{"id":3952,"date":"2018-03-08T23:00:00","date_gmt":"2018-03-08T16:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=3952"},"modified":"2018-03-10T21:44:09","modified_gmt":"2018-03-10T14:44:09","slug":"sd6-tema-6-1-menuju-masyarakat-sehat-negara-kuat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd6-tema-6-1-menuju-masyarakat-sehat-negara-kuat\/","title":{"rendered":"SD6 Tema-6-2 Menuju Masyarakat Sehat &#8211; Negara Kuat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"SD Kelas 6 Tema 6 - Sub Tema\u00a02 - Menuju Masyarakat Sehat - Negara Kuat. Tahukah kamu bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan merupakan kesejahteraan yang harus dipenuhi sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945? Salah satu cara menjadi negara yang kuat adalah dengan menciptakan masyarakat sehat. Hal tersebut dapat dimulai dari tingkat sekolah. Judul : Sehat di Sekolah, Sehat di Rumah. Masih ingatkah kalian dengan Kampung Sehat Melati? Nah, di sana ada sebuah Sekolah bernama SD Negeri Melati, tempat Rudi dan Tia bersekolah. Sejalan dengan kehidupan di lingkungan Kampung Sehat Melati, siswa SD Negeri Melati juga diajarkan untuk mempraktikkan pola hidup sehat sejak dini. Kantin sekolah yang dikelola oleh orang tua, menyediakan makanan dalam ragam yang sederhana, tetapi sehat. Bubur kacang hijau, bubur ayam, urap jagung, dan susu kedelai adalah menu andalan yang diminati siswa. Secara bertahap, sejak pertama kali masuk di kelas 1, siswa diberikan penyuluhan oleh petugas Dinas Kesehatan agar dapat memahami bahwa jajanan di luar sekolah banyak mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh. Memang sekilas dari penampilannya, jajanan tersebut tampak menggiurkan, tetapi siapa sangka bahan pewarna, perasa, atau pengawet yang digunakannya dapat memicu seribu satu penyakit yang sangat berbahaya. Setelah mendengarkan penyuluhan ini, tanpa dilarang pun siswa umumnya memilih penganan sehat yang dijual di kantin daripada membeli dari luar sekolah. Hidup bersih juga dijadikan pola harian yang diterapkan warga sekolah. Membuang dan memilah sampah sesuai tempatnya, rutin berolah raga, serta mencuci tangan tidak perlu lagi diingatkan. Bahkan antara siswa sendiri secara spontan saling mengingatkan dan mendorong siswa lain untuk menjalankan pola hidup bersih. Seperti halnya di Kampung Sehat Melati, lingkungan SD Negeri Melati juga terlihat bersih dan asri. Beragam pohon dan aneka bunga dipelihara oleh siswa. Di pojok sekolah terdapat area apotek hidup. Siswa menanam sendiri beragam tanaman obat di sana. Selain mempelajari tumbuh kembangnya, secara berkelompok siswa mengolah hasilnya sesuai fungsi masing-masing tanaman obat. Dengan demikian, siswa merasakan sendiri betapa bermanfaat hasil tanamnya sebagai obat-obatan tradisional. Rudi dan Tia bangga menjadi siswa di SD Negeri Melati. Sekolah mendidik mereka untuk menjadi agen hidup sehat bagi lingkungan. Tidak hanya di sekolah, Tia, Siti dan teman-temannya aktif menyebarluaskan pengetahuan tentang hidup bersih dan sehat dan menggerakkan warga di sekitar untuk mempraktikkannya. Bukankah ilmu yang diperoleh di sekolah memang sudah seharusnya diteruskan ke lingkungan? Jawab pertanyaan berikut! 1. Apa yang dapat kamu pelajari dari SD Negeri Melati. 2.Apakah hal tersebut juga perlu diterapkan di sekolahmu? Jelaskan apa yang perlu diterapkan di sekolahmu! 3. Mengapa hal tersebut perlu diterapkan? 4. Bagaimana cara menerapkannya? 5.Apa keuntungan yang akan diperoleh warga sekolahmu dengan menerapkan hal tersebut? Diskusikan secara berkelompok jawaban atas pertanyaan yang telah kamu buat! Bandingkan antara sekolahmu dengan SD Negeri Melati! Apakah persamaan dan perbedaan antara sekolahmu dengan Sekolah Dasar Negeri Melati? SD Negeri Melati mengimbau seluruh siswanya untuk mengonsumsi makanan dan minuman sehat. Siswa tidak diperkenankan jajan sembarangan. Mengapa SD Negeri Melati mengimbau siswanya untuk tidak jajan sembarangan? Ayo kita cari tahu! Apakah kamu juga menemukan jajanan serupa di lingkungan sekolahmu? Apa saja jajanan yang biasa dijual di sekitar sekolahmu? Lakukan curah pendapat secara berpasangan dan tuliskan hasilnya pada peta pikiran berikut. Sekarang saatnya kamu mencari tahu apa saja campuran dan larutan yang terdapat pada makanan dan minuman tadi dengan mewawancarai penjual yang ada di sekitar sekolahmu. Setelah mengetahui bahan pembuat makanan dan minuman yang dijual di