{"id":492,"date":"2016-07-21T18:53:35","date_gmt":"2016-07-21T11:53:35","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/?p=492"},"modified":"2017-09-13T13:47:45","modified_gmt":"2017-09-13T06:47:45","slug":"sd4-ips-1-1-membaca-dan-menggambar-peta-lingkungan-sekitar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd4-ips-1-1-membaca-dan-menggambar-peta-lingkungan-sekitar\/","title":{"rendered":"SD4 &#8211; IPS 1-1 &#8211; Membaca  dan Menggambar Peta Lingkungan Sekitar"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"SD4 - IPS 1 - Membaca \u00a0dan Menggambar Peta Lingkungan Sekitar. A. Pendahuluan. Di dinding kelas biasanya dipasang hiasan-hiasan. Apakah di dinding kelasmu juga dipasang hiasan-hiasan? Apakah ada gambar peta di antara hiasan-hiasan itu? Kalau ada, coba perhatikan peta tersebut. Peta wilayah mana yang dipasang di kelasmu? Apakah ka- mu bisa membaca peta itu? Ada sejumlah unsur yang perlu diperhatikan ketika membaca peta. Dalam bab ini kamu belajar unsur-unsur peta. Pengetahuan tentang unsur-unsur peta membantu kamu membaca peta. Setelah itu, kamu akan belajar membaca dan menggambar peta. Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan mampu membaca peta lingkungan setempat. Mari mengasah keterampilan membaca peta! Kamu sudah tahu bahwa peta menampilkan suatu wilayah. Luas wilayah dalam peta lebih kecil dari keadaan sebenarnya. Itu berarti wilayah yang digambar di peta diperkecil. Namun, dalam memper- kecil ukuran tidak boleh sembarangan. Untuk menggambar peta harus mengikuti skala atau perbandingan tertentu. Coba periksalah skala gambar peta yang ada di kelasmu! Dari sini kita bisa mendefinisikan apa itu peta. Kata lain untuk peta adalah map. Peta atau map adalah gambar seluruh atau se- bagian dari permukaan bumi yang dilukiskan ke suatu bidang datar dengan perbandingan atau skala tertentu. Peta atau map memang merupakan gambar. Gambar apa? Gambar dari permukaan bumi. Permukaan bumi digambar seluruhny a atau hanya sebagian. Gambar itu dibuat di atas sebuah bidang datar. Misalnya, kertas, karton, papan, dan sebagainya. Coba cari dan lihat.\u00a0Peta kota Jakarta sebagai contoh gambar permukaan bumi yang meliputi wilayah yang sempit. Unsur-unsur apa saja yang kamu temukan pada peta di atas? Ada enam unsur dalam sebuah peta yang baik. Keenam unsur itu adalah judul peta, garis tepi peta, legenda, skala, penunjuk arah (mata angin), dan garis astronomi. a. Judul Peta. Judul peta menunjukkan nama peta. Judul peta ditulis di bagian atas dengan huruf yang menonjol. Misalnya, PETA JAWA BARAT, PETA KALIMANTAN, PETA INDONESIA, dan sebagainya. Apa judul peta dalam Kegiatan 1 di atas? b. Garis tepi peta. Garis tepi peta adalah batas-batas pinggir \u00a0gambar peta. Fungsi garis tepi untuk menulis angka-angka derajat astronomi. c. Legenda.\u00a0 Legenda adalah keterangan-keterangan yang menjelaskan simbol-simbol pada peta. Biasanya legenda terletak di bagian bawah sebelah kiri ataupun kanan. Sedangkan simbol adalah gambar yang digunakan untuk mewakili objek-objek dalam peta. Misalnya simbol untuk danau, sungai, jalan, rel kereta, ibukota provinsi, batas kabupaten, dan sebagainya. Pemakai peta bisa melihat keadaan suatu wilayah. Simbol-simbol peta berbentuk warna, garis dan gambar. \u00a01. Warna.\u00a0 Arti warna dalam peta sebagai berikut : Warna hijau menunjukkan dataran rendah. Warna kuning menunjukkan dataran tinggi. Warna cokelat menunjukkan daerah pegunungan. Warna putih menunjukkan puncak pegunungan yang tertutup salju. Warna biru menunjukkan daerah perairan (laut, sungai, danau). Warna biru untuk laut, dibedakan ketajamannya. Gunanya untuk menunjukkan kedalaman laut. Warna biru tua untuk laut dalam dan biru muda untuk laut dangkal. 2. Garis. Arti simbol-simbol garis pada peta sebagai berikut :\u00a0 Batas negara : Garis tebal Sekali hitam,\u00a0 Batas Provinsi : Garis Putus-putus, Jalan negara : Garis hitam agak tebal. Jalan Raya \u00a0: Garis hitam tipis. Rel Kereta Api : Garis sejajar, \u00a0dipotong tanda setrip dobel. Silakan lihat dan cari Simbol pada peta. 3.\u00a0Gambar. Ada banyak gambar simbol dalam peta. Arti gambar-gambar simbol\u00a0dalam peta sebagai berikut. Silakan lihat gambar simbol peta :\u00a0Ibu kota provinsi,\u00a0Ibu kota kabupaten,\u00a0Kotamadya\/administratif,\u00a0Kecamatan\/kota lain,\u00a0Gunung,\u00a0Danau,\u00a0Rawa-rawa,\u00a0Sungai,\u00a0Bandara\/lapangan terbang perintis,\u00a0Pelabuhan laut. d. Skala. Skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak yang sesungguhnya. Sebuah peta selalu dibuat jauh lebih kecil dari keadaan yang sebenarnya. Akan tetapi, letak, jarak, dan arahnya seperti keadaan yang sebenarnya. Ada dua macam jenis skala, yaitu skala angka dan skala garis,\u00a0Mari kita bahas keduanya. 