{"id":26,"date":"2016-03-02T13:16:59","date_gmt":"2016-03-02T06:16:59","guid":{"rendered":"http:\/\/laudatosi.web.id\/?p=26"},"modified":"2020-01-21T08:43:33","modified_gmt":"2020-01-21T01:43:33","slug":"pengantar-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/pengantar-3\/","title":{"rendered":"Pengantar - 3 - Santo Fransiskus dari Assisi."},"content":{"rendered":"<audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-26-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"http:\/\/laudatosi.web.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/id-laudatosi-Pengantar3-Santo-Fransiskus-dari-Assisi.mp3?_=1\" \/><a href=\"http:\/\/laudatosi.web.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/id-laudatosi-Pengantar3-Santo-Fransiskus-dari-Assisi.mp3\">http:\/\/laudatosi.web.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/id-laudatosi-Pengantar3-Santo-Fransiskus-dari-Assisi.mp3<\/a><\/audio>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Lanjutan - Pengantar 3. Santo Fransiskus dari Assisi. 10. Saya tidak ingin menulis Ensiklik ini tanpa kembali ke\u00a0sebuah model yang menarik dan mampu memotivasi kita.\u00a0Namanya saya ambil sebagai panduan dan inspirasi ketika\u00a0saya terpilih sebagai Uskup Roma. Saya percaya bahwa\u00a0Santo Fransiskus adalah contoh unggul dalam melindungi\u00a0yang rentan dan dalam suatu ekologi yang integral, yang\u00a0dihayati dengan gembira dan otentik. Dia adalah santo\u00a0pelindung semua yang belajar dan bekerja di bidang ekologi,\u00a0dan ia juga sangat dicintai oleh orang non-Kristiani. Dia\u00a0sangat prihatin terhadap ciptaan Al-lah dan kaum miskin\u00a0serta telantar. Dia mencintai, dan sangat dicintai karena\u00a0kegembiraannya, dedikasinya yang tanpa pamrih, dan\u00a0keterbukaan hatinya. Dia adalah mistikus dan peziarah\u00a0yang hidup dalam kesederhanaan dan dalam harmoni\u00a0yang indah dengan Allah, dengan orang lain, dengan alam,\u00a0dan dengan dirinya sendiri. Dia menunjukkan kepada kita\u00a0betapa tak terpisahkan ikatan antara kepedulian terhadap\u00a0alam, keadilan bagi kaum miskin, komitmen kepada masyarakat,\u00a0dan kedamaian batin. 11. Fransiskus Assisi membantu kita untuk melihat bahwa\u00a0ekologi yang integral membutuhkan keterbukaan terhadap\u00a0kategori-kategori yang melampaui bahasa matematika\u00a0dan biologi, dan membawa kita kepada hakikat manusia.\u00a0Sama seperti yang terjadi ketika kita jatuh cinta pada\u00a0seseorang, setiap kali Fransiskus menatap matahari, bulan,\u00a0atau bahkan hewan terkecil, ia mulai bernyanyi, sambil\u00a0mengikutsertakan\u00a0semua makhluk lain dalam pujiannya.\u00a0Dia berkomunikasi\u00a0dengan semua ciptaan, bahkan\u00a0berkhotbah\u00a0kepada bunga-bunga, mengundang mereka\u00a0\u201cuntuk memuji Tuhan, seolah-olah mereka dikaruniai akal\u00a0budi\u201d. Tanggapannya terhadap dunia di sekelilingnya jauh\u00a0melebihi apresiasi intelektual atau perhitungan ekonomi,\u00a0karena baginya setiap makhluk adalah saudari yang bersatu\u00a0dengannya oleh ikatan kasih sayang. Itu sebabnya ia\u00a0merasa terpanggil untuk melindungi semua yang ada.\u00a0Muridnya, Santo Bonaventura, mengatakan bahwa, \u201cketika\u00a0merenungkan bahwa segala sesuatu memiliki asal usul yang\u00a0sama, Fransiskus dipenuhi dengan rasa kasih yang tambah\u00a0besar dan memanggil semua makhluk, tidak peduli seberapa\u00a0kecil, dengan nama \u2018saudara\u2019 atau \u2018saudari\u201d. Keyakinan\u00a0seperti itu tidak dapat diremehkan sebagai romantisme yang naif, sebab berdampak atas pilihan-pilihan yang\u00a0menentukan untuk perilaku kita. Jika kita memandang\u00a0alam dan lingkungan tanpa keterbukaan untuk kagum\u00a0dan heran, jika kita tidak lagi