sekitar sekolahmu, sekarang kelompokkan makanan dan minuman tersebut berdasarkan campuran dan larutan. Setelah mengumpulkan data melalui wawancara tentang berbagai jajanan yang ada di sekitar sekolahmu, sekarang saatnya kamu menulis laporan. Laporan harus mencakup: hari dan tanggal pelaksanaan wawancara, tujuan wawancara, jumlah penjual yang diwawancarai, jenis jajanan yang dijual, dan bahan-bahan pembuat jajanan, pengelompokan makanan berdasarkan larutan dan campuran, serta kesimpulan. Presentasikan laporanmu secara bergantian dalam kelompok yang terdiri atas 5-6 orang. Temukan Jawabannya! Rudi, siswa di SD Negeri Melati, bertanya kepada guru: 1) Mengapa kita perlu mengetahui tentang campuran dan larutan? 2) Apa hubungannya antara campuran dan larutan dengan kesehatan? Apakah kamu bisa menjawab pertanyaan tersebut? Untuk lebih jelasnya, amati gambar dan baca teks dalam hati. Peneliti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memeriksa contoh jajanan di sekitar sekolah. Pemeriksaan itu bertujuan untuk mengetahui campuran dan larutan yang terdapat pada makanan dan minuman serta memastikan jajanan tersebut memenuhi standar keamanan pangan. Sumber: Kompas\/Kris Razianto Mada. Judul Bacaan : Bahaya Pangan Jajanan di Sekitar Sekolah. Terik matahari seakan membakar siang. Sekelompok siswa SD berhamburan keluar dari sekolah. Di depan sekolah, berbagai jenis jajanan sudah berjajar menanti pelanggan ciliknya. Panasnya siang membuat para siswa tak segan merogoh uang di sakunya untuk membeli minuman dingin berwarna merah menyala. Sebagian lagi membeli bakso bertusuk lidi yang dicelup ke dalam saus yang tak kalah merah warnanya. Anak-anak tersebut tidak sadar betapa bahaya menanti mereka. Mereka tidak paham bahwa beberapa tahun ke depan merahnya sirup dan saus tersebut akan menggerogoti organ tubuh mereka. Pengawasan Badan POM dalam lima tahun terakhir menunjukkan, masih banyak jajanan anak sekolah yang tidak sehat. Hasil pemantauan pangan jajanan anak sekolah (PJAS) yang dilakukan secara rutin selama kurun waktu 2006-2010 menunjukkan, jajanan anak yang tidak memenuhi syarat berkisar 40-44 persen. (Kompas, 31 Januari 2011) Rhodamin, Formalin, Boraks, serta pemanis buatan dalam kadar tinggi seringkali ditemukan di antara pangan jajanan di sekitar SD. Sesungguhnya Rhodamin adalah zat pewarna tekstil, sementara formalin adalah bahan pengawet yang juga dipakai untuk mengawetkan jenazah, dan boraks adalah bahan kimia yang kerap dipakai sebagai pencampur dalam pembuatan deterjen. Bayangkan reaksi organ tubuh kita ketika menerima bahan-bahan kimia berbahaya tersebut! Lingkungan di sekitar sekolah patut mendapat perhatian khusus terhadap bahaya ini. Mengapa? Siswa sekolah dasar cenderung lebih mudah tertarik dengan makanan yang berwarna-warni cerah. Oleh karenanya, sangat diharapkan peran sekolah untuk menyediakan kantin yang menjual makanan sehat. Menyikapi hal ini BPOM menggalakkan aksi nasional menuju pangan jajanan anak sekolah yang aman, bermutu, dan bergizi. Komunitas sekolah menjadi mitra yang akan diberdayakan untuk bekerja sama menjalankan aksi ini. Untuk itu orang tua, siswa, dan sekolah perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya makanan bergizi serta mengenal tanda-tanda makanan tak aman konsumsi. Mari kita ciptakan generasi sehat melalui pangan yang sehat! Setelah melakukan wawancara, berdiskusi, dan membaca teks. Jawablah pertanyaan berikut. 1, Apa hubungan sebab-akibat antara kesehatan masyarakat dan perilaku hidup sehat? Tulis jawabanmu dengan mencantumkan kegiatan secara detail dan manfaatnya pada diagram berikut. 2,Mengapa kita perlu mengetahui campuran dan larutan yang terdapat pada makanan dan minuman sebelum mengosumsinya? Ayo Renungkanlah! 1, Negara yang kuat lahir dari masyarakat yang senantiasa bekerja sama. Bentuk kerja sama apa yang sudah kamu lakukan di sekolah agar tercipta masyarakat sehat? 2, Tuhan sangat menyenangi umatnya yang senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan. Setelah belajar hari ini, apa tindakan yang dapat kamu lakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan sebagai bentuk rasa syukur? 