{"id":51,"date":"2016-02-23T22:15:10","date_gmt":"2016-02-23T15:15:10","guid":{"rendered":"http:\/\/laudatosi.web.id\/?p=51"},"modified":"2020-01-21T08:44:17","modified_gmt":"2020-01-21T01:44:17","slug":"bab-1-1-polusi-dan-perubahan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/bab-1-1-polusi-dan-perubahan-iklim\/","title":{"rendered":"Bab 1.1 - POLUSI DAN PERUBAHAN IKLIM"},"content":{"rendered":"<audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-51-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"http:\/\/laudatosi.web.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/id-laudatosi-Bab-1-1-polusi-dan-perubahan-iklim-24kb.mp3?_=1\" \/><a href=\"http:\/\/laudatosi.web.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/id-laudatosi-Bab-1-1-polusi-dan-perubahan-iklim-24kb.mp3\">http:\/\/laudatosi.web.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/id-laudatosi-Bab-1-1-polusi-dan-perubahan-iklim-24kb.mp3<\/a><\/audio>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><br \/>\n<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"I. POLUSI DAN PERUBAHAN IKLIM. Polusi, limbah, dan budaya buang sampah 20. Ada beberapa bentuk pencemaran yang dialami\u00a0orang setiap hari. Polusi udara mengakibatkan berbagai\u00a0masalah\u00a0kesehatan, terutama bagi masyarakat miskin, dan\u00a0menyebabkan\u00a0jutaan kematian dini. Orang jatuh sakit,\u00a0misalnya,\u00a0karena terus menghirup asap bahan bakar yang\u00a0digunakan\u00a0untuk masak atau pemanasan rumah. Ada lagi\u00a0polusi yang mempengaruhi semua orang, yang disebabkan\u00a0oleh transportasi, asap industri, zat yang memberikan\u00a0kontribusi pada pengasaman tanah dan air, pupuk,\u00a0insektisida, fungisida, herbisida dan agrotoxins pada umumnya.\u00a0Teknologi yang, dalam kaitan dengan kepentingan\u00a0bisnis, menawarkan diri sebagai satu-satunya cara untuk\u00a0memecahkan masalah-masalah ini, pada kenyataannya,\u00a0biasanya tidak mampu melihat jaringan hubungan yang\u00a0tersembunyi antara banyak hal, lalu kadang-kadang memecahkan\u00a0satu masalah hanya untuk menciptakan yang lain. 21. Juga perlu diperhitungkan pencemaran yang disebabkan\u00a0limbah, termasuk limbah berbahaya yang hadir\u00a0dalam pelbagai daerah. Setiap tahun dihasilkan ratusan\u00a0juta ton limbah, yang sebagian besar tidak membusuk\u00a0secara biologis: limbah domestik dan perusahaan, limbah\u00a0pembongkaran bangunan, limbah klinis, elektronik dan\u00a0industri, limbah yang sangat beracun dan radioaktif. Bumi,\u00a0rumah kita, mulai makin terlihat sebagai sebuah tempat\u00a0pembuangan\u00a0sampah yang besar. Di banyak tempat di dunia,\u00a0orang lansia mengeluh bahwa lanskap yang pernah indah\u00a0sekali sekarang ditutupi dengan sampah. Limbah industri\u00a0maupun bahan kimia yang digunakan di kota dan daerah\u00a0pertanian dapat menyebabkan akumulasi dan kerusakan\u00a0pada organisme penduduk lokal, juga bila kadar racun di\u00a0tempat itu masih rendah. Sering kali baru diambil tindakan\u00a0ketika kerusakan permanen kesehatan masyarakat telah\u00a0terjadi. 22. Masalah-masalah ini berkaitan erat dengan budaya\u00a0\u2018membuang\u2019 yang menyangkut baik orang yang dikucilkan\u00a0maupun barang yang cepat disingkirkan menjadi sampah.