{"id":3836,"date":"2018-02-28T19:02:13","date_gmt":"2018-02-28T12:02:13","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=3836"},"modified":"2018-02-28T22:06:46","modified_gmt":"2018-02-28T15:06:46","slug":"rangkuman-sd5-bahasa-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/rangkuman-sd5-bahasa-indonesia\/","title":{"rendered":"Rangkuman SD5 Bahasa Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Membuat Tanggapan. Tanggapan\u00a0adalah pendapat ataupun reaksi seseorang setelah melihat,mendengar ataupun merasakan sesuatu. Tanggapan dapat berupa persetujuan, sanggahan, pertanyaan, atau pendapat. Semua tanggapan harus disampaikan dengan sopan. Dalam menanggapi suatu permasalahan harus disertai jalan keluar (solusi).\u00a0 Alasan\u00a0adalah suatu hal yang diungkapkan untuk mengokohkan pendapat yang bersifat opini yg dipakai untuk menguatkan pendapat. \u00a0 Saran\u00a0sama dengan usulan, yakni menanggapi tindakan atau pendapat orang lain berupa usulan yang menurut pemberi saran adalah yang terbaik atau lebih baik dari sebelumnya. Untuk memberikan pendapat yang terdapat pada sebuah permasalahan atau yang disampaikan oleh seseorang, kamu dapat menanyakannya dengan pertanyaan berikut. \u00a0 1.\u00a0Apa\u00a0yang menjadi permasalahan? 2.\u00a0Siapa\u00a0yang menjadi pokok pembicaraan? 3.\u00a0Di mana\u00a0hal itu terjadi? 4.\u00a0Kapan\u00a0hal itu terjadi? 5.\u00a0Mengapa\u00a0hal itu terjadi? 6.\u00a0Bagaimana\u00a0penyelesaiannya? Kamu harus bertanya jika ingin tahu. Misalnya, kamu bisa bertanya\u00a0kepada narasumber. Narasumber adalah orang yang tahu di bidangnya.\u00a0Saat bertanya tentu ada hal yang kamu tanggapi. Dalam\u00a0 memberikan\u00a0tanggapan, gunakan bahasa yang santun. Pernah melakukan kegiatan pertanian? Pupuk apa yang kamu gunakan? Kimia atau organis? Pupuk kimia membawa akibat negatif bagi\u00a0kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, gunakan pupuk buatan yaitu\u00a0kompos dan kotoran hewan. Pemakaian pestisida (obat pembunuh serangga) kimia secara\u00a0terus-menerus dapat mematikan hewan tanah, seperti cacing dan jasad\u00a0renik (hewan pengurai) penyubur tanah. Penyemprotan pestisida dapat\u00a0juga mematikan serangga yang berguna, seperti serangga penyerbuk,\u00a0yaitu kupu-kupu dan lebah. Bagaimana tanggapanmu mengenai masalah ini? Ya, seharusnya\u00a0dalam pertanian tidak perlu menggunakan pupuk kimia ataupun pestisida\u00a0kimia. Hal ini akan merusak hewan-hewan yang bermanfaat untuk\u00a0tanaman. Oleh karena itu, petani seharusnya menggunakan pupuk buatan atau kompos. Sebagai pengganti pestisida kimia, kita dapat menggunakan\u00a0pengendalian hayati Apakah kamu pernah memberi saran? Saran yang baik sangat\u00a0berguna. Jika menemukan sebuah masalah, kamu wajib memberi saran\u00a0pemecahan. Hal ini penting. Misalnya,\u00a0ada seorang teman yang suka\u00a0memetik bunga milik orang lain. Padahal, bunga itu dirawat dengan\u00a0baik. Selain itu, tanaman untuk\u00a0memperindah lingkungan. Apa yang\u00a0kamu lakukan? Ya, berilah saran\u00a0kepadanya. Sebaiknya, dia tidak\u00a0melakukan perbuatan itu lagi. Bunga\u00a0itu bukan milik temanmu. Jika dipetik,\u00a0tanaman itu akan berkurang keindahannya.\u00a0Selain itu, pemilik tanaman\u00a0akan sedih bahkan marah. Jika seorang teman berbuat kesalahan, sebagai teman yang baik\u00a0kamu harus memberi saran. Hal ini dilakukan agar temanmu tidak\u00a0mengulang kesalahan yang sama. Dalam memberikan saran, sebaiknya\u00a0kamu menggunakan bahasa yang santun dan alasan yang masuk akal. Perhatikan contoh berikut! Temanmu membuang limbah cucian di sungai. Padahal di sungai\u00a0itu banyak ikan. Apa yang harus kamu lakukan? Saran: Aku akan mengingatkan agar temanku tidak membuang\u00a0limbah di sungai. Ikan-ikan bisa mati. Aku akan berkata, \u201cMaaf\u00a0teman, sebaiknya kamu tidak membuang limbah di sungai.\u00a0Lihat, sungai ini banyak ikan. Ikan-ikan ini bisa mati. Kalau\u00a0ikan-ikan mati, kita tidak dapat mencari ikan di sungai ini.\u201d Kegiatan bertanya itu disebut wawancara. Orang yang kamu tanya\u00a0disebut narasumber. Aku harus mendengarkan penjelasan\u00a0narasumber dengan saksama. Jadi, aku dapat menanggapi\u00a0penjelasan narasumber dengan memperhatikan santun berbahasa.\u00a0 Tanggapan dapat bermacam-macam. Tanggapan dapat berupa\u00a0saran, usul, atau kritikan. Sebelum menanggapi sesuatu, aku harus\u00a0menemukan masalahnya. Kemudian, aku memberikan saran. Saran yang disampaikan harus menggunakan bahasa yang santun\u00a0dan alasan yang masuk akal. Menceritakan hasil pengamatan. Kata Kunci: Menentukan objek pengamatan \u2013 Mencatat hal-hal penting \u2013 Menulis hasil pengamatan \u2013 menceritakan hasil pengamatan 1, Menentukan objek pengamatan :\u00a0Sebelum melakukan pengamatan, kamu harus menentukan sesuatu yang akan kamu amati. Sesuatu yang akan diamati disebut objek pengamatan. 2, Mencatat hal-hal penting :\u00a0Pada saat melakukan pengamatan, cobalah mencatat peristiwa atau perihal yang telah kamu tentukan. Hal yang kamu amati itu, misalnya, kepadatan lalu lintas\u00a0di jalan raya dekat sekolahmu. Untuk itu kamu harus mencatat orang dan kendaraan yang lewat. 3, Menyunting laporan :\u00a0Laporan yang baik menggunakan bahasa yang tidak berbelit-belit, efektif, dan struktur kalimat yang tepat. Dengan demikian, para pembaca lebih mudah mengetahui isi laporan. Struktur kalimat yang salah dalam laporan dapat diperbaiki. Memperbaiki kalimat dalam laporan merupakan kegiatan menyunting. Dengan kata lain, menyunting adalah kegiatan memeriksa dan memperbaiki naskah. Menyunting dapat dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut :\u00a0 a) Ketepatan penulisan huruf, kata, lambang bilangan, serta ketepatan penggunaan tanda baca. b) Ketepatan penggunaan kata-kata untuk mengungkapkan suatu maksud sesuai situasi dan kondisi. c) Keefektifan kalimat untuk mewakili gagasan atau perasaan penulis yang ingin disampaikan kepada pembaca. Contoh : Hasil pengamatan Taman Kota. Hari, tanggal : Minggu, 15 Januari\u00a0 2018. Lokasi pengamatan : Taman Kota. Pengamat : Amran dan Fitri. Hasil pengamatan: 1) Daerah taman itu difungsikan kembali sebagai tempat berekreasi umum dan paru-paru kota. 2) Berbagai pembenahan dilaksanakan. 3) Air mancur yang berada di tengah taman yang selama ini mogok mulai dihidupkan kembali. 4) Tempat duduk diperbaiki dan dilengkapi dengan pohon pelindung. 5) Ketertiban di taman dilaksanakan secara ketat. 6) Kini taman telah difungsikan kembali. 7) Para pengunjung silih berganti mendatangi taman. 4, Menceritakan hasil pengamatan :\u00a0Setelah dilengkapi hingga berbentuk seperti diatas kita dapat menceritakannya dengan runtut dan benar. Tugas :\u00a0Kamu dapat membentuk sebuah kelompok yang terdiri atas 3-5 orang. Bersama kelompokmu, cobalah untuk membuat sebuah laporan pengamatan kondisi perpustakaan, kantin atau tempat-tempat yang dirasa menarik di sekitar sekolahmu. Kemudian tunjukkan salah satu temanmu untuk menceritakan hasil pengamatannya di depan kelas. Cerita Rakyat. Ringkasan Materi Unsur-unsur Cerita Rakyat. Cerita rakyat merupakan cerita kuno yang beredar di masyarakat. Dimana cerita tersebut mengisahkan tentang kejadian sesuatu atau asal usul sebuah tempat. Di masyarakat cerita rakyat lebih dikenal dengan nama dongeng.\u00a0 Ada beberapa jenis dongeng yang perlu anda ketahui, antara lain : 1, Fabel. Fabel merupakan cerita rekaan yang isinya mengisahkan tentang binatang. Dimana tokoh binatang dalam cerita tersebut mampu berbuat dan berbicara seperti manusia. Di dalam masyaraka sekarang ini banyak kita temukan animasi kartun yang binatang yang bisa berbicara. Beberapa contoh fabel seperti : Si Kancil, Monyet dan Kura-kura, dan masih banyak lagi di tiap daerah yang memiliki cerita yang bertemakan binatang 2, Legenda. Legenda adalah cerita rekaan yang dihubungkan dengan tempat terjadinya suatu tempat. Contoh :\u00a0Terjadinya Rawa Pening, Terjadinya Gunung Tangkupan Perahu. 