3, Kamu telah belajar tentang campuran dan larutan, menurutmu, mengapa kita perlu mengetahui hal tersebut? Apa manfaatnya untuk kesehatanmu dan kesehatan masyarakat? Kerja Sama dengan Orang Tua! Kumpulkan bahan-bahan alam dan rempah-rempah yang ada di sekitar rumahmu, yang memiliki bentuk menarik atau aroma seperti: pandan, serai, daun salam, cengkih, kayu manis, aneka bunga (melati, mawar, cempaka, dan lain-lain). Diskusikan manfaat dari bahan alam tersebut dengan orang tuamu. Bahan alam tersebut akan dibawa ke sekolah di hari berikutnya untuk melanjutkan pembuatan potpourri. Pembelajaran 2. Siswa kelas 6 SD Negeri Melati ingin mengetahui jajanan siswa Sekolah Dasar di beberapa sekolah di Jakarta. Untuk itu, mereka mencoba menggali informasi dari sebuah hasil survei. Apa saja jajanan yang digemari siswa Sekolah Dasar dari hasil survei tersebut? Ayo, kita cari tahu lebih lanjut. Amati tabel dan grafik hasil survei jajanan yang paling sering dibeli oleh siswa berikut. Jenis Jajanan dan Jumlah Siswa yang sering membeli. 1, Es sirop dibeli 100 anak. 2, Es krim dibeli 123 anak.\u00a0 3, Mie Ayam dibeli 74\u00a0 anak. 4, Mie Bakso dibeli 61\u00a0 anak. 5, Nasi uduk dibeli 101\u00a0 anak. 6, Cakwe dibeli 105 anak. 7, Batagor dibeli 165\u00a0 anak. 8, Siomay dibeli 186\u00a0 anak. 9, Bakso Goreng dibeli 53\u00a0 anak. Sumber: Eunike Sri Tyas Suci, Psikobuana, 2009, volume 1, No. 1, 29-38.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-3855\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/sd6-tema1.png\" alt=\"\" width=\"215\" height=\"304\" \/><\/span><\/p>\n<h1 class=\"entry-title\"><span style=\"color: #000000;\">SD Kelas 6 Tema 6 &#8211; Sub Tema\u00a02 &#8211; Menuju Masyarakat Sehat &#8211; Negara Kuat.<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tahukah kamu bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan merupakan kesejahteraan yang harus dipenuhi sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945? Salah satu cara menjadi negara yang kuat adalah dengan menciptakan masyarakat sehat. Hal tersebut dapat dimulai dari tingkat sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Judul : Sehat di Sekolah, Sehat di Rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masih ingatkah kalian dengan Kampung Sehat Melati? Nah, di sana ada sebuah Sekolah bernama SD Negeri Melati, tempat Rudi dan Tia bersekolah. Sejalan dengan kehidupan di lingkungan Kampung Sehat Melati, siswa SD Negeri Melati juga diajarkan untuk mempraktikkan pola hidup sehat sejak dini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kantin sekolah yang dikelola oleh orang tua, menyediakan makanan dalam ragam yang sederhana, tetapi sehat. Bubur kacang hijau, bubur ayam, urap jagung, dan susu kedelai adalah menu andalan yang diminati siswa. Secara bertahap, sejak pertama kali masuk di kelas 1, siswa diberikan penyuluhan oleh petugas Dinas Kesehatan agar dapat memahami bahwa jajanan di luar sekolah banyak mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh. Memang sekilas dari penampilannya, jajanan tersebut tampak menggiurkan, tetapi siapa sangka bahan pewarna, perasa, atau pengawet yang digunakannya dapat memicu seribu satu penyakit yang sangat berbahaya. Setelah mendengarkan penyuluhan ini, tanpa dilarang pun siswa umumnya memilih penganan sehat yang dijual di kantin daripada membeli dari luar sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hidup bersih juga dijadikan pola harian yang diterapkan warga sekolah. Membuang dan memilah sampah sesuai tempatnya, rutin berolah raga, serta mencuci tangan tidak perlu lagi diingatkan. Bahkan antara siswa sendiri secara spontan saling mengingatkan dan mendorong siswa lain untuk menjalankan pola hidup bersih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seperti halnya di Kampung Sehat Melati, lingkungan SD Negeri Melati juga terlihat bersih dan asri. Beragam pohon dan aneka bunga dipelihara oleh siswa. Di pojok sekolah terdapat area apotek hidup. Siswa menanam sendiri beragam tanaman obat di sana. Selain mempelajari tumbuh kembangnya, secara berkelompok siswa mengolah hasilnya sesuai fungsi masing-masing tanaman obat. Dengan demikian, siswa merasakan sendiri betapa bermanfaat hasil tanamnya sebagai obat-obatan tradisional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rudi dan Tia bangga menjadi siswa di SD Negeri Melati. Sekolah mendidik mereka untuk menjadi agen hidup sehat bagi lingkungan. Tidak hanya di sekolah, Tia, Siti dan teman-temannya aktif menyebarluaskan pengetahuan tentang hidup bersih dan sehat dan menggerakkan warga di sekitar untuk mempraktikkannya. Bukankah ilmu yang diperoleh di sekolah memang sudah seharusnya diteruskan ke lingkungan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3958\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/sd6-kantin-sehat.jpg\" alt=\"\" width=\"652\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/sd6-kantin-sehat.jpg 652w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/sd6-kantin-sehat-300x196.