{"id":43,"date":"2016-02-24T13:35:24","date_gmt":"2016-02-24T06:35:24","guid":{"rendered":"http:\/\/laudatosi.web.id\/?p=43"},"modified":"2020-01-21T08:44:00","modified_gmt":"2020-01-21T01:44:00","slug":"bab-1-apa-yang-terjadi-dengan-rumah-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/bab-1-apa-yang-terjadi-dengan-rumah-kita\/","title":{"rendered":"BAB 1 - APA YANG TERJADI DENGAN RUMAH KITA"},"content":{"rendered":"<p><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-43-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"http:\/\/laudatosi.web.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/id-laudatosi-Bab-1-0-Apa-yang-terjadi-dengan-rumah-kita-24kb.mp3?_=1\" \/><a href=\"http:\/\/laudatosi.web.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/id-laudatosi-Bab-1-0-Apa-yang-terjadi-dengan-rumah-kita-24kb.mp3\">http:\/\/laudatosi.web.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/id-laudatosi-Bab-1-0-Apa-yang-terjadi-dengan-rumah-kita-24kb.mp3<\/a><\/audio><br \/>\n{ Audio Youtube.com by http:\/\/navarr.me\/ytaudio } \u00a0<object data=\"https:\/\/www.youtube.com\/v\/H86Y9VBo0DU?version=2&amp;autoplay=1&amp;theme=light\" type=\"application\/x-shockwave-flash\" width=\"225\" height=\"25\"><param name=\"movie\" value=\"https:\/\/www.youtube.com\/v\/H86Y9VBo0DU?version=2&amp;autoplay=1&amp;theme=light\" \/><param name=\"wmode\" value=\"transparent\" \/><\/object><\/p>\n<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan Online!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"{ Audio Youtube.com by http:\/\/navarr.me\/ytaudio } \u00a0 APA YANG TERJADI\u00a0DENGAN RUMAH KITA 17. Refleksi teologis dan filosofis tentang situasi umat\u00a0manusia dan dunia dapat terasa melelahkan dan abstrak,\u00a0jika tidak muncul dari konfrontasi dengan konteks saat ini,\u00a0yang sarat akan hal-hal yang belum pernah terjadi dalam\u00a0sejarah umat manusia. Jadi, sebelum mempertimbangkan\u00a0bagaimana iman membawa dorongan dan tuntutan baru\u00a0berkaitan dengan dunia kita bersama, saya usulkan berhenti\u00a0sebentar untuk mempertimbangkan apa yang sedang terjadi\u00a0dengan rumah kita bersama.\u00a0 18. Akselerasi terus-menerus dalam perubahan-perubahan\u00a0yang menyangkut umat manusia dan planet ini,\u00a0sekarang ini ditambah dengan intensifikasi irama hidup\u00a0dan kerja yang dalam bahasa Spanyol disebut \u201crapidaci\u00f3n\u201d\u00a0(percepatan). Meskipun perubahan adalah bagian dari\u00a0dinamika sistem-sistem yang kompleks, kecepatan yang\u00a0sekarang dipaksakan kepadanya oleh aktivitas manusia,\u00a0berkontras dengan kelambanan alamiah evolusi biologis.\u00a0Selain itu, tujuan perubahan yang cepat dan konstan\u00a0ini tidak selalu diarahkan kepada kesejahteraan umum\u00a0atau kepada pembangunan manusiawi yang integral dan\u00a0berkelanjutan. Perubahan adalah sesuatu yang diinginkan,\u00a0namun menjadi sumber kecemasan ketika itu menyebabkan\u00a0kerugian untuk dunia dan untuk kualitas hidup sebagian\u00a0besar umat manusia. 19. Setelah suatu periode keyakinan yang tidak rasional\u00a0akan kemajuan dan akan kemampuan manusia, sebagian\u00a0masyarakat sekarang sedang memasuki fase kesadaran yang\u00a0lebih kritis. Kita melihat kepekaan terhadap lingkungan\u00a0dan perlindungan alam meningkat, bersamaan dengan\u00a0kekhawatiran yang tulus dan sedih terhadap apa yang\u00a0sedang terjadi pada planet kita. Mari kita meninjau, tentu\u00a0tidak lengkap, pertanyaan-pertanyaan yang saat ini\u00a0mengganggu\u00a0kita dan tidak lagi dapat kita sembunyikan. Tujuannya bukan untuk mengumpulkan informasi atau\u00a0memuaskan rasa ingin tahu kita, tetapi dengan sedih\u00a0menjadi sadar akan apa yang sedang terjadi pada dunia,\u00a0dan berani menjadikannya penderitaan kita sendiri; dan\u00a0dengan demikian menemukan sumbangan apa yang dapat\u00a0diberikan oleh kita masing-masing.