{"id":417,"date":"2016-05-24T14:32:41","date_gmt":"2016-05-24T07:32:41","guid":{"rendered":"http:\/\/akreditasi.web.id\/buku\/?p=417"},"modified":"2017-09-13T13:48:35","modified_gmt":"2017-09-13T06:48:35","slug":"sd3-k3-1-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd3-k3-1-masyarakat\/","title":{"rendered":"SD3-K3-1-Masyarakat"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"SD Kelas 3 - Pelajaran 3 - Masyarakat. A. Pemimpin Masyarakat. Mari berdoa :\u00a0Bapa yang Mahakuasa.\u00a0Dampingilah pemimpin masyarakat di lingkungan kami\u00a0agar mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan\u00a0semangat cinta kasih. Amin. Mari bernyanyi :\u00a0 Tuhan Yesus ajarilah kami, hidup rukun saling menghormati. Tuhan Yesus ajarilah kami, saling cinta, saling mengasihi. Tuhan Yesus ajarilah kami, rendah hati tak sombongkan diri Tuhan Yesus ajarilah kami, saling jujur, saling memahami. Mendengar Cerita ! Pak Lukas seorang yang sederhana, jujur dan pekerja keras.\u00a0Ia sangat disenangi oleh tetangga \u2013 tetangganya. Maka tak\u00a0heran Pak Lukas terpilih menjadi kepala desa.\u00a0Sejak pak Lukas menjadi Kepala Desa Suka Ramai banyak\u00a0perubahan yang ia lakukan. Sebulan sekali seluruh warganya\u00a0dikerahkan untuk kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar\u00a0rumah. Warga desa beramai-ramai membersihkan selokan,\u00a0sehingga desa Suka Ramai menjadi desa yang lingkungannya\u00a0bersih. Bila sore hari, pak Lukas mengendarai sepeda mengunjungi\u00a0warganya . Bila ia berjumpa dengan warganya yang sakit pak\u00a0Lukas pun dengan suka cita membantunya. Suatu hari turunlah hujan yang sangat lebat. Desa Suka\u00a0Ramai kebanjiran. Pak Lukas sebagai kepala desa sangat\u00a0sedih dengan bencana ini. pak Lukas membantu para korban\u00a0banjir dengan perahu karet sumbangan pemerintah. Ia bekerja siang dan malam demi menyelamatkan warganya. Pak Lukas\u00a0bersama warganya membangun tenda darurat sebagai tempat\u00a0penampungan bagi warga yang rumahnya terendam banjir.\u00a0Setelah bencana berakhir, masyarakat desa Suka Ramai\u00a0semakin kagum dan menyayangi pak Lukas , sang kepala desa\u00a0yang selalu melayani rakyatnya. BACAAN INJIL : \u00a0Mateus 20: 20-28. Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya\u00a0itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta\u00a0sesuatu kepadanya. Kata Yesus: \u201cApa yang kau kehendaki?\u201d\u00a0Jawabnya: \u201cBerilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh\u00a0duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah\u00a0kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.\u201d Tetapi\u00a0Yesus menjawab, kata-Nya: \u201cKamu tidak tahu, apa yang kamu\u00a0minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus kuminum?\u201d\u00a0kata mereka kepada-Nya: \u201cKami dapat.\u201d Yesus berkata kepada\u00a0mereka: \u201cCawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk\u00a0di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak\u00a0memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi\u00a0siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.\u201d\u00a0Mendengar itu marahlah ke sepuluh murid yang lain kepada\u00a0kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata:\u00a0\u201cKamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa\u00a0memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar\u00a0menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barang siapa ingin menjadi\u00a0besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan\u00a0barang siapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah\u00a0ia menjadi hambamu; sama seperti Anak manusia datang bukan\u00a0untuk dilayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi\u00a0tebusan bagi banyak orang.\u201d RANGKUMAN : Tuhan yesus mengajarkan bahwa seorang pemimpin\u00a0adalah seorang pelayan masyarakat. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau\u00a0melayani. Yesus berkata, \u201cAku datang untuk melayani, bukan\u00a0untuk dilayani\u201d Mateus 20:28) B. TRADISI MASYARAKAT. Tuhan berkatilah negriku. Limpahkanlah kasih-Mu, Curahkanlah damai-Mu, agar aman tentram bersama-Mu, Damai negriku tentram bangsaku, karna kasih Tuhan\u00a0melimpah selalu. Tuhan berkatilah bangsa-ku, hilangkan permusuhan, Musnahkan kekerasan, karena Engkau sumber kedamaian, Damai negriku tentram bangsaku, karna damai Tuhan\u00a0melimpah selalu. MENDENGAR CERITA : Fahombo, biasa juga disebut dengan \u001fLompat Batu\u001f. Tradisi\u00a0ini berasal dari Pulau Nias, yang terletak di sebelah barat\u00a0Sumatra, tepatnya di Desa Bawomataluo, di puncak bukit yang\u00a0ada di Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan. Acara ini merupakan ritual budaya sebagai simbol kedewasaan pemuda\u00a0Nias. Jika seorang pemuda yang mampu melakukan lompatan\u00a0dengan sempurna dianggap telah dewasa dan matang secara\u00a0fisik. Karena itu hak dan kewajiban sosialnya sebagai orang\u00a0dewasa sudah bisa dijalankan. Misalnya, memasuki pernikahan dan untuk menjadi prajurit desa jika ada perang antar desa atau\u00a0konflik dengan warga desa lain. Karena sekarang sudah tidak\u00a0ada perang, maka lompat batu hanya dipertunjukkan untuk\u00a0menyambut tamu, dan sebagai wisata andalan Pulau Nias. Mari mendengar Kitab Suci, Lukas 2:41-52, Tiap\u2013tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada\u00a0hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua belas\u00a0tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada\u00a0hari raya itu. Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka\u00a0pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui oleh\u00a0orang tua-Nya. Karena mereka menyangka bahwa Ia ada\u00a0di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara\u00a0kaum keluarga dan kenalan mereka. Karena mereka tidak\u00a0menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil\u00a0terus mencari Dia. Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia di Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama,\u00a0sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan \u00a0kepada mereka. Dan semua orang yang mendengar\u00a0Dia sangat heran akan kecerdasannya dan segala jawab yang diberikan-Nya. Dan ketika orangtua-Nya melihat Dia,\u00a0tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: \u201cNak,\u00a0mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.\u201d Jawab-Nya kepada\u00a0mereka: \u201cMengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu,\u00a0bahwa Aku harus berada di dalam Rumah Bapa-Ku?\u201d tetapi\u00a0mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.\u00a0Lalu ia pulang bersama-sama mereka ke Nasaret; dan Ia tetap\u00a0hidup dalam asuhan mereka. Dan Ibu-Nya menyimpan semua\u00a0perkara itu di dalam hatinya. Dan Yesus makin bertambah besar\u00a0dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi\u00a0oleh Allah dan manusia. RANGKUMAN : Setiap suku atau daerah mempunyai tradisi yang\u00a0berbeda. Semua tradisi yang kita miliki merupakan kekayaan\u00a0bangsa yang sangat membanggakan dan semua\u00a0merupakan anugerah Tuhan. Kita harus menjaga, melestarikan sekaligus\u00a0menghormati tradisi \u2013tradisi yang ada dalam\u00a0masyarakat Indonesia. Yesus sejak dari kecil dididik oleh orang tua-Nya dalam\u00a0tradisi atau adat istiadat agama Yahudi. Yesus pada umur 12 tahun diajak oleh Yusuf dan Maria\u00a0untuk merayakan hari Paskah di Yerusalem. Dalam masyarakat Indonesia terdapat enam agama\u00a0yang diakui yakni: agama Islam, agama Katolik, agama\u00a0Kristen, agama Budha, agama Hindu, dan agama Kong\u00a0Hu Cu. Semua agama percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa,\u00a0pencipta manusia dan alam semesta. Walaupun berbeda-beda keyakinan, kita tetap satu\u00a0umat Tuhan yang hidup di bumi Indonesia tercinta. Sebagai murid Yesus, kita diajarkan untuk saling\u00a0memperhatikan, saling mengasihi, saling menjaga agar\u00a0hidup bahagia dan sejahtera. Renungkan :\u00a0\u201c Sudahkah aku menghormati teman yang berbeda tradisi\u00a0dan agama? Untuk diingat :\u00a0Semua tradisi yang kita miliki merupakan kekayaan\u00a0bangsa yang sangat membanggakan dan semua\u00a0merupakan anugerah Tuhan. Mari berdiskusi dalam kelompok tentang hari raya\u00a0agama-agama di Indonesia dan apa yang kamu\u00a0lakukan apabila ada teman yang merayakan hari raya keagamaannya? 6 Agama di Indonesia ;\u00a0Berikut ini adalah 6 (enam) Agama yang diakui di Indonesia : Agama Islam. Nama Kitab Suci : Al-Qur\u2019an. Nama Pembawa : Nabi Muhammad SAW. Permulaan : Sekitar 1400 tahun yang lalu Tempat Ibadah : Masjid. Hari Besar Keagamaan : Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Tahun Baru Hijrah, Isra\u2019 Mi\u2019raj. Agama Kristen Protestan. Nama Kitab Suci : Alkitab. Nama Pembawa : Yesus Kristus. Permulaan : Sekitar 2000 tahun yang lalu. Tempat Ibadah : Gereja. Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih. Agama Katolik. Nama Kitab Suci : Alkitab. Nama Pembawa : Yesus Kristus. Permulaan : Sekitar 2000 tahun yang lalu. Tempat Ibadah : Gereja. Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih. Agama Hindu. Nama Kitab Suci : Weda. Permulaan : Sekitar 3000 tahun yang lalu. Tempat Ibadah : Pura. Hari Besar Keagamaan : Hari Nyepi, Hari Saraswati, Hari Pagerwesi. Agama Buddha. Nama Kitab Suci : Tri Pitaka. Nama Pembawa : Siddharta Gautama. Permulaan : Sekitar 2500 tahun yang lalu. Tempat Ibadah : Vihara. Hari Besar Keagamaan : Hari Waisak, Hari Asadha, Hari Kathina. Agama Kong Hu Cu. Nama Kitab Suci : Si Shu Wu Ching. Nama Pembawa : Kong Hu Cu. Permulaan : Sekitar 2500 tahun yang lalu. Tempat Ibadah : Li Tang \/ Klenteng. Hari Besar Keagamaan : Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh. C. Melestarikan Lingkungan Alam. Mari berdoa : Bapa yang Mahabaik.\u00a0Engkau telah menyerahkan alam yang indah ini\u00a0kepada kami untuk dijaga dan dikembangkan demi\u00a0kabaikan kami.\u00a0Terima kasih Tuhan atas karunia-Mu\u00a0yang sangat indah dan berguna bagi kami. Amin. Mari bernyanyi :\u00a0 Allah Mahakuasa, pencipta alam semesta, Bapa yang Mahamurah, penyelenggara hidup kami, Terimalah pujian, sembah syukur umat-Mu. Seluruh jagat raya dan segala makhluk hidup Bersama isi surga, bersujud dihadirat-Mu Puji keagungan-Mu dan luhurkan nama-Mu. Berkatilah, ya Bapa, negara dan bangsa kami Jauhkanlah bencana dari keluarga kami, Berilah kemakmuran, damai dan keadilan. Mari mendengar cerita. Desa Kopisan adalah desa yang sangat indah dan subur.