1. Skala angka (skala numerik). Skala angka disebut juga skala perbandingan. Skala biasanya ditulis di bagian bawah. Misalnya dalam sebuah peta kita me- nemukan Skala 1:10.000 (dibaca 1 berbanding 10.000). Ini berarti\u00a0bahwa jarak 1 cm pada peta sama dengan 10.000 cm di permukaan\u00a0bumi. Atau 1 cm pada peta sama dengan 100 m atau 0,1\u00a0km jarak yang sebenarnya. Misalnya, jarak antara kota A ke kota B di peta adalah 5 cm. Ini\u00a0berarti jarak yang sebenarnya dari kota A ke kota B adalah 5 cm\u00a0X 10.000 cm = 50.000 cm. Kalau dinyatakan dalam meter berarti\u00a0500 meter. Kalau dinyatakan dalam kilometer berarti 0,5 km. 2. Skala garis. Skala ini ditunjukkan oleh garis lurus yang dibagi dalam bagian-bagian\u00a0yang sama. Panjang masing-masing ruas = 1 cm. Mari\u00a0kita pelajari contoh skala garis berikut ini. Skala garis di atas berarti bahwa 1 cm di peta sama dengan 1 km\u00a0di tempat sebenarnya. Bagaimana mengubah skala angka menjadi skala garis? Mari\u00a0kita belajar dari contoh berikut. Misalnya dalam sebuah peta tertulis\u00a0skala angka 1 : 5.000.000. Kamu tahu ini berarti 1 cm pada\u00a0peta sama dengan 5.000.000 cm pada jarak yang sebenarnya (dimuka bumi). Atau, 1 cm pada peta sama dengan 50 km pada\u00a0jarak sesungguhnya. Jika skala angka tersebut diubah ke skala\u00a0garis, gambarnya sebagai berikut. e. Penunjuk arah (mata angin). Kamu sudah belajar tentang mata angin di kelas 3. Kamu masih ingat bukan? Coba kamu menyebut atau menyanyikan arah mata angin yang sudah kamu pelajari. Mata angin atau penunjuk arah ini juga merupakan salah satu unsur yang penting dalam sebuah peta. U \u00a0 : Utara, TL : Timur Laut, T \u00a0 : Timur, TG : Tenggara, S \u00a0 \u00a0: Selatan, BD : Barat Daya, B \u00a0 \u00a0: Barat, BL \u00a0: Barat Laut. Mata angin adalah jarum pedoman atau garis yang menunjukkan arah suatu tempat. Mata angin juga berarti arah, jurusan, atau kiblat suatu tempat. Penunjuk arah mata angin dalam peta sangat penting. Penunjuk mata angin membantu kita bisa menjelaskan posisi suatu tempat. Misalnya, kota Tangerang itu terletak di sebelah barat Jakarta. f. Garis astronomis. Coba perhatikan gambar peta pada gambar 1.3. Dalam peta itu terdapat garis-garis tegak (vertikal) dan mendatar (horizontal). Garis- garis itu disebut garis astronomis. Garis-garis yang tegak disebut garis bujur. Sementara yang garis-garis yang mendatar disebut garis lintang. Apa gunanya garis astrono mis? Garis astrono mis berguna untuk menentukan letak suatu tempat atau wilayah. Misalnya, letak Provinsi DKI Jakarta itu di antara 106\u00b022\u2018 sampai 106\u00b058\u2018 Bujur Timur (BT) dan 5\u00b019\u2018 sampai 6\u00b024\u2018\\\" Lintang Selatan (LS). Sekarang coba lihat peta provin si atau kabupatenmu! Bisakah kamu menyebutkan letak astrono mis provinsi dan kabupatenmu?. B. Membaca Peta Lingkungan Setempat. Kamu sudah mempelajari unsur-unsur peta. Masih ingat apa saja unsur-unsur peta? Coba sebutkan kembali unsur-unsur peta. Seka- rang, mari kita belajar membaca peta berdasarkan unsur-unsur ter- sebut. Kamu akan membaca peta kabupaten\/kota dan provinsi. 1. Langkah-langkah membaca peta. Bagaimana cara membaca peta suatu kabupaten atau provinsi?\u00a0Ikuti langkah-langkah berikut ini. \u2756 Menemukan peta kabupaten dan provinsi. Peta kabupaten dan provinsi bisa kita temukan dalam atlas. Atlas adalah buku yang berisi gambar-gambar peta. Kamu bisa mene- mukan peta kabupaten dan provinsi di atlas provinsi-provinsi. Lihatlah daftar isi atlas tersebut. Carilah nama provinsimu. Kemu- dian bukalah halaman yang ditunjukkan dalam daftar isi itu. Di halaman itu kamu akan menemukan peta provinsimu. \u2756 Menentukan letak wilayah. Letak suatu wilayah bisa ditunjukkan dengan menyebutkan letak astronomisnya. Bagaimana menentukan letak astronomis suatu wilayah? Tarik garis lurus mendatar (horizontal) di wilayah terluar sebelah utara dan selatan. Sebutkan angka koordinat garis lintang kedua garis itu. Kemudian tarik garis tegak lurus di wilayah terluar sebelah barat dan timur. Sebutkan angka koordinat garis bujur kedua garis itu. Kamu sudah menemukan letak astronomis wilayah provinsi atau kabupatenmu! Dengan cara di atas mari kita tentukan letak astronomis Provinsi Banten. Letak astronomis Provinsi Banten kira-kira di antara 105.1\u00b0 sampai 106.2\u00b0 Bujur Ti- mur (BT) dan 5.8\u00b0 sampai 7.1\u00b0 Lintang Selatan (LS). \u2756 Menyebutkan batas-batas wilayah. Batas-batas wilayah bisa berupa wilayah provinsi lain. Bisa juga berupa kenampakan alam seperti selat, laut, atau samudera. Sebutkan batas-batas di sebelah timur, selatan, barat, dan utara. \u2756 Menyebutkan pembagian wilayah. Perhatikan pembagian wilayah di peta yang kamu baca. Sebuah provinsi terdiri dari beberapa kabupaten. Sebuah kabupaten terdiri dari beberapa kecamatan. Sebutkan kabupaten atau kecamatan di wilayah yang kamu pelajari. \u2756 Menyebutkan kenampakan-kenampakan alam dan buatan. Kamu tentu masih ingat arti simbol-simbol yang biasa terdapat di sebuah peta bukan? Ada simbol-simbol untuk kenampakan alam dan buatan. Sebutkan macam-macam kenampakan alam dan buatan di peta yang kamu pelajari. Misalnya saja gunung, sungai, teluk, pelabuhan, bandar udara, jalur kereta api, dan sebagainya. 2. Membaca peta kabupaten\/kota. Wilayah kabupaten atau kotamadya merupakan gabungan dari beberapa kecamatan. Sebuah kabupaten dipimpin oleh seorang bu- pati. Sementara sebuah kotamadya dipimpin oleh wali kota. Bupati dan wali kota dipilih secara langsung oleh masyarakat di kabupaten tersebut. Mari kita baca peta salah satu kabupaten. Perhatikan gambar peta Kabupaten Sleman di halaman 12! Agar lebih jelas, lihatlah pe- ta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada buku atlasmu! Apa saja yang dapat kamu baca pada peta Kabupaten Sleman? Hal-hal yang dapat kita baca dari peta Kabupaten Sleman sebagai berikut. Kabupaten Sleman adalah salah satu kabupaten di Provinsi Dae- rah Istimewa Yogyakarta. Ibu kota Kabupaten Sleman juga ber- nama Sleman. Di bagian utara wilayah Sleman berbatasan dengan Kabupaten Boyolali dan Magelang. Di bagian timur wilayah Sleman ber- batasan dengan Kabupaten Klaten dan Gunung Kidul. Di bagian selatan wilayah Sleman berbatasan dengan Kabupaten Bantul dan Kodya Yogyakarta. Sedangkan di bagian barat wilayah Sleman berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo. Wilayah Sleman dibagi menjadi 17 kecamatan. Kecamatan-ke- camatan itu adalah Sleman, Moyudan, Minggir, Tempel, Sayegan, Godean, Gamping, Mlati, Turi, Pakem, Ngaglik, Depok, Berbah, Prambanan, Kalasan, Ngemplak, dan Cangkringan. Kenampakan alam yang terdapat di wilayah Kabupaten Sleman antara lain Gunung Merapi, Kali Opak, Kali Tepus, dan Kali Coda. Di wilayah Sleman terdapat Bandara Adi Sucipto. 