{"id":513,"date":"2016-09-23T18:58:32","date_gmt":"2016-09-23T11:58:32","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/?p=513"},"modified":"2016-10-08T05:31:15","modified_gmt":"2016-10-07T22:31:15","slug":"sd4-pengertian-bunyi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd4-pengertian-bunyi\/","title":{"rendered":"SD4 PENGERTIAN BUNYI"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"SD4 PENGERTIAN BUNYI. A. Definisi Bunyi. Bunyi merupakan hasil dari getaran suatu benda yang merambat dalam bentuk gelombang. Oleh Karena itu bunyi sering disebut sebagai gelombang bunyi. Bunyi dihasilkan oleh benda-benda yang bergetar. B. Sifat-sifat bunyi. Sifat-sifat bunyi ada 3 yaitu : Termasuk gelombang longitudinal ( gelombang yagn arah rambatnya sejajar dengan arah getarnya). Perambatan membutuhkan medium. Dapat dipantulkan. C. Sumber-sumber bunyi. Setiap benda yang bergetar pasti akan menghasilkan bunyi. Benda-benda itu dinamakan sumber bunyi. Sumber bunyi adalah benda-benda yang dapat menghasilkan bunyi. Contoh sumber bunyi adalah garpu tala, alat-alat musik seperti gamelan, suling, dan trompet, serta benda-benda lain seperti drum dan bedug yang dipukul. D. Jenis-jenis Bunyi. Bunyi mempunyai jenis-jenis yang berbeda-beda. Hal ini bergantung dari frekuensi. Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi setiap satu detik. Satuan frekuensi adalah Hertz (Hz). Berdasarkan frekuensinya, bunyi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu : Bunyi Infrasonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi sangat rendah, yaitu kurang dari 20Hz. Bunyi infrasonik ini dapat didengar oleh anjing, jangkrik, dan kuda. Bunyi Audiosonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi antara 20 - 20000 Hz. Bunyi audiosonik dapat didengar oleh telinga manusia. Bunyi Ultrasonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi sangat tinggi, yaitu lebih dari 20000 Hz. Bunyi ultrasonik ini dapat didengar oleh lumba-lumba, kelelawar. E. Perambatan Bunyi. Ketik ada terompet ditiup dan gitar dipetik, kita akan mendengar bunyi secara bersamaan. Bunyi trompet dan gitar tersebut merambat melalui medium udara. Udara merupakan medium yang sering dilalui oleh gelombang bunyi. Cepat rambat bunyi dipengaruhi oleh dua hal yaitu : jenis dan suhu medium. Pada umumnya, bunyi dapat merambat melalui medium padat, cair dan udara. Bunyi tidak merambat diruang hampa udara karena bunyi memerlukan medium untuk merambat. Benda padat dan cair merupakan penghantar bunyi yang baik daripada udara. Hal ini dikarenakan susunan partikel zat padat dan cair lebih rapat daripada susunan partikel udara. Selain jenis medium, faktor yang mempengaruhi cepat rambat bunyi adalah suhu medium. Semakin besar (meningkat) suhu medium, maka cepat rambat bunyi akan semakin besar. Hal ini dikarenakan pada saat suhu medium meningkat, molekul-molekul medium akan bergerak lebih cepat. Gerakan tersebut akan menimbulkan tumbukan antar partikel medium yang frekuensinya semakin besar. Dengan meningkatnya frekuensi tumbukan ini, energi akan berpindah dalam waktu singkat, sehingga cepat rambat bunyi akan semakin cepat. F. Pemantulan Bunyi. Bunyi merupakan suatu gelombang sehingga bunyi mengalami pembantulan. Berikut ini adalah jenis-jenis bunyi pantul. Bunyi yang memperkuat bunyi asli. Bunyi ini terjadi apabila sumber bunyi mempunyai jarak yang sangat dekat dengan dinding pemantulnya. Dengan demikian, bunyi pntulnya akan terdengar jelas dan bersamaan dengan bunyi aslinya. Contoh adalah suara seseorang yang berada didalam ruangan kecil akan terdengar jelas. Gaung. Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli sehingga bunyi terpantul berulang-ulang. Gaung terjadi jika bunyi dipantulkan pada permukaan yang keras. Contohnya dalah pemantulan bunyi yang terjadi di dalam bioskop. Untuk menghindari terjadinya gaung, maka dinding didalam bioskop atau gedung konser dilapisi oleh bahan-bahan yang lunak, seperti karpet, busa karet, dan gabus. Gema. Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. Gema akan terjadi karena jarak antar sumber bunyi dengan dinding pemantulnya. Contohnya adalah bunyi pantul yang dihasilkan oleh dinding antar bangunan dan dasar suatu ruangan. G. Jenis Bunyi yang lain. Berikut ini adalah jenis-jenis bunyi yang lain : Nada adalah bunyi yang mempunyai frekuensi yang teratur. Desah adalah bunyi yang memiliki frekuensi yang tidak teratur. Dentum adalah bunyi yang mempunyai amplitudo yang sangat besar dan terdengar mendadak. Warna bunyi atau timbre adalah bunyi yang memiliki frekuensi yang sama, tetapi terdengar berbeda. H. Resonansi Bunyi. Peristiwa resonansi banyak terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena ada benda lain yang bergetar. Frekuensi benda yang bergetar bernilai sama dengan frekuensi benda yang dipengaruhinya. Berikut ini adalah contoh peristiwa resonansi yang menguntungkan dan merugikan. Resonansi yang menguntungkan yaitu resonansi yang terjadi pada alat musik, seperti gitar, gamelan dan genderang. Resonansi yang merugikan, yaitu resonansi yang terjadi pada suara deru pesawat terbang yang dapat membuat kaca pecah. Selamat Belajar Pascal.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>SD4 PENGERTIAN BUNYI.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">A. Definisi Bunyi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bunyi merupakan hasil dari getaran suatu benda yang merambat dalam bentuk gelombang. Oleh Karena itu bunyi sering disebut sebagai gelombang bunyi. Bunyi dihasilkan oleh benda-benda yang bergetar.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">B. Sifat-sifat bunyi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sifat-sifat bunyi ada 3 yaitu :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Termasuk gelombang longitudinal ( gelombang yagn arah rambatnya sejajar dengan arah getarnya).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Perambatan membutuhkan medium.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dapat dipantulkan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">C. Sumber-sumber bunyi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap benda yang bergetar pasti akan menghasilkan bunyi. Benda-benda itu dinamakan sumber bunyi. Sumber bunyi adalah benda-benda yang dapat menghasilkan bunyi. Contoh sumber bunyi adalah garpu tala, alat-alat musik seperti gamelan, suling, dan trompet, serta benda-benda lain seperti drum dan bedug yang dipukul.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">D. Jenis-jenis Bunyi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bunyi mempunyai jenis-jenis yang berbeda-beda. Hal ini bergantung dari frekuensi. Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi setiap satu detik. Satuan frekuensi adalah Hertz (Hz). Berdasarkan frekuensinya, bunyi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bunyi Infrasonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi sangat rendah, yaitu kurang dari 20Hz. Bunyi infrasonik ini dapat didengar oleh anjing, jangkrik, dan kuda.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bunyi Audiosonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi antara 20 &#8211; 20000 Hz. Bunyi audiosonik dapat didengar oleh telinga manusia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bunyi Ultrasonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi sangat tinggi, yaitu lebih dari 20000 Hz. Bunyi ultrasonik ini dapat didengar oleh lumba-lumba, kelelawar.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">E. Perambatan Bunyi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ketik ada terompet ditiup dan gitar dipetik, kita akan mendengar bunyi secara bersamaan. Bunyi trompet dan gitar tersebut merambat melalui medium udara. Udara merupakan medium yang sering dilalui oleh gelombang bunyi. Cepat rambat bunyi dipengaruhi oleh dua hal yaitu : jenis dan suhu medium.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Pada umumnya, bunyi dapat merambat melalui medium padat, cair dan udara. Bunyi tidak merambat diruang hampa udara karena bunyi memerlukan medium untuk merambat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Benda padat dan cair merupakan penghantar bunyi yang baik daripada udara. Hal ini dikarenakan susunan partikel zat padat dan cair lebih rapat daripada susunan partikel udara. Selain jenis medium, faktor yang mempengaruhi cepat rambat bunyi adalah suhu medium. Semakin besar (meningkat) suhu medium, maka cepat rambat bunyi akan semakin besar. Hal ini dikarenakan pada saat suhu medium meningkat, molekul-molekul medium akan bergerak lebih cepat. Gerakan tersebut akan menimbulkan tumbukan antar partikel medium yang frekuensinya semakin besar. Dengan meningkatnya frekuensi tumbukan ini, energi akan berpindah dalam waktu singkat, sehingga cepat rambat bunyi akan semakin cepat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">F. Pemantulan Bunyi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bunyi merupakan suatu gelombang sehingga bunyi mengalami pembantulan. Berikut ini adalah jenis-jenis bunyi pantul.