{"id":28,"date":"2016-03-01T13:17:46","date_gmt":"2016-03-01T06:17:46","guid":{"rendered":"http:\/\/laudatosi.web.id\/?p=28"},"modified":"2020-01-21T08:43:45","modified_gmt":"2020-01-21T01:43:45","slug":"pengantar-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/pengantar-4\/","title":{"rendered":"Pengantar - 4."},"content":{"rendered":"<audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-28-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"http:\/\/laudatosi.web.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/id-laudatosi-Pengantar-4-Seruan-Paus.mp3?_=1\" \/><a href=\"http:\/\/laudatosi.web.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/id-laudatosi-Pengantar-4-Seruan-Paus.mp3\">http:\/\/laudatosi.web.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/id-laudatosi-Pengantar-4-Seruan-Paus.mp3<\/a><\/audio>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Lanjutan - Pengantar 4. Seruan Saya 13. Tantangan yang mendesak untuk melindungi rumah\u00a0kita bersama mencakup upaya menyatukan seluruh keluarga\u00a0manusia guna mencari bentuk pembangunan berkelanjutan\u00a0dan integral, karena kita tahu bahwa perubahan\u00a0itu dimungkinkan. Sang Pencipta tidak meninggalkan kita;\u00a0ia tidak pernah meninggalkan rencana kasih-Nya atau\u00a0menyesal telah menciptakan kita. Umat manusia masih\u00a0memiliki kemampuan untuk bekerja sama dalam membangun\u00a0rumah kita bersama. Di sini saya ingin mengakui,\u00a0memberi dorongan, dan berterima kasih kepada semua\u00a0orang yang dalam pelbagai bidang aktivitas manusia\u00a0yang sangat beraneka ragam, berjuang untuk menjamin\u00a0perlindungan rumah yang kita bagi. Apresiasi khusus\u00a0perlu diberikan kepada mereka yang tanpa lelah berusaha\u00a0mengatasi efek tragis degradasi lingkungan bagi kehidupan\u00a0orang-orang termiskin di dunia. Orang-orang muda menuntut\u00a0perubahan. Mereka bertanya-tanya bagaimana\u00a0orang bisa mengklaim membangun masa depan yang lebih\u00a0baik tanpa memikirkan krisis lingkungan dan penderitaan\u00a0mereka yang dikucilkan. 14. Saya mengundang dengan mendesak agar diadakan\u00a0dialog baru tentang bagaimana kita membentuk masa\u00a0depan planet kita. Kita memerlukan percakapan yang\u00a0melibatkan semua orang, karena tantangan lingkungan\u00a0yang kita alami, dan akar manusianya, menyangkut dan\u00a0menjadi keprihatinan kita semua. Gerakan ekologi diseluruh dunia telah membuat kemajuan besar dan berhasil\u00a0membentuk\u00a0berbagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan\u00a0kesadaran terhadap tantangan-tantangan ini.\u00a0Sayangnya, banyak upaya untuk mencari solusi konkret atas\u00a0krisis lingkungan mengalami kegagalan, tidak hanya karena perlawanan dari mereka yang kuat, tetapi juga karena\u00a0kurangnya minat dari yang lain. Sikap menghalangi, bahkan\u00a0dari orang-orang beriman, dapat berbentuk penyangkalan\u00a0masalah sampai dengan ketidakpedulian, pasrah secara\u00a0acuh tak acuh, atau kepercayaan buta terhadap solusi\u00a0teknis. Kita membutuhkan solidaritas baru dan universal.\u00a0Sebagaimana telah dinyatakan oleh uskup-uskup Afrika\u00a0Selatan: \u201cbakat dan komitmen setiap orang diperlukan untuk\u00a0memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh manusia\u00a0yang menyalahgunakan ciptaan Al-lah\u201d.22 Kita semua dapat\u00a0bekerja sama sebagai instrumen Al-lah untuk melindungi\u00a0keutuhan ciptaan, masing-masing sesuai dengan budaya,\u00a0pengalaman, prakarsa, dan bakatnya sendiri. 15. Saya berharap bahwa Ensiklik ini, yang bersambung\u00a0dengan ajaran sosial Gereja, dapat membantu kita untuk\u00a0mengakui besarnya, urgensi, dan indahnya tantangan\u00a0yang kita hadapi. Saya akan mulai dengan meninjau secara\u00a0singkat beberapa aspek dari krisis ekologi saat ini, dengan\u00a0maksud menimba dari hasil terbaik penelitian ilmiah\u00a0yang tersedia saat ini, membiarkan mereka menyentuh\u00a0kita secara mendalam dan memberi kita landasan konkret\u00a0untuk perjalanan etis dan spiritual yang menyusul. Dari\u00a0diambil dari tradisi Yahudi-Kristen yang dapat memberi\u00a0lebih banyak koherensi kepada komitmen kita terhadap\u00a0lingkungan. Saya kemudian akan mencoba untuk sampai\u00a0kepada akar situasi sekarang, mempertimbangkan bukan\u00a0hanya gejala-gejalanya tetapi juga penyebab-penyebabnya\u00a0yang terdalam. Ini akan membantu untuk menawarkan sebuah pendekatan ekologi yang menghormati tempat\u00a0unik kita sebagai manusia di dunia ini dan hubungan kita\u00a0dengan lingkungan kita. Dalam terang refleksi ini, saya\u00a0akan mengajukan beberapa garis besar untuk dialog dan\u00a0tindakan yang akan melibatkan kita masing-masing sebagai\u00a0individu, dan juga menyangkut politik internasional.