2. Membaca peta provinsi. Sebuah provinsi dipimpin oleh seorang gubernur. Gubernur dipilih secara langsung oleh rakyat dalam pemilihan kepala daerah. Masa jabatan gubernur adalah lima tahun. Seorang gubernur hanya bisa dipilih selama dua kali masa jabatan. Wilayah provinsi terdiri dari beberapa kabupaten\/kota. Pada awal kemerdekaan, jumlah provinsi di Indonesia cuma ada delapan. Kedelapan provinsi itu adalah Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Borneo, Sulawesi, Sunda Kecil (Nusa Tenggara) dan Maluku. Jumlah provinsi di Indonesia mengalami perubahan. Sekarang ini negara Indonesia dibagi menjadi 33 provinsi. Berikut daftar 34 nama provinsi beserta ibukota provinsi di seluruh Indonesia di tahun 2015, sebagai berikut: 1. Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) : Banda Aceh 2. Provinsi Bali : Denpasar 3. Provinsi Bangka Belitung (Babel) : Pangkal Pinang 4. Provinsi Banten : Serang 5. Provinsi Bengkulu : Bengkulu 6. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) : Yogyakarta 7. Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta): Jakarta 8. Provinsi Gorontalo : Gorontalo 9. Provinsi Jambi : Jambi 10. Provinsi Jawa Barat (Jabar): Bandung 11. Provinsi Jawa Tengah (Jateng): Semarang 12. Provinsi Jawa Timur (Jatim) : Surabaya 13. Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) : Pontianak 14. Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) : Banjarmasin 15. Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) : Palangkaraya 16. Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) : Samarinda 17. Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) : Tanjung Selor 18. Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) : Tanjungpinang 19. Provinsi Lampung : Bandar Lampung 20. Provinsi Maluku : Ambon 21. Provinsi Maluku Utara (Malut) : Ternate 22. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) : Mataram 23. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) : Kupang 24. Provinsi Papua : Jayapura 25. Provinsi Papua Barat : Manokwari 26. Provinsi Riau : Pekanbaru 27. Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) : Mamuju 28. Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) : Makasar 29. Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) : Palu 30. Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) : Kendari 31. Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) : Manado 32. Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) : Padang 33. Provinsi Sumatera Selatan (Sulsel) : Palembang 34. Provinsi Sumatera Utara : Medan D. Menggambar Peta Lingkungan Setempat. Kamu sudah belajar membaca peta kabupaten dan provinsimu. Selanjutnya kamu akan belajar menggambar peta. Bagaimana cara menggambar peta. Cara yang paling mudah adalah dengan cara menjiplak peta yang sudah ada. Langkah-langkah menggambar pe- ta dengan cara menjiplak sebagai berikut. Siapkan peralatan yang diperlukan. Peralatan yang diperlukan adalah kertas tembus pandang (kertas mika), kertas gambar, penggaris, pensil, spidol, dan peta. Buatlah garis-garis tegak (vertikal) dan mendatar (horizontal) pada kertas mika. Jarak antargaris harus sama. Tempelkan kertas mika pada peta yang akan dijiplak. Agar tidak bergeser-geser, kamu bisa menjapit di bagian pinggir. Lihat contoh di bawah ini! Jiplaklah gambar peta menggunakan spidol atau pensil di atas kertas mika. Lakukan penjiplakan ini dengan hati-hati. Berikut ini contoh hasil jiplakan Provinsi Bali di atas. Sekarang kamu sudah memiliki model untuk menggambar peta. Proses selanjutnya adalah menggambar peta di kertas gambar. Siapkan kertas untuk menggambar peta. Buatlah garis tegak dan mendatar menggunakan pensil. Ukuran antar garis sama dengan garis-garis pada kertas mika. Gambarlah peta di atas kertas menggunakan pensil. Tirulah gam- bar peta pada kertas mika. Garis-garis yang sudah dibuat dapat membantu dalam menggambar. Setelah selesai, ulangilah goresan pensil menggunakan spidol. Ke- mudian hapuslah garis-garis pensilnya. Kemudian warnailah peta- mu seperti warna dalam peta. Jangan lupa menggambar simbol- simbol yang ada. Jadilah gambar petamu! E. Mengukur Jaraak Memakai Skala Sederhana. Kamu sudah belajar membaca dan menggambar peta setempat. Sekarang kamu akan belajar mengukur jarak satu tempat ke tempat lain menggunakan peta. Kita bisa mengukur jarak sebenarnya karena pada peta dicantumkan skala. Masih ingat apa itu skala? Skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak yang sesungguhnya. Bagaimana cara mengukur jarak sesungguhnya menggunakan peta? Misalnya kita akan mengukur jarak antara kota A dan kota B. Skala pada peta 1 : 1.000.000. Langkah-langkahnya sebagai berikut. 1. Ambilah jangka untuk mengukur. Tancapkan jarum jangka di kota A. Aturlah jangka supaya pensilnya tepat di atas kota B. 2. Ukurlah lebar jangka menggunakan penggaris. Kamu akan mengetahui jarak antara kota A dan B di peta.