\u00a0Seluruh desa kelihatan hijau karena ditumbuhi berbagai\u00a0tanaman dan pohon-pohon yang rindang. Setiap pagi terdengar\u00a0kicauan burung. Penduduk desa menanam berbagai jenis sayur untuk dijual ke kota. Di desa itu terdapat sebuah bukit dan\u00a0di kaki bukit terdapat mata air yang menjadi sumber air bagi\u00a0masyarakat. Pada musim kemarau mata air tersebut juga sangat\u00a0membantu orang kota, karena mereka mengambil air di desa tersebut. Keadaan desa berubah beberapa tahun ini. Sayur yang\u00a0ditanam banyak yang tidak bisa di panen, sehingga masyarakat\u00a0tidak cukup membiayai kehidupan keluarga. Burung-burung\u00a0tidak terdengar lagi kicauannya. Yang terdengar hanya suara palsu burung yang direkam untuk memancing burung walet\u00a0agar hinggap di rumah yang telah disiapkan. Mata air yang\u00a0dulu tidak pernah berhenti mengalir, sekarang justru kering\u00a0dan masyarakat mengalami kesulitan air pada musim kemarau. Mengapa hal ini terjadi? Ternyata masyarakat mulai menebang\u00a0pohon-pohon untuk di jual kepada pedagang-pedagang kayu\u00a0dan mereka menjadi malas untuk mengurus kebun yang\u00a0mereka miliki. Akhirnya desa itu menjadi gersang. BACAAN INJIL : Kejadian 1:1-2:4. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi\u00a0belum berbentuk dan kosong, hanya ada air di mana-mana.\u00a0Seluruh permukaan bumi gelap. Maka berfirmanlah, \u201cJadilah\u00a0terang.\u201d Setelah itu Allah memisahkan terang dan gelap. Lalu Allah menamakan terang itu siang dan gelap itu malam. Itulah\u00a0hari pertama Allah mencipta. Pada hari kedua, berfirmanlah Allah, \u201cJadilah cakrawala\u201d\u00a0maka tidak lama kemudian muncullah cakrawala dan Tuhan\u00a0memisahkan air yang di bawah cakrawala itu dari air yang\u00a0ada di bawahnya. Pada hari ketiga, Allah berfirman lagi,\u00a0\u201cBerkumpullah air pada satu tempat.\u201d Lalu Allah menamai\u00a0tanah yang kering itu darat dan kumpulan air itu dinamainya\u00a0laut. Setelah itu Allah berfirman lagi, \u201cHendaknya tanah\u00a0menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang\u00a0berbiji, segala jenis pohon yang menghasilkan buah, supaya\u00a0ada tumbuh-tumbuhan di bumi. Maka tumbuhlah dari tanah itu\u00a0bermacam-macam tumbuhan. Hari keempat, berfirmanlah Allah, \u201cJadilah benda-benda\u00a0penerang di cakrawala untuk memisahkan siang dan malam.\u201d\u00a0Maka jadilah matahari untuk menerangi siang, dan bulan untuk\u00a0menerangi malam. Allah melihat semuanya itu baik. Hari kelima, Allah berfirman lagi, \u201cHendaklah ikan berenang\u00a0dalam air dan burung-burung berterbangan di atas bumi.\u201d Kemudian Allah memberkati ikan-ikan dan burung-burung itu\u00a0supaya mereka berkembang biak dan menjadi banyak. Allah\u00a0melihat semuanya itu baik. Hari keenam, berfirmanlah Allah, \u201cHendaklah dari bumi\u00a0muncul ternak dan binatang-binatang liar dan melata.\u201d Maka\u00a0muncullah kambing, domba, sapi, kerbau, kuda, kemudian\u00a0muncul lagi singa, harimau, kucing, anjing, gajah, ular dan lainlain. Setelah itu Allah berfirman, \u201cBaiklah kita jadikan manusia\u00a0menurut rupa Kita, supaya mereka menguasai segala ikan\u00a0di laut, burung-burung di udara dan semua binatang.\u201d Maka\u00a0Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan menurut rupa Allah sendiri. Kepada manusia itu Allah bersabda,\u00a0\u201cberanakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah muka\u00a0bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut,\u00a0burung-burung di udara dan atas segala binatang jinak maupun liar.\u201d Maka jadilah demikian. Allah melihat semuanya itu baik.\u00a0Demikianlah Allah menciptakan dunia dengan segala isinya.\u00a0Pada hari ketujuh Allah berhenti mencipta dan beristirahat. Hari\u00a0itu disebut hari Tuhan bagi manusia. Semua orang berkumpul untuk memuliakan Tuhan. MENDENGAR CERITA : Santo Fransiskus Asisi. Pada waktu itu di kota Gubbio hiduplah seekor serigala yang\u00a0amat besar, mengerikan, dan ganas. Serigala itu tidak saja\u00a0memakan binatang-binatang, tetapi juga manusia. Semua\u00a0penduduk kota hidup dalam ketakutan dan tidak berani pergi sendirian. Melihat situasi yang demikian Fransiskus merasa\u00a0kasihan, sehingga ia mendamaikan serigala itu dengan\u00a0penduduk kota Gubbio, sekalipun mereka melarangnya pergi. Ketika Fransiskus memasuki daerah serigala itu bersama-sama\u00a0sahabatnya, ia membuat tanda salib dan menaruh\u00a0kepercayaan sepenuh-penuhnya pada Tuhan. Ketika saudara-saudara\u00a0lain tidak mau pergi mendekati serigala itu, Fransiskus berjalan terus menuju tempat serigala itu bersarang. Ketika\u00a0serigala itu melihat Fransiskus, maka ia pun menyerbu kearahnya dengan cakar terbuka. Ketika serigala itu mendekat,\u00a0Fransiskus membuat tanda salib di atasnya dan menyapanya,\u00a0\u201ckemarilah, saudara serigala. Demi nama Kristus aku\u00a0memerintahkan kamu jangan menyerang aku.