{"id":544,"date":"2016-08-17T21:06:34","date_gmt":"2016-08-17T14:06:34","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/?p=544"},"modified":"2017-09-13T13:47:14","modified_gmt":"2017-09-13T06:47:14","slug":"sd4-1-2-kebersamaan-dalam-keberagaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd4-1-2-kebersamaan-dalam-keberagaman\/","title":{"rendered":"SD4 1-2 &#8211; Kebersamaan dalam Keberagaman"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"SD4 1-2 - Kebersamaan dalam Keberagaman. Pembelajaran 1. Suku, budaya, dan agama yang berbeda tidak menghalangi Udin, Siti,\u00a0Dayu, Beni, Lani, dan Edo menjalani kebersamaan. Mereka berbagi cerita tentang budaya masing-masing dan saling belajar. Hari-hari mereka penuh keceriaan dalam kebersamaan. Hari ini mereka berkumpul bersama untuk bekerjasama. Bekerja sama dalam Keberagaman\u00a0Edo dan kelima temannya mendapat tugas untuk melakukan percobaan tentang bunyi. Sepulang sekolah, mereka berkumpul di rumahnya. Setiap orang sudah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Lina dan\u00a0Siti membawa beberapa kaleng yang sudah dilubangi. Udin dan Beni membawa benang kasur. Mereka berkumpul\u00a0di halaman depan rumah. Keenam sekawan siap bekerja sama melakukan percobaan.\u00a0 Saat percobaan akan dimulai, tiba-tiba terdengar adzan.\u00a0Siti dan Udin meminta izin teman-temannya untuk shalat. Teman-temannya mengijinkan mereka untuk melakukan ibadah. Edo meminjamkan ruang makannya untuk digunakan Siti dan Udin Shalat. Meskipun Edo beragama Protestan, ia tidak keberatan rumahnya dipakai untuk shalat. Beni yang beragama Protestan, Dayu yang beragama Hindu, dan Lani yang beragama Budha menunggu dengan sabar temannya beribadah. Keenam sahabat selalu menghargai satu dengan yang lain. Tiba saatnya keenam sekawan melakukan percobaan. Setiap orang menunjukkan tanggung jawabnya dalam bekerja. Tidak ada satu pun di antara mereka yang duduk diam atau memberi perintah saja. Semuanya ikut bagian dalam percobaan. Saat Dayu membutuhkan pertolongan memotong benang, Udin datang membawakan gunting. Saat Edo kesulitan menalikan benang di kaleng, Siti ikut membantu. Keenam sahabat bekerjasama dengan semangat. Mereka hidup rukun, saling membantu meskipun berbeda agama. Indera Pendengar (Telinga). Sifat Bunyi Merambat :\u00a0Bunyi merupakan gelombang yang perambatan arahnya sejajar dengan\u00a0arah getarnya. Bunyi dapat terdengar jika memenuhi syarat berikut. 1. Ada sumber bunyi. 2. Ada media penghantar. 3. Ada pendengar. Bunyi yang berasal dari sumber bunyi sampai kepada pendengar\u00a0dengan cara merambat. Bunyi dapat merambat melalui media\u00a0perantara: udara, zat cair, dan benda padat. Bunyi tidak dapat\u00a0merambat tanpa adanya media perantara. Bunyi yang merambat melalui benda padat dan zat cair akan terdengar\u00a0lebih jelas dibandingkan bunyi yang merambat melalui udara. Kita wajib bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah menciptakan bentuk tubuh yang paling sempurna. Salah satunya adalah kita diberi indera pendengar (telinga). Dengan menggunakan indra ini, kita bisa mendengar berbagai suara, seperti kicauan burung, suara air mengalir, dan musik. Apa saja bagian dan fungsi indera pendengar? Hal apa yang perlu kita lakukan untuk merawatnya? Mari kita pelajari lebih jauh. \u00a0 Bagaimana telinga merasakan getaran? Semua bunyi membuat udara bergetar. Getaran bunyi mengenai gendang telinga yang berupa selembar kulit tipis. Saat itulah gendang telingamu juga mulai bergetar. Getaran dari gendang telingamu menjadi lebih besar di telinga tengahmu dan diubah menjadi pesan-pesan listrik di telinga dalammu. Dengan indera\u00a0pendengar, kita dapat mendengar bunyi- bunyi yang berbeda. Keanekaragaman bunyi yang berasal dari tempat ibadah dapat pula kita dengarkan. Telinga sangat penting bagi kita. Dengan telinga kita dapat mendengar bunyi-bunyian. Kamu sudah melakukan percobaan tentang sumber bunyi. Kamu bisa mendengar alat musik tradisional karena telingamu berfungsi dengan baik. Oleh sebab itu, rawatlah telingamu dengan baik. Nah, sekarang kamu akan melakukan percobaan tentang sumber bunyi seperti pembelajaran sebelumnya. Namun kali ini kamu harus mencari alat sendiri dan mencoba membunyikannya. Kamu bisa mencari berbagai peralatan seperti kertas, kayu, dan sebagainya. Lakukanlah permainan bunyi bersama dengan teman kelompokmu. Secara bergantian kamu bisa menebak sumber bunyi yang dibunyikan temanmu. Cara Merawat Telinga : Hindari lingkungan yang bising, seperti tempat karaoke dan lainnya. Karena sering mendengar suara yang bising bisa membuat anda menjadi tuli, jika Anda berkerja di tempat yang bising maka gunakanlah perangkat pelindung telinga. Bersihkanlah telinga secara teratur dengan menggunakan cutton bud, jangan terlalu kuat mendorong cutton bud kedalam telinga ketika sedang membersihkannya. Karena Membersihkan telinga dengan mendorong atau memasukkan cutton terlalu dalam kedalam bagian telinga bukannya akan mengeluarkan kotoran, tetapi justru akan mendorong kotoran masuk lebih jauh kedalam telinga. Hindari alat-alat yang dapat mendorong kotoran telinga masuk ke liang telinga, karena dapat menyebabkan cedera dan gangguan pendengaran. Tidak bagus bagi kesehatan telinga kalau selalu mendengarkan lagu-lagu kesukaan dengan suara besar atau kecil dengan menggunakan earphone, ini juga bisa membuat kesehatan telinga anda berkurang dari batas normal pendengaran. Sebaiknya Anda mendengar lagu-lagu kesukaan Anda tanpa menggunakan earphone, Ini akan lebih baik apalagi orang lain disekitar Anda bisa mendengar dan menikmati lagu bersama Anda. Tahukah kamu mengapa manusia dapat mendengar? Manusia dapat mendengar karena memiliki indra pendengaran. Telinga terdiri atas tiga bagian yaitu telinga luar, tengah, dan dalam. a. Telinga bagian iuar Telinga bagian luar terdiri dari daun telinga, lubang telinga, dan saluran telinga luar. Daun telinga berfungsi untuk menangkap bunyi dari lingkungan. Bunyi ini akan masuk melalui lubang telinga. Selanjutnya, bunyi diteruskan ke telinga bagian tengah melalui saluran telinga luar. b. Telinga bagian tengah Telinga bagian tengah terdiri dari gendang telinga, tulang-tulang pendengaran (tulang martil, landasan, sanggurdi), dan saluran eustachius. Setiap bagian telinga tersebut memiliki fungsinya masing-masing, diantaranya:. Gendang telinga untuk menerima getaran bunyi yang ditangkap daun telinga. Tulang-tulang pendengaran berfungsi untuk menghantarkan getaran dari gendang telinga ke telinga bagian dalam. Saluran eustachius menghubungkan telinga bagian tengah dengan hidung dan tenggorokan. Saluran ini menjaga tekanan udara di dalam rongga telinga dan tekanan udara di luar agar selalu sama. c. Telinga bagian dalam Telinga bagian dalam terdiri dari tiga saluran setengah lingkaran, rumah siput, dan saraf-saraf pendengaran. Telinga bagian dalam memiliki fungsi sebagai berikut. Tiga saluran setengah lingkaran berfungsi sebagai alat keseimbangan tubuh. Di dalam rumah siput terdapat cairan dan rambut-rambut halus. Rambut rambut halus akan menyampaikan getaran ke ujung-ujung saraf pendengaran. Saraf-saraf pendengaran berfungsi menyampaikan bunyi ke pusat saraf (otak). Kelainan pada Telinga : Telinga harus dirawat dan dijaga kebersihannya. Jika tidak dijaga, maka akan menimbulkan berbagai kelainan dan penyakit. a. Tuli adalah kelainan pada telinga yang menyebabkan penderita tidak bisa mendengar. Tuli biasanya dialami sejak lahir (cacat sejak lahir). Namun, ada pula\u00a0orang yang tuli setelah dewasa. Hal ini karena kebiasaan yang sering mendengar\u00a0bunyi terlalu keras. Akibatnya, fungsi telinga menjadi menurun. b. Congek adalah keluarnya cairan berbau busuk dari dalam telinga. Hal ini disebabkan adanya infeksi bakteri ke dalam telinga. Infeksi ini menyebabkan telinga\u00a0bernanah dan berbau busuk. Orang yang menderita penyakit ini biasanya tidak\u00a0menjaga kebersihan telinga. Indonesia terdiri atas beragam agama. Perbedaan yang ada membutuhkan toleransi di antara pemeluknya. \u00a0 Belajar dari Cerita. Pak Burhan selalu memulai kegiatan di kelas dengan berbagi cerita. Bukan Pak Burhan yang bercerita, tetapi anak-anak di kelas yang bergantian bercerita. Berbagi cerita selalu dinantikan oleh anak-anak. Semua ingin memperoleh kesempatan bercerita. Pagi ini, Pak Burhan mengajak anak-anak berbagi cerita seputar hari raya. \u201cSehari sebelum hari Natal, yaitu di tanggal 24 Desember, aku dan keluarga berkumpul di rumah Opa.