{"id":566,"date":"2016-08-23T19:31:50","date_gmt":"2016-08-23T12:31:50","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/?p=566"},"modified":"2017-09-13T13:47:09","modified_gmt":"2017-09-13T06:47:09","slug":"sd4-1-3-bersyukur-atas-keberagaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd4-1-3-bersyukur-atas-keberagaman\/","title":{"rendered":"SD4 1-3 Bersyukur atas Keberagaman"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"SD4 1-2 - Bersyukur atas Keberagaman. Pembelajaran 1. Indonesia memiliki keberagaman adat istiadat, makanan, permainan tradisional, lagu, tarian, serta lainnya. Kita perlu mensyukurinya karena dapat menikmatinya. Makanan tradisional Indonesia membutuhkan waktu dalam mengolahnya. Pembuatnya pun harus ahli membuatnya. Kamu akan belajar tentang seorang ibu pembuat dodol Betawi, makanan tradisional Betawi. Siswa menyimak cerita tentang tentang seorang ibu pembuat dodol,\u00a0makanan tradisional Betawi, yang dilisankan oleh guru. Siswa diminta untuk menyimak dengan teliti, kemudian menemukan\u00a0gagasan pokok dan gagasan pendukung dari setiap paragraf tersebut. Dodol Betawi Mak Salmah. Sebentar lagi kota Jakarta akan berulang tahun. Seperti tahun-tahun\u00a0sebelumnya, Mak Salmah menerima banyak pesanan. Mak Salmah\u00a0adalah pembuat dodol tradisional betawi di kampungnya. Biasanya,\u00a0ketika menyambut ulang tahun kota Jakarta banyak pertokoan yang mengadakan Festival Betawi. Makanan betawi menjadi jajanan di\u00a0festival. Kerak telor, bir pletok, dan dodol betawi menjadi primadona\u00a0makanan dalam menyambut dirgahayu Jakarta. Sudah sejak seminggu yang lalu Mak Salmah bekerja keras. Ia\u00a0dan beberapa ibu-ibu tetangganya membuat adonan dodol. Ketan,\u00a0gula merah, gula pasir, dan santan dicampur menjadi satu. Membuat\u00a0dodol betawi membutuhkan kerja sama. Tidak hanya perempuan.\u00a0Laki-laki pun terlibat dalam pembuatannya. Biasanya, Mak Salmah\u00a0dan ibu-ibu menyiapkan bahan, memarut kelapa, dan menumbuk\u00a0beras ketan. Adonan dituang kawa, lalu diaduk hingga kental. Proses\u00a0mengaduk ini dilakukan terus menerus selama 8-12 jam. Pembuatannya\u00a0memang berat dan lama. Oleh karena itu, pembuatan dodol betawi\u00a0membutuhkan kerja sama. Untuk memenuhi pesanannya, Mak Salmah selalu melibatkan\u00a0tetangga- tetangganya. Mak Salmah ingin rejeki yang diperolehnya dari\u00a0dodol betawi tidak dirasakannya sendiri. Mak Salmah juga ingin dodol\u00a0betawi selalu dikenal. Ia ingin warga di sekitarnya juga ikut melestarikan\u00a0makanan tradisional milik kampung sendiri. Dodol Betawi Mak Salmah\u00a0ikut melestarikan budaya, memupuk kerja sama, serta menjalin\u00a0keakraban antarwarga. Indonesia yang kaya akan keragaman budaya, suku, agama dan\u00a0kepercayaan, juga memiliki ribuan jenis makanan tradisional . Makanan tradisional yang berasal dari berbagai suku bangsa di\u00a0Indonesia juga merupakan bagian dari Identitas bangsa kita.\u00a0Tentunya kita bangga dengan kekayaan budaya Indonesa. Salah satu\u00a0wujud kebanggaan tersebut adalah dengan mempelajari dan mencoba\u00a0beragam makanan tradisonal tersebut. Aku suka sekali makan nasi uduk dengan irisan bawang goreng dan telur dadar. Itu makanan tradisional Betawi. Apa makanan favorit daerahmu? Apakah kamu juga menyukai makanan khas daerah lain?\u00a0 Bagaimana pendapatmu dengan beragamnya makanan khas negeri kita? Sega\u00a0jamblang\u00a0(nasi\u00a0jamblang\u00a0dalam bahasa\u00a0Indonesia)\u00a0adalah makanan\u00a0khas dari\u00a0Cirebon, Jawa\u00a0Barat. Nama\u00a0jamblang\u00a0berasal dari\u00a0nama daerah\u00a0di sebelah\u00a0barat Kota\u00a0Cirebon. Nasi pecel\u00a0adalah\u00a0sarapan\u00a0kesukaan\u00a0masyarakat\u00a0Madiun, Jawa\u00a0Timur. Lontong\u00a0sayur sangat\u00a0mudah kamu\u00a0temui di\u00a0Jakarta dan\u00a0Jawa Barat\u00a0sebagai menu\u00a0sarapan\u00a0favorit. Nasi krawu\u00a0adalah\u00a0makanan\u00a0khas Kota\u00a0Gresik yang\u00a0terbuat dari\u00a0campuran\u00a0nasi dan\u00a0daging sapi\u00a0dengan kadar\u00a0minyak yang\u00a0cukup tinggi. Nasi gudeg,\u00a0atau dalam\u00a0bahasa Jawa\u00a0disebut sego\u00a0gudeg, adalah\u00a0makanan\u00a0favorit di\u00a0Yogyakarta. Pernahkah kamu mencoba salah satu makanan tradisional? Ceritakan pengalamanmu dalam bentuk tulisan. Tulisanmu dapat memuat tempat kamu makan, asal makanan tradisional, bagaimana makanan dibuat, siapa yang sering makan makanan tersebut. Wah, banyak sekali ya makanan di Indonesia ini. Apa lagi yang ingin kamu ketahui tentang keberagaman makanan tradisional Indonesia? Di beberapa daerah, makanan tradisional ditawarkan penjual dengan berkeliling kampung. Terkadang mereka berteriak atau membunyikan alat menawarkan makanan tersebut. Suaranya nyaring terdengar. Ingatkah kamu bahwa bunyi memerlukan penghantar untuk bisa terdengar? Media penghantar untuk perambatan bunyi adalah udara, zat cair, dan benda padat. Tahukah kamu sifat-sifat bunyi lainnya? Percobaan Pemantulan dan Penyerapan Bunyi. Tujuan: Memahami macam-macam bunyi pantul melalui percobaan terhadap bunyi benda-benda sederhana dalam ruangan, Alat dan bahan: piring kaca, piring plastik, piring kaleng, gabus, dua tabung kertas, beberapa buku, dan arloji yang berdetak. Langkah Kerja: 1. Susunlah dua baris buku dengan ketinggian yang sama. 2. Letakkan tabung-tabung di atas buku dengan hati-hati. 3. Pegang arloji di telingamu. Dengar baik-baik untuk meyakinkan bahwa kamu mendengar bunyi detak arloji. 4. Letakkan arloji ke dalam salah satu tabung. Dengarkan dari ujung tabung yang lain. Apakah kamu dapat mendengar bunyi detakan jarum arloji? 5. Minta temanmu untuk memegang piring atau benda lain di ujung tabung yang lain, seperti pada gambar. Apakah sekarang kamu dapat mendengar bunyi detakan jarum. 1. Apa yang terjadi dengan gelombang bunyi pada tabung kedua jika kamu meletakkan piring kaca. 2. Ketika piring kaca diganti dengan gabus yang empuk, apa yang terjadi?\u00a0Jelaskan. 3. Apa yang terjadi pada gelombang bunyi pada tabung pertama? Bunyi sebagai sebuah gelombang memiliki sifat dapat dipantulkan dan\u00a0diserap.\u00a0 Bunyi akan dipantulkan dengan baik jika mengenai benda-benda yang\u00a0keras, seperti permukaan dinding batu, semen, besi, kaca dan seng.\u00a0Bunyi akan diserap jika mengenai benda-benda yang lunak, seperti\u00a0gabus, kapas, dan spons. PEMBELAJARAN 2. Indonesia memiliki\u00a0rumah Adat yang beragam.\u00a0Kita harus mensyukurinya. Ayo, kita caritahu lebih lanjut. Keberagaman Indonesia tercermin pada rumah adat. Kita harus mensyukuri keberagaman dan keindahan rumah adat tersebut. Berikut adalah rumah adat dari berbagai provinsi di Indonesia. Rumah Gadang (Rumah Adat Sumatera Barat\/Sumbar), Rumah Balai Batak Toba (Rumah Adat Sumatera Utara\/ Sumut), Baileo (Rumah Adat Provinsi Maluku), Rumoh Aceh (Rumah Adat Nanggroe Aceh Darussalam), Rumah Adat Tongkonan (Rumah Adat Provinsi Sulawesi Selatan\/ Sulsel\/Suku Toraja), Rumah Adat Bangka Belitung. Salah satu keunikah dari rumah adat Indonesia adalah bentuk sudut atapnya. Sudut-sudut pada segibanyak juga menjadi satu keunikan. Guru menyampaikan bahwa Indonesia\u00a0sangatlah kaya akan keberagaman budaya. Rumah adat adalah salah satu\u00a0keberagaman budaya Indonesia. Sudut dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari\u00a0untuk bangunan. Sudut-sudut pada\u00a0rumah adat terlihat berbeda-beda. Hal itu\u00a0adalah salah satu keunikannya.\u00a0 Guru meminta siswa untuk\u00a0mengidentifikasi sudut-sudut yang ada\u00a0di rumah adat. Guru menunjuk siswa\u00a0secara bergantian. Coba amati segibanyak berikut. Bisakah kamu mengelompokkan segi banyak beraturan dan tidak beraturan berdasarkan sudutnya. Ya, segibanyak beraturan memiliki sudut dan sisi yang sama. Ayo kita cari tahu lebih lanjut tentang keunikan sudut pada segibanyak beraturan. Amatilah segibanyak beraturan berikut. Ukurlah besar setiap sudut pada segi banyak. Hitung pula jumlah besar seluruh sudutnya. Apa yang dapat kamu simpulkan? Segi banyak adalah bangun tertutup yang seluruh sisinya dibatasi oleh garis. Jumlah sudut yang ada sama banyak dengan jumlah sisi yang dimilikinya. Mozaik Kreasi Bersama. Lani duduk termenung di meja ruang tengah rumahnya. Di hadapannya terbentang sebuah karton besar. Masih kosong. Pak Burhan memberi tugas kepada anak-anak untuk membuat mozaik kreasi sendiri. Tugas tersebut harus dilakukan secara berpasangan. Lani berpasangan dengan Edo. Sejak kemarin Lani sudah mencari ide untuk tugas tersebut, tetapi ia belum menemukan yang sesuai. \u201cAh, tunggu Edo saja,\u201d pikir Lani. Tugas bersama akan lebih baik hasilnya jika dikerjakan bersama. Beberapa saat kemudian Edo datang. Benar saja dugaan Lani, Edo sudah mempunyai ide untuk mozaik mereka. Usul Edo adalah membuat mozaik rumah adat. Edo berasal dari Maluku, ia sudah punya contoh gambar rumah adat Maluku. Baileo namanya. Menarik. Lani pun memberi usul untuk membuat juga mozaik rumah adat dari daerah lain. Rumah Gadang dari Padang, Rumah Kebaya dari Betawi, Rumoh Aceh, Rumah Joglo dari Jawa, atau Rumah Limas dari Sumatera Selatan. Rumah adat daerah-daerah di Indonesia memang beragam dan unik. Mozaik rumah adat akan menjadi kreasi yang menarik. Selain itu, ketika nanti teman-teman mencoba merangkai mozaik, mereka akan belajar juga tentang keragaman rumah adat Indonesia. Pak Burhan memang sengaja memberikan tugas membuat mozaik secara berpasangan. Bukan hanya untuk mengasah kreativitas, tetapi juga memunculkan diskusi, mengasah kerja sama, serta memecahkan masalah bersama-sama. Sama seperti mozaik. Ketika keping-kepingnya digabungkan menjelma menjadi gambar yang indah. 