\u201d Anehnya begitu\u00a0Fransiskus membuat tanda salib, serigala yang ganaspun\u00a0tunduk. Ia menaati Fransiskus. Serigala itu lalu membaringkan\u00a0diri di kaki Fransiskus dengan lembut seperti seekor anak\u00a0domba. Fransiskus lalu mengajak serigala itu membuat suatu\u00a0perjanjian dengan penduduk kota Gubbio. Dari pihak serigala,\u00a0ia harus berjanji bahwa ia tidak akan mengganggu dan\u00a0melakukan kejahatan dengan penduduk kota Gubbio lagi. Dari\u00a0pihak penduduk Gubbio, mereka berjanji akan menyediakan\u00a0makanan yang dibutuhkan serigala itu setiap hari. Dan\u00a0sebagai jaminan bahwa perjanjian itu akan dilaksanakan\u00a0dan ditepati, maka Fransiskus mengulurkan tangannya, dan\u00a0serigala itu mengangkat kaki depannya dan menempatkannya\u00a0dengan lembut ke dalam tangan Fransiskus, sebagai bukti\u00a0kesetiaannya. Mari Berdiskusi :\u00a0Apa yang dapat diteladani dari cara hidup Santo\u00a0Fransisikus Asisi dan bagaimana cara melestarikan\u00a0lingkungan alam ini? Rangkuman : Tuhan menciptakan dunia dan segala isinya dalam\u00a0keadaan baik. Manusia mempunyai akal budi sehingga dapat berpikir\u00a0dan mempunyai kemampuan untuk melestarikan\u00a0ciptaan Tuhan yang indah. Santo Fransiskus Asisi menjadi teladan dalam\u00a0pelestarian lingkungan. kita melibatkan diri untuk ambil bagian menata\u00a0lingkungan sehingga menjadi tempat yang nyaman\u00a0untuk ditempati. Renungkan :\u00a0Sudahkah aku melestarikan alam ciptaan Tuhan? Untuk diingat :\u00a0Manusia mempunyai akal budi sehingga dapat berpikir\u00a0dan mempunyai kemampuan untuk melestarikan ciptaan\u00a0Tuhan yang indah. Mari berdoa : Puji Tuhan Pencipta. Pujilah Tuhan di surga. Pujilah Tuhan, hai matahari dan bulan. Pujilah Dia hai segala binatang. Pujilah Dia hai langit yang mengatasi segala langit. Dia mendirikan semua untuk seterusnya dan selamanya. Dia memberi ketetapan yang tak dapat dilanggar. Pujilah Tuhan di bumi. Hai segenap samudra raya. Pujilah Tuhan, hai api dan hujan es, salju, dan laut. Pujilah Tuhan, hai gunung dan segala bukit. Segala pohon buah-buahan. Pujilah Tuhan, hai hewan dan burung bernyanyi. Pujilah Tuhan, hai raja dan pemimpin. Hai orangtua, hai kaum muda dan anak-anak. Marilah kita memuji Tuhan. Pencipta segala yang ada dan yang hidup di bumi. Amin. Glosarium Bait Allah : tempat ibadah orang Yahudi, terletak di kota\u00a0Yerusalem. Bertobat : menyesal dan berniat hendak memperbaiki\u00a0perbuatan yang salah. Dosa : keadaan atau situasi seseorang jauh atau\u00a0terpisah dari Allah karena melanggar\u00a0ketentuan atau kehendak Allah. Dusun : Desa Farisi : suatu golongan dari para rabi dan ahli Taurat\u00a0yang sangat \u00a0berpengaruh. Mereka berpegang\u00a0pada Taurat Musa dan pada adat istiadat nenek moyang. Seluruh hukum dan peraturan\u00a0mereka taati secara mutlak. Hidup Kristiani : hidup orang yang mengikuti teladan hidup\u00a0Yesus Kristus. Iman : sikap sungguh percaya pada Allah. Liturgi : Ibadat resmi Gereja. Minyak krisma : minyak yang digunakan pada penerimaan\u00a0Sakramen Krisma; minyak zaitun yang telah\u00a0diberkati oleh uskup menjadi tanda dan\u00a0sarana penguatan oleh Roh Kudus. Pemungut cukai : petugas pajak, dan merupakan salah satu\u00a0jenis pekerjaan di masyarakat Yahudi waktu\u00a0itu. Tabernakel : tempat untuk menyimpan Hosti Kudus.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>SD Kelas 3 &#8211; Pelajaran 3 &#8211; Masyarakat.<\/strong><\/p>\n<p><strong>A. Pemimpin Masyarakat.<\/strong><br \/>\n<strong>Mari berdoa<\/strong> :\u00a0Bapa yang Mahakuasa.\u00a0Dampingilah pemimpin masyarakat di lingkungan kami\u00a0agar mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan\u00a0semangat cinta kasih. Amin.<\/p>\n<p><strong>Mari bernyanyi :\u00a0<\/strong><br \/>\nTuhan Yesus ajarilah kami,<br \/>\nhidup rukun saling menghormati.<br \/>\nTuhan Yesus ajarilah kami,<br \/>\nsaling cinta, saling mengasihi.<br \/>\nTuhan Yesus ajarilah kami,<br \/>\nrendah hati tak sombongkan diri<br \/>\nTuhan Yesus ajarilah kami,<br \/>\nsaling jujur, saling memahami.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Mendengar Cerita !<\/strong><\/p>\n<p>Pak Lukas seorang yang sederhana, jujur dan pekerja keras.\u00a0Ia sangat disenangi oleh tetangga \u2013 tetangganya. Maka tak\u00a0heran Pak Lukas terpilih menjadi kepala desa.\u00a0Sejak pak Lukas menjadi Kepala Desa Suka Ramai banyak\u00a0perubahan yang ia lakukan. Sebulan sekali seluruh warganya\u00a0dikerahkan untuk kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar\u00a0rumah. Warga desa beramai-ramai membersihkan selokan,\u00a0sehingga desa Suka Ramai menjadi desa yang lingkungannya\u00a0bersih.<br \/>\nBila sore hari, pak Lukas mengendarai sepeda mengunjungi\u00a0warganya . Bila ia berjumpa dengan warganya yang sakit pak\u00a0Lukas pun dengan suka cita membantunya.<\/p>\n<p>Suatu hari turunlah hujan yang sangat lebat. Desa Suka\u00a0Ramai kebanjiran. Pak Lukas sebagai kepala desa sangat\u00a0sedih dengan bencana ini. pak Lukas membantu para korban\u00a0banjir dengan perahu karet sumbangan pemerintah. Ia bekerja<br \/>\nsiang dan malam demi menyelamatkan warganya. Pak Lukas\u00a0bersama warganya membangun tenda darurat sebagai tempat\u00a0penampungan bagi warga yang rumahnya terendam banjir.