\u201d ujar Edo. \u201cDi hari itu, Oma pasti memasak makanan spesial yang jarang dimasaknya di hari lain. Papeda juga menjadi makanan spesial yang terhidang di malam Natal. Kami sekeluarga berkumpul hingga larut malam, dan mengakhiri malam dengan berdoa. \u201cNah, kalau di hari Natal, pada tanggal 25 Desember, kami sekeluarga pergi beribadah Natal di gereja. \u201cWah, ternyata hampir sama seperti hari raya Idul Fitri ya\u201d ujar Siti. \u201cKami pun di hari Idul Fitri selalu berkumpul dan saling memohon maaf dengan kerabat dan saudara setelah ibadah di Masjid,\u201d tambahnya. \u201cIya ya, sama seperti Edo pada hari Natal, saat Idul Fitri juga selalu ada makanan spesial, yaitu ketupat dan opor ayam.\u201d Udin menambahkan komentar Siti. \u201cDi Bali, menjelang hari raya Galungan seluruh kampung selalu ramai dihiasi oleh penjor atau janur yang tinggi. Kami sekeluarga lebih sering pulang ke Bali menjelang hari raya Galungan agar bisa berkumpul\u00a0dengan sanak saudara di sana. Sebelum merayakan bersama, keluarga melakukan kegiatan ibadah di Pura pada pagi hari,\u201d kata Dayu. \u201cAh, semua sudah bercerita. Aku juga mau bercerita, Pak. Boleh ya, hari ini banyak yang berbagi cerita.\u201d pinta Lani. Pak Burhan dan teman-teman sekelas tertawa. \u201cTentu saja boleh, Lani. Ayo, sekarang giliranmu bercerita.\u201d ujar Pak Burhan. \u201cNah, kamu pasti belum pernah mendengar cerita tentang kebiasaan keluargaku di hari raya Waisak. Sebenarnya sih tidak banyak berbeda. Ibu dan nenekku biasanya juga membuat masakan spesial menjelang hari raya Waisak. Saat ini nenekku yang paling tua, jadi semua keluarga akan datang ke rumahku untuk berkumpul pada hari Waisak. Selain menyediakan makan untuk keluarga, pada hari tersebut biasanya kami pun berbuat kebaikan bagi orang lain yang membutuhkan. Vihara, rumah ibadah kami pun dipenuhi cahaya lilin dari umat yang hadir untuk menjalankan ritual ibadah di sana.\u201d Lani mengakhiri ceritanya. \u201cBerbagi cerita memang selalu menyenangkan. Kita bisa belajar dari banyak cerita, juga belajar dari teman yang berbeda.\u201d ujar Pak Burhan menutup kegiatan pagi ini. Berdasarkan cerita di atas, jawablah pertanyaan berikut. 1. Apakah perbedaan yang dimiliki oleh enam sekawan menghalangi mereka untuk berteman dan bekerja sama? Jelaskan! 2. Bagaimana sikapmu jika kamu bermain dengan teman yang berbeda agama? Pembelajaran 2. Sebelumnya kita sudah\u00a0banyak belajar tentang indahnya keberagaman budaya Indonesia.\u00a0Bagaimana cara menjalin kebersamaan dalam keberagaman tersebut? Mari kita gali lebih jauh! Tong Sampah Gotong Royong. Ada yang berbeda setelah senam pagi pada hari Minggu ini. Warga berkumpul dengan berbagai peralatan dan perlengkapan di lapangan kampung. Beberapa drum kosong, bilah-bilah bambu, karung plastik bekas, dan ember bekas, tersusun di pojok kiri lapangan. Di pojok lain terlihat tumpukan kaleng cat, kuas, wadah cat, dan beberapa peralatan lain. Apa yang akan dikerjakan oleh warga hari ini? Walaupun dini hari Pak Made dan keluarganya harus melakukan ibadah pagi di Pura, warga tetap bekerja sejak pagi bergotong royong menyiapkan tempat sampah baru. Udin, Siti, dan\u00a0Edo membantu Pak Ismail dan beberapa warga lain menganyam bilah-bilah bambu menjadi keranjang sampah. Keranjang ini akan menjadi tempat sampah kebun, seperti daun-daun kering, batang, dan buah yang berjatuhan di bawah pohon. Lani memilih untuk membantu warga yang memoleskan cat dasar putih pada ember dan drum bekas. Ada juga warga yang menambal lubang-lubang di karung-karung plastik bekas, agar nantinya bisa dipakai kembali menjadi tempat sampah kering. Kira-kira pukul 10.00, Pak Made, Dayu dan keluarganya sudah kembali dari kegiatan ibadah. Tong-tong sampah baru siap dihias! Pak Made, Ibu Made, dan Dayu berkeliling membuat pola hiasan di tempat-tempat sampah baru. Lani turut membantu Dayu. Setelahnya, warga bergotong- royong ng mengecat dan memperindah hiasan tempat sampah. Sebelum matahari meninggi, sudah ada 12 tempat sampah baru yang dihasilkan warga secara bergotong royong. Drum bekas, ember bekas, karung plastik, keranjang anyam, sudah berubah menjadi tempat sampah kampung yang cantik. Setelah kamu mengisi grafik di atas, Diskusikan pertanyaan berikut dengan temanmu. 1. Apa itu kerjasama? 2. Apa manfaat kerjasama? 3. Bagaimana cara kita supaya bisa bekerjasama dalam keberagaman? Kerjasama merupakan usaha yang dilakukan oleh beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama. Bagaimana dengan warga di daerahmu?\u00a0Apakah mereka juga bekerjasama dalam keberagaman. Ceritakan satu bentuk kerjasama yang di lakukan di tempat tinggalmu. Kerjasama dalam keberagaman merupakan sikap yang harus dikembangkan. Sikap tersebut akan semakin memupuk persatuan dan kesatuan. Jika setiap dari kita bekerjasama dengan baik, maka kebersamaan dalam keberagaman akan terus terjaga. Keragaman budaya Indonesia juga terlihat dalam rumah adat. Rumah adat mencerminkan ciri khas suatu tempat. Mari amati rumah adat berikut. Temukan sudut lancip, tumpul, dan siku-siku pada kedua rumah adat tadi dengan cara melingkari dan memberi nama tiap sudutnya! Dua sinar garis yang memiliki titik pangkal yang sama akan membentuk suatu sudut. Titik pangkal yang sama itu disebut titik sudut, sedangkan dua sinar garis disebut kaki sudut. Jenis-Jenis Sudut :\u00a0 1. Sudut Siku-Siku, Suatu sudut disebut sudut siku-siku jika kaki-kaki sudutnya tegak lurus, yaitu ukurannya adalah 90 derajat. 2. Sudut Lancip, Suatu sudut disebut sudut lancip jika ukuran sudutnya lebih kecil dari sudut siku-siku, yaitu antara 0 dan 90 derajat (0o less than sudut lancip less than 90o ). Sudut-sudut berikut adalah sudut lancip. 3. Sudut Tumpul. Suatu sudut disebut sudut tumpul jika ukuran sudutnya lebih besar dari sudut siku-siku, yaitu antara 90 dan 180 derajat (90 derajat less than sudut tumpul\u00a0less than180 derajat). Sudut-sudut berikut adalah sudut tumpul. Bagaimana kita mengetahui besar sudut? Ayo kita mempelajarinya! Menggunakan busur.\u00a0 Alat yang digunakan untuk mengukur sudut secara baku adalah busur. Sudut dilambangkan dengan \u201c \/_ \u201c. \u00a0Satuan sudut adalah derajat.\u00a0Untuk mengukur sudut secara lebih akurat, mulai sekarang kamu dapat menggunakan busur derajat seperti gambar berikut. Selain rumah adat, kita dapat menemukan sudut di sekitar kita. Bangunan di sekitar kita, termasuk tempat ibadah juga terdapat sudut. Sudut-sudut yang ada menjadikan ciri khas tersendiri. Keberagamannya semakin menjadikannya unik. Kamu sudah berlatih gerakan dasar tarian Bungong Jeumpa. Sekarang kamu akan berlatih menarikan dengan menggunakan formasi. Kamu akan dibagi dalam kelompok, satu kelompok 8 siswa. Lakukan gerakan dengan hitungan dan iringan musik. PEMBELAJARAN 3. Bekerja sama bisa dilakukan kapan saja. Saat kita bermain pun kita bisa bekerja sama.\u00a0Tahukah kamu, bahwa kita dapat belajar bekerja sama dari permainan tradisional?\u00a0 Ayo, kita pelajari bersama. Salah satu permainan tradisional Indonesia yang sangat menarik adalah permainan bakiak. Permainan ini berasal dari Sumatera Barat. Bakiak, atau biasa disebut Terompa Bakuak di Sumatera Barat merupakan permainan yang membutuhkan kekompakkan. Sebelum melakukan permainan bakiak, kamu harus memperhatikan hal berikut. 1. Buatlah kelompok yang terdiri atas 3 orang. 