{"id":554,"date":"2016-09-04T18:22:42","date_gmt":"2016-09-04T11:22:42","guid":{"rendered":"http:\/\/laudatosi.web.id\/?page_id=554"},"modified":"2016-09-04T18:23:42","modified_gmt":"2016-09-04T11:23:42","slug":"roh-kudus","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/katekese\/baptis\/memahami-allah-tritunggal\/roh-kudus\/","title":{"rendered":"ROH KUDUS"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Sumber : ImanKatolik. ROH KUDUS DAN PENGARUNIAAN ROH KUDUS. 1. Roh Kudus. Gereja Katolik mempercayai bahwa Allah yang esa memiliki tiga pribadi yaitu Bapa, Putra dan Roh Kudus (Dister, 2004). Roh Kudus adalah Pribadi ketiga dari Allah Tritunggal (O&#039;Collins &amp; Farrugia, 1996). Menurut Karl Bart (dalam Dister, 2004) kata Pribadi (latin: personae) lebih tepat diartikan sebagai tiga seinsweisen (cara berada). Cara keberadaan yang rangkap tiga itu menurut Karl Rahner (dalam Dister, 2004) berhubungan dengan komunikasi-diri dari Allah kepada ciptaannya. Cara keberadaan yang rangkap tiga merupakan hakekat dari Allah sendiri, jika tidak demikian maka Allah tidak sungguh-sungguh mengkomunikasikan diri-Nya kepada Manusia (dalam Dister, 2004). Allah mengkomunikasikan diri-Nya kepada manusia merupakan intisari kabar gembira injil. Komunikasi yang dimaksud menurut Karl Bart adalah Allah yang merupakan sumber pewahyuan (Allah Bapa), dalam sejarah keselamatan, menghadirkan diri-Nya kepada manusia (sebagai Yesus) dan berada dalam hati umat beriman agar dapat menerima kehadiran-Nya (sebagai Roh Kudus). Karl Rahner menyatakan bahwa tiga cara berada itu unik dan tidak tergantikan, sehingga Inkarnasi merupakan cara Putra sedangkan bersemayam-Nya Allah dalam hati merupakan cara Roh Kudus (Dister, 2004). Roh Kudus memiliki peran yang penting dalam kehidupan umat beriman, karena Gereja mengimani bahwa Roh Kudus dicurahkan kepada Gereja secara keseluruhan dan umat beriman secara khusus (Dister, 2004). 2. Pemberian (Pengaruniaan) Roh Kudus. Gereja Katolik mengimani bahwa Roh Kudus dikaruniakan kepada umat beriman pada saat pembabtisan (Martosudjito, 2003; Maryanto, 2004; Buku pembabtisan dalam roh; Sugino, 1982). Rahmat Roh Kudus yang diterima melalui pembabtisan membersihkan dosa memberikan hidup baru kepada mereka yang menerima babtisan (Chacon &amp; Burnham; Martosudjito, 2003). Menurut Martosudjito (2004) Roh Kudus yang dicurahkan dalam hati kita (bdk Roma 5:5) memungkinkan kita mengalami persekutuan dengan hidup internal dari Allah Tritunggal (bdk Yoh 17:20-23). Pada saat menerima penguatan Gereja percaya bahwa penguatan atau lazim disebut krisma menyebabkan curahan Roh Kudus dalam kelimpahan seperti yang dialami para rasul saat Pentekosta (Katekismus Gereja Katolik \u2013 1302). Melalui penguatan, Roh Kudus memampukan seseorang secara eksplisit dan resmi menjadi murid Kristus dengan konsekuensi menjadi saksi Kristus (Martosudjito, 2003; Maryanto 2004). Rahmat Roh Kudus yang diterima dalam pembabtisan, penguatan (dan tahbisan) diam dalam diri penerima sebagai materai yang tidak terhapuskan sehingga penerimaannya tidak dapat diulang (Martosudjito, 2004; O\u2019Collins &amp; Farrugia, 1996). Ajaran Meterai yang tidak terhapuskan menunjukkan iman bahwa Allah setia dalam memanggil kita dan panggilan itu tidak pernah ditarik kembali (Martosudjito, 2004). Rahmat Roh Kudus yang diterima dapat tidak efektif jika pada saat menerima babtis, penguatan, (maupun tahbisan) penerima tidak memiliki disposisi batin yang sesuai (Martosudjito, 2004; Rahner, 1996). Rahmat tersebut baru dapat efektif jika penerima telah memiliki disposisi batin yang sesuai, hal ini dikenal dengan reviviscentia sacramentorum (Martosudjito, 2004; Rahner, 1996). Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembabtisan dan penguatan mendatangkan rahmat Roh Kudus. Rahmat tersebut merupakan meterai tidak terhapuskan sehingga babtis dan penguatan hanya dapat diterima satu kali walaupun rahmat yang diterima dapat tidak efektif dan akan efektif pada masa yang akan datang. Pada saat pembabtisan, Roh Kudus menghapuskan dosa dan membuat seseorang bersatu dengan hidup internal dari Allah Tritunggal. Pada penguatan, Roh Kudus memampukan kita menjadi saksi Kristus.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Female\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n<p>Sumber : <a href=\"http:\/\/www.imankatolik.or.id\/rohkudus.html\">ImanKatolik.<\/a><\/p>\n<p><strong>ROH KUDUS DAN PENGARUNIAAN ROH KUDUS.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Roh Kudus.<br \/>\nGereja Katolik mempercayai bahwa Allah yang esa memiliki tiga pribadi yaitu Bapa, Putra dan Roh Kudus (Dister, 2004). Roh Kudus adalah Pribadi ketiga dari Allah Tritunggal (O'Collins &amp; Farrugia, 1996). Menurut Karl Bart (dalam Dister, 2004) kata Pribadi (latin: personae) lebih tepat diartikan sebagai tiga seinsweisen (cara berada).