\u00a0Setelah bencana berakhir, masyarakat desa Suka Ramai\u00a0semakin kagum dan menyayangi pak Lukas , sang kepala desa\u00a0yang selalu melayani rakyatnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>BACAAN INJIL : \u00a0Mateus 20: 20-28.<\/p>\n<p>Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya\u00a0itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta\u00a0sesuatu kepadanya. Kata Yesus: \u201cApa yang kau kehendaki?\u201d\u00a0Jawabnya: \u201cBerilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh\u00a0duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah\u00a0kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.\u201d Tetapi\u00a0Yesus menjawab, kata-Nya: \u201cKamu tidak tahu, apa yang kamu\u00a0minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus kuminum?\u201d\u00a0kata mereka kepada-Nya: \u201cKami dapat.\u201d Yesus berkata kepada\u00a0mereka: \u201cCawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk\u00a0di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak\u00a0memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi\u00a0siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.\u201d\u00a0Mendengar itu marahlah ke sepuluh murid yang lain kepada\u00a0kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata:\u00a0\u201cKamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa\u00a0memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar\u00a0menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.<br \/>\nTidaklah demikian di antara kamu. Barang siapa ingin menjadi\u00a0besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan\u00a0barang siapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah\u00a0ia menjadi hambamu; sama seperti Anak manusia datang bukan\u00a0untuk dilayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi\u00a0tebusan bagi banyak orang.\u201d<\/p>\n<p>RANGKUMAN :<\/p>\n<ul>\n<li>Tuhan yesus mengajarkan bahwa seorang pemimpin\u00a0adalah seorang pelayan masyarakat.<\/li>\n<li>Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau\u00a0melayani.<\/li>\n<li>Yesus berkata, \u201cAku datang untuk melayani, bukan\u00a0untuk dilayani\u201d Mateus 20:28)<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>B. TRADISI MASYARAKAT.<\/strong><\/p>\n<p>Tuhan berkatilah negriku. Limpahkanlah kasih-Mu,<br \/>\nCurahkanlah damai-Mu, agar aman tentram bersama-Mu,<br \/>\nDamai negriku tentram bangsaku, karna kasih Tuhan\u00a0melimpah selalu.<br \/>\nTuhan berkatilah bangsa-ku, hilangkan permusuhan,<br \/>\nMusnahkan kekerasan, karena Engkau sumber kedamaian,<br \/>\nDamai negriku tentram bangsaku, karna damai Tuhan\u00a0melimpah selalu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>MENDENGAR CERITA :<\/p>\n<p>Fahombo, biasa juga disebut dengan \u001fLompat Batu\u001f. Tradisi\u00a0ini berasal dari Pulau Nias, yang terletak di sebelah barat\u00a0Sumatra, tepatnya di Desa Bawomataluo, di puncak bukit yang\u00a0ada di Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan. Acara<br \/>\nini merupakan ritual budaya sebagai simbol kedewasaan pemuda\u00a0Nias. Jika seorang pemuda yang mampu melakukan lompatan\u00a0dengan sempurna dianggap telah dewasa dan matang secara\u00a0fisik. Karena itu hak dan kewajiban sosialnya sebagai orang\u00a0dewasa sudah bisa dijalankan. Misalnya, memasuki pernikahan<br \/>\ndan untuk menjadi prajurit desa jika ada perang antar desa atau\u00a0konflik dengan warga desa lain. Karena sekarang sudah tidak\u00a0ada perang, maka lompat batu hanya dipertunjukkan untuk\u00a0menyambut tamu, dan sebagai wisata andalan Pulau Nias.<\/p>\n<p><strong>Mari mendengar Kitab Suci,<\/strong><br \/>\nLukas 2:41-52,<\/p>\n<p>Tiap\u2013tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada\u00a0hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua belas\u00a0tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada\u00a0hari raya itu. Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka\u00a0pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui oleh\u00a0orang tua-Nya. Karena mereka menyangka bahwa Ia ada\u00a0di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah<br \/>\nmereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara\u00a0kaum keluarga dan kenalan mereka. Karena mereka tidak\u00a0menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil\u00a0terus mencari Dia. Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia<br \/>\ndi Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama,\u00a0sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan \u00a0kepada mereka. Dan semua orang yang mendengar\u00a0Dia sangat heran akan kecerdasannya dan segala jawab<br \/>\nyang diberikan-Nya. Dan ketika orangtua-Nya melihat Dia,\u00a0tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: \u201cNak,\u00a0mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.\u201d Jawab-Nya kepada\u00a0mereka: \u201cMengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu,\u00a0bahwa Aku harus berada di dalam Rumah Bapa-Ku?\u201d tetapi\u00a0mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.