2. Masukkan masing-masing kaki ke dalam tali bakiak. 3. Anggota ke dua memegang bahu anggota di depannya. Anggota ke tiga memegang bahu anggota di depannya. 4. Anggota paling depan memberi tanda kapan berjalan dan kapan berhenti. 5. Diskusikan kaki mana yang akan diangkat terlebih dahulu, kaki kanan atau kaki kiri. 6. Untuk menjaga kekompakkan, semua anggota bisa berteriak saat berjalan: kiri, kanan, kiri,... 7. Cobalah berkali-kali permainan ini dengan kelompokmu sampai terasa gerakan yang semakin baik dan kompak. 8. Kelompok yang pertama mencapai garis akhir adalah pemenangnya. Dalam kelompok terdiri dari beberapa anggota yang memiliki kemampuan beragam. Namun hal tersebut tidak menghalangi kita untuk tetap bekerja sama. Saling menghargai perbedaan dalam bekerja sama akan membantu tim mencapai tujuan. Saat bermain bakiak, kamu tentunya harus mendengarkan peluit yang ditiupkan guru dan aba-aba temanmu. Kegiatan tersebut tentunya membutuhkan pendengaran yang baik. Masih ingatkah kamu tentang pentingnya indra pendengar? Ayo, kita mengingatnya kembali. PEMBELAJARAN 4. Sebelumnya kita sudah\u00a0banyak belajar tentang indahnya keberagaman budaya Indonesia.\u00a0Bagaimana cara menjalin kebersamaan dalam keberagaman tersebut? Mari kita gali lebih jauh! Dengan kerjasama maka kebersamaan dalam keberagaman akan semakin terjalin dengan baik.\u00a0Seperti apa, ya, bentuk kerjasama yang lain? Perbedaan Bukanlah Penghalang. Tidak seperti biasa, hari Minggu ini sekolah terlihat ramai. Hari itu, semua siswa diminta datang ke sekolah untuk menghias kelas masing-masing. Hari Senin akan diadakan lomba menyambut hari kemerdekaan. Bapak kepala sekolah berpesan, tiap kelas harus terlihat unik dengan kreasi anak-anak. Udin dan teman-teman sekelasnya juga datang ke sekolah. Pembagian tugas membuat hiasan telah dilakukan Udin dan teman-teman di hari Jumat yang lalu. Menghias kelas merupakan tanggung jawab bersama. Pagi-pagi hampir semua siswa di kelas Udin sudah hadir. Hanya Edo dan Martha yang belum terlihat. Edo dan Martha sudah meminta izin pada teman-temannya untuk hadir terlambat. Mereka harus pergi\u00a0ke Sekolah Minggu di gereja untuk melakukan ibadah pagi. Udin dan teman-teman lainnya tidak keberatan. Sebelum ke sekolah, Udin dan Siti mampir ke rumah Edo, lalu ke rumah Martha untuk mengambil bahan dan hiasan kelas yang telah disiapkan Edo dan Martha. Udin dan teman-teman memahami bahwa hari Minggu pagi merupakan waktu ibadah bagi Edo dan Martha yang beragama Kristen Protestan. Perbedaan waktu dan cara beribadah tidak menghalangi niat kerja sama mereka. Siang hari sekolah semakin ramai. Kelas-kelas sudah terlihat indah dan\u00a0semarak dengan hiasan merah putih buatan siswa sekelas. Begitu pun kelas Udin. Edo dan Martha juga sudah terlihat di antara mereka. Selesai ibadah pagi di gereja Edo dan Martha menyusul datang ke sekolah. Senang sekali Udin dan teman-teman berbagi tugas. Ada yang menggunting kertas, ada yang naik ke atas meja untuk menggantung lampion kertas, ada juga yang menghias pintu dengan pita kertas merah putih. Lelah tidak terasa. Ketika tiba waktu sholat Zuhur, Udin, Siti, serta teman-teman lain yang beragama Islam menjalankan ibadahnya. Edo, Martha, Dayu serta beberapa teman lain yang tidak menjalankan ibadah sholat melanjutkan pekerjaan menghias kelas. Menjelang sore, pekerjaan sudah selesai. Kelas Udin sudah terlihat semarak. Walaupun berbeda-beda, bekerja sama selalu menyenangkan. Perbedaan tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama. \u00a0 Tahukah kamu tentang Jam Gadang. Jam Gadang adalah menara jam yang terletak di pusat kota Bukittinggi, di Provinsi Sumatra Barat. Dinamai Jam Gadang karena menara ini memiliki jam dengan ukuran besar pada empat sisinya. Pembelajaran 5. Sebelumnya, kamu\u00a0telah belajar teknik menari Bungong Jeumpa. Tari Bungong Jeumpa dapat ditampilkan dalam formasi duduk atau berdiri. Ayo, menari dalam formasi duduk. Salah satu cara menghargai keberagaman budaya adalah dengan mempelajari dan melestarikannya, seperti yang telah kamu lakukan ketika mempelajari tari Bungong Jeumpa. Tahukan kamu bahwa Tuhan menciptakan budaya yang berbeda agar kita saling mengenal dan saling menghargai? Tugas kita adalah menciptakan keselarasan di tengah-tengan perbedaan. Masih ingat tangram yang telah kamu pelajari sebelumnya? Pada tangram tersebut juga terdapat bentuk yang berbeda-beda. Coba kamu perhatikan kembali berbagai tangram berikut. Dengan bentuk yang berbeda-beda, kita bisa membentuk bangun atau gambar baru yang menarik dan kreatif. Beri huruf (A, B, C, D, dan seterusnya) di setiap sudut pada tangram tersebut. Tulis taksiranmu untuk besar masing-masing sudut yang sudah kamu beri huruf pada tabel berikut. Sekarang buktikah taksiranmu dengan mengukur menggunakan busur derajat dan tuliskan hasilnya pada tabel di atas. Perbedaan itu indah, perbedaan itu anugerah. Kita harus\u00a0mensyukurinya dengan menunjukkan sikap saling menghargai. Apakah kamu pernah mengikuti atau melihat perayaan hari besar agama di sekitar tempat tinggalmu? Buatlah gambar yang berkaitan dengan perayaan hari besar agama tersebut. Sekarang saatnya kamu menceritakan secara tertulis tentang perayaan hari besar keagamaan yang pernah kamu ikuti atau yang pernah kamu lihat di lingkungan tempat tinggalmu Di sekitar rumahmu banyak perayaan keagamaan yang dilakukan oleh penganutnya. Diskusikan dengan kedua orang tuamu perayaan apa saja yang pernah dilakukan? Bagaimana pula kerja sama antarumat beragama di lingkungan rumahmu? Tuliskan hasil diskusi pada kolom berikut. Bandingkan hasilnya dengan yang diperoleh temanmu pada pelajaran yang akan datang. Pembelajaran 6. Apakah kamu\u00a0pernah bekerja sama dengan orang yang berbeda- beda? Sikap apa yang perlu kamu tunjukkan ketika bekerja sama?\u00a0 Udin, Edo, dan Beni merupakan sahabat dekat. Mereka berasal dari latar belakang budaya yang berbeda-beda. Mereka juga memeluk keyakinan yang berbeda pula. Udin beragama Islam, Edo beragama Katolik, sedangkan Beni beragama Kristen. Perbedaan budaya dan agama bukanlah merupakan penghalang bagi mereka untuk bekerja sama. Mereka saling bahu-membahu mengerjakan tugas atau pekerjaan yang harus dikerjakan bersama- sama. Pada peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang lalu, Udin, Edo, dan Beni mewakili kelasnya dalam perlombaan bakiak beregu. Sebelum berlomba mereka bersama-sama mendiskusikan dan merancang strategi agar mereka dapat meraih prestasi dalam lomba tersebut. Mereka pun secara bersama-sama menunjukkan usaha terbaik ketika lomba berlangsung. Alhasil, tim mereka meraih juara dalam lomba tersebut. 1. Bagaimana pendapatmu tentang persahabatan Udin, Edo, dan Beni? 2. Apakah kamu pernah mempunyai pengalaman bekerja sama dengan teman-teman yang berbeda agama?\u00a0Jika pernah, ceritakan secara tertulis.\u00a0Jika belum pernah, tuliskan sikapmu jika suatu hari mempunyai kesempatan bekerja sama dengan teman yang berbeda agama. 3. Apa yang dapat kamu pelajari dari cerita di atas? Kamu akan mengikuti lomba bakiak secara berkelompok. Apakah kamu masih ingat tentang gerak dasar yang diperlukan dalam bermain bakiak? Diskusikan dan peragakan secara berpasangan gerak dasar tersebut. Perhatikan kembali cara guru memperagakan gerakan dasar yang diperlukan dalam bermain bakiak. Sebelum berlomba, berdiskusilah dengan anggota kelompokmu untuk menentukan strategi dan gerak dasar yang harus diterapkan agar kelompokmu bisa memenangkan pertandingan. Cara Membuat Ringkasan adalah : 1. Membaca Naskah Asli \u2022 Membaca naskah asli sekali atau dua kali, kalau perlu berulang kali hingga kamu paham. \u2022 Mengetahui kesan umum (inti) tulisan. \u2022 Mengetahui maksud dan sudut pandangan penulis naskah asli. 2. Mencatat Gagasan Utama \u2022 Membaca tulisan bagian demi bagian sambil mencatat gagasan pokok. \u2022 Menggunakan gagasan pokok yang untuk menyusun ringkasan. 