{"id":5462,"date":"2019-01-24T06:05:14","date_gmt":"2019-01-23T23:05:14","guid":{"rendered":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=5462"},"modified":"2019-01-26T06:22:32","modified_gmt":"2019-01-25T23:22:32","slug":"pengertian-sinonim-dan-antonim-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/pengertian-sinonim-dan-antonim-2\/","title":{"rendered":"Pengertian Sinonim dan Antonim"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Pengertian Sinonim dan Antonim Sinonim, biasanya disebut persamaan kata, merupakan \u00a0bentuk kata yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk kata lain. Sedangkan antonim, biasanya disebut lawan kata, merupakan bentuk kata yang maknanya berlawanan dengan makna kata tersebut. Sinonim dan antonim bahasa Indonesia terkumpul dalam Tesaurus. Tesaurus merupakan buku referensi berupa daftar kata dengan sinonim dan antonimnya, buku tersebut berisi referensi berupa informasi tentang berbagai perangkat konsep atau istilah dalam berbagai bidang kehidupan atau pengetahuan. Contoh Kalimat Sinonim dan Antonim Berikut kumpulan contoh kalimat sinonim dan antonim kosa kata Bahasa Indonesia. abadi\u00a0= \u00a0awet, baka, daim, infinit, kekal, langgeng;\u00a0Antonimnya adalahsementara.\u00a0Contoh kalimat: Akhirat dipercaya sebagai\u00a0kehidupan\u00a0abadi, sedangkan dunia itu kehidupan\u00a0sementara abang\u00a0=\u00a0akang, kakak, kakanda, kakang, kanda, kangmas, mas, raka, uda; Antonimnya adalah\u00a0adik.Contoh kalimat :\u00a0Adik\u00a0dan\u00a0abang\u00a0sama-sama ramah abdi 1\u00a0aku, ana (cak), awak, beta, ego, hamba, kami, saya; Antonimnya adalah\u00a0kamu, juragan. Contoh kalimat :\u00a0Aku\u00a0tidak seperti\u00a0kamu\u00a0yang menyukai bola. cantik\u00a0= adiwarna, adun, anggun, apas, ayu, bagus, bahari, baik, bergaya, berupa, cakap, cendayam, elok, ganteng, geulis, gombang, hasan, indah, jambu, jangak, janguk, jelita, jombang, juita, kacak, kirana, laksmi, majelis, manis, memesonakan, menarik hati, menawan, mentereng, molek, mongel, pantas, rancak, ranggi, rupawan, sajak, segak, sekak, songgak, syahdu, tampan, tampan, tumandang; Antonimnya adalah\u00a0jelek. Contoh kalimat : Baik\u00a0jelek\u00a0atau\u00a0cantik\u00a0aku akan selalu berada di sampingnya. dahulu\u00a0= awal, berlalu, di depan, di muka, dulu, lalu, lampau, lepas, lewat, mulamula, purba, silam, sudah-sudah, tempo hari, waktu lalu; Antonimnya adalah\u00a0sekarang.\u00a0Contoh kalimat : Dari dahulu sampai sekarang penampilannya tetap sama. daif\u00a0=\u00a0cacat, hina, kecil, keji, laif, lata, leceh, lemah, leta, miskin, nista, papa, remeh, rendah, sukar;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0mulia.\u00a0Contoh kalimat : Penggunaan dalil\u00a0daif, akan menodai kemuliaan dalil sesungguhnya. ejek, mengejek\u00a0= jajat,\u00a0meledek, mempermainkan, mencebik, mencela, mencemeeh, mencemek, mencemooh, mencemuh (cak), mencibir, mengajuk, mengata-ngatai, mengecimus, mengeji, menggiat, menggonjak, menggonyakkan, menghinakan, mengolok-olok, mengumpat, mengusik, menistakan, menyendakan, menyepelekan, menyindir, meremehkan, merendahkan; Antonimnya adalah\u00a0memuji.\u00a0Contoh kalimat : Jadikanlah\u00a0ejekan\u00a0sebagai tantangan, dan\u00a0pujian\u00a0sebagai cobaan. ekonomis\u00a0= cermat, hati-hati, hemat, irit; Antonimnya adalah\u00a0boros.\u00a0Contoh kalimat : belilah barang \u2013 barang\u00a0ekonomis\u00a0sehingga pengeluaran tidak akan\u00a0boros. ekor\u00a0= akhir, belakang, buntut, burit, hujung, kotek, punggung, sudut, ujung; Antonimnya adalah\u00a0kepala.\u00a0Contoh kalimat : bulu kucing itu sangat halus dari\u00a0kepala\u00a0hingga\u00a0ekor. eksak =\u00a0akurat, cermat, korek, pasti, persis, saksama, tepat, tentu;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0non-eksak. eksklusif\u00a0= idiosinkretis, individual, istimewa, khas, khusus, privat, tunggal, unik; diskriminatif, parokial, sektarian, terbatas, terpilih; Antonimnya adalah\u00a0inklusif.Contoh kalimat : Pribadi\u00a0inklusif\u00a0lebih disukai dibanding\u00a0eksklusif. eksplisit\u00a0= akurat,\u00a0definitif, gamblang, jelas, kentara, positif, spesifik, tegas, terang, terperinci,tersurat.\u00a0Antonimnya adalah\u00a0Implisit.Contoh kalimat : Beritanya seharusnya disajikan secara\u00a0eksplisit, bukan\u00a0implisit. fana\u00a0=\u00a0sementara, temporer;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0baka.\u00a0Contoh kalimat : kita tidak mampu memilih hidup dalam\u00a0kefanaan\u00a0atau alam\u00a0baka. fasih =\u00a0bacar,\u00a0bijak, calak, cepat, galir, lancar, lincir, lincir lidah, pantas, petah, petah lidah, petes; Antonimnya adalah\u00a0gagap; Contoh kalimat : Salah satu kriteria yang dibutuhkan saat penerimaan penyiar yaitu berbicara tidak\u00a0gagap, namun\u00a0fasih. gadai\u00a0\u00a0mempertanggungkan, mempertaruhkan, mengagunkan, menjaminkan, menyandarkan, merungguhkan; Antonimnya adalah\u00a0menebus.\u00a0Contoh kalimat : mobilnya memang ia\u00a0gadaikan, sekarang ia telah\u00a0menebusnya. gadis\u00a0n\u00a0anak dara, anak perempuan, cewek (cak), dara, dayang, inong, kenya, kuntum, lajang, nona, pemudi, perawan, putri, teruna, upik; Antonimnya adalah\u00a0(je)jaka.\u00a0Contoh kalimat :\u00a0Gadis\u00a0sekarang lebih memilih duda ketimbang\u00a0jejaka. hiruk\u00a0= berisik, bising, damat, gaduh, gegap, gempar, gempita, heboh, hingar-bingar, ramai, ribut, riuh-rendah; Antonimnya adalah\u00a0sunyi. homogen\u00a0=\u00a0sama, seragam, tunggal, unik; Antonimnya adalah\u00a0heterogen.\u00a0Contoh kalimat: Pandangan masyarakat\u00a0heterogen\u00a0dapat menjadi\u00a0homogen\u00a0melalui pancasila. identik\u00a0= analog, ekuivalen, sama, sebangun, serupa; Antonimnya adalah\u00a0berbeda.\u00a0Contoh kalimat : Bunga \u2013 bunga itu\u00a0identikmeskipun berasal dari induk yang\u00a0berbeda. ilegal\u00a0= bawah tangan, gelap (ki), haram, liar, palsu, terlarang; Antonimnya adalah\u00a0\u00a0legal.\u00a0Contoh kalimat : Jangan memilih kosmetik\u00a0ilegal, yang aman untuk kesehatan itu\u00a0legal. ilmiah\u00a0a\u00a0keilmuan, objektif, rasional, saintifik; Antonimnya adalah\u00a0khayal.