{"id":3289,"date":"2018-02-15T17:46:52","date_gmt":"2018-02-15T10:46:52","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=3289"},"modified":"2018-02-23T06:24:05","modified_gmt":"2018-02-22T23:24:05","slug":"sd5-tema-8-1-1-lingkunan-sahat-kita-manusia-dan-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd5-tema-8-1-1-lingkunan-sahat-kita-manusia-dan-lingkungan\/","title":{"rendered":"SD5 Tema 8-1-1 sd 3 Lingkunan Sahat Kita &#8211; Manusia dan Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/0fvSbEE8i84\" width=\"480\" height=\"270\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"SD Kelas 5\u00a0Tema 8 Lingkunan Sahat Kita - Sub Tema 1 - Manusia dan Lingkungan. Pembelajaran 1 sampai dengan 3. Pembelajaran 1. Tampak gambar Lingkungan hijau yang subur, dan gambar 2 atau anak-anak mereboisasi lingkungan yang tandus. Perhatikan gambar-gambar di atas. 1) Fakta-fakta apa sajakah yang ditunjukkan gambar-gambar tersebut? 2) Apakah lingkungan berguna bagi manusia? Mengapa? 3) Apakah keuntungan yang diperoleh manusia jika menjaga lingkungan? 4) Apakah akibatnya jika manusia tidak menjaga lingkungan? 5) Bagaimanakah kondisi lingkungan di sekitarmu? Salah satu unsur penting dalam\u00a0lingkungan adalah air. Air sangat diperlukan bagi kehidupan di bumi. Apa\u00a0saja manfaat air? Judul Bacaan : Demi Air Bersih, Warga Waborobo Rela Berjalan\u00a0Sejauh 15 Kilometer. Warga Kelurahan Waborobo, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara sulit mencari air bersih. Mereka harus menempuh perjalanan hingga sejauh 15 kilometer dari tempat tinggalnya untuk mendapatkan air bersih. Mereka terpaksa mengambil air bersih di Kelurahan Kaisabu Baru,\u00a0Kecamatan Sorawolio. Mereka biasanya menumpang mobil dan membawa beberapa jeriken ukuran 15 liter. Jeriken itu digunakan untuk menampung air yang mengalir dari aliran sebuah anak sungai di Kelurahan Kaisabu Baru. Letak Kelurahan Waborobo berada di dataran tinggi. Di daerah itu air tanah sulit didapat. Kalau pun ada, air hanya sedikit. Daerah itu juga belum mendapatkan akses aliran air bersih, karena pipa-pipa PDAM belum mencapai ke daerah sana. Warga Kelurahan Waborobo sangat membutuhkan air dan sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah untuk keperluan tersebut. Kamu telah membaca bacaan \u201dDemi Air Bersih, Warga Waborobo Rela Berjalan Sejauh 15 Kilometer\u201d. Peristiwa apa yang terdapat pada bacaan? Carilah, lalu lengkapilah gambar peta pikiran berikut. Peristiwa apa yang terjadi? Di mana peristiwa itu terjadi? Apa penyebab peristiwa itu terjadi? Air sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan berbagai kegiatan di bumi. Apa fungsi penting air bagi manusia dan kehidupan di bumi? Ayo, diskusikan. Membentuk sel-sel baru, memelihara dan mengganti sel-sel yang rusak. Melarutkan dan membawa nutrisi-nutrisi, oksigen dan hormon ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan. Melarutkan dan mengeluarkan sampah-sampah dan racun dari dalam tubuh kita. Katalisator dalam metabolisme tubuh. Pelumas bagi sendi-sendi. Menstabilkan suhu tubuh. Meredam benturan bagi organ vital. Fungsi air untuk tumbuhan : 1) proses fotosintesa. 2) sebagai transpor mengangkat zat hara. 3) media berlangsungnya reaksi biokimia. 4) menjadi pelarut zat hara yang diperlukan tumbuhan. 