{"id":5467,"date":"2019-02-28T20:02:51","date_gmt":"2019-02-28T13:02:51","guid":{"rendered":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=5467"},"modified":"2020-09-03T14:05:47","modified_gmt":"2020-09-03T07:05:47","slug":"contoh-peribahasa-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/contoh-peribahasa-indonesia\/","title":{"rendered":"Contoh Peribahasa Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>[wpb-random-posts]<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"[wpb-random-posts] Contoh Peribahasa Huruf A. Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang, (Berbuat baik hanya ketika seseorang mempunyai banyak harta). Ada udang dibalik batu, ada maksud tersembunyi. Ada gula ada semut, dimana ada kesenangan, disitu pasti ada keramaian. Ada asap ada api, segala akibat pasti ada sebabnya. Air beriak tanda tak dalam orang yang banyak bicara, biasanya kurang berilmu Air tenang menghanyutkan, orang pendiam, tapi banyak ilmu. Air susu dibalas dengan air tuba, kebaikan yang dibalas dengan kejahatan. Air tenang jangan disangka tiada buayanya, orang pendiam belum tentu penakut. Anjing menggonggong kafilah berlalu, tidak peduli pada omongan, cemoohan, cibiran orang lain. Ayam berkokok hari siang mendapatkan sesuatu yang telah lama diidamkan Adat pasang berturung naik, nasib orang tidak akan selamanya sama, pasti ada senang dan sedih. Air jernih ikannya jinak, suatu negeri atau wilayah makmur dengan penduduk yang juga ramah. Asam di darat, ikan di laut, bertemu di belanga, kalau sudah jodoh, pada akhirnya nanti akan bertemu juga. Contoh Peribahasa B. Bagai air di daun talas, Orang yang tidak tetap pendiriannya \/ plin plan. Bergantung pada akar lapuk, Mengharapkan bantuan pada orang yang tak mungkin memberikan bantuan. Bagai makan buah simalakama, Kondisi atau keaadan yang membuat serba salah (mau melakukan A salah, B salah). Bagai pungguk merindukan bulan, Mengharapkan sesuatu yang sulit sekali terwujudkan. Berguru kepalang ajar bagai bunga kembang tak jadi, Mempelajari ilmu setengah-setengah tak akan membawa manfaat. Bagai telur diujung tanduk, Situasi dimana seseorang berada dalam kondisi berbahaya atau genting. Bagai aur dengan tebing, Saling tolong menolong. Bagai api dengan asap, persahabatan yang erat dan tak terpisahkan. Bagai anjing menyalak di ekor gajah, Orang hinta atau miskin melawan orang berkuasa atau kaya. Bagai musuh dalam selimut, Teman atau orang dekat yang diam diam berkhianat. Bagai bumi dan langit, Dua hal yang berbeda jauh dan tak bertolak belakang satu sama lain. Berakit rakit ke hulu Berenang renang ke tepian, Bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian, Untuk mencapai keberhasilan atau kesenangan, kita harus bersusah payah dan pantang menyerah. Bagai katak dalam tempurung, Orang yang wawasannya sedikit pandangannya pun akan sempit. Bagai mentimun dengan durian, orang lemah tak berdaya melawan orang yang berkuasa. Besar pasak daripada tiang, Besar pengeluaran daripada pendapatan. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing, Bersama sama dalam suka ataupun duka, dalam senang ataupun susah. [\/responsivevoice] Contoh Peribahasa C. Cempedak berbuah nangka; Mendapatkan sesuatu lebih dari yang kita harapkan. Cepat kaki ringan tangan; Orang yang suka tolong menolong dalam kebaikan. Contoh Peribahasa D; Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri, sesenang-senangnya hidup di negeri orang, lebih senang hidup di negeri sendiri. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, sejajar dalam martabat\/tingkat\/kedudukanya. Dikasih hati minta jantung, Orang yang tidak tahu terima kasih atau melunjak. Dunia tak selebar daun kelor, Dunia itu luas dan tidak sempit. Datang tidak berjemput pulang tidak berantar, Tidak dipedulikan atau diabaikan. Dari telaga yang jernih tak akan mengalir air yang keruh, Orang-orang yang baik akan melahirkan keturunan yang baik pula. Di mana bumi di pijak disitu langit dijunjung, Hormatilah adat dan budaya di tempat kita berada. Duduk sama rendah berdiri sama tinggi, Sama kedudukan, tingkat atau martabatnya. Datang tampak muka, pulang tampak punggung, Hendaklah berpamitan ketika datang ataupun pulang. Diatas langit masih ada langit, Diatas orang hebat\/pintar\/pandai dsb masih ada orang yang lebih tinggi lagi tingkat kehebatannya. Contoh Peribahasa E. Embun diujung rumput, Hubungan, pekerjaan atau kedudukan dll yang sangat rapuh atau mudah goyah. Emas disangka loyang, Orang jahat disangka orang baik \/ orang pintar disangka orang bodoh. Esa hilang dua terbilang, Berusaha dengan keras hingga tujuan tercapai. Emas berkilau hendak disimpan, Enak makan dikunyah enak kata diperkatakan, Segala sesuatu haruslah dimusyarahkan terlebih dahulu. Contoh Peribahasa F. Fajar menyingsing elang menyongsong, Sambutlah pagi dengan penuh semangat untuk bekerja dengan gigih. Contoh Peribahasa G. Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut diseberang lautan tampak. Kesalahan sendiri tak pernah terlihat, tapi kesalahan orang lain walaupun kecil terlihat jelas. Gali lubang tutup lubang, Berhutang untuk membayar hutang yang lainnya. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari, Seorang pendidik \/ pemimpin \/orang tua haruslah memberi contoh yang baik . Gayung bersambut kata berjawab, Menangkis atau menjawab pertanyaan orang. Gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang. Orang baik akan meninggalkan nama baik, orang jahat akan meninggalkan nama yang tercemar ketika sudah tiada. Gajah mati karena gadingnya. Orang yang celaka karena kelebihan yang dimilikinya. Contoh Peribahasa H. Hancur badan dikandung tanah budi baik terkenang jua. meskipun jasad manusia sudah tak berbentuk lagi di kubur, tapi kalau melakukan kebaikan maka orang akan tetap mengingatnya. Hasrat hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai. ingin mempunyai atau memiliki sesuatu tapi sayang hanya sebatas impian. Hangat hangat tahi ayam, kemauan yang tidak tetap. hati gatal mata digaruk, punya keinginan tapi tak punya kemampuan untuk mendapatkannya. hidup berkerat rotan, harum semerbak mengandung mala, hangat hangat kuku, agak hangat. hidup berakal mati beriman, Habis manis sepah dibuah, setelah tidak berguna lagi lalu dibuang atau tidak dipedulikan. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama. Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai. Contoh Pribahasa I \u2013 M. Indah kabar daripada rupa, suatu keadaan yang tidak sesuai dengan apa yang kita perkirakan sebelumnya. Jatuh diatas tilam, mendapat keuntungan besar. Jangan memancing di air keruh, mengambil keuntungan diatas peristiwa yang menyedihkan. Kacang lupa akan kulitnya, lupa akan asalnya atau tak tahu diri. Karena nila setitik rusak susu sebelangga, karena persoalan kecil, seluruh keadaan menjadi berantakan. Kura kura dalam perahu, menanyakan sesuatu yang dia sendiri sebetulnya sudah tahu jawabannya. Kecil-kecil cabai rawit, tampaknya kecil, tapi pemberani, cerdik atau membahayakan. Lempar batu sembunyi tangan, melakukan suatu kejahatan, kemudian pura- pura tidak melakukan perbuatan tersebut. Malu bertanya sesat dijalan, segan bertanya membuat kita rugi karena permasalahan kita tak pernah terselesaikan. Musang berbulu ayam, orang jahat yang bertingkah seperti orang baik. Menang jadi arang, kalah jadi abu. Dalam pertengkaran, menang atau kalah sama sama mendapatkan kerugian. Menepuk air di dulang, tepercik muka sendiri. bila orang membuka aib keluarga sendiri, sama seperti membuka aib sendiri Membasuh muka dengan air liur. hendak mencuci aib, tetapi bahkan menambahnya. Membasuh arang dimuka, melakukan usaha untuk mencuci noda atau malu. Menjilat air ludah, meminta kembali hal atau barang yang telah diberikan\/ tak tahu malu. Contoh Peribahasa N \u2013 R. Nasi sudah menjadi bubur, perbuatan yang sudah terlanjur terjadi dan tidak dapat diperbaiki lagi. Pagar makan tanaman, orang yang merusakan barang yang dititipkan atau diamanatkan padanya. Pucuk dicinta ulam pun tiba, mendapat sesuatu lebih dari yang diharapkan\/harapan yang terwujud. Contoh Peribahasa S. Seperti anjing dan kucing, selalu bertengkar tak pernah rukun. Seperti labu dibenam, Setali tiga uang. Sudah jatung tertimpa tangga, mendapatkan musibah ketika mendapat musibah (berturut-turut). Sambil menyelam minum air, mengerjakan suatu pekerjaan sambil menyelesaikan pekerjaan\/ masalah orang lain. Sebagai api makan sekam, suatu dendam yang tersembunyi dan membahayakan. Seperti kayu terapung dilatu, pekerjaan atau perkara yang tak terutus. Seperti ayam kehilangan induk, menderita kesusahan karena kehilangan sosok pemimpin. Sepandai- pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga, sehebat hebatnya orang pasti memiliki kelemahan. Seperti air di dalam kolam, orang yang memiliki pembawaan tenang. Sedia payung sebelum hujan, mempersiapkan sesuatu sebelum hal yang tidak diinginkan datang. Sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit, usaha kecil yang dilakukan secara terus menerus pasti akan membuahkan hasil. Seperti pinang dibelah dua, orang yang memiliki wajah atau karakter mirip. Seperti ilmu padi makin berisi makin merunduk, semakin berilmu, orang akan semakin rendah hati. Senjata makan tuan, sesuatu yang direncanakan untuk melukai orang lain, tapi malah berbalik melukai diri sendiri. Serigala berburu domba, orang yang kelihatannya pendiam dan penurut tapi sebetulnya kejam\/jahat\/curang. Seperti kerbau dicocok hidung, orang yang tidak punya pendirian dan selalu menuruti kemauan orang lain. Seperti katak dalam tempurung, orang yang wawasannya kurang luas. Contoh Peribahasa T. Tak ada gading yang tak retak, tak ada sesuatu yang tak ada cacatnya. Tangan mencencang bahu memikul, siapa yang berbuat kesalahan dia sendirilah yang merasakan akibatnya. Tikus mati dilumbung padi, negara kaya namun rakyatnya tidak dapat menikmati kekayaan tersebut. Terdorong gajah karena besarnya, Tong kosong nyaring bunyinya, orang yang kurang ilmu banyak bicara. Tak ada rotan akar pun jadi, apabila yg baik tidak ada, maka yang kurang baik pun bisa dimanfaatkan. tercoreng arang di kening, mendapat malu. tajam ke bawah tumpul ke atas, galak ke orang-orang lemah dan lembut pada orang-orang kaya\/berkuasa. Tua tua keladi makin tua makin menjadi, orang