{"id":6688,"date":"2020-09-08T20:18:32","date_gmt":"2020-09-08T13:18:32","guid":{"rendered":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=6688"},"modified":"2020-09-14T21:26:41","modified_gmt":"2020-09-14T14:26:41","slug":"litara-aku-kartini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/litara-aku-kartini\/","title":{"rendered":"Litara : Aku Kartini"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><iframe title=\"Literasi : Nenek Lintang dan Buku-bukunya\" src=\"https:\/\/reader.letsreadasia.org\/read\/11062957-d2ca-4681-829c-ec7764912990\" width=\"100%\" height=\"650\"><span data-mce-type=\"bookmark\" style=\"display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;\" class=\"mce_SELRES_start\">\ufeff<\/span><\/iframe><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"\ufeff Judul Literasi : Aku Kartini. Di negeriku, banyak anak perempuan tidak dapat bersekolah. Sekolah hanya untuk anak laki-laki atau anak bangsawan saja. Untunglah ayahku seorang bupati. Aku bisa bersekolah setiap hari. Aku senang di sekolah. Aku punya banyak sahabat. Aku ingin terus bersekolah, bahkan ketika teman-teman sebayaku berhenti. Sampai suatu hari, ayahku bilang, \u201cSekolahmu cukup sampai di sini, Kartini. Anak perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi.\u201d Aku tidak boleh menyerah. Aku mau belajar! Aku mau! Aku pasti bisa. Dari membaca buku, aku menciptakan pola sulaman baru. Dari membaca buku, aku menciptakan resep masakan baru. Teman-temanku jadi ingin belajar bersama. Sama seperti aku, mereka bersemangat untuk belajar. Namun, satu per satu mereka tidak diizinkan datang lagi. Adat mengharuskan mereka tinggal di rumah. Kusampaikan kegelisahanku kepada sahahat-sahabatku di negeri seberang. Mereka terus menyemangatiku. Aku tidak boleh menyerah. Aku ingin terus berbagi. Aku tahu! Aku bisa membantu perempuan-perempuan di negeriku. Jika mereka tidak dapat datang ke sini, tulisanku yang akan mendatangi mereka! Tulisan-tulisan itu melintasi tembok penghalang dan adat yang mengurung kami. Buah pikiranku akan abadi, meskipun aku sudah tidak ada lagi. RA Kartini adalah salah seorang pahlawan nasional Indonesia. Hari kelahirannya pada 21 April 1879 kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Kartini. Sejak kecil Kartini senang belajar. Dia juga gigih memperjuangkan agar kaum perempuan pada masanya mendapat kesempatan belajar. Semboyan yang dipegangnya adalah \u201cAku mau!\u201d karena dengan itu dia bisa mengatasi kesusahan dan rintangan. Buah pikirannya dia sampaikan dalam surat-surat kepada para sahabatnya. Surat-surat tersebut kemudian dikumpulkan dalam buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p>Judul Literasi : Aku Kartini.<\/p>\n<p>Di negeriku, banyak anak perempuan tidak dapat bersekolah.<br \/>\nSekolah hanya untuk anak laki-laki atau anak bangsawan saja.<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untunglah ayahku seorang bupati. Aku bisa bersekolah setiap hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Aku senang di sekolah. Aku punya banyak sahabat. <\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Aku ingin terus bersekolah, bahkan ketika teman-teman sebayaku berhenti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sampai suatu hari, ayahku bilang, \u201cSekolahmu cukup sampai di sini, Kartini. <\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Anak perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Aku tidak boleh menyerah. Aku mau belajar! Aku mau! Aku pasti bisa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari membaca buku, aku menciptakan pola sulaman baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari membaca buku, aku menciptakan resep masakan baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Teman-temanku jadi ingin belajar bersama. <\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Sama seperti aku, mereka bersemangat untuk belajar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun, satu per satu mereka tidak diizinkan datang lagi. <\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Adat mengharuskan mereka tinggal di rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kusampaikan kegelisahanku kepada sahahat-sahabatku di negeri seberang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mereka terus menyemangatiku. Aku tidak boleh menyerah. Aku ingin terus berbagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Aku tahu! Aku bisa membantu perempuan-perempuan di negeriku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika mereka tidak dapat datang ke sini, tulisanku yang akan mendatangi mereka!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tulisan-tulisan itu melintasi tembok penghalang dan adat yang mengurung kami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Buah pikiranku akan abadi, meskipun aku sudah tidak ada lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">RA Kartini adalah salah seorang pahlawan nasional Indonesia. Hari kelahirannya pada 21 April 1879 kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Kartini. Sejak kecil Kartini senang belajar. Dia juga gigih memperjuangkan agar kaum perempuan pada masanya mendapat kesempatan belajar. Semboyan yang dipegangnya adalah \u201cAku mau!\u201d karena dengan itu dia bisa mengatasi kesusahan dan rintangan. Buah pikirannya dia sampaikan dalam surat-surat kepada para sahabatnya. Surat-surat tersebut kemudian dikumpulkan dalam buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; \ufeff &nbsp; Judul Literasi : Aku Kartini. Di negeriku, banyak anak perempuan tidak dapat bersekolah. Sekolah hanya untuk anak laki-laki atau anak bangsawan saja. Untunglah ayahku seorang bupati. Aku bisa bersekolah setiap hari. Aku senang di sekolah. Aku punya banyak sahabat. Aku ingin terus bersekolah, bahkan ketika teman-teman sebayaku berhenti. Sampai suatu hari, ayahku [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-6688","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6688","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6688"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6688\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6718,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6688\/revisions\/6718"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6688"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6688"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6688"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}