\u00a0Contoh kalimat : Karya\u00a0ilmiah\u00a0tidak akan berasal dari cerita\u00a0khayal. imitasi\u00a0=\u00a0artifisial, bikinan, buatan, lancung, lip-lap, palsu, selungkang, sintetis, tiruan;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0asli.\u00a0Contoh kalimat : Wanita menegah kebawah lebih memilih produk\u00a0imitasi\u00a0dibanding\u00a0asli, karena harganya lebih miring. jahat\u00a0= bandel, bangor, bangpak, bengal, bengis, biadab (cak), buas, busuk, curang, dengki, durjana, hina, jahanam, jahil, jalang, jelek, kejam, keji, khianat, kotor (ki), kurang ajar, lacur, licik, nakal, pasik, rusak, sadis, sundal, tambung, tebal hati, terkutuk; Antonimnya adalah\u00a0baik.\u00a0Contoh kalimat : Sebuah drama sengaja menghadirkan kedua karakter tokoh yaitu tokoh\u00a0jahat\u00a0dan tokoh\u00a0baik. jalang\u00a0a beringas, binal, buas, galak, ganas, garang, geladak, jahat, lacur, liar, nakal, panjang mata, sundal; Antonimnya adalah\u00a0jinak.Binatang\u00a0jalang\u00a0telah berhasil dijinakkan. janda\u00a0= balu, bujang, randa;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0duda.\u00a0Contoh kalimat : Tetangga sebelah rumahku yang\u00a0janda\u00a0besok menikah dengan seorang\u00a0duda. jawab\u00a0=\u00a0balas, balasan, elakan, jawaban, perlawanan, reaksi, respons, sahutan, sambutan, tanggapan, tangkisan;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0\u00a0tanya.\u00a0Contoh kalimat : Sesi\u00a0tanya\u00a0dan\u00a0jawab\u00a0jumpa pers Syahrini akan segera berakhir. kawan\u00a0n\u00a0bendu, dongan, kenalan, sahabat, sejawat, sobat (cak), teman;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0musuh.\u00a0Contoh kalimat : dalam politik, yang awalnya\u00a0kawan\u00a0dapat menjadi\u00a0lawan. pendahuluan\u00a0= alas kata, haluan kata, introduksi, kata pengantar, mukadimah, pembukaan, pengantar kata, pengenalan, permulaan, pimpinan, prakata, prawacana, prolog;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0penutup. Contoh kalimat :\u00a0Pendahuluan\u00a0sebuah artikel itu di buat semenarik mungkin, sedangkan\u00a0penutupannya biasa saja. tergabung\u00a0=\u00a0tercampur, terhimpun, terpadu, terkumpul, terpumpun;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0terpisah.\u00a0Contoh kalimat : Salah satu sekolah\u00a0tergabung\u00a0ke dalam sekolah berbasis Internasional,\u00a0terpisah\u00a0dari kurikulum yang ditetapkan pemerintah. terikat\u00a0v\u00a01\u00a0terbalut, terbebat, terbelenggu, terbelit, terberkas, terjalin, terkait, terkebat, terkongkong, terkujut, terkurung, terlilit, terpaut, terpikat, tersaur, tersekat, tersimpai, tersimpul, tertambat, tertawan; tergabung, tergolong, terlibat, tersangkut; tertakluk;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0terbebas.\u00a0Contoh kalimat : Hewan\u00a0terikat\u00a0itu ingin\u00a0terbebas\u00a0dari tali temali pengikatnya. kontroversi =\u00a0perbalahan, perbantahan, perdebatan, polemik, silang pendapat; percederaan, percekcokan, perselisihan, pertengkaran, pertikaian; prahara Antonimnya adalah\u00a0selaras.\u00a0Contoh kalimat : Ahmad Dani memang pribadi yang penuh\u00a0kontroversi,\u00a0selaras\u00a0dengan ide \u2013 ide musik yang dihasilkannya. konsisten\u00a0= konstan, malar, persisten, stabil, taat asas, tetap; harmonis, koheren, selaras, sesuai; Antonimnya adalah\u00a0inkonsisten.Contoh kalimat : Remaja biasanya belum\u00a0konsisten\u00a0dalam hal perasaan, mereka masih\u00a0inkonsisten\u00a0terhadap perubahan kehidupannya. konotatif\u00a0= alegoris, asosiatif, figuratif, metaforis,\u00a0simbolis;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0denotatif.\u00a0Contoh kalimat : Pakai kata\u00a0denotatif\u00a0saja, karena kata\u00a0konotatif\u00a0kerap membuatku kebingungan. kualitas\u00a0n\u00a01\u00a0bobot, derajat, jenis, kadar,kaliber (cak), kelas, kapasitas, karakter, status, peringkat, mutu, nilai, taraf, tingkat; atribut, ciri, karakteristik, keunikan, sifat, tanda; Antonimnya adalah\u00a0kuantitas.\u00a0Contoh kalimat : Baik\u00a0kuantitas\u00a0maupun\u00a0kualitasproduk baru ini harus unggul dibanding produk-produk lama. laba\u00a0= keuntungan, kelebihan, margin, profit, surplus; arti, faedah, guna, manfaat;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0rugi.\u00a0Contoh kalimat : Bukannya mendapat\u00a0laba, tetapi\u00a0merugi. labil\u00a0=\u00a0goyah, goyang, temperamental; fluktuatif; Antonimnya adalah\u00a0stabil.\u00a0Contoh kalimat : Tunggulah ketika ia telah\u00a0stabil, bukan sekarang saat ia\u00a0labil. lahir\u00a0=\u00a0jebol, ada, berdiri, hadir, jadi, keluar, muncul, terbentuk, timbul, tumbuh, jasmani, keduniaan;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0meninggal, mati.\u00a0Kelahiran\u00a0disambut dengan tawa,\u00a0kematian\u00a0disambut dengan tangis. lahiriah\u00a0= badaniah, fisis, jasmaniah, ragawi, zahir; Antonimnya adalah\u00a0batiniah.\u00a0Contoh kalimat : Kemuliaan itu terbentuk dari kebersihan\u00a0lahiriah\u00a0dan kesucian\u00a0batiniah. laki\u00a0= adam, laki-laki, lanang, lelaki, maskulin, pria; bujang, cowok\u00a0(cak), jaka, jejaka, pemuda, perjaka; jantan; junjungan, suami; Antonimnya adalah\u00a0perempuan.\u00a0Contoh kalimat : Sekat laki \u2013 laki dan perempuan masa kini telah berangsur \u2013 angsur menghilang. monolog\u00a0=\u00a0ceramah, lektur, orasi, pidato;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0dialog. mortalitas\u00a0=\u00a0kematian; Antonimnya adalah\u00a0natalitas.\u00a0Contoh kalimat : Tahun ini angka\u00a0natalitas\u00a0lebih tinggi dibandingkan angka\u00a0mortalitas. muda\u00a0=\u00a0anak muda, anom, baru, belia, bujang, enom, jejaka, kecil, lembut, mengunjung, mentah, orang muda, pentil, peria, perjaka, rawan, remaja, teruna, yuana, yunior, yuvenil, yuwana;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0tua.\u00a0Contoh kalimat : Pertunjukan ini cocok bagi semua kalangan, baik muda maupun tua. mudah\u00a0= encer, enteng, gampang, gembur,lancar, lasuh, lekeh, lun-tur, murah, ringan, sederhana, senang, sepele, suang; Antonimnya adalah\u00a0susah, sulit.