{"id":311,"date":"2019-11-08T13:29:27","date_gmt":"2019-11-08T13:29:27","guid":{"rendered":"https:\/\/gretha.web.id\/smp\/?p=311"},"modified":"2019-11-08T14:22:23","modified_gmt":"2019-11-08T14:22:23","slug":"ips70103-potensi-sumber-daya-alam-dan-kemaritiman-indonesia-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/ips70103-potensi-sumber-daya-alam-dan-kemaritiman-indonesia-2\/","title":{"rendered":"IPS70103 &#8211; Potensi Sumber daya Alam dan Kemaritiman Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>S M P Kelas 7 &#8211; I P S &#8211; Potensi Sumber daya Alam dan Kemaritiman Indonesia.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indonesia dikenal sebagai negara dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar. Indonesia juga dikenal sebagai negara maritim dengan potensi kekayaan maritim yang sangat besar. Sebagian besar wilayah Indonesia merupakan lautan, sehingga selain kekayaan sumber daya alam di darat juga kekayaan sumber daya alam di laut yang tidak kalah besarnya. Potensi sumber daya alam dan kemaritiman apa saja yang dimiliki Indonesia? Dimana saja potensi sumber daya alam dan kemaritiman tersebut berada? Mengapa Indonesia sangat kaya akan potensi sumber daya alam dan kemaritiman?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Potensi Sumber daya Alam Indonesia.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pernahkah kalian mendengar istilah sumber daya alam? Sumber daya alam adalah semua bahan yang ditemukan manusia dalam alam yang dapat dipakai untuk kepentingan hidupnya. Bahan tersebut dapat berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Jadi, apapun yang ada di alam yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dapat dikatakan sebagai sumber daya alam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Potensi sumber daya alam Indonesia dilihat dalam beragam bentuk. Air, tanah, udara, batuan, hutan, bahan tambang, dan lain-lain merupakan bentukbentuk sumber daya alam. Mengingat banyaknya bentuk sumber daya alam, maka dalam pembahasannya akan dibatasi pada sumber daya berupa hutan dan bahan tambang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>a. Potensi Sumber daya Hutan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hutan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar yaitu mencapai 99,6 juta hektar atau 52,3% dari luas<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">wilayah Indonesia (Kemenhut, 2011). Luas hutan yang besar tersebut, saat ini masih dapat dijumpai di Papua, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Di Jawa, luas hutan telah mengalami banyak penurunan karena terjadi alih fungsi untuk pertanian dan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">permukiman penduduk. Sementara itu, alih fungsi hutan menjadi pertanian dan perkebunan banyak dijumpai di Sumatra dan Kalimantan. Selain hutannya yang luas, hutan Indonesia juga menyimpan kekayaan flora dan fauna atau keanekaragaman hayati yang sangat besar. Bahkan, banyak diantaranya merupakan spesies endemik atau hanya ditemukan di Indonesia, tidak ditemukan di tempat lainnya.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"color: #000000;\">Luas wilayah Indonesia hanya 1,3% dari luas dunia. Walaupun demikian, keanekaragaman<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">hayati di Indonesia sangat tinggi meliputi 25% dari total jenis ikan di dunia, 17% dari total<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">jenis burung, 16% dari total reptilia di dunia, 12% dari total mamalia, dan 10% dari total<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">tumbuhan berbunga di dunia.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hasil hutan sebenarnya tidak hanya sekadar kayu. Dari hutan tropis yang dimiliki Indonesia juga<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dihasilkan buah-buahan dan obatobatan. Namun demikian, hasil hutan yang banyak dikenal penduduk<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">adalah sebagai sumber kayu. Setidaknya terdapat 4000 jenis kayu yang 267 diantaranya merupakan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Secara umum, jenis-jenis kayu dan sebarannya adalah sebagai<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">berikut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">1). Kayu Keruing, Meranti, Agathis dihasilkan terutama di Papua, Sulawesi, dan Kalimantan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">2). Kayu jati banyak dihasilkan di Jawa Tengah.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">3). Rotan banyak dihasilkan di Kalimantan, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">4). Kayu Cendana banyak dihasilkan di Nusa Tenggara Timur.