{"id":3384,"date":"2018-02-18T13:20:40","date_gmt":"2018-02-18T06:20:40","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=3384"},"modified":"2018-02-23T05:54:01","modified_gmt":"2018-02-22T22:54:01","slug":"sd5-tema-8-2-4-sd-6-lingkunan-sahat-kita-perubahan-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd5-tema-8-2-4-sd-6-lingkunan-sahat-kita-perubahan-lingkungan\/","title":{"rendered":"SD5 Tema 8-2 4 sd 6 Lingkungan Sahabat Kita &#8211; Perubahan Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/DHqqmAjNPWg\" width=\"480\" height=\"270\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"SD Kelas 5 Tema 8 Lingkunan Sahat Kita - Sub Tema 2 - Perubahan Lingkunan. \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Pembelajaran 4. Dalam Pembelajaran 3 disebutkan jenis usaha ekonomi yang dilakukan secara perorangan. Bagaimana dengan jenis usaha ekonomi yang dilakukan secara kelompok? \u00a0 Judul Bacaan : Usaha Ekonomi yang Dikelola Kelompok. Pada Pembelajaran 3 telah dibahas usaha ekonomi perorangan. Ada pula usaha ekonomi yang dikelola secara berkelompok. Usaha ekonomi kelompok ini dikelola secara bersama, baik modal, pengelolaan, maupun keuntungan. Bentuk usaha ekonomi bersama sebagai berikut. 1) Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau perusahaan negara yaitu sebuah perusahaan yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki negara. BUMN dapat berbentuk perusahaan umum (perum) dan perseroan terbatas (persero). BUMN bergerak di bidang usaha yang bersifat strategis atau vital, misalnya bidang energi listrik dan telekomunikasi. Di Indonesia juga terdapat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau perusahaan daerah. BUMD merupakan perusahaan yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki pemerintah daerah. Apa sajakah tujuan pendirian BUMD? Tujuan pendirian BUMD sebagai berikut. a) Ikut melaksanakan pembangunan ekonomi daerah dan pembangunan ekonomi nasional. b) Memenuhi kebutuhan rakyat dan menyediakan lapangan kerja untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. \u00a0 2)\u00a0 Badan Usaha Milik Swasta (BUMS). Badan Usaha Milik Swasta merupakan perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki oleh swasta. Ada beberapa macam BUMS sebagai berikut. a) Firma. Firma adalah usaha ekonomi bersama yang didirikan oleh sekurangnya dua sekutu. Pendiri firma biasanya orang-orang yang saling kenal satu dengan yang lain. Setiap anggota firma memiliki hak untuk bertindak atas nama firma. Anggota firma juga bertanggung jawab secara penuh atas risiko kerugian firma. Usaha berbentuk firma biasa bergerak di bidang layanan konsultasi hukum dan keuangan. \u00a0 b) Persekutuan Komanditer. Persekutuan komanditer (CV) didirikan oleh sekurangnya dua orang yang menyetorkan modal. Pada CV terdapat dua jenis sekutu, yaitu sekutu aktif dan sekutu pasif. Sekutu aktif berperan sebagai investor dan pengelola CV. Sekutu pasif berperan sebagai investor tanpa terlibat dalam pengelolaan CV. Usaha berbentuk CV dapat dikembangkan dari firma. Ini dimungkinkan jika firma ingin memperluas usahanya dan membutuhkan banyak modal. c. Perseroan Terbatas Perseroan terbatas (PT) adalah usaha bersama yang modalnya berupa kumpulan saham. Saham diartikan sebagai bukti kepemilikan suatu perusahaan atas penyetoran modal. Setiap saham memiliki nilai nominal tertentu. Pemilik saham akan memperoleh keuntungan berupa dividen. Bagi perseroan yang ingin mengembangkan dan memperluas usaha, sahamnya dapat diperdagangkan di pasar modal. \u00a0 3)\u00a0 Koperasi. Di Indonesia berkembang usaha bersama yang bertujuan menyejahterakan anggotanya. Usaha yang dimaksud adalah koperasi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 ayat (1), yaitu bentuk perekonomian disusun atas usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi pertama kali dikembangkan oleh Drs. Mohammad Hatta. Atas perannya tersebut beliau dijuluki Bapak Koperasi Indonesia. Ada berapa bentuk koperasi yang berkembang di Indonesia? Bentuk-bentuk koperasi di Indonesia sebagai berikut. a) Koperasi konsumsi, yaitu koperasi yang menyediakan berbagai barang konsumsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Contohnya beras, gula, minyak, sabun, peralatan rumah tangga, dan barang elektronik. Tujuan koperasi ini adalah memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari bagi anggota dengan harga dan mutu layak. b) Koperasi simpan pinjam, yaitu koperasi yang menyediakan layanan simpan dan pinjam. Koperasi jenis ini menerima simpanan dari anggota. Selanjutnya, uang yang telah terkumpul dipinjamkan kepada anggota. c) Koperasi produksi, yaitu koperasi yang menyediakan bahan baku produksi dan menyalurkan hasil produksi anggotanya. Koperasi ini beranggotakan para produsen atau pengusaha, misalnya pengusaha batik, tahu dan tempe, dan sapi perah. d) Koperasi jasa, yaitu koperasi yang menyediakan layanan atau jasa tertentu bagi anggotanya. Contohnya, koperasi angkutan. e) Koperasi serbausaha, yaitu koperasi mengelola berbagai jenis usaha, misalnya penyediaan barang konsumsi, simpan pinjam, penyediaan bahan baku, dan penyaluran hasil produksi. Contohnya, koperasi unit desa (KUD). \u00a0 Buatlah kliping mengenai jenis-jenis usaha ekonomi yang dikelola secara berkelompok. 1, Siapkan buku gambar atau buku tulis tipis. 2, Carilah gambar jenis usaha yang dikelola secara berkelompok dari buku, surat kabar, atau majalah lama. 3, Guntinglah gambar dengan rapi, lalu tempelkan pada buku gambar atau buku tulis. 4, Berilah keterangan di bawah setiap gambar: a) nama perusahaan, b) jenis usaha, c) tempat kedudukan usaha, dan d) sumber gambar. \u00a0 Judul Bacaan : Tradisi Rasulan di Gunung Kidul. Masyarakat Gunung Kidul di Provinsi DI Yogyakarta mengenal tradisi rasulan. Kegiatan rasulan atau bersih dusun ini dilakukan oleh para petani setelah masa panen. Waktu pelaksanaan tergantung kesepakatan warga setiap dusun, tetapi biasanya sekitar bulan Juni atau Juli. Rasulan biasanya berlangsung selama beberapa hari. Rangkaian kegiatan diawali dengan kerja bakti atau membersihkan lingkungan sekitar dusun. Warga bergotong royong memperbaiki jalan, membuat atau mengecat pagar pekarangan, serta membersihkan makam. Selanjutnya, tradisi rasulan juga disemarakkan dengan berbagai rangkaian kegiatan olahraga dan pertunjukan seni budaya. Berbagai tradisi dan atraksi seni budaya pada perayaan rasulan di Gunung Kidul ini berhasil menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun luar negeri. Atraksi seni budaya yang disuguhkan seperti doger, jathilan, wayang kulit, dan reog Ponorogo. Puncak keramaian acara rasulan terjadi saat diselenggarakannya kegiatan kirab. Kirab adalah semacam karnaval atau arak-arakan mengelilingi desa. Dalam acara kirab itu dibawa pula tumpeng dan sajian berupa hasil panen seperti pisang, jagung, padi, sayur-mayur, dan hasil panen lainnya. Di akhir kirab, warga melakukan doa bersama di balai dusun. Mereka berdoa memohon ketenteraman dan keselamatan seluruh warga. Acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan perebutan tumpeng yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat dan wisatawan. Tradisi rasulan merupakan aset budaya yang harus dipertahankan. Tradisi ini melestarikan jiwa kebersamaan dan semangat gotong royong, sehingga keharmonisan masyarakat dapat terjaga. Selain sebagai sarana untuk memupuk semangat kekeluargaan, tradisi ini juga menjadi salah satu wadah untuk melestarikan kesenian daerah Gunung Kidul. (Sumber: kidnesia.com). Ceritakan kembali tentang tradisi rasulan di Gunung Kidul tersebut dengan bahasamu sendiri. Pembelajaran 5. Perhatikanlah gambar di atas. Tampak gambar petani dengan sapinya di lingkunan yang gersang. 