3, Sage. Sage adalah cerita rekaan yang dihubungkan dengan sejarah. Contoh : Saur Sepuh. 4, Mite. Mite adalah cerita rekaan yang dikaitkan dengan kepercayaan terhadap dewa-dewa dan roh. contoh mite adalah cerita Nyai Roro Kidul 5, Parabel. Parabel adalah cerita perumpamaan yang di dalamnya berisikan kiasan-kiasan yang bersifat mendidik. \u00a0Contoh cerita bawang merah dan bawang putih Dalam cerita rakyat sudah pasti kita akan menemukan beberapa unsur di dalamnya. Adapun unsur-unsur cerita rakyat adalah sebagai berikut : 1, Tokoh. Tokoh dalam cerita rakyat adalah para pemain atau pelaku dalam cerita. Tokoh dalam cerita rakyat memiliki sifat, tingkah laku yang berbeda satu sama lain. 2, Latar. Latar marupakan tempat kejadian peristiwa. Latar dalam cerita rakyat sangat beragam. Latar dalam cerita rakyat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu : latar tempat, latar waktu dan latar suasana. Latar tempat misalnya : di desa, di hutan, di sungai, di pantai, di sawah dan tempat lainnya. Latar waktu misalnya : pagi hari, siang hari, sore hari atau malam hari. Latar suasana misalnya : menggembirakan, mencekam, menegangkan, mengerikan, menyedihkan, atau mengharukan. 3, Alur. Alur merupakan jalannya cerita dimana memiliki hubungan sebab akibat. 4, Amanat. Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan dari pengarang kepada pembaca. Pesan disini bisa berupa nasihat yang diperoleh oleh pembaca setelah membaca cerita tersebut Demikian ringkasan singkat tentang jenis dan unsur cerita rakyat yang bisa kami sampaikan kali ini. Semoga ringkasan ini bisa menjadi referensi bagi guru kelas khususnya guru kelas5 sekolah dasar yang sedang dan akan mengajarkan materi cerita rakyat kepada siswa kelas 5. Unsur-unsur dalam cerita rakyat antara lain : Latar Latar suatu cerita, dalam hal ini dongeng, dapat berupa latar tempat, latar waktu, maupun suasana. Latar Tempat Latar tempat merupakan keterangan dalam cerita yang menjelaskan tempat terjadinya peristiwa dalam cerita.Contoh latar tempat dalam cerita misalnya di hutan, di sungai, di suatu kerajaan, di desa, atau di gunung. Latar Waktu Latar waktu adalah waktu terjadinya peristiwa dalam dongeng, misalnya pagi hari, malam hari, saat matahari terbit, setahun yang lalu, atau beberapa tahun yang lalu. latar Suasana Latar suasana merupakan penjelasan mengenai suasana saat peristiwa dalam dongeng terjadi.Contoh latar suasana misalnya suasana menyedihkan, menggembirakan, mendung, matahari bersinar terik, gelap gulita, atau angin bertiup sepoi-sepoi. \u00a0 Tema Tema atau topik adalah ide pokok yang mendasari penulisan cerita. Tokoh Tokoh adalah pelaku dalam cerita. Dalam dongeng tokoh dapat berupa manusia, tumbuhan, hewan, maupun benda-benda mati seperti sandal, sepatu, balon, dan sebagainya. Watak tokoh dalam dongeng Tokoh dalam dongeng memiliki sifat yang berbeda-beda, misalnya baik, jahat, pemalas, rajin, suka berbohong, jujur, licik, pemarah, sabar, atau pendendam. Tokoh yang sifatnya baik, biasa disebut tokoh protagonis, sedangkan tokoh yang sifatnya jahat, disebut tokoh antagonis. Amanat dalam dongeng Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca dalam dongeng. Pesan tersebut biasanya berupa nasehat atau perbuatan bijak yang seharusnya dilakukan. Wawancara. Wawancara adalah percakapan antara dua pihak yang ditujukan untuk mencari keterangan. Persiapan sebelum Wawancara. Persiapan sebelum wawancara, antara lain: a) Membuat jadwal atau janji dengan narasumber, kapan dan di mana wawancara berlangsung. b) Mempersiapkan garis besar hal-hal yang akan ditanyakan pada narasumber. c) Mempersiapkan alat pencatat atau perekam yang berfungsi dengan baik. Tahap-tahap Wawancara : a, Tahap pembukaan : 1) Pewawancara memperkenalkan diri dengan menyebutkan asal sekolah. 2) Pewawancara mengemukakan maksud dan tujuan wawancara. b. Tahap inti :\u00a0Pewawancara mengajukan pertanyaan sesuai yang telah dirancang. Pertanyaan ini diajukan secara jelas, teratur dan sopan. c. Tahap akhir : 1) Akhiri wawancara dengan kesan yang baik dan menyenangkan. 2) Pewawancara mengucapkan terima kasih dan berpamitan dengan sopan. 3) Saat berwawancara jangan lupa menulis biodata narasumber. Cantumkan dalam laporan hasil wawancara kamu. Misalnya: Nama : Usia : Jenis Kelamin : Pekerjaan : Alamat : Tips Berwawancara: Basa-Basi! Sebuah wawancara, tidak dapat dilaksanakan begitu saja. Kamu perlu berbasa-basi terlebih dahulu agar\u00a0 narasumber yang kamu wawancarai tidak merasa canggung, karena banyak narasumber yang belum terbiasa berhadapan dengan mikrofon atau ucapannya direkam ke dalam kaset rekorder. Dalam kesempatan berbasa-basi itu, kamu dapat menanyakan namanya, bagaimana pengucapannya, dan dengan apa ia lebih suka dipanggil: Saudara, Mas\/Mbak, Bapak\/Ibu, Tante\/Om, dan sebagainya. Surat Undangan. Surat undangan merupakan surat yang berisi permintaan untuk menghadiri suatu acara, seperti rapat, pengajian, pernikahan atau pesta ulang tahun. Surat undangan dapat dibedakan menjadi dua , yaitu surat undangan resmi dan surat undangan tidak resmi. Surat undangan resmi merupakan jenis surat undangan yang dikirim oleh istansi atau lembaga kepada intansi lain atau seseorang. Surat undangan resmi sangat memperhatikan penggunaan bahasa, sehingga surat undangan resmi lebih banyak menggunakan bahasa baku. Surat undangan resmi juga disertakan dengan kop surat. Kop surat merupakan identitas dari lembaga atau instansi pengirim surat. Kop surat undang resmi bisanya disertakan dengan logo dari instansi tersebut. Surat undangan resmi dalam setiap surat yang keluar selalu disertai dengan nomor surat sesuai dengan agenda surat pada instansi tersebut. Di akhir penutup surat undangan resmi selalu disertai dengan cap dan tanda tangan dari kepala intansi terebut. Berikut ini contoh surat undangan resmi yang dapat membantu anda memahami surat undangan resmi. Apa yang kami sajikan diatas adalah bentuk dari surat undangan resmi. Berikut ini keterangan nomor dalam surat tersebut : - Kop surat\/kepala surat. - Tanggal penulisan surat. - Nomor surat. - Hal. - Lampiran jika ada. - Alamat yang dituju. - Salam pembuka. - Isi surat. - Salam penutup. - Nama wakil instansi atau lembaga yang mengundang. - Tanda tangan. - Nama terang wakil instansi yang mengundang. Selanjutnya jenis surat undangan tidak resmi. Surat undangan tidak resmi lebih umum dikirim antar personal. Sifat surat ini tidak resmi sehingga bahasa yang digunakan dalam jenis surat ini juga tidak memperhatikan kaedah berbahasa. Karena sifatnya yang tidak resmi, memungkinkan bahasa yang digunakan lebih akrab dan tidak kaku. Dalam surat undangan tidak resmi sedikit ada perbedaan antara surat tersebut. Surat tidak resmi tidak disertai dengan kop surat. Surat undangan tidak resmi juga tidak disertai dengan nomor surat. Karena bersifat antar perorangan yang tidak terlalu resmi jadi nomor surat tidak perlu dibuat. Berbeda dengan surat undangan resmi yang dikirim oleh intansi. Isi surat juga bersifat sangat kekeluargaan dan penuh dengan keakraban. Berikut ini susunan dari surat undangan tidak resmi : - Alamat yang dituju. - Salam pembuka. - isi surat. - Salam penutup. - Nama terang penulis surat. Puisi . Pengertian Puisi :\u00a0Puisi merupakan karya sastra yang menggunakan kata-kata indah dan kaya makna. Karya sastra yang singkat, padat, dan menggunakan bahasa yang indah. Singkat karena diungkapkan tidak panjang lebar seperti prosa. Padat, maksudnya puisi digarap dengan pilihan kata yang mengandung kekuatan rasa dan makna. Yakni dengan memilih kata yang mempunyai majas, lambang, rima, sajak dan ungkapan yang menarik. Jadi, puisi berbeda dengan bahasa keseharian. Unsur-unsur puisi antara lain: a) Tema, yaitu pokok