\u00a0Contoh kalimat : Ali mengerjakan pertanyaan yang mudah dahulu dan mengabaikan yang sulit. mujur\u00a0= asian, berbahagia, berbintang terang, berkat, bernasib baik, beruntung, membujur, mendapat habuan, mendapat laba, mendingan, menyaruk, warisan;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0sial,\u00a0apes.\u00a0Contoh kalimat : Pejudi hanya mengandalkan kemujuran belaka, ketika apes bangkrut keuangannya. mumpuni\u00a0=\u00a0ahli, cakap, lihai, mahir, greater thanless than\u00a0bodoh. Contoh kalimat : Pekerjaan ini membutuhkan keahlian yang mumpuni, tidak akan bisa dikerjakan oleh orang bodoh. munafik\u00a0=\u00a0bermuka dua, hipokrit, inkonsisten, kepalsuan, kepura-puraan, nifak; greater thanless than\u00a0jujur.\u00a0Contoh kalimat : Bersikap itu pilihan, ingin jadi orang jujur atau munafik. muncul\u00a0=\u00a0\u00a0bertambah, bertunas, hidup, kelihatan, keluar, lahir, membuntang, mencagun, mencongol, mencuat, mengembol, menjedul, menjelma, menjengul, menjungkar, menongol, menonjol, menyembu, menyempal, pegari, tampak, tepercul, terangkat, terbit, tersembul, timbul, tumbuh; ada, datang, hadir, masuk, pegari, tampak, terlihat; berbentuk, berdiri, jadi, lahir, mengemuka, menjelma, tampil, tumbuh; keluar, terbit;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0tenggelam.\u00a0Contoh kalimat : Ikan koi itu kadang muncul kadang tenggelam. mundur\u00a0=\u00a0berkurang, hanyut, hengkang, kembali, kolot, meleset, menarik langkah, mengundurkan diri, menyusut, merosot, surut, terkebelakang, tertinggal, undur; Antonimnya adalah\u00a0maju.\u00a0Contoh kalimat : Maju mundur cantik menjadi lagu andalan Syahrini saat manggung. murah\u00a0= banyak, berlebih-lebih, ekonomis, gampang, limpah, melimpah, mudah; Antonimnya adalah\u00a0mahal.\u00a0Contoh kalimat : pasar tidak selalu menjual barang murah, terkadang barang mahal pun dijual disana. muram\u00a0=\u00a0benguk, buram, guram, kabur, kecut, kelam, kucam, kusam, kusut muka, kuyu, layu, masygul, menderita, mendung, menipu, murung, pucat, pudar, redup, sabak, sayu, sedih, sedu, suram, teduh, udam; Antonimnya adalah\u00a0ceria; cerah; berseri.\u00a0Contoh kalimat : Jangan selalu muram, nikmatilah hari ini dengan ceria. murid\u00a0=\u00a0anak buah, anak didik, anak sasian, cantrik, cekel, centerik, mahasiswa, mahasiswi, pelajar, pengikut, penuntut, siswa;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0guru; mursyid.Contoh kalimat : Guru sukses membuat muridnya lebih pintar darinya. naik\u00a0= bertambah, ke atas, maju, terangkat, terbang; Antonimnya adalah\u00a0turun.\u00a0Contoh kalimat : Berhati \u2013 hatilah saat naik turun tangga. nakal\u00a0=\u00a0badung, bandel, bangor, bengal, bengkok (ki), biadab, binal, buruk (kelakuan), culas, curang, degil, dugal, geladak, jahanam, jahat, jalang, kasar, kepala batu, keras kepala, kotor (ki), kurang ajar,lacur, lancang, liar, licik, licin (ki), rusak (ki), mbeling (cak), sundal, tambeng, tambung, tekak, ugal-ugalan;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0alim, patuh.\u00a0Contoh kalimat : Orang tuanya mengharapkan anak nakalnya menjadi alim. nasional\u00a0=\u00a0dalam negeri, domestik, kebangsaan, lokal; Antonimnya adalah\u00a0internasional.\u00a0Contoh kalimat : Pemasaran produk lama mencapai pasar nasional dan internasional. netral\u00a0=\u00a0adil, objektif; bebas, independen, nonblok; Antonimnya adalah\u00a0berpihak. Contoh kalimat : Polisi harus netral dalam pilkada, tidak boleh berpihak pada partai tertentu. nikah, menikah\u00a0=\u00a0berbaur (ki), beristri, berjodoh, berkawin, berkeluarga, bersemenda, bersuami, berumah tangga, duduk, janji, kawin, menempuh hidup baru, mengikat, naik ke pelaminan;Antonimnya adalah\u00a0bercerai.\u00a0Contoh kalimat : Baru seminggu menikah, hari ini mereka bercerai. niskala\u00a0=\u00a0abstrak, khayali, maya, mujarad, tanwujud;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0nyata.\u00a0Contoh kalimat : Penglihatan kita hanya mampu melihat sesuatu yang nyata bukan niskala. objektif\u00a0=\u00a0adil, faktual, ilmiah, netral, rasional;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0subjektif.\u00a0Contoh kalimat : Seorang pengajar harus objektif dalam melakukan penilaian, subjektivitas karena hubungan pribadi dapat menjadi penilaian yang kurang baik. opa\u00a0= cak\u00a0aki, engkong, eyang kakung, kakek; Antonimnya adalah\u00a0oma.\u00a0Contoh kalimat : Liburan tahun baru 2017 aku berencana mengajak opa dan oma ke puncak. optimistis\u00a0=\u00a0berpengharapan, yakin;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0pesimistis.\u00a0Contoh kalimat : \u00a0Ketika kamu gagal jangan\u00a0pesimis, haru\u00a0optimis\u00a0terhadap masa depan. orang tua\u00a0=\u00a0ayah bunda, ibu bapak, penanggung, pengampu, wali;\u00a0ki\u00a0sesepuh, tokoh;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0anak.\u00a0Contoh kalimat : Rupa\u00a0anak\u00a0tidak jauh \u2013 jauh dari\u00a0orang tuanya. orisinal\u00a0= asli, otentik, sah, sejati, tulen, bersih,\u00a0Antonimnya adalah\u00a0imitasi; tiruan.\u00a0Contoh kalimat : Kamu sudah tertipu barang\u00a0imitasi, yang\u00a0original\u00a0tidak akan rusak secepat itu. palak\u00a0= beringsang, gerah, panas; benci,berang, dongkol, gemas, geram, gondok, gregetan, gusar, jengkel, keki (cak), kesal, mangkel, marah, masygul, mengkal, murka, naik darah, naik pitam, pedar, pegal hati, salah hati, redut, rongseng, sebal sewot, mengotot, nekat; Antonimnya adalah\u00a0sabar.\u00a0Contoh kalimat : ketika menginginkan sesuatu janganlah\u00a0palak, bersabarlah dalam meraihnya. palsu\u00a0= artifisial, bikinan, buatan, imitasi, kuasi, lancung, pseudo, semu, sintetis, tiruan, samaran; bohong bohongan, ecekecek, gadungan, ilegal; Antonimnya adalah\u00a0asli; legal.\u00a0Contoh kalimat : Badan POM membandingkan produk\u00a0palsudengan\u00a0produk\u00a0asli\u00a0sebuah minuman botol. panas\u00a0= bahang, kolor, beringsang, gerah, dedar, demam, meriang, kemarau, kering, berbahaya, bergolak, gawat, genting, kritis, tegang, ki erotis, hot (cak), memberahikan, menggairahkan, menggiurkan, merangsang, seksi, sensual, seronok. Antonimnya adalah\u00a0dingin.