\u00a0Lalu ia pulang bersama-sama mereka ke Nasaret; dan Ia tetap\u00a0hidup dalam asuhan mereka. Dan Ibu-Nya menyimpan semua\u00a0perkara itu di dalam hatinya. Dan Yesus makin bertambah besar\u00a0dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi\u00a0oleh Allah dan manusia.<\/p>\n<p><strong>RANGKUMAN :<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Setiap suku atau daerah mempunyai tradisi yang\u00a0berbeda.<\/li>\n<li>Semua tradisi yang kita miliki merupakan kekayaan\u00a0bangsa yang sangat membanggakan dan semua\u00a0merupakan anugerah Tuhan.<\/li>\n<li>Kita harus menjaga, melestarikan sekaligus\u00a0menghormati tradisi \u2013tradisi yang ada dalam\u00a0masyarakat Indonesia.<\/li>\n<li>Yesus sejak dari kecil dididik oleh orang tua-Nya dalam\u00a0tradisi atau adat istiadat agama Yahudi.<\/li>\n<li>Yesus pada umur 12 tahun diajak oleh Yusuf dan Maria\u00a0untuk merayakan hari Paskah di Yerusalem.<\/li>\n<li>Dalam masyarakat Indonesia terdapat enam agama\u00a0yang diakui yakni: agama Islam, agama Katolik, agama\u00a0Kristen, agama Budha, agama Hindu, dan agama Kong\u00a0Hu Cu.<\/li>\n<li>Semua agama percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa,\u00a0pencipta manusia dan alam semesta.<\/li>\n<li>Walaupun berbeda-beda keyakinan, kita tetap satu\u00a0umat Tuhan yang hidup di bumi Indonesia tercinta.<\/li>\n<li>Sebagai murid Yesus, kita diajarkan untuk saling\u00a0memperhatikan, saling mengasihi, saling menjaga agar\u00a0hidup bahagia dan sejahtera.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Renungkan :\u00a0\u201c Sudahkah aku menghormati teman yang berbeda tradisi\u00a0dan agama?<\/p>\n<p>Untuk diingat :\u00a0Semua tradisi yang kita miliki merupakan kekayaan\u00a0bangsa yang sangat membanggakan dan semua\u00a0merupakan anugerah Tuhan.<\/p>\n<p><strong>Mari berdiskusi dalam kelompok tentang hari raya\u00a0<\/strong>agama-agama di Indonesia dan apa yang kamu\u00a0lakukan apabila ada teman yang merayakan hari raya<br \/>\nkeagamaannya?<\/p>\n<p>6 Agama di Indonesia ;\u00a0Berikut ini adalah 6 (enam) Agama yang diakui di Indonesia :<\/p>\n<p><strong>Agama Islam.<br \/>\n<\/strong>Nama Kitab Suci : Al-Qur\u2019an.<br \/>\nNama Pembawa : Nabi Muhammad SAW.<br \/>\nPermulaan : Sekitar 1400 tahun yang lalu<br \/>\nTempat Ibadah : Masjid.<br \/>\nHari Besar Keagamaan : Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Tahun Baru Hijrah, Isra\u2019 Mi\u2019raj.<\/p>\n<p><strong>Agama Kristen Protestan.<br \/>\n<\/strong>Nama Kitab Suci : Alkitab.<br \/>\nNama Pembawa : Yesus Kristus.<br \/>\nPermulaan : Sekitar 2000 tahun yang lalu.<br \/>\nTempat Ibadah : Gereja.<br \/>\nHari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih.<\/p>\n<p><strong>Agama Katolik.<br \/>\n<\/strong>Nama Kitab Suci : Alkitab.<br \/>\nNama Pembawa : Yesus Kristus.<br \/>\nPermulaan : Sekitar 2000 tahun yang lalu.<br \/>\nTempat Ibadah : Gereja.<br \/>\nHari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih.<\/p>\n<p><strong>Agama Hindu.<\/strong><br \/>\nNama Kitab Suci : Weda.<br \/>\nPermulaan : Sekitar 3000 tahun yang lalu.<br \/>\nTempat Ibadah : Pura.<br \/>\nHari Besar Keagamaan : Hari Nyepi, Hari Saraswati, Hari Pagerwesi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Agama Buddha.<br \/>\n<\/strong>Nama Kitab Suci : Tri Pitaka.<br \/>\nNama Pembawa : Siddharta Gautama.<br \/>\nPermulaan : Sekitar 2500 tahun yang lalu.<br \/>\nTempat Ibadah : Vihara.<br \/>\nHari Besar Keagamaan : Hari Waisak, Hari Asadha, Hari Kathina.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Agama Kong Hu Cu.<br \/>\n<\/strong>Nama Kitab Suci : Si Shu Wu Ching.<br \/>\nNama Pembawa : Kong Hu Cu.<br \/>\nPermulaan : Sekitar 2500 tahun yang lalu.<br \/>\nTempat Ibadah : Li Tang \/ Klenteng.<br \/>\nHari Besar Keagamaan : Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>C. Melestarikan Lingkungan Alam.<\/h4>\n<p>Mari berdoa :<br \/>\nBapa yang Mahabaik.\u00a0Engkau telah menyerahkan alam yang indah ini\u00a0kepada kami untuk dijaga dan dikembangkan demi\u00a0kabaikan kami.\u00a0Terima kasih Tuhan atas karunia-Mu\u00a0yang sangat indah dan berguna bagi kami. Amin.<\/p>\n<p><strong>Mari bernyanyi :\u00a0<\/strong><br \/>\nAllah Mahakuasa, pencipta alam semesta,<br \/>\nBapa yang Mahamurah, penyelenggara hidup kami,<br \/>\nTerimalah pujian, sembah syukur umat-Mu.<br \/>\nSeluruh jagat raya dan segala makhluk hidup<br \/>\nBersama isi surga, bersujud dihadirat-Mu<br \/>\nPuji keagungan-Mu dan luhurkan nama-Mu.<br \/>\nBerkatilah, ya Bapa, negara dan bangsa kami<br \/>\nJauhkanlah bencana dari keluarga kami,<br \/>\nBerilah kemakmuran, damai dan keadilan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Mari mendengar cerita.<\/strong><\/p>\n<p>Desa Kopisan adalah desa yang sangat indah dan subur.\u00a0Seluruh desa kelihatan hijau karena ditumbuhi berbagai\u00a0tanaman dan pohon-pohon yang rindang. Setiap pagi terdengar\u00a0kicauan burung. Penduduk desa menanam berbagai jenis sayur<br \/>\nuntuk dijual ke kota. Di desa itu terdapat sebuah bukit dan\u00a0di kaki bukit terdapat mata air yang menjadi sumber air bagi\u00a0masyarakat. Pada musim kemarau mata air tersebut juga sangat\u00a0membantu orang kota, karena mereka mengambil air di desa<br \/>\ntersebut.