berbicara dengan bahasa\u00a0persaudaraan dan keindahan dalam hubungan kita dengan\u00a0dunia, kita akan bersikap seperti tuan, konsumen, pengisap\u00a0sumber daya, hingga tidak mampu menetapkan batas-batas\u00a0kebutuhan yang mendesak. Sebaliknya, jika kita merasa\u00a0intim bersatu dengan semua yang ada, maka kesahajaan dan\u00a0kepedulian akan timbul secara spontan. Kemiskinan dan\u00a0kesederhanaan dari Santo Fransiskus bukanlah asketisme\u00a0yang hanya lahiriah, tetapi sesuatu yang jauh lebih radikal:\u00a0ia menolak mengubah realitas menjadi objek yang hanya\u00a0untuk digunakan dan dikendalikan. 12. Selain itu, Santo Fransiskus, yang setia kepada Alkitab,\u00a0mengajak kita untuk melihat alam sebagai sebuah kitab\u00a0yang sangat indah. Di dalamnya Al-lah berbicara kepada\u00a0kita dan memberi kita sekilas pandang tentang keindahan\u00a0dan kebaikan-Nya yang tanpa batas. \u201cDari kebesaran dan\u00a0keindahan benda-benda ciptaan, tampaklah gambaran\u00a0tentang Khalik mereka\u201d (Kebijaksanaan 13:5); memang,\u00a0\u201ckekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya dapat tampak\u00a0dan dipahami dari karya-Nya sejak dunia diciptakan\u201d (Roma\u00a01:20). Itulah sebabnya, Fransiskus meminta agar sebagian\u00a0taman biara selalu dibiarkan tidak diolah, sehingga bunga\u00a0dan tumbuhan yang liar bisa tumbuh di situ, dan orang\u00a0yang melihatnya dapat mengangkat budi mereka kepada\u00a0Allah, Pencipta keindahan itu. Daripada menjadi masalah\u00a0yang harus dipecahkan, dunia merupakan misteri yang\u00a0menggembirakan untuk direnungkan dengan sukacita dan\u00a0pujian.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Female\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lanjutan - Pengantar 3.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>Santo Fransiskus dari Assisi.<\/strong><\/em><br \/>\n10. Saya tidak ingin menulis Ensiklik ini tanpa kembali ke\u00a0sebuah model yang menarik dan mampu memotivasi kita.\u00a0Namanya saya ambil sebagai panduan dan inspirasi ketika\u00a0saya terpilih sebagai Uskup Roma. Saya percaya bahwa\u00a0Santo Fransiskus adalah contoh unggul dalam melindungi\u00a0yang rentan dan dalam suatu ekologi yang integral, yang\u00a0dihayati dengan gembira dan otentik. Dia adalah santo\u00a0pelindung semua yang belajar dan bekerja di bidang ekologi,\u00a0dan ia juga sangat dicintai oleh orang non-Kristiani. Dia\u00a0sangat prihatin terhadap ciptaan Al-lah dan kaum miskin\u00a0serta telantar. Dia mencintai, dan sangat dicintai karena\u00a0kegembiraannya, dedikasinya yang tanpa pamrih, dan\u00a0keterbukaan hatinya. Dia adalah mistikus dan peziarah\u00a0yang hidup dalam kesederhanaan dan dalam harmoni\u00a0yang indah dengan Allah, dengan orang lain, dengan alam,\u00a0dan dengan dirinya sendiri. Dia menunjukkan kepada kita\u00a0betapa tak terpisahkan ikatan antara kepedulian terhadap\u00a0alam, keadilan bagi kaum miskin, komitmen kepada masyarakat,\u00a0dan kedamaian batin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">11. Fransiskus Assisi membantu kita untuk melihat bahwa\u00a0ekologi yang integral membutuhkan keterbukaan terhadap\u00a0kategori-kategori yang melampaui bahasa matematika\u00a0dan biologi, dan membawa kita kepada hakikat manusia.\u00a0Sama seperti yang terjadi ketika kita jatuh cinta pada\u00a0seseorang, setiap kali Fransiskus menatap matahari, bulan,\u00a0atau bahkan hewan terkecil, ia mulai bernyanyi, sambil\u00a0mengikutsertakan\u00a0semua makhluk lain dalam pujiannya.