\u00a0Hendaknya kita menyadari, misalnya, bahwa sebagian besar\u00a0kertas yang diproduksi, terbuang dan tidak didaur\u00a0ulang. Sulit bagi kita untuk mengakui bahwa cara kerja ekosistem\u00a0alamiah memberi kita teladan: tanaman menyatukan\u00a0pelbagai bahan yang memberi makan kepada herbivora;\u00a0mereka ini pada gilirannya menjadi makanan bagi\u00a0karnivora, yang menghasilkan berlimpah sampah organik\u00a0untuk menumbuhkan generasi baru tanaman. Tetapi\u00a0sistem industri kita, di akhir siklus produksi dan konsumsi,\u00a0belum mengembangkan kapasitas untuk menyerap dan\u00a0menggunakan kembali limbah serta produk sampingan.\u00a0Kita belum berhasil mengadopsi model produksi yang\u00a0melingkar, yang mampu melestarikan sumber-sumber\u00a0daya untuk generasi sekarang dan masa depan, dengan\u00a0membatasi sebanyak mungkin penggunaan sumber daya\u00a0yang tidak terbarukan, meminimalkan penggunaannya,\u00a0memaksimalkan penggunaan yang efisien, dengan cara\u00a0penggunaan kembali dan daur ulang. Memberi perhatian\u00a0serius kepada masalah-masalah ini menjadi salah satu\u00a0cara menangkal budaya \u2018membuang\u2019 yang akhirnya mempengaruhi\u00a0seluruh planet. Namun kita harus mengakui\u00a0bahwa kemajuan dalam hal ini masih jauh dari cukup. Iklim sebagai kesejahteraan umum 23. Iklim merupakan salah satu sisi kesejahteraan umum, milik semua dan untuk semua. Pada tingkat global, iklim merupakan suatu sistem yang kompleks, terkait dengan banyak syarat mutlak untuk kehidupan manusia. Sebuah konsensus ilmiah yang sangat kuat menunjukkan bahwa kita saat ini sedang menyaksikan suatu pemanasan yang mencemaskan dalam sistem iklim. Dalam beberapa dekade terakhir pemanasan ini disertai dengan kenaikan konstan permukaan laut. Sulit untuk tidak menghubungkannya juga dengan bertambahnya kejadian cuaca ekstrem, terlepas dari fakta bahwa tidak dapat ditetapkan secara ilmiah penye- bab masing-masing fenomena tersendiri. Umat manusia dipanggil untuk mengakui perlunya perubahan dalam\u00a0gaya hidup, produksi dan konsumsi, untuk memerangi pemanasan global ini atau setidaknya penyebab manusia yang menghasilkan atau memperburuknya. Memang be- nar bahwa ada faktor lain (seperti aktivitas gunung berapi, perubahan orbit bumi dan poros bumi, siklus matahari), namun sejumlah studi ilmiah menunjukkan bahwa pema- nasan global dalam beberapa dekade terakhir ini sebagian besar disebabkan oleh konsentrasi gas rumah kaca (karbon dioksida, metana, nitrogen oksida dan lain-lain) yang dike- luarkan terutama sebagai akibat aktivitas manusia. Terkon- sentrasi di atmosfir, gas-gas ini mencegah panasnya sinar matahari yang dipantulkan oleh bumi menghilang di ang- kasa. Masalahnya diperparah oleh model pembangunan yang didasarkan pada penggunaan intensif bahan bakar fosil, yang merupakan jantung sistem energi seluruh dunia. Faktor lain yang menentukan adalah banyaknya perubahan dalam penggunaan tanah, terutama deforestasi untuk keperluan pertanian. 24. Pemanasan bumi memiliki efek pada siklus karbon. Itu menciptakan lingkaran setan yang semakin memper- buruk situasi, karena akan berdampak pada ketersediaan sumber daya penting seperti air minum, energi dan hasil pertanian di daerah yang lebih panas, dan akan menye- babkan kepunahan sebagian dari keanekaragaman hayati di bumi. Mencairnya es di kutub dan di pegunungan tinggi dapat menyebabkan pelepasan gas metana yang berbahaya, sedangkan pembusukan bahan organik yang tadi beku dapat meningkatkan emisi karbon dioksida. Hal itu diperparah oleh hilangnya hutan tropis yang justru membantu untuk mengurangi perubahan iklim. Polusi\u00a0karbon dioksida meningkatkan pengasaman lautan dan membahayakan rantai makanan dalam air laut. Jika tren ini terus berlanjut, abad ini dapat menyaksikan perubahan iklim yang luar biasa dan perusakan ekosistem seperti yang belum pernah terjadi, dengan konsekuensi serius bagi kita semua. Kenaikan permukaan laut, misalnya, dapat men- ciptakan situasi yang sangat sulit, jika kita ingat bahwa se- perempat penduduk dunia tinggal di wilayah pantai, dan bahwa kebanyakan kota besar kita terletak di daerah pesisir. 