persoalan yang akan diungkapkan oleh penyair. Tema ini tersirat dalam keseluruhan isi puisi. b) Rasa, yaitu sikap penyair terhadap pokok persoalan yang terkandung di dalam puisi. c) Nada, yaitu sikap penyair terhadap pembacaannya. Nada berkaitan erat dengan tema dan rasa. Hal ini ditunjukkan dengan adanya sikap merayu, mengadu, mengkritik, dan sebagainya. d) Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair dalam puisi itu. Jenis-jenis Puisi :\u00a0 a) Jenis-jenis puisi berdasarkan bentuknya: Puisi yang terkait aturan-aturan bait dan baris. Antara lain: pantun, syair, dan soneta. Dikenal juga puisi yang berbentuk distikon, terzina, kuatren, kuint, sektet, septima, dan oktaf. Puisi bebas yaitu puisi yang tidak terikat oleh aturan-aturan bait, baris, maupun rima. Contoh: puisi karangan Chairil Anwar, Taufik Ismail, W.S. Rendra. b. Jenis puisi berdasarkan zamannya: 1) Puisi lama :\u00a0 Puisi lama adalah puisi yang merupakan peninggalan sastra melayu lama. Puisi lama terdiri atas puisi asli dan puisi pengaruh asing. Contoh puisi asli masyarakat melayu adalah pantun dan contoh puisi asing pengaruh bahasa Arab adalah syair. Yang termasuk puisi lama adalah: a) Pantun (puisi lama) :\u00a0 Pantun merupakan salah satu jenis karya sastra lama yang berbentuk puisi. Sebagaimana bentuk puisi lainnya, pantun mementingkan keindahan bahasa, pemadatan makna kata, serta bentuk penulisannya yang berbait-bait. Ciri-ciri pantun: 1) Satu bait terdiri atas empat baris; 2) Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi; 3) Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata; 4) Rima akhir berpola a-b-a-b. b) Syair (puisi lama). Syair termasuk dalam jenis puisi lama. Hampir sama dengan pantun, syair terikat akan aturan-aturan baku. Ciri-cirinya adalah: 1) Setiap bait terdiri atas empat baris; 2) Setiap baris terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata; 3) Syair tidak memiliki sampiran, semua barisnya merupakan isi; 4) Rima akhir berpola a-a-a-a. c. Mantra, yaitu puisi yang mengandung kekuatan gaib. d. Talibun, yaitu pantun yang tediri atas 6, 8 atau 10 baris. e. Karmina (pantun kiat), yaitu pantun yang hanya terdiri atas 2 baris. 2, Puisi baru : Puisi baru adalah puisi yang lahir pada tahun dua puluhan. Menurut bentuknya. puisi baru terdiri atas: a) Distikon, sajak dua seuntai. b) Terzina, sajak tiga seuntai. c) Kuatren, sajak empat seuntai. d) Kuint, sajak lima seuntai. e) Sektet, sajak enam seuntai. f) Septima, sajak tujuh seuntai. g) Stanza, sajak delapan seuntai. h) Soneta, sajak empat belas seuntai. Soneta adalah bentuk puisi yang berasal\u00a0dari Italia. Masuknya soneta ke Indonesia dimulai sekitar zaman angkatan\u00a0pujangga baru. Pelopor soneta adalah Moh. Yamin dan Rustam Effendi. Ciri-ciri soneta adalah: 1) Terdiri dari 14 baris; 2) Terbagi atas dua kuatren (oktaf) dan dua terzina (sektet); 3) Oktaf sebagai sampiran dan sektet merupakan kesimpulannya. c, Jenis puisi berdasarkan isinya: 1) Romansa, yaitu puisi yang berisi curahan cinta. 2) Elegi, yaitu puisi yang berisikan cerita sedih (dukacita). 3) Ode, yaitu puisi yang berisikan sanjungan kepada tokoh (pahlawan). 4) Himne, yaitu puisi yang berisikan doa dan pujian kepada Tuhan. 5) Epigram, yaitu puisi berisikan slogan, semboyan, untuk membangkitkan perjuangan dan semangat hidup. 6) Satire, yaitu puisi yang berisikan kisah atau cerita. Membacakan Puisi. Membaca puisi berbeda dengan membaca teks bacaan. Membaca puisi harus tahu lafal, jeda serta intonasi. - Lafal : cara pengucapan bunyi. - Jeda : hentian sebentar dalam ujaran. - Intonasi : ketepatan penyajian tinggi rendah nada. - Ekspresi : mimik wajah yang menunjukkan perasaan hati (senang, sedih, bahagia, marah). Contoh Puisi :\u00a0 Ilmu -\u00a0Karya : S. Nadrotul Ain. Ilmu semua orang, Memerlukanmu, Aku belajar dengan tekun, Untuk mendapatkanmu. Buku adalah sumbermu, Bagai makanan, Yang kusantap setiap waktu. Tanpamu ilmu, Aku tak berguna, Di dunia ini. Pengertian Membaca Memindai Apakah yang dimaksud dengan membaca memindai? Membaca memindai\u00a0adalah membaca selayang pandang untuk menemukan informasi yang kamu cari. Membaca memindai dilakukan ketika membaca buku berindeks, seperti kamus, buku telepon, atau eksiklopedi.\u00a0 Buku tersebut disusun secara alfabetis berdasarkan urutan abjad dan di dalamnya selalu terdapat indeks atau petunjuk agar pembaca dengan mudah menemukan informasi yang dicarinya. Sebagai gambaran, apabila kamu membuka salah satu halaman kamus, kamu akan menemukan kata yang terletak pada sudut kiri atau kanan atas. Kata yang terletak pada sudut kiri atas merupakan kata pertama yang diuraikan pada halaman tersebut. Kata yang terletak pada sudut kanan atas merupakan kata terakhir yang diuraikan pada halaman tersebut. Hal tersebut juga berlaku dalam mencari informasi pada buku telepon dan buku lain yang berindeks. Tujuan Membaca Memindai Dalam kehidupan sehari-hari, teknik membaca memindai digunakan dengan tujuan, antara lain\u00a0menemukan topik tertentu, memilih acara tertentu, menemukan kata dalam kamus, mencari nomor telepon dalam buku petunjuk telepon, dan mencari entri pada indeks. Langkah-langkah dan Cara Membaca Memindai Ensiklopedia atau Buku Telepon Secara umum,\u00a0Cara membaca Memindai\u00a0adalah cara membaca secara cepat dari atas halaman hingga kebawah tanpa memperhatikan makna kalimat yang terkandung dalam baris-baris atau paragraf tersebut. Yang penting tujuannya tercapai yaitu mencari kata atau penggalan kata kalam satu tulisan yang panjang. Cara kerja cara membaca memindai ini mirip jika kita menggunakan perintah \u201cfind\u201d di komputer. Cara kerja membaca memindai ini dilakukan dengan cara membaca dari atas tetapi pusat pandangan tidak boleh berpindah-pindah dari kiri kekanan. Tetapi usahakan selalu terpusat ditengah-tengah bagian atas. Dengan melebarkan sudut pandangan kita maka kita akan dapat melihat semua kata dihalaman mulai dari kiri sampai yang paling kanan. Sehingga kita dapat membaca sekaligus seluruh kalimat dalam waktu kira-kira seperempat detik dalam satu baris. Artinya kita akan dapat membaca empat bari dalam satu detik atau mungkin kurang dari satu detik. Kita tentukan apa kata yang hendak kita cari dari buku tersebut, dan kita mulai membaca seperti yang diterangkan diatas mulai dari baris yang paling atas sampai yang paling bawah mencari kata yang telah ditentukan. Setelah bertemu dengan kata yang dicari maka ditandai. Kalau perlu catat no halamannya dan paragraf keberapa ini penting untuk mencari ulang, kita akan dengan mudah dapat menemukan kata yang dimaksud. Cara kerja Membaca Memindai Anda harus tahu apa yang anda cari. Tetapkan dulu satu kata atau penggalan kata yang menjadi kata kunci. Cari dihalaman mana anda dapat menemukan kata kunci tersebut, pergunakan indeks, yang ada dihalaman lampiran belakang buku. Persempit wilayah pencarian jika tidak ada indeks, maupun ada indeks dibuku, dengan cara membaca didaftar isi. Jika anda menemukan nomor halaman di daftar indeks, periksa ulang nomor halaman tersebut di halaman daftar isi, ketahui pada Judul Bab dan Sub Judul apa nomor halaman itu berada. Perkirakan apakah sesuai kata kunci dan pemikiran yang kita cari dibawah Judul atau Sub Judul tersebut? Baca Pindai halaman yang di temukan dan apabila ditemukan kata kunci yang dimaksud, baca satu kalimat tempat kata kunci tersebut berada. Langkah-langkah Cara Membaca Memindai Kamus Kamus merupakan buku yang memuat perbendaharaan kata dan makna suatu bahasa tertentu yang idealnya tidak terbatas jumlahnya. Untuk mempercepat menemukan kata yang dicari, terlebih dahulu pembaca harus mempelajari kamus tersebut. Beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk mencari kata dan maknanya dalam kamus dengan teknik membaca memindai adalah sebagai berikut. Menentukan kata yang akan dicari maknanya. Mencari kata tersebut dengan langsung membuka halaman pertama yang mengandung huruf awal dari kata yang dicari. Misalnya, mencari makna kata silogisme. Pembaca langsung membuka halaman pertama yang berhuruf awal s. Untuk memudahkannya, pembaca dapat memanfaatkan pembatas huruf yang ada pada kamus. Setelah itu, pembaca memindai halaman tersebut ke halaman berikutnya sampai menemukan kata silogisme. Setelah menemukan, lalu membaca dengan teliti makna kata tersebut. Dalam membaca kamus, pembaca perlu memerhatikan petunjuk berikut. Memerhatikan ejaan kata tersebut dengan saksama. Memerhatikan cara pengucapan, panjang pendeknya, dan tekanannya. Memerhatikan asal usul katanya, biasanya ditulis dalam kurung. Tidak cepat memilih suatu makna kata karena satu kata kadang mempunyai makna lebih dari satu dan diperinci dengan angka 1, 2, 3. Memerhatikan contoh kalimat yang dapat memperjelas makna kata yang dicari. Untuk dapat cepat menemukan makna kata yang dicari, hendaknya memerhatikan petunjuk yang ada pada setiap halaman.