{"id":323,"date":"2020-03-24T12:48:54","date_gmt":"2020-03-24T12:48:54","guid":{"rendered":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/?p=323"},"modified":"2020-03-24T23:47:53","modified_gmt":"2020-03-24T23:47:53","slug":"ipa7-2-0601-tata-surya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/ipa7-2-0601-tata-surya\/","title":{"rendered":"IPA7-2-0601 &#8211; Tata Surya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">IPA Kelas 7 Semester 2 &#8211; Bab 6.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Istilah-istilah Penting : Tata Surya, Bintang, Planet, Rotasi, Revolusi, Bulan Sinodis, Bulan Sideris,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Umbra, Penumbra, Komet, Meteoroid, Meteor, Meteorit, Asteroid.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-328 size-full\" src=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Sistem-Tata-Surya.png\" alt=\"\" width=\"530\" height=\"331\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Sistem-Tata-Surya.png 530w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Sistem-Tata-Surya-300x187.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 530px) 100vw, 530px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pernahkah kamu amati langit pada malam hari? Benda-benda apa saja yang kamu lihat di langit? Pasti kamu akan melihat ribuan benda langit. Di antara benda-benda langit tersebut ada yang disebut bintang dan ada juga yang disebut planet. Ketika pagi menjelang, masihkah kamu dapat melihat benda-benda<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">langit tersebut? Tentu saja tidak, karena di siang hari kamu hanya dapat melihat Matahari di langit. Ketika malam datang, barulah kamu dapat melihat kembali benda-benda langit tersebut. Mengapa demikian?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peristiwa tersebut di atas akan kita pelajari dalam Bab 6 ini, yaitu sistem Tata Surya. Segala sesuatu yang berkaitan dengan sistem Tata Surya akan berpengaruh terhadap sistem kehidupan di Bumi. Maha besar Tuhan yang telah menciptakan alam dengan begitu agungnya. Oleh karena itu, marilah belajar dengan sungguhsungguh, senantiasa bersyukur serta berusaha untuk menjaga karunia-Nya sebagai wujud ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kelak menjadi manusia yang cerdas dan peduli terhadap semua ciptaan Tuhan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span style=\"color: #000000;\"><strong>A. Sistem Tata Surya.<\/strong><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Manusia telah melihat langit sejak ribuan tahun yang lalu. Pengamatan awal mencatat terkait perubahan posisi dari planet-planet dan mengembangkan ide-ide terkait tata surya yang didasarkan pada pengamatan dan kepercayaan. Saat ini, manusia juga mengetahui objek di dalam sistem tata surya mengorbit pada Matahari. Selain itu, gravitasi Matahari juga memengaruhi pergerakan benda-benda dalam sistem tata surya sebagaimana gravitasi Bumi memengaruhi pergerakan bulan yang mengorbit padanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada awal tahun 1600an, Johannes Kepler seorang ahli matematika dari<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Jerman mulai mempelajari orbit planet-planet. Ia menemukan bahwa bentuk orbit planet tidak melingkar, tetapi berbentuk oval atau elips. Perhitungan lebih lanjut menunjukkan bahwa letak Matahari tidak di pusat orbit, tetapi sedikit offset. Kepler juga menemukan bahwa planet bergerak dengan kecepatan yang berbeda dalam orbitnya di sekitar Matahari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tabel 6.1 Rata-rata kecepatan orbital planet dalam tata surya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rata-rata Kecepatan Orbital\u00a0 planet-planet.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">1. Merkurius : 48 km\/s.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">2. Venus : 35 km\/s.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">3. Bumi : 30 km\/s.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">4. Mars : 24 km\/s.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">5. Jupiter : 13 km\/s.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">6. Saturnus\u00a0 : 9,7 km\/s.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">7. Uranus : 6,8 km\/s.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">8. Neptunus : 5,4 km\/s.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tabel 6.1 menunjukkan bahwa planet yang dekat dengan Matahari bergerak lebih cepat daripada planet yang jauh dari Matahari.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Bidang edar planet-planet dalam mengelilingi Matahari disebut bidang edar dan bidang edar Bumi dalam mengelilingi Matahari disebut<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">bidang ekliptika. Susunan Tata Surya terdiri atas Matahari, Planet Dalam, Planet Luar, Komet, Meteorid, dan Asteroid.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Matahari.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Matahari adalah bintang yang berupa bola gas panas dan bercahaya yang menjadi pusat sistem tata surya. Tanpa energi intens dan panas\u00a0 Matahari, tidak akan ada kehidupan di Bumi. Matahari memiliki 4 lapisan, yaitu sebagai berikut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">a. Inti Matahari, memiliki suhu sekitar 1,5 x 107oC yang cukup untuk mempertahankan fusi termonuklir yang berfungsi sebagai sumber<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">energi Matahari. Energi dari inti akan diradiasikan ke lapisan luar Matahari dan kemudian sampai ke ruang angkasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b. Fotosfer, memiliki suhu sekitar 6.000 Kelvin, dengan ketebalan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">sekitar 300 km. Melalui fotosfer, sebagian besar radiasi Matahari<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">ke luar dan terdeteksi sebagai sinar Matahari yang kita amati di<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Bumi. Di dalam fotosfer terdapat bintik Matahari, yaitu daerah<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dengan medan magnet yang kuat dan dingin serta lebih gelap dari<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">wilayah sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-331\" src=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bagian-dari-matahari-300x271.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"271\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bagian-dari-matahari-300x271.jpg 300w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bagian-dari-matahari.jpg 463w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bidang Ekliptika adalah bidang edar bumi dalam mengelilingi Matahari.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">c. Kromosfer, memiliki suhu sekitar 4.500 Kelvin dan ketebalannya 2.000 km. Kromosfer terlihat seperti gelang merah yang mengeliling Bulan pada waktu terjadi gerhana Matahari total.