25. Perubahan iklim merupakan masalah global dengan dampak buruk untuk lingkungan, masyarakat, ekonomi, perdagangan dan politik. Ini merupakan salah satu tan- tangan utama yang dihadapi umat manusia pada zaman kita. Dampak terburuk mungkin akan dirasakan dalam beberapa dekade mendatang oleh negara-negara berkem- bang. Banyak orang miskin tinggal di wilayah-wilayah yang paling dipengaruhi oleh pelbagai gejala yang terkait dengan pemanasan bumi, sementara penghidupan mereka sangat tergantung pada cadangan alam dan jasa ekosis- tem seperti pertanian, perikanan, dan kehutanan. Mereka tidak memiliki sumber keuangan atau sumber daya lain yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan iklim atau menghadapi bencana alam, dan akses mereka memperoleh perlindungan dan pelayanan sosial sangat terbatas. Misalnya, hewan dan tumbuhan yang tidak bisa beradaptasi dengan perubahan iklim, akan terdorong untuk bermigrasi; ini pada gilirannya memengaruhi kehi- dupan orang miskin, yang kemudian terpaksa mening- galkan rumah mereka, dengan ketidakpastian yang be- sar bagi masa depan mereka dan anak-anak mereka.\u00a0Sudah ada peningkatan tragis dalam jumlah migran yang berusaha melarikan diri dari kemiskinan yang makin parah, akibat kerusakan lingkungan. Mereka tidak diakui sebagai pengungsi oleh konvensi internasional; mereka menanggung kerugian atas penghidupan yang mereka ting- galkan, tanpa mendapat perlindungan hukum apa pun. Sayangnya, ada ketidakpedulian global terhadap tragedi yang saat ini terjadi di berbagai belahan dunia. Kurangnya tanggapan terhadap tragedi yang dialami saudara-saudari kita menunjukkan hilangnya rasa tanggung jawab untuk sesama kita, yang menjadi dasar setiap masyarakat sipil. 26. Banyak di antara mereka yang memiliki lebih banyak sumber daya dan kekuatan ekonomis atau politis tampaknya berusaha untuk menutupi masalah atau menyembunyikan gejala-gejalanya, dan hanya berupaya untuk mengurangi beberapa dampak negatif perubahan iklim. Namun, banyak gejala menunjukkan bahwa dampak tersebut akan terus memburuk jika kita mempertahankan model produksi dan konsumsi yang sekarang ini. Karena itu, sangat penting dan mendesak untuk mengembangkan kebijakan pada beberapa tahun ke depan, supaya emisi karbon dioksida dan gas-gas lainnya yang sangat berpolusi dapat dikurangi secara drastis, misalnya, menggantikan penggunaan bahan bakar fosil dan mengembangkan sumber-sumber energi yang terbarukan. Di seluruh dunia akses ke energi bersih dan terbarukan masih minim. Masih perlu dikembangkan teknologi pe- nyimpanan energi yang memadai. Namun, di beberapa negara telah dibuat kemajuan yang berarti, meskipun masih jauh dari tingkat yang cukup. Juga telah diadakan beberapa investasi dalam alat-alat produksi dan transportasi yang\u00a0memakai energi yang lebih sedikit dan memerlukan bahan baku yang lebih sedikit, maupun dalam bidang konstruksi dan renovasi bangunan yang meningkatkan efisiensi energinya. Tetapi beberapa tindakan yang baik ini masih jauh dari massal.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>I. POLUSI DAN PERUBAHAN IKLIM.