seseorang yang mengutamakan penambahan pengetahuan atau wawasan yang terkait dengan latar belakang pendidikan akan\u00a0berpengaruh pada kebutuhannya. Sebagai contoh: kebutuhan anak SD tentu akan berbeda bila dibandingkan anak SMP bila melihat jenis dan ragamnya. c). Lingkungan Tempat Tinggal Lingkungan tempat tinggal sangat besar pengaruhnya terhadap kebutuan manusia. Orang hidup di daerah pegunungan akan berbeda kebutuhannya dengan mereka yang hidup di dataran rendah. d). Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan adanya penemuan-penemuan baru dan produk-produk baru. Munculnya produk baru ini akan memengaruhi orang untuk memiliki, sehingga muncul kebutuhan akan produk baru itu. e). Tingkat Pendapatan Semakin besar pendapatan seseorang maka semakin besar pula kebutuhan karena mereka memiliki sarana untuk untuk memenuhinya dan sebaliknya semakin kecil pendapatannya akan semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan. f). Status Sosial Semakin tinggi kedudukan seseorang di masyarakat biasanya semakin beragam dan bertambahnya kebutuhan. g). Perbedaan Selera Perbedaan selera ini akan sangat berpengaruh terhadap barang \/ jasa yang dibutuhkan. Selera seseorang akan memengaruhi orang tersebut akan pemenuhan kebutuhannya. Sudah kita ketahui bahwa kebutuhan manusia tidak ada batasnya artinya setiap saat selalu bertambah dan berkembang seiring dengan kemajuan peradaban manusia.Untuk bisa melangsungkan kehidupannya dan memperoleh kemakmuran, orang harus mampu mengimbangi kebutuhan dengan alat pemenuhan yang ada juga perlu ditingkatkan dan dikembangkan secara terus menerus. Alat pemenuhan kebutuhan manusia banyak sekali macamnya.Ada yang berupa barang dan jasa. Ada yang berwujud dan ada tidak berwujud. Begitu juga untuk memperoleh perlu mengeluarkan uang atau tidak mengeluarkan uang untuk memperolehnya.Seperti halnya kebutuhan, alat pemuas kebutuhan terdapat berbagai jenis atau macamnya. Banyaknya alat pemenuhan kebutuhan itu agar mudah mengingat maka perlu diklasifikasikan sebagai berikut. e. Alat Pemenuhan Kebutuhan Menurut Kelangkaannya atau Cara Memperolehnya Menurut kelangkaanya atau cara memperolehnya alat pemuas kebutuhan dibedakan atas barang ekonomis dan barang bebas. 1. Barang Ekonomis Barang ekonomis adalah semua barang yang keberadaanya terbatas sehingga untuk memperolehnya perlu pengorbanan baik materiil maupun fisik. Contoh barang ekonomis dapat dilihat pada gambar 3.2. antara lain sepatu dan air minum. 2. Barang bebas Barang bebas adalah barang yang jumlahnya banyak sehingga untuk memperolehnya tidak perlu pengorbanan. Misalnya sinar matahari, udara dan air. f. Alat Pemenuhan Kebutuhan Menurut Hubungannya dengan Barang Lain. Berdasar hubungannya dengan barang lain, barang dapat dibedakan menjadi barang substitusi dan barang komplementer 1. Barang Substitusi Barang substitusi adalah barang yang dalam penggunaanya saling dapat menggantikan dengan barang lain dengan syarat barang tersebut memiliki kegunaan yang sama. Contoh barang ini antara lain, nasi bisa diganti fungsinya dengan singkong, dan gula merah bisa digantikan dengan gula putih. 2. Barang Komplementer Barang komplementer adalah barang yang penggunaanya dapat saling melengkapi satu sama lain, karena bila tidak salah satu maka barang tersebut kurang bermanfaat atau bahkan tidak bermanfaat sama sekali. Contoh barang ini antara lain: motor tidak akan jalan kalau tidak ada bensin, kompor tidak menyala kalau tidak ada gas atau minyak tanah. g. Alat Pemenuhan Kebutuhan Menurut Tujuan Penggunaannya. Dilihat dari tujuan penggunaannya barang dapat dikelompokkan menjadi barang produksi dan barang konsumsi. 1. Barang Produksi (Barang Modal) Barang produksi disebut juga barang modal karena barang ini tidak dapat langsung memenuhi kebutuhan manusia tetapi melalui proses dahulu baru dapat digunakannya. Barang ini dapat menghasilkan barang lain. Contoh barang modal antara lain: lahan, mesin, dan gedung. 