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">SD4 &#8211; IPS 1 &#8211; Membaca \u00a0dan Menggambar Peta Lingkungan Sekitar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>A. Pendahuluan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Di dinding kelas biasanya dipasang hiasan-hiasan. Apakah di dinding kelasmu juga dipasang hiasan-hiasan? Apakah ada gambar peta di antara hiasan-hiasan itu? Kalau ada, coba perhatikan peta tersebut. Peta wilayah mana yang dipasang di kelasmu? Apakah ka- mu bisa membaca peta itu?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Ada sejumlah unsur yang perlu diperhatikan ketika membaca peta. Dalam bab ini kamu belajar unsur-unsur peta. Pengetahuan tentang unsur-unsur peta membantu kamu membaca peta. Setelah itu, kamu akan belajar membaca dan menggambar peta. Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan mampu membaca peta lingkungan setempat. Mari mengasah keterampilan membaca peta!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kamu sudah tahu bahwa peta menampilkan suatu wilayah. Luas wilayah dalam peta lebih kecil dari keadaan sebenarnya. Itu berarti wilayah yang digambar di peta diperkecil. Namun, dalam memper- kecil ukuran tidak boleh sembarangan. Untuk menggambar peta harus mengikuti skala atau perbandingan tertentu. Coba periksalah skala gambar peta yang ada di kelasmu!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dari sini kita bisa mendefinisikan apa itu peta. Kata lain untuk peta adalah map. Peta atau map adalah gambar seluruh atau se- bagian dari permukaan bumi yang dilukiskan ke suatu bidang datar dengan perbandingan atau skala tertentu. Peta atau map memang merupakan gambar. Gambar apa? Gambar dari permukaan bumi. Permukaan bumi digambar seluruhny a atau hanya sebagian. Gambar itu dibuat di atas sebuah bidang datar. Misalnya, kertas, karton, papan, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-493 \" src=\"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-peta-jakarta.jpg\" alt=\"sd4 peta jakarta\" width=\"419\" height=\"463\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-peta-jakarta.jpg 577w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-peta-jakarta-272x300.jpg 272w\" sizes=\"(max-width: 419px) 100vw, 419px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Coba cari dan lihat.\u00a0Peta kota Jakarta sebagai contoh gambar permukaan bumi yang meliputi wilayah yang sempit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Unsur-unsur apa saja yang kamu temukan pada peta di atas? Ada enam unsur dalam sebuah peta yang baik. Keenam unsur itu adalah judul peta, garis tepi peta, legenda, skala, penunjuk arah (mata angin), dan garis astronomi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>a. Judul Peta.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Judul peta menunjukkan nama peta. Judul peta ditulis di bagian atas dengan huruf yang menonjol. Misalnya, PETA JAWA BARAT, PETA KALIMANTAN, PETA INDONESIA, dan sebagainya. Apa judul peta dalam Kegiatan 1 di atas?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-494 \" src=\"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-denah2-1024x675.jpg\" alt=\"sd4 denah2\" width=\"673\" height=\"444\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-denah2-1024x675.jpg 1024w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-denah2-300x198.jpg 300w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-denah2-768x506.jpg 768w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-denah2-758x500.jpg 758w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-denah2.jpg 1808w\" sizes=\"(max-width: 673px) 100vw, 673px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>b. Garis tepi peta.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Garis tepi peta adalah batas-batas pinggir \u00a0gambar peta. Fungsi garis tepi untuk menulis angka-angka derajat astronomi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>c. Legenda.\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Legenda adalah keterangan-keterangan yang menjelaskan simbol-simbol pada peta. Biasanya legenda terletak di bagian bawah sebelah kiri ataupun kanan. Sedangkan simbol adalah gambar yang digunakan untuk mewakili objek-objek dalam peta. Misalnya simbol untuk danau, sungai, jalan, rel kereta, ibukota provinsi, batas kabupaten, dan sebagainya. Pemakai peta bisa melihat keadaan suatu wilayah. Simbol-simbol peta berbentuk warna, garis dan gambar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a01. Warna.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Arti warna dalam peta sebagai berikut :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Warna hijau menunjukkan dataran rendah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Warna kuning menunjukkan dataran tinggi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Warna cokelat menunjukkan daerah pegunungan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Warna putih menunjukkan puncak pegunungan yang tertutup salju.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Warna biru menunjukkan daerah perairan (laut, sungai, danau). Warna biru untuk laut, dibedakan ketajamannya. Gunanya untuk menunjukkan kedalaman laut. Warna biru tua untuk laut dalam dan biru muda untuk laut dangkal.