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em><strong>Polusi, limbah, dan budaya buang sampah<\/strong><\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">20. Ada beberapa bentuk pencemaran yang dialami\u00a0orang setiap hari. Polusi udara mengakibatkan berbagai\u00a0masalah\u00a0kesehatan, terutama bagi masyarakat miskin, dan\u00a0menyebabkan\u00a0jutaan kematian dini. Orang jatuh sakit,\u00a0misalnya,\u00a0karena terus menghirup asap bahan bakar yang\u00a0digunakan\u00a0untuk masak atau pemanasan rumah. Ada lagi\u00a0polusi yang mempengaruhi semua orang, yang disebabkan\u00a0oleh transportasi, asap industri, zat yang memberikan\u00a0kontribusi pada pengasaman tanah dan air, pupuk,\u00a0insektisida, fungisida, herbisida dan agrotoxins pada umumnya.\u00a0Teknologi yang, dalam kaitan dengan kepentingan\u00a0bisnis, menawarkan diri sebagai satu-satunya cara untuk\u00a0memecahkan masalah-masalah ini, pada kenyataannya,\u00a0biasanya tidak mampu melihat jaringan hubungan yang\u00a0tersembunyi antara banyak hal, lalu kadang-kadang memecahkan\u00a0satu masalah hanya untuk menciptakan yang lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">21. Juga perlu diperhitungkan pencemaran yang disebabkan\u00a0limbah, termasuk limbah berbahaya yang hadir\u00a0dalam pelbagai daerah. Setiap tahun dihasilkan ratusan\u00a0juta ton limbah, yang sebagian besar tidak membusuk\u00a0secara biologis: limbah domestik dan perusahaan, limbah\u00a0pembongkaran bangunan, limbah klinis, elektronik dan\u00a0industri, limbah yang sangat beracun dan radioaktif. Bumi,\u00a0rumah kita, mulai makin terlihat sebagai sebuah tempat\u00a0pembuangan\u00a0sampah yang besar. Di banyak tempat di dunia,\u00a0orang lansia mengeluh bahwa lanskap yang pernah indah\u00a0sekali sekarang ditutupi dengan sampah. Limbah industri\u00a0maupun bahan kimia yang digunakan di kota dan daerah\u00a0pertanian dapat menyebabkan akumulasi dan kerusakan\u00a0pada organisme penduduk lokal, juga bila kadar racun di\u00a0tempat itu masih rendah. Sering kali baru diambil tindakan\u00a0ketika kerusakan permanen kesehatan masyarakat telah\u00a0terjadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">22. Masalah-masalah ini berkaitan erat dengan budaya\u00a0\u2018membuang\u2019 yang menyangkut baik orang yang dikucilkan\u00a0maupun barang yang cepat disingkirkan menjadi sampah.\u00a0Hendaknya kita menyadari, misalnya, bahwa sebagian besar\u00a0kertas yang diproduksi, terbuang dan tidak didaur\u00a0ulang. Sulit bagi kita untuk mengakui bahwa cara kerja ekosistem\u00a0alamiah memberi kita teladan: tanaman menyatukan\u00a0pelbagai bahan yang memberi makan kepada herbivora;\u00a0mereka ini pada gilirannya menjadi makanan bagi\u00a0karnivora, yang menghasilkan berlimpah sampah organik\u00a0untuk menumbuhkan generasi baru tanaman. Tetapi\u00a0sistem industri kita, di akhir siklus produksi dan konsumsi,\u00a0belum mengembangkan kapasitas untuk menyerap dan\u00a0menggunakan kembali limbah serta produk sampingan.\u00a0Kita belum berhasil mengadopsi model produksi yang\u00a0melingkar, yang mampu melestarikan sumber-sumber\u00a0daya untuk generasi sekarang dan masa depan, dengan\u00a0membatasi sebanyak mungkin penggunaan sumber daya\u00a0yang tidak terbarukan, meminimalkan penggunaannya,\u00a0memaksimalkan penggunaan yang efisien, dengan cara\u00a0penggunaan kembali dan daur ulang. Memberi perhatian\u00a0serius kepada masalah-masalah ini menjadi salah satu\u00a0cara menangkal budaya \u2018membuang\u2019 yang akhirnya mempengaruhi\u00a0seluruh planet. Namun kita harus mengakui\u00a0bahwa kemajuan dalam hal ini masih jauh dari cukup.