<\/p>\n<p>Keadaan desa berubah beberapa tahun ini. Sayur yang\u00a0ditanam banyak yang tidak bisa di panen, sehingga masyarakat\u00a0tidak cukup membiayai kehidupan keluarga. Burung-burung\u00a0tidak terdengar lagi kicauannya. Yang terdengar hanya suara<br \/>\npalsu burung yang direkam untuk memancing burung walet\u00a0agar hinggap di rumah yang telah disiapkan. Mata air yang\u00a0dulu tidak pernah berhenti mengalir, sekarang justru kering\u00a0dan masyarakat mengalami kesulitan air pada musim kemarau.<br \/>\nMengapa hal ini terjadi? Ternyata masyarakat mulai menebang\u00a0pohon-pohon untuk di jual kepada pedagang-pedagang kayu\u00a0dan mereka menjadi malas untuk mengurus kebun yang\u00a0mereka miliki. Akhirnya desa itu menjadi gersang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>BACAAN INJIL : Kejadian 1:1-2:4.<br \/>\nPada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi\u00a0belum berbentuk dan kosong, hanya ada air di mana-mana.\u00a0Seluruh permukaan bumi gelap. Maka berfirmanlah, \u201cJadilah\u00a0terang.\u201d Setelah itu Allah memisahkan terang dan gelap. Lalu<br \/>\nAllah menamakan terang itu siang dan gelap itu malam. Itulah\u00a0hari pertama Allah mencipta.<br \/>\nPada hari kedua, berfirmanlah Allah, \u201cJadilah cakrawala\u201d\u00a0maka tidak lama kemudian muncullah cakrawala dan Tuhan\u00a0memisahkan air yang di bawah cakrawala itu dari air yang\u00a0ada di bawahnya. Pada hari ketiga, Allah berfirman lagi,\u00a0\u201cBerkumpullah air pada satu tempat.\u201d Lalu Allah menamai\u00a0tanah yang kering itu darat dan kumpulan air itu dinamainya\u00a0laut. Setelah itu Allah berfirman lagi, \u201cHendaknya tanah\u00a0menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang\u00a0berbiji, segala jenis pohon yang menghasilkan buah, supaya\u00a0ada tumbuh-tumbuhan di bumi. Maka tumbuhlah dari tanah itu\u00a0bermacam-macam tumbuhan.<br \/>\nHari keempat, berfirmanlah Allah, \u201cJadilah benda-benda\u00a0penerang di cakrawala untuk memisahkan siang dan malam.\u201d\u00a0Maka jadilah matahari untuk menerangi siang, dan bulan untuk\u00a0menerangi malam. Allah melihat semuanya itu baik.<br \/>\nHari kelima, Allah berfirman lagi, \u201cHendaklah ikan berenang\u00a0dalam air dan burung-burung berterbangan di atas bumi.\u201d<br \/>\nKemudian Allah memberkati ikan-ikan dan burung-burung itu\u00a0supaya mereka berkembang biak dan menjadi banyak. Allah\u00a0melihat semuanya itu baik.<br \/>\nHari keenam, berfirmanlah Allah, \u201cHendaklah dari bumi\u00a0muncul ternak dan binatang-binatang liar dan melata.\u201d Maka\u00a0muncullah kambing, domba, sapi, kerbau, kuda, kemudian\u00a0muncul lagi singa, harimau, kucing, anjing, gajah, ular dan lainlain.<br \/>\nSetelah itu Allah berfirman, \u201cBaiklah kita jadikan manusia\u00a0menurut rupa Kita, supaya mereka menguasai segala ikan\u00a0di laut, burung-burung di udara dan semua binatang.\u201d Maka\u00a0Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan menurut<br \/>\nrupa Allah sendiri. Kepada manusia itu Allah bersabda,\u00a0\u201cberanakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah muka\u00a0bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut,\u00a0burung-burung di udara dan atas segala binatang jinak maupun<br \/>\nliar.\u201d Maka jadilah demikian. Allah melihat semuanya itu baik.\u00a0Demikianlah Allah menciptakan dunia dengan segala isinya.\u00a0Pada hari ketujuh Allah berhenti mencipta dan beristirahat. Hari\u00a0itu disebut hari Tuhan bagi manusia. Semua orang berkumpul<br \/>\nuntuk memuliakan Tuhan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>MENDENGAR CERITA :<\/p>\n<p>Santo Fransiskus Asisi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada waktu itu di kota Gubbio hiduplah seekor serigala yang\u00a0amat besar, mengerikan, dan ganas. Serigala itu tidak saja\u00a0memakan binatang-binatang, tetapi juga manusia. Semua\u00a0penduduk kota hidup dalam ketakutan dan tidak berani pergi<br \/>\nsendirian. Melihat situasi yang demikian Fransiskus merasa\u00a0kasihan, sehingga ia mendamaikan serigala itu dengan\u00a0penduduk kota Gubbio, sekalipun mereka melarangnya pergi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika Fransiskus memasuki daerah serigala itu bersama-sama\u00a0sahabatnya, ia membuat tanda salib dan menaruh\u00a0kepercayaan sepenuh-penuhnya pada Tuhan. Ketika saudara-saudara\u00a0lain tidak mau pergi mendekati serigala itu, Fransiskus<br \/>\nberjalan terus menuju tempat serigala itu bersarang. Ketika\u00a0serigala itu melihat Fransiskus, maka ia pun menyerbu kearahnya dengan cakar terbuka. Ketika serigala itu mendekat,\u00a0Fransiskus membuat tanda salib di atasnya dan menyapanya,\u00a0\u201ckemarilah, saudara serigala. Demi nama Kristus aku\u00a0memerintahkan kamu jangan menyerang aku.\u201d Anehnya begitu\u00a0Fransiskus membuat tanda salib, serigala yang ganaspun\u00a0tunduk. Ia menaati Fransiskus. Serigala itu lalu membaringkan\u00a0diri di kaki Fransiskus dengan lembut seperti seekor anak\u00a0domba.