yang umurnya sudah tua, tapi lagaknya seperti anak muda. Contoh Peribahasa U-Z Usul menunjukan asal, Kkelakuan seseorang dapat menunjukan dari mana asal keturunannya. Udang tidak tahu bongkoknya, orang yg tidak sadar diri atas segala kekurangan yg dimiliki. Udang tak tahu di bungkuknya orang tak tahu buruknya, orang yang tidak menyadari kekurangan dan kesalahannya sendiri. Umur setahun jagung, belum berpengalaman. Waktu adalah uang, waktu adalah kesempatan (Orang yang menghargai waktu). Walau seribu anjing menyalak gunung takkan runtuh, orang yang mempunyai prinsip hidup tinggi tak tergoyahkan dengan godaan. Yang secupak takkan jadi segantang, sesuatu yang tak dapat diubah lagi. Zaman beralih musim bertukar, segala sesuatu hendaknya disesuaikan dengan keadaan zaman. Zaman beredar musim berganti, musim yang tak dapat ditentukan kapan akan berganti.. Contoh Kalimat Peribahasa Indonesia Selain membahas contoh peribahasa dan artinya seperti pada\u00a0list\u00a0diatas. Kita juga memberikan beberapa contoh kalimat menggunakan peribahasa- peribahasa tersebut. Berikut beberapa diantaranya. Contoh Kalimat Peribahasa. Dian dan Fatimah sudah berteman sejak kelas 1 SD, dimana ada Dian, disitu pasti ada Fatimah.\u00a0Mereka bagai api dengan asap.\u00a0(tak dapat terpisahkan). Kau jangan sombong dengan kepintaranmu!. Ingat!\u00a0Diatas langit masih ada langit\u00a0(diatas orang pintar\/kaya dll masih ada yang lebih tinggi lagi). Pak Asmuri tidak mungkin manghukum Rio tanpa alasan yang jelas, dia pasti telah melakukan kesalahan.\u00a0Ada asap pasti ada api.\u00a0ada akibat pasti ada sebabnya. Setelah sukses sebagai pengusaha bengkel Motor di desanya. Yuda menjadi sombong, menyapa teman- temanya saja sudah tidak mau. Padahal teman- temannya dulu sering membantunya ketika hidupnya kesusahan. Yuda seperti Kacang lupa kulitnya. Wajah Sulastri mirip sekali seperti wajah Nisa Sabyan. Mereka\u00a0Seperti pinang dibelah dua. Awalnya Jojo berniat menjahili Adi yang sedang tidur dengan melemparkan petasan disamping kasur. Namun petasan itu malah meledak ketika dinyalakan ditangannya sehingga melukai tangan kanannya. dia terkena\u00a0Senjata makan tuan. Jeri dan Herli hidupnya gak pernah akur. setiap hari mereka selalu bertengkar hanya karena masalah yang kadang sepele. Mereka\u00a0Seperti kucing dan anjing. Padahal aku sudah meminjamkannya uang lima ribu, eh dia malah memaksa dan minta dipinjami uang sepuluh ribu. Sudah\u00a0Dikasih hati malah minta jantung. Hukum di negara ini memang\u00a0Tajam keatas tumpul kebawah.\u00a0Koruptor yang korupsi uang negara sampai ratusan milyar hanya dihukum 4 tahun penjara. sedangkan maling ayam malah dihukum 6 tahun. Adiknya pendiam, pintar dan rajin mengaji, Sedangkan kakaknya banyak bicara, bodoh dan sering mabuk-mabukan. Walaupun mereka berdua adalah saudara kandung. Tapi sifat mereka\u00a0Bagaikan langit dan bumi.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span id=\"Contoh_Peribahasa_Huruf_A\" style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Peribahasa Huruf A.<\/strong><\/span><\/h4>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>(Berbuat baik hanya ketika seseorang mempunyai banyak harta).<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ada udang dibalik batu,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>ada maksud tersembunyi.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ada gula ada semut,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>dimana ada kesenangan, disitu pasti ada keramaian.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ada asap ada api,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>segala akibat pasti ada sebabnya.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Air beriak tanda tak dalam<em><br \/>\norang yang banyak bicara, biasanya kurang berilmu<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Air tenang menghanyutkan,<em><br \/>\norang pendiam, tapi banyak ilmu.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Air susu dibalas dengan air tuba,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>kebaikan yang dibalas dengan kejahatan.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Air tenang jangan disangka tiada buayanya,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>orang pendiam belum tentu penakut.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Anjing menggonggong kafilah berlalu,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>tidak peduli pada omongan, cemoohan, cibiran orang lain.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ayam berkokok hari siang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>mendapatkan sesuatu yang telah lama diidamkan<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Adat pasang berturung naik,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>nasib orang tidak akan selamanya sama, pasti ada senang dan sedih.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Air jernih ikannya jinak,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>suatu negeri atau wilayah makmur dengan penduduk yang juga ramah.