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #008000;\"><strong><em>Iklim sebagai kesejahteraan umum<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">23. Iklim merupakan salah satu sisi kesejahteraan umum, milik semua dan untuk semua. Pada tingkat global, iklim merupakan suatu sistem yang kompleks, terkait dengan banyak syarat mutlak untuk kehidupan manusia. Sebuah konsensus ilmiah yang sangat kuat menunjukkan bahwa kita saat ini sedang menyaksikan suatu pemanasan yang mencemaskan dalam sistem iklim. Dalam beberapa dekade terakhir pemanasan ini disertai dengan kenaikan konstan permukaan laut. Sulit untuk tidak menghubungkannya juga dengan bertambahnya kejadian cuaca ekstrem, terlepas dari fakta bahwa tidak dapat ditetapkan secara ilmiah penye- bab masing-masing fenomena tersendiri. Umat manusia dipanggil untuk mengakui perlunya perubahan dalam\u00a0<\/span>gaya hidup, produksi dan konsumsi, untuk memerangi pemanasan global ini atau setidaknya penyebab manusia yang menghasilkan atau memperburuknya. Memang be- nar bahwa ada faktor lain (seperti aktivitas gunung berapi, perubahan orbit bumi dan poros bumi, siklus matahari), namun sejumlah studi ilmiah menunjukkan bahwa pema- nasan global dalam beberapa dekade terakhir ini sebagian besar disebabkan oleh konsentrasi gas rumah kaca (karbon dioksida, metana, nitrogen oksida dan lain-lain) yang dike- luarkan terutama sebagai akibat aktivitas manusia. Terkon- sentrasi di atmosfir, gas-gas ini mencegah panasnya sinar matahari yang dipantulkan oleh bumi menghilang di ang- kasa. Masalahnya diperparah oleh model pembangunan yang didasarkan pada penggunaan intensif bahan bakar fosil, yang merupakan jantung sistem energi seluruh dunia. Faktor lain yang menentukan adalah banyaknya perubahan dalam penggunaan tanah, terutama deforestasi untuk keperluan pertanian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">24. Pemanasan bumi memiliki efek pada siklus karbon. Itu menciptakan lingkaran setan yang semakin memper- buruk situasi, karena akan berdampak pada ketersediaan sumber daya penting seperti air minum, energi dan hasil pertanian di daerah yang lebih panas, dan akan menye- babkan kepunahan sebagian dari keanekaragaman hayati di bumi. Mencairnya es di kutub dan di pegunungan tinggi dapat menyebabkan pelepasan gas metana yang berbahaya, sedangkan pembusukan bahan organik yang tadi beku dapat meningkatkan emisi karbon dioksida. Hal itu diperparah oleh hilangnya hutan tropis yang justru membantu untuk mengurangi perubahan iklim. Polusi\u00a0karbon dioksida meningkatkan pengasaman lautan dan membahayakan rantai makanan dalam air laut. Jika tren ini terus berlanjut, abad ini dapat menyaksikan perubahan iklim yang luar biasa dan perusakan ekosistem seperti yang belum pernah terjadi, dengan konsekuensi serius bagi kita semua. Kenaikan permukaan laut, misalnya, dapat men- ciptakan situasi yang sangat sulit, jika kita ingat bahwa se- perempat penduduk dunia tinggal di wilayah pantai, dan bahwa kebanyakan kota besar kita terletak di daerah pesisir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">25. Perubahan iklim merupakan masalah global dengan dampak buruk untuk lingkungan, masyarakat, ekonomi, perdagangan dan politik. Ini merupakan salah satu tan- tangan utama yang dihadapi umat manusia pada zaman kita. Dampak terburuk mungkin akan dirasakan dalam beberapa dekade mendatang oleh negara-negara berkem- bang. Banyak orang miskin tinggal di wilayah-wilayah yang paling dipengaruhi oleh pelbagai gejala yang terkait