2. Barang Konsumsi Barang konsumsi adalah barang-barang yang dapat digunakan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan manusia.Barang ini banyak ragamnya tergantung dari masing-masing individu yang menginginkan. Dalam kehidupan sehari-hari barang konsumsi disebut juga barang jadi atau siap pakai karena telah melalui proses produksi dan siap dipasarkan. Contoh barang ini antara lain, buku tulis yang kalian butuhkan untuk belajar dan alat tulis. h. Alat Pemenuhan Kebutuhan menurut Proses Pembuatannya. Berdasarkan proses pembuatan, alat pemuas kebutuhan dapat dikelompokkan menjadi tiga macam,yaitu barang mentah, barang setengah jadi dan barang jadi. 1. Barang Mentah Barang mentah adalah barang yang belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tetapi harus melalui proses produksi terlebih dahulu. Contoh barang mentah antara lain : padi belum bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan karna masih berupa barang mentah dan harus melalui proses dahulu, begitu juga kayu belum digunakan bila belum dibentuk dulu menjadi perabot. 2. Barang Setengah Jadi Barang setengah jadi yaitu barang atau alat pemuas kebutuhan yang masih dalam proses produksi. Contoh barang ini antara lain : benang sebelum dibuat kain, dan tepung sebelum dibuat kue. 3. Barang Jadi Barang jadi adalah barang atau alat pemuas kebutuhan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan.Contoh barang ini antara lain : nasi, kue, alat tulis, tas, baju, celana, buku, dan pensil.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p>IPS Kelas 7 &#8211; BAB3 Aktivitas Manusia memenuhi kebutuhannya Part &#8211; 1.<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap wilayah yang ada di Indonesia memiliki kekayaan dan potensi alam<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">yang berbeda. Sumber daya yang tidak merata antarwilayah menimbulkan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kelangkaan komoditas tertentu di suatu wilayah. Kelangkaan dapat terjadi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">karena sumber daya yang tersedia tidak sebanding dengan kebutuhan. Tidak<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">terpenuhinya kebutuhan manusia berarti munculnya masalah pemenuhan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kebutuhan yang disebut masalah ekonomi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Kebutuhan manusia yang tidak terbatas, sedangkan alat pemenuhan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kebutuhan terbatas itu menimbulkan munculnya masalah ekonomi karena<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">adanya, barang dan jasa yang sangat terbatas keberadaannya.Untuk mengatasi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kelangkaan, diperlukan kegiatan ekonomi yang menunjangnya.Dalam<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kegiatan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi diperlukan kreativitas dalam<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kegiatan ekonomi agar mampu menyediakan barang kebutuhan dengan baik<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">demi kesejahteraan manusia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>A. Kelangkaan dan Kebutuhan Manusia<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ayo perhatikan di sekelilingmu! Manusia juga dikenal sebagai mahluk<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">ekonomi (homo economicus) karena manusia selalu ingin memenuhi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kebutuhan, tentu saja dengan cara yang rasional sehingga dapat mencapai<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kesejahteraannya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut manusia bertindak<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">sebagai mahluk sosial. Manusia tidak mampu memenuhi kebutuhan tanpa<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">melakukan interaksi dengan orang lain. Interaksi manusia dengan manusia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">lain menunjukkan bahwa manusia sebagai mahkluk sosial yang selalu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">hidup bersama dan tidak dapat hidup sendiri dalam memenuhi