1, Menunjukkan peristiwa apakah gambar di atas? 2, Pernahkah daerahmu mengalami peristiwa seperti pada gambar itu? 3, Apa yang dapat kita lakukan dalam menghadapi peristiwa seperti pada gambar? \u00a0 Judul Bacaan : Tari Suling Dewa. Air merupakan sumber kehidupan. Ketika hujan tidak turun dalam waktu lama, bencana kekeringan dapat melanda suatu daerah. Saat itu banyak kegiatan manusia terganggu karena berkurangnya air bersih akibat kekeringan. Banyak cara dilakukan masyarakat untuk menghadapi bencana kekeringan, misalnya di Desa Bayan, Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ketika\u00a0 musim kemarau tiba, para tokoh adat atau sesepuh adat Desa Bayan melakukan ritual lewat tarian yaitu Tari Suling Dewa. Tarian tersebut merupakan sarana permohonan doa kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar hujan segera turun. Berdasarkan teks \u201cTari Suling Dewa\u201d tuliskan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam tabel berikut. 1, Dari mana asal Tari Suling Dewa? 2, Kapan dilakukan Tari Suling Dewa? 3, Siapa yang melakukan Tari Suling Dewa? 4, Apa tujuan dilakukan Tari Suling Dewa? 5, Mengapa air penting bagi manusia?. \u00a0 Begitu pentingnya air bagi kehidupan manusia. Jika siklus air berputar lancar, ketersediaan air di bumi akan terjaga. Tersedianya air di bumi menjamin berlangsungnya kehidupan. Pada Pembelajaran 2 kamu mendapat tugas membuat poster tentang dampak siklus air terhadap kehidupan. Kini, presentasikan postermu di hadapan Bapak\/Ibu Guru dan teman-temanmu. Tari Suling Dewa merupakan sarana bagi masyarakat Lombok Utara untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya diturunkan hujan. Apa saja tari daerah yang kamu ketahui? \u00a0 Judul Bacaan : Seni Tari di Indonesia. Seni tari yang berkembang di Indonesia begitu banyak dan beragam. Tarian daerah menggambarkan tradisi dan tata cara kehidupan penduduk di suatu daerah. Tarian biasanya menjadi ciri khas pertunjukan pada upacara adat atau peristiwa penting. Berikut beberapa tarian daerah di Indonesia. 1, Tari Seudati, Tari Saman Meusekat, dari Aceh. 2, Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor dari Sumatra Utara. 3, Tari Piring, Tari Payung dari Sumatra Barat. 4, Tari Tandak, Tari Makan Sirih dari Riau. 5, Tari Joget Lambak dari Kepulauan Riau. 6, Tari Sekapur Sirih, Tari Selampir Delapan dari Jambi. 7, Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek dari Sumatra Selatan. 8, Tari Campak dari Bangka Belitung. 9, Tari Andun, Tari Bidadari Teminang Anak dari Bengkulu. 10, Tari Jangget, Tari Melinting, Tari Badana dari Lampung. 11, Tari Topeng, Tari Yopong dari DKI Jakarta. 12, Tari Jaipong, Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak dari Jawa Barat. 13, Tari Merak, Tari Cokek dari Banten. 14, Tari Serimpi, Tari Blambang Cakil, Tari Gambyong\u00a0 dari Jawa Tengah. 15, Tari Golek Menak, Tari Bedhaya, dari DI Yogyakarta. 16, Tari Remong, Tari Reog Ponorogo, Tari Padang Wulan dari Jawa Timur. 17, Tari Legong, Tari Kecak, Tari Pendet dari Bali. 18, Tari Mpa Lenggogo, Tari Gandrung dari Nusa Tenggara Barat. 19, Tari Perang, Tari Caci, Tari Gawi dari Nusa Tenggara Timur. 20, Tarian Kancet Ledo dari Kalimantan Utara. 21, Tari Monong, Tari Zapin Tembung dari Kalimantan Barat. 22, Tari Tambun dan Bungai, Tari Balean Dadas dari Kalimantan Tengah. 23, Tari Baksa Kembang, Tari Radab Rahayu dari Kalimantan Selatan. 24, Tari Gong, Tari Perang dari Kalimantan Timur. 25, Tari Maengket, Tari Polo dari Sulawesi Utara. 26, Tari Toerang Batu dari Sulawesi Barat. 27, Tari Lumense, Tari Moduai, Tari Peule Cinde dari Sulawesi Tengah. 28, Tari Balumpa, Tari Dinggu dari Sulawesi Tenggara. 29, Tari Kipas, Tari Bosara dari Sulawesi Selatan. 30, Tari Saronde dari Gorontalo. 31, Tari Lenso, Tari Cakelele dari Maluku. 32, Tari Perang, Tari Nahar Ilaa dari Maluku Utara. 33, Tari Suanggi, Tari Perang Papua dari Papua Barat. 34, Tari Selamat Datang, Tari Musyoh dari Papua. Sumber: www.dosenpendidikan.com Setiap tari daerah tersebut mempunyai pola lantai yang menjadi ciri khusus. Berikut pola lantai Tari Seudati dari Aceh. Pola Langkah Lurus, Pola Langkah segi empat, Pola langkah bentuk U, Pola langkah zig-zag, Pola langkah bentuk S, pola langkah segitiga, pola langkah segi empat silang. Penyajian tari lebih lengkap dengan iringan. Iringan tari merupakan salah satu unsur pertunjukan tari. Ada iringan tari yang berasal dari tubuh manusia. Ada juga iringan tari yang berasal dari berbagai alat musik benda yang dimainkan. Iringan tari yang berasal dari tubuh manusia misalnya tepukan tangan, hentakan kaki, dan suara-suara dari mulut (siulan atau nyanyian). Iringan tari yang menggunakan alat musik ada yang berupa alat musik tradisional dan ada juga yang berupa alat musik modern. Pilihlah salah satu video tari daerah. Amati baik-baik pola lantai dan gerakan penari. Selanjutnya, peragakan gerakan tarian dengan pola lantai yang sama. Berlatihlah memperagakan gerakan tari dengan iringan tari yang ada di sekitarmu, kemudian gambarlah pola lantainya. Dari pelajaran hari ini, kamu telah mendapat pengetahuan baru, melatih keterampilan, dan mengembangkan sikap-sikap baik. Adakah pengetahuan dan keterampilan yang dapat kamu berikan bagi perbaikan lingkungan sekitarmu. Apakah itu? Sikap baik apakah yang dapat menjadikan kehidupanmu dan lingkungan sekitarmu menjadi lebih baik? \u00a0 Pembelajaran 6. \u00a0 Judul Bacaan : Pola Lantai Karya Tari. Dengan adanya berbagai macam bentuk tarian, bentuk pola lantainya pun berbeda-beda. Bentuk pola lantai tarian yang satu berbeda dengan tarian yang lain. Selain bentuknya yang berbeda, terdapat pola lantai yang mempunyai maksud dan ada juga yang tidak memiliki makna. Pola lantai yang mempunyai maksud lebih banyak ada dalam tari-tarian klasik yang terdapat di keraton Surakarta dan Yogyakarta. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan jika pola lantai dalam tari kreasi baru dan tari rakyat juga mempunyai maksud. Perhatikan bentuk pola lantai dalam dua tarian yang berbeda berikut. Kedua karya tari pada gambar tersebut merupakan tarian yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Tari Jaran Kepang berdasarkan bentuk koreografi termasuk dalam jenis tari rakyat, sedangkan Tari Bedhaya termasuk dalam jenis tari klasik. Bentuk pola lantai Tari Jaran Kepang lebih sederhana dibandingkan bentuk pola lantai Tari Bedhaya. Pola lantai yang berbentuk garis horizontal pada Tari Jaran Kepang tidak mempunyai maksud apa pun. Sebaliknya, pola lantai yang terdapat pada Tari Bedhaya mempunyai maksud. Ada satu pola lantai pada Tari Bedhaya yang dikenal dengan nama rakit lajur. Pola lantai rakit lajur bermaksud menggambarkan lima unsur yang ada pada diri manusia, yaitu cahaya, rasa, sukma, nafsu, dan perilaku. (Sumber: Seni Budaya dan Keterampilan Kelas VI SD\/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional). \u00a0 Ayo Berlatih. Kamu telah berlatih memperagakan salah satu tari kreasi daerah dengan iringan. Sekarang, peragakan di depan teman-temanmu dan Bapak\/Ibu Guru. Perhatikan pola lantai untuk setiap gerakan tari yang kamu peragakan. Secara bergantian, kamu dan teman-temanmu telah memperagakan tarian daerah. Tari daerah mana yang kamu peragakan? Samakah dengan tarian daerah yang diperagakan teman-temanmu? Jika berbeda, janganlah saling mengejek. Perbedaan budaya bangsa, termasuk tarian, menjadi kekayaan bangsa yang justru harus kita banggakan. \u00a0 \u00a0 Judul Bacaan : Anak PAUD Aceh Tampilkan Tarian Jawa untuk Menunjukkan Cinta Tanah Air. Yayasan Sukma Bangsa Bireuen di Aceh menggelar lomba seni tari kreasi nusantara. Lomba ini diikuti oleh sembilan grup tari dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Bireuen, Aceh. Anak-anak dari PAUD tampil lucu dengan seragam unik. Penampilan mereka benar-benar menyedot perhatian ratusan pengunjung. Kebanyakan peserta lomba menampilkan Tari daerah Aceh. Di antara peserta ada yang menampilkan Tari Ranup Lam Puan, Bungong Jeumpa, dan Tarek Pukat. Namun, ada pula beberapa peserta menampilkan seni tari dari provinsi lain di Indonesia. Salah satu di antaranya yakni PAUD Tun Sri Lanang. Anak-anak dari PAUD Tun Sri Lanang menyuguhkan tari Cublak-Cublak Suweng dari Jawa. Tujuh anak laki-laki menyajikan tarian. Mereka mengenakan kostum yang sederhana. Namun, gaya kocak anak-anak dalam menampilkan tarian berhasil memukau para penonton. \u201cKita ingin menampilkan sajian yang berbeda. Kita juga ingin menunjukkan kebinekaan tari di Indonesia,\u201d kata Ibu Surya Murni, pendidik pada PAUD Tun Sri Lanang. Menurut Ibu Surya Murni, anak usia PAUD seharusnya diperkenalkan dengan keragaman suku bangsa agar bisa melestarikannya kelak. \u201cTanpa mengesampingkan kearifan lokal, sewajarnya anak-anak ditanamkan rasa cinta tanah air dengan aneka ragam suku dan budaya yang ada di Indonesia,\u201d tambah Ibu Surya Murni. Lomba seni tari kreasi anak-anak PAUD merupakan pendekatan dasar agar anak cinta budaya bangsanya. Semoga ke depan banyak pihak yang menyelenggarakan acara lomba tari agar mendukung upaya mewarisi budaya-budaya Nusantara. Acara lomba tari sekaligus sebagai ajang kreativitas anak usia dini agar tampil percaya diri di hadapan banyak orang. (Sumber: http:\/\/edukasi.kompas.com). \u00a0 \u00a0 Jawablah pertanyaan berikut dengan berdiskusi bersama kelompokmu. 1, Peristiwa apa yang terdapat pada teks \u201cAnak PAUD Aceh Tampilkan Tarian Jawa untuk Menunjukkan Cinta Tanah Air\u201d? 2, Mengapa ada anak yang menampilkan tarian Jawa? 3, Sikap apa yang dapat ditiru dari teks \u201cAnak PAUD Aceh Tampilkan Tarian Jawa untuk Menunjukkan Cinta Tanah Air\u201d? 4, Tarian apa yang pernah kamu peragakan? 5, Apakah kamu berminat belajar tari daerah lain? Mengapa? 6, Ceritakan pengalaman menarik saat kamu atau temanmu memperagakan tarian daerah lain. Bacalah hasil diskusimu di depan kelompok-kelompok lain dan Bapak\/Ibu guru. \u00a0 \u00a0\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3291 alignleft\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/Kelas-5-Tema-8-Siswa-Lingkungan-Sahabat-Kita-1.jpg\" alt=\"\" width=\"194\" height=\"267\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>SD Kelas 5 <\/strong><strong>Tem<\/strong><\/span><span style=\"color: #000000;\"><strong>a 8 Lingkunan Sahat Kita &#8211;<br \/>\n<\/strong><strong>Sub Tema 2 &#8211; Perubahan Lingkunan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/strong><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/strong><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/strong><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/strong><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: bold; color: #000000;\">Pembelajaran 4.<\/span><\/h3>\n<p><a href=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image-17.png\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"display: inline; background-image: none;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image_thumb-17.png\" alt=\"image\" width=\"446\" height=\"295\" border=\"0\" \/><\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam Pembelajaran 3 disebutkan jenis usaha ekonomi yang dilakukan secara perorangan. Bagaimana dengan jenis usaha ekonomi yang dilakukan secara kelompok?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Judul Bacaan : Usaha Ekonomi yang Dikelola Kelompok.<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada Pembelajaran 3 telah dibahas usaha ekonomi perorangan. Ada pula usaha ekonomi yang dikelola secara berkelompok. Usaha ekonomi kelompok ini dikelola secara bersama, baik modal, pengelolaan, maupun keuntungan. Bentuk usaha ekonomi bersama sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000; font-size: large;\">1) Badan Usaha Milik Negara (BUMN).<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau perusahaan negara yaitu sebuah perusahaan yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki negara. BUMN dapat berbentuk perusahaan umum (perum) dan perseroan terbatas (persero). BUMN bergerak di bidang usaha yang bersifat strategis atau vital, misalnya bidang energi listrik dan telekomunikasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di Indonesia juga terdapat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau perusahaan daerah. BUMD merupakan perusahaan yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki pemerintah daerah. Apa sajakah tujuan pendirian BUMD?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tujuan pendirian BUMD sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a) Ikut melaksanakan pembangunan ekonomi daerah dan pembangunan ekonomi nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b) Memenuhi kebutuhan rakyat dan menyediakan lapangan kerja untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/wpsC36A.tmp_.png\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"display: inline; background-image: none;\" title=\"wpsC36A.tmp\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/wpsC36A.tmp_thumb.png\" alt=\"wpsC36A.tmp\" width=\"336\" height=\"225\" border=\"0\" \/><\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">2)\u00a0 Badan Usaha Milik Swasta (BUMS).