1. Apa ide yang dimiliki Lani? 2. Apa ide yang dimiliki oleh Edo? 3. Bagaimana mereka menyikapi ide-ide berbeda? 4. Apakah ide mereka yang berbeda memberikan manfaat? Jelaskan 5. Kerjasama apa yang terlihat pada cerita di atas? 6. Apa manfaat kerjasama dalam keberagaman? 7. Hal baik apa yang bisa didapatkan ketika mereka bekerjasama dalam keberagaman? 8. Nilai-nilai apa yang dapat kita contoh dari cerita Lani di atas? Coba ceritakan pengalamanmu, 1. Jenis kerjasama, 2. Perbedaan yang ada, 3. Manfaat dari kerjasama dalam perbedaan, 4. Nilai-nilai baik yang bisa kamu ambil. Berlatihlah kembali Tari Bungong Jeumpa dengan formasi berdiri dan duduk. Jangan lupa gunakan iringan musik. Kamu akan tampil di depan kelas pada pertemuan ke 6. Pastikan bahwa kamu dan teman-teman kelompokmu hafal gerakannya. Meskipun kita berbeda, kita harus bisa bekerjasama.\u00a0Kerjasama dalam perbedaan itu akan semakin memperkaya kita. PEMBELAJARAN 3. Sebelumnya kamu telah belajar\u00a0tentang permainan bakiak.\u00a0 Menarik, bukan? Kamu tentunya senang dapat mencobanya.\u00a0Permainan tradisional lain yang cukup menarik adalah engklek. Tahukah kamu permainan ini?\u00a0Ayo, kita coba bersama! Pernahkan kamu bermain engklek? Permainan ini adalah permainan tradisional yang sangat banyak dimainkan oleh anak-anak di Indonesia. Engklek merupakan permainan lompat pada bidang datar yang digambar di atas tanah. Permainan engklek biasa dimainkan oleh dua sampai lima orang. Mau tahu cara bermainnya? Ayo, kita coba! Permainan Engklek. Jumlah Pemain: Dua sampai lima orang. Peralatan: \u2022 Gacuk \/pecahan genting, \u2022 Kapur\/tepung untuk garis batas. Cara Bermain: \u2022 Lompatlah dengan menggunakan satu kaki di setiap petak-petak yang telah digambar. \u2022 Siapkanlah gacuk sebelum bermain. \u2022 Lemparlah gacuk ke salah satu petak. \u2022 Petak yang ada gacuk-nya tidak boleh diinjak\/ditempati oleh setiap pemain. \u2022 Lompatlah ke petak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petak- petak yang ada. \u2022 Pilihlah sebuah petak yang dijadikan sawah setelah menyelesaikan satu putaran. Petak itu boleh diinjak dengan dua kaki. Pemain lain tidak boleh menginjak petak itu selama permainan. \u2022 Pemain yang memiliki sawah yang paling banyak adalah pemenangnya. TAHUKAH KAMU? Permainan Engklek memerlukan Keterampilan lokomotor, yaitu kemampuan untuk melakukan gerakan anggota tubuh sehingga seluruh tubuh berpindah tempat. Keterampilan lokomotor sangat penting untuk mengukur kemampuan motorikmu. Beberapa keterampilan lokomotor dasar yang perlu kamu kuasai adalah: \u2022 berjalan \u2022 berlari \u2022 melompat Indonesia kaya akan keragaman permainan tradisional yang menarik\u00a0dan menantang, salah satunya adalah Engklek. Dengan melakukan\u00a0permainan Engklek, diharapkan siswa akan semakin terlatih dalam\u00a0melakukan keterampilan dasar lokomotor Lompat. Siswa diharapkan dapat melompat dengan menggunakan satu kaki\u00a0sebagai tumpuan.\u00a0 Guru diharapkan dapat mempersiapkan pola bangun datar untuk\u00a0permainan Engklek di area\/lapangan tempat olahrga. Pola bangun\u00a0datar ini bisa dibuat menggunakan kapur jika area permainan berupa\u00a0lapangan keras\/semen. Jika area permaianan berupa tanah lapang,\u00a0maka pola tersebut bisa dibuat menggunakan tali yang dipancangkan\u00a0pada sepotong kayu. Pola bangun datar bisa dibuat bervariasi.\u00a0 Jumlah pemain Engklek dalam satu pola bangun datar paling sedikit 2\u00a0hingga 5 pemain. Hindari jumlah pemain yang terlalu banyak karena\u00a0siswa akan menjadi terlalu lama menunggu giliran untuk melompat. Siswa berdoa sebelum melakukan kegiatan olahraga. \u2022 Siswa melakukan pemanasan dengan mempraktikkan gerakan \u00a0nonlokomotor.\u00a0Salah satu siswa diminta untuk memimpin pemanasan di depan teman-teman yang lain. \u2022 Siswa dibagi dalam kelompok sesuai kebutuhan. \u2022 Guru memberikan penguatan tentang aturan permainan Engklek yang\u00a0akan dilakukan. Siswa dapat diberikan tantangan untuk berdiskusi menentukan sendiri\u00a0pola bangun datar yang akan digunakan untuk permainan. Berikan\u00a0motivasi pada siswa untuk berkreasi membuat pola yang unik seperti\u00a0pesawat terbang, pola layangan, atau mungkin pola kupu-kupu. Siswa juga dapat diminta untuk secara mandiri berdiskusi dan\u00a0membuat kesepakatan bersama tentang aturan mainnya. Guru\u00a0mengawasi jalannya diskusi dan dapat memberikan masukan agar\u00a0kesepakatan yang dibuat cukup mudah untuk dilaksanakan. Guru dapat menggunakan beberapa cara saat menentukan kelompok,\u00a0seperti undian, atau berdasarkan nomor urut. Pastikan setiap kelompok\u00a0memiliki anggota dengan kemampuan fisik yang berimbang. Sungguh kaya budaya Indonesia. Sebagai anak Indonesia, kita harus bersyukur dengan kekayaan ini. Kita dapat mencicipi makanan beragam, bermain permainan tradisional\u00a0yang berbeda dan tentunya mengenal kebiasaan- kebiasaan berbeda. Banyak hal yang kita bisa pelajari dari keanekaragaman itu. Beberapa permainan tradisional membutuhkan teriakan pemainnya. Semakin banyak yang berteriak, semakin banyak pula suara yang kita dengar. Pernahkah kamu mencoba berteriak di lapangan? Apa yang terjadi? Bandingkan juga ketika kamu berteriak di kamar mandi. Apa perbedaannya? Kita bisa menemui gendang di banyak wilayah di Indonesia. Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana bunyi pada gendang? Gendang dapat berbunyi jika kulit gendang dipukul. Saat dipukul, kulit gendang bergetar. Getaran ini menghasilkan bunyi. Bunyi tersebut masuk ke sebuah rongga yang terdapat dibawah kulit. Bentuk rongga memengaruhi bunyi yang dihasilkan. Makin kecil dan panjang rongga pada gendang, makin nyaring bunyi yang dihasilkan. Pemantulan dan Penyerapan Bunyi. Bunyi dapat dipantulkan dan diserap. 1. Pemantulan Bunyi Sebuah kelereng yang kita lempar ke dinding yang keras akan mengalami pemantulan, demikian juga dengan bunyi. Bunyi juga dapat memantul, jika dalam perambatannya dihalangi oleh benda yang permukaannya keras, seperti kayu, kaca, dinding, atau besi. 2. Penyerapan Bunyi Bunyi juga dapat diserap. Benda-benda yang dapat menyerap bunyi adalah benda yang permukaannya lunak. Benda yang demikian disebut peredam bunyi, misalnya karpet, goni, kertas, kain, busa, dan wol. Benda-benda tersebut dapat digunakan untuk mencegah terjadinya gaung atau kerdam. Dinding dan langit-langit gedung pertemuan, studio rekaman, dan gedung bioskop dilapisi dengan bahan-bahan tersebut supaya tidak terjadi gaung atau kerdam. Macam-Macam Bunyi Pantul :\u00a0 1. Gaung atau Kerdam :\u00a0Gaung atau kerdam terjadi karena bunyi dipantulkan oleh dinding yang jaraknya tidak jauh dari sumber bunyi. Hal itu menyebabkan datangnya bunyi pantul bersamaan dengan bunyi asli yang belum selesai terucapkan.\u00a0Akibatnya, bunyi pantul mengganggu bunyi asli sehingga suara yang terdengar tidak jelas. 2. Gema. Gema terjadi karena bunyi dipantulkan oleh dinding yang jaraknya jauh dari sumber bunyi. Hal itu menyebabkan datangnya bunyi pantul setelah bunyi asli selesai terucapkan. Jadi, bunyi pantul yang terdengar lengkap sesudah bunyi asli. Gema sering terjadi di gua-gua, lembah- lembah, dan bukit-bukit yang jaraknya jauh serta permukaannya keras dan rapat. Selain itu, gema juga dapat dipergunakan untuk mengukur kedalaman jurang atau gua. Bersama teman kelompokmu, lakukan beberapa percobaan berikut. 1. Ambil beberapa botol atau alat lainnya yang menghasilkan bunyi seperti ember, gelas atau kaleng. 2. Bunyikan peralatan tersebut di dalam ruangan. 3. Bunyikan peralatan tersebut di luar ruangan 4. Catat hasilnya dan bandingkan. PEMBELAJARAN 4. Siti dan teman- temannya selalu mengajarkan kita untuk tetap bekerjasama dalam keberagaman. Ayo kita cari tahu cerita mereka. Meskipun Siti dan teman-temannya berasal dari daerah yang berbeda, mereka tetap bekerja sama membantu sesama. Akhir- akhir ini, Bu Mimin, penjual makanan di kantin SDN 01 Nusantara, sering kali tampak sedih. Siti memberanikan diri bertanya kepada Bu Mimin tentang apa yang sedang terjadi padanya. Bu Mimin bercerita bahwa anaknya sedang sakit di rumah. Permasalahannya, Bu Mimin tidak dapat meninggalkan kantin sekolah. Ia membutuhkan biaya untuk membayar pengobatan anaknya dengan berjualan makanan. Siti pun menemui teman-temannya dan mengajak mereka berdiskusi untuk membantu memecahkan masalah Bu Mimin. Mereka memutuskan akan bekerja sama membantu Bu Mimin dengan menjaga kantin sekolah pada jam itu. Jika kamu menjadi Siti, apa yang akan kamu lakukan bersama teman- temanmu? Diskusikan dalam kelompokmu! Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dapat membantumu. \u2022 Jenis bantuan apa yang dapat kamu dan teman-temanmu berikan? \u2022 Apa yang akan kamu lakukan saat berhadapan dengan para pembeli? \u2022 Apa yang akan kamu lakukan terhadap makanan di kantin Bu Mimin agar disukai pembeli? \u2022 Apa yang akan kamu lakukan terhadap uang hasil penjualannya? \u2022 Sikap apa saja yang dapat kamu praktikkan ketika membantu Bu Mimin menjaga kantinnya? Sekarang ceritakan kerjasamamu tadi. \u2022 Apakah kamu sudah bisa bekerjasama dengan baik dengan Temanmu. \u2022 Perbedaan pada kamu dan temanmu yang kamu lihat saat bekerjasama tadi? \u2022 Hal-hal baik yang kamu dapat dari kerjasama. \u2022 Hal yang sudah baik dari kamu \u2022 Hal yang masih perlu diperbaiki dari dirimu \u2022 Rencana perbaikan diri Kamu sudah belajar sudut pada segibanyak beraturan. Sekarang, bagaimana sudut pada segitiga dan segi empat. Pada saat pembuktian di pertemuan sebelumnya, kamu mengukur segitiga sama sisi. Berapakah besar sudutnya? Berapakah jumlah besar semua sudutnya? Apakah itu berlaku juga untuk segitiga yang lainnya? Ayo kita buktikan. Ukurlah semua sudut dalam pada segitiga berikut. Ya, semua segitiga mempunyai jumlah sudut 1800. Besar sudut pada segitiga juga mempengaruhi namanya. PEMBELAJARAN 5. Kamu telah belajar\u00a0dan berlatih melakukan tari Bungong Jeumpa dari Aceh Sekarang kamu akan menampilkan tari tersebut secara berkelompok. Sebelum kamu melakukan penampilan tari Bungong Jeumpa, diskusikan secara berkelompok keterampilan yang harus dilakukan ketika menari. Apresiasi seni adalah merupakan suatu penilaian terhadap suatu karya seni, mulai dari mengenali, menilai, dan menghargai makna atau nilai- nilai yang terkandung dalam karya seni tersebut. Kamu telah mengenal tentang keragaman sosial dan budaya pada pelajaran sebelumnya. Sekarang kamu akan menulis tentang keragaman sosial dan budaya yang ada di provinsimu. Sebelum menulis, kamu dapat melakukan wawancara kepada masyarakat sekitar (teman, guru, dan orang tua). Selain itu, kamu juga dapat melengkapi hasil wawancara kamu dari berbagai sumber bacaan, seperti buku perpustakaan, surat kabar, atau berbagai sumber dari internet. Pembelajaran 6. Sebelumnya kamu\u00a0telah mengenal dan berlatih bagaimana melakukan permainan engklek. Ayo, kita mengenal dan berlatih permainan tersebut. Permainan tradisional merupakan salah satu bentuk keragaman budaya yang ada di Indonesia. Sebelumnya, kamu telah mengenal dan mempelajari permainan tradisional tersebut. Apakah kamu masih ingat cara memainkannya? Ceritakan apa yang kamu ketahui kepada teman satu kelompok. Permainan tradisional Engklek dapat dimainkan dengan beberapa cara yang berbeda? Permainan tradisional Engklek dikenal juga dengan istilah Angklek atau Ingkling. Permainan Engklek merupakan permainan berjalan atau melompat dengan menggunakan satu kaki pada bidang datar dengan peraturan yang disederhanakan dan disepakati oleh para pemainnya. Permainan tradisional ini memiliki banyak variasi tergantung kesepakatan yang memainkannya. Berdasarkan penelitian, ditemukan 43 jenis permainan Engklek, namanya pun berbeda-beda di tiap daerah. Istilah Engklek biasa digunakan di daerah Jawa. Pola petak Engklek ada 11 macam. Yang biasa digunakan di Jawa jenis Engklek Ebrek dan Engklek Gunungan. Bagaimana di tempat tinggalmu? Apakah kamu juga menemukan permainan sejenis Engklek? Disebut apakah permainan Englek di lingkungan tempat tinggalmu? Sebelumnya kamu juga telah belajar keterampilan dasar yang diperlukan dalam permainan engklek. Apa saja keterampilan dasar tersebut? Diskusikan secara berpasangan dan tuliskan hasilnya. Salah satu alat yang digunakan dalam permainan Engklek adalah Gacuk. Gacuk tersebut dilemparkan ke kotak- kotak tertentu pada kotak-kotak yang terdapat pada pola sesuai aturan bermain. Pada permainan kali ini kamu akan mempraktikkan memindahkan Gacuk dengan menendang. Perhatikan penjelasan dan peragaan dari guru. Selain itu, kamu akan bermain Engklek dengan pola petak yang berbeda-beda. Guru menyampaikan bahwa Tuhan Yang Maha Esa menganugerahi kita keragaman, mulai dari keragaman suku, agama, sosial dan budaya, hingga makanan tradisional. Keragaman tersebut perlu kita hargai dan syukuri. Selalu menunjukkan sikap yang santun dan peduli kepada orang yang memiliki latar belakang yang berbeda dengan kita adalah merupakan hal terpuji. Sajian Berbeda dari Timur Indonesia. Oleh Santi Hendriyeti. Hari Minggu siang ini Udin, Dayu, dan Siti diundang Edo untuk berkumpul di rumahnya. Secara rutin Edo dan keluarga besar dari pihak ibunya berkumpul. Tempat berkumpul diatur bergantian. Hari ini giliran rumah Edo yang menjadi tempat kumpul saudara. Edo memang sengaja mengundang teman-teman dekatnya itu. Ia ingin memperkenalkan aneka masakan khas Maluku, daerah asalnya keluarganya. Ketika kumpul keluarga, selalu makanan Maluku yang dihidangkan. Memang sengaja, supaya tradisi makanan keluarga besar tetap terjaga. Di meja makan tersedia beragam makanan. Edo menunjukkan deret makanan ke teman-temannya singkong rebus, ubi rebus, pisang rebus, nasi jaha, ikan cakalang, gohu dan sambal colo-colo. Ternyata,\u00a0masyarakat Maluku jarang makan lauk dengan nasi. Sumber karbohidrat\u00a0bagi mereka biasanya sagu, singkong, ubi, pisang rebus, atau nasi jaha. Nasi Jaha adalah ketan atau beras yang dimasak dengan santan, dibungkus daun kelapa, dan dimasak dalam bambu. Lauknya adalah ikan cakalang bakar dan sambal Colo-Colo. Sambal Colo-Colo terbuat dari potongan cabai, tomat, bawang merah, serta ditaburi garam dan perasan jeruk nipis. Ada pula Gohu, yaitu campuran sayur dengan parutan kelapa dan dibubuhi perasan Lemon Cui. Mirip dengan sayur urap di Jawa. Wah, hari itu Udin dan teman-teman terkesan dengan sajian berbeda dari Maluku, pulau rempah di bagian Timur Indonesia. Lagi-lagi mereka merasakan bukti bahwa Indonesia memang kaya. Indahnya Negeriku. Oleh Santi Hendriyeti. Siapa yang tidak mengenal pulau Bali? Pulau yang diberi julukan Pulau Dewata, karena mencerminkan indahnya tempat tinggal para dewa dan dewi. Pulau Bali terkenal hingga ke mancanegara karena pantai- pantainya yang indah nan menawan. Namun, apakah hanya pantai di Pulau Bali yang mampu memikat hati. Apakah kamu pernah melihat ribuan pantai di kepulauan Indonesia lain? Ternyata, Pulau Bali bukan satu-satunya pulau yang memiliki pantai- pantai memikat hati. Ketika liburan sekolah yang lalu, aku pergi berlibur dengan keluargaku ke Pulau Belitung. Pulau ini terletak di sebelah Timur Pulau Sumatera, tidak jauh dari pulau tetangganya, Pulau Bangka. Dahulu, pulau ini terkenal dengan kekayaan mineral Timah dan Kaolin. Sekarang eksploitasi atas kekayaan mineral tersebut menyisakan danau bekas galian, Danau Kaolin. Walaupun seungguhnya danau ini merupakan bukti sisa eksploitasi yang tak terurus, warna biru Toska yang jernih menjadikan danau tersebut sebagai salah satu obyek wisata di Pulau Belitung. Ketika di sana, aku dan keluargaku sempat berwisata ke berbagai pantai. Tentu saja pertama-tama kami mengunjungi Pantai Tanjung Tinggi. Pasir putih serta batu granit hitam yang memikat berjajar mengelilingi pantai. Pantas saja, film terkenal, Laskar Pelangi, memilih tempat ini sebagai salah satu lokasi pengambilan gambarnya. Aku dan keluargaku juga berwisata dengan perahu untuk menyusuri pulau- pulau dengan ragam indah yang berbeda. Ada Pulau Pasir, sebuah pulau kecil yang dipenuhi dengan puluhan bintang laut. Ada juga Pulau Lengkuas yang memiliki sebuah mercu suar setinggi 50 meter di tengah pulau. Mercu suar ini dibangun pada tahun 1882. Dari jendela di sekeliling mercu suar, wisatawan mengabadikan keindahan laut dan pantai sekeliling pulau. Pokoknya, hampir semua pulau kecil yang kami singgahi memberikan pemandangan biru laut yang tak terlupakan. Kami pun sempat melihat keindahan ragam penghuni lautan ketika melakukan snorkeling di tengah laut. Tak tergambarkan indahnya makhluk penghuni laut yang beraneka bentuk dan warna. Sesungguhnya, aku belum menjelajah ke seluruh pelosok Belitung. Namun, dari perjalanan liburanku ke sana aku sudah melihat indahnya panorama alam Belitung. Aku semakin terpesona. Betapa indah negeriku. Si Hijau dari Sumatera Selatan. Oleh Santi Hendriyeti. Hari ini di alun-alun kabupaten diadakan Pesta Budaya. Aku dan teman- teman senang sekali. Kami tidak pernah melewatkan kesempatan untuk hadir di Pesta Budaya. Pesta Budaya selalu diadakan setiap tahun menjelang perayaan kemerdekaan Indonesia. Berbeda dengan daerah lain yang merayakannya dengan berbagai lomba, sejak beberapa tahun lalu di daerahku selalu dimulai dengan Pesta Budaya. Tujuan diadakan acara ini adalah memperkenalkan budaya dari berbagai penjuru di Indonesia. Tiap anjungan budaya dikelola oleh orang-orang yang memang berasal dari daerah yang ditampilkannya. Di tiap anjungan akan ada informasi wilayah, pameran budaya, pameran karya seni, penampilan seni, dan tentu saja dijual juga makanan khas dari daerahnya. Nah,...makanan enak! Itulah yang membuat aku dan teman-teman selalu hadir di Pesta Budaya. Sejak pagi tadi, aku dan teman-teman sudah hadir di alun-alun. Setelah menyaksikan upacara pembukaan yang menampilkan parade dari berbagai daerah, kami mulai berkeliling dari satu anjungan ke anjungan lain. Tepat sekali waktunya. Perutku mulai bereaksi, sepertinya ingin\u00a0diisi makanan. Ketika tiba di anjungan Sumatera Selatan, aku tertarik melihat deretan kue berwarna hijau bertabur kelapa. Menarik sekali warnanya! Selama ini, aku baru mengenal mpek-mpek dan tekwan sebagai makanan khas dari Sumatera Selatan. Aku baru pertama kali melihat kue hijau tersebut. Ibu penjual menjelaskan bahwa kue tersebut adalah kue lumpang. Bentuknya memang bulat berlubang seperti lumpang, wadah untuk menumbuk padi. Kue lumpang terbuat dari campuran tepung beras, santan, gula pasir, serta garam. Warna hijaunya berasal dari pewarna alami yaitu campuran air daun suji dan daun pandan. Pantas saja warnanya hijau cerah alami dan aromanya wangi memikat. Tak cukup bagiku makan satu kue lumpang. Aku makan tiga buah! Hmm ... rasanya manis bercampur gurih dari taburan kelapa. Berkali- kali aku datang ke Pesta Budaya, selalu saja aku menemukan makanan khas dari berbagai pulau yang memikat mata dan memuaskan lidah. Warisan kuliner dari berbagai penjuru Indonesia merupakan salah satu bukti keragaman budaya. Aku dan teman-teman saja selalu terpikat oleh kekayaan kuliner Indonesia, apalagi wisatawan dari mancanegara. Indonesia memang kaya! Pantang Menyerah Bermain Egrang. Oleh Santi Hendriyeti. Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari ini diadakan kumpul keluarga di sekolah setelah upacara menyambut kemerdekaan Indonesia. Semua siswa dan keluarga kelas 4, 5, dan 6 ikut dalam upacara penurunan bendera. Nah, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tema kumpul keluarga tahun ini adalah \u201cMengenal Permainan Rakyat Indonesia\u201d. Berbagai permainan diperkenalkan di berbagai penjuru halaman sekolah. Ada permainan yang menggunakan alat, ada pula permainan yang hanya membutuhkan kerja sama beberapa pemain. Ada pojok permainan rangku alu, egrang, congklak, cublak-cublak suweng, bakiak kayu, bakiak batok kelapa, becak-becakan, petak jongkok, benteng, galasin, dan masih banyak lagi permainan lain. Wah, tidak hanya siswa yang ingin mencoba, orang tua pun terlihat bersemangat. Aku ingin mencoba bermain Egrang. Permainan ini menggunakan dua bilah bambu yang diberi pijakan. Pemain harus menjaga keseimbangan agar bisa menjalankan bambu yang dipijaknya. Menurut penjelasan di pojok permainan egrang, permainan ini dijumpai di banyak daerah di Indonesia, walaupun dengan nama yang berbeda-beda. Tengkak- tengkak di Sumatera Selatan, Jangkungan di Jawa Tengah, Batungkau di Kalimantan Selatan, Ingkau di Bengkulu, atau Egrang di Lampung. Aku sudah lama ingin mencoba bermain egrang. Dulu, aku belum berani karena rasanya terlalu tinggi. Tetapi, aku sekarang sudah kelas 4, mudah-mudahan aku bisa. Ayah membantu memegang bilah bambu ketika aku naik di pijakan. Ibu pun bersiap di belakangku. Ia terlihat lebih cemas dari ayah. Begitulah ibu, selalu khawatir aku jatuh dan terluka. Setelah aku merasa cukup tenang berdiri di atas bambu, aku mencoba melangkahkan kaki kananku. Wah ,... bambu bergoyang- goyang tidak seimbang. Aku terhuyung,... hampir jatuh. Hup..ayah sigap menangkapku. Aku tidak menyerah. Aku naik lagi di atas pijakan. Aku langkahkan kaki kanan, kemudian kiri, kemudian kanan. Ayah mulai berani melepaskan pegangannya. Wah..ketika mulai yakin dan percaya diri aku pun terhuyung lagi. Kali ini aku benar-benar jatuh, tertimpa pula dengan bambu! Terdengar teriak kecil ibu. Aku pun segera bangkit untuk menenangkan hati ibu. Walaupun lututku sakit, aku tidak ingin menangis. Aku ingin mencoba lagi. Ibu khawatir, tetapi ibu selalu memberiku semangat. Ibu selalu begitu. Menjadi pendamping di setiap perjalanan belajarku dengan doanya. Ayah pun demikian. Ia membantuku bangkit dan naik lagi di pijakan Egrang. Satu..dua..tiga.. empat..lima langkah! Aku semakin mahir bermain Egrang. Ternyata tidak mudah bermain Egrang. Butuh usaha, percaya diri, semangat dan pantang menyerah. Bagiku, belajar bermain Egrang terasa lebih mudah ketika ada ayah yang mendampingi dengan pegangan tangan dan ada ibu yang memberi semangat dengan usap sayang dan doanya.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">SD4 1-2 &#8211; Bersyukur atas Keberagaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pembelajaran 1.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Indonesia memiliki keberagaman adat istiadat, makanan, permainan tradisional, lagu, tarian, serta lainnya. Kita perlu mensyukurinya karena dapat menikmatinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Makanan tradisional Indonesia membutuhkan waktu dalam mengolahnya. Pembuatnya pun harus ahli membuatnya. Kamu akan belajar tentang seorang ibu pembuat dodol Betawi, makanan tradisional Betawi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Siswa menyimak cerita tentang tentang seorang ibu pembuat dodol,\u00a0makanan tradisional Betawi, yang dilisankan oleh guru.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Siswa diminta untuk menyimak dengan teliti, kemudian menemukan\u00a0gagasan pokok dan gagasan pendukung dari setiap paragraf tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"> Dodol Betawi Mak Salmah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebentar lagi kota Jakarta akan berulang tahun. Seperti tahun-tahun\u00a0sebelumnya, Mak Salmah menerima banyak pesanan. Mak Salmah\u00a0adalah pembuat dodol tradisional betawi di kampungnya. Biasanya,\u00a0ketika menyambut ulang tahun kota Jakarta banyak pertokoan yang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> mengadakan Festival Betawi. Makanan betawi menjadi jajanan di\u00a0festival. Kerak telor, bir pletok, dan dodol betawi menjadi primadona\u00a0makanan dalam menyambut dirgahayu Jakarta.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sudah sejak seminggu yang lalu Mak Salmah bekerja keras. Ia\u00a0dan beberapa ibu-ibu tetangganya membuat adonan dodol. Ketan,\u00a0gula merah, gula pasir, dan santan dicampur menjadi satu. Membuat\u00a0dodol betawi membutuhkan kerja sama. Tidak hanya perempuan.\u00a0Laki-laki pun terlibat dalam pembuatannya. Biasanya, Mak Salmah\u00a0dan ibu-ibu menyiapkan bahan, memarut kelapa, dan menumbuk\u00a0beras ketan. Adonan dituang kawa, lalu diaduk hingga kental. Proses\u00a0mengaduk ini dilakukan terus menerus selama 8-12 jam. Pembuatannya\u00a0memang berat dan lama. Oleh karena itu, pembuatan dodol betawi\u00a0membutuhkan kerja sama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk memenuhi pesanannya, Mak Salmah selalu melibatkan\u00a0tetangga- tetangganya. Mak Salmah ingin rejeki yang diperolehnya dari\u00a0dodol betawi tidak dirasakannya sendiri. Mak Salmah juga ingin dodol\u00a0betawi selalu dikenal. Ia ingin warga di sekitarnya juga ikut melestarikan\u00a0makanan tradisional milik kampung sendiri. Dodol Betawi Mak Salmah\u00a0ikut melestarikan budaya, memupuk kerja sama, serta menjalin\u00a0keakraban antarwarga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Indonesia yang kaya akan keragaman budaya, suku, agama dan\u00a0kepercayaan, juga memiliki ribuan jenis makanan tradisional .<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Makanan tradisional yang berasal dari berbagai suku bangsa di\u00a0Indonesia juga merupakan bagian dari Identitas bangsa kita.\u00a0Tentunya kita bangga dengan kekayaan budaya Indonesa. Salah satu\u00a0wujud kebanggaan tersebut adalah dengan mempelajari dan mencoba\u00a0beragam makanan tradisonal tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Aku suka sekali makan nasi uduk dengan irisan bawang goreng dan telur dadar. Itu makanan tradisional Betawi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Apa makanan favorit daerahmu? <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Apakah kamu juga menyukai makanan khas daerah lain?\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Bagaimana pendapatmu dengan beragamnya makanan khas negeri kita?<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sega\u00a0jamblang\u00a0(nasi\u00a0jamblang\u00a0dalam bahasa\u00a0Indonesia)\u00a0adalah makanan\u00a0khas dari\u00a0Cirebon, Jawa\u00a0Barat. Nama\u00a0jamblang\u00a0berasal dari\u00a0nama daerah\u00a0di sebelah\u00a0barat Kota\u00a0Cirebon.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Nasi pecel\u00a0adalah\u00a0sarapan\u00a0kesukaan\u00a0masyarakat\u00a0Madiun, Jawa\u00a0Timur.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Lontong\u00a0sayur sangat\u00a0mudah kamu\u00a0temui di\u00a0Jakarta dan\u00a0Jawa Barat\u00a0sebagai menu\u00a0sarapan\u00a0favorit.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Nasi krawu\u00a0adalah\u00a0makanan\u00a0khas Kota\u00a0Gresik yang\u00a0terbuat dari\u00a0campuran\u00a0nasi dan\u00a0daging sapi\u00a0dengan kadar\u00a0minyak yang\u00a0cukup tinggi.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Nasi gudeg,\u00a0atau dalam\u00a0bahasa Jawa\u00a0disebut sego\u00a0gudeg, adalah\u00a0makanan\u00a0favorit di\u00a0Yogyakarta.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-571\" src=\"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-masakan.png\" alt=\"sd4 masakan\" width=\"714\" height=\"557\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-masakan.png 714w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-masakan-300x234.png 300w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-masakan-641x500.png 641w\" sizes=\"(max-width: 714px) 100vw, 714px\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pernahkah kamu mencoba salah satu makanan tradisional?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ceritakan pengalamanmu dalam bentuk tulisan. Tulisanmu dapat memuat tempat kamu makan, asal makanan tradisional, bagaimana makanan dibuat, siapa yang sering makan makanan tersebut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Wah, banyak sekali ya makanan di Indonesia ini. Apa lagi yang ingin kamu ketahui tentang keberagaman makanan tradisional Indonesia?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di beberapa daerah, makanan tradisional ditawarkan penjual dengan berkeliling kampung. Terkadang mereka berteriak atau membunyikan alat menawarkan makanan tersebut. Suaranya nyaring terdengar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ingatkah kamu bahwa bunyi memerlukan penghantar untuk bisa terdengar?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Media penghantar untuk perambatan bunyi adalah udara, zat cair, dan benda padat. Tahukah kamu sifat-sifat bunyi lainnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Percobaan Pemantulan dan Penyerapan Bunyi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tujuan:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Memahami macam-macam bunyi pantul melalui percobaan terhadap bunyi benda-benda sederhana dalam ruangan,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Alat dan bahan:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> piring kaca, piring plastik, piring kaleng, gabus, dua tabung kertas, beberapa buku, dan arloji yang berdetak.