\u00a0Contoh kalimat : Musim kemarau identik dengan\u00a0panas\u00a0yang terik, sedangkan musim penghujan ditandai dengan suasana\u00a0dingin\u00a0sepanjang hari. pangkal\u00a0= akar (ki), asal mula, awal, benih, biang, bibit, induk (ki), kausa, punca, sebab, sumber, dasar, pokok, subyek, kapital, modal; Antonimnya adalah\u00a0ujung. Tanaman hias itu sangat menawan dari\u00a0pangkal\u00a0hingga\u00a0ujungnya. panik\u00a0belingsatan, bingung, buncah, gagap, gamam, ganar, gelagapan, gelisah, kalangkabut, nanar, resah, salah tingkah, senewen(cak), tegang, tersara bara, terkencar-kencar; Antonimnya adalah\u00a0tenang; diam.\u00a0Beberapa saat lalu ketika terjadi gempa, ia\u00a0panik\u00a0mengitari rumahnya yang roboh, namun sekarang ia bisa\u00a0tenang\u00a0setelah TIM Penanggulangan Bencana datang. Contoh kalimat sinonim dan antonim lengkap dengan artinya di atas, semoga dapat menambah wawasan pembaca. Contoh kalimatnya juga dapat anda kembangkan sendiri sesuai dengan kebutuhan.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengertian Sinonim dan Antonim<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sinonim, biasanya disebut persamaan kata, merupakan \u00a0bentuk kata yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk kata lain. Sedangkan antonim, biasanya disebut lawan kata, merupakan bentuk kata yang maknanya berlawanan dengan makna kata tersebut. Sinonim dan antonim bahasa Indonesia terkumpul dalam Tesaurus. Tesaurus merupakan buku referensi berupa daftar kata dengan sinonim dan antonimnya, buku tersebut berisi referensi berupa informasi tentang berbagai perangkat konsep atau istilah dalam berbagai bidang kehidupan atau pengetahuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Kalimat Sinonim dan Antonim<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut kumpulan contoh kalimat sinonim dan antonim kosa kata Bahasa Indonesia.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>abadi\u00a0<\/strong>= \u00a0awet, baka, daim, infinit, kekal, langgeng;\u00a0<em>Antonimnya adalah<\/em><strong>sementara.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat: Akhirat dipercaya sebagai\u00a0kehidupan\u00a0<u>abadi<\/u>, sedangkan dunia itu kehidupan\u00a0<u>sementara<\/u><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>abang\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>akang, kakak, kakanda, kakang, kanda, kangmas, mas, raka, uda; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>adik.<\/strong>Contoh kalimat :\u00a0<u>Adik\u00a0<\/u>dan\u00a0<u>abang<\/u>\u00a0sama-sama ramah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>abdi 1\u00a0<\/strong>aku, ana (<em>cak<\/em>), awak, beta, ego, hamba, kami, saya; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>kamu, juragan<\/strong>. Contoh kalimat :\u00a0<u>Aku<\/u>\u00a0tidak seperti\u00a0<u>kamu<\/u>\u00a0yang menyukai bola.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>cantik\u00a0<\/strong>= adiwarna, adun, anggun, apas, ayu, bagus, bahari, baik, bergaya, berupa, cakap, cendayam, elok, ganteng, geulis, gombang, hasan, indah, jambu, jangak, janguk, jelita, jombang, juita, kacak, kirana, laksmi, majelis, manis, memesonakan, menarik hati, menawan, mentereng, molek, mongel, pantas, rancak, ranggi, rupawan, sajak, segak, sekak, songgak, syahdu, tampan, tampan, tumandang; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>jelek<\/strong>. Contoh kalimat : Baik\u00a0<u>jelek<\/u>\u00a0atau\u00a0<u>cantik<\/u>\u00a0aku akan selalu berada di sampingnya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>dahulu\u00a0<\/strong>= awal, berlalu, di depan, di muka, dulu, lalu, lampau, lepas, lewat, mulamula, purba, silam, sudah-sudah, tempo hari, waktu lalu; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>sekarang.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Dari dahulu sampai sekarang penampilannya tetap sama.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>daif\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>cacat, hina, kecil, keji, laif, lata, leceh, lemah, leta, miskin, nista, papa, remeh, rendah, sukar;<em>\u00a0Antonimnya adalah\u00a0<\/em><strong>mulia.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Penggunaan dalil\u00a0<u>daif<\/u>, akan menodai ke<u>mulia<\/u>an dalil sesungguhnya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>ejek, mengejek\u00a0<\/strong>= jajat<strong>,\u00a0<\/strong>meledek, mempermainkan, mencebik, mencela, mencemeeh, mencemek, mencemooh, mencemuh (<em>cak<\/em>), mencibir, mengajuk, mengata-ngatai, mengecimus, mengeji, menggiat, menggonjak, menggonyakkan, menghinakan, mengolok-olok, mengumpat, mengusik, menistakan, menyendakan, menyepelekan, menyindir, meremehkan, merendahkan; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>memuji.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Jadikanlah\u00a0<u>ejekan<\/u>\u00a0sebagai tantangan, dan\u00a0<u>pujian<\/u>\u00a0sebagai cobaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>ekonomis\u00a0<\/strong>= cermat, hati-hati, hemat, irit; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>boros.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : belilah barang \u2013 barang\u00a0<u>ekonomis<\/u>\u00a0sehingga pengeluaran tidak akan\u00a0<u>boros<\/u>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>ekor\u00a0<\/strong>= akhir, belakang, buntut, burit, hujung, kotek, punggung, sudut, ujung; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>kepala.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : bulu kucing itu sangat halus dari\u00a0<u>kepala<\/u>\u00a0hingga\u00a0<u>ekor<\/u>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>eksak =<\/strong>\u00a0akurat, cermat, korek, pasti, persis, saksama, tepat, tentu;\u00a0<em>Antonimnya adalah<\/em><em>\u00a0<\/em><strong>non-eksak<\/strong>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>eksklusif\u00a0<\/strong>= idiosinkretis, individual, istimewa, khas, khusus, privat, tunggal, unik; diskriminatif, parokial, sektarian, terbatas, terpilih; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>inklusif<em>.