\u00a0Dia berkomunikasi\u00a0dengan semua ciptaan, bahkan\u00a0berkhotbah\u00a0kepada bunga-bunga, mengundang mereka\u00a0\u201cuntuk memuji Tuhan, seolah-olah mereka dikaruniai akal\u00a0budi\u201d. Tanggapannya terhadap dunia di sekelilingnya jauh\u00a0melebihi apresiasi intelektual atau perhitungan ekonomi,\u00a0karena baginya setiap makhluk adalah saudari yang bersatu\u00a0dengannya oleh ikatan kasih sayang. Itu sebabnya ia\u00a0merasa terpanggil untuk melindungi semua yang ada.\u00a0Muridnya, Santo Bonaventura, mengatakan bahwa, \u201cketika\u00a0merenungkan bahwa segala sesuatu memiliki asal usul yang\u00a0sama, Fransiskus dipenuhi dengan rasa kasih yang tambah\u00a0besar dan memanggil semua makhluk, tidak peduli seberapa\u00a0kecil, dengan nama \u2018saudara\u2019 atau \u2018saudari\u201d. Keyakinan\u00a0seperti itu tidak dapat diremehkan sebagai romantisme<br \/>\nyang naif, sebab berdampak atas pilihan-pilihan yang\u00a0menentukan untuk perilaku kita. Jika kita memandang\u00a0alam dan lingkungan tanpa keterbukaan untuk kagum\u00a0dan heran, jika kita tidak lagi berbicara dengan bahasa\u00a0persaudaraan dan keindahan dalam hubungan kita dengan\u00a0dunia, kita akan bersikap seperti tuan, konsumen, pengisap\u00a0sumber daya, hingga tidak mampu menetapkan batas-batas\u00a0kebutuhan yang mendesak. Sebaliknya, jika kita merasa\u00a0intim bersatu dengan semua yang ada, maka kesahajaan dan\u00a0kepedulian akan timbul secara spontan. Kemiskinan dan\u00a0kesederhanaan dari Santo Fransiskus bukanlah asketisme\u00a0yang hanya lahiriah, tetapi sesuatu yang jauh lebih radikal:\u00a0ia menolak mengubah realitas menjadi objek yang hanya\u00a0untuk digunakan dan dikendalikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">12. Selain itu, Santo Fransiskus, yang setia kepada Alkitab,\u00a0mengajak kita untuk melihat alam sebagai sebuah kitab\u00a0yang sangat indah. Di dalamnya Al-lah berbicara kepada\u00a0kita dan memberi kita sekilas pandang tentang keindahan\u00a0dan kebaikan-Nya yang tanpa batas. \u201cDari kebesaran dan\u00a0keindahan benda-benda ciptaan, tampaklah gambaran\u00a0tentang Khalik mereka\u201d (Kebijaksanaan 13:5); memang,\u00a0\u201ckekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya dapat tampak\u00a0dan dipahami dari karya-Nya sejak dunia diciptakan\u201d (Roma\u00a01:20). Itulah sebabnya, Fransiskus meminta agar sebagian\u00a0taman biara selalu dibiarkan tidak diolah, sehingga bunga\u00a0dan tumbuhan yang liar bisa tumbuh di situ, dan orang\u00a0yang melihatnya dapat mengangkat budi mereka kepada\u00a0Allah, Pencipta keindahan itu. Daripada menjadi masalah\u00a0yang harus dipecahkan, dunia merupakan misteri yang\u00a0menggembirakan untuk direnungkan dengan sukacita dan\u00a0pujian.<\/p>\n<p><script src=\"\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\" async=\"\"><\/script><br \/>\n <!-- Responsive 2015 --><br \/>\n <ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-8125416953923865\" data-ad-slot=\"1244541375\" data-ad-format=\"auto\"><\/ins><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lanjutan - Pengantar 3. Santo Fransiskus dari Assisi. 10. Saya tidak ingin menulis Ensiklik ini tanpa kembali ke\u00a0sebuah model yang menarik dan mampu memotivasi kita.\u00a0Namanya saya ambil sebagai panduan dan inspirasi ketika\u00a0saya terpilih sebagai Uskup Roma. Saya percaya bahwa\u00a0Santo Fransiskus adalah contoh unggul dalam melindungi\u00a0yang rentan dan dalam suatu ekologi yang integral, yang\u00a0dihayati dengan gembira [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lightning_design_setting":[],"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-26","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pengantar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2380,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26\/revisions\/2380"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}