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Asam di darat, ikan di laut, bertemu di belanga,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>kalau sudah jodoh, pada akhirnya nanti akan bertemu juga.<\/em><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span id=\"Contoh_Peribahasa_B\" style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Peribahasa B.<\/strong><\/span><\/h4>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bagai air di daun talas,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Orang yang tidak tetap pendiriannya \/ plin plan.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bergantung pada akar lapuk,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Mengharapkan bantuan pada orang yang tak mungkin memberikan bantuan.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bagai makan buah simalakama,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Kondisi atau keaadan yang membuat serba salah (mau melakukan A salah, B salah).<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bagai pungguk merindukan bulan,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Mengharapkan sesuatu yang sulit sekali terwujudkan.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Berguru kepalang ajar bagai bunga kembang tak jadi,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Mempelajari ilmu setengah-setengah tak akan membawa manfaat.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bagai telur diujung tanduk,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Situasi dimana seseorang berada dalam kondisi berbahaya atau genting.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bagai aur dengan tebing,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Saling tolong menolong.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bagai api dengan asap,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>persahabatan yang erat dan tak terpisahkan.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bagai anjing menyalak di ekor gajah,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Orang hinta atau miskin melawan orang berkuasa atau kaya.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bagai musuh dalam selimut,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Teman atau orang dekat yang diam diam berkhianat.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bagai bumi dan langit,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Dua hal yang berbeda jauh dan tak bertolak belakang satu sama lain.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Berakit rakit ke hulu Berenang renang ke tepian, Bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Untuk mencapai keberhasilan atau kesenangan, kita harus bersusah payah dan pantang menyerah.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bagai katak dalam tempurung,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Orang yang wawasannya sedikit pandangannya pun akan sempit.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bagai mentimun dengan durian,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>orang lemah tak berdaya melawan orang yang berkuasa.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Besar pasak daripada tiang,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Besar pengeluaran daripada pendapatan.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Berat sama dipikul ringan sama dijinjing,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Bersama sama dalam suka ataupun duka, dalam senang ataupun susah.<\/em><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>[\/responsivevoice]<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span id=\"Contoh_Peribahasa_C\" style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Peribahasa C.<\/strong><\/span><\/h4>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Cempedak berbuah nangka;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Mendapatkan sesuatu lebih dari yang kita harapkan.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Cepat kaki ringan tangan;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Orang yang suka tolong menolong dalam kebaikan.<\/em><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span id=\"Contoh_Peribahasa_D\" style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Peribahasa D;<\/strong><\/span><\/h4>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>sesenang-senangnya hidup di negeri orang, lebih senang hidup di negeri sendiri.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>sejajar dalam martabat\/tingkat\/kedudukanya.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dikasih hati minta jantung,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Orang yang tidak tahu terima kasih atau melunjak.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dunia tak selebar daun kelor,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Dunia itu luas dan tidak sempit.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Datang tidak berjemput pulang tidak berantar,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Tidak dipedulikan atau diabaikan.