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Langkah Kerja:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1. Susunlah dua baris buku dengan ketinggian yang sama.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2. Letakkan tabung-tabung di atas buku dengan hati-hati.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3. Pegang arloji di telingamu. Dengar baik-baik untuk meyakinkan bahwa kamu mendengar bunyi detak arloji.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4. Letakkan arloji ke dalam salah satu tabung. Dengarkan dari ujung tabung yang lain. Apakah kamu dapat mendengar bunyi detakan jarum arloji?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 5. Minta temanmu untuk memegang piring atau benda lain di ujung tabung yang lain, seperti pada gambar. Apakah sekarang kamu dapat mendengar bunyi detakan jarum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. Apa yang terjadi dengan gelombang bunyi pada tabung kedua jika kamu meletakkan piring kaca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2. Ketika piring kaca diganti dengan gabus yang empuk, apa yang terjadi?\u00a0Jelaskan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3. Apa yang terjadi pada gelombang bunyi pada tabung pertama?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bunyi sebagai sebuah gelombang memiliki sifat dapat dipantulkan dan\u00a0diserap.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bunyi akan dipantulkan dengan baik jika mengenai benda-benda yang\u00a0keras, seperti permukaan dinding batu, semen, besi, kaca dan seng.\u00a0Bunyi akan diserap jika mengenai benda-benda yang lunak, seperti\u00a0gabus, kapas, dan spons.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">PEMBELAJARAN 2.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indonesia memiliki\u00a0rumah Adat yang beragam.\u00a0Kita harus mensyukurinya. Ayo, kita caritahu lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keberagaman Indonesia tercermin pada rumah adat. Kita harus mensyukuri keberagaman dan keindahan rumah adat tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut adalah rumah adat dari berbagai provinsi di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-575\" src=\"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-rumah-adat.png\" alt=\"sd4 rumah adat\" width=\"684\" height=\"743\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-rumah-adat.png 684w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-rumah-adat-276x300.png 276w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-rumah-adat-460x500.png 460w\" sizes=\"(max-width: 684px) 100vw, 684px\" \/><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah Gadang (Rumah Adat Sumatera Barat\/Sumbar),<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah Balai Batak Toba (Rumah Adat Sumatera Utara\/ Sumut),<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Baileo (Rumah Adat Provinsi Maluku),<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumoh Aceh (Rumah Adat Nanggroe Aceh Darussalam),<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah Adat Tongkonan (Rumah Adat Provinsi Sulawesi Selatan\/ Sulsel\/Suku Toraja),<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah Adat Bangka Belitung.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu keunikah dari rumah adat Indonesia adalah bentuk sudut atapnya. Sudut-sudut pada segibanyak juga menjadi satu keunikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Guru menyampaikan bahwa Indonesia\u00a0sangatlah kaya akan keberagaman<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> budaya. Rumah adat adalah salah satu\u00a0keberagaman budaya Indonesia. Sudut<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari\u00a0untuk bangunan. Sudut-sudut pada\u00a0rumah adat terlihat berbeda-beda. Hal itu\u00a0adalah salah satu keunikannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Guru meminta siswa untuk\u00a0mengidentifikasi sudut-sudut yang ada\u00a0di rumah adat. Guru menunjuk siswa\u00a0secara bergantian.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Coba amati segibanyak berikut. Bisakah kamu mengelompokkan segi banyak beraturan dan tidak beraturan berdasarkan sudutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ya, segibanyak beraturan memiliki sudut dan sisi yang sama. Ayo kita cari tahu lebih lanjut tentang keunikan sudut pada segibanyak beraturan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Amatilah segibanyak beraturan berikut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ukurlah besar setiap sudut pada segi banyak. Hitung pula jumlah besar seluruh sudutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apa yang dapat kamu simpulkan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Segi banyak adalah bangun tertutup yang seluruh sisinya dibatasi oleh garis. Jumlah sudut yang ada sama banyak dengan jumlah sisi yang dimilikinya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Mozaik Kreasi Bersama.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lani duduk termenung di meja ruang tengah rumahnya. Di hadapannya terbentang sebuah karton besar. Masih kosong. Pak Burhan memberi tugas kepada anak-anak untuk membuat mozaik kreasi sendiri. Tugas tersebut harus dilakukan secara berpasangan. Lani berpasangan dengan Edo. Sejak kemarin Lani sudah mencari ide untuk tugas tersebut, tetapi ia belum menemukan yang sesuai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cAh, tunggu Edo saja,\u201d pikir Lani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tugas bersama akan lebih baik hasilnya jika dikerjakan bersama.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Beberapa saat kemudian Edo datang. Benar saja dugaan Lani, Edo sudah mempunyai ide untuk mozaik mereka. Usul Edo adalah membuat mozaik rumah adat. Edo berasal dari Maluku, ia sudah punya contoh gambar rumah adat Maluku. Baileo namanya. Menarik. Lani pun memberi usul untuk membuat juga mozaik rumah adat dari daerah lain. Rumah Gadang dari Padang, Rumah Kebaya dari Betawi, Rumoh Aceh, Rumah Joglo dari Jawa, atau Rumah Limas dari Sumatera Selatan. Rumah adat daerah-daerah di Indonesia memang beragam dan unik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mozaik rumah adat akan menjadi kreasi yang menarik. Selain itu, ketika nanti teman-teman mencoba merangkai mozaik, mereka akan belajar juga tentang keragaman rumah adat Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pak Burhan memang sengaja memberikan tugas membuat mozaik secara berpasangan. Bukan hanya untuk mengasah kreativitas, tetapi juga memunculkan diskusi, mengasah kerja sama, serta memecahkan masalah bersama-sama. Sama seperti mozaik. Ketika keping-kepingnya digabungkan menjelma menjadi gambar yang indah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. Apa ide yang dimiliki Lani?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2. Apa ide yang dimiliki oleh Edo?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3. Bagaimana mereka menyikapi ide-ide berbeda?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4. Apakah ide mereka yang berbeda memberikan manfaat? Jelaskan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 5. Kerjasama apa yang terlihat pada cerita di atas?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 6. Apa manfaat kerjasama dalam keberagaman?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 7. Hal baik apa yang bisa didapatkan ketika mereka bekerjasama dalam keberagaman?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 8. Nilai-nilai apa yang dapat kita contoh dari cerita Lani di atas?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Coba ceritakan pengalamanmu,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1. Jenis kerjasama,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2. Perbedaan yang ada,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3. Manfaat dari kerjasama dalam perbedaan,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4. Nilai-nilai baik yang bisa kamu ambil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berlatihlah kembali Tari Bungong Jeumpa dengan formasi berdiri dan duduk. Jangan lupa gunakan iringan musik. Kamu akan tampil di depan kelas pada pertemuan ke 6. Pastikan bahwa kamu dan teman-teman kelompokmu hafal gerakannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meskipun kita berbeda, kita harus bisa bekerjasama.\u00a0Kerjasama dalam perbedaan itu akan semakin memperkaya kita.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">PEMBELAJARAN 3.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelumnya kamu telah belajar\u00a0tentang permainan bakiak.\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Menarik, bukan? Kamu tentunya senang dapat mencobanya.\u00a0Permainan tradisional lain yang cukup menarik adalah engklek. Tahukah kamu permainan ini?\u00a0Ayo, kita coba bersama!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pernahkan kamu bermain engklek? Permainan ini adalah permainan tradisional yang sangat banyak dimainkan oleh anak-anak di Indonesia. Engklek merupakan permainan lompat pada bidang datar yang digambar di atas tanah. Permainan engklek biasa dimainkan oleh dua sampai lima orang. Mau tahu cara bermainnya? Ayo, kita coba!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Permainan Engklek.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Jumlah Pemain: Dua sampai lima orang.