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">d. Korona, merupakan lapisan terluar Matahari dengan suhu sekitar\u00a0 1.000.000 Kelvin dan ketebalannya sekitar 700.000 km. Memiliki warna keabu-abuan yang dihasilkan dari ionisasi atom karena suhu yang sangat tinggi. Korona terlihat seperti mahkota dengan warna keabu-abuan yang mengelilingi Bulan pada waktu terjadi gerhana Matahari total.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di antara inti dan fotosfer terdapat daerah radiasi dan daerah konveksi. Di daerah tersebut energi berpindah secara radiasi dan konveksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Matahari adalah bintang yang terdapat di dalam tata surya yang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">memiliki empat lapisan, yaitu inti Matahari, fotosfer, kromosfer,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dan korona.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Planet Dalam.<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Planet adalah benda langit yang tidak dapat memancarkan cahaya<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">sendiri akan tetapi hanya memantulkan cahaya dari bintang yang diterimanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Planet adalah benda langit yang tidak dapat memancarkan cahaya sendiri. Planet hanya memantulkan cahaya yang diterimanya dari bintang. Planet dalam disebut juga dengan adalah planet terestrial. Planet terestrial adalah planet yang letaknya dekat dengan Matahari,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">berukuran kecil, memiliki sedikit satelit atau tidak sama sekali, berbatu, terestrial, sebagian besar terdiri atas mineral tahan api, seperti silikat yang membentuk kerak dan mantelnya, serta logam seperti besi dan nikel yang membentuk intinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, planet dalam juga memiliki atmosfer yang cukup besar untuk<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">menghasilkan cuaca, memiliki kawah dan fitur permukaan tektonik. Seperti lembah retakan dan gunung berapi. Planet dalam terdiri atas: Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-333 size-full\" src=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/planet-dalam.jpg\" alt=\"\" width=\"956\" height=\"482\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/planet-dalam.jpg 956w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/planet-dalam-300x151.jpg 300w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/planet-dalam-768x387.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 956px) 100vw, 956px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Planet Luar.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Planet luar disebut juga dengan planet Jovian. Planet Jovian adalah planet yang letaknya jauh dengan Matahari, berukuran besar, memiliki banyak satelit, dan sebagian besar tersusun dari bahan ringan. Seperti<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">hidrogen, helium, metana, dan amonia. Planet-planet dalam dan luar dipisahkan oleh sabuk asteroid. Planet luar terdiri atas Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. <\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Komet.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Komet berasal dari Bahasa Yunani, yaitu Kometes artinya berambut panjang. Komet adalah benda langit yang mengelilingi Matahari dengan orbit yang sangat lonjong. Komet ini terdiri atas debu, partikel batu yang bercampur dengan es, metana, dan amonia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-334 size-full\" src=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/meteor.jpg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"529\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/meteor.jpg 960w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/meteor-300x165.jpg 300w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/meteor-768x423.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bagian-bagian komet, yaitu sebagai berikut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">a. Inti komet, yaitu bagian komet yang berukuran lebih kecil, padat, tersusun dari debu dan gas.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">b. Koma, yaitu daerah kabut di sekitar inti.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">c. Ekor komet, yaitu bagian komet yang berukuran lebih panjang. Arah ekor komet selalu menjauhi Matahari dikarenakan dorongan yang berasal dari angin dan radiasi Matahari.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>5. Meteoroid.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meteoroid adalah potongan batu atau puing-puing logam (yang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">mengandung unsur besi dan logam) yang bergerak di luar angkasa.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Meteorid mengelilingi Matahari dengan orbit tertentu dan kecepatan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">yang bervariasi. Meteoroid tercepat bergerak di sekitar 42 km\/detik. Ketika Meteoroid tertarik oleh gravitasi Bumi, maka sebelum sampai di Bumi, meteorid akan bergesekan dengan\u00a0 atmosfer Bumi. Gesekan tersebut akan menghasilkan panas dan membakar meteoroid tersebut. Meteoroid yang habis terbakar oleh atmosfer Bumi disebut meteor. Apabila Meteoroid tidak habis terbakar oleh atmosfer Bumi dan jatuh ke<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Bumi disebut meteorit.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>6. Asteroid.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Asteroid adalah potongan-potongan batu yang mirip dengan materi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">penyusun planet. Sebagian besar asteroid terletak di daerah antara<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">orbit Mars dan Jupiter yang disebut sabuk Asteroid.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-335\" src=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/asteroid-300x264.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"264\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/asteroid-300x264.jpg 300w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/asteroid.jpg 462w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IPA Kelas 7 Semester 2 &#8211; Bab 6. &nbsp; Istilah-istilah Penting : Tata Surya, Bintang, Planet, Rotasi, Revolusi, Bulan Sinodis, Bulan Sideris, Umbra, Penumbra, Komet, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[26,27],"tags":[74,9],"class_list":["post-323","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ipa","category-ipa-7","tag-ipa","tag-kelas-7"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/323","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=323"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/323\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":347,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/323\/revisions\/347"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=323"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=323"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=323"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}