<\/p>\n<p>Cara keberadaan yang rangkap tiga itu menurut Karl Rahner (dalam Dister, 2004) berhubungan dengan komunikasi-diri dari Allah kepada ciptaannya. Cara keberadaan yang rangkap tiga merupakan hakekat dari Allah sendiri, jika tidak demikian maka Allah tidak sungguh-sungguh mengkomunikasikan diri-Nya kepada Manusia (dalam Dister, 2004). Allah mengkomunikasikan diri-Nya kepada manusia merupakan intisari kabar gembira injil. Komunikasi yang dimaksud menurut Karl Bart adalah Allah yang merupakan sumber pewahyuan (Allah Bapa), dalam sejarah keselamatan, menghadirkan diri-Nya kepada manusia (sebagai Yesus) dan berada dalam hati umat beriman agar dapat menerima kehadiran-Nya (sebagai Roh Kudus).<\/p>\n<p>Karl Rahner menyatakan bahwa tiga cara berada itu unik dan tidak tergantikan, sehingga Inkarnasi merupakan cara Putra sedangkan bersemayam-Nya Allah dalam hati merupakan cara Roh Kudus (Dister, 2004). Roh Kudus memiliki peran yang penting dalam kehidupan umat beriman, karena Gereja mengimani bahwa Roh Kudus dicurahkan kepada Gereja secara keseluruhan dan umat beriman secara khusus (Dister, 2004).<\/p>\n<p><strong>2. Pemberian (Pengaruniaan) Roh Kudus<\/strong>.<br \/>\nGereja Katolik mengimani bahwa Roh Kudus dikaruniakan kepada umat beriman pada saat pembabtisan (Martosudjito, 2003; Maryanto, 2004; Buku pembabtisan dalam roh; Sugino, 1982). Rahmat Roh Kudus yang diterima melalui pembabtisan membersihkan dosa memberikan hidup baru kepada mereka yang menerima babtisan (Chacon &amp; Burnham; Martosudjito, 2003). Menurut Martosudjito (2004) Roh Kudus yang dicurahkan dalam hati kita (bdk Roma 5:5) memungkinkan kita mengalami persekutuan dengan hidup internal dari Allah Tritunggal (bdk Yoh 17:20-23).<\/p>\n<p>Pada saat menerima penguatan Gereja percaya bahwa penguatan atau lazim disebut krisma menyebabkan curahan Roh Kudus dalam kelimpahan seperti yang dialami para rasul saat Pentekosta (Katekismus Gereja Katolik \u2013 1302). Melalui penguatan, Roh Kudus memampukan seseorang secara eksplisit dan resmi menjadi murid Kristus dengan konsekuensi menjadi saksi Kristus (Martosudjito, 2003; Maryanto 2004).<\/p>\n<p>Rahmat Roh Kudus yang diterima dalam pembabtisan, penguatan (dan tahbisan) diam dalam diri penerima sebagai materai yang tidak terhapuskan sehingga penerimaannya tidak dapat diulang (Martosudjito, 2004; O\u2019Collins &amp; Farrugia, 1996). Ajaran Meterai yang tidak terhapuskan menunjukkan iman bahwa Allah setia dalam memanggil kita dan panggilan itu tidak pernah ditarik kembali (Martosudjito, 2004). Rahmat Roh Kudus yang diterima dapat tidak efektif jika pada saat menerima babtis, penguatan, (maupun tahbisan) penerima tidak memiliki disposisi batin yang sesuai (Martosudjito, 2004; Rahner, 1996). Rahmat tersebut baru dapat efektif jika penerima telah memiliki disposisi batin yang sesuai, hal ini dikenal dengan reviviscentia sacramentorum (Martosudjito, 2004; Rahner, 1996).<\/p>\n<p>Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembabtisan dan penguatan mendatangkan rahmat Roh Kudus. Rahmat tersebut merupakan meterai tidak terhapuskan sehingga babtis dan penguatan hanya dapat diterima satu kali walaupun rahmat yang diterima dapat tidak efektif dan akan efektif pada masa yang akan datang. Pada saat pembabtisan, Roh Kudus menghapuskan dosa dan membuat seseorang bersatu dengan hidup internal dari Allah Tritunggal. Pada penguatan, Roh Kudus memampukan kita menjadi saksi Kristus.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber : ImanKatolik. ROH KUDUS DAN PENGARUNIAAN ROH KUDUS. 1. Roh Kudus. Gereja Katolik mempercayai bahwa Allah yang esa memiliki tiga pribadi yaitu Bapa, Putra dan Roh Kudus (Dister, 2004). Roh Kudus adalah Pribadi ketiga dari Allah Tritunggal (O'Collins &amp; Farrugia, 1996). Menurut Karl Bart (dalam Dister, 2004) kata Pribadi (latin: personae) lebih tepat diartikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":550,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_lightning_design_setting":[],"footnotes":""},"class_list":["post-554","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/554","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=554"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/554\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":556,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/554\/revisions\/556"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/550"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/laudatosi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=554"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}