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><br \/>\n<iframe width=\"480\" height=\"170\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/0KlTFnRKM7E\" frameborder=\"0\" allow=\"autoplay; encrypted-media\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Membuat Tanggapan.<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Tanggapan<\/i><\/b>\u00a0adalah pendapat ataupun reaksi seseorang setelah melihat,mendengar ataupun merasakan sesuatu. Tanggapan dapat berupa persetujuan, sanggahan, pertanyaan, atau pendapat. Semua tanggapan harus disampaikan dengan sopan. Dalam menanggapi suatu permasalahan harus disertai jalan keluar (solusi).\u00a0<\/span><\/p>\n<div>\n<div>\n<div><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Alasan<\/i><\/b>\u00a0adalah suatu hal yang diungkapkan untuk mengokohkan pendapat yang bersifat opini yg dipakai untuk menguatkan pendapat.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Saran<\/i><\/b>\u00a0sama dengan usulan, yakni menanggapi tindakan atau pendapat orang lain berupa usulan yang menurut pemberi saran adalah yang terbaik atau lebih baik dari sebelumnya.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"color: #000000;\"><a style=\"color: #000000;\" name=\"more\"><\/a>Untuk memberikan pendapat yang terdapat pada sebuah permasalahan atau yang disampaikan oleh seseorang, kamu dapat menanyakannya dengan pertanyaan berikut.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<blockquote class=\"tr_bq\"><p><span style=\"color: #000000;\">1.\u00a0<b>Apa<\/b>\u00a0yang menjadi permasalahan?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2.\u00a0<b>Siapa<\/b>\u00a0yang menjadi pokok pembicaraan?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3.\u00a0<b>Di mana<\/b>\u00a0hal itu terjadi?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4.\u00a0<b>Kapan<\/b>\u00a0hal itu terjadi?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 5.\u00a0<b>Mengapa<\/b>\u00a0hal itu terjadi?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 6.\u00a0<b>Bagaimana<\/b>\u00a0penyelesaiannya?<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kamu harus bertanya jika ingin tahu. Misalnya, kamu bisa bertanya\u00a0kepada narasumber. Narasumber adalah orang yang tahu di bidangnya.\u00a0Saat bertanya tentu ada hal yang kamu tanggapi. Dalam\u00a0 memberikan\u00a0tanggapan, gunakan bahasa yang santun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pernah melakukan kegiatan pertanian? Pupuk apa yang kamu gunakan? Kimia atau organis? Pupuk kimia membawa akibat negatif bagi\u00a0kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, gunakan pupuk buatan yaitu\u00a0kompos dan kotoran hewan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pemakaian pestisida (obat pembunuh serangga) kimia secara\u00a0terus-menerus dapat mematikan hewan tanah, seperti cacing dan jasad\u00a0renik (hewan pengurai) penyubur tanah. Penyemprotan pestisida dapat\u00a0juga mematikan serangga yang berguna, seperti serangga penyerbuk,\u00a0yaitu kupu-kupu dan lebah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bagaimana tanggapanmu mengenai masalah ini? Ya, seharusnya\u00a0dalam pertanian tidak perlu menggunakan pupuk kimia ataupun pestisida\u00a0kimia. Hal ini akan merusak hewan-hewan yang bermanfaat untuk\u00a0tanaman. Oleh karena itu, petani seharusnya menggunakan pupuk buatan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> atau kompos. Sebagai pengganti pestisida kimia, kita dapat menggunakan\u00a0pengendalian hayati<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apakah kamu pernah memberi saran? Saran yang baik sangat\u00a0berguna. Jika menemukan sebuah masalah, kamu wajib memberi saran\u00a0pemecahan. Hal ini penting. Misalnya,\u00a0ada seorang teman yang suka\u00a0memetik bunga milik orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Padahal, bunga itu dirawat dengan\u00a0baik. Selain itu, tanaman untuk\u00a0memperindah lingkungan. Apa yang\u00a0kamu lakukan? Ya, berilah saran\u00a0kepadanya. Sebaiknya, dia tidak\u00a0melakukan perbuatan itu lagi. Bunga\u00a0itu bukan milik temanmu. Jika dipetik,\u00a0tanaman itu akan berkurang keindahannya.\u00a0Selain itu, pemilik tanaman\u00a0akan sedih bahkan marah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika seorang teman berbuat kesalahan, sebagai teman yang baik\u00a0kamu harus memberi saran. Hal ini dilakukan agar temanmu tidak\u00a0mengulang kesalahan yang sama. Dalam memberikan saran, sebaiknya\u00a0kamu menggunakan bahasa yang santun dan alasan yang masuk akal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perhatikan contoh berikut!<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Temanmu membuang limbah cucian di sungai. Padahal di sungai\u00a0itu banyak ikan. Apa yang harus kamu lakukan?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Saran: Aku akan mengingatkan agar temanku tidak membuang\u00a0limbah di sungai. Ikan-ikan bisa mati. Aku akan berkata, \u201cMaaf\u00a0teman, sebaiknya kamu tidak membuang limbah di sungai.\u00a0Lihat, sungai ini banyak ikan. Ikan-ikan ini bisa mati. Kalau\u00a0ikan-ikan mati, kita tidak dapat mencari ikan di sungai ini.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kegiatan bertanya itu disebut wawancara. Orang yang kamu tanya\u00a0disebut narasumber. Aku harus mendengarkan penjelasan\u00a0narasumber dengan saksama. Jadi, aku dapat menanggapi\u00a0penjelasan narasumber dengan memperhatikan santun berbahasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tanggapan dapat bermacam-macam. Tanggapan dapat berupa\u00a0saran, usul, atau kritikan. Sebelum menanggapi sesuatu, aku harus\u00a0menemukan masalahnya. Kemudian, aku memberikan saran.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Saran yang disampaikan harus menggunakan bahasa yang santun\u00a0dan alasan yang masuk akal.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Menceritakan hasil pengamatan.<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kata Kunci: Menentukan objek pengamatan \u2013 Mencatat hal-hal penting \u2013 Menulis hasil pengamatan \u2013 menceritakan hasil pengamatan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1, Menentukan objek pengamatan :\u00a0Sebelum melakukan pengamatan, kamu harus menentukan sesuatu yang akan kamu amati. Sesuatu yang akan diamati disebut objek pengamatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2, Mencatat hal-hal penting :\u00a0Pada saat melakukan pengamatan, cobalah mencatat peristiwa atau perihal yang telah kamu tentukan. Hal yang kamu amati itu, misalnya, kepadatan lalu lintas\u00a0di jalan raya dekat sekolahmu. Untuk itu kamu harus mencatat orang dan kendaraan yang lewat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3, Menyunting laporan :\u00a0Laporan yang baik menggunakan bahasa yang tidak berbelit-belit, efektif, dan struktur kalimat yang tepat. Dengan demikian, para pembaca lebih mudah mengetahui isi laporan. Struktur kalimat yang salah dalam laporan dapat diperbaiki. Memperbaiki kalimat dalam laporan merupakan kegiatan menyunting. Dengan kata lain, menyunting adalah kegiatan memeriksa dan memperbaiki naskah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menyunting dapat dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut :\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> a) Ketepatan penulisan huruf, kata, lambang bilangan, serta ketepatan penggunaan tanda baca.