5) stabilisasi dan pemindahan panas. Diskusikan dengan orang tuamu, kegiatan-kegiatan yang menggunakan air dalam keluarga. Kegiatan-kegiatan itu dapat ditulis berdasarkan urutan peristiwa, misalnya dari bangun tidur sampai saat akan tidur lagi. Tulislah hasilnya dalam tabel seperti berikut. Kegiatan yang Membutuhkan Air dalam Keluargaku :\u00a0Memasak,\u00a0mencuci baju,\u00a0minum,\u00a0menyirami tanaman,\u00a0mandi,\u00a0menyucikan diri,\u00a0dan lain lain. Pembelajaran 2. Lagu : Air Terjun. Ciptaan : AT Mahmud. Terdengar sayup-sayup bunyi air yang tak putus.\u00a0 Terbawa oleh angin dari arah lembah. Makin dekat makin jelas gemuruh air yang terempas. Air terjun di lembah mengalir terus. Ayo Bernyanyi : Pelajarilah lagu \u201cAir Terjun\u201d hingga kamu dapat menyanyikan dengan baik dan benar. Kemudian, nyanyikan bersama teman-temanmu. Jika perlu, gunakan alat musik yang ada di sekitarmu untuk mengiringi. Perhatikan keselarasan suara dan musik (jika kalian menggunakan alat musik). Lagu yang kamu pelajari bercerita tentang air. Air sangat penting bagi kehidupan di bumi. Setiap hari kita membutuhkan air untuk berbagai keperluan, mulai dari membersihkan diri sampai memasak. Ingatlah kegiatanmu menggunakan air mulai dari bangun pagi hingga saat ini. Begitu seringnya kita menggunakan air sehari-hari. Dari mana asal air? Bagaimana alam menjaga ketersediaan air? Judul Bacaan : Siklus Air. Manusia selalu membutuhkan air dalam kehidupan sehari-hari. Kegunaan air antara lain untuk keperluan rumah tangga, pertanian, industri, dan untuk pembangkit listrik. Begitu besarnya kebutuhan manusia akan air. Kita bersyukur, air senantiasa tersedia di bumi. Oleh karena itu, manusia seharusnya senantiasa bersyukur kepada Tuhan pencipta alam. Mengapa air selalu tersedia di bumi? Air selalu tersedia di bumi karena air mengalami siklus. Siklus air merupakan sirkulasi (perputaran) air secara terus-menerus dari bumi ke atmosfer, lalu kembali ke bumi. Siklus air ini terjadi melalui proses penguapan, pengendapan, dan pengembunan. Perhatikan skema proses siklus air , lihat gambar! Air di laut, sungai, dan danau menguap akibat panas dari sinar matahari. Proses penguapan ini disebut evaporasi. Tumbuhan juga mengeluarkan uap air ke udara. Uap air dari permukaan bumi naik dan berkumpul di udara. Lama-kelamaan, udara tidak dapat lagi menampung uap air (jenuh). Proses ini disebut presipitasi (pengendapan). Ketika suhu udara turun, uap air akan berubah menjadi titik-titik air. Titik-titik air ini membentuk awan. Proses ini disebut kondensasi (pengembunan). Titik-titik air di awan selanjutnya akan turun menjadi hujan. Air hujan akan turun di darat maupun di laut. Air hujan itu akan jatuh ke tanah atau perairan. Air hujan yang jatuh di tanah akan meresap menjadi air tanah. Selanjutnya, air tanah akan keluar melalui sumur. Air tanah juga akan merembes ke danau atau sungai. Air hujan yang jatuh ke perairan, misalnya sungai atau danau, akan menambah jumlah air di tempat tersebut. Selanjutnya air sungai akan mengalir ke laut. Namun, sebagian air di sungai dapat menguap kembali. Air sungai yang menguap membentuk awan bersama dengan uap dari air laut dan tumbuhan. Proses siklus air pun terulang lagi. Dari proses siklus air itu dapat disimpulkan bahwa sebenarnya jumlah air di bumi secara keseluruhan cenderung tetap. Hanya wujud dan tempatnya yang berubah. Sumber: IPA Salingtemas 5 untuk SD\/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Kamu telah membaca teks \u201cSiklus air\u201d. Bersama kelompokmu, gambarlah bagan sederhana karyamu sendiri untuk menjelaskan siklus air. Tambahkan kalimat-kalimat untuk menjelaskan proses siklus air. Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelompok lain dan Bapak\/Ibu Guru. Air sangat diperlukan bagi kelangsungan hidup di bumi. Semua makhluk hidup membutuhkan air. Banyak cara dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan air. Bacalah cerita tentang air berikut. Ayo Membaca : Judul : Semut dan Beruang. Pada suatu hari, Beri si Beruang melihat ke dalam mata air. Beri mengeluh, \u201cSepertinya air di mata air ini semakin sedikit saja. Pasti bangsa semut terlalu banyak mengambil air!\u201d Beri lalu menundukkan kepala, melihat ke tanah dengan teliti. Ah, ia melihat seekor semut hitam berjalan membawa guci mungil di pundak. \u201cBerhenti, semut!\u201d teriaknya. \u201cAku tak akan membiarkanmu mengambil air di sumber airku lagi. Kamu sudah terlalu banyak mengambil air. Berhenti atau kucakar kau!\u201d ancam Beri Beruang. Semut hitam kecil itu tidak memperhatikan teriakan Beri. Ia merangkak ke bawah beberapa helai daun kering. Ia terus berjalan menuju sumber mata air. Beri mencakar dan mengendus daun-daun sambil berteriak, \u201cTak ada gunanya sembunyi! Aku bisa menemukanmu!\u201d Semut hitam berteriak dari arah belakang Beri, \u201cKenapa kamu pelit sekali? Bayi-bayi semut di lembah semut sangat kehausan. Air di mata air ini kan masih banyak sekali. Bahkan masih cukup untuk seribu rusa.\u201d \u201cDengar kataku!\u201d geram Beri sambil membalik tubuhnya. \u201cAku tak akan memberikanmu air lagi. Semua semut dilarang mengambil air di sini lagi!\u201d Semut Hitam terdiam sebentar. Lalu katanya, \u201cApa boleh buat, kalau kau sudah memutuskan begitu! Tapi aku tetap akan mengambil air untuk bayi-bayi semut di lembah!\u201d Beri beruang sangat marah. Namun, Semut Hitam sudah menghilang lagi ke bawah daun-daun kering. Beri mencarinya, tetapi ia tidak melihat apa-apa di rumput. Akhirnya ia kembali dengan jengkel ke sarangnya di dekat pohon oak. Semut-semut yang haus menunggu di lembah semut. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya mereka berbaris menuju mata air. Salah satu semut melihat guci air milik Semut Hitam yang tergeletak di jalan. \u201cPasti Semut Hitam mendapat masalah. Lihatlah! Ini gucinya, tapi dia tidak tampak!\u201d Mereka memungut guci itu dan terus berjalan. Saat itu seekor kelinci mengintip dari balik semak. Kelinci itu mengangkat telinganya dan berbisik, \u201cJangan pergi ke mata air itu. Pulanglah, kalian dalam bahaya. Beri sedang marah. Ia bilang, air di mata airnya berkurang. Ia akan mencakar semut-semut yang berani mengambil air dari mata airnya!\u201d Akan tetapi semut-semut itu tidak takut. \u201cMana beruang itu sekarang?\u201d tanya mereka. \u201cIa sedang di rumahnya beristirahat,\u201d jawab Kelinci. Semut-semut itu berbaris seperti tali sepatu di rumput. Mereka melihat seekor tupai duduk di pohon dan bertanya, \u201cApa kami sedang berjalan tepat ke arah sarang beruang?