kebutuhan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Tindakan manusia melakukan interaksi dengan manusia lain misalnya, untuk<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">memperoleh beras dengan cara membeli dari pedagang di pasar karena secara<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">individu tidak mampu menghasilkan beras itu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Kebutuhan manusia yang beragam dan selalu terus bertambah tersebut tidak<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">mungkin dapat terpenuhi tanpa adanya interaksi sosial, sebagai mahkluk sosial<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">manusia selalu membutuhkan manusia lain. Interaksi sosial merupakan kunci<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">dalam sendi-sendi kehidupan sosial, karena tanpa interaksi tidak mungkin<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">terjadi aktivitas sosial. Interaksi sosial adalah hubungan \u2013 hubungan sosial<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">yang dinamis, baik yang menyangkut hubungan antara individu dan individu,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">antar individu dan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Secara sederhana, interaksi terjadi apabila dua orang saling bertemu, saling<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">menegur, berkenalan, dan memengaruhi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Interaksi sosial tidak terbatas oleh waktu karena dapat terjadi kapan saja<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dan dimana saja.Dengan adanya interaksi maka terjadi saling memengaruhi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">sehingga menimbulkan berbagai perubahan dalam kehidupan. Kondisi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">tersebut dinamakan proses sosial, dimana terjadi pengaruh timbal balik<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">antara perbagai segi kehidupan bersama.Interaksi sosial merupakan bentuk<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">pelaksanaan kedudukan manusia sebagai mahkluk sosial.Manusia tidak<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">mampu hidup sendiri, sejak manusia dilahirkan kita selalu membutuhkan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">keberadaan orang lain. Manusia memiliki naluri untuk hidup bersama dengan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">orang lain, dan ingin bersatu dengan lingkungan sosialnya. Agar manusia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dapat menjalankan fungsi sebagai makhluk ekonomi dan makhluk sosial maka<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dalam kegiatannya perlu mematuhi aturan-aturan atau norma-norma tertentu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Tanpa aturan \u2013aturan yang mengatur proses kehidupan, maka manusia akan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">bertindak semena-mena.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">1. Kelangkaan sebagai Permasalahan Ekonomi Manusia<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pernahkah kalian perhatikan aktivitas tiap orang yang ada di sekitar kalian?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Orang-orang yang ada di sekitar kalian melakukan aktivitas sepanjang hari<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">agar kebutuhannya terpenuhi. Kebutuhan manusia semakin hari semakin<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">bertambah. Pada zaman pra aksara, kehidupan masih primitif untuk memenuhi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kebutuhan mereka dengan cara berburu dan meramu. Kemudian seiring<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dengan majunya cara berpikir dan kebudayaan, mereka mulai hidup menetap<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dan bercocok tanam dan untuk memenuhi kebutuhan dilakukan dengan cara<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">barter. Kebutuhan mereka belum terpenuhi dengan cara barter karena barangbarang yang mereka miliki belum tersedia banyak dan belum tersedia uang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">sebagai sarana untuk melakukan tukar-menukar.