{"id":341,"date":"2020-03-24T23:39:00","date_gmt":"2020-03-24T23:39:00","guid":{"rendered":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/?p=341"},"modified":"2020-03-24T23:50:56","modified_gmt":"2020-03-24T23:50:56","slug":"ipa7-2-0601-tata-surya-kondisi-bumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/ipa7-2-0601-tata-surya-kondisi-bumi\/","title":{"rendered":"IPA7-2-0601 &#8211; Tata Surya &#8211; Kondisi Bumi dan Bulan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">IPA Kelas 7 &#8211; Tata Surya &#8211; Bumi dan Bulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>B. Kondisi Bumi<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap hari kita menyaksikan fajar terbit dari arah timur dan tenggelam di arah barat, kemudian malam menjelang. Apakah benar bahwa Matahari bergerak dari arah timur ke arah barat?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Dahulu orang beranggapan bahwa, Bumi adalah pusat alam semesta. Mereka juga meyakini bahwa Matahari bergerak mengelilingi Bumi. Akan tetapi, keyakinan itu tertumbangkan ketika tahun 1543, Nicholas Copernicus mempublikasikan bahwa Bulan bergerak mengelilingi Bumi, sedangkan Bumi dan planet-planet lainnya bergerak mengelilingi Matahari. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gagasan lainnya yang tidak benar adalah banyak orang meyakini bahwa Bumi itu datar. Oleh karena itu, mereka takut apabila mereka berlayar cukup jauh ke laut, mereka akan jatuh dari ujung dunia. Bagaimana kamu mengetahui bahwa keyakinan tersebut tidak benar? Atau\u00a0 mengetahui hal itu tidak benar? Bagaimana ilmuwan menentukan bentuk sebenarnya dari Bumi?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Bentuk Bumi.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selama bertahun-tahun para pelaut mengamati bahwa hal yang pertama<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kali mereka lihat di laut adalah puncak kapal. Hal ini menunjukkan bahwa Bumi berbentuk bulat. Begitu pula pada tahun 1522, Magelhaen telah membuktikan bahwa Bumi berbentuk bulat. Waktu itu dia mengadakan pelayaran dengan arah lurus, kemudian dia berhasil kembali ke tempat awal dia berlayar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Astronot telah melihat dengan jelas bentuk Bumi. Astronot dari atas melihat bahwa terdapat sedikit tonjolan di khatulistiwa dan terdapat bagian Bumi yang rata di bagian kutubnya. Hal ini menunjukkan bahwa bentuk Bumi tidak benar-benar bulat, akan tetapi sedikit lonjong. Bumi berdiameter sekitar 12.742 km.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-337 size-full\" src=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/perputaran-bumi.jpg\" alt=\"\" width=\"945\" height=\"626\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/perputaran-bumi.jpg 945w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/perputaran-bumi-300x199.jpg 300w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/perputaran-bumi-768x509.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 945px) 100vw, 945px\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Rotasi Bumi.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rotasi Bumi adalah perputaran Bumi pada porosnya. Sedangkan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kala rotasi Bumi adalah waktu yang diperlukan Bumi untuk sekali berputar pada porosnya, yaitu 23 jam 56 menit. Bumi berotasi dari barat ke timur. Aktivitas yang telah kamu lakukan adalah salah satu akibat dari rotasi Bumi, yaitu terjadinya siang dan malam. Adapun akibat lain dari rotasi Bumi adalah sebagai berikut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">a. Gerak semu harian Matahari.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">b. Perbedaan waktu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">c. Pembelokan arah angin.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">d. Pembelokan arah arus laut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3. Revolusi Bumi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Revolusi Bumi adalah perputaran (peredaran) Bumi mengelilingi Matahari. Kala revolusi Bumi adalah waktu yang diperlukan oleh Bumi untuk sekali berputar mengelilingi Matahari, yaitu 365,25 hari atau 1 tahun. Bumi berevolusi dengan arah yang berlawanan dengan arah perputaran jarum jam. Akibat dari revolusi Bumi, yaitu sebagai berikut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">a. Terjadinya gerak semu tahunan Matahari.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">b. Perbedaan lamanya siang dan malam.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">c. Pergantian musim.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">C. Kondisi Bulan.