<\/em><\/strong>Contoh kalimat : Pribadi\u00a0<u>inklusif<\/u>\u00a0lebih disukai dibanding\u00a0<u>eksklusif<\/u>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>eksplisit\u00a0<\/strong>= akurat<em>,\u00a0<\/em>definitif, gamblang, jelas, kentara, positif, spesifik, tegas, terang, terperinci,tersurat.\u00a0<em>Antonimnya adalah<\/em><strong>\u00a0Implisit.<\/strong>Contoh kalimat : Beritanya seharusnya disajikan secara\u00a0<u>eksplisit<\/u>, bukan\u00a0<u>implisit<\/u>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>fana\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>sementara, temporer;<strong>\u00a0<em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0baka.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : kita tidak mampu memilih hidup dalam\u00a0<u>kefanaan\u00a0<\/u>atau alam\u00a0<u>baka<\/u>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>fasih =<\/strong>\u00a0bacar<strong>,\u00a0<\/strong>bijak, calak, cepat, galir, lancar, lincir, lincir lidah, pantas, petah, petah lidah, petes; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>gagap<\/strong>; Contoh kalimat : Salah satu kriteria yang dibutuhkan saat penerimaan penyiar yaitu berbicara tidak\u00a0<u>gagap<\/u>, namun\u00a0<u>fasih<\/u>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>gadai\u00a0<\/strong><em>\u00a0<\/em>mempertanggungkan, mempertaruhkan, mengagunkan, menjaminkan, menyandarkan, merungguhkan; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>menebus.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : mobilnya memang ia\u00a0<u>gadai<\/u>kan, sekarang ia telah\u00a0<u>menebus<\/u>nya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>gadis\u00a0<\/strong><em>n\u00a0<\/em>anak dara, anak perempuan, cewek (<em>cak<\/em>), dara, dayang, inong, kenya, kuntum, lajang, nona, pemudi, perawan, putri, teruna, upik; <em>Antonimnya adalah<\/em><em>\u00a0(<\/em><strong>je)jaka.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat :\u00a0<u>Gadis<\/u>\u00a0sekarang lebih memilih duda ketimbang\u00a0<u>jejaka<\/u>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>hiruk\u00a0<\/strong>= berisik, bising, damat, gaduh, gegap, gempar, gempita, heboh, hingar-bingar, ramai, ribut, riuh-rendah; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>sunyi.<\/strong><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>homogen\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>sama, seragam, tunggal, unik; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>heterogen.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat: Pandangan masyarakat\u00a0<u>heterogen<\/u>\u00a0dapat menjadi\u00a0<u>homogen<\/u>\u00a0melalui pancasila.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>identik\u00a0<\/strong>= analog, ekuivalen, sama, sebangun, serupa; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>berbeda.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat : Bunga \u2013 bunga itu\u00a0<u>identik<\/u>meskipun berasal dari induk yang\u00a0<u>berbeda<\/u>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>ilegal\u00a0<\/strong>= bawah tangan, gelap (<em>ki<\/em>), haram, liar, palsu, terlarang; <em>Antonimnya adalah<\/em><em>\u00a0\u00a0<\/em><strong>legal.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Jangan memilih kosmetik\u00a0<u>ilegal<\/u>, yang aman untuk kesehatan itu\u00a0<u>legal<\/u>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>ilmiah\u00a0<\/strong><em>a\u00a0<\/em>keilmuan, objektif, rasional, saintifik<em>; Antonimnya adalah\u00a0<\/em><strong>khayal.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat : Karya\u00a0<u>ilmiah\u00a0<\/u>tidak akan berasal dari cerita\u00a0<u>khayal<\/u>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>imitasi\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>artifisial, bikinan, buatan, lancung, lip-lap, palsu, selungkang, sintetis, tiruan<em>;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0<\/em><strong>asli.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Wanita menegah kebawah lebih memilih produk\u00a0<u>imitasi<\/u>\u00a0dibanding\u00a0<u>asli<\/u>, karena harganya lebih miring.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>jahat\u00a0<\/strong>= bandel, bangor, bangpak, bengal, bengis, biadab (<em>cak<\/em>), buas, busuk, curang, dengki, durjana, hina, jahanam, jahil, jalang, jelek, kejam, keji, khianat, kotor (<em>ki<\/em>), kurang ajar, lacur, licik, nakal, pasik, rusak, sadis, sundal, tambung, tebal hati, terkutuk; <em>Antonimnya adalah\u00a0<\/em><strong>baik.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat : Sebuah drama sengaja menghadirkan kedua karakter tokoh yaitu tokoh\u00a0<u>jahat<\/u>\u00a0dan tokoh\u00a0<u>baik<\/u>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>jalang<\/strong>\u00a0a beringas, binal, buas, galak, ganas, garang, geladak, jahat, lacur, liar, nakal, panjang mata, sundal; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>jinak.<\/strong>Binatang\u00a0<u>jalang<\/u>\u00a0telah berhasil di<u>jinak<\/u>kan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>janda\u00a0<\/strong>= balu, bujang, randa<em>;\u00a0Antonimnya adalah\u00a0<\/em><strong>duda.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Tetangga sebelah rumahku yang\u00a0<u>janda\u00a0<\/u>besok menikah dengan seorang\u00a0<u>duda<\/u>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>jawab\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>balas, balasan, elakan, jawaban, perlawanan, reaksi, respons, sahutan, sambutan, tanggapan, tangkisan;\u00a0<em>Antonimnya adalah\u00a0<\/em>\u00a0<strong>tanya.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Sesi\u00a0<u>tanya<\/u>\u00a0dan\u00a0<u>jawab<\/u>\u00a0jumpa pers Syahrini akan segera berakhir.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>kawan\u00a0<\/strong><em>n\u00a0<\/em>bendu, dongan, kenalan, sahabat, sejawat, sobat (<em>cak<\/em>), teman;<em>\u00a0Antonimnya adalah\u00a0<\/em><strong>musuh.