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">5). Kayu Rasamala dan Akasia banyak dihasilkan di Jawa Barat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<blockquote><p><span style=\"color: #000000;\">Hutan hujan Tropis merupakan hutan berdaun lebar yang selalu hijau (evergreen) dan memiliki kerapatan yang tinggi. Hutan hujan tropis tumbuh baik pada wilayah dengan curah hujan minimal 800 \u2013 1200 mm\/tahun, kelembapan tinggi (lebih dari 80 %) dan suhu yang tinggi sepanjang tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hutan hujan tropis sangat rentan terhadap kerusakan. Tanah yang berada di bawahnya sebenarnya tidak begitu subur. Kesuburannya relatif terjaga karena tumbuhan yang ada di atasnya jika mati akan menambah unsur hara bagi tanah. Jika tumbuhan di atasnya ditebang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dan dibawa ke daerah lain maka tanah yang ada dibawahnya tidak memperoleh tambahan unsur hara lagi, sehingga sulit untuk memulihkannya menjadi hutan lagi.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mengapa kita harus menyelamatkan hutan? Hutan yang kita miliki saat ini ternyata telah mengalami banyak kerusakan. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan, laju kerusakan hutan kita mencapai 300.000 hektar pertahun. Akibatnya, banyak spesies tumbuhan dan hewan yang terancam punah, bahkan beberapa diantaranya dianggap punah. Jika hal ini terjadi terus-menerus<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">bukan tidak mungkin pada masa yang akan datang hutan kita akan habis.Padahal hutan memiliki banyak<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">manfaat atau fungsi yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1). Menyimpan air hujan dan kemudian mengalirkannya ke sungaisungai dan danau, sehingga pada<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">musim kemarau tidak mengalami kekeringan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">2). Tempat hidup bagi flora dan fauna yang menjadi sumber makanan dan obat-obatan pada saat ini maupun pada masa yang akan datang.\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">3). Mencegah terjadinya erosi atau pengikisan karena air hujan tidak langsung jatuh ke tanah dan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">mengikis tanah-tanah yang subur.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">4). Menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida, sehingga suhu bumi terkendali.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">5). Sumber kehidupan bagi masyarakat, khususnya masyarakat sekitar hutan dari produk yang dihasilkannya.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Setiap tumbuhan di hutan mengandung karbon. Jika hutan terbakar atau sengaja dibakar,<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>maka karbon tersebut akan lepas ke udara. Ini berarti akan menambah karbondioksida di<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>udara. Karbon dioksida bersifat menyerap panas sehingga suhu udara akan meningkat<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>dengan meningkatnya kadar kabordioksida di udara.<\/em><\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Kita patut bersyukur pada Tuhan YME karena diberikan sumber daya hutan Indonesia yang sangat kaya akan berbagai jenis hasil hutan, khususnya kayu. Namun, sayangnya hutan telah banyak mengalami kerusakan akibat ulah manusia. Akibatnya, bencana alam banjir dan kekeringan semakin sering terjadi. Apa yang sebaiknya kamu lakukan agar sumber daya hutan kita tetap lestari dan memberikan manfaat secara terus-menerus pada bangsa Indonesia? Pernahkah kamu melakukan hal-hal berikut ini agar hutan kita tetap lestari? Jawablah dengan jujur dan jika belum lakukanlah sebagai bentuk kecintaan kita pada Indonesia.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Menghemat penggunaan kertas.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Melakukan daur ulang kertas.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Memelihara tanaman.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Ikut serta dalam kegiatan penghijauan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>b. Potensi Sumber daya Tambang.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perhatikanlah keadaan sekitar tempat tinggal kamu masingmasing! Adakah kegiatan penambangan yang dilakukan oleh penduduk di sekitar tempat tinggalmu? Kegiatan penambangan apakah yang umumnya dilakukan oleh mereka? Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang kaya akan bahan tambang. Beraneka bahan tambang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri. Aktivitas pertambangan telah menghasilkan banyak penghasilan atau devisa bagi Indonesia. Seberapa besarkah potensi tambang di Indonesia? Dimanakah jenis dan lokasi pertambangan di Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan tersebut perhatikanlah peta berikut ini!<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Potensi sumber daya tambang kita melimpah, Namun sayangnya sebagian dari potensi tersebut belum dapat dikelola oleh bangsa Indonesia. Kapan kah kita akan mampu mengelola tambang sendiri tanpa campur tangan pihak asing? Kamu harus giat belajar agar bangsa kita mampu mengelola sendiri sumber daya alamnya termasuk bahan tambang.<\/em><\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-316 size-full\" src=\"https:\/\/gretha.web.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/persebaran-SDA-Indonesia-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"958\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/persebaran-SDA-Indonesia-1.jpg 1600w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/persebaran-SDA-Indonesia-1-300x180.jpg 300w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/persebaran-SDA-Indonesia-1-768x460.jpg 768w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/persebaran-SDA-Indonesia-1-1024x613.jpg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>1) Minyak Bumi dan Gas.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Minyak bumi dan gas merupakan sumber energi utama yang saat ini banyak dipakai untuk keperluan industri, tranportasi, dan rumah tangga. Saat ini telah dikembangkan sumber energi alternatif misalnya bioenergi dari beberpa jenis tumbuhan dan sumber energi lainnya seperti energi matahari, angin dan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">gelombang. Namun, produksi energi dari sumber energi alternatif masih terbatas jumlahnya.<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-317 size-full\" src=\"https:\/\/gretha.web.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/bagan-pengeboran-minyak-bumi.jpg\" alt=\"\" width=\"816\" height=\"512\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/bagan-pengeboran-minyak-bumi.jpg 816w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/bagan-pengeboran-minyak-bumi-300x188.jpg 300w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/bagan-pengeboran-minyak-bumi-768x482.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 816px) 100vw, 816px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cadangan minyak bumi Indonesia terus berkurang seiring dengan pegambilan atau eksploitasi yang terus dilakukan. Ada yang memperkirakan dalam kurun waktu 14 tahun ke depan cadangan tersebut akan habis dan Indonesia terpaksa harus membeli atau mengimpor dari negara lain. Hal itu tidak akan terjadi dengan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">cepat jika ditemukan cadangan baru yang diperkirakan masih besar. Cadangan minyak bumi Indonesia diperkirakan masih cukup besar. Adapun sebaran penghasil minyak pada sejumlah pulau di Indonesia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dapat dilihat pada tabel berikut ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Daerah Penghasil Minyak Bumi :\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">1. Sumatra : Pereula dan Loukseumawe (Nangroe Aceh Darussalam), Sungai Pakning dan Dumai ( Riau),<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Plaju, Sungai Gerong dan Muara Enim (Sumatra Selatan).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">2. Jawa : Jati Barang Majalengka (Jawa Barat), Wonokromo, Delta (Jawa Timur), Cepu, Cilacap<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">(Jawa Tengah).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">3. Kalimantan : Pulau Tarakan, Balikpapan, Pulau Bunyu dan Sungai Mahakam (Kalimantan Timur), Rantau, Tanjung, dan Amuntai (Kalimantan Selatan).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">4. Maluku : Pulau Seram dan Tenggara.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">5. Papua : Klamono, Sorong, dan Babo.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>2) Batu Bara.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Batu bara adalah batuan sedimen yang terbentuk dari sisa tumbuhan yang telah mati dan mengendap selama jutaan tahun yang lalu. Unsur-unsur yang menyusunnya terutama adalah karbon, hidrogen, dan oksigen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Batu bara digunakan sebagai sumber energi untuk berbagai keperluan. Energi yang dihasilkan batu bara dapat digunakan untuk pembangkit listrik, untuk keperluan rumah tangga (memasak), pembakaran<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">pada industri batu bata atau genteng, semen, batu kapur, bijih besi dan baja, industri kimia dan lain-lain.