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2. Garis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Arti simbol-simbol garis pada peta sebagai berikut :\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-504\" src=\"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-garis-simbol.jpg\" alt=\"sd4 garis simbol\" width=\"601\" height=\"385\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-garis-simbol.jpg 833w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-garis-simbol-300x192.jpg 300w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-garis-simbol-768x492.jpg 768w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-garis-simbol-780x500.jpg 780w\" sizes=\"(max-width: 601px) 100vw, 601px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Batas negara : Garis tebal Sekali hitam,\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Batas Provinsi : Garis Putus-putus,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Jalan negara : Garis hitam agak tebal.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Jalan Raya \u00a0: Garis hitam tipis.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Rel Kereta Api : Garis sejajar, \u00a0dipotong tanda setrip dobel.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Silakan lihat dan cari Simbol pada peta.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3.\u00a0Gambar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Ada banyak gambar simbol dalam peta. Arti gambar-gambar simbol\u00a0dalam peta sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-496\" src=\"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-denah-peta3.jpg\" alt=\"sd4 denah peta3\" width=\"568\" height=\"640\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-denah-peta3.jpg 568w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-denah-peta3-266x300.jpg 266w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-denah-peta3-444x500.jpg 444w\" sizes=\"(max-width: 568px) 100vw, 568px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Silakan lihat gambar simbol peta :\u00a0Ibu kota provinsi,\u00a0Ibu kota kabupaten,\u00a0Kotamadya\/administratif,\u00a0Kecamatan\/kota lain,\u00a0Gunung,\u00a0Danau,\u00a0Rawa-rawa,\u00a0Sungai,\u00a0Bandara\/lapangan terbang perintis,\u00a0Pelabuhan laut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>d. Skala.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak yang sesungguhnya. Sebuah peta selalu dibuat jauh lebih kecil dari keadaan yang sebenarnya. Akan tetapi, letak, jarak, dan arahnya seperti keadaan yang sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Ada dua macam jenis skala, yaitu skala angka dan skala garis,\u00a0Mari kita bahas keduanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">1. Skala angka (skala numerik).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Skala angka disebut juga skala perbandingan. Skala biasanya ditulis di bagian bawah. Misalnya dalam sebuah peta kita me- nemukan Skala 1:10.000 (dibaca 1 berbanding 10.000). Ini berarti\u00a0bahwa jarak 1 cm pada peta sama dengan 10.000 cm di permukaan\u00a0bumi. Atau 1 cm pada peta sama dengan 100 m atau 0,1\u00a0km jarak yang sebenarnya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Misalnya, jarak antara kota A ke kota B di peta adalah 5 cm. Ini\u00a0berarti jarak yang sebenarnya dari kota A ke kota B adalah 5 cm\u00a0X 10.000 cm = 50.000 cm. Kalau dinyatakan dalam meter berarti\u00a0500 meter. Kalau dinyatakan dalam kilometer berarti 0,5 km.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">2. Skala garis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Skala ini ditunjukkan oleh garis lurus yang dibagi dalam bagian-bagian\u00a0yang sama. Panjang masing-masing ruas = 1 cm. Mari\u00a0kita pelajari contoh skala garis berikut ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-501\" src=\"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-skala-garis-1.jpg\" alt=\"sd4 skala garis 1\" width=\"564\" height=\"107\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-skala-garis-1.jpg 564w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-skala-garis-1-300x57.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 564px) 100vw, 564px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Skala garis di atas berarti bahwa 1 cm di peta sama dengan 1 km\u00a0di tempat sebenarnya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Bagaimana mengubah skala angka menjadi skala garis? Mari\u00a0kita belajar dari contoh berikut. Misalnya dalam sebuah peta tertulis\u00a0skala angka 1 : 5.000.000. Kamu tahu ini berarti 1 cm pada\u00a0peta sama dengan 5.000.000 cm pada jarak yang sebenarnya (dimuka bumi). Atau, 1 cm pada peta sama dengan 50 km pada\u00a0jarak sesungguhnya. Jika skala angka tersebut diubah ke skala\u00a0garis, gambarnya sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-502\" src=\"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-skala-garis-2.jpg\" alt=\"sd4 skala garis 2\" width=\"684\" height=\"96\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-skala-garis-2.jpg 684w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-skala-garis-2-300x42.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 684px) 100vw, 684px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>e. Penunjuk arah (mata angin).<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kamu sudah belajar tentang mata angin di kelas 3. Kamu masih ingat bukan? Coba kamu menyebut atau menyanyikan arah mata angin yang sudah kamu pelajari. Mata angin atau penunjuk arah ini juga merupakan salah satu unsur yang penting dalam sebuah peta.