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat : dalam politik, yang awalnya\u00a0<u>kawan<\/u>\u00a0dapat menjadi\u00a0<u>lawan<\/u>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>pendahuluan\u00a0<\/strong>= alas kata, haluan kata, introduksi, kata pengantar, mukadimah, pembukaan, pengantar kata, pengenalan, permulaan, pimpinan, prakata, prawacana, prolog;\u00a0<em>Antonimnya adalah<\/em><em>\u00a0<\/em><strong>penutup<\/strong>. Contoh kalimat :\u00a0<u>Pendahuluan<\/u>\u00a0sebuah artikel itu di buat semenarik mungkin, sedangkan\u00a0<u>penutupan<\/u>nya biasa saja.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>tergabung\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>tercampur, terhimpun, terpadu, terkumpul, terpumpun;\u00a0<em>Antonimnya adalah<\/em><em>\u00a0<\/em><strong>terpisah.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Salah satu sekolah\u00a0<u>tergabung\u00a0<\/u>ke dalam sekolah berbasis Internasional,\u00a0<u>terpisah<\/u>\u00a0dari kurikulum yang ditetapkan pemerintah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>terikat\u00a0<\/strong><em>v\u00a0<\/em><strong>1\u00a0<\/strong>terbalut, terbebat, terbelenggu, terbelit, terberkas, terjalin, terkait, terkebat, terkongkong, terkujut, terkurung, terlilit, terpaut, terpikat, tersaur, tersekat, tersimpai, tersimpul, tertambat, tertawan; tergabung, tergolong, terlibat, tersangkut; tertakluk<em>;\u00a0Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>terbebas.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Hewan\u00a0<u>terikat<\/u>\u00a0itu ingin\u00a0<u>terbebas<\/u>\u00a0dari tali temali pengikatnya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>kontroversi =\u00a0<\/strong>perbalahan, perbantahan, perdebatan, polemik, silang pendapat; percederaan, percekcokan, perselisihan, pertengkaran, pertikaian; prahara <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>selaras.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat : Ahmad Dani memang pribadi yang penuh\u00a0<u>kontroversi<\/u>,\u00a0<u>selaras<\/u>\u00a0dengan ide \u2013 ide musik yang dihasilkannya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>konsisten\u00a0<\/strong>= konstan, malar, persisten, stabil, taat asas, tetap; harmonis, koheren, selaras, sesuai; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>inkonsisten.<\/strong>Contoh kalimat : Remaja biasanya belum\u00a0<u>konsisten<\/u>\u00a0dalam hal perasaan, mereka masih\u00a0<u>inkonsisten<\/u>\u00a0terhadap perubahan kehidupannya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>konotatif\u00a0<\/strong>= alegoris, asosiatif, figuratif, metaforis,\u00a0<em>simbolis;\u00a0Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>denotatif.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat : Pakai kata\u00a0<u>denotatif<\/u>\u00a0saja, karena kata\u00a0<u>konotatif<\/u>\u00a0kerap membuatku kebingungan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>kualitas\u00a0<\/strong><em>n\u00a0<\/em><strong>1\u00a0<\/strong>bobot, derajat, jenis, kadar,kaliber (<em>cak<\/em>), kelas, kapasitas, karakter, status, peringkat, mutu, nilai, taraf, tingkat; atribut, ciri, karakteristik, keunikan, sifat, tanda; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>kuantitas.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat : Baik\u00a0<u>kuantitas<\/u>\u00a0maupun\u00a0<u>kualitas<\/u>produk baru ini harus unggul dibanding produk-produk lama.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>laba\u00a0<\/strong>= keuntungan, kelebihan, margin, profit, surplus; arti, faedah, guna, manfaat;\u00a0<em>Antonimnya adalah<\/em><em>\u00a0<\/em><strong>rugi.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Bukannya mendapat\u00a0<u>laba<\/u>, tetapi\u00a0<u>merugi<\/u>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>labil\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>goyah, goyang, temperamental; fluktuatif; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>stabil.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat : Tunggulah ketika ia telah\u00a0<u>stabil<\/u>, bukan sekarang saat ia\u00a0<u>labil<\/u>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>lahir\u00a0<\/strong><em>=<\/em>\u00a0jebol, ada, berdiri, hadir, jadi, keluar, muncul, terbentuk, timbul, tumbuh, jasmani, keduniaan;\u00a0<em>Antonimnya adalah<\/em><em>\u00a0<\/em><strong>meninggal, mati.<\/strong>\u00a0<u>Kelahiran<\/u>\u00a0disambut dengan tawa,\u00a0<u>kematian<\/u>\u00a0disambut dengan tangis.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>lahiriah\u00a0<\/strong>= badaniah, fisis, jasmaniah, ragawi, zahir; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>batiniah.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Kemuliaan itu terbentuk dari kebersihan\u00a0<u>lahiriah<\/u>\u00a0dan kesucian\u00a0<u>batiniah<\/u>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>laki\u00a0<\/strong>= adam, laki-laki, lanang, lelaki, maskulin, pria; bujang, cowok\u00a0<em>(cak)<\/em>, jaka, jejaka, pemuda, perjaka; jantan; junjungan, suami; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>perempuan.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat : Sekat laki \u2013 laki dan perempuan masa kini telah berangsur \u2013 angsur menghilang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>monolog\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>ceramah, lektur, orasi, pidato;\u00a0<em>Antonimnya adalah<\/em><em>\u00a0<\/em><strong>dialog.<\/strong><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>mortalitas<\/strong>\u00a0=\u00a0<em>kematian; Antonimnya adalah\u00a0<\/em><strong>natalitas.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Tahun ini angka\u00a0<u>natalitas<\/u>\u00a0lebih tinggi dibandingkan angka\u00a0<u>mortalitas<\/u>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>muda\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>anak muda, anom, baru, belia, bujang, enom, jejaka, kecil, lembut, mengunjung, mentah, orang muda, pentil, peria, perjaka, rawan, remaja, teruna, yuana, yunior, yuvenil, yuwana;\u00a0<em>Antonimnya adalah<\/em><em>\u00a0<\/em><strong>tua.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Pertunjukan ini cocok bagi semua kalangan, baik muda maupun tua.