<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Badan Usaha Milik Swasta merupakan perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki oleh swasta. Ada beberapa macam BUMS sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a) Firma.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Firma adalah usaha ekonomi bersama yang didirikan oleh sekurangnya dua sekutu. Pendiri firma biasanya orang-orang yang saling kenal satu dengan yang lain. Setiap anggota firma memiliki hak untuk bertindak atas nama firma. Anggota firma juga bertanggung jawab secara penuh atas risiko kerugian firma. Usaha berbentuk firma biasa bergerak di bidang layanan konsultasi hukum dan keuangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b) Persekutuan Komanditer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Persekutuan komanditer (CV) didirikan oleh sekurangnya dua orang yang menyetorkan modal. Pada CV terdapat dua jenis sekutu, yaitu sekutu aktif dan sekutu pasif. Sekutu aktif berperan sebagai investor dan pengelola CV. Sekutu pasif berperan sebagai investor tanpa terlibat dalam pengelolaan CV. Usaha berbentuk CV dapat dikembangkan dari firma. Ini dimungkinkan jika firma ingin memperluas usahanya dan membutuhkan banyak modal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">c. Perseroan Terbatas<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perseroan terbatas (PT) adalah usaha bersama yang modalnya berupa kumpulan saham. Saham diartikan sebagai bukti kepemilikan suatu perusahaan atas penyetoran modal. Setiap saham memiliki nilai nominal tertentu. Pemilik saham akan memperoleh keuntungan berupa dividen. Bagi perseroan yang ingin mengembangkan dan memperluas usaha, sahamnya dapat diperdagangkan di pasar modal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3)\u00a0 Koperasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di Indonesia berkembang usaha bersama yang bertujuan menyejahterakan anggotanya. Usaha yang dimaksud adalah koperasi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 ayat (1), yaitu bentuk perekonomian disusun atas usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi pertama kali dikembangkan oleh Drs. Mohammad Hatta. Atas perannya tersebut beliau dijuluki Bapak Koperasi Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image-18.png\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"margin: 0px; display: inline; background-image: none;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image_thumb-18.png\" alt=\"image\" width=\"191\" height=\"244\" border=\"0\" \/><\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada berapa bentuk koperasi yang berkembang di Indonesia? Bentuk-bentuk koperasi di Indonesia sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a) Koperasi konsumsi, yaitu koperasi yang menyediakan berbagai barang konsumsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Contohnya beras, gula, minyak, sabun, peralatan rumah tangga, dan barang elektronik. Tujuan koperasi ini adalah memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari bagi anggota dengan harga dan mutu layak.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image-19.png\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"margin: 0px; display: inline; background-image: none;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image_thumb-19.png\" alt=\"image\" width=\"244\" height=\"187\" border=\"0\" \/><\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b) Koperasi simpan pinjam, yaitu koperasi yang menyediakan layanan simpan dan pinjam. Koperasi jenis ini menerima simpanan dari anggota. Selanjutnya, uang yang telah terkumpul dipinjamkan kepada anggota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">c) Koperasi produksi, yaitu koperasi yang menyediakan bahan baku produksi dan menyalurkan hasil produksi anggotanya. Koperasi ini beranggotakan para produsen atau pengusaha, misalnya pengusaha batik, tahu dan tempe, dan sapi perah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">d) Koperasi jasa, yaitu koperasi yang menyediakan layanan atau jasa tertentu bagi anggotanya. Contohnya, koperasi angkutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">e) Koperasi serbausaha, yaitu koperasi mengelola berbagai jenis usaha, misalnya penyediaan barang konsumsi, simpan pinjam, penyediaan bahan baku, dan penyaluran hasil produksi. Contohnya, koperasi unit desa (KUD).<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image-20.png\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"display: inline; background-image: none;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image_thumb-20.png\" alt=\"image\" width=\"410\" height=\"241\" border=\"0\" \/><\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Buatlah kliping mengenai jenis-jenis usaha ekonomi yang dikelola secara berkelompok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1, Siapkan buku gambar atau buku tulis tipis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2, Carilah gambar jenis usaha yang dikelola secara berkelompok dari buku, surat kabar, atau majalah lama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3, Guntinglah gambar dengan rapi, lalu tempelkan pada buku gambar atau buku tulis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">4, Berilah keterangan di bawah setiap gambar:<br \/>\na) nama perusahaan,<br \/>\nb) jenis usaha,<br \/>\nc) tempat kedudukan usaha, dan<br \/>\nd) sumber gambar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><strong><span style=\"color: #000000;\">Judul Bacaan : Tradisi Rasulan di Gunung Kidul.<\/span><\/strong><\/b><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/wpsC3E9.tmp_.png\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"margin: 0px; display: inline; background-image: none;\" title=\"wpsC3E9.tmp\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/wpsC3E9.tmp_thumb.png\" alt=\"wpsC3E9.tmp\" width=\"244\" height=\"150\" border=\"0\" \/><\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masyarakat Gunung Kidul di Provinsi DI Yogyakarta mengenal tradisi rasulan. Kegiatan rasulan atau bersih dusun ini dilakukan oleh para petani setelah masa panen. Waktu pelaksanaan tergantung kesepakatan warga setiap dusun, tetapi biasanya sekitar bulan Juni atau Juli.