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-472 alignleft\" src=\"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/ARAH-MATA-ANGIN.jpg\" alt=\"ARAH MATA ANGIN\" width=\"300\" height=\"297\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/ARAH-MATA-ANGIN.jpg 300w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/ARAH-MATA-ANGIN-150x150.jpg 150w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/ARAH-MATA-ANGIN-50x50.jpg 50w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>U \u00a0 : Utara,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> TL : Timur Laut,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> T \u00a0 : Timur,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> TG : Tenggara,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> S \u00a0 \u00a0: Selatan,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> BD : Barat Daya,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> B \u00a0 \u00a0: Barat,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> BL \u00a0: Barat Laut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Mata angin adalah jarum pedoman atau garis yang menunjukkan arah suatu tempat. Mata angin juga berarti arah, jurusan, atau kiblat suatu tempat. Penunjuk arah mata angin dalam peta sangat penting. Penunjuk mata angin membantu kita bisa menjelaskan posisi suatu tempat. Misalnya, kota Tangerang itu terletak di sebelah barat Jakarta.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>f. Garis astronomis.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Coba perhatikan gambar peta pada gambar 1.3. Dalam peta itu terdapat garis-garis tegak (vertikal) dan mendatar (horizontal). Garis- garis itu disebut garis astronomis. Garis-garis yang tegak disebut garis bujur. Sementara yang garis-garis yang mendatar disebut garis lintang.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Apa gunanya garis astrono mis? Garis astrono mis berguna untuk menentukan letak suatu tempat atau wilayah. Misalnya, letak Provinsi DKI Jakarta itu di antara 106\u00b022\u2018 sampai 106\u00b058\u2018 Bujur Timur (BT) dan 5\u00b019\u2018 sampai 6\u00b024\u2018&#8221; Lintang Selatan (LS). Sekarang coba lihat peta provin si atau kabupatenmu! Bisakah kamu menyebutkan letak astrono mis provinsi dan kabupatenmu?.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>B. Membaca Peta Lingkungan Setempat.<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kamu sudah mempelajari unsur-unsur peta. Masih ingat apa saja unsur-unsur peta? Coba sebutkan kembali unsur-unsur peta. Seka- rang, mari kita belajar membaca peta berdasarkan unsur-unsur ter- sebut. Kamu akan membaca peta kabupaten\/kota dan provinsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Langkah-langkah membaca peta.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bagaimana cara membaca peta suatu kabupaten atau provinsi?\u00a0Ikuti langkah-langkah berikut ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u2756 Menemukan peta kabupaten dan provinsi.<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Peta kabupaten dan provinsi bisa kita temukan dalam atlas. Atlas adalah buku yang berisi gambar-gambar peta. Kamu bisa mene- mukan peta kabupaten dan provinsi di atlas provinsi-provinsi. Lihatlah daftar isi atlas tersebut. Carilah nama provinsimu. Kemu- dian bukalah halaman yang ditunjukkan dalam daftar isi itu. Di halaman itu kamu akan menemukan peta provinsimu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u2756 Menentukan letak wilayah.<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Letak suatu wilayah bisa ditunjukkan dengan menyebutkan letak astronomisnya. Bagaimana menentukan letak astronomis suatu wilayah? Tarik garis lurus mendatar (horizontal) di wilayah terluar sebelah utara dan selatan. Sebutkan angka koordinat garis lintang kedua garis itu. Kemudian tarik garis tegak lurus di wilayah terluar sebelah barat dan timur. Sebutkan angka koordinat garis bujur kedua garis itu. Kamu sudah menemukan letak astronomis wilayah provinsi atau kabupatenmu! Dengan cara di atas mari kita tentukan letak astronomis Provinsi Banten. Letak astronomis Provinsi Banten kira-kira di antara 105.1\u00b0 sampai 106.2\u00b0 Bujur Ti- mur (BT) dan 5.8\u00b0 sampai 7.1\u00b0 Lintang Selatan (LS).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u2756 Menyebutkan batas-batas wilayah.<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Batas-batas wilayah bisa berupa wilayah provinsi lain. Bisa juga berupa kenampakan alam seperti selat, laut, atau samudera. Sebutkan batas-batas di sebelah timur, selatan, barat, dan utara.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> <strong>\u2756 Menyebutkan pembagian wilayah.<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Perhatikan pembagian wilayah di peta yang kamu baca. Sebuah provinsi terdiri dari beberapa kabupaten. Sebuah kabupaten terdiri dari beberapa kecamatan. Sebutkan kabupaten atau kecamatan di wilayah yang kamu pelajari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u2756 Menyebutkan kenampakan-kenampakan alam dan buatan.<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Kamu tentu masih ingat arti simbol-simbol yang biasa terdapat di sebuah peta bukan? Ada simbol-simbol untuk kenampakan alam dan buatan. Sebutkan macam-macam kenampakan alam dan buatan di peta yang kamu pelajari. Misalnya saja gunung, sungai, teluk, pelabuhan, bandar udara, jalur kereta api, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Membaca peta kabupaten\/kota.