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Kebutuhan manusia demikian banyak, sedangkan barang-barang dan jasa<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">serta sumber-sumber alam lain jumlahnya terbatas atau langka. Sumber daya<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">antara daerah yang satu dengan daerah lain tidak sama. Beberapa daerah yang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">tersedia secara melimpah dan sebagian daerah lain tersedia sumber daya yang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">sedikit sehingga terjadi interaksi antar daerah untuk memenuhi kebutuhan.<\/span><\/p>\n<p>Kelangkaan sumber daya dibanding dengan kebutuhan manusia akan<br \/>\nmenyebabkan kurangnya atau tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh<br \/>\nkebutuhan untuk hidup.Kelangkaan ini merupakan masalah ekonomi manusia.<br \/>\nMasalah ekonomi muncul karena adanya kebutuhan manusia yang terbatas,<br \/>\nsedangkan alat pemuas kebutuhan yang berupa barang dan jasa terbatas<br \/>\nadanya.Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan alat pemuas<br \/>\nkebutuhan itu disebut kelangkaan.<br \/>\nUntuk mengatasi masalah kelangkaan maka perlu belajar ilmu ekonomi.<br \/>\nEkonomi berasal dari bahasa Yunani Oikonomia yang berarti rumah tangga.<br \/>\nOikonomia merupakan kata majemuk yang terdiri dari dua kata \u2018oikos dan<br \/>\nnomos.\u2019Oikos artinya rumah tangga, dan nomos artinya aturan, Jadi arti kata<br \/>\nekonomi berarti aturan rumah tangga atau ilmu yang mengatur rumah tangga.<br \/>\nIlmu ekonomi termasuk kelompok ilmu sosial.<br \/>\nPara pakar ekonomi memberi batasan-batasan yang berbeda-beda tentang<br \/>\npengertian ilmu ekonomi. Meskipun definisi atau batasan yang mereka berikan<br \/>\nberbeda tetapi pada dasarnya mengandung makna yang sama. Definisi ilmu<br \/>\nekonomi yang sering digunakan \u201c Ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan<br \/>\nsosial yang mempelajari tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhan<br \/>\nuntuk mencapai kemakmuran.\u201c Berdasar definisi itu maka dapat<br \/>\ndiambil kesimpulan bahwa kemakmuran akan tercapai bila kebutuhan sudah<br \/>\nterpenuhi. Untuk mencapai kemakmuran itu manusia harus selalu berusaha<br \/>\nmelakukan tindakan-tindakan atau pengorbanan, baik berupa tenaga, waktu<br \/>\nmaupun materi.<br \/>\nBerdasarkan kajian geografis, permasalahan ekonomi setiap daerah dan<br \/>\nwilayah berbeda.Sebagai Negara kepulauan Indonesia memiliki keragaman<br \/>\nbentuk muka bumi, mulai daratan hingga lautan. Kondisi yang demikian ini<br \/>\nternyata mempunyai hubungan yang erat dengan aktifitas manusia sebagai<br \/>\npenghuninya. Dimana kondisi sosial suatu wilayah tidak akan terlepas dari<br \/>\nkeadaan fisiknya. Satu ciri utama kajian geografis adalah mengkaji hubungan<br \/>\nantara unsur fisik dan unsur sosial di permukaan bumi.Pemanfaatan lingkungan<br \/>\nfisik oleh manusia pada hakikatnya tergantung pada kondisi lingkungan fisik<br \/>\nitu sendiri dan kualitas manusianya.Kondisi sosial manusia selalu dalam<br \/>\nrangka pemenuhan kebutuhan. Pemenuhan kebutuhan masyarakat akan dapat<br \/>\nterpenuhi kalau pembangunan wilayah tersebut berkembang dengan baik.<br \/>\nPermasalahan ini tentu akan berdampak pada ketersediaan alat pemenuhan<br \/>\nkebutuhan. Kelangkaan menjadi permasalahan tiap daerah baik di perkotaan<br \/>\nmaupun di pedesaan.<\/p>\n<p>Di kota-kota umumnya terdapat permukiman kumuh dihuni para pendatang<br \/>\nyang belum berhasil mewujudkan impiannya. Daerah terpencil terjadi karena<br \/>\nsecara geografis terletak di daerah yang sulit dijangkau seperti dilereng<br \/>\ngunung, di kepulauan, maupun di tengah hutan.Daerah tersebut mengalami<br \/>\nperubahan pembangunan, meskipun sebenarnya kaya sumber daya alam.<br \/>\nPembangunan dan pengembangan wilayah di Indonesia harus disesuaikan<br \/>\ndengan kondisi geografis dan kondisi sosial masyarakat.