\u00a0Akhirnya, karena saya yakin bahwa perubahan tidak\u00a0mungkin tanpa motivasi dan proses pendidikan, saya akan\u00a0menawarkan\u00a0beberapa panduan untuk pembinaan manusia\u00a0yang mengambil ilham dari harta pengalaman spiritual\u00a0Kristiani. 16. Meskipun setiap bab memiliki temanya tersendiri\u00a0dan metodologi khusus, juga ada pertanyaan-pertanyaan\u00a0penting yang telah dibahas sebelumnya, yang akan\u00a0diangkat dan diselidiki kembali dalam bab-bab berikut\u00a0dari sudut lain. Hal ini terutama berlaku untuk sejumlah\u00a0tema yang akan muncul kembali dalam seluruh Ensiklik.\u00a0Sebagai contoh, hubungan erat antara kaum miskin dan\u00a0kerapuhan planet, keyakinan bahwa segala sesuatu di dunia\u00a0terhubung, kritik terhadap paradigma dan bentuk-bentuk\u00a0baru kekuasaan yang berasal dari teknologi, ajakan untuk\u00a0mencari cara lain memahami ekonomi dan kemajuannya,\u00a0nilai intrinsik setiap makhluk, makna ekologi yang\u00a0manusiawi, kebutuhan akan perdebatan yang tulus dan\u00a0jujur, tanggung jawab besar politik internasional dan lokal,\u00a0budaya \u2018membuang\u2019, dan usulan gaya hidup baru. Tema-tema \u00a0ini tidak pernah ditutup dan ditinggalkan, tetapi\u00a0terus-menerus diangkat lagi dan diperkaya.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lanjutan - Pengantar 4.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>Seruan Saya<\/strong><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">13. Tantangan yang mendesak untuk melindungi rumah\u00a0kita bersama mencakup upaya menyatukan seluruh keluarga\u00a0manusia guna mencari bentuk pembangunan berkelanjutan\u00a0dan integral, karena kita tahu bahwa perubahan\u00a0itu dimungkinkan. Sang Pencipta tidak meninggalkan kita;\u00a0ia tidak pernah meninggalkan rencana kasih-Nya atau\u00a0menyesal telah menciptakan kita. Umat manusia masih\u00a0memiliki kemampuan untuk bekerja sama dalam membangun\u00a0rumah kita bersama. Di sini saya ingin mengakui,\u00a0memberi dorongan, dan berterima kasih kepada semua\u00a0orang yang dalam pelbagai bidang aktivitas manusia\u00a0yang sangat beraneka ragam, berjuang untuk menjamin\u00a0perlindungan rumah yang kita bagi. Apresiasi khusus\u00a0perlu diberikan kepada mereka yang tanpa lelah berusaha\u00a0mengatasi efek tragis degradasi lingkungan bagi kehidupan\u00a0orang-orang termiskin di dunia. Orang-orang muda menuntut\u00a0perubahan. Mereka bertanya-tanya bagaimana\u00a0orang bisa mengklaim membangun masa depan yang lebih\u00a0baik tanpa memikirkan krisis lingkungan dan penderitaan\u00a0mereka yang dikucilkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">14. Saya mengundang dengan mendesak agar diadakan\u00a0dialog baru tentang bagaimana kita membentuk masa\u00a0depan planet kita. Kita memerlukan percakapan yang\u00a0melibatkan semua orang, karena tantangan lingkungan\u00a0yang kita alami, dan akar manusianya, menyangkut dan\u00a0menjadi keprihatinan kita semua. Gerakan ekologi diseluruh dunia telah membuat kemajuan besar dan berhasil\u00a0membentuk\u00a0berbagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan\u00a0kesadaran terhadap tantangan-tantangan ini.\u00a0Sayangnya, banyak upaya untuk mencari solusi konkret atas\u00a0krisis lingkungan mengalami kegagalan, tidak hanya karena<br \/>\nperlawanan dari mereka yang kuat, tetapi juga karena\u00a0kurangnya minat dari yang lain. Sikap menghalangi, bahkan\u00a0dari orang-orang beriman, dapat berbentuk penyangkalan\u00a0masalah sampai dengan ketidakpedulian, pasrah secara\u00a0acuh tak acuh, atau kepercayaan buta terhadap solusi\u00a0teknis. Kita membutuhkan solidaritas baru dan universal.