<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Wilayah kabupaten atau kotamadya merupakan gabungan dari beberapa kecamatan. Sebuah kabupaten dipimpin oleh seorang bu- pati. Sementara sebuah kotamadya dipimpin oleh wali kota. Bupati dan wali kota dipilih secara langsung oleh masyarakat di kabupaten tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mari kita baca peta salah satu kabupaten. Perhatikan gambar peta Kabupaten Sleman di halaman 12! Agar lebih jelas, lihatlah pe- ta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada buku atlasmu!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apa saja yang dapat kamu baca pada peta Kabupaten Sleman? Hal-hal yang dapat kita baca dari peta Kabupaten Sleman sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-507 aligncenter\" src=\"http:\/\/gretha.web.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-peta-sleman.jpg\" alt=\"sd4 peta sleman\" width=\"566\" height=\"666\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-peta-sleman.jpg 566w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-peta-sleman-255x300.jpg 255w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sd4-peta-sleman-425x500.jpg 425w\" sizes=\"(max-width: 566px) 100vw, 566px\" \/><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kabupaten Sleman adalah salah satu kabupaten di Provinsi Dae- rah Istimewa Yogyakarta. Ibu kota Kabupaten Sleman juga ber- nama Sleman.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Di bagian utara wilayah Sleman berbatasan dengan Kabupaten Boyolali dan Magelang. Di bagian timur wilayah Sleman ber- batasan dengan Kabupaten Klaten dan Gunung Kidul. Di bagian selatan wilayah Sleman berbatasan dengan Kabupaten Bantul dan Kodya Yogyakarta. Sedangkan di bagian barat wilayah Sleman berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Wilayah Sleman dibagi menjadi 17 kecamatan. Kecamatan-ke- camatan itu adalah Sleman, Moyudan, Minggir, Tempel, Sayegan, Godean, Gamping, Mlati, Turi, Pakem, Ngaglik, Depok, Berbah, Prambanan, Kalasan, Ngemplak, dan Cangkringan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kenampakan alam yang terdapat di wilayah Kabupaten Sleman antara lain Gunung Merapi, Kali Opak, Kali Tepus, dan Kali Coda. Di wilayah Sleman terdapat Bandara Adi Sucipto.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Membaca peta provinsi.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebuah provinsi dipimpin oleh seorang gubernur. Gubernur dipilih secara langsung oleh rakyat dalam pemilihan kepala daerah. Masa jabatan gubernur adalah lima tahun. Seorang gubernur hanya bisa dipilih selama dua kali masa jabatan. Wilayah provinsi terdiri dari beberapa kabupaten\/kota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada awal kemerdekaan, jumlah provinsi di Indonesia cuma ada delapan. Kedelapan provinsi itu adalah Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Borneo, Sulawesi, Sunda Kecil (Nusa Tenggara) dan Maluku. Jumlah provinsi di Indonesia mengalami perubahan. Sekarang ini negara Indonesia dibagi menjadi 33 provinsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut daftar 34 nama provinsi beserta ibukota provinsi di seluruh Indonesia di tahun 2015, sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) : Banda Aceh<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">2. Provinsi Bali : Denpasar<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">3. Provinsi Bangka Belitung (Babel) : Pangkal Pinang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">4. Provinsi Banten : Serang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">5. Provinsi Bengkulu : Bengkulu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">6. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) : Yogyakarta<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">7. Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta): Jakarta<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">8. Provinsi Gorontalo : Gorontalo<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">9. Provinsi Jambi : Jambi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">10. Provinsi Jawa Barat (Jabar): Bandung<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">11. Provinsi Jawa Tengah (Jateng): Semarang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">12. Provinsi Jawa Timur (Jatim) : Surabaya<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">13. Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) : Pontianak<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">14. Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) : Banjarmasin<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">15. Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) : Palangkaraya<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">16. Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) : Samarinda<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">17. Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) : Tanjung Selor<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">18. Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) : Tanjungpinang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">19. Provinsi Lampung : Bandar Lampung<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">20. Provinsi Maluku : Ambon<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">21. Provinsi Maluku Utara (Malut) : Ternate<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">22. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) : Mataram<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">23. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) : Kupang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">24. Provinsi Papua : Jayapura<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">25. Provinsi Papua Barat : Manokwari<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">26. Provinsi Riau : Pekanbaru<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">27. Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) : Mamuju<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">28. Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) : Makasar<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">29. Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) : Palu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">30. Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) : Kendari<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">31. Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) : Manado<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">32. Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) : Padang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">33. Provinsi Sumatera Selatan (Sulsel) : Palembang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">34. Provinsi Sumatera Utara : Medan<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>D. Menggambar Peta Lingkungan Setempat.<\/h3>\n<p>Kamu sudah belajar membaca peta kabupaten dan provinsimu. Selanjutnya kamu akan belajar menggambar peta. Bagaimana cara menggambar peta. Cara yang paling mudah adalah dengan cara menjiplak peta yang sudah ada. Langkah-langkah menggambar pe- ta dengan cara menjiplak sebagai berikut.<\/p>\n<ol>\n<li>Siapkan peralatan yang diperlukan. Peralatan yang diperlukan adalah kertas tembus pandang (kertas mika), kertas gambar, penggaris, pensil, spidol, dan peta.<\/li>\n<li>Buatlah garis-garis tegak (vertikal) dan mendatar (horizontal) pada kertas mika. Jarak antargaris harus sama.<\/li>\n<li>Tempelkan kertas mika pada peta yang akan dijiplak. Agar tidak bergeser-geser, kamu bisa menjapit di bagian pinggir. Lihat contoh di bawah ini!<\/li>\n<li>Jiplaklah gambar peta menggunakan spidol atau pensil di atas kertas mika. Lakukan penjiplakan ini dengan hati-hati. Berikut ini contoh hasil jiplakan Provinsi Bali di atas.<\/li>\n<li>Sekarang kamu sudah memiliki model untuk menggambar peta. Proses selanjutnya adalah menggambar peta di kertas gambar. Siapkan kertas untuk menggambar peta. Buatlah garis tegak dan mendatar menggunakan pensil. Ukuran antar garis sama dengan garis-garis pada kertas mika.<\/li>\n<li>Gambarlah peta di atas kertas menggunakan pensil. Tirulah gam- bar peta pada kertas mika. Garis-garis yang sudah dibuat dapat membantu dalam menggambar.<\/li>\n<li>Setelah selesai, ulangilah goresan pensil menggunakan spidol. Ke- mudian hapuslah garis-garis pensilnya. Kemudian warnailah peta- mu seperti warna dalam peta. Jangan lupa menggambar simbol- simbol yang ada. Jadilah gambar petamu!<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>E. Mengukur Jaraak Memakai Skala Sederhana.<\/h3>\n<p>Kamu sudah belajar membaca dan menggambar peta setempat. Sekarang kamu akan belajar mengukur jarak satu tempat ke tempat lain menggunakan peta. Kita bisa mengukur jarak sebenarnya karena pada peta dicantumkan skala. Masih ingat apa itu skala? Skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak yang sesungguhnya.<br \/>\nBagaimana cara mengukur jarak sesungguhnya menggunakan peta? Misalnya kita akan mengukur jarak antara kota A dan kota B. Skala pada peta 1 : 1.000.000. Langkah-langkahnya sebagai berikut.<br \/>\n1. Ambilah jangka untuk mengukur. Tancapkan jarum jangka di kota<br \/>\nA. Aturlah jangka supaya pensilnya tepat di atas kota B.<br \/>\n2. Ukurlah lebar jangka menggunakan penggaris. Kamu akan mengetahui jarak antara kota A dan B di peta.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SD4 &#8211; IPS 1 &#8211; Membaca \u00a0dan Menggambar Peta Lingkungan Sekitar. A. Pendahuluan. Di dinding kelas biasanya dipasang hiasan-hiasan. Apakah di dinding kelasmu juga dipasang hiasan-hiasan? Apakah ada gambar peta di antara hiasan-hiasan itu? Kalau ada, coba perhatikan peta tersebut. Peta wilayah mana yang dipasang di kelasmu? Apakah ka- mu bisa membaca peta itu? Ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[65,76],"tags":[271,275,273,272,277,276,77,55,71,278,78,279,274],"class_list":["post-492","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd4","category-sd4-ips","tag-audiobook","tag-book","tag-buku","tag-bukusuara","tag-free","tag-gratis","tag-ips","tag-katolik","tag-kelas-4","tag-pelajaran","tag-peta","tag-sekolah","tag-suara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/492","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=492"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/492\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":510,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/492\/revisions\/510"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=492"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=492"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=492"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}