3. Gunakan Kalimat Baru \u2022 Menggunakan kesan umum (inti) untuk membuat ringkasan. \u2022 Menyesuaikan urutan isi dengan naskah asli. \u2022 Menggunakan kalimat baru dalam ringkasan. \u2022 Menggambarkan tulisan asli dalam kalimat baru. 4. Ketentuan Tambahan \u2022 Menyusun ringkasan dalam kalimat tunggal. \u2022 Meringkas kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata. Gerakan Tari Bungong Jeumpa dalam Posisi Duduk : Tangan kanan di bahu dan tangan kiri di paha. Ditepuk dua kali secara bersamaan. Lakukan secara bergantian kanan dan kiri. Hitungan 4 x 8 Tangan kanan berdiri dan tangan kiri memegang siku. Tangan kiri berdiri dan tangan kanan memegang siku. Kemudian tepuk 2X. Dilakukan bergantian. Hitungan 2 x 8 Kedua tangan tepuk lurus ke depan. Tepuk ke tengah. Tepuk ke atas. Tepuk\u00a0ke tengah. Ketika tepuk atas badan diangkat. Hitungan 4 x 8. Kedua tangan memegang lantai lantai. serong ke kanan dan ke kiri. Ditarik\u00a0ke atas tangan lurus serong ke kanan dan ke kiri. Bergantian. Hitungan 2 x 8.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>SD4 1-2 &#8211; Kebersamaan dalam Keberagaman.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembelajaran 1.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Suku, budaya, dan agama yang berbeda tidak menghalangi Udin, Siti,\u00a0Dayu, Beni, Lani, dan Edo menjalani kebersamaan. Mereka berbagi cerita tentang budaya masing-masing dan saling belajar. Hari-hari mereka penuh keceriaan dalam kebersamaan. Hari ini mereka berkumpul bersama untuk bekerjasama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Bekerja sama dalam Keberagaman\u00a0Edo dan kelima temannya mendapat tugas untuk melakukan percobaan tentang bunyi. Sepulang sekolah, mereka berkumpul di rumahnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Setiap orang sudah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Lina dan\u00a0Siti membawa beberapa kaleng yang sudah dilubangi. Udin dan Beni membawa benang kasur. Mereka berkumpul\u00a0di halaman depan rumah. Keenam sekawan siap bekerja sama melakukan percobaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Saat percobaan akan dimulai, tiba-tiba terdengar adzan.\u00a0Siti dan Udin meminta izin teman-temannya untuk shalat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Teman-temannya mengijinkan mereka untuk melakukan ibadah. Edo meminjamkan ruang makannya untuk digunakan Siti dan Udin Shalat. Meskipun Edo beragama Protestan, ia tidak keberatan rumahnya dipakai untuk shalat. Beni yang beragama Protestan, Dayu yang beragama Hindu, dan Lani yang beragama Budha menunggu dengan sabar temannya beribadah. Keenam sahabat selalu menghargai satu dengan yang lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tiba saatnya keenam sekawan melakukan percobaan. Setiap orang menunjukkan tanggung jawabnya dalam bekerja. Tidak ada satu pun di antara mereka yang duduk diam atau memberi perintah saja. Semuanya ikut bagian dalam percobaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Saat Dayu membutuhkan pertolongan memotong benang, Udin datang membawakan gunting. Saat Edo kesulitan menalikan benang di kaleng, Siti ikut membantu. Keenam sahabat bekerjasama dengan semangat. Mereka hidup rukun, saling membantu meskipun berbeda agama.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Indera Pendengar (Telinga).<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sifat Bunyi Merambat :\u00a0Bunyi merupakan gelombang yang perambatan arahnya sejajar dengan\u00a0arah getarnya. Bunyi dapat terdengar jika memenuhi syarat berikut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">1. Ada sumber bunyi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">2. Ada media penghantar.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">3. Ada pendengar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Bunyi yang berasal dari sumber bunyi sampai kepada pendengar\u00a0dengan cara merambat. Bunyi dapat merambat melalui media\u00a0perantara: udara, zat cair, dan benda padat. Bunyi tidak dapat\u00a0merambat tanpa adanya media perantara.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Bunyi yang merambat melalui benda padat dan zat cair akan terdengar\u00a0lebih jelas dibandingkan bunyi yang merambat melalui udara.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kita wajib bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah menciptakan bentuk tubuh yang paling sempurna. Salah satunya adalah kita diberi indera pendengar (telinga). Dengan menggunakan indra ini, kita bisa mendengar berbagai suara, seperti kicauan burung, suara air mengalir, dan musik. Apa saja bagian dan fungsi indera pendengar?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<span style=\"color: #000000;\"> Hal apa yang perlu kita lakukan untuk merawatnya? Mari kita pelajari lebih jauh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-548\" src=\"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-telinga.png\" alt=\"sd4 telinga\" width=\"806\" height=\"442\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-telinga.png 806w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-telinga-300x165.png 300w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-telinga-768x421.png 768w\" sizes=\"(max-width: 806px) 100vw, 806px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Bagaimana telinga merasakan getaran?<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Semua bunyi membuat udara bergetar. Getaran bunyi mengenai gendang telinga yang berupa selembar kulit tipis. Saat itulah gendang telingamu juga mulai bergetar. Getaran dari gendang telingamu menjadi lebih besar di telinga tengahmu dan diubah menjadi pesan-pesan listrik di telinga dalammu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dengan indera\u00a0pendengar, kita dapat mendengar bunyi- bunyi yang berbeda. Keanekaragaman bunyi yang berasal dari tempat ibadah dapat pula kita dengarkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Telinga sangat penting bagi kita. Dengan telinga kita dapat mendengar bunyi-bunyian. Kamu sudah melakukan percobaan tentang sumber bunyi. Kamu bisa mendengar alat musik tradisional karena telingamu berfungsi dengan baik. Oleh sebab itu, rawatlah telingamu dengan baik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Nah, sekarang kamu akan melakukan percobaan tentang sumber bunyi seperti pembelajaran sebelumnya. Namun kali ini kamu harus mencari alat sendiri dan mencoba membunyikannya. Kamu bisa mencari berbagai peralatan seperti kertas, kayu, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Lakukanlah permainan bunyi bersama dengan teman kelompokmu. Secara bergantian kamu bisa menebak sumber bunyi yang dibunyikan temanmu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Cara Merawat Telinga :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hindari lingkungan yang bising, seperti tempat karaoke dan lainnya. Karena sering mendengar suara yang bising bisa membuat anda menjadi tuli, jika Anda berkerja di tempat yang bising maka gunakanlah perangkat pelindung telinga.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bersihkanlah telinga secara teratur dengan menggunakan cutton bud, jangan terlalu kuat mendorong cutton bud kedalam telinga ketika sedang membersihkannya. Karena Membersihkan telinga dengan mendorong atau memasukkan cutton terlalu dalam kedalam bagian telinga bukannya akan mengeluarkan kotoran, tetapi justru akan mendorong kotoran masuk lebih jauh kedalam telinga. Hindari alat-alat yang dapat mendorong kotoran telinga masuk ke liang telinga, karena dapat menyebabkan cedera dan gangguan pendengaran.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tidak bagus bagi kesehatan telinga kalau selalu mendengarkan lagu-lagu kesukaan dengan suara besar atau kecil dengan menggunakan earphone, ini juga bisa membuat kesehatan telinga anda berkurang dari batas normal pendengaran. Sebaiknya Anda mendengar lagu-lagu kesukaan Anda tanpa menggunakan earphone, Ini akan lebih baik apalagi orang lain disekitar Anda bisa mendengar dan menikmati lagu bersama Anda.