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> b) Ketepatan penggunaan kata-kata untuk mengungkapkan suatu maksud sesuai situasi dan kondisi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> c) Keefektifan kalimat untuk mewakili gagasan atau perasaan penulis yang ingin disampaikan kepada pembaca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Contoh :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hasil pengamatan Taman Kota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hari, tanggal : Minggu, 15 Januari\u00a0 2018.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Lokasi pengamatan : Taman Kota.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Pengamat : Amran dan Fitri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hasil pengamatan:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1) Daerah taman itu difungsikan kembali sebagai tempat berekreasi umum dan paru-paru kota.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2) Berbagai pembenahan dilaksanakan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3) Air mancur yang berada di tengah taman yang selama ini mogok mulai dihidupkan kembali.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4) Tempat duduk diperbaiki dan dilengkapi dengan pohon pelindung.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 5) Ketertiban di taman dilaksanakan secara ketat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 6) Kini taman telah difungsikan kembali.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 7) Para pengunjung silih berganti mendatangi taman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">4, Menceritakan hasil pengamatan :\u00a0Setelah dilengkapi hingga berbentuk seperti diatas kita dapat menceritakannya dengan runtut dan benar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tugas :\u00a0Kamu dapat membentuk sebuah kelompok yang terdiri atas 3-5 orang. Bersama kelompokmu, cobalah untuk membuat sebuah laporan pengamatan kondisi perpustakaan, kantin atau tempat-tempat yang dirasa menarik di sekitar sekolahmu. Kemudian tunjukkan salah satu temanmu untuk menceritakan hasil pengamatannya di depan kelas.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Cerita Rakyat.<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Ringkasan Materi Unsur-unsur Cerita Rakyat.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cerita rakyat merupakan cerita kuno yang beredar di masyarakat. Dimana cerita tersebut mengisahkan tentang kejadian sesuatu atau asal usul sebuah tempat. Di masyarakat cerita rakyat lebih dikenal dengan nama dongeng.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada beberapa jenis dongeng yang perlu anda ketahui, antara lain :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>1, Fabel.<\/b><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Fabel merupakan cerita rekaan yang isinya mengisahkan tentang binatang. Dimana tokoh binatang dalam cerita tersebut mampu berbuat dan berbicara seperti manusia. Di dalam masyaraka sekarang ini banyak kita temukan animasi kartun yang binatang yang bisa berbicara. Beberapa contoh fabel seperti : Si Kancil, Monyet dan Kura-kura, dan masih banyak lagi di tiap daerah yang memiliki cerita yang bertemakan binatang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>2, Legenda.<\/b><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Legenda adalah cerita rekaan yang dihubungkan dengan tempat terjadinya suatu tempat. Contoh :\u00a0Terjadinya Rawa Pening, Terjadinya Gunung Tangkupan Perahu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>3, Sage.<\/b><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Sage adalah cerita rekaan yang dihubungkan dengan sejarah. Contoh : Saur Sepuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>4, Mite.<\/b><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Mite adalah cerita rekaan yang dikaitkan dengan kepercayaan terhadap dewa-dewa dan roh.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> contoh mite adalah cerita Nyai Roro Kidul<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>5, Parabel.<\/b><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Parabel adalah cerita perumpamaan yang di dalamnya berisikan kiasan-kiasan yang bersifat mendidik. \u00a0Contoh cerita bawang merah dan bawang putih<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam cerita rakyat sudah pasti kita akan menemukan beberapa unsur di dalamnya. Adapun unsur-unsur cerita rakyat adalah sebagai berikut :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>1, Tokoh.<\/b><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Tokoh dalam cerita rakyat adalah para pemain atau pelaku dalam cerita. Tokoh dalam cerita rakyat memiliki sifat, tingkah laku yang berbeda satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>2, Latar.<\/b><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Latar marupakan tempat kejadian peristiwa. Latar dalam cerita rakyat sangat beragam. Latar dalam cerita rakyat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu : latar tempat, latar waktu dan latar suasana. Latar tempat misalnya : di desa, di hutan, di sungai, di pantai, di sawah dan tempat lainnya. Latar waktu misalnya : pagi hari, siang hari, sore hari atau malam hari. Latar suasana misalnya : menggembirakan, mencekam, menegangkan, mengerikan, menyedihkan, atau mengharukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>3, Alur.<\/b><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Alur merupakan jalannya cerita dimana memiliki hubungan sebab akibat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>4, Amanat.<\/b><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan dari pengarang kepada pembaca. Pesan disini bisa berupa nasihat yang diperoleh oleh pembaca setelah membaca cerita tersebut<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikian ringkasan singkat tentang jenis dan unsur cerita rakyat yang bisa kami sampaikan kali ini. Semoga ringkasan ini bisa menjadi referensi bagi guru kelas khususnya guru kelas5 sekolah dasar yang sedang dan akan mengajarkan materi cerita rakyat kepada siswa kelas 5.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Unsur-unsur dalam cerita rakyat antara lain :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Latar<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Latar suatu cerita, dalam hal ini dongeng, dapat berupa latar tempat, latar waktu, maupun suasana.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Latar Tempat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Latar tempat merupakan keterangan dalam cerita yang menjelaskan tempat terjadinya peristiwa dalam cerita.Contoh latar tempat dalam cerita misalnya di hutan, di sungai, di suatu kerajaan, di desa, atau di gunung.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Latar Waktu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Latar waktu adalah waktu terjadinya peristiwa dalam dongeng, misalnya pagi hari, malam hari, saat matahari terbit, setahun yang lalu, atau beberapa tahun yang lalu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">latar Suasana<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Latar suasana merupakan penjelasan mengenai suasana saat peristiwa dalam dongeng terjadi.Contoh latar suasana misalnya suasana menyedihkan, menggembirakan, mendung, matahari bersinar terik, gelap gulita, atau angin bertiup sepoi-sepoi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<div><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tema<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Tema atau topik adalah ide pokok yang mendasari penulisan cerita.