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>mudah\u00a0<\/strong>= encer, enteng, gampang, gembur,lancar, lasuh, lekeh, lun-tur, murah, ringan, sederhana, senang, sepele, suang<strong>; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0susah, sulit.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat : Ali mengerjakan pertanyaan yang mudah dahulu dan mengabaikan yang sulit.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>mujur\u00a0<\/strong>= asian, berbahagia, berbintang terang, berkat, bernasib baik, beruntung, membujur, mendapat habuan, mendapat laba, mendingan, menyaruk, warisan;\u00a0<em>Antonimnya adalah<\/em><em>\u00a0<\/em><strong>sial<\/strong>,\u00a0<strong>apes.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat : Pejudi hanya mengandalkan kemujuran belaka, ketika apes bangkrut keuangannya.<\/span><\/li>\n<li>\n<div class=\"enleft\">\n<div id=\"div-gpt-ad-1495811779245-1\" data-google-query-id=\"CPqDvoeFhOACFQ7zjwodQxEJag\">\n<div id=\"google_ads_iframe_\/329634089\/DosBhs_ATF300\/DosBhs_AdsInPost1Vertical_0__container__\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>mumpuni\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>ahli, cakap, lihai, mahir, &gt;&lt;\u00a0<strong>bodoh<\/strong>. Contoh kalimat : Pekerjaan ini membutuhkan keahlian yang mumpuni, tidak akan bisa dikerjakan oleh orang bodoh.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>munafik\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>bermuka dua, hipokrit, inkonsisten, kepalsuan, kepura-puraan, nifak; &gt;&lt;\u00a0<strong>jujur.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Bersikap itu pilihan, ingin jadi orang jujur atau munafik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>muncul\u00a0<\/strong>=\u00a0<em>\u00a0<\/em>bertambah, bertunas, hidup, kelihatan, keluar, lahir, membuntang, mencagun, mencongol, mencuat, mengembol, menjedul, menjelma, menjengul, menjungkar, menongol, menonjol, menyembu, menyempal, pegari, tampak, tepercul, terangkat, terbit, tersembul, timbul, tumbuh; ada, datang, hadir, masuk, pegari, tampak, terlihat; berbentuk, berdiri, jadi, lahir, mengemuka, menjelma, tampil, tumbuh; keluar, terbit;<em>\u00a0Antonimnya adalah\u00a0<\/em><strong>tenggelam.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Ikan koi itu kadang muncul kadang tenggelam.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>mundur\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>berkurang, hanyut, hengkang, kembali, kolot, meleset, menarik langkah, mengundurkan diri, menyusut, merosot, surut, terkebelakang, tertinggal, undur; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>maju.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat : Maju mundur cantik menjadi lagu andalan Syahrini saat manggung.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>murah\u00a0<\/strong>= banyak, berlebih-lebih, ekonomis, gampang, limpah, melimpah, mudah; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>mahal.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : pasar tidak selalu menjual barang murah, terkadang barang mahal pun dijual disana.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>muram\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>benguk, buram, guram, kabur, kecut, kelam, kucam, kusam, kusut muka, kuyu, layu, masygul, menderita, mendung, menipu, murung, pucat, pudar, redup, sabak, sayu, sedih, sedu, suram, teduh, udam; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>ceria; cerah; berseri.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat : Jangan selalu muram, nikmatilah hari ini dengan ceria.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>murid\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>anak buah, anak didik, anak sasian, cantrik, cekel, centerik, mahasiswa, mahasiswi, pelajar, pengikut, penuntut, siswa;\u00a0<em>Antonimnya adalah<\/em><em>\u00a0<\/em><strong>guru; mursyid.<\/strong>Contoh kalimat : Guru sukses membuat muridnya lebih pintar darinya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>naik\u00a0<\/strong>= bertambah, ke atas, maju, terangkat, terbang; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>turun.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Berhati \u2013 hatilah saat naik turun tangga.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>nakal\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>badung, bandel, bangor, bengal, bengkok (<em>ki<\/em>), biadab, binal, buruk (kelakuan), culas, curang, degil, dugal, geladak, jahanam, jahat, jalang, kasar, kepala batu, keras kepala, kotor (<em>ki<\/em>), kurang ajar,lacur, lancang, liar, licik, licin (<em>ki<\/em>), rusak (<em>ki<\/em>), mbeling (<em>cak<\/em>), sundal, tambeng, tambung, tekak, ugal-ugalan;\u00a0<em>Antonimnya adalah<\/em><em>\u00a0<\/em><strong>alim, patuh.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat : Orang tuanya mengharapkan anak nakalnya menjadi alim.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>nasional\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>dalam negeri, domestik, kebangsaan, lokal; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>internasional.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Pemasaran produk lama mencapai pasar nasional dan internasional.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>netral\u00a0<\/strong><em>=<\/em>\u00a0adil, objektif; bebas, independen, nonblok; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>berpihak<\/strong>. Contoh kalimat : Polisi harus netral dalam pilkada, tidak boleh berpihak pada partai tertentu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>nikah, menikah\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>berbaur (<em>ki<\/em>), beristri, berjodoh, berkawin, berkeluarga, bersemenda, bersuami, berumah tangga, duduk, janji, kawin, menempuh hidup baru, mengikat, naik ke pelaminan;<em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>bercerai.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat : Baru seminggu menikah, hari ini mereka bercerai.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>niskala\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>abstrak, khayali, maya, mujarad, tanwujud;\u00a0<em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>nyata.