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dari telaga yang jernih tak akan mengalir air yang keruh,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Orang-orang yang baik akan melahirkan keturunan yang baik pula.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Di mana bumi di pijak disitu langit dijunjung,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Hormatilah adat dan budaya di tempat kita berada.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Duduk sama rendah berdiri sama tinggi,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Sama kedudukan, tingkat atau martabatnya.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Datang tampak muka, pulang tampak punggung,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Hendaklah berpamitan ketika datang ataupun pulang.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Diatas langit masih ada langit,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Diatas orang hebat\/pintar\/pandai dsb masih ada orang yang lebih tinggi lagi tingkat kehebatannya.<\/em><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span id=\"Contoh_Peribahasa_E\" style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Peribahasa E.<\/strong><\/span><\/h4>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Embun diujung rumput,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Hubungan, pekerjaan atau kedudukan dll yang sangat rapuh atau mudah goyah.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Emas disangka loyang,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Orang jahat disangka orang baik \/ orang pintar disangka orang bodoh.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Esa hilang dua terbilang,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Berusaha dengan keras hingga tujuan tercapai.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Emas berkilau hendak disimpan,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Enak makan dikunyah enak kata diperkatakan,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Segala sesuatu haruslah dimusyarahkan terlebih dahulu.<\/em><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h4><span id=\"Contoh_Peribahasa_F\" style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Peribahasa F.<\/strong><\/span><\/h4>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Fajar menyingsing elang menyongsong,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Sambutlah pagi dengan penuh semangat untuk bekerja dengan gigih.<\/em><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h4><span id=\"Contoh_Peribahasa_G\" style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Peribahasa G.<\/strong><\/span><\/h4>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut diseberang lautan tampak.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Kesalahan sendiri tak pernah terlihat, tapi kesalahan orang lain walaupun kecil terlihat jelas.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gali lubang tutup lubang,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Berhutang untuk membayar hutang yang lainnya.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Guru kencing berdiri, murid kencing berlari,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Seorang pendidik \/ pemimpin \/orang tua haruslah memberi contoh yang baik .<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gayung bersambut kata berjawab,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Menangkis atau menjawab pertanyaan orang.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Orang baik akan meninggalkan nama baik, orang jahat akan meninggalkan nama yang tercemar ketika sudah tiada.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gajah mati karena gadingnya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Orang yang celaka karena kelebihan yang dimilikinya.<\/em><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h4><span id=\"Contoh_Peribahasa_H\" style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Peribahasa H.<\/strong><\/span><\/h4>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hancur badan dikandung tanah budi baik terkenang jua.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>meskipun jasad manusia sudah tak berbentuk lagi di kubur, tapi kalau melakukan kebaikan maka orang akan tetap mengingatnya.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hasrat hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>ingin mempunyai atau memiliki sesuatu tapi sayang hanya sebatas impian.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hangat hangat tahi ayam,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>kemauan yang tidak tetap.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">hati gatal mata digaruk,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>punya keinginan tapi tak punya kemampuan untuk mendapatkannya.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">hidup berkerat rotan,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">harum semerbak mengandung mala,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">hangat hangat kuku,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>agak hangat.