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Peralatan:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Gacuk \/pecahan genting,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Kapur\/tepung untuk garis batas.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Cara Bermain:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Lompatlah dengan menggunakan satu kaki di setiap petak-petak yang telah digambar.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Siapkanlah gacuk sebelum bermain.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Lemparlah gacuk ke salah satu petak.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Petak yang ada gacuk-nya tidak boleh diinjak\/ditempati oleh setiap pemain.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Lompatlah ke petak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petak- petak yang ada.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Pilihlah sebuah petak yang dijadikan sawah setelah menyelesaikan satu putaran. Petak itu boleh diinjak dengan dua kaki. Pemain lain tidak boleh menginjak petak itu selama permainan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Pemain yang memiliki sawah yang paling banyak adalah pemenangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">TAHUKAH KAMU?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Permainan Engklek memerlukan Keterampilan lokomotor, yaitu kemampuan untuk melakukan gerakan anggota tubuh sehingga seluruh tubuh berpindah tempat. Keterampilan lokomotor sangat penting untuk mengukur kemampuan motorikmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa keterampilan lokomotor dasar yang perlu kamu kuasai adalah:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 berjalan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 berlari<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 melompat<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indonesia kaya akan keragaman permainan tradisional yang menarik\u00a0dan menantang, salah satunya adalah Engklek. Dengan melakukan\u00a0permainan Engklek, diharapkan siswa akan semakin terlatih dalam\u00a0melakukan keterampilan dasar lokomotor Lompat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Siswa diharapkan dapat melompat dengan menggunakan satu kaki\u00a0sebagai tumpuan.\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Guru diharapkan dapat mempersiapkan pola bangun datar untuk\u00a0permainan Engklek di area\/lapangan tempat olahrga. Pola bangun\u00a0datar ini bisa dibuat menggunakan kapur jika area permainan berupa\u00a0lapangan keras\/semen. Jika area permaianan berupa tanah lapang,\u00a0maka pola tersebut bisa dibuat menggunakan tali yang dipancangkan\u00a0pada sepotong kayu. Pola bangun datar bisa dibuat bervariasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jumlah pemain Engklek dalam satu pola bangun datar paling sedikit 2\u00a0hingga 5 pemain. Hindari jumlah pemain yang terlalu banyak karena\u00a0siswa akan menjadi terlalu lama menunggu giliran untuk melompat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Siswa berdoa sebelum melakukan kegiatan olahraga.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Siswa melakukan pemanasan dengan mempraktikkan gerakan \u00a0nonlokomotor.\u00a0Salah satu siswa diminta untuk memimpin pemanasan di<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> depan teman-teman yang lain.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Siswa dibagi dalam kelompok sesuai kebutuhan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Guru memberikan penguatan tentang aturan permainan Engklek yang\u00a0akan dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Siswa dapat diberikan tantangan untuk berdiskusi menentukan sendiri\u00a0pola bangun datar yang akan digunakan untuk permainan. Berikan\u00a0motivasi pada siswa untuk berkreasi membuat pola yang unik seperti\u00a0pesawat terbang, pola layangan, atau mungkin pola kupu-kupu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Siswa juga dapat diminta untuk secara mandiri berdiskusi dan\u00a0membuat kesepakatan bersama tentang aturan mainnya. Guru\u00a0mengawasi jalannya diskusi dan dapat memberikan masukan agar\u00a0kesepakatan yang dibuat cukup mudah untuk dilaksanakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Guru dapat menggunakan beberapa cara saat menentukan kelompok,\u00a0seperti undian, atau berdasarkan nomor urut. Pastikan setiap kelompok\u00a0memiliki anggota dengan kemampuan fisik yang berimbang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sungguh kaya budaya Indonesia. Sebagai anak Indonesia, kita harus bersyukur dengan kekayaan ini. Kita dapat mencicipi makanan beragam, bermain permainan tradisional\u00a0yang berbeda dan tentunya mengenal kebiasaan- kebiasaan berbeda. Banyak hal yang kita bisa pelajari dari keanekaragaman itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa permainan tradisional membutuhkan teriakan pemainnya. Semakin banyak yang berteriak, semakin banyak pula suara yang kita dengar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pernahkah kamu mencoba berteriak di lapangan? Apa yang terjadi?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Bandingkan juga ketika kamu berteriak di kamar mandi. Apa perbedaannya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kita bisa menemui gendang di banyak wilayah di Indonesia. Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana bunyi pada gendang? Gendang dapat berbunyi jika kulit gendang dipukul. Saat dipukul, kulit gendang bergetar. Getaran ini<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> menghasilkan bunyi. Bunyi tersebut masuk ke sebuah rongga yang terdapat dibawah kulit. Bentuk rongga memengaruhi bunyi yang dihasilkan. Makin kecil dan panjang rongga pada gendang, makin nyaring bunyi yang dihasilkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pemantulan dan Penyerapan Bunyi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bunyi dapat dipantulkan dan diserap.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1. Pemantulan Bunyi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Sebuah kelereng yang kita lempar ke dinding yang keras akan mengalami pemantulan, demikian juga dengan bunyi. Bunyi juga dapat memantul, jika dalam perambatannya dihalangi oleh benda yang permukaannya keras, seperti kayu, kaca, dinding, atau besi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2. Penyerapan Bunyi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Bunyi juga dapat diserap. Benda-benda yang dapat menyerap bunyi adalah benda yang permukaannya lunak. Benda yang demikian disebut peredam bunyi, misalnya karpet, goni, kertas, kain, busa, dan wol.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Benda-benda tersebut dapat digunakan untuk mencegah terjadinya gaung atau kerdam. Dinding dan langit-langit gedung pertemuan, studio rekaman, dan gedung bioskop dilapisi dengan bahan-bahan tersebut supaya tidak terjadi gaung atau kerdam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Macam-Macam Bunyi Pantul :\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1. Gaung atau Kerdam :\u00a0Gaung atau kerdam terjadi karena bunyi dipantulkan oleh dinding yang jaraknya tidak jauh dari sumber bunyi. Hal itu menyebabkan datangnya bunyi pantul bersamaan dengan bunyi asli yang belum selesai terucapkan.\u00a0Akibatnya, bunyi pantul mengganggu bunyi asli sehingga suara yang terdengar tidak jelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2. Gema.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Gema terjadi karena bunyi dipantulkan oleh dinding yang jaraknya jauh dari sumber bunyi. Hal itu menyebabkan datangnya bunyi pantul setelah bunyi asli selesai terucapkan. Jadi, bunyi pantul yang terdengar lengkap sesudah bunyi asli.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Gema sering terjadi di gua-gua, lembah- lembah, dan bukit-bukit yang jaraknya jauh serta permukaannya keras dan rapat. Selain itu, gema juga dapat dipergunakan untuk mengukur kedalaman jurang atau gua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bersama teman kelompokmu, lakukan beberapa percobaan berikut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1. Ambil beberapa botol atau alat lainnya yang menghasilkan bunyi seperti ember, gelas atau kaleng.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2. Bunyikan peralatan tersebut di dalam ruangan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3. Bunyikan peralatan tersebut di luar ruangan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4. Catat hasilnya dan bandingkan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">PEMBELAJARAN 4.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Siti dan teman- temannya selalu mengajarkan kita untuk tetap<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">bekerjasama dalam keberagaman. Ayo kita cari tahu cerita mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meskipun Siti dan teman-temannya berasal dari daerah yang berbeda, mereka tetap bekerja sama membantu sesama. Akhir- akhir ini, Bu Mimin, penjual makanan di kantin SDN 01 Nusantara, sering kali tampak sedih. Siti memberanikan diri bertanya kepada Bu Mimin tentang apa yang sedang terjadi padanya. Bu Mimin bercerita bahwa anaknya sedang sakit di rumah. Permasalahannya, Bu Mimin tidak dapat meninggalkan kantin sekolah. Ia membutuhkan biaya untuk membayar pengobatan anaknya dengan berjualan makanan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Siti pun menemui teman-temannya dan mengajak mereka berdiskusi untuk membantu memecahkan masalah Bu Mimin. Mereka memutuskan akan bekerja sama membantu Bu Mimin dengan menjaga kantin sekolah pada jam itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika kamu menjadi Siti, apa yang akan kamu lakukan bersama teman- temanmu?