<\/span>\n<p>&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tahukah kamu mengapa manusia dapat mendengar? Manusia dapat mendengar karena memiliki indra pendengaran. Telinga terdiri atas tiga bagian yaitu telinga luar, tengah, dan dalam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">a. Telinga bagian iuar<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Telinga bagian luar terdiri dari daun telinga, lubang telinga, dan saluran telinga luar. Daun telinga berfungsi untuk menangkap bunyi dari lingkungan. Bunyi ini akan masuk melalui lubang telinga. Selanjutnya, bunyi diteruskan ke telinga bagian tengah melalui saluran telinga luar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">b. Telinga bagian tengah<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Telinga bagian tengah terdiri dari gendang telinga, tulang-tulang pendengaran (tulang martil, landasan, sanggurdi), dan saluran eustachius. Setiap bagian telinga tersebut memiliki fungsinya masing-masing, diantaranya:.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Gendang telinga untuk menerima getaran bunyi yang ditangkap daun telinga.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Tulang-tulang pendengaran berfungsi untuk menghantarkan getaran dari gendang telinga ke telinga bagian dalam.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Saluran eustachius menghubungkan telinga bagian tengah dengan hidung dan tenggorokan. Saluran ini menjaga tekanan udara di dalam rongga telinga dan tekanan udara di luar agar selalu sama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">c. Telinga bagian dalam<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Telinga bagian dalam terdiri dari tiga saluran setengah lingkaran, rumah siput, dan saraf-saraf pendengaran. Telinga bagian dalam memiliki fungsi sebagai berikut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Tiga saluran setengah lingkaran berfungsi sebagai alat keseimbangan tubuh.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Di dalam rumah siput terdapat cairan dan rambut-rambut halus. Rambut rambut halus akan menyampaikan getaran ke ujung-ujung saraf pendengaran.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Saraf-saraf pendengaran berfungsi menyampaikan bunyi ke pusat saraf (otak).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kelainan pada Telinga :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Telinga harus dirawat dan dijaga kebersihannya. Jika tidak dijaga, maka akan menimbulkan berbagai kelainan dan penyakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">a. Tuli adalah kelainan pada telinga yang menyebabkan penderita tidak bisa<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">mendengar. Tuli biasanya dialami sejak lahir (cacat sejak lahir). Namun, ada pula\u00a0orang yang tuli setelah dewasa. Hal ini karena kebiasaan yang sering mendengar\u00a0bunyi terlalu keras. Akibatnya, fungsi telinga menjadi menurun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">b. Congek adalah keluarnya cairan berbau busuk dari dalam telinga. Hal ini<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">disebabkan adanya infeksi bakteri ke dalam telinga. Infeksi ini menyebabkan telinga\u00a0bernanah dan berbau busuk. Orang yang menderita penyakit ini biasanya tidak\u00a0menjaga kebersihan telinga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Indonesia terdiri atas beragam agama. Perbedaan yang ada membutuhkan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> toleransi di antara pemeluknya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Belajar dari Cerita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pak Burhan selalu memulai kegiatan di kelas dengan berbagi cerita. Bukan Pak Burhan yang bercerita, tetapi anak-anak di kelas yang bergantian bercerita. Berbagi cerita selalu dinantikan oleh anak-anak. Semua ingin memperoleh kesempatan bercerita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pagi ini, Pak Burhan mengajak anak-anak berbagi cerita seputar hari raya. \u201cSehari sebelum hari Natal, yaitu di tanggal 24 Desember, aku dan keluarga berkumpul di rumah Opa.\u201d ujar Edo. \u201cDi hari itu, Oma pasti memasak makanan spesial yang jarang dimasaknya di hari lain. Papeda juga menjadi makanan spesial yang terhidang di malam Natal. Kami sekeluarga berkumpul hingga larut malam, dan mengakhiri malam dengan berdoa. \u201cNah, kalau di hari Natal, pada tanggal 25 Desember, kami sekeluarga pergi beribadah Natal di gereja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201cWah, ternyata hampir sama seperti hari raya Idul Fitri ya\u201d ujar Siti. \u201cKami pun di hari Idul Fitri selalu berkumpul dan saling memohon maaf dengan kerabat dan saudara setelah ibadah di Masjid,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201cIya ya, sama seperti Edo pada hari Natal, saat Idul Fitri juga selalu ada makanan spesial, yaitu ketupat dan opor ayam.\u201d Udin menambahkan komentar Siti.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201cDi Bali, menjelang hari raya Galungan seluruh kampung selalu ramai dihiasi oleh penjor atau janur yang tinggi. Kami sekeluarga lebih sering pulang ke Bali menjelang hari raya Galungan agar bisa berkumpul\u00a0dengan sanak saudara di sana. Sebelum merayakan bersama, keluarga melakukan kegiatan ibadah di Pura pada pagi hari,\u201d kata Dayu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201cAh, semua sudah bercerita. Aku juga mau bercerita, Pak. Boleh ya, hari ini banyak yang berbagi cerita.\u201d pinta Lani.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Pak Burhan dan teman-teman sekelas tertawa.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u201cTentu saja boleh, Lani. Ayo, sekarang giliranmu bercerita.\u201d ujar Pak Burhan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u201cNah, kamu pasti belum pernah mendengar cerita tentang kebiasaan keluargaku di hari raya Waisak. Sebenarnya sih tidak banyak berbeda. Ibu dan nenekku biasanya juga membuat masakan spesial menjelang hari raya Waisak. Saat ini nenekku yang paling tua, jadi semua keluarga akan datang ke rumahku untuk berkumpul pada hari Waisak. Selain menyediakan makan untuk keluarga, pada hari tersebut biasanya kami pun berbuat kebaikan bagi orang lain yang membutuhkan. Vihara, rumah ibadah kami pun dipenuhi cahaya lilin dari umat yang hadir untuk menjalankan ritual ibadah di sana.\u201d Lani mengakhiri ceritanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201cBerbagi cerita memang selalu menyenangkan. Kita bisa belajar dari banyak cerita, juga belajar dari teman yang berbeda.\u201d ujar Pak Burhan menutup kegiatan pagi ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan cerita di atas, jawablah pertanyaan berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. Apakah perbedaan yang dimiliki oleh enam sekawan menghalangi mereka untuk berteman dan bekerja sama? Jelaskan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2. Bagaimana sikapmu jika kamu bermain dengan teman yang berbeda agama?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Pembelajaran 2.<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelumnya kita sudah\u00a0banyak belajar tentang indahnya keberagaman budaya Indonesia.\u00a0Bagaimana cara menjalin kebersamaan dalam keberagaman tersebut? Mari kita gali lebih jauh!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tong Sampah Gotong Royong.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Ada yang berbeda setelah senam pagi pada hari Minggu ini. Warga berkumpul dengan berbagai peralatan dan perlengkapan di lapangan kampung. Beberapa drum kosong, bilah-bilah bambu, karung plastik bekas, dan ember bekas, tersusun di pojok kiri lapangan. Di pojok lain terlihat tumpukan kaleng cat, kuas, wadah cat, dan beberapa peralatan lain. Apa yang akan dikerjakan oleh warga hari ini?