\u00a0Sebagaimana telah dinyatakan oleh uskup-uskup Afrika\u00a0Selatan: \u201cbakat dan komitmen setiap orang diperlukan untuk\u00a0memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh manusia\u00a0yang menyalahgunakan ciptaan Al-lah\u201d.22 Kita semua dapat\u00a0bekerja sama sebagai instrumen Al-lah untuk melindungi\u00a0keutuhan ciptaan, masing-masing sesuai dengan budaya,\u00a0pengalaman, prakarsa, dan bakatnya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">15. Saya berharap bahwa Ensiklik ini, yang bersambung\u00a0dengan ajaran sosial Gereja, dapat membantu kita untuk\u00a0mengakui besarnya, urgensi, dan indahnya tantangan\u00a0yang kita hadapi. Saya akan mulai dengan meninjau secara\u00a0singkat beberapa aspek dari krisis ekologi saat ini, dengan\u00a0maksud menimba dari hasil terbaik penelitian ilmiah\u00a0yang tersedia saat ini, membiarkan mereka menyentuh\u00a0kita secara mendalam dan memberi kita landasan konkret\u00a0untuk perjalanan etis dan spiritual yang menyusul. Dari\u00a0diambil dari tradisi Yahudi-Kristen yang dapat memberi\u00a0lebih banyak koherensi kepada komitmen kita terhadap\u00a0lingkungan. Saya kemudian akan mencoba untuk sampai\u00a0kepada akar situasi sekarang, mempertimbangkan bukan\u00a0hanya gejala-gejalanya tetapi juga penyebab-penyebabnya\u00a0yang terdalam. Ini akan membantu untuk menawarkan<br \/>\nsebuah pendekatan ekologi yang menghormati tempat\u00a0unik kita sebagai manusia di dunia ini dan hubungan kita\u00a0dengan lingkungan kita. Dalam terang refleksi ini, saya\u00a0akan mengajukan beberapa garis besar untuk dialog dan\u00a0tindakan yang akan melibatkan kita masing-masing sebagai\u00a0individu, dan juga menyangkut politik internasional.\u00a0Akhirnya, karena saya yakin bahwa perubahan tidak\u00a0mungkin tanpa motivasi dan proses pendidikan, saya akan\u00a0menawarkan\u00a0beberapa panduan untuk pembinaan manusia\u00a0yang mengambil ilham dari harta pengalaman spiritual\u00a0Kristiani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">16. Meskipun setiap bab memiliki temanya tersendiri\u00a0dan metodologi khusus, juga ada pertanyaan-pertanyaan\u00a0penting yang telah dibahas sebelumnya, yang akan\u00a0diangkat dan diselidiki kembali dalam bab-bab berikut\u00a0dari sudut lain. Hal ini terutama berlaku untuk sejumlah\u00a0tema yang akan muncul kembali dalam seluruh Ensiklik.\u00a0Sebagai contoh, hubungan erat antara kaum miskin dan\u00a0kerapuhan planet, keyakinan bahwa segala sesuatu di dunia\u00a0terhubung, kritik terhadap paradigma dan bentuk-bentuk\u00a0baru kekuasaan yang berasal dari teknologi, ajakan untuk\u00a0mencari cara lain memahami ekonomi dan kemajuannya,\u00a0nilai intrinsik setiap makhluk, makna ekologi yang\u00a0manusiawi, kebutuhan akan perdebatan yang tulus dan\u00a0jujur, tanggung jawab besar politik internasional dan lokal,\u00a0budaya \u2018membuang\u2019, dan usulan gaya hidup baru. Tema-tema \u00a0ini tidak pernah ditutup dan ditinggalkan, tetapi\u00a0terus-menerus diangkat lagi dan diperkaya.<\/p>\n<p><script src=\"\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\" async=\"\"><\/script><br \/>\n <!-- Responsive 2015 --><br \/>\n <ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-8125416953923865\" data-ad-slot=\"1244541375\" data-ad-format=\"auto\"><\/ins><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lanjutan - Pengantar 4. Seruan Saya 13. Tantangan yang mendesak untuk melindungi rumah\u00a0kita bersama mencakup upaya menyatukan seluruh keluarga\u00a0manusia guna mencari bentuk pembangunan berkelanjutan\u00a0dan integral, karena kita tahu bahwa perubahan\u00a0itu dimungkinkan. Sang Pencipta tidak meninggalkan kita;\u00a0ia tidak pernah meninggalkan rencana kasih-Nya atau\u00a0menyesal telah menciptakan kita. Umat manusia masih\u00a0memiliki kemampuan untuk bekerja sama dalam membangun\u00a0rumah kita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-28","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pengantar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2381,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28\/revisions\/2381"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}