<br \/>\nKondisi geografis wilayah Indonesia yang beragam harus disikapi dengan<br \/>\npembangunan sarana perhubungan.Banyak daerah tidak dapat dijangkau karena<br \/>\nkondisi jalan rusak parah seperti jalan-jalan di kawasan Sumatra dan Kalimantan.<br \/>\nPermukiman kumuh menjadi polemik di perkotaan.Pembangunan di segala<br \/>\nsektor, termasuk di desa hendaknya memperhatikan kondisi sosial ekonomi<br \/>\nyang berlaku di masyarakat sehingga tidak terjadi ketimpangan.Hubungan<br \/>\nantar pulau disikapi dengan membangun jalur pelayaran dan penerbangan. Jalur<br \/>\npelayaran dilakukan dengan membangun pelabuhan dan jalur penerbangan<br \/>\ndengan membangun bandara.<br \/>\nUpaya pengembangan wilayah antar pulau, penyediaan pelayaran dan<br \/>\npenerbangan merupakan prioritas yang terus dirintis. Aspek sosial harus<br \/>\ndiperhatikan dalam pengembangan wilayah agar proses pembangunan tidak<br \/>\nberbenturan dengan nilai-nilai masyarakat setempat.Berdasarkan kajian wilayah<br \/>\ndan kondisi wilayah yang berbeda tersebut menyebabkan masalah ekonomi<br \/>\nyang rumit.Terjadi kesenjangan sumber daya diantara wilayah-wilayah tersebut.<br \/>\nDi suatu daerah kelebihan sumber daya dan di daerah lain kekuarangan sumber<br \/>\ndaya.Kesenjangan tersebut menimbulkan permasalahan ekonomi terutama dalam<br \/>\npenyediaan barang dan jasa. Salah satu upaya agar tidak terjadi kesenjangan<br \/>\nekonomi tersebut sebaiknya pendistribusian sumber daya termasuk di dalamnya<br \/>\ndistribusi sumber daya manusia.<br \/>\nDari uraian tadi jelas bahwa kebutuhan manusia demikian banyaknya,<br \/>\nsedangkan barang-barang dan jasa serta sumber-sumber alam lain yang menjadi<br \/>\nbahan untuk menghasilkan barang dan jasa jumlahnya terbatas atau langka.<br \/>\nKelangkaan sumber daya dibandingkan dengan kebutuhan manusia akan<br \/>\nmenyebabkan kurangnya atau tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh<br \/>\nkebutuhan untuk hidup. Tidak terpenuhinya kebutuhan manusia itu berarti<br \/>\nmunculnya masalah pemenuhan kebutuhan, yang kemudian masalah itu dikenal<br \/>\ndengan masalah ekonomi.<\/p>\n<p>Perhatikan gambar 3.1.! Gambar tersebut merupakan barang-barang yang<br \/>\nsangat dibutuhkan manusia.Barang tersebut bisa jadi merupakan kebutuhan atau<br \/>\nkeinginan.Agar alat pemenuhan yang kita miliki dapat mencukupi kebutuhan<br \/>\nkita, maka sebaiknya dalam penggunaan kita harus sesuaikan dengan skala<br \/>\nprioritas untuk menentukan kebutuhan yang paling penting harus diutamakan<br \/>\npemenuhannya.Sebagai pelajar dapat menggunakan uang saku bulanan atau<br \/>\nmingguan dengan melakukan skala prioritas dalam penggunaannya.<\/p>\n<p>Skala prioritas dapat diterapkan oleh setiap rumah tangga dengan membuat<br \/>\nsuatu daftar yang memuat semua kebutuhan dan harus disesuaikan dengan<br \/>\npenghasilan. Dari daftar kebutuhan tersebut kita membuat rangking kebutuhan<br \/>\nmana yang paling mendesak dan itulah yang akan kita penuhi lebih dahulu.<br \/>\nSehingga kita dapat memanfaatkan alat pemuas secara cermat dan alat pemuas<br \/>\nitu benar-benar dapat memenuhi kebutuhan kita.<\/p>\n<p>Kebutuhan adalah suatu keinginan terhadap suatu barang atau jasa yang<br \/>\nmenuntut adanya pemenuhan, apabila tidak dipenuhi maka akan mempengaruhi<br \/>\nkehidupan. Contoh, bagi mereka yang lapar menuntut untuk dipenuhi makan,<br \/>\nbegitu juga mereka yang haus harus segera minum. Apabila kebutuhan ini<br \/>\ntidak dipenuhi maka akan berakibat pada kelangsungan hidup orang tersebut.