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Walaupun dini hari Pak Made dan keluarganya harus melakukan ibadah pagi di Pura, warga tetap bekerja sejak pagi bergotong royong menyiapkan tempat sampah baru. Udin, Siti, dan\u00a0Edo membantu Pak Ismail dan beberapa warga lain menganyam bilah-bilah bambu menjadi keranjang sampah. Keranjang ini akan menjadi tempat sampah kebun, seperti daun-daun kering, batang, dan buah yang berjatuhan di bawah pohon. Lani memilih untuk membantu warga yang memoleskan cat dasar putih pada ember dan drum bekas. Ada juga warga yang menambal lubang-lubang di karung-karung plastik bekas, agar nantinya bisa dipakai kembali menjadi tempat sampah kering.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kira-kira pukul 10.00, Pak Made, Dayu dan keluarganya sudah kembali dari kegiatan ibadah. Tong-tong sampah baru siap dihias! Pak Made, Ibu Made, dan Dayu berkeliling membuat pola hiasan di tempat-tempat sampah baru. Lani turut membantu Dayu. Setelahnya, warga bergotong- royong ng mengecat dan memperindah hiasan tempat sampah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebelum matahari meninggi, sudah ada 12 tempat sampah baru yang dihasilkan warga secara bergotong royong. Drum bekas, ember bekas, karung plastik, keranjang anyam, sudah berubah menjadi tempat sampah kampung yang cantik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Setelah kamu mengisi grafik di atas, Diskusikan pertanyaan berikut dengan temanmu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1. Apa itu kerjasama?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2. Apa manfaat kerjasama?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3. Bagaimana cara kita supaya bisa bekerjasama dalam keberagaman?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kerjasama merupakan usaha yang dilakukan oleh beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Bagaimana dengan warga di daerahmu?\u00a0Apakah mereka juga bekerjasama dalam keberagaman. Ceritakan satu bentuk kerjasama yang di lakukan di tempat tinggalmu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kerjasama dalam keberagaman merupakan sikap yang harus dikembangkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sikap tersebut akan semakin memupuk persatuan dan kesatuan. Jika setiap dari kita bekerjasama dengan baik, maka kebersamaan dalam keberagaman akan terus terjaga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Keragaman budaya Indonesia juga terlihat dalam rumah adat. Rumah adat mencerminkan ciri khas suatu tempat. Mari amati rumah adat berikut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-553\" src=\"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-rumah.png\" alt=\"sd4 rumah\" width=\"491\" height=\"359\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-rumah.png 491w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-rumah-300x219.png 300w\" sizes=\"(max-width: 491px) 100vw, 491px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Temukan sudut lancip, tumpul, dan siku-siku pada kedua rumah adat tadi dengan cara melingkari dan memberi nama tiap sudutnya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dua sinar garis yang memiliki titik pangkal yang sama akan membentuk suatu sudut. Titik pangkal yang sama itu disebut titik sudut, sedangkan dua sinar garis disebut kaki sudut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis-Jenis Sudut :\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. Sudut Siku-Siku,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Suatu sudut disebut sudut siku-siku jika kaki-kaki sudutnya tegak lurus, yaitu ukurannya adalah 90 derajat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2. Sudut Lancip,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Suatu sudut disebut sudut lancip jika ukuran sudutnya lebih kecil dari sudut siku-siku, yaitu antara 0 dan 90 derajat (0o &lt; sudut lancip &lt; 90o ). Sudut-sudut berikut adalah sudut lancip.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3. Sudut Tumpul.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Suatu sudut disebut sudut tumpul jika ukuran sudutnya lebih besar dari sudut siku-siku, yaitu antara 90 dan 180 derajat (90 derajat &lt; sudut tumpul\u00a0&lt;180 derajat). Sudut-sudut berikut adalah sudut tumpul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bagaimana kita mengetahui besar sudut? Ayo kita mempelajarinya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menggunakan busur.\u00a0<img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full\" src=\"http:\/\/alatukur.web.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/Busur-Derajat-Digunakan-Saat-Kita-Membuat-Sudut.jpg\" alt=\"\" width=\"350\" height=\"245\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Alat yang digunakan untuk mengukur sudut secara baku adalah busur. Sudut dilambangkan dengan \u201c \/_ \u201c. \u00a0Satuan sudut adalah derajat.\u00a0Untuk mengukur sudut secara lebih akurat, mulai sekarang kamu dapat menggunakan busur derajat seperti gambar berikut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-554\" src=\"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-sudut-busur.png\" alt=\"sd4 sudut busur\" width=\"869\" height=\"867\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-sudut-busur.png 869w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-sudut-busur-150x150.png 150w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-sudut-busur-300x300.png 300w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-sudut-busur-768x766.png 768w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-sudut-busur-501x500.png 501w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-sudut-busur-50x50.png 50w\" sizes=\"(max-width: 869px) 100vw, 869px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain rumah adat, kita dapat menemukan sudut di sekitar kita. Bangunan di sekitar kita, termasuk tempat ibadah juga terdapat sudut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Sudut-sudut yang ada menjadikan ciri khas tersendiri. Keberagamannya semakin menjadikannya unik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kamu sudah berlatih gerakan dasar tarian Bungong Jeumpa. Sekarang kamu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> akan berlatih menarikan dengan menggunakan formasi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Kamu akan dibagi dalam kelompok, satu kelompok 8 siswa.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Lakukan gerakan dengan hitungan dan iringan musik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-555\" src=\"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-tari.png\" alt=\"sd4 tari\" width=\"859\" height=\"764\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-tari.png 859w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-tari-300x267.png 300w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-tari-768x683.png 768w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-tari-562x500.png 562w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-556\" src=\"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-tari2.png\" alt=\"sd4 tari2\" width=\"467\" height=\"756\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-tari2.png 467w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-tari2-185x300.png 185w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-tari2-309x500.png 309w\" sizes=\"(max-width: 467px) 100vw, 467px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>PEMBELAJARAN 3.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Bekerja sama bisa dilakukan kapan saja. Saat kita bermain pun kita bisa bekerja sama.\u00a0Tahukah kamu, bahwa kita dapat belajar bekerja sama dari permainan tradisional?