{"id":346,"date":"2020-03-25T00:01:14","date_gmt":"2020-03-25T00:01:14","guid":{"rendered":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/?p=346"},"modified":"2020-03-25T00:01:14","modified_gmt":"2020-03-25T00:01:14","slug":"ipa7-2-0601-tata-surya-gerhana-matahari-dan-bulan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/ipa7-2-0601-tata-surya-gerhana-matahari-dan-bulan\/","title":{"rendered":"IPA7-2-0601 &#8211; Tata Surya &#8211; Gerhana Matahari dan Bulan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Tata Surya &#8211; Gerhana Matahari dan Bulan. IPA Kelas 7.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>D. Gerhana.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pernahkah kamu mengalami ketika siang hari tiba-tiba secara tidak terduga Matahari<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">menghilang dari langit, sesaat kemudian suasana berubah menjadi gelap dan kemudian Matahari muncul kembali dan memancarkan sinarnya?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Peristiwa tersebut adalah gerhana. Apakah yang menyebabkan terjadinya gerhana? Gerhana terjadi ketika posisi Bulan dan Bumi menghalangi sinar Matahari, sehingga Bumi atau Bulan tidak mendapatkan sinar Matahari. Gerhana juga merupakan akibat dari pergerakan Bulan. Ada dua jenis gerhana, yaitu gerhana Matahari dan gerhana Bulan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Gerhana Matahari.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gerhana Matahari terjadi ketika bayangan Bulan bergerak menutupi permukaan Bumi. Dimana posisi Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, dan ketiganya terletak dalam satu garis. Gerhana Matahari terjadi pada waktu Bulan baru.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Akibat ukuran Bulan lebih kecil dibandingkan Bumi atau Matahari, maka terjadi tiga kemungkinan gerhana, yaitu sebagai berikut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a. Gerhana Matahari total, terjadi pada daerah-daerah yang berada di bayangan inti ( umbra ), sehingga cahaya Matahari tidak tampak sama sekali. Gerhana Matahari total terjadi hanya sekitar 6 menit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b. Gerhana Matahari cincin, terjadi pada daerah yang terkena lanjutan umbra, sehingga Matahari kelihatan seperti cincin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">c. Gerhana Matahari sebagian, terjadi pada daerah-daerah yang terletak di antara umbra<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dan penumbra (bayangan kabur), sehingga Matahari kelihatan sebagian.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2. Gerhana Bulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gerhana Bulan terjadi ketika Bulan memasuki bayangan Bumi. Gerhana Bulan hanya dapat terjadi pada saat Bulan purnama.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Gerhana Bulan terjadi apabila Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Pada waktu seluruh bagian Bulan masuk dalam daerah umbra Bumi, maka terjadi gerhana Bulan total. Proses Bulan berada dalam penumbra dapat mencapai 6 jam, dan dalam umbra hanya sekitar 40 menit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ilmuwan yang telah melakukan penelitian terkait tata surya ada banyak sekali, untuk itu mari kita kenali beberapa di antaranya sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u2022 Al-Battani ( 858-929 M).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Al-Battani banyak mengoreksi perhitungan Ptolomeus mengenai orbit Bulan dan planet-planet tertentu. Dia membuktikan kemungkinan gerhana Matahari tahunan dan menghitung secara lebih akurat sudut lintasan Matahari terhadap Bumi, perhitungan yang sangat akurat mengenai lamanya setahun Matahari 365 hari, 5 jam, 46 menit, dan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">24 detik. Tak hanya itu saja, ia juga berhasil mengubah sistem perhitungan sebelumnya yang membagi satu hari ke dalam 60 bagian (jam) menjadi 12 bagian (12 jam), dan setelah ditambah 12 jam waktu malam sehingga berjumlah 24 jam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u2022 Ibnu Al Syatir ( 1304 \u2013 1375 M ).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ide Ibnu Al-Syatir tentang planet Bumi mengelilingi Matahari telah menginspirasi Copernicus. Akibatnya, Copernicus dimusuhi gereja dan dianggap pengikut setan. Demikian juga Galileo, yang merupakan pengikut Copernicus, secara resmi dikucilkan oleh Gereja dan dipaksa untuk bertobat, namun dia menolak.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u2022 Nicolaus Copernicus ( 1473-1543 ).