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Diskusikan dalam kelompokmu!<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dapat membantumu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Jenis bantuan apa yang dapat kamu dan teman-temanmu berikan?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Apa yang akan kamu lakukan saat berhadapan dengan para pembeli?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Apa yang akan kamu lakukan terhadap makanan di kantin Bu Mimin agar disukai pembeli?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Apa yang akan kamu lakukan terhadap uang hasil penjualannya?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Sikap apa saja yang dapat kamu praktikkan ketika membantu Bu Mimin menjaga kantinnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sekarang ceritakan kerjasamamu tadi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Apakah kamu sudah bisa bekerjasama dengan baik dengan Temanmu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Perbedaan pada kamu dan temanmu yang kamu lihat saat bekerjasama tadi?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Hal-hal baik yang kamu dapat dari kerjasama.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Hal yang sudah baik dari kamu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Hal yang masih perlu diperbaiki dari dirimu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Rencana perbaikan diri<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kamu sudah belajar sudut pada segibanyak beraturan. Sekarang, bagaimana sudut pada segitiga dan segi empat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Pada saat pembuktian di pertemuan sebelumnya, kamu mengukur segitiga sama sisi. Berapakah besar sudutnya? Berapakah jumlah besar semua sudutnya? Apakah itu berlaku juga untuk segitiga yang lainnya? Ayo kita buktikan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Ukurlah semua sudut dalam pada segitiga berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ya, semua segitiga mempunyai jumlah sudut 1800. Besar sudut pada segitiga juga mempengaruhi namanya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">PEMBELAJARAN 5.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kamu telah belajar\u00a0dan berlatih melakukan tari Bungong Jeumpa dari Aceh Sekarang kamu akan menampilkan tari tersebut secara berkelompok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelum kamu melakukan penampilan tari Bungong Jeumpa, diskusikan secara berkelompok keterampilan yang harus dilakukan ketika menari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apresiasi seni adalah merupakan suatu penilaian terhadap suatu karya seni, mulai dari mengenali, menilai, dan menghargai makna atau nilai- nilai yang terkandung dalam karya seni tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kamu telah mengenal tentang keragaman sosial dan budaya pada pelajaran sebelumnya. Sekarang kamu akan menulis tentang keragaman sosial dan budaya yang ada di provinsimu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Sebelum menulis, kamu dapat melakukan wawancara kepada masyarakat sekitar (teman, guru, dan orang tua). Selain itu, kamu juga dapat melengkapi hasil wawancara kamu dari berbagai sumber bacaan, seperti buku perpustakaan, surat kabar, atau berbagai sumber dari internet.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pembelajaran 6.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelumnya kamu\u00a0telah mengenal dan berlatih bagaimana melakukan permainan engklek. Ayo, kita mengenal dan berlatih permainan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Permainan tradisional merupakan salah satu bentuk keragaman budaya yang ada di Indonesia. Sebelumnya, kamu telah mengenal dan mempelajari permainan tradisional tersebut. Apakah kamu masih ingat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">cara memainkannya? Ceritakan apa yang kamu ketahui kepada teman satu kelompok.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Permainan tradisional Engklek dapat dimainkan dengan beberapa cara yang berbeda? Permainan tradisional Engklek dikenal juga<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dengan istilah Angklek atau Ingkling. Permainan Engklek merupakan permainan berjalan atau melompat dengan menggunakan satu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kaki pada bidang datar dengan peraturan yang disederhanakan dan disepakati oleh para pemainnya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Permainan tradisional ini memiliki banyak variasi tergantung kesepakatan yang memainkannya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan penelitian, ditemukan 43 jenis permainan Engklek, namanya pun berbeda-beda di tiap daerah. Istilah Engklek biasa digunakan di daerah Jawa. Pola petak Engklek ada 11 macam. Yang biasa digunakan di Jawa jenis Engklek Ebrek dan Engklek Gunungan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bagaimana di tempat tinggalmu? Apakah kamu juga menemukan permainan sejenis Engklek? Disebut apakah permainan Englek di lingkungan tempat tinggalmu?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Sebelumnya kamu juga telah belajar keterampilan dasar yang diperlukan dalam permainan engklek. Apa saja keterampilan dasar tersebut? Diskusikan secara berpasangan dan tuliskan hasilnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu alat yang digunakan dalam permainan Engklek adalah Gacuk.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Gacuk tersebut dilemparkan ke kotak- kotak tertentu pada kotak-kotak yang terdapat pada pola sesuai aturan bermain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada permainan kali ini kamu akan mempraktikkan memindahkan Gacuk dengan menendang. Perhatikan penjelasan dan peragaan dari guru. Selain itu, kamu akan bermain Engklek dengan pola petak yang berbeda-beda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Guru menyampaikan bahwa Tuhan Yang Maha Esa<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">menganugerahi kita keragaman, mulai dari keragaman suku, agama,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">sosial dan budaya, hingga makanan tradisional. Keragaman tersebut<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">perlu kita hargai dan syukuri.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Selalu menunjukkan sikap yang santun dan peduli kepada orang yang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">memiliki latar belakang yang berbeda dengan kita adalah merupakan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">hal terpuji.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sajian Berbeda dari Timur Indonesia.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Oleh Santi Hendriyeti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hari Minggu siang ini Udin, Dayu, dan Siti diundang Edo untuk berkumpul di rumahnya. Secara rutin Edo dan keluarga besar dari pihak ibunya berkumpul. Tempat berkumpul diatur bergantian. Hari ini giliran rumah Edo yang menjadi tempat kumpul saudara.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Edo memang sengaja mengundang teman-teman dekatnya itu. Ia ingin memperkenalkan aneka masakan khas Maluku, daerah asalnya keluarganya. Ketika kumpul keluarga, selalu makanan Maluku yang dihidangkan. Memang sengaja, supaya tradisi makanan keluarga besar tetap terjaga.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Di meja makan tersedia beragam makanan. Edo menunjukkan deret makanan ke teman-temannya singkong rebus, ubi rebus, pisang rebus, nasi jaha, ikan cakalang, gohu dan sambal colo-colo. Ternyata,\u00a0masyarakat Maluku jarang makan lauk dengan nasi. Sumber karbohidrat\u00a0bagi mereka biasanya sagu, singkong, ubi, pisang rebus, atau nasi jaha. Nasi Jaha adalah ketan atau beras yang dimasak dengan santan, dibungkus daun kelapa, dan dimasak dalam bambu. Lauknya adalah ikan cakalang bakar dan sambal Colo-Colo. Sambal Colo-Colo terbuat dari potongan cabai, tomat, bawang merah, serta ditaburi garam dan perasan jeruk nipis. Ada pula Gohu, yaitu campuran sayur dengan parutan kelapa dan dibubuhi perasan Lemon Cui. Mirip dengan sayur urap di Jawa.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Wah, hari itu Udin dan teman-teman terkesan dengan sajian berbeda dari Maluku, pulau rempah di bagian Timur Indonesia. Lagi-lagi mereka merasakan bukti bahwa Indonesia memang kaya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indahnya Negeriku.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Oleh Santi Hendriyeti.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Siapa yang tidak mengenal pulau Bali? Pulau yang diberi julukan Pulau Dewata, karena mencerminkan indahnya tempat tinggal para dewa dan dewi. Pulau Bali terkenal hingga ke mancanegara karena pantai- pantainya yang indah nan menawan. Namun, apakah hanya pantai di Pulau Bali yang mampu memikat hati. Apakah kamu pernah melihat ribuan pantai di kepulauan Indonesia lain?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Ternyata, Pulau Bali bukan satu-satunya pulau yang memiliki pantai- pantai memikat hati. Ketika liburan sekolah yang lalu, aku pergi berlibur dengan keluargaku ke Pulau Belitung. Pulau ini terletak di sebelah Timur Pulau Sumatera, tidak jauh dari pulau tetangganya, Pulau Bangka.