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tokoh<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Tokoh adalah pelaku dalam cerita. Dalam dongeng tokoh dapat berupa manusia, tumbuhan, hewan, maupun benda-benda mati seperti sandal, sepatu, balon, dan sebagainya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Watak tokoh dalam dongeng<\/span>\n<div><span style=\"color: #000000;\">Tokoh dalam dongeng memiliki sifat yang berbeda-beda, misalnya baik, jahat, pemalas, rajin, suka berbohong, jujur, licik, pemarah, sabar, atau pendendam. Tokoh yang sifatnya baik, biasa disebut tokoh protagonis, sedangkan tokoh yang sifatnya jahat, disebut tokoh antagonis.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Amanat dalam dongeng<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca dalam dongeng. Pesan tersebut biasanya berupa nasehat atau perbuatan bijak yang seharusnya dilakukan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Wawancara.<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Wawancara adalah percakapan antara dua pihak yang ditujukan untuk mencari keterangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Persiapan sebelum Wawancara.<br \/>\n<\/strong>Persiapan sebelum wawancara, antara lain:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> a) Membuat jadwal atau janji dengan narasumber, kapan dan di mana wawancara berlangsung.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> b) Mempersiapkan garis besar hal-hal yang akan ditanyakan pada narasumber.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> c) Mempersiapkan alat pencatat atau perekam yang berfungsi dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tahap-tahap Wawancara :<br \/>\n<\/strong><em>a, Tahap pembukaan :<br \/>\n<\/em>1) Pewawancara memperkenalkan diri dengan menyebutkan asal sekolah.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2) Pewawancara mengemukakan maksud dan tujuan wawancara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>b. Tahap inti :\u00a0<\/em>Pewawancara mengajukan pertanyaan sesuai yang telah dirancang. Pertanyaan ini diajukan secara jelas, teratur dan sopan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>c. Tahap akhir :<br \/>\n<\/em>1) Akhiri wawancara dengan kesan yang baik dan menyenangkan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2) Pewawancara mengucapkan terima kasih dan berpamitan dengan sopan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3) Saat berwawancara jangan lupa menulis biodata narasumber.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cantumkan dalam laporan hasil wawancara kamu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Misalnya:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Nama :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Usia :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Jenis Kelamin :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Pekerjaan :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Alamat :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tips Berwawancara:<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Basa-Basi!<br \/>\n<\/strong><em>Sebuah wawancara, tidak dapat dilaksanakan begitu saja. Kamu perlu berbasa-basi terlebih dahulu agar\u00a0 narasumber yang kamu wawancarai tidak merasa canggung, karena banyak narasumber yang belum terbiasa berhadapan dengan mikrofon atau ucapannya direkam ke dalam kaset rekorder. Dalam kesempatan berbasa-basi itu, kamu dapat menanyakan namanya, bagaimana pengucapannya, dan dengan apa ia lebih suka dipanggil: Saudara, Mas\/Mbak, Bapak\/Ibu, Tante\/Om, dan sebagainya.<\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Surat Undangan.<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Surat undangan merupakan surat yang berisi permintaan untuk menghadiri suatu acara, seperti rapat, pengajian, pernikahan atau pesta ulang tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Surat undangan dapat dibedakan menjadi dua , yaitu surat undangan resmi dan surat undangan tidak resmi. Surat undangan resmi merupakan jenis surat undangan yang dikirim oleh istansi atau lembaga kepada intansi lain atau seseorang. Surat undangan resmi sangat memperhatikan penggunaan bahasa, sehingga surat undangan resmi lebih banyak menggunakan bahasa baku. Surat undangan resmi juga disertakan dengan kop surat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kop surat merupakan identitas dari lembaga atau instansi pengirim surat. Kop surat undang resmi bisanya disertakan dengan logo dari instansi tersebut. Surat undangan resmi dalam setiap surat yang keluar selalu disertai dengan nomor surat sesuai dengan agenda surat pada instansi tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di akhir penutup surat undangan resmi selalu disertai dengan cap dan tanda tangan dari kepala intansi terebut. Berikut ini contoh surat undangan resmi yang dapat membantu anda memahami surat undangan resmi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apa yang kami sajikan diatas adalah bentuk dari surat undangan resmi. Berikut ini keterangan nomor dalam surat tersebut :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Kop surat\/kepala surat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Tanggal penulisan surat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Nomor surat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Hal.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Lampiran jika ada.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Alamat yang dituju.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Salam pembuka.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Isi surat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Salam penutup.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Nama wakil instansi atau lembaga yang mengundang.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Tanda tangan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Nama terang wakil instansi yang mengundang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya jenis surat undangan tidak resmi. Surat undangan tidak resmi lebih umum dikirim antar personal. Sifat surat ini tidak resmi sehingga bahasa yang digunakan dalam jenis surat ini juga tidak memperhatikan kaedah berbahasa. Karena sifatnya yang tidak resmi, memungkinkan bahasa yang digunakan lebih akrab dan tidak kaku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam surat undangan tidak resmi sedikit ada perbedaan antara surat tersebut. Surat tidak resmi tidak disertai dengan kop surat. Surat undangan tidak resmi juga tidak disertai dengan nomor surat. Karena bersifat antar perorangan yang tidak terlalu resmi jadi nomor surat tidak perlu dibuat. Berbeda dengan surat undangan resmi yang dikirim oleh intansi. Isi surat juga bersifat sangat kekeluargaan dan penuh dengan keakraban. Berikut ini susunan dari surat undangan tidak resmi :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Alamat yang dituju.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Salam pembuka.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; isi surat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Salam penutup.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Nama terang penulis surat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\">Puisi .