\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Ayo, kita pelajari bersama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Salah satu permainan tradisional Indonesia yang sangat menarik adalah permainan bakiak. Permainan ini berasal dari Sumatera Barat. Bakiak, atau biasa disebut Terompa Bakuak di Sumatera Barat merupakan permainan yang membutuhkan kekompakkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebelum melakukan permainan bakiak, kamu harus memperhatikan hal berikut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1. Buatlah kelompok yang terdiri atas 3 orang.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2. Masukkan masing-masing kaki ke dalam tali bakiak.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3. Anggota ke dua memegang bahu anggota di depannya. Anggota ke tiga memegang bahu anggota di depannya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4. Anggota paling depan memberi tanda kapan berjalan dan kapan berhenti.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 5. Diskusikan kaki mana yang akan diangkat terlebih dahulu, kaki kanan atau kaki kiri.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 6. Untuk menjaga kekompakkan, semua anggota bisa berteriak saat berjalan: kiri, kanan, kiri,&#8230;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 7. Cobalah berkali-kali permainan ini dengan kelompokmu sampai terasa gerakan yang semakin baik dan kompak.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 8. Kelompok yang pertama mencapai garis akhir adalah pemenangnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-557\" src=\"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-bakiak.png\" alt=\"sd4 bakiak\" width=\"361\" height=\"210\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-bakiak.png 361w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-bakiak-300x175.png 300w\" sizes=\"(max-width: 361px) 100vw, 361px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dalam kelompok terdiri dari beberapa anggota yang memiliki kemampuan beragam. Namun hal tersebut tidak menghalangi kita untuk tetap bekerja sama. Saling menghargai perbedaan dalam bekerja sama akan membantu tim mencapai tujuan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Saat bermain bakiak, kamu tentunya harus mendengarkan peluit yang ditiupkan guru dan aba-aba temanmu. Kegiatan tersebut tentunya membutuhkan pendengaran yang baik.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Masih ingatkah kamu tentang pentingnya indra pendengar? Ayo, kita mengingatnya kembali.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">PEMBELAJARAN 4.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebelumnya kita sudah\u00a0banyak belajar tentang indahnya keberagaman budaya Indonesia.\u00a0Bagaimana cara menjalin kebersamaan dalam keberagaman tersebut? Mari kita gali lebih jauh!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dengan kerjasama maka kebersamaan dalam keberagaman akan semakin terjalin dengan baik.\u00a0Seperti apa, ya, bentuk kerjasama yang lain?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perbedaan Bukanlah Penghalang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tidak seperti biasa, hari Minggu ini sekolah terlihat ramai. Hari itu, semua siswa diminta datang ke sekolah untuk menghias kelas masing-masing. Hari Senin akan diadakan lomba menyambut hari<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> kemerdekaan. Bapak kepala sekolah berpesan, tiap kelas harus terlihat unik dengan kreasi anak-anak. Udin dan teman-teman sekelasnya juga datang ke sekolah. Pembagian tugas membuat hiasan telah dilakukan Udin dan teman-teman di hari Jumat yang lalu. Menghias kelas merupakan tanggung jawab bersama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pagi-pagi hampir semua siswa di kelas Udin sudah hadir. Hanya Edo dan Martha yang belum terlihat. Edo dan Martha sudah meminta izin pada teman-temannya untuk hadir terlambat. Mereka harus pergi\u00a0ke Sekolah Minggu di gereja untuk melakukan ibadah pagi. Udin dan teman-teman lainnya tidak keberatan. Sebelum ke sekolah, Udin dan Siti mampir ke rumah Edo, lalu ke rumah Martha untuk mengambil bahan dan hiasan kelas yang telah disiapkan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Edo dan Martha. Udin dan teman-teman memahami bahwa hari Minggu pagi merupakan waktu ibadah bagi Edo dan Martha yang beragama Kristen Protestan. Perbedaan waktu dan cara beribadah tidak menghalangi niat kerja sama mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Siang hari sekolah semakin ramai. Kelas-kelas sudah terlihat indah dan\u00a0semarak dengan hiasan merah putih buatan siswa sekelas. Begitu pun kelas Udin. Edo dan Martha juga sudah terlihat di antara mereka.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Selesai ibadah pagi di gereja Edo dan Martha menyusul datang ke sekolah. Senang sekali Udin dan teman-teman berbagi tugas. Ada yang menggunting kertas, ada yang naik ke atas meja untuk menggantung lampion kertas, ada juga yang menghias pintu dengan pita kertas merah putih. Lelah tidak terasa. Ketika tiba waktu sholat Zuhur, Udin, Siti, serta teman-teman lain yang beragama Islam menjalankan ibadahnya. Edo, Martha, Dayu serta beberapa teman lain yang tidak menjalankan ibadah sholat melanjutkan pekerjaan menghias kelas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Menjelang sore, pekerjaan sudah selesai. Kelas Udin sudah terlihat semarak. Walaupun berbeda-beda, bekerja sama selalu menyenangkan. Perbedaan tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone \" src=\"https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/a\/a2\/2011_jamgadang_2_cropped.jpg\" alt=\"\" width=\"185\" height=\"309\" \/>\u00a0<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-562\" src=\"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-jam-gadang.png\" alt=\"sd4 jam gadang\" width=\"176\" height=\"361\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-jam-gadang.png 164w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/sd4-jam-gadang-146x300.png 146w\" sizes=\"(max-width: 176px) 100vw, 176px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tahukah kamu tentang Jam Gadang. Jam Gadang adalah menara jam yang terletak di pusat kota Bukittinggi, di Provinsi Sumatra Barat. Dinamai Jam Gadang karena menara ini memiliki jam dengan ukuran besar pada empat sisinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pembelajaran 5.<\/span><\/p>\n<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ZfZxIR9vRmk\" width=\"854\" height=\"480\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebelumnya, kamu\u00a0telah belajar teknik menari Bungong Jeumpa. Tari Bungong Jeumpa dapat ditampilkan dalam formasi duduk atau berdiri.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ayo, menari dalam formasi duduk.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara menghargai keberagaman budaya adalah dengan mempelajari dan melestarikannya, seperti yang telah kamu lakukan ketika mempelajari tari Bungong Jeumpa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tahukan kamu bahwa Tuhan menciptakan budaya yang berbeda agar kita<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> saling mengenal dan saling menghargai? Tugas kita adalah menciptakan keselarasan di tengah-tengan perbedaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Masih ingat tangram yang telah kamu pelajari sebelumnya? Pada tangram tersebut juga terdapat bentuk yang berbeda-beda.