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bunyi yang memperkuat bunyi asli.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Bunyi ini terjadi apabila sumber bunyi mempunyai jarak yang sangat dekat dengan dinding pemantulnya. Dengan demikian, bunyi pntulnya akan terdengar jelas dan bersamaan dengan bunyi aslinya. Contoh adalah suara seseorang yang berada didalam ruangan kecil akan terdengar jelas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gaung.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli sehingga bunyi terpantul berulang-ulang. Gaung terjadi jika bunyi dipantulkan pada permukaan yang keras. Contohnya dalah pemantulan bunyi yang terjadi di dalam bioskop. Untuk menghindari terjadinya gaung, maka dinding didalam bioskop atau gedung konser dilapisi oleh bahan-bahan yang lunak, seperti karpet, busa karet, dan gabus.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gema.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. Gema akan terjadi karena jarak antar sumber bunyi dengan dinding pemantulnya. Contohnya adalah bunyi pantul yang dihasilkan oleh dinding antar bangunan dan dasar suatu ruangan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">G. Jenis Bunyi yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut ini adalah jenis-jenis bunyi yang lain :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Nada adalah bunyi yang mempunyai frekuensi yang teratur.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Desah adalah bunyi yang memiliki frekuensi yang tidak teratur.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dentum adalah bunyi yang mempunyai amplitudo yang sangat besar dan terdengar mendadak.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Warna bunyi atau timbre adalah bunyi yang memiliki frekuensi yang sama, tetapi terdengar berbeda.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">H. Resonansi Bunyi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peristiwa resonansi banyak terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena ada benda lain yang bergetar. Frekuensi benda yang bergetar bernilai sama dengan frekuensi benda yang dipengaruhinya. Berikut ini adalah contoh peristiwa resonansi yang menguntungkan dan merugikan.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Resonansi yang menguntungkan yaitu resonansi yang terjadi pada alat musik, seperti gitar, gamelan dan genderang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Resonansi yang merugikan, yaitu resonansi yang terjadi pada suara deru pesawat terbang yang dapat membuat kaca pecah.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selamat Belajar Pascal.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SD4 PENGERTIAN BUNYI. A. Definisi Bunyi. Bunyi merupakan hasil dari getaran suatu benda yang merambat dalam bentuk gelombang. Oleh Karena itu bunyi sering disebut sebagai gelombang bunyi. Bunyi dihasilkan oleh benda-benda yang bergetar. &nbsp; B. Sifat-sifat bunyi. Sifat-sifat bunyi ada 3 yaitu : Termasuk gelombang longitudinal ( gelombang yagn arah rambatnya sejajar dengan arah getarnya). [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[65,67,84,1],"tags":[88,44,89],"class_list":["post-513","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd4","category-sd4-tema-1","category-sd4-tema-2","category-tak-berkategori","tag-bunyi","tag-energi","tag-sumber-bunyi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/513","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=513"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/513\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":541,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/513\/revisions\/541"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}