\u201d \u201cYa, ya, ini memang jalan ke arah sarangnya,\u201d jawab Tupai. \u201cTapi sebaiknya kalian balik ke rumah. Beri beruang dari tadi berteriak terus. Katanya, kalau kalian mengambil air dari mata airnya, ia akan mencakar kalian.\u201d Akan tetapi semut-semut itu tak mau kembali. Mereka terus berbaris seperti tali sepatu di tanah. Hari hampir malam ketika mereka tiba di depan pohon oak tua. Mereka melihat sekeliling, dan menemukan sebuah retakan di tanah. Mereka masuk ke dalamnya, dan mulai menggali sebuah lubang. \u201cApa yang kalian lakukan? Kenapa kalian menggali?\u201d tanya Tikus Tanah yang merasa terganggu dari tidurnya. \u201cKami ingin menangkap Beri beruang. Kami sedang membuat jebakan untuknya,\u201d kata para semut. \u201cBahaya sekali!\u201d seru Tikus Tanah. \u201cDia pasti sudah menangkap Semut Hitam saudara kami. Ia juga berniat mencakar kami, hanya karena kami mengambil air dari mata air!\u201d kata semut-semut. \u201cAku akan menolong kalian menggali di bawah sarangnya. Aku pernah hampir tertangkap dia dahulu.\u201d Seharian itu, para semut dan Tikus Tanah menggali lubang di bawah sarang Beri. Mereka terus menggali selama sepuluh hari. Beri beruang sama sekali tidak curiga. Suatu malam di hari kesepuluh, Beri beruang kembali ke sarangnya dengan hati gembira. Ia berhenti di depan rumahnya di pohon oak dan berkata pada dirinya, \u201cAku sudah makan dan minum sampai kenyang. Satu-satunya yang bikin aku jengkel adalah semut-semut itu. Mereka masih berani mengambil air dari mata airku! Besok akan aku hancurkan lembah semut itu! Akan kucakar mereka dengan cakarku seperti ini\u2026\u201d Beri beruang mulai mencakar ke segala arah. Ia menghentakkan kakinya ke lantai sarangnya dan, BRRUUK. Lantai sarangnya jebol. Beri beruang jatuh ke lubang di bawah sarangnya. Lubang itulah yang telah digali para semut dan Tikus Tanah. Beri Beruang harus terus tinggal di lubang itu, kecuali ada penjaga hutan yang menemukannya. Semut-semut itu akhirnya hidup damai di lembah semut. Saat itu Semut Hitam saudara mereka juga sudah kembali ke rumah. Ternyata ia hanya terpeleset di jalan. Jadi tidak ada yang merusak kebahagiaan mereka sekarang. Para semut dengan bebas pergi mencari makan dan minum di hutan. (Sumber: bobo.kidnesia.com). Jelaskan peristiwa pada cerita \u201cSemut dan Beruang\u201d dengan bahasamu sendiri. Tulislah dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Perhatikan penggunaan kata-kata baku. Perhatikan pula penggunaan tanda baca yang benar. Tulislah dalam kotak berikut, lalu bacalah di depan teman-teman dan Bapak\/Ibu Guru. Urutan peristiwa pada cerita \u201cSemut dan Beruang\u201d! Pembelajaran 3. Ada beragam budaya di Indonesia. Keragaman budaya terjadi di antaranya karena masyarakat menyesuaikan dengan\u00a0lingkungan sekitar. Ada sebuah daerah yang memiliki keunikan budaya berupa rumah betang. Di daerah\u00a0manakah itu? Ayo kita cari tahu. Ayo Membaca : Judul Bacaan : Rumah Betang Uluk Palin. Rumah betang (rumah panjang) uluk palin terletak di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Rumah betang ini berukuran panjang 268 meter, tinggi 5-6 meter, dan memiliki 53 bilik rumah. Menurut data pada tahun 2007, rumah betang uluk palin dihuni lebih dari 500 jiwa yang terdiri atas sekitar 130 kepala keluarga. Tidak diketahui persis pada tahun berapa rumah betang