<br \/>\nUntuk mengetahui lebih jelas tentang kebutuhan manusia sebaiknya kita<br \/>\nperlu mengetahui macam-macam kebutuhan.Berikut jenis macam-macam<br \/>\nkebutuhan :<\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">a. Macam-Macam Kebutuhan Menurut Intensitasnya atau Tingkatannya<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1) Kebutuhan primer atau kebutuhan pokok adalah kebutuhan yang harus<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dipenuhi karena bila tidak dipenuhi akan mempengaruhi kelangsungan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">hidup. Adapun yang termasuk kebutuhan primer antara lain: kebutuhan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">akan makan, kebutuhan ini bila tidak terpenuhi maka manusia tidak bisa<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">hidup. Kebutuhan pakaian, kebutuhan ini harus dipenuhi karena manusia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">perlu bersosialisasi dengan sesama, dan apabila tidak dipenuhi maka<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">akan mengalami kesulitan dalam pergaulan. Perumahan merupakan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kebutuhan tempat untuk berteduh, istirahat dan melepas lelah sehingga<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kebutuhan ini mutlak harus dipenuhi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2) Kebutuhan sekunder (tambahan) adalah kebutuhan yang dipenuhi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">setelah kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan sekunder merupakan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">pelengkap dari kebutuhan primer. Tidak terpenuhinnya kebutuhan ini<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">tidak mengganggu kelangsungan hidup. Kebutuhan sekunder antara<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">lain, perabot rumah tangga, lemari, arloji, radio, dan sabun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>3) Kebutuhan Tersier atau kebutuhan barang mewah adalah kebutuhan yang<br \/>\ndipenuhi setelah kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder terpenuhi.<br \/>\nKebutuhan ini tidak mutlak harus dipenuhi tetapi disesuaikan dengan<br \/>\nkondisi keuangan dari masing-masing orang. Biasanya kebutuhan ini<br \/>\nberhubungan dengan harga diri orang tersebut, apabila seseorang mampu<br \/>\nmemiliki barang-barang mewah. Pada saat ini sulit menentukan mana<br \/>\nbarang mewah dan mana yang bukan, karena tergantung dari tingkat<br \/>\nkekayaan yang dimiliki masing-masing orang.<\/p>\n<p><strong>b. Macam-Macam Kebutuhan Menurut Sifat<\/strong><br \/>\nMacam-macam kebutuhan menurut sifatnya dapat dibedakan menjadi dua<br \/>\nmacam yaitu kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.<br \/>\n1) Kebutuhan Jasmani adalah kebutuhan yang bersifat memberi kepuasan<br \/>\npada badan atau jasmani. Kebutuhan ini bersifat materi. Contoh<br \/>\nkebutuhan ini antara lain kebutuhan akan makan, obat bagi yang sakit,<br \/>\nminuman, kesehatan, dan olah raga.<br \/>\n2) Kebutuhan Rohani adalah kebutuhan yang dirasakan untuk kepentingan<br \/>\njiwa manusia. Apabila kebutuhan ini terpenuhi akan merasa puas,<br \/>\naman dan tenang. Contoh kebutuhan rokhani antara lain kebutuhan<br \/>\nakan rekreasi, agama, nonton TV, baca buku, dan pendidikan.<\/p>\n<p><strong>c. Macam-Macam Kebutuhan Menurut Waktu Penggunaannya<\/strong><br \/>\nMenurut Waktunya, kebutuhan manusia dibedakan menjadi dua yaitu<br \/>\nsebagai berikut.<br \/>\n1) Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan manusia yang harus segera<br \/>\ndipenuhi pada saat dibutuhkan. Apabila pemenuhan kebutuan ini<br \/>\ntidak dilakukan dengan segera akan berakibat tidak baik terhadap<br \/>\nkelangsungan hidupnya, yang termasuk kebutuhan sekarang antara lain:<br \/>\na) Makanan sangat dibutuhkan oleh orang yang kelaparan dan ini<br \/>\nharus segera dipenuhi karena orang bisa mati kelaparan<br \/>\nb) Minuman sangat dibutuhkan bagi orang yang kehausan dan ini<br \/>\nharus segera dipenuhi karena orang bisa mati kehausan<br \/>\nc) Obat sangat dibutuhkan bagi orang yang sakit. Kebutuhan ini tidak<br \/>\nbisa ditunda karena akan berakibat fatal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>2) Kebutuhan masa yang akan datang adalah kebutuhan manusia yang pemenuhannya dapat ditangguhkan pada masa yang akan datang. Pemenuhan kebutuhan ini dapat dipersiapkan dari sekarang. Contoh, seseorang saat ini bekerja untuk memperoleh uang tetapi tidak lupa menyisihkan sebagian uangnya untuk memenuhi kebutuhan yang akan datang. Uang tabungan ini bisa digunakan untuk pendidikan di masa depan bagi anak-anaknya.