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">APA YANG TERJADI\u00a0DENGAN RUMAH KITA<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">17. Refleksi teologis dan filosofis tentang situasi umat\u00a0manusia dan dunia dapat terasa melelahkan dan abstrak,\u00a0jika tidak muncul dari konfrontasi dengan konteks saat ini,\u00a0yang sarat akan hal-hal yang belum pernah terjadi dalam\u00a0sejarah umat manusia. Jadi, sebelum mempertimbangkan\u00a0bagaimana iman membawa dorongan dan tuntutan baru\u00a0berkaitan dengan dunia kita bersama, saya usulkan berhenti\u00a0sebentar untuk mempertimbangkan apa yang sedang terjadi\u00a0dengan rumah kita bersama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">18. Akselerasi terus-menerus dalam perubahan-perubahan\u00a0yang menyangkut umat manusia dan planet ini,\u00a0sekarang ini ditambah dengan intensifikasi irama hidup\u00a0dan kerja yang dalam bahasa Spanyol disebut \u201crapidaci\u00f3n\u201d\u00a0(percepatan). Meskipun perubahan adalah bagian dari\u00a0dinamika sistem-sistem yang kompleks, kecepatan yang\u00a0sekarang dipaksakan kepadanya oleh aktivitas manusia,\u00a0berkontras dengan kelambanan alamiah evolusi biologis.\u00a0Selain itu, tujuan perubahan yang cepat dan konstan\u00a0ini tidak selalu diarahkan kepada kesejahteraan umum\u00a0atau kepada pembangunan manusiawi yang integral dan\u00a0berkelanjutan. Perubahan adalah sesuatu yang diinginkan,\u00a0namun menjadi sumber kecemasan ketika itu menyebabkan\u00a0kerugian untuk dunia dan untuk kualitas hidup sebagian\u00a0besar umat manusia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">19. Setelah suatu periode keyakinan yang tidak rasional\u00a0akan kemajuan dan akan kemampuan manusia, sebagian\u00a0masyarakat sekarang sedang memasuki fase kesadaran yang\u00a0lebih kritis. Kita melihat kepekaan terhadap lingkungan\u00a0dan perlindungan alam meningkat, bersamaan dengan\u00a0kekhawatiran yang tulus dan sedih terhadap apa yang\u00a0sedang terjadi pada planet kita. Mari kita meninjau, tentu\u00a0tidak lengkap, pertanyaan-pertanyaan yang saat ini\u00a0mengganggu\u00a0kita dan tidak lagi dapat kita sembunyikan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Tujuannya bukan untuk mengumpulkan informasi atau\u00a0memuaskan rasa ingin tahu kita, tetapi dengan sedih\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">menjadi sadar akan apa yang sedang terjadi pada dunia,\u00a0dan berani menjadikannya penderitaan kita sendiri; dan\u00a0dengan demikian menemukan sumbangan apa yang dapat\u00a0diberikan oleh kita masing-masing.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>{ Audio Youtube.com by http:\/\/navarr.me\/ytaudio } \u00a0 APA YANG TERJADI\u00a0DENGAN RUMAH KITA 17. Refleksi teologis dan filosofis tentang situasi umat\u00a0manusia dan dunia dapat terasa melelahkan dan abstrak,\u00a0jika tidak muncul dari konfrontasi dengan konteks saat ini,\u00a0yang sarat akan hal-hal yang belum pernah terjadi dalam\u00a0sejarah umat manusia. Jadi, sebelum mempertimbangkan\u00a0bagaimana iman membawa dorongan dan tuntutan baru\u00a0berkaitan dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-43","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bab-01"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43"}],"version-history":[{"count":14,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2382,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43\/revisions\/2382"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}