ini pertama kali dibangun. Namun, diperkirakan rumah ini pertama kali didirikan oleh komunitas Tamambaloh Apalin pada tahun 1800-an. Kemudian, rumah betang ini pernah diperbaiki pada 1940-an karena kebakaran. Rumah betang ini juga telah tiga kali berpindah lokasi karena menyesuaikan dengan perubahan alur Sungai Uluk dan Sungai Nyabau akibat erosi. Dalam tradisi Dayak, rumah betang\u2014dan hutan\u2014adalah pusat sekaligus bagian terpenting semesta kehidupan. Seperti jika kita mengucapkan kata \u201ckampung\u201d, \u201cpulang\u201d, \u201crumah\u201d; rumah betanglah yang diingat oleh masyarakat Dayak. Bagi mereka, rumah betang juga merupakan pemersatu. Di sanalah mereka berkerabat dan bertradisi. Di rumah betanglah tradisi Dayak terpelihara. Rumah betang adalah kekayaan budaya Indonesia. Namun, pada Sabtu 13 September 2014 malam rumah betang uluk palin terbakar. Tidak ada yang tersisa dari rumah betang yang terpanjang dan tertua di seantero Kalimantan itu. Masyarakat bersedih karena kehilangan tempat tinggal. Lebih dari itu, masyarakat Kalimantan bersedih karena rumah betang uluk palin merupakan cagar budaya yang sangat penting. (Sumber: nationalgeographic.co.id). Bentuk rumah adat setiap suku bangsa menyesuaikan kondisi lingkungan alam sekitarnya. Rumah\u00a0adat Kalimantan biasanya berupa rumah panggung untuk menghindari serangan hewan-hewan liar.\u00a0Bagaimana dengan rumah adat di daerahmu? Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan berdiskusi bersama teman-teman kelompokmu. 1) Ceritakanlah secara singkat peristiwa pada teks \u201cRumah Betang Uluk Palin\u201d. 2) Apa keunikan rumah betang? 3) Apa keunikan rumah adat di daerahmu? Rumah adat merupakan salah satu keragaman budaya di Indonesia.\u00a0Adakah keragaman lain dalam budaya Indonesia? Ayo,\u00a0bacalah teks berikut. Judul : Keragaman Budaya Bangsa di Wilayah Indonesia. Kekayaan budaya Indonesia karena berbagai suku bangsa yang ada. Kekayaan itu beragam bentuknya. Beberapa di antaranya berbentuk bahasa daerah, rumah tradisional, pakaian adat, dan kesenian daerah berupa tari-tarian, alat musik, lagu-lagu, dan upacara adat. Semua budaya tersebut menjadi ciri khas tiap-tiap daerah. Berikut contoh budaya daerah di Indonesia. 1) Bahasa Daerah. Setiap suku bangsa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa daerah setempat. Dengan demikian, keragaman suku menghasilkan bahasa yang beragam. Perhatikan contoh keragaman kata akibat keragaman bahasa daerah berikut. Bahasa Indonesia Bahasa Jawa Bahasa Sunda Bahasa Batak Bahasa Papua saya aku, kula abdi ahu sa rumah omah imah bagas ruma Keragaman bahasa daerah tidak menimbulkan masalah antarsuku bangsa. Hal ini karena dalam komunikasi antarsuku bangsa digunakan bahasa Indonesia yang telah mampu mempersatukan perbedaan bahasa daerah. 2) Rumah Adat. Hampir setiap suku bangsa mempunyai bentuk rumah sebagai tempat tinggalnya yang berbeda-beda. Bangunan rumah setiap suku bangsa disesuaikan dengan kondisi alam. Nama rumah adat setiap daerah pun berbeda. Berikut nama beberapa rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia. Rumah Adat dan Asal Daerah : 1) Rumoh Aceh, Rumah Krong Bade, dari daerah\u00a0 Aceh. 2) Rumah Balai Batak Toba, Rumah Bolon, dari daerah\u00a0Sumatra Utara. 3) Rumah Gadang, dari daerah\u00a0 Sumatra Barat. 