<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bulan adalah benda langit yang terdekat dengan Bumi sekaligus\u00a0 merupakan satelit Bumi. Karena Bulan merupakan satelit, maka Bulan tidak dapat memancarkan cahaya sendiri melainkan memancarkan cahaya Matahari. Sebagaimana dengan Bumi yang berputar dan mengelilingi Matahari, Bulan juga berputar dan mengelilingi Bumi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Bentuk Bulan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bulan berbentuk bulat mirip seperti planet. Permukaan bulan berupa<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dataran kering dan tandus, banyak kawah, dan juga terdapat\u00a0 pegunungan dan dataran tinggi. Bulan tidak memiliki atmosfer, sehingga sering terjadi perubahan suhu yang sangat drastis. Selain itu, bunyi tidak dapat merambat, tidak ada siklus air, tidak ditemukan makhluk hidup, dan sangat gelap gulita. Bulan melakukan tiga gerakan sekaligus, yaitu rotasi, revolusi, dan bergerak bersama-sama dengan Bumi untuk\u00a0 mengelilingi Matahari. Kala rotasi Bulan sama dengan kala revolusinya<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">terhadap Bumi, yaitu 27,3 hari. Oleh karena itu, permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi selalu sama. Dampak dari pergerakan bulan di antaranya adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a. Pasang Surut Air Laut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pasang adalah peristiwa naiknya permukaan air laut, sedangkan surut<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">adalah peristiwa turunnya permukaan air laut. Pasang surut air laut terjadi akibat pengaruh gravitasi Matahari dan gravitasi Bulan. Akibat Bumi berotasi pada sumbunya, maka daerah yang mengalami pasang surut bergantian sebanyak dua kali. Ada dua jenis pasang air laut, yaitu pasang purnama dan pasang perbani.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">1) Pasang Purnama dipengaruhi oleh gravitasi Bulan dan terjadi ketika Bulan purnama. Pasang ini menjadi maksimum ketika terjadi gerhana Matahari. Hal ini karena di pengaruhi oleh gravitasi Bulan dan Matahari yang mempunyai arah yang sama atau searah.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">2) Pasang Perbani, yaitu ketika permukaan air laut turun serendah-rendahnya. Pasang ini terjadi pada saat Bulan kuartir pertama dan kuartir ketiga. Pasang perbani dipengaruhi oleh gravitasi Bulan dan Matahari yang saling tegak lurus.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b. Pembagian Bulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada dua pembagian bulan, yaitu bulan sideris dan bulan sinodis. Waktu yang dibutuhkan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">bulan untuk satu kali berevolusi sekitar 27,3 hari yang disebut kala revolusi sideris (satu bulan sideris). Tetapi karena Bumi juga bergerak searah gerak Bulan, maka menurut pengamatan di Bumi waktu yang dibutuhkan Bulan untuk melakukan satu putaran penuh menjadi lebih panjang dari kala revolusi sideris, yaitu sekitar 29,5 hari yang disebut kala revolusi sinodis (satu bulan sinodis).\u00a0 Kala revolusi sinodis dapat ditentukan melalui<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">pengamatan dari saat terjadinya Bulan baru sampai Bulan baru berikutnya. Satu bulan sinodis digunakan sebagai dasar penanggalan Komariyah (penanggalan Islam).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">c. Fase-fase Bulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Fase-fase Bulan merupakan perubahan bentuk-bentuk Bulan yang terlihat di Bumi. Hal ini dikarenakan posisi relatif antara Bulan, Bumi, dan Matahari.\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Fase-fase Bulan adalah sebagai berikut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">1. Bulan baru terjadi ketika posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Selama Bulan baru, sisi Bulan yang menghadap ke Matahari nampak terang dan sisi yang menghadap Bumi nampak gelap.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">2. Bulan sabit terjadi ketika bagian Bulan yang terkena sinar Matahari sekitar\u00a0 seperempat, sehingga permukaan Bulan yang terlihat di Bumi hanya seperempatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-343 size-full\" src=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/fase-bulan.jpg\" alt=\"\" width=\"479\" height=\"629\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/fase-bulan.jpg 479w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/fase-bulan-228x300.jpg 228w\" sizes=\"auto, (max-width: 479px) 100vw, 479px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3. Bulan separuh terjadi ketika bagian Bulan yang terkena sinar Matahari sekitar separuhnya, sehingga yang terlihat dari Bumi juga separuhnya (kuartir pertama).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">4. Bulan cembung terjadi ketika bagian Bulan yang terkena sinar Matahari tiga perempatnya, yang terlihat dari Bumi hanya tiga perempat bagian Bulan. Akibatnya, kita dapat melihat Bulan cembung.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">5. Bulan purnama terjadi ketika semua bagian Bulan terkena sinar Matahari, begitu juga yang terlihat dari Bumi. Akibatnya, kita dapat melihat Bulan purnama (kuartir kedua).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IPA Kelas 7 &#8211; Tata Surya &#8211; Bumi dan Bulan. B. Kondisi Bumi Setiap hari kita menyaksikan fajar terbit dari arah timur dan tenggelam di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[26,27,1],"tags":[],"class_list":["post-341","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ipa","category-ipa-7","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/341","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=341"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/341\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":349,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/341\/revisions\/349"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=341"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=341"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=341"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}