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image-21.png\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"margin: 0px; display: inline; background-image: none;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image_thumb-21.png\" alt=\"image\" width=\"244\" height=\"169\" border=\"0\" \/><\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rasulan biasanya berlangsung selama beberapa hari. Rangkaian kegiatan diawali dengan kerja bakti atau membersihkan lingkungan sekitar dusun. Warga bergotong royong memperbaiki jalan, membuat atau mengecat pagar pekarangan, serta membersihkan makam. Selanjutnya, tradisi rasulan juga disemarakkan dengan berbagai rangkaian kegiatan olahraga dan pertunjukan seni budaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berbagai tradisi dan atraksi seni budaya pada perayaan rasulan di Gunung Kidul ini berhasil menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun luar negeri. Atraksi seni budaya yang disuguhkan seperti doger, jathilan, wayang kulit, dan reog Ponorogo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Puncak keramaian acara rasulan terjadi saat diselenggarakannya kegiatan kirab. Kirab adalah semacam karnaval atau arak-arakan mengelilingi desa. Dalam acara kirab itu dibawa pula tumpeng dan sajian berupa hasil panen seperti pisang, jagung, padi, sayur-mayur, dan hasil panen lainnya.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image-22.png\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"margin: 0px; display: inline; background-image: none;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image_thumb-22.png\" alt=\"image\" width=\"244\" height=\"161\" border=\"0\" \/><\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di akhir kirab, warga melakukan doa bersama di balai dusun. Mereka berdoa memohon ketenteraman dan keselamatan seluruh warga. Acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan perebutan tumpeng yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat dan wisatawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tradisi rasulan merupakan aset budaya yang harus dipertahankan. Tradisi ini melestarikan jiwa kebersamaan dan semangat gotong royong, sehingga keharmonisan masyarakat dapat terjaga. Selain sebagai sarana untuk memupuk semangat kekeluargaan, tradisi ini juga menjadi salah satu wadah untuk melestarikan kesenian daerah Gunung Kidul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">(Sumber: kidnesia.com).<\/span><\/p>\n<p><b><span style=\"color: #000000;\">Ceritakan kembali tentang tradisi rasulan di Gunung Kidul tersebut dengan bahasamu sendiri.<\/span><\/b><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image-23.png\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"margin: 0px; display: inline; background-image: none;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image_thumb-23.png\" alt=\"image\" width=\"244\" height=\"182\" border=\"0\" \/><\/span><\/a><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Pembelajaran 5.<\/span><\/h2>\n<p><b><span style=\"color: #000000;\">Perhatikanlah gambar di atas. Tampak gambar petani dengan sapinya di lingkunan yang gersang.<\/span><\/b><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1, Menunjukkan peristiwa apakah gambar di atas?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2, Pernahkah daerahmu mengalami peristiwa seperti pada gambar itu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3, Apa yang dapat kita lakukan dalam menghadapi peristiwa seperti pada gambar?<\/span><\/p>\n<p><b><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><strong><span style=\"color: #000000;\">Judul Bacaan : Tari Suling Dewa.<\/span><\/strong><\/b><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Air merupakan sumber kehidupan. Ketika hujan tidak turun dalam waktu lama, bencana kekeringan dapat melanda suatu daerah. Saat itu banyak kegiatan manusia terganggu karena berkurangnya air bersih akibat kekeringan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Banyak cara dilakukan masyarakat untuk menghadapi bencana kekeringan, misalnya di Desa Bayan, Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ketika\u00a0 musim kemarau tiba, para tokoh adat atau sesepuh adat Desa Bayan melakukan ritual lewat tarian yaitu Tari Suling Dewa. Tarian tersebut merupakan sarana permohonan doa kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar hujan segera turun.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image-24.png\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"margin: 0px; display: inline; background-image: none;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image_thumb-24.png\" alt=\"image\" width=\"244\" height=\"181\" border=\"0\" \/><\/span><\/a><\/p>\n<p><b><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan teks \u201cTari Suling Dewa\u201d tuliskan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam tabel berikut.<\/span><\/b><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1, Dari mana asal Tari Suling Dewa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2, Kapan dilakukan Tari Suling Dewa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3, Siapa yang melakukan Tari Suling Dewa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">4, Apa tujuan dilakukan Tari Suling Dewa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">5, Mengapa air penting bagi manusia?.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Begitu pentingnya air bagi kehidupan manusia. Jika siklus air berputar lancar, ketersediaan air di bumi akan terjaga. Tersedianya air di bumi menjamin berlangsungnya kehidupan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada Pembelajaran 2 kamu mendapat tugas membuat poster tentang dampak siklus air terhadap kehidupan. Kini, presentasikan postermu di hadapan Bapak\/Ibu Guru dan teman-temanmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tari Suling Dewa merupakan sarana bagi masyarakat Lombok Utara untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya diturunkan hujan. Apa saja tari daerah yang kamu ketahui?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><strong><span style=\"color: #000000;\">Judul Bacaan : Seni Tari di Indonesia.<\/span><\/strong><\/b><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seni tari yang berkembang di Indonesia begitu banyak dan beragam. Tarian daerah menggambarkan tradisi dan tata cara kehidupan penduduk di suatu daerah. Tarian biasanya menjadi ciri khas pertunjukan pada upacara adat atau peristiwa penting. Berikut beberapa tarian daerah di Indonesia.<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"52\"><span style=\"color: #000000;\">1,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"350\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Seudati, Tari Saman Meusekat,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"181\"><span style=\"color: #000000;\">dari Aceh.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"52\"><span style=\"color: #000000;\">2,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"350\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"181\"><span style=\"color: #000000;\">dari Sumatra Utara.