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Cadangan batu bara Indonesia hanya 0,5 % dari cadangan dunia, namun dilihat dari produksinya merupakan yang ke-6 terbesar di dunia dengan jumlah produksi mencapai 246 juta ton. Batu bara<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dapat dijumpai di sejumlah pulau, yaitu Kalimantan dan Sumatra. Potensi batu bara di kedua pulau tersebut sangat besar. Pertambangan batu bara di Kalimantan terdapat di Kalimantan Timur (Lembah Sungai Berau dan Samarinda), Sumatra Barat (Ombilin dan Sawahlunto), Sumatra Selatan (Bukit Asam dan Tanjung Enim).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dimanakah lokasi penambangan batu bara pertama di Indonesia?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Daerah sebelimbingan Kota Baru di Pulau Luat diyakini merupakan daerah pertama penambangan batu bara di Indonesia sebelum di Ombilin Sumatra. Saat ini Indonesia merupakan salah satu eksportir batu bara terbesar di dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Minyak bumi, gas, dan batu bara merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Apa yang sudah kamu lakukan agar sumber daya tersebut tidak cepat habis? Pilih dengan menggunakan tanda centang (\u221a) dari kegiatan-kegiatan berikut ini yang telah kamu lakukan untuk mengurangi penggunaan sumber daya tersebut! Jika belum upayakan untuk memulainya dan membiasakan diri dengan penuh<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kedisplinan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Mematikan lampu segera setelah keluar dari kamar mandi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Mematikan komputer segera setelah selesai digunakan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Mematikan televisi segera setelah selesai nonton.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Menggunakan lampu yang rendah voltasenya ketika tidur.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Menggunakan kendaraan umum ketika pergi ke sekolah.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Membiasakan diri berjalan kaki atau naik sepeda ketika bepergian ke tempat yang dekat jaraknya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3) Bauksit.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Bauksit adalah sumber bijih utama untuk menghasilkan aluminium. Bauksit bermanfaat untuk industri keramik, logam, kimia, dan metalergi. Indonesia memiliki potensi bauksit yang cukup besar dengan produksi mencapai 1.262.710 ton. Sebagian dari hasil pertambangan bauksit dimanfaatkan untuk<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">industri dalam negeri dan sebagian lainnya diekspor. Bauksit ditambang di daerah Kepulauan Riau (Pulau Bintan) dan Kalimantan Barat (Singkawang).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">4) Pasir Besi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Pasir besi dimanfaatkan untuk industri logam besi dan industri semen. Aktivitas penambangan pasir besi dapat ditemukan di Cilacap (Jawa Tengah), Sumatra, Lombok, Yogyakarta, Gunung Tegak (Lampung), Pegunungan Verbeek (Sulawesi Selatan) dan Pulau Sebuku (Kalimantan Selatan).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">5) Emas.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Emas umumnya dimanfaatkan untuk perhiasan. Berdasarkan data Tekmira ESDM, produksi emas Indonesia pada tahun 2003 mencapai 141.019 ton. Berikut ini tambang emas yang tersebar di Indonesia. Papua (Freeport Timika), Kalimantan Barat (Sambas), Nangroe Aceh Darussalam (Meulaboh), Sulawesi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Utara (Bolaang Mongondow, Minahasa), Riau (Logos), dan Bengkulu (Rejang Lebong).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Potensi Kemaritiman Indonesia.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Luas laut Indonesia mencakup 2\/3 dari seluruh luas wilayah Indonesia, yaitu 5,8 juta km2. Di dalam laut tersebut, tersimpan kekayaan alam yang luar biasa besarnya.\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Potensi sumber daya laut Indonesia tidak hanya berupa ikan, tetapi juga bahan tambang seperti minyak bumi, nikel, emas, bauksit, pasir, bijih besi, timah, dan lainlain yang berada di bawah permukaan laut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Kekayaan yang dapat dimanfaatkan dari sumber daya laut yang lain adalah sumber daya alam berupa mangrove, terumbu karang, dan lain-lain. Sumber daya tersebut dikenal dengan sumber daya pesisir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indonesia sangat kaya akan potensi lautnya. Di dalamnya terdapat sekitar 28.000 spesies flora dan 350<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">spesies fauna dan 110.000 mikroba.