4)\u00a0Balai Salaso Jatuh atau Rumah Adat Selaso, Jatuh Kembar, Rumah Melayu Atap Belah Riau Bubung, Rumah Melayu Atap Lipat Kajang,\u00a0dan Rumah Melayu Atap Lontik ; dari Riau. 5) Rumah Melayu Atap Limas Potong, dari daerah\u00a0 Kepulauan Riau. 6) Rumah Panggung, dari daerah\u00a0 Jambi. 7) Rumah Bubungan Lima, dari daerah\u00a0 Bengkulu. 8) Rumah Limas , dari daerah\u00a0Sumatra Selatan. 9) Rumah Rakit dan rumah Limas, dari daerah\u00a0 Bangka Belitung. 10) Rumah Nuwou Sesat, dari daerah\u00a0 Lampung. 11) Rumah Kasepuhan, dari daerah\u00a0 Jawa Barat. 12) Rumah Adat Badui, dari daerah\u00a0 Banten. 13) Rumah Kebaya dan Rumah Gudang , dari daerah\u00a0DKI Jakarta. 14) Rumah Joglo , dari daerah\u00a0Jawa Tengah. 15) Rumah Joglo , dari daerah\u00a0DI Yogyakarta. 16) Rumah Joglo , dari daerah\u00a0Jawa Timur. 17) Rumah Panjang , dari daerah\u00a0Kalimantan Barat. 18) Rumah Betang , dari daerah\u00a0Kalimantan Tengah. 19) Rumah Baloy , dari daerah\u00a0Kalimantan Utara. 20) Rumah Lamin, dari daerah\u00a0 Kalimantan Timur. 21) Rumah Banjar, dari daerah\u00a0 Kalimantan Selatan. 22) Gapura Candi Bentar, dari daerah\u00a0 Bali. 23) Laikas, dari daerah\u00a0 Sulawesi Utara. 24) Rumah Adat Doloupa , dari daerah\u00a0Gorontalo. 25) Souraja atau Rumah Raja atau Rumah Besar, Rumah Tambi\u00a0, dari daerah\u00a0\u00a0Sulawesi Tengah.\u00a0 26) Rumah Adat Mandar , dari daerah\u00a0Sulawesi Barat. 27) Rumah Adat Tongkonan, dari daerah Sulawesi Selatan. 28) Rumah Adat Buton atau Rumah Adat Banua\u00a0 Tada\u00a0, dari daerah Sulawesi Tenggara. 29) Dalam Loka Samawa Nusa, dari daerah Tenggara Barat. 30) Sao Ata Mosa Lakitana Nusa, dari daerah Tenggara Timur. 31) Rumah Baileo, dari daerah Maluku. 32) Rumah Baileo, dari daerah Maluku Utara. 33) Honai, dari daerah Papua Barat. 34) Honai, dari daerah Papua. 3) Pakaian Adat.\u00a0 Pakaian adat tradisional Indonesia merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki negara Indonesia. Banyaknya suku-suku dan provinsi yang ada di wilayah negara Indonesia maka banyak pula baju adat yang dimiliki oleh setiap suku di seluruh provinsi Indonesia. Pakaian adat di Indonesia memiliki ciri-ciri khusus dalam pembuatan atau dalam mengenakan pakaian adat tersebut. Berikut beberapa nama pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Nama Pakaian Adat da Daerah Asal. 1) Elee Balang :\u00a0 Aceh. 2) Ulos Sumatra : Utara. 3) Bundo Kanduang : Sumatra Barat. 4) Pakaian Tradisional Melayu : Riau. 5) Teluk Belanga : Kepulauan Riau. 7) Aesan Gede : Sumatra Selatan. 8) Paksian : Bangka Belitung. 9) Kebaya : Jawa Barat. 10) Baju Pangsi : Banten. 11) Kebaya : Jawa Tengah. 12) Kebaya Ksatrian : DI Yogyakarta. 13) Pesa\u2019an : Jawa Timur. 14) Perang Kalimantan Barat. 15) Pengantian Bagajah Gamuling Baular Lulut : Kalimantan Selatan. 16) Kulavi (Donggala) : Sulawesi Utara. 17) Baju Nggembe : Sulawesi Tengah. 18) Baju Bodo : Sulawesi Selatan. 19) Baju Cele : Maluku. 20) Pakaian Manteren Lamo : Maluku Utara. 4) Kesenian Daerah. Kesenian daerah di wilayah Indonesia sangat beragam. Setiap suku bangsa memiliki kesenian khas terdiri atas tari-tarian dan lagu daerah. Berikut beberapa nama tari dari berbagai daerah di Indonesia. No. Tarian Daerah 1) Tari Seudati, Tari Saman Meusekat Aceh. 2) Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor Sumatra Utara. 