<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pengertian Puisi :\u00a0Puisi merupakan karya sastra yang menggunakan kata-kata indah dan kaya makna. Karya sastra yang singkat, padat, dan menggunakan bahasa yang indah. Singkat karena diungkapkan tidak panjang lebar seperti prosa. Padat, maksudnya puisi digarap dengan pilihan kata yang mengandung kekuatan rasa dan makna. Yakni dengan memilih kata yang mempunyai majas, lambang, rima, sajak dan ungkapan yang menarik. Jadi, puisi berbeda dengan bahasa keseharian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Unsur-unsur puisi antara lain:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> a) Tema, yaitu pokok persoalan yang akan diungkapkan oleh penyair. Tema ini tersirat dalam keseluruhan isi puisi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> b) Rasa, yaitu sikap penyair terhadap pokok persoalan yang terkandung di dalam puisi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> c) Nada, yaitu sikap penyair terhadap pembacaannya. Nada berkaitan erat dengan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> tema dan rasa. Hal ini ditunjukkan dengan adanya sikap merayu, mengadu, mengkritik, dan sebagainya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> d) Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair dalam puisi itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis-jenis Puisi :\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> a) Jenis-jenis puisi berdasarkan bentuknya:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Puisi yang terkait aturan-aturan bait dan baris. Antara lain: pantun, syair, dan soneta. Dikenal juga puisi yang berbentuk distikon, terzina, kuatren, kuint, sektet, septima, dan oktaf.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Puisi bebas yaitu puisi yang tidak terikat oleh aturan-aturan bait, baris, maupun rima. Contoh: puisi karangan Chairil Anwar, Taufik Ismail, W.S. Rendra.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b. Jenis puisi berdasarkan zamannya:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1) Puisi lama :\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Puisi lama adalah puisi yang merupakan peninggalan sastra melayu lama. Puisi lama terdiri atas puisi asli dan puisi pengaruh asing. Contoh puisi asli masyarakat melayu adalah pantun dan contoh puisi asing pengaruh bahasa Arab adalah syair. Yang termasuk puisi lama adalah:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> a) Pantun (puisi lama) :\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Pantun merupakan salah satu jenis karya sastra lama yang berbentuk puisi. Sebagaimana bentuk puisi lainnya, pantun mementingkan keindahan bahasa, pemadatan makna kata, serta bentuk penulisannya yang berbait-bait.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ciri-ciri pantun:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1) Satu bait terdiri atas empat baris;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2) Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3) Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4) Rima akhir berpola a-b-a-b.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b) Syair (puisi lama).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Syair termasuk dalam jenis puisi lama. Hampir sama dengan pantun, syair terikat akan aturan-aturan baku.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ciri-cirinya adalah:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1) Setiap bait terdiri atas empat baris;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2) Setiap baris terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3) Syair tidak memiliki sampiran, semua barisnya merupakan isi;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4) Rima akhir berpola a-a-a-a.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> c. Mantra, yaitu puisi yang mengandung kekuatan gaib.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> d. Talibun, yaitu pantun yang tediri atas 6, 8 atau 10 baris.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> e. Karmina (pantun kiat), yaitu pantun yang hanya terdiri atas 2 baris.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2, Puisi baru :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Puisi baru adalah puisi yang lahir pada tahun dua puluhan. Menurut bentuknya. puisi baru terdiri atas:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> a) Distikon, sajak dua seuntai.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> b) Terzina, sajak tiga seuntai.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> c) Kuatren, sajak empat seuntai.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> d) Kuint, sajak lima seuntai.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> e) Sektet, sajak enam seuntai.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> f) Septima, sajak tujuh seuntai.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> g) Stanza, sajak delapan seuntai.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> h) Soneta, sajak empat belas seuntai. Soneta adalah bentuk puisi yang berasal\u00a0dari Italia. Masuknya soneta ke Indonesia dimulai sekitar zaman angkatan\u00a0pujangga baru. Pelopor soneta adalah Moh. Yamin dan Rustam Effendi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ciri-ciri soneta adalah:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1) Terdiri dari 14 baris;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2) Terbagi atas dua kuatren (oktaf) dan dua terzina (sektet);<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3) Oktaf sebagai sampiran dan sektet merupakan kesimpulannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">c, Jenis puisi berdasarkan isinya:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1) Romansa, yaitu puisi yang berisi curahan cinta.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2) Elegi, yaitu puisi yang berisikan cerita sedih (dukacita).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3) Ode, yaitu puisi yang berisikan sanjungan kepada tokoh (pahlawan).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4) Himne, yaitu puisi yang berisikan doa dan pujian kepada Tuhan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 5) Epigram, yaitu puisi berisikan slogan, semboyan, untuk membangkitkan perjuangan dan semangat hidup.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 6) Satire, yaitu puisi yang berisikan kisah atau cerita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Membacakan Puisi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Membaca puisi berbeda dengan membaca teks bacaan. Membaca puisi harus tahu lafal, jeda serta intonasi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Lafal : cara pengucapan bunyi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Jeda : hentian sebentar dalam ujaran.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Intonasi : ketepatan penyajian tinggi rendah nada.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Ekspresi : mimik wajah yang menunjukkan perasaan hati (senang, sedih, bahagia, marah).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Contoh Puisi :\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ilmu &#8211;\u00a0Karya : S. Nadrotul Ain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ilmu semua orang,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Memerlukanmu,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Aku belajar dengan tekun,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Untuk mendapatkanmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Buku adalah sumbermu,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Bagai makanan,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Yang kusantap setiap waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tanpamu ilmu,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Aku tak berguna,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Di dunia ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Pengertian Membaca Memindai<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apakah yang dimaksud dengan membaca memindai?