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Sumber: www.pendidikanindonesia.net<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a. Perikanan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Sumber daya perikanan laut merupakan salah satu potensi sumber daya laut di Indonesia yang sejak dulu telah dimanfaatkan penduduk. Laut Indonesia memiliki angka potensi lestari yang besar, yaitu 6,4 juta ton per tahun. Potensi lestari adalah potensi penangkapan ikan yang masih memungkinkan bagi ikan untuk melakukan regenerasi hingga jumlah ikan yang ditangkap tidak mengurangi populasi ikan. Berdasarkan aturan internasional, jumlah tangkapan yang diperbolehkan adalah 80% dari potensi lestari tersebut atau<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">sekitar 5,12 juta ton per tahun. Kenyataannya, jumlah hasil tangkapan ikan di Indonesia belum mencapai angka tersebut. Ini berarti masih ada peluang untuk meningkatkan jumlah tangkapan yang diperbolehkan. Jika dibandingkan sebaran potensi ikannya, terlihat adanya perbedaan secara umum antara wilayah Indonesia bagian Barat dan Timur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di Indonesia bagian Barat dengan rata-rata kedalaman laut 75 meter, jenis ikan yang banyak dtemukan adalah ikan pelagis kecil. Kondisi agak berbeda terdapat di kawasan Indonesia Timur dengan rata-rata kedalaman laut mencapai 4.000 m. Di kawasan Indonesia bagian Timur, banyak ditemukan ikan pelagis besar seperti cakalang dan tuna. Selain ikan yang tersedia di lautan, penduduk Indonesia juga banyak yang melakukan budi daya ikan, terutama di daerah pesisir. Di pantai utara Pulau Jawa, banyak masyarakat yang mengembangkan usaha budi daya ikan dengan menggunakan tambak.\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Jenis ikan yang dikembangbiakkan di sana adalah ikan bandeng dan udang. Kekayaan alam kita yang berupa ikan banyak diambil oleh nelayan dari negara lain berupa praktik pencurian ikan atau illegal fishing. Ada beberapa wilayah perairan Indonesia yang rawan dengan kegiatan illegal fishing.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Wilayah yang paling rawan dengan praktik pencurian ikan adalah Laut Arafuru (Papua) di Timur perairan Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>b. Hutan Mangrove.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain ikan, kekayaan laut Indonesia juga berada di wilayah-wilayah pesisir berupa hutan mangrove, rumput laut, padang lamun, dan terumbu karang. Hutan mangrove (hutan bakau) adalah tipe hutan yang berada di daerah pasang surut air laut. Saat air pasang, hutan mangrove digenangi oleh air laut, sedangkan pada saat air surut, hutan mangrove bebas dari genangan air laut. Umumnya hutan mangrove berkembang dengan baik pada pantai yang terlindung, muara sungai, atau laguna.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Ada dua fungsi hutan mangrove sebagai potensi sumber daya laut di Indonesia yaitu fungsi ekologis dan ekonomis. Fungsi ekologis hutan mangrove adalah sebagai habitat (tempat hidup) binatang laut untuk berlindung, mencari makan, dan berkembang biak. Fungsi ekologis yang lain dari hutan mangrove<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">adalah untuk melindungi pantai dari abrasi air laut. Fungsi ekonomis hutan mangrove berupa nilai ekonomis dari kayu pepohonan dan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Biasanya penduduk<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">memanfaatkan kayu sebagai bahan kayu bakar atau bahan pembuat arang. Kayu bakau juga dapat dijadikan bahan pembuat kertas. Selain kayu, hutan mangrove juga dihuni oleh beragam jenis fauna yang bernilai ekonomis, misalnya udang dan jenis ikan lainnya yang berkembang biak dengan baik di<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">wilayah ini. Di mana sajakah sebaran hutan mangrove di Indonesia? Hutan mangrove tersebar di pesisir sebelah barat Pulau Sumatra, beberapa bagian ada di pantai utara Pulau Jawa, sepanjang pesisir Pulau Kalimantan, Pesisir Pulau Sulawesi, pesisir sebelah Selatan Papua, dan beberapa pulau kecil<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">lainnya. Luas hutan mangrove di Indonesia mencapai sekitar 3 juta hektare, yang tersebar di sepanjang 95.000 km pesisir Indonesia (Giri et al., 2011).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hutan mangrove Indonesia tidak tersebar secara merata. Luas terbesar hutan mangrove berada di Pulau Papua yang mencapai 3,7 juta ha. Berikutnya adalah Sumatra (417 ribu ha), Kalimantan (165 ribu ha), Sulawesi (53 ribu ha), Jawa (34,4 ribu ha), Bali dan Nusa Tenggara (3,7 ha).