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 652px) 100vw, 652px\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jawab pertanyaan berikut!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. Apa yang dapat kamu pelajari dari SD Negeri Melati.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2.Apakah hal tersebut juga perlu diterapkan di sekolahmu? Jelaskan apa yang perlu diterapkan di sekolahmu!<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3. Mengapa hal tersebut perlu diterapkan?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4. Bagaimana cara menerapkannya?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 5.Apa keuntungan yang akan diperoleh warga sekolahmu dengan menerapkan hal tersebut?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Diskusikan secara berkelompok jawaban atas pertanyaan yang telah kamu buat!<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Bandingkan antara sekolahmu dengan SD Negeri Melati!<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Apakah persamaan dan perbedaan antara sekolahmu dengan Sekolah Dasar Negeri Melati?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">SD Negeri Melati mengimbau seluruh siswanya untuk mengonsumsi makanan dan minuman sehat. Siswa tidak diperkenankan jajan sembarangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mengapa SD Negeri Melati mengimbau siswanya untuk tidak jajan sembarangan? Ayo kita cari tahu!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3956\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/aneka-jajan.png\" alt=\"\" width=\"608\" height=\"506\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/aneka-jajan.png 608w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/aneka-jajan-300x250.png 300w\" sizes=\"(max-width: 608px) 100vw, 608px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apakah kamu juga menemukan jajanan serupa di lingkungan sekolahmu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apa saja jajanan yang biasa dijual di sekitar sekolahmu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lakukan curah pendapat secara berpasangan dan tuliskan hasilnya pada peta pikiran berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sekarang saatnya kamu mencari tahu apa saja campuran dan larutan yang terdapat pada makanan dan minuman tadi dengan mewawancarai penjual yang ada di sekitar sekolahmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah mengetahui bahan pembuat makanan dan minuman yang dijual di sekitar sekolahmu, sekarang kelompokkan makanan dan minuman tersebut berdasarkan campuran dan larutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah mengumpulkan data melalui wawancara tentang berbagai jajanan yang ada di sekitar sekolahmu, sekarang saatnya kamu menulis laporan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Laporan harus mencakup: hari dan tanggal pelaksanaan wawancara, tujuan wawancara, jumlah penjual yang diwawancarai, jenis jajanan yang dijual, dan bahan-bahan pembuat jajanan, pengelompokan makanan berdasarkan larutan dan campuran, serta kesimpulan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Presentasikan laporanmu secara bergantian dalam kelompok yang terdiri atas 5-6 orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Temukan Jawabannya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rudi, siswa di SD Negeri Melati, bertanya kepada guru:<br \/>\n1) Mengapa kita perlu mengetahui tentang campuran dan larutan?<br \/>\n2) Apa hubungannya antara campuran dan larutan dengan kesehatan? Apakah kamu bisa menjawab pertanyaan tersebut?