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"52\"><span style=\"color: #000000;\">3,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"350\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Piring, Tari Payung<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"181\"><span style=\"color: #000000;\">dari Sumatra Barat.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"52\"><span style=\"color: #000000;\">4,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"350\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Tandak, Tari Makan Sirih<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"181\"><span style=\"color: #000000;\">dari Riau.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"52\"><span style=\"color: #000000;\">5,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"350\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Joget Lambak<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"181\"><span style=\"color: #000000;\">dari Kepulauan Riau.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"52\"><span style=\"color: #000000;\">6,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"350\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Sekapur Sirih, Tari Selampir Delapan<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"181\"><span style=\"color: #000000;\">dari Jambi.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"52\"><span style=\"color: #000000;\">7,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"350\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"181\"><span style=\"color: #000000;\">dari Sumatra Selatan.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"52\"><span style=\"color: #000000;\">8,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"350\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Campak<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"181\"><span style=\"color: #000000;\">dari Bangka Belitung.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"52\"><span style=\"color: #000000;\">9,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"350\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Andun, Tari Bidadari Teminang Anak<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"181\"><span style=\"color: #000000;\">dari Bengkulu.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"52\"><span style=\"color: #000000;\">10,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"350\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Jangget, Tari Melinting, Tari Badana<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"181\"><span style=\"color: #000000;\">dari Lampung.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"52\"><span style=\"color: #000000;\">11,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"350\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Topeng, Tari Yopong<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"181\"><span style=\"color: #000000;\">dari DKI Jakarta.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"52\"><span style=\"color: #000000;\">12,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"350\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Jaipong, Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"181\"><span style=\"color: #000000;\">dari Jawa Barat.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"52\"><span style=\"color: #000000;\">13, <\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"350\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Merak, Tari Cokek<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"181\"><span style=\"color: #000000;\">dari Banten.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"color: #000000;\">14, Tari Serimpi, Tari Blambang Cakil, Tari Gambyong\u00a0 dari Jawa Tengah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">15, Tari Golek Menak, Tari Bedhaya, dari DI Yogyakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">16, Tari Remong, Tari Reog Ponorogo, Tari Padang Wulan dari Jawa Timur.<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"33\"><span style=\"color: #000000;\">17,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"333\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Legong, Tari Kecak, Tari Pendet<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"169\"><span style=\"color: #000000;\">dari Bali.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"33\"><span style=\"color: #000000;\">18,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"333\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Mpa Lenggogo, Tari Gandrung<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"169\"><span style=\"color: #000000;\">dari Nusa Tenggara Barat.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"33\"><span style=\"color: #000000;\">19,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"333\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Perang, Tari Caci, Tari Gawi<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"169\"><span style=\"color: #000000;\">dari Nusa Tenggara Timur.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"33\"><span style=\"color: #000000;\">20,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"333\"><span style=\"color: #000000;\">Tarian Kancet Ledo<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"169\"><span style=\"color: #000000;\">dari Kalimantan Utara.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"33\"><span style=\"color: #000000;\">21,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"333\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Monong, Tari Zapin Tembung<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"169\"><span style=\"color: #000000;\">dari Kalimantan Barat.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"33\"><span style=\"color: #000000;\">22,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"333\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Tambun dan Bungai, Tari Balean Dadas<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"169\"><span style=\"color: #000000;\">dari Kalimantan Tengah.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"33\"><span style=\"color: #000000;\">23,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"333\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Baksa Kembang, Tari Radab Rahayu<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"169\"><span style=\"color: #000000;\">dari Kalimantan Selatan.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"33\"><span style=\"color: #000000;\">24,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"333\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Gong, Tari Perang<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"169\"><span style=\"color: #000000;\">dari Kalimantan Timur.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"33\"><span style=\"color: #000000;\">25,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"333\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Maengket, Tari Polo<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"169\"><span style=\"color: #000000;\">dari Sulawesi Utara.