<br \/>\nFransiskus lalu mengajak serigala itu membuat suatu\u00a0perjanjian dengan penduduk kota Gubbio. Dari pihak serigala,\u00a0ia harus berjanji bahwa ia tidak akan mengganggu dan\u00a0melakukan kejahatan dengan penduduk kota Gubbio lagi. Dari\u00a0pihak penduduk Gubbio, mereka berjanji akan menyediakan\u00a0makanan yang dibutuhkan serigala itu setiap hari. Dan\u00a0sebagai jaminan bahwa perjanjian itu akan dilaksanakan\u00a0dan ditepati, maka Fransiskus mengulurkan tangannya, dan\u00a0serigala itu mengangkat kaki depannya dan menempatkannya\u00a0dengan lembut ke dalam tangan Fransiskus, sebagai bukti\u00a0kesetiaannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mari Berdiskusi :\u00a0Apa yang dapat diteladani dari cara hidup Santo\u00a0Fransisikus Asisi dan bagaimana cara melestarikan\u00a0lingkungan alam ini?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rangkuman :<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Tuhan menciptakan dunia dan segala isinya dalam\u00a0keadaan baik.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Manusia mempunyai akal budi sehingga dapat berpikir\u00a0dan mempunyai kemampuan untuk melestarikan\u00a0ciptaan Tuhan yang indah.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Santo Fransiskus Asisi menjadi teladan dalam\u00a0pelestarian lingkungan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">kita melibatkan diri untuk ambil bagian menata\u00a0lingkungan sehingga menjadi tempat yang nyaman\u00a0untuk ditempati.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Renungkan :\u00a0Sudahkah aku melestarikan alam ciptaan Tuhan?<\/p>\n<p>Untuk diingat :\u00a0Manusia mempunyai akal budi sehingga dapat berpikir\u00a0dan mempunyai kemampuan untuk melestarikan ciptaan\u00a0Tuhan yang indah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mari berdoa :<\/p>\n<p>Puji Tuhan Pencipta.<br \/>\nPujilah Tuhan di surga.<br \/>\nPujilah Tuhan, hai matahari dan bulan.<br \/>\nPujilah Dia hai segala binatang.<br \/>\nPujilah Dia hai langit yang mengatasi segala langit.<br \/>\nDia mendirikan semua untuk seterusnya dan selamanya.<br \/>\nDia memberi ketetapan yang tak dapat dilanggar.<br \/>\nPujilah Tuhan di bumi.<br \/>\nHai segenap samudra raya.<br \/>\nPujilah Tuhan, hai api dan hujan es, salju, dan laut.<br \/>\nPujilah Tuhan, hai gunung dan segala bukit.<br \/>\nSegala pohon buah-buahan.<br \/>\nPujilah Tuhan, hai hewan dan burung bernyanyi.<br \/>\nPujilah Tuhan, hai raja dan pemimpin.<br \/>\nHai orangtua, hai kaum muda dan anak-anak.<br \/>\nMarilah kita memuji Tuhan.<br \/>\nPencipta segala yang ada dan yang hidup di bumi. Amin.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>Glosarium<\/h2>\n<ul>\n<li>Bait Allah : tempat ibadah orang Yahudi, terletak di kota\u00a0Yerusalem.<\/li>\n<li>Bertobat : menyesal dan berniat hendak memperbaiki\u00a0perbuatan yang salah.<\/li>\n<li>Dosa : keadaan atau situasi seseorang jauh atau\u00a0terpisah dari Allah karena melanggar\u00a0ketentuan atau kehendak Allah.<\/li>\n<li>Dusun : Desa<\/li>\n<li>Farisi : suatu golongan dari para rabi dan ahli Taurat\u00a0yang sangat \u00a0berpengaruh. Mereka berpegang\u00a0pada Taurat Musa dan pada adat istiadat<br \/>\nnenek moyang. Seluruh hukum dan peraturan\u00a0mereka taati secara mutlak.<\/li>\n<li>Hidup Kristiani : hidup orang yang mengikuti teladan hidup\u00a0Yesus Kristus.<\/li>\n<li>Iman : sikap sungguh percaya pada Allah.<\/li>\n<li>Liturgi : Ibadat resmi Gereja.<\/li>\n<li>Minyak krisma : minyak yang digunakan pada penerimaan\u00a0Sakramen Krisma; minyak zaitun yang telah\u00a0diberkati oleh uskup menjadi tanda dan\u00a0sarana penguatan oleh Roh Kudus.<\/li>\n<li>Pemungut cukai : petugas pajak, dan merupakan salah satu\u00a0jenis pekerjaan di masyarakat Yahudi waktu\u00a0itu.<\/li>\n<li>Tabernakel : tempat untuk menyimpan Hosti Kudus.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SD Kelas 3 &#8211; Pelajaran 3 &#8211; Masyarakat. A. Pemimpin Masyarakat. Mari berdoa :\u00a0Bapa yang Mahakuasa.\u00a0Dampingilah pemimpin masyarakat di lingkungan kami\u00a0agar mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan\u00a0semangat cinta kasih. Amin. Mari bernyanyi :\u00a0 Tuhan Yesus ajarilah kami, hidup rukun saling menghormati. Tuhan Yesus ajarilah kami, saling cinta, saling mengasihi. Tuhan Yesus ajarilah kami, rendah hati tak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[54,271,275,273,272,277,276,55,278,56,279,274],"class_list":["post-417","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd3-agama-katolik","tag-agama","tag-audiobook","tag-book","tag-buku","tag-bukusuara","tag-free","tag-gratis","tag-katolik","tag-pelajaran","tag-sd3","tag-sekolah","tag-suara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=417"}],"version-history":[{"count":15,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":432,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417\/revisions\/432"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=417"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=417"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=417"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}