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>c. Terumbu Karang.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain memiliki hutan bakau dan perikanan, terumbu karang juga merupakan salah satu potensi kelautan Indonesia. Terumbu karang adalah terumbu (batuan sedimen kapur di laut) yang terbentuk dari kapur yang sebagian besar dihasilkan dari koral (binatang yang menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya). Jika ribuan koral membentuk koloni, koral-koral tersebut akan membentuk karang. Sebagai negara kepulauan, Indonesia merupakan negara yang memiliki terumbu karang terluas di dunia. Luas terumbu karang Indonesia mencapai 284,3 ribu km2 atau setara dengan 18% dari terumbu karang yang ada di seluruh dunia. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kekayaan terumbu karang Indonesia tidak hanya dari luasnya, akan tetapi juga keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Keanekaragaman hayati terumbu karang sebagai potensi sumber daya laut di Indonesia juga yang tertinggi di dunia. Di dalamnya terdapat 2.500 jenis ikan, 2.500 jenis moluska, 1.500 jenis udang-udangan, dan 590 jenis karang. Mengapa terumbu karang banyak ditemukan di wilayah Indonesia? Terumbu karang akan dapat tumbuh dengan baik pada suhu perairan laut antara 21 &#8211; 29 0C. Pada suhu lebih besar atau lebih kecil dari itu, pertumbuhan terumbu karang menjadi kurang baik. Karena Indonesia berada di daerah tropis dan suhu perairannya hangat, pantaslah jika terumbu karang banyak ditemukan di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indonesia memiliki kekayaan terumbu karang yang berlimpah. Namun, sebagian dari terumbu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">karang telah mengalami kerusakan. Dalam 50 tahun terakhir terjadi penurunan sebanyak 50 persen. Hanya sekitar 5,23% yang berada dalam kondisi yang baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-318 size-full\" src=\"https:\/\/gretha.web.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/terumbu-karang.jpg\" alt=\"\" width=\"436\" height=\"250\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/terumbu-karang.jpg 436w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/terumbu-karang-300x172.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 436px) 100vw, 436px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pertumbuhan terumbu karang juga akan baik pada kondisi air yang jernih dan dangkal. Kedalaman air yang baik untuk tumbuhnya terumbu karang tidak lebih dari 18 meter. Jika lebih besar dari kedalaman<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">tersebut, pertumbuhan terumbu karang juga akan menjadi kurang baik. Selain persyaratan tersebut, terumbu karang juga mensyaratkan salinitas (kandungan garam air laut) yang tinggi. Oleh karena<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">itu, terumbu karang sulit hidup di sekitar muara sungai karena kadar garam air lautnya menurun akibat bercampurnya air sungai ke laut. Mengapa terumbu karang wajib dilindungi dari kerusakan? Terumbu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">karang memiliki banyak manfaat, baik manfaat yang bersifat ekonomis, ekologis, maupun sosial ekonomi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Coral bleaching atau pemutuhan karang merupakan salah satu bentuk kerusakan terumbu karang. Coral<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">bleaching juga dijadikan sebagai salah satu indikator pemanasan global berupa naiknya suhu air laut dan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">muka air laut. Global warming membuat nutrisi yang dibutuhkan karang semakin berkurang.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Sumber: geoenviron.blogspot.com.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>S M P Kelas 7 &#8211; I P S &#8211; Potensi Sumber daya Alam dan Kemaritiman Indonesia. Indonesia dikenal sebagai negara dengan potensi sumber daya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[8,21],"tags":[71,73,72],"class_list":["post-311","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ilmu-pengetahuan-sosial","category-ips-7","tag-hutan","tag-maritim","tag-sumber-daya-alama"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/311","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=311"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/311\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":313,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/311\/revisions\/313"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=311"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=311"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=311"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}