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Membaca memindai\u00a0adalah membaca selayang pandang untuk menemukan informasi yang kamu cari. Membaca memindai dilakukan ketika membaca buku berindeks, seperti kamus, buku telepon, atau eksiklopedi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Buku tersebut disusun secara alfabetis berdasarkan urutan abjad dan di dalamnya selalu terdapat indeks atau petunjuk agar pembaca dengan mudah menemukan informasi yang dicarinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebagai gambaran, apabila kamu membuka salah satu halaman kamus, kamu akan menemukan kata yang terletak pada sudut kiri atau kanan atas. Kata yang terletak pada sudut kiri atas merupakan kata pertama yang diuraikan pada halaman tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kata yang terletak pada sudut kanan atas merupakan kata terakhir yang diuraikan pada halaman tersebut. Hal tersebut juga berlaku dalam mencari informasi pada buku telepon dan buku lain yang berindeks.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Tujuan Membaca Memindai<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam kehidupan sehari-hari, teknik membaca memindai digunakan dengan tujuan, antara lain\u00a0<em><i>menemukan topik tertentu, memilih acara tertentu, menemukan kata dalam kamus, mencari nomor telepon dalam buku petunjuk telepon, dan mencari entri pada indeks.<\/i><\/em><\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Langkah-langkah dan Cara Membaca Memindai Ensiklopedia atau Buku Telepon<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Secara umum,\u00a0Cara membaca Memindai\u00a0adalah cara membaca secara cepat dari atas halaman hingga kebawah tanpa memperhatikan makna kalimat yang terkandung dalam baris-baris atau paragraf tersebut. Yang penting tujuannya tercapai yaitu mencari kata atau penggalan kata kalam satu tulisan yang panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cara kerja cara membaca memindai ini mirip jika kita menggunakan perintah \u201cfind\u201d di komputer. Cara kerja membaca memindai ini dilakukan dengan cara membaca dari atas tetapi pusat pandangan tidak boleh berpindah-pindah dari kiri kekanan. Tetapi usahakan selalu terpusat ditengah-tengah bagian atas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan melebarkan sudut pandangan kita maka kita akan dapat melihat semua kata dihalaman mulai dari kiri sampai yang paling kanan. Sehingga kita dapat membaca sekaligus seluruh kalimat dalam waktu kira-kira seperempat detik dalam satu baris.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Artinya kita akan dapat membaca empat bari dalam satu detik atau mungkin kurang dari satu detik. Kita tentukan apa kata yang hendak kita cari dari buku tersebut, dan kita mulai membaca seperti yang diterangkan diatas mulai dari baris yang paling atas sampai yang paling bawah mencari kata yang telah ditentukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah bertemu dengan kata yang dicari maka ditandai. Kalau perlu catat no halamannya dan paragraf keberapa ini penting untuk mencari ulang, kita akan dengan mudah dapat menemukan kata yang dimaksud.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"color: #000000;\">Cara kerja Membaca Memindai<\/span><\/h4>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Anda harus tahu apa yang anda cari. Tetapkan dulu satu kata atau penggalan kata yang menjadi kata kunci.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Cari dihalaman mana anda dapat menemukan kata kunci tersebut, pergunakan indeks, yang ada dihalaman lampiran belakang buku.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Persempit wilayah pencarian jika tidak ada indeks, maupun ada indeks dibuku, dengan cara membaca didaftar isi. Jika anda menemukan nomor halaman di daftar indeks, periksa ulang nomor halaman tersebut di halaman daftar isi, ketahui pada Judul Bab dan Sub Judul apa nomor halaman itu berada. Perkirakan apakah sesuai kata kunci dan pemikiran yang kita cari dibawah Judul atau Sub Judul tersebut?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Baca Pindai halaman yang di temukan dan apabila ditemukan kata kunci yang dimaksud, baca satu kalimat tempat kata kunci tersebut berada.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span style=\"color: #000000;\">Langkah-langkah Cara Membaca Memindai Kamus<\/span><\/h4>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kamus merupakan buku yang memuat perbendaharaan kata dan makna suatu bahasa tertentu yang idealnya tidak terbatas jumlahnya. Untuk mempercepat menemukan kata yang dicari, terlebih dahulu pembaca harus mempelajari kamus tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk mencari kata dan maknanya dalam kamus dengan teknik membaca memindai adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menentukan kata yang akan dicari maknanya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mencari kata tersebut dengan langsung membuka halaman pertama yang mengandung huruf awal dari kata yang dicari. Misalnya, mencari makna kata silogisme. Pembaca langsung membuka halaman pertama yang berhuruf awal s. Untuk memudahkannya, pembaca dapat memanfaatkan pembatas huruf yang ada pada kamus. Setelah itu, pembaca memindai halaman tersebut ke halaman berikutnya sampai menemukan kata silogisme.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Setelah menemukan, lalu membaca dengan teliti makna kata tersebut.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam membaca kamus, pembaca perlu memerhatikan petunjuk berikut.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memerhatikan ejaan kata tersebut dengan saksama.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memerhatikan cara pengucapan, panjang pendeknya, dan tekanannya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memerhatikan asal usul katanya, biasanya ditulis dalam kurung.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tidak cepat memilih suatu makna kata karena satu kata kadang mempunyai makna lebih dari satu dan diperinci dengan angka 1, 2, 3.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memerhatikan contoh kalimat yang dapat memperjelas makna kata yang dicari.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Untuk dapat cepat menemukan makna kata yang dicari, hendaknya memerhatikan petunjuk yang ada pada setiap halaman.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Membuat Tanggapan. Tanggapan\u00a0adalah pendapat ataupun reaksi seseorang setelah melihat,mendengar ataupun merasakan sesuatu. Tanggapan dapat berupa persetujuan, sanggahan, pertanyaan, atau pendapat. Semua tanggapan harus disampaikan dengan sopan. Dalam menanggapi suatu permasalahan harus disertai jalan keluar (solusi).\u00a0 Alasan\u00a0adalah suatu hal yang diungkapkan untuk mengokohkan pendapat yang bersifat opini yg dipakai untuk menguatkan pendapat. \u00a0 Saran\u00a0sama dengan usulan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[179,302],"tags":[415,413,416,414,420,418,412,375,411,419,374,417],"class_list":["post-3836","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd5","category-sd5-bahasa-indonesia","tag-menceritakan-pengamatan","tag-pendapat","tag-pengamatan","tag-pertanyaan","tag-puisi","tag-resmi","tag-saran","tag-surat","tag-tanggapan","tag-tidak-resmi","tag-undangan","tag-wawancara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3836"}],"version-history":[{"count":16,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3836\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3853,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3836\/revisions\/3853"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}