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"33\"><span style=\"color: #000000;\">26,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"333\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Toerang Batu<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"169\"><span style=\"color: #000000;\">dari Sulawesi Barat.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"33\"><span style=\"color: #000000;\">27,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"333\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Lumense, Tari Moduai, Tari Peule Cinde<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"169\"><span style=\"color: #000000;\">dari Sulawesi Tengah.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"33\"><span style=\"color: #000000;\">28,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"333\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Balumpa, Tari Dinggu<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"169\"><span style=\"color: #000000;\">dari Sulawesi Tenggara.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"44\"><span style=\"color: #000000;\">29,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"306\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Kipas, Tari Bosara<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"233\"><span style=\"color: #000000;\">dari Sulawesi Selatan.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"44\"><span style=\"color: #000000;\">30,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"306\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Saronde<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"233\"><span style=\"color: #000000;\">dari Gorontalo.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"44\"><span style=\"color: #000000;\">31,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"306\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Lenso, Tari Cakelele<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"233\"><span style=\"color: #000000;\">dari Maluku.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"44\"><span style=\"color: #000000;\">32,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"306\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Perang, Tari Nahar Ilaa<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"233\"><span style=\"color: #000000;\">dari Maluku Utara.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"44\"><span style=\"color: #000000;\">33,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"306\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Suanggi, Tari Perang Papua<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"233\"><span style=\"color: #000000;\">dari Papua Barat.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"44\"><span style=\"color: #000000;\">34,<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"306\"><span style=\"color: #000000;\">Tari Selamat Datang, Tari Musyoh<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"233\"><span style=\"color: #000000;\">dari Papua.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"44\"><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"306\"><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"233\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"bottom\" width=\"44\"><span style=\"color: #000000;\">Sumber:<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"306\"><span style=\"color: #000000;\">www.dosenpendidikan.com<\/span><\/td>\n<td valign=\"bottom\" width=\"233\"><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap tari daerah tersebut mempunyai pola lantai yang menjadi ciri khusus. Berikut pola lantai Tari Seudati dari Aceh.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image-25.png\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"display: inline; background-image: none;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image_thumb-25.png\" alt=\"image\" width=\"555\" height=\"385\" border=\"0\" \/><\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pola Langkah<br \/>\nLurus,<br \/>\nPola Langkah segi empat, Pola langkah bentuk U, Pola langkah zig-zag, Pola langkah bentuk S, pola langkah segitiga, pola langkah segi empat silang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyajian tari lebih lengkap dengan iringan. Iringan tari merupakan salah satu unsur pertunjukan tari. Ada iringan tari yang berasal dari tubuh manusia. Ada juga iringan tari yang berasal dari berbagai alat musik benda yang dimainkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Iringan tari yang berasal dari tubuh manusia misalnya tepukan tangan, hentakan kaki, dan suara-suara dari mulut (siulan atau nyanyian). Iringan tari yang menggunakan alat musik ada yang berupa alat musik tradisional dan ada juga yang berupa alat musik modern.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image-26.png\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"display: inline; background-image: none;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image_thumb-26.png\" alt=\"image\" width=\"345\" height=\"274\" border=\"0\" \/><\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pilihlah salah satu video tari daerah. Amati baik-baik pola lantai dan gerakan penari. Selanjutnya, peragakan gerakan tarian dengan pola lantai yang sama. Berlatihlah memperagakan gerakan tari dengan iringan tari yang ada di sekitarmu, kemudian gambarlah pola lantainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari pelajaran hari ini, kamu telah mendapat pengetahuan baru, melatih keterampilan, dan mengembangkan sikap-sikap baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adakah pengetahuan dan keterampilan yang dapat kamu berikan bagi perbaikan lingkungan sekitarmu. Apakah itu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sikap baik apakah yang dapat menjadikan kehidupanmu dan lingkungan sekitarmu menjadi lebih baik?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image-27.png\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"display: inline; background-image: none;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image_thumb-27.png\" alt=\"image\" width=\"559\" height=\"379\" border=\"0\" \/><\/span><\/a><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Pembelajaran 6.<\/span><\/h2>\n<p><b><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><strong><span style=\"color: #000000;\">Judul Bacaan : Pola Lantai Karya Tari.<\/span><\/strong><\/b><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan adanya berbagai macam bentuk tarian, bentuk pola lantainya pun berbeda-beda. Bentuk pola lantai tarian yang satu berbeda dengan tarian yang lain. Selain bentuknya yang berbeda, terdapat pola lantai yang mempunyai maksud dan ada juga yang tidak memiliki makna. Pola lantai yang mempunyai maksud lebih banyak ada dalam tari-tarian klasik yang terdapat di keraton Surakarta dan Yogyakarta. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan jika pola lantai dalam tari kreasi baru dan tari rakyat juga mempunyai maksud. Perhatikan bentuk pola lantai dalam dua tarian yang berbeda berikut.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image-28.png\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"display: inline; background-image: none;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/image_thumb-28.png\" alt=\"image\" width=\"619\" height=\"227\" border=\"0\" \/><\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kedua karya tari pada gambar tersebut merupakan tarian yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Tari Jaran Kepang berdasarkan bentuk koreografi termasuk dalam jenis tari rakyat, sedangkan Tari Bedhaya termasuk dalam jenis tari klasik. Bentuk pola lantai Tari Jaran Kepang lebih sederhana dibandingkan bentuk pola lantai Tari Bedhaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pola lantai yang berbentuk garis horizontal pada Tari Jaran Kepang tidak mempunyai maksud apa pun. Sebaliknya, pola lantai yang terdapat pada Tari Bedhaya mempunyai maksud. Ada satu pola lantai pada Tari Bedhaya yang dikenal dengan nama <i>rakit lajur<\/i>. Pola lantai <i>rakit lajur<\/i> bermaksud menggambarkan lima unsur yang ada pada diri manusia, yaitu cahaya, rasa, sukma, nafsu, dan perilaku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">(Sumber: <i>Seni Budaya dan Keterampilan Kelas VI SD\/MI<\/i>. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ayo Berlatih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kamu telah berlatih memperagakan salah satu tari kreasi daerah dengan iringan. Sekarang, peragakan di depan teman-temanmu dan Bapak\/Ibu Guru. Perhatikan pola lantai untuk setiap gerakan tari yang kamu peragakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Secara bergantian, kamu dan teman-temanmu telah memperagakan tarian daerah. Tari daerah mana yang kamu peragakan? Samakah dengan tarian daerah yang diperagakan teman-temanmu? Jika berbeda, janganlah saling mengejek. Perbedaan budaya bangsa, termasuk tarian, menjadi kekayaan bangsa yang justru harus kita banggakan.<\/span><\/p>\n<p><b><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"color: #000000;\">Judul Bacaan : Anak PAUD Aceh Tampilkan Tarian Jawa untuk Menunjukkan Cinta Tanah Air.<\/span><\/b><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Yayasan Sukma Bangsa Bireuen di Aceh menggelar lomba seni tari kreasi nusantara. Lomba ini diikuti oleh sembilan grup tari dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Bireuen, Aceh. Anak-anak dari PAUD tampil lucu dengan seragam unik. Penampilan mereka benar-benar menyedot perhatian ratusan pengunjung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kebanyakan peserta lomba menampilkan Tari daerah Aceh. Di antara peserta ada yang menampilkan Tari Ranup Lam Puan, Bungong Jeumpa, dan Tarek Pukat. Namun, ada pula beberapa peserta menampilkan seni tari dari provinsi lain di Indonesia. Salah satu di antaranya yakni PAUD Tun Sri Lanang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anak-anak dari PAUD Tun Sri Lanang menyuguhkan tari Cublak-Cublak Suweng dari Jawa. Tujuh anak laki-laki menyajikan tarian. Mereka mengenakan kostum yang sederhana. Namun, gaya kocak anak-anak dalam menampilkan tarian berhasil memukau para penonton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cKita ingin menampilkan sajian yang berbeda. Kita juga ingin menunjukkan kebinekaan tari di Indonesia,\u201d kata Ibu Surya Murni, pendidik pada PAUD Tun Sri Lanang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut Ibu Surya Murni, anak usia PAUD seharusnya diperkenalkan dengan keragaman suku bangsa agar bisa melestarikannya kelak. \u201cTanpa mengesampingkan kearifan lokal, sewajarnya anak-anak ditanamkan rasa cinta tanah air dengan aneka ragam suku dan budaya yang ada di Indonesia,\u201d tambah Ibu Surya Murni.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lomba seni tari kreasi anak-anak PAUD merupakan pendekatan dasar agar anak cinta budaya bangsanya. Semoga ke depan banyak pihak yang menyelenggarakan acara lomba tari agar mendukung upaya mewarisi budaya-budaya Nusantara. Acara lomba tari sekaligus sebagai ajang kreativitas anak usia dini agar tampil percaya diri di hadapan banyak orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">(Sumber: <\/span><a href=\"http:\/\/edukasi.kompas.com\"><span style=\"color: #000000;\">http:\/\/edukasi.kompas.com<\/span><\/a><span style=\"color: #000000;\">).<\/span><\/p>\n<p><b><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"color: #000000;\">Jawablah pertanyaan berikut dengan berdiskusi bersama kelompokmu.<\/span><\/b><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1, Peristiwa apa yang terdapat pada teks \u201cAnak PAUD Aceh Tampilkan Tarian Jawa untuk Menunjukkan Cinta Tanah Air\u201d?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2, Mengapa ada anak yang menampilkan tarian Jawa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3, Sikap apa yang dapat ditiru dari teks \u201cAnak PAUD Aceh Tampilkan Tarian Jawa untuk Menunjukkan Cinta Tanah Air\u201d?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">4, Tarian apa yang pernah kamu peragakan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">5, Apakah kamu berminat belajar tari daerah lain? Mengapa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">6, Ceritakan pengalaman menarik saat kamu atau temanmu memperagakan tarian daerah lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bacalah hasil diskusimu di depan kelompok-kelompok lain dan Bapak\/Ibu guru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SD Kelas 5 Tema 8 Lingkunan Sahat Kita &#8211; Sub Tema 2 &#8211; Perubahan Lingkunan. \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Pembelajaran 4. Dalam Pembelajaran 3 disebutkan jenis usaha ekonomi yang dilakukan secara perorangan. Bagaimana dengan jenis usaha ekonomi yang dilakukan secara kelompok? \u00a0 Judul Bacaan : Usaha Ekonomi yang Dikelola Kelompok. Pada Pembelajaran 3 telah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[179,320],"tags":[155,394],"class_list":["post-3384","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd5","category-sd5-tema-8","tag-lingkungan","tag-perubahan-lingkunan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3384","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3384"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3384\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3561,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3384\/revisions\/3561"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3384"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3384"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3384"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}