<\/p>\n<p>d. Macam-Macam Kebutuhan Menurut Subjek Menurut subyek yang merasakannya, kebutuhan manusia dibedakan menjadi dua macam yaitu:<\/p>\n<p>1) Kebutuhan Individual adalah kebutuhan yang berhubungan langsung dengan perorangan. Kebutuhan ini dirasakan oleh diri pribadi seseorang dan pemenuhannya dilakukan secara individu. Tentu saja kebutuhan ini tidak sama orang yang satu dengan yang lainnya. Contoh kebutuhan ini seperti makan, minum, mobil, sepatu, dan kaca mata. Kebutuhan tergantung dari keinginan masing-masing.<\/p>\n<p>2) Kebutuhan kelompok atau kolektif adalah kebutuhan yang dirasakan oleh sekelompok orang secara bersama-sama dan pemenuhannya juga dilakukan secara bersama-sama. Contoh kebutuhan ini antara lain : kebutuhan akan jalan, jembatan, sekolah, pasar, dan lapangan. Kebutuhan manusia yang satu dengan yang lain berbeda ragam dan jumlahnya.<\/p>\n<p>Perbedaan ini disebabkan oleh faktor\u2013faktor yang memengaruhinya.<br \/>\nFaktor-faktor tersebut antara lain: a). Jenis Kelamin Perbedaan jenis kelamin dan umur pasti akan memengaruhi perbedaan jenis dan jumlah kebutuhan. Jenis kelamin akan berpengaruh pula pada variasi dan jenis kebutuhan.<\/p>\n<p>b). Tingkat Pendidikan Seseorang yang mengutamakan penambahan pengetahuan atau wawasan yang terkait dengan latar belakang pendidikan akan\u00a0berpengaruh pada kebutuhannya. Sebagai contoh: kebutuhan anak SD tentu akan berbeda bila dibandingkan anak SMP bila melihat jenis dan ragamnya.<\/p>\n<p>c). Lingkungan Tempat Tinggal Lingkungan tempat tinggal sangat besar pengaruhnya terhadap kebutuan manusia. Orang hidup di daerah pegunungan akan berbeda kebutuhannya dengan mereka yang hidup di dataran rendah.<\/p>\n<p>d). Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan adanya penemuan-penemuan baru dan produk-produk baru. Munculnya produk baru ini akan memengaruhi orang untuk memiliki, sehingga muncul kebutuhan akan produk baru itu.<\/p>\n<p>e). Tingkat Pendapatan Semakin besar pendapatan seseorang maka semakin besar pula kebutuhan karena mereka memiliki sarana untuk untuk memenuhinya dan sebaliknya semakin kecil pendapatannya akan semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan.<\/p>\n<p>f). Status Sosial Semakin tinggi kedudukan seseorang di masyarakat biasanya semakin beragam dan bertambahnya kebutuhan.<\/p>\n<p>g). Perbedaan Selera Perbedaan selera ini akan sangat berpengaruh terhadap barang \/ jasa yang dibutuhkan. Selera seseorang akan memengaruhi orang tersebut akan pemenuhan kebutuhannya.<\/p>\n<p>Sudah kita ketahui bahwa kebutuhan manusia tidak ada batasnya artinya setiap saat selalu bertambah dan berkembang seiring dengan kemajuan peradaban manusia.Untuk bisa melangsungkan kehidupannya dan memperoleh kemakmuran, orang harus mampu mengimbangi kebutuhan dengan alat pemenuhan yang ada juga perlu ditingkatkan dan dikembangkan secara terus menerus.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Alat pemenuhan kebutuhan manusia banyak sekali macamnya.Ada yang berupa barang dan jasa. Ada yang berwujud dan ada tidak berwujud. Begitu juga untuk memperoleh perlu mengeluarkan uang atau tidak mengeluarkan uang untuk memperolehnya.Seperti halnya kebutuhan, alat pemuas kebutuhan terdapat berbagai jenis atau macamnya. Banyaknya alat pemenuhan kebutuhan itu agar mudah mengingat maka perlu diklasifikasikan sebagai berikut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>e. Alat Pemenuhan Kebutuhan Menurut Kelangkaannya atau Cara Memperolehnya<\/strong><\/p>\n<p>Menurut kelangkaanya atau cara memperolehnya alat pemuas kebutuhan dibedakan atas barang ekonomis dan barang bebas.<\/p>\n<p>1. Barang Ekonomis Barang ekonomis adalah semua barang yang keberadaanya terbatas sehingga untuk memperolehnya perlu pengorbanan baik materiil maupun fisik. Contoh barang ekonomis dapat dilihat pada gambar 3.2. antara lain sepatu dan air minum.<\/p>\n<p>2. Barang bebas Barang bebas adalah barang yang jumlahnya banyak sehingga untuk memperolehnya tidak perlu pengorbanan. Misalnya sinar matahari, udara dan air.