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Coba kamu perhatikan kembali berbagai tangram berikut. Dengan bentuk yang berbeda-beda, kita bisa membentuk bangun atau gambar baru yang menarik dan kreatif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Beri huruf (A, B, C, D, dan seterusnya) di setiap sudut pada tangram tersebut. Tulis taksiranmu untuk besar masing-masing sudut yang sudah kamu beri huruf pada tabel berikut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sekarang buktikah taksiranmu dengan mengukur menggunakan busur derajat dan tuliskan hasilnya pada tabel di atas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Perbedaan itu indah, perbedaan itu anugerah. Kita harus\u00a0mensyukurinya dengan menunjukkan sikap saling menghargai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Apakah kamu pernah mengikuti atau melihat perayaan hari besar agama di sekitar tempat tinggalmu? Buatlah gambar yang berkaitan dengan perayaan hari besar agama tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sekarang saatnya kamu menceritakan secara tertulis tentang perayaan hari besar keagamaan yang pernah kamu ikuti atau yang pernah kamu lihat di lingkungan tempat tinggalmu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Di sekitar rumahmu banyak perayaan keagamaan yang dilakukan oleh penganutnya. Diskusikan dengan kedua orang tuamu perayaan apa saja yang pernah dilakukan? Bagaimana pula kerja sama antarumat beragama di lingkungan rumahmu? Tuliskan hasil diskusi pada kolom berikut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Bandingkan hasilnya dengan yang diperoleh temanmu pada pelajaran yang akan datang.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pembelajaran 6.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Apakah kamu\u00a0pernah bekerja sama dengan orang yang berbeda- beda? Sikap apa yang perlu kamu tunjukkan ketika bekerja sama?\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Udin, Edo, dan Beni merupakan sahabat dekat. Mereka berasal dari latar belakang budaya yang berbeda-beda. Mereka juga memeluk keyakinan yang berbeda pula. Udin beragama Islam, Edo beragama Katolik, sedangkan Beni beragama Kristen.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Perbedaan budaya dan agama bukanlah merupakan penghalang bagi mereka untuk bekerja sama. Mereka saling bahu-membahu mengerjakan tugas atau pekerjaan yang harus dikerjakan bersama- sama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang lalu, Udin, Edo, dan Beni mewakili kelasnya dalam perlombaan bakiak beregu. Sebelum berlomba mereka bersama-sama mendiskusikan dan merancang strategi agar mereka dapat meraih prestasi dalam lomba tersebut. Mereka pun secara bersama-sama menunjukkan usaha terbaik ketika lomba berlangsung. Alhasil, tim mereka meraih juara dalam lomba tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">1. Bagaimana pendapatmu tentang persahabatan Udin, Edo, dan Beni?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2. Apakah kamu pernah mempunyai pengalaman bekerja sama dengan teman-teman yang berbeda agama?\u00a0Jika pernah, ceritakan secara tertulis.\u00a0Jika belum pernah, tuliskan sikapmu jika suatu hari mempunyai kesempatan bekerja sama dengan teman yang berbeda agama.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3. Apa yang dapat kamu pelajari dari cerita di atas?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kamu akan mengikuti lomba bakiak secara berkelompok.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Apakah kamu masih ingat tentang gerak dasar yang diperlukan dalam bermain bakiak?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Diskusikan dan peragakan secara berpasangan gerak dasar tersebut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Perhatikan kembali cara guru memperagakan gerakan dasar yang diperlukan dalam bermain bakiak.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Sebelum berlomba, berdiskusilah dengan anggota kelompokmu untuk menentukan strategi dan gerak dasar yang harus diterapkan agar kelompokmu bisa memenangkan pertandingan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Cara Membuat Ringkasan adalah :<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">1. Membaca Naskah Asli<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Membaca naskah asli sekali atau dua kali, kalau perlu berulang kali hingga kamu paham.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Mengetahui kesan umum (inti) tulisan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Mengetahui maksud dan sudut pandangan penulis naskah asli.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">2. Mencatat Gagasan Utama<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Membaca tulisan bagian demi bagian sambil mencatat gagasan pokok.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Menggunakan gagasan pokok yang untuk menyusun ringkasan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">3. Gunakan Kalimat Baru<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Menggunakan kesan umum (inti) untuk membuat ringkasan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Menyesuaikan urutan isi dengan naskah asli.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Menggunakan kalimat baru dalam ringkasan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Menggambarkan tulisan asli dalam kalimat baru.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">4. Ketentuan Tambahan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Menyusun ringkasan dalam kalimat tunggal.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Meringkas kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Gerakan Tari Bungong Jeumpa dalam Posisi Duduk :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tangan kanan di bahu dan tangan kiri di paha. Ditepuk dua kali secara<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">bersamaan. Lakukan secara bergantian kanan dan kiri.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Hitungan 4 x 8<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tangan kanan berdiri dan tangan kiri memegang siku. Tangan kiri berdiri<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dan tangan kanan memegang siku. Kemudian tepuk 2X. Dilakukan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">bergantian.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Hitungan 2 x 8<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kedua tangan tepuk lurus ke depan. Tepuk ke tengah. Tepuk ke atas. Tepuk\u00a0ke tengah. Ketika tepuk atas badan diangkat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Hitungan 4 x 8.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kedua tangan memegang lantai lantai. serong ke kanan dan ke kiri. Ditarik\u00a0ke atas tangan lurus serong ke kanan dan ke kiri. Bergantian.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Hitungan 2 x 8.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SD4 1-2 &#8211; Kebersamaan dalam Keberagaman. Pembelajaran 1. Suku, budaya, dan agama yang berbeda tidak menghalangi Udin, Siti,\u00a0Dayu, Beni, Lani, dan Edo menjalani kebersamaan. Mereka berbagi cerita tentang budaya masing-masing dan saling belajar. Hari-hari mereka penuh keceriaan dalam kebersamaan. Hari ini mereka berkumpul bersama untuk bekerjasama. Bekerja sama dalam Keberagaman\u00a0Edo dan kelima temannya mendapat tugas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[67,1],"tags":[271,275,273,272,277,276,55,278,79,279,274],"class_list":["post-544","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd4-tema-1","category-tak-berkategori","tag-audiobook","tag-book","tag-buku","tag-bukusuara","tag-free","tag-gratis","tag-katolik","tag-pelajaran","tag-sd4","tag-sekolah","tag-suara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/544","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=544"}],"version-history":[{"count":13,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/544\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":565,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/544\/revisions\/565"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=544"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=544"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=544"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}