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">hidup berakal mati beriman,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Habis manis sepah dibuah,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>setelah tidak berguna lagi lalu dibuang atau tidak dipedulikan.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai.<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h4><\/h4>\n<h4><span id=\"Contoh_Pribahasa_I_8211_M\" style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Pribahasa I \u2013 M.<\/strong><\/span><\/h4>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Indah kabar daripada rupa,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>suatu keadaan yang tidak sesuai dengan apa yang kita perkirakan sebelumnya.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jatuh diatas tilam,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>mendapat keuntungan besar.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jangan memancing di air keruh,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>mengambil keuntungan diatas peristiwa yang menyedihkan.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kacang lupa akan kulitnya,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>lupa akan asalnya atau tak tahu diri.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Karena nila setitik rusak susu sebelangga,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>karena persoalan kecil, seluruh keadaan menjadi berantakan.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kura kura dalam perahu,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>menanyakan sesuatu yang dia sendiri sebetulnya sudah tahu jawabannya.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kecil-kecil cabai rawit,<br \/>\n<\/strong><em>tampaknya kecil, tapi pemberani, cerdik atau membahayakan.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Lempar batu sembunyi tangan,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>melakukan suatu kejahatan, kemudian pura- pura tidak melakukan perbuatan tersebut.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Malu bertanya sesat dijalan,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>segan bertanya membuat kita rugi karena permasalahan kita tak pernah terselesaikan.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Musang berbulu ayam,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>orang jahat yang bertingkah seperti orang baik.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menang jadi arang, kalah jadi abu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Dalam pertengkaran, menang atau kalah sama sama mendapatkan kerugian.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menepuk air di dulang, tepercik muka sendiri.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>bila orang membuka aib keluarga sendiri, sama seperti membuka aib sendiri<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Membasuh muka dengan air liur.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>hendak mencuci aib, tetapi bahkan menambahnya.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Membasuh arang dimuka,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>melakukan usaha untuk mencuci noda atau malu.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menjilat air ludah,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>meminta kembali hal atau barang yang telah diberikan\/ tak tahu malu.<\/em><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h4><\/h4>\n<h4><span id=\"Contoh_Peribahasa_N_8211_R\" style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Peribahasa N \u2013 R.<\/strong><\/span><\/h4>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Nasi sudah menjadi bubur,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>perbuatan yang sudah terlanjur terjadi dan tidak dapat diperbaiki lagi.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pagar makan tanaman,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>orang yang merusakan barang yang dititipkan atau diamanatkan padanya.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pucuk dicinta ulam pun tiba,<br \/>\n<\/strong><em>mendapat sesuatu lebih dari yang diharapkan\/harapan yang terwujud.<\/em><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h4><span id=\"Contoh_Peribahasa_S\" style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Peribahasa S.<\/strong><\/span><\/h4>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Seperti anjing dan kucing,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>selalu bertengkar tak pernah rukun.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Seperti labu dibenam,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Setali tiga uang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sudah jatung tertimpa tangga,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>mendapatkan musibah ketika mendapat musibah (berturut-turut).<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sambil menyelam minum air,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>mengerjakan suatu pekerjaan sambil menyelesaikan pekerjaan\/ masalah orang lain.