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk lebih jelasnya, amati gambar dan baca teks dalam hati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3960\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/sd6-bpom.jpg\" alt=\"\" width=\"212\" height=\"210\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/sd6-bpom.jpg 212w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/sd6-bpom-150x150.jpg 150w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/sd6-bpom-50x50.jpg 50w\" sizes=\"(max-width: 212px) 100vw, 212px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peneliti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memeriksa contoh jajanan di sekitar sekolah. Pemeriksaan itu bertujuan untuk mengetahui campuran dan larutan yang terdapat pada makanan dan minuman serta memastikan jajanan tersebut memenuhi standar keamanan pangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sumber: Kompas\/Kris Razianto Mada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Judul Bacaan : Bahaya Pangan Jajanan di Sekitar Sekolah.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terik matahari seakan membakar siang. Sekelompok siswa SD berhamburan keluar dari sekolah. Di depan sekolah, berbagai jenis jajanan sudah berjajar menanti pelanggan ciliknya. Panasnya siang membuat para siswa tak segan merogoh uang di sakunya untuk membeli minuman dingin berwarna merah menyala. Sebagian lagi membeli bakso bertusuk lidi yang dicelup ke dalam saus yang tak kalah merah warnanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anak-anak tersebut tidak sadar betapa bahaya menanti mereka. Mereka tidak paham bahwa beberapa tahun ke depan merahnya sirup dan saus tersebut akan menggerogoti organ tubuh mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3961\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/sd6-jajan-di-sekolah.jpg\" alt=\"\" width=\"583\" height=\"517\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/sd6-jajan-di-sekolah.jpg 583w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/sd6-jajan-di-sekolah-300x266.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 583px) 100vw, 583px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pengawasan Badan POM dalam lima tahun terakhir menunjukkan, masih banyak jajanan anak sekolah yang tidak sehat. Hasil pemantauan pangan jajanan anak sekolah (PJAS) yang dilakukan secara rutin selama kurun waktu 2006-2010 menunjukkan, jajanan anak yang tidak memenuhi syarat berkisar 40-44 persen. (Kompas, 31 Januari 2011)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rhodamin, Formalin, Boraks, serta pemanis buatan dalam kadar tinggi seringkali ditemukan di antara pangan jajanan di sekitar SD. Sesungguhnya Rhodamin adalah zat pewarna tekstil, sementara formalin adalah bahan pengawet yang juga dipakai untuk mengawetkan jenazah, dan boraks adalah bahan kimia yang kerap dipakai sebagai pencampur dalam pembuatan deterjen. Bayangkan reaksi organ tubuh kita ketika menerima bahan-bahan kimia berbahaya tersebut!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lingkungan di sekitar sekolah patut mendapat perhatian khusus terhadap bahaya ini. Mengapa? Siswa sekolah dasar cenderung lebih mudah tertarik dengan makanan yang berwarna-warni cerah. Oleh karenanya, sangat diharapkan peran sekolah untuk menyediakan kantin yang menjual makanan sehat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menyikapi hal ini BPOM menggalakkan aksi nasional menuju pangan jajanan anak sekolah yang aman, bermutu, dan bergizi. Komunitas sekolah menjadi mitra yang akan diberdayakan untuk bekerja sama menjalankan aksi ini. Untuk itu orang tua, siswa, dan sekolah perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya makanan bergizi serta mengenal tanda-tanda makanan tak aman konsumsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mari kita ciptakan generasi sehat melalui pangan yang sehat!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah melakukan wawancara, berdiskusi, dan membaca teks. Jawablah pertanyaan berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1, Apa hubungan sebab-akibat antara kesehatan masyarakat dan perilaku hidup sehat? Tulis jawabanmu dengan mencantumkan kegiatan secara detail dan manfaatnya pada diagram berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3962\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/sd6-fishbone.jpg\" alt=\"\" width=\"587\" height=\"273\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/sd6-fishbone.jpg 587w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/sd6-fishbone-300x140.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 587px) 100vw, 587px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2,Mengapa kita perlu mengetahui campuran dan larutan yang terdapat pada makanan dan minuman sebelum mengosumsinya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ayo Renungkanlah!