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nicolaus Copernicus adalah seorang astronom, matematikawan, dan ekonom berkebangsaan Polandia yang mengembangkan teori heliosentrisme Tata Surya dalam bentuk yang terperinci, sehingga teori tersebut bermanfaat bagi sains. Teorinya tentang Matahari sebagai pusat Tata Surya yang menjungkirbalikkan teori geosentris tradisional ( yang menempatkan Bumi di pusat alam semesta ) dianggap sebagai salah satu penemuan yang terpenting sepanjang masa, dan merupakan titik mula fundamental bagi astronomi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">modern dan sains modern (teori ini menimbulkan revolusi ilmiah).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">RANGKUMAN.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">1. Tata surya adalah susunan benda-benda lagit yang terdiri atas<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Matahari sebagai pusat tata surya, planet-planet, komet, meteoroid,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dan asteroid yang mengelilingi Matahari.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">2. Matahari adalah bintang yang terdapat di dalam tata surya yang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">memiliki empat lapisan, yaitu inti Matahari, fotosfer, kromosfer, dan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">korona.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">3. Planet dalam adalah planet yang orbitnya dekat dengan Matahari.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">4. Planet dalam terdiri atas Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">5. Planet luar adalah planet yang orbitnya jauh dari Matahari.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">6. Planet luar terdiri atas Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">7. Komet adalah benda langit yang mengelilingi Matahari dengan orbit<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">yang sangat lonjong.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">8. Meteoroid adalah potongan batu atau puing-puing logam yang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">bergerak di luar angkasa.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">9. Meteor adalah meteoroid yang habis terbakar oleh atmosfer bumi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">10. Meteorid adalah meteoroid yang jatuh ke bumi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">11. Asteroid adalah potongan-potongan batu yang mirip dengan materi penyusun planet.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">12. Rotasi Bumi adalah perputaran Bumi pada porosnya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">13. Kala Rotasi Bumi adalah waktu yang dibutuhkan oleh Bumi untuk sekali berputar, yaitu 23 jam 56 menit.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">14. Dampak dari rotasi Bumi di antaranya adalah gerak semu harian Matahari, perbedaan waktu, pembelokan arah angin, dan pembelokan arah arus laut.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">15. Revolusi Bumi adalah pergerakan Bumi untuk mengelilingi Matahari. <\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">16. Kala revolusi Bumi adalah waktu yang dibutuhkan oleh Bumi untuk sekali mengelilingi Matahari, yaitu 365,25 hari.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">17. Dampak dari revolusi Bumi di antaranya adalah terjadinya gerak semu tahunan Matahari, perbedaan lamanya siang dan malam, dan pergantian musim.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">18. Bulan melakukan tiga gerakan sekaligus, yaitu rotasi, revolusi, dan bergerak bersama-sama dengan Bumi untuk mengelilingi Matahari. Kala rotasi Bulan sama dengan kala revolusinya terhadap Bumi, yaitu 27,3 hari.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">19. Dampak dari pergerakan Bulan diantaranya terjadinya pasang surut air laut, pembagian Bulan, fase-fase Bulan, gerhana Matahari, dan gerhana Bulan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">20. Gerhana Matahari terjadi ketika posisi Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, dan ketiganya terletak dalam satu garis.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">21. Gerhana Bulan terjadi apabila Bumi berada di antara Matahari dan Bulan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tata Surya &#8211; Gerhana Matahari dan Bulan. IPA Kelas 7. &nbsp; D. Gerhana. Pernahkah kamu mengalami ketika siang hari tiba-tiba secara tidak terduga Matahari menghilang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[26,27],"tags":[],"class_list":["post-346","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ipa","category-ipa-7"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/346","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=346"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/346\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":350,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/346\/revisions\/350"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=346"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=346"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=346"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}