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Dahulu, pulau ini terkenal dengan kekayaan mineral Timah dan Kaolin. Sekarang eksploitasi atas kekayaan mineral tersebut menyisakan danau bekas galian, Danau Kaolin. Walaupun seungguhnya danau ini merupakan bukti sisa eksploitasi yang tak terurus, warna biru Toska<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">yang jernih menjadikan danau tersebut sebagai salah satu obyek wisata di Pulau Belitung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ketika di sana, aku dan keluargaku sempat berwisata ke berbagai pantai. Tentu saja pertama-tama kami mengunjungi Pantai Tanjung Tinggi. Pasir putih serta batu granit hitam yang memikat berjajar mengelilingi pantai. Pantas saja, film terkenal, Laskar Pelangi, memilih tempat ini sebagai salah satu lokasi pengambilan gambarnya. Aku dan keluargaku juga berwisata dengan perahu untuk menyusuri pulau- pulau dengan ragam indah yang berbeda. Ada Pulau Pasir, sebuah pulau kecil yang dipenuhi dengan puluhan bintang laut. Ada juga Pulau Lengkuas yang memiliki sebuah mercu suar setinggi 50 meter di tengah pulau. Mercu suar ini dibangun pada tahun 1882. Dari jendela di sekeliling mercu suar, wisatawan mengabadikan keindahan laut dan pantai sekeliling pulau. Pokoknya, hampir semua pulau kecil yang kami singgahi memberikan pemandangan biru laut yang tak terlupakan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Kami pun sempat melihat keindahan ragam penghuni lautan ketika melakukan snorkeling di tengah laut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Tak tergambarkan indahnya makhluk penghuni laut yang beraneka bentuk dan warna. Sesungguhnya, aku belum menjelajah ke seluruh pelosok Belitung. Namun, dari perjalanan liburanku ke sana aku sudah melihat indahnya panorama alam Belitung. Aku semakin terpesona.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Betapa indah negeriku.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Si Hijau dari Sumatera Selatan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Oleh Santi Hendriyeti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hari ini di alun-alun kabupaten diadakan Pesta Budaya. Aku dan teman- teman senang sekali. Kami tidak pernah melewatkan kesempatan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">untuk hadir di Pesta Budaya. Pesta Budaya selalu diadakan setiap tahun menjelang perayaan kemerdekaan Indonesia.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Berbeda dengan daerah lain yang merayakannya dengan berbagai lomba, sejak beberapa tahun lalu di daerahku selalu dimulai dengan Pesta Budaya. Tujuan diadakan acara ini adalah memperkenalkan budaya dari berbagai penjuru di Indonesia. Tiap anjungan budaya dikelola oleh orang-orang yang memang berasal dari daerah yang ditampilkannya. Di tiap anjungan akan ada informasi wilayah, pameran budaya, pameran karya seni, penampilan seni, dan tentu saja dijual juga makanan khas dari daerahnya. Nah,&#8230;makanan enak! Itulah yang membuat aku dan teman-teman selalu hadir di Pesta Budaya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Sejak pagi tadi, aku dan teman-teman sudah hadir di alun-alun. Setelah menyaksikan upacara pembukaan yang menampilkan parade dari berbagai daerah, kami mulai berkeliling dari satu anjungan ke anjungan lain. Tepat sekali waktunya. Perutku mulai bereaksi, sepertinya ingin\u00a0diisi makanan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Ketika tiba di anjungan Sumatera Selatan, aku tertarik melihat deretan kue berwarna hijau bertabur kelapa. Menarik sekali warnanya! Selama ini, aku baru mengenal mpek-mpek dan tekwan sebagai makanan khas dari Sumatera Selatan. Aku baru pertama kali melihat kue hijau tersebut. Ibu penjual menjelaskan bahwa kue tersebut adalah kue lumpang. Bentuknya memang bulat berlubang seperti lumpang, wadah untuk menumbuk padi. Kue lumpang terbuat dari campuran tepung beras, santan, gula pasir, serta garam. Warna hijaunya berasal dari pewarna alami yaitu campuran air daun suji dan daun pandan. Pantas saja warnanya hijau cerah alami dan aromanya wangi memikat. Tak cukup bagiku makan satu kue lumpang. Aku makan tiga buah!<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Hmm &#8230; rasanya manis bercampur gurih dari taburan kelapa. Berkali- kali aku datang ke Pesta Budaya, selalu saja aku menemukan makanan khas dari berbagai pulau yang memikat mata dan memuaskan lidah.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Warisan kuliner dari berbagai penjuru Indonesia merupakan salah satu bukti keragaman budaya. Aku dan teman-teman saja selalu terpikat oleh kekayaan kuliner Indonesia, apalagi wisatawan dari mancanegara. Indonesia memang kaya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pantang Menyerah Bermain Egrang.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Oleh Santi Hendriyeti.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari ini diadakan kumpul keluarga di sekolah setelah upacara menyambut kemerdekaan Indonesia. Semua siswa dan keluarga kelas 4, 5, dan 6 ikut dalam upacara penurunan bendera. Nah, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tema kumpul keluarga tahun ini adalah \u201cMengenal Permainan Rakyat Indonesia\u201d.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Berbagai permainan diperkenalkan di berbagai penjuru halaman sekolah. Ada permainan yang menggunakan alat, ada pula permainan yang hanya membutuhkan kerja sama beberapa pemain. Ada pojok permainan rangku alu, egrang, congklak, cublak-cublak suweng, bakiak kayu, bakiak batok kelapa, becak-becakan, petak jongkok, benteng, galasin, dan masih banyak lagi permainan lain. Wah, tidak hanya siswa yang ingin mencoba, orang tua pun terlihat bersemangat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Aku ingin mencoba bermain Egrang. Permainan ini menggunakan dua bilah bambu yang diberi pijakan. Pemain harus menjaga keseimbangan agar bisa menjalankan bambu yang dipijaknya. Menurut penjelasan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">di pojok permainan egrang, permainan ini dijumpai di banyak daerah di Indonesia, walaupun dengan nama yang berbeda-beda. Tengkak-<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">tengkak di Sumatera Selatan, Jangkungan di Jawa Tengah, Batungkau di Kalimantan Selatan, Ingkau di Bengkulu, atau Egrang di Lampung.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Aku sudah lama ingin mencoba bermain egrang. Dulu, aku belum berani karena rasanya terlalu tinggi. Tetapi, aku sekarang sudah kelas 4, mudah-mudahan aku bisa. Ayah membantu memegang bilah bambu ketika aku naik di pijakan. Ibu pun bersiap di belakangku. Ia terlihat lebih cemas dari ayah. Begitulah ibu, selalu khawatir aku jatuh dan terluka. Setelah aku merasa cukup tenang berdiri di atas bambu, aku mencoba melangkahkan kaki kananku. Wah ,&#8230; bambu bergoyang- goyang tidak seimbang. Aku terhuyung,&#8230; hampir jatuh. Hup..ayah sigap menangkapku. Aku tidak menyerah. Aku naik lagi di atas pijakan. Aku langkahkan kaki kanan, kemudian kiri, kemudian kanan. Ayah mulai berani melepaskan pegangannya. Wah..ketika mulai yakin dan percaya diri aku pun terhuyung lagi. Kali ini aku benar-benar jatuh,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">tertimpa pula dengan bambu! Terdengar teriak kecil ibu. Aku pun segera bangkit untuk menenangkan hati ibu. Walaupun lututku sakit, aku<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">tidak ingin menangis. Aku ingin mencoba lagi. Ibu khawatir, tetapi ibu selalu memberiku semangat. Ibu selalu begitu. Menjadi pendamping di setiap perjalanan belajarku dengan doanya. Ayah pun demikian. Ia membantuku bangkit dan naik lagi di pijakan Egrang. Satu..dua..tiga.. empat..lima langkah! Aku semakin mahir bermain Egrang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ternyata tidak mudah bermain Egrang. Butuh usaha, percaya diri, semangat dan pantang menyerah. Bagiku, belajar bermain Egrang terasa lebih mudah ketika ada ayah yang mendampingi dengan pegangan tangan dan ada ibu yang memberi semangat dengan usap sayang dan doanya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; SD4 1-2 &#8211; Bersyukur atas Keberagaman. Pembelajaran 1. Indonesia memiliki keberagaman adat istiadat, makanan, permainan tradisional, lagu, tarian, serta lainnya. Kita perlu mensyukurinya karena dapat menikmatinya. Makanan tradisional Indonesia membutuhkan waktu dalam mengolahnya. Pembuatnya pun harus ahli membuatnya. Kamu akan belajar tentang seorang ibu pembuat dodol Betawi, makanan tradisional Betawi. Siswa menyimak cerita tentang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[67],"tags":[271,275,273,272,277,276,55,278,79,279,274],"class_list":["post-566","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd4-tema-1","tag-audiobook","tag-book","tag-buku","tag-bukusuara","tag-free","tag-gratis","tag-katolik","tag-pelajaran","tag-sd4","tag-sekolah","tag-suara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/566","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=566"}],"version-history":[{"count":13,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/566\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":743,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/566\/revisions\/743"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=566"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=566"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=566"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}