dengan pemanasan bumi, sementara penghidupan mereka sangat tergantung pada cadangan alam dan jasa ekosis- tem seperti pertanian, perikanan, dan kehutanan. Mereka tidak memiliki sumber keuangan atau sumber daya lain yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan iklim atau menghadapi bencana alam, dan akses mereka memperoleh perlindungan dan pelayanan sosial sangat terbatas. Misalnya, hewan dan tumbuhan yang tidak bisa beradaptasi dengan perubahan iklim, akan terdorong untuk bermigrasi; ini pada gilirannya memengaruhi kehi- dupan orang miskin, yang kemudian terpaksa mening- galkan rumah mereka, dengan ketidakpastian yang be- sar bagi masa depan mereka dan anak-anak mereka.\u00a0Sudah ada peningkatan tragis dalam jumlah migran yang berusaha melarikan diri dari kemiskinan yang makin parah, akibat kerusakan lingkungan. Mereka tidak diakui sebagai pengungsi oleh konvensi internasional; mereka menanggung kerugian atas penghidupan yang mereka ting- galkan, tanpa mendapat perlindungan hukum apa pun. Sayangnya, ada ketidakpedulian global terhadap tragedi yang saat ini terjadi di berbagai belahan dunia. Kurangnya tanggapan terhadap tragedi yang dialami saudara-saudari kita menunjukkan hilangnya rasa tanggung jawab untuk sesama kita, yang menjadi dasar setiap masyarakat sipil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">26. Banyak di antara mereka yang memiliki lebih banyak sumber daya dan kekuatan ekonomis atau politis tampaknya berusaha untuk menutupi masalah atau menyembunyikan gejala-gejalanya, dan hanya berupaya untuk mengurangi beberapa dampak negatif perubahan iklim. Namun, banyak gejala menunjukkan bahwa dampak tersebut akan terus memburuk jika kita mempertahankan model produksi dan konsumsi yang sekarang ini. Karena itu, sangat penting dan mendesak untuk mengembangkan kebijakan pada beberapa tahun ke depan, supaya emisi karbon dioksida dan gas-gas lainnya yang sangat berpolusi dapat dikurangi secara drastis, misalnya, menggantikan penggunaan bahan bakar fosil dan mengembangkan sumber-sumber energi yang terbarukan. Di seluruh dunia akses ke energi bersih dan terbarukan masih minim. Masih perlu dikembangkan teknologi pe- nyimpanan energi yang memadai. Namun, di beberapa negara telah dibuat kemajuan yang berarti, meskipun masih jauh dari tingkat yang cukup. Juga telah diadakan beberapa investasi dalam alat-alat produksi dan transportasi yang\u00a0memakai energi yang lebih sedikit dan memerlukan bahan baku yang lebih sedikit, maupun dalam bidang konstruksi dan renovasi bangunan yang meningkatkan efisiensi energinya. Tetapi beberapa tindakan yang baik ini masih jauh dari massal.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>I. POLUSI DAN PERUBAHAN IKLIM. Polusi, limbah, dan budaya buang sampah 20. Ada beberapa bentuk pencemaran yang dialami\u00a0orang setiap hari. Polusi udara mengakibatkan berbagai\u00a0masalah\u00a0kesehatan, terutama bagi masyarakat miskin, dan\u00a0menyebabkan\u00a0jutaan kematian dini. Orang jatuh sakit,\u00a0misalnya,\u00a0karena terus menghirup asap bahan bakar yang\u00a0digunakan\u00a0untuk masak atau pemanasan rumah. Ada lagi\u00a0polusi yang mempengaruhi semua orang, yang disebabkan\u00a0oleh transportasi, asap industri, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-51","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bab-01"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2383,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51\/revisions\/2383"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}