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Penglihatan kita hanya mampu melihat sesuatu yang nyata bukan niskala.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>objektif\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>adil, faktual, ilmiah, netral, rasional;\u00a0<em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>subjektif.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Seorang pengajar harus objektif dalam melakukan penilaian, subjektivitas karena hubungan pribadi dapat menjadi penilaian yang kurang baik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>opa\u00a0<\/strong><em>= cak\u00a0<\/em>aki, engkong, eyang kakung, kakek; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>oma.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat : Liburan tahun baru 2017 aku berencana mengajak opa dan oma ke puncak.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>optimistis\u00a0<\/strong><em>=\u00a0<\/em>berpengharapan, yakin;<em>\u00a0Antonimnya adalah\u00a0<\/em><strong>pesimistis.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat : \u00a0Ketika kamu gagal jangan\u00a0<u>pesimis<\/u>, haru\u00a0<u>optimis<\/u>\u00a0terhadap masa depan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>orang tua\u00a0<\/strong><em>=<\/em>\u00a0ayah bunda, ibu bapak, penanggung, pengampu, wali;\u00a0<em>ki\u00a0<\/em>sesepuh, tokoh;\u00a0<em>Antonimnya adalah<\/em><em>\u00a0<\/em><strong>anak.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat : Rupa\u00a0<u>anak<\/u>\u00a0tidak jauh \u2013 jauh dari\u00a0<u>orang tuanya<\/u>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>orisinal\u00a0<\/strong>= asli, otentik, sah, sejati, tulen, bersih,\u00a0<em>Antonimnya adalah<\/em><em>\u00a0<\/em><strong>imitasi; tiruan.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Kamu sudah tertipu barang\u00a0<u>imitasi<\/u>, yang\u00a0<u>original<\/u>\u00a0tidak akan rusak secepat itu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>palak<\/strong>\u00a0= beringsang, gerah, panas; benci,berang, dongkol, gemas, geram, gondok, gregetan, gusar, jengkel, keki (cak), kesal, mangkel, marah, masygul, mengkal, murka, naik darah, naik pitam, pedar, pegal hati, salah hati, redut, rongseng, sebal sewot, mengotot, nekat; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>sabar.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : ketika menginginkan sesuatu janganlah\u00a0<u>palak<\/u>, ber<u>sabar<\/u>lah dalam meraihnya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>palsu<\/strong>\u00a0= artifisial, bikinan, buatan, imitasi, kuasi, lancung, pseudo, semu, sintetis, tiruan, samaran; bohong bohongan, ecekecek, gadungan, ilegal; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>asli; legal.<\/strong>\u00a0Contoh kalimat : Badan POM membandingkan produk\u00a0palsudengan\u00a0produk\u00a0asli\u00a0sebuah minuman botol.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>panas<\/strong>\u00a0= bahang, kolor, beringsang, gerah, dedar, demam, meriang, kemarau, kering, berbahaya, bergolak,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">gawat, genting, kritis, tegang, ki erotis, hot (cak), memberahikan, menggairahkan, menggiurkan, merangsang, seksi, sensual, seronok. <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>dingin.\u00a0<\/strong>Contoh kalimat : Musim kemarau identik dengan\u00a0panas\u00a0yang terik, sedangkan musim penghujan ditandai dengan suasana\u00a0dingin\u00a0sepanjang hari.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>pangkal<\/strong>\u00a0= akar (ki), asal mula, awal, benih, biang, bibit, induk (ki), kausa, punca, sebab, sumber, dasar, pokok, subyek, kapital, modal; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>ujung<\/strong>. Tanaman hias itu sangat menawan dari\u00a0pangkal\u00a0hingga\u00a0ujungnya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>panik<\/strong>\u00a0belingsatan, bingung, buncah, gagap, gamam, ganar, gelagapan, gelisah, kalangkabut, nanar, resah, salah tingkah, senewen(cak), tegang, tersara bara, terkencar-kencar; <em>Antonimnya adalah<\/em>\u00a0<strong>tenang; diam.<\/strong>\u00a0Beberapa saat lalu ketika terjadi gempa, ia\u00a0panik\u00a0mengitari rumahnya yang roboh, namun sekarang ia bisa\u00a0tenang\u00a0setelah TIM Penanggulangan Bencana datang.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Contoh kalimat sinonim dan antonim lengkap dengan artinya di atas, semoga dapat menambah wawasan pembaca. Contoh kalimatnya juga dapat anda kembangkan sendiri sesuai dengan kebutuhan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Sinonim dan Antonim Sinonim, biasanya disebut persamaan kata, merupakan \u00a0bentuk kata yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk kata lain. Sedangkan antonim, biasanya disebut lawan kata, merupakan bentuk kata yang maknanya berlawanan dengan makna kata tersebut. Sinonim dan antonim bahasa Indonesia terkumpul dalam Tesaurus. Tesaurus merupakan buku referensi berupa daftar kata dengan sinonim dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[303,65,179,421,459,462,58,211,458,463,465,466,469,435],"tags":[537,536],"class_list":["post-5462","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bahasa-indonesia","category-sd4","category-sd5","category-sd6","category-sma","category-sma10","category-sma11","category-sma12","category-smp","category-smp7","category-smp8","category-smp9","category-sosial-budaya","category-uasbn","tag-antonim","tag-sinonim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5462","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5462"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5462\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5465,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5462\/revisions\/5465"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5462"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5462"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5462"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}