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1, Negara yang kuat lahir dari masyarakat yang senantiasa bekerja sama. Bentuk kerja sama apa yang sudah kamu lakukan di sekolah agar tercipta masyarakat sehat?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2, Tuhan sangat menyenangi umatnya yang senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan. Setelah belajar hari ini, apa tindakan yang dapat kamu lakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan sebagai bentuk rasa syukur?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3, Kamu telah belajar tentang campuran dan larutan, menurutmu, mengapa kita perlu mengetahui hal tersebut? Apa manfaatnya untuk kesehatanmu dan kesehatan masyarakat?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kerja Sama dengan Orang Tua!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kumpulkan bahan-bahan alam dan rempah-rempah yang ada di sekitar rumahmu, yang memiliki bentuk menarik atau aroma seperti: pandan, serai, daun salam, cengkih, kayu manis, aneka bunga (melati, mawar, cempaka, dan lain-lain).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Diskusikan manfaat dari bahan alam tersebut dengan orang tuamu. Bahan alam tersebut akan dibawa ke sekolah di hari berikutnya untuk melanjutkan pembuatan potpourri.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\">Pembelajaran 2.<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3964\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/sd6-pembelajaran-22.jpg\" alt=\"\" width=\"627\" height=\"393\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/sd6-pembelajaran-22.jpg 627w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/sd6-pembelajaran-22-300x188.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 627px) 100vw, 627px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Siswa kelas 6 SD Negeri Melati ingin mengetahui jajanan siswa Sekolah Dasar di beberapa sekolah di Jakarta. Untuk itu, mereka mencoba menggali informasi dari sebuah hasil survei. Apa saja jajanan yang digemari siswa Sekolah Dasar dari hasil survei tersebut?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ayo, kita cari tahu lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Amati tabel dan grafik hasil survei jajanan yang paling sering dibeli oleh siswa berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis Jajanan dan Jumlah Siswa yang sering membeli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1, Es sirop dibeli 100 anak.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">2, Es krim dibeli 123 anak.\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">3, Mie Ayam dibeli 74\u00a0 anak.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">4, Mie Bakso dibeli 61\u00a0 anak.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">5, Nasi uduk dibeli 101\u00a0 anak.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">6, Cakwe dibeli 105 anak.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">7, Batagor dibeli 165\u00a0 anak.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">8, Siomay dibeli 186\u00a0 anak.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">9, Bakso Goreng dibeli 53\u00a0 anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sumber: Eunike Sri Tyas Suci, Psikobuana, 2009, volume 1, No. 1, 29-38.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SD Kelas 6 Tema 6 &#8211; Sub Tema\u00a02 &#8211; Menuju Masyarakat Sehat &#8211; Negara Kuat. Tahukah kamu bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan merupakan kesejahteraan yang harus dipenuhi sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945? Salah satu cara menjadi negara yang kuat adalah dengan menciptakan masyarakat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[421,422],"tags":[432,433,434],"class_list":["post-3952","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd6","category-sd6-tema-6","tag-jajanan","tag-pemanis-buatan","tag-pewarna-buatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3952","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3952"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3952\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3965,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3952\/revisions\/3965"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3952"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3952"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3952"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}