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebagai api makan sekam,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>suatu dendam yang tersembunyi dan membahayakan.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Seperti kayu terapung dilatu,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>pekerjaan atau perkara yang tak terutus.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Seperti ayam kehilangan induk,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>menderita kesusahan karena kehilangan sosok pemimpin.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sepandai- pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>sehebat hebatnya orang pasti memiliki kelemahan.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Seperti air di dalam kolam,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>orang yang memiliki pembawaan tenang.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sedia payung sebelum hujan,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>mempersiapkan sesuatu sebelum hal yang tidak diinginkan datang.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>usaha kecil yang dilakukan secara terus menerus pasti akan membuahkan hasil.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Seperti pinang dibelah dua,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>orang yang memiliki wajah atau karakter mirip.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Seperti ilmu padi makin berisi makin merunduk,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>semakin berilmu, orang akan semakin rendah hati.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Senjata makan tuan,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">sesuatu yang direncanakan untuk melukai orang lain, tapi malah berbalik melukai diri sendiri.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Serigala berburu domba,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">orang yang kelihatannya pendiam dan penurut tapi sebetulnya kejam\/jahat\/curang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Seperti kerbau dicocok hidung,<br \/>\no<\/strong>r<em>ang yang tidak punya pendirian dan selalu menuruti kemauan orang lain.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Seperti katak dalam tempurung,<br \/>\n<\/strong><em>orang yang wawasannya kurang luas.<\/em><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h4><\/h4>\n<h4><span id=\"Contoh_Peribahasa_T\" style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Peribahasa T.<\/strong><\/span><\/h4>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tak ada gading yang tak retak,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>tak ada sesuatu yang tak ada cacatnya.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tangan mencencang bahu memikul,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>siapa yang berbuat kesalahan dia sendirilah yang merasakan akibatnya.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tikus mati dilumbung padi,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>negara kaya namun rakyatnya tidak dapat menikmati kekayaan tersebut.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Terdorong gajah karena besarnya,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tong kosong nyaring bunyinya,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>orang yang kurang ilmu banyak bicara.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tak ada rotan akar pun jadi,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>apabila yg baik tidak ada, maka yang kurang baik pun bisa dimanfaatkan.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">tercoreng arang di kening,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>mendapat malu.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">tajam ke bawah tumpul ke atas,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>galak ke orang-orang lemah dan lembut pada orang-orang kaya\/berkuasa.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tua tua keladi makin tua makin menjadi,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>orang yang umurnya sudah tua, tapi lagaknya seperti anak muda.<\/em><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span id=\"Contoh_Peribahasa_U-Z\" style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Peribahasa U-Z<\/strong><\/span><\/h4>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Usul menunjukan asal,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>Kkelakuan seseorang dapat menunjukan dari mana asal keturunannya.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Udang tidak tahu bongkoknya,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>orang yg tidak sadar diri atas segala kekurangan yg dimiliki.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Udang tak tahu di bungkuknya orang tak tahu buruknya,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>orang yang tidak menyadari kekurangan dan kesalahannya sendiri.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Umur setahun jagung,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>belum berpengalaman.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Waktu adalah uang,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>waktu adalah kesempatan (Orang yang menghargai waktu).