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>f. Alat Pemenuhan Kebutuhan Menurut Hubungannya dengan Barang Lain.<\/strong><\/p>\n<p>Berdasar hubungannya dengan barang lain, barang dapat dibedakan menjadi barang substitusi dan barang komplementer<\/p>\n<p>1. Barang Substitusi Barang substitusi adalah barang yang dalam penggunaanya saling dapat menggantikan dengan barang lain dengan syarat barang tersebut memiliki kegunaan yang sama. Contoh barang ini antara lain, nasi bisa diganti fungsinya dengan singkong, dan gula merah bisa digantikan dengan gula putih.<\/p>\n<p>2. Barang Komplementer Barang komplementer adalah barang yang penggunaanya dapat saling melengkapi satu sama lain, karena bila tidak salah satu maka barang tersebut kurang bermanfaat atau bahkan tidak bermanfaat sama sekali. Contoh barang ini antara lain: motor tidak akan jalan kalau tidak ada bensin, kompor tidak menyala kalau tidak ada gas atau minyak tanah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>g. Alat Pemenuhan Kebutuhan Menurut Tujuan Penggunaannya.<\/strong><\/p>\n<p>Dilihat dari tujuan penggunaannya barang dapat dikelompokkan menjadi barang produksi dan barang konsumsi.<\/p>\n<p>1. Barang Produksi (Barang Modal) Barang produksi disebut juga barang modal karena barang ini tidak dapat langsung memenuhi kebutuhan manusia tetapi melalui proses dahulu baru dapat digunakannya. Barang ini dapat menghasilkan barang lain. Contoh barang modal antara lain: lahan, mesin, dan gedung.<\/p>\n<p>2. Barang Konsumsi Barang konsumsi adalah barang-barang yang dapat digunakan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan manusia.Barang ini banyak ragamnya tergantung dari masing-masing individu yang menginginkan. Dalam kehidupan sehari-hari barang konsumsi disebut juga barang jadi atau siap pakai karena telah melalui proses produksi dan siap dipasarkan. Contoh barang ini antara lain, buku tulis yang kalian butuhkan untuk belajar dan alat tulis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>h. Alat Pemenuhan Kebutuhan menurut Proses Pembuatannya.<\/strong><\/p>\n<p>Berdasarkan proses pembuatan, alat pemuas kebutuhan dapat dikelompokkan menjadi tiga macam,yaitu barang mentah, barang setengah jadi dan barang jadi.<\/p>\n<p>1. Barang Mentah Barang mentah adalah barang yang belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tetapi harus melalui proses produksi terlebih dahulu. Contoh barang mentah antara lain : padi belum bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan karna masih berupa barang mentah dan harus melalui proses dahulu, begitu juga kayu belum digunakan bila belum dibentuk dulu menjadi perabot.<\/p>\n<p>2. Barang Setengah Jadi Barang setengah jadi yaitu barang atau alat pemuas kebutuhan yang masih dalam proses produksi. Contoh barang ini antara lain : benang sebelum dibuat kain, dan tepung sebelum dibuat kue.<\/p>\n<p>3. Barang Jadi Barang jadi adalah barang atau alat pemuas kebutuhan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan.Contoh barang ini antara lain : nasi, kue, alat tulis, tas, baju, celana, buku, dan pensil.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IPS Kelas 7 &#8211; BAB3 Aktivitas Manusia memenuhi kebutuhannya Part &#8211; 1. Setiap wilayah yang ada di Indonesia memiliki kekayaan dan potensi alam yang berbeda. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[8,21,1],"tags":[75,76],"class_list":["post-352","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ilmu-pengetahuan-sosial","category-ips-7","category-uncategorized","tag-ekonomi","tag-kebutuhan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/352","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=352"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/352\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":399,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/352\/revisions\/399"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=352"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=352"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=352"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}