<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Walau seribu anjing menyalak gunung takkan runtuh,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>orang yang mempunyai prinsip hidup tinggi tak tergoyahkan dengan godaan.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Yang secupak takkan jadi segantang,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>sesuatu yang tak dapat diubah lagi.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Zaman beralih musim bertukar,<br \/>\n<\/strong><em>segala sesuatu hendaknya disesuaikan dengan keadaan zaman.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Zaman beredar musim berganti,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><em>musim yang tak dapat ditentukan kapan akan berganti..<\/em><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<h3><span id=\"Contoh_Kalimat_Peribahasa_Indonesia\" style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Kalimat Peribahasa Indonesia<\/strong><\/span><\/h3>\n<hr \/>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain membahas contoh peribahasa dan artinya seperti pada\u00a0<em>list<\/em>\u00a0diatas. Kita juga memberikan beberapa contoh kalimat menggunakan peribahasa- peribahasa tersebut. Berikut beberapa diantaranya.<\/span><\/p>\n<div>\n<div id=\"ezoic-pub-ad-placeholder-103\"><\/div>\n<\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Kalimat Peribahasa.<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dian dan Fatimah sudah berteman sejak kelas 1 SD, dimana ada Dian, disitu pasti ada Fatimah.\u00a0Mereka bagai api dengan asap.\u00a0<em>(tak dapat terpisahkan).<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kau jangan sombong dengan kepintaranmu!. Ingat!\u00a0<strong>Diatas langit masih ada langit<\/strong>\u00a0(<em>diatas orang pintar\/kaya dll masih ada yang lebih tinggi lagi).<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pak Asmuri tidak mungkin manghukum Rio tanpa alasan yang jelas, dia pasti telah melakukan kesalahan.\u00a0<strong>Ada asap pasti ada api.<\/strong>\u00a0ada akibat pasti ada sebabnya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Setelah sukses sebagai pengusaha bengkel Motor di desanya. Yuda menjadi sombong, menyapa teman- temanya saja sudah tidak mau. Padahal teman- temannya dulu sering membantunya ketika hidupnya kesusahan. Yuda seperti K<strong>acang lupa kulitnya.<\/strong><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Wajah Sulastri mirip sekali seperti wajah Nisa Sabyan. Mereka\u00a0<strong>Seperti pinang dibelah dua.<\/strong><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Awalnya Jojo berniat menjahili Adi yang sedang tidur dengan melemparkan petasan disamping kasur. Namun petasan itu malah meledak ketika dinyalakan ditangannya sehingga melukai tangan kanannya. dia terkena\u00a0<strong>Senjata makan tuan.<\/strong><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jeri dan Herli hidupnya gak pernah akur. setiap hari mereka selalu bertengkar hanya karena masalah yang kadang sepele. Mereka\u00a0<strong>Seperti kucing dan anjing.<\/strong><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Padahal aku sudah meminjamkannya uang lima ribu, eh dia malah memaksa dan minta dipinjami uang sepuluh ribu. Sudah\u00a0<strong>Dikasih hati malah minta jantung<\/strong>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hukum di negara ini memang\u00a0<strong>T<\/strong><strong>ajam keatas tumpul kebawah.<\/strong>\u00a0Koruptor yang korupsi uang negara sampai ratusan milyar hanya dihukum 4 tahun penjara. sedangkan maling ayam malah dihukum 6 tahun.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Adiknya pendiam, pintar dan rajin mengaji, Sedangkan kakaknya banyak bicara, bodoh dan sering mabuk-mabukan. Walaupun mereka berdua adalah saudara kandung. Tapi sifat mereka\u00a0<strong>Bagaikan langit dan bumi<\/strong>.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[wpb-random-posts] &nbsp; Contoh Peribahasa Huruf A. Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang, (Berbuat baik hanya ketika seseorang mempunyai banyak harta). Ada udang dibalik batu, ada maksud tersembunyi. Ada gula ada semut, dimana ada kesenangan, disitu pasti ada keramaian. Ada asap ada api, segala akibat pasti ada sebabnya. Air beriak tanda tak dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[303,435],"tags":[],"class_list":["post-5467","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bahasa-indonesia","category-uasbn"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5467","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5467"}],"version-history":[{"count":15,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5467\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6660,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5467\/revisions\/6660"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5467"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5467"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5467"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}