3) Tari Piring, Tari Payung Sumatra Barat. 4) Tari Tandak, Tari Makan Sirih Riau. 5) Tari Joget Lambak Kepulauan Riau. 6) Tari Sekapur Sirih, Tari Selampir Delapan Jambi. 7) Tari Andun, Tari Bidadari Teminang Anak Bengkulu. 8) Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek Sumatra Selatan. 9) Tari Campak Bangka Belitung. 10) Tari Jangget, Tari Melinting, Tari Badana Lampung. 11) Tari Jaipong, Tari Topeng Kuncaran, Tari\u00a0Merak :\u00a0Jawa Barat. 12) Tari Merak, Tari Cokek Banten. 13) Tari Topeng, Tari Yopong DKI Jakarta. 14)\u00a0Tari Serimpi, Tari Blambang Cakil, Tari\u00a0Gambyong :\u00a0Jawa Tengah. 15) Tari Golek Menak, Tari Bedhaya : DI Yogyakarta. 16)\u00a0Tari Remong, Tari Reog Ponorogo, Tari\u00a0Padang Wulan :\u00a0Jawa Timur. 17) Tari Monong, Tari Zapin Tembung : Kalimantan Barat. 18) Tari Tambun dan Bungai, Tari Balean Dadas : Kalimantan Tengah. 19) Tarian Kancet Ledo : Kalimantan Utara. 20) Tari Gong, Tari Perang : Kalimantan Timur. 21) Tari Baksa Kembang, Tari Radab Rahayu : Kalimantan Selatan. 22) Tari Legong, Tari Kecak, Tari Pendet : Bali. 23) Tari Maengket, Tari Polo : Sulawesi Utara. 24) Tari Saronde : Gorontalo. 25) Tari Lumense, Tari Moduai, Tari Peule Cinde : Sulawesi Tengah. 26) Tari Toerang Batu : Sulawesi Barat. 29) Tari Kipas, Tari Bosara : Sulawesi Selatan. 28) Tari Balumpa, Tari Dinggu : Sulawesi Tenggara. 29) Tari Mpa Lenggogo, Tari Gandrung : Nusa Tenggara Barat. 30) Tari Perang, Tari Caci, Tari Gawi : Nusa Tenggara Timur. 31) Tari Lenso, Tari Cakelele : Maluku. 32) Tari Perang, Tari Nahar Ilaa : Maluku Utara. 33) Tari Suanggi, Tari Perang Papua : Papua Barat. 34) Tari Selamat Datang, Tari Musyoh : Papua. Itulah contoh keragaman budaya yang ada dalam masyarakat Indonesia. Semua itu merupakan kekayaan negara Indonesia yang sangat dikagumi negara lain. Indonesia memang memiliki masyarakat majemuk. Namun demikian, masyarakat Indonesia tetap hidup rukun, saling menghormati, dan bertoleransi antarwarga masyarakat. Masih banyak keragaman masyarakat Indonesia lainnya. Kamu telah mengetahui keragaman budaya di Indonesia. Keberagaman itu tentu diperlukan sikap toleransi di antara masyarakat Indonesia. Sikap apa yang dapat kalian terapkan dalam keragaman budaya masyarakat Indonesia? Buatlah naskah drama pendek tentang sikap toleransi, lalu mainkan naskah drama tersebut. Kerjakan tugas ini bersama kelompokmu. Setiap kelompok terdiri atas 4-5 siswa. 1.Tuliskan daftar kosakata dari bahasa Indonesia dan bahasa daerahmu yang sesuai artinya. Tuliskan paling sedikit 25 kata. 2.Identifikasi nama dan keunikan pakaian adat dari daerahmu. 3.Tuliskan judul lagu-lagu daerah di Indonesia. Selain keragaman budaya, ada berbagai jenis usaha dan kegiatan ekonomi dalam masyarakat.\u00a0Apa sajakah itu? Judul Bacaan : Jenis Usaha dengan Mengolah Sumber Daya Alam. Untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat melakukan berbagai usaha. Berbagai kegiatan dan jenis usaha yang dilakukan menghasilkan barang dan jasa. Salah satu jenis usaha di masyarakat yaitu mengolah sumber daya alam dari lingkungan. Kita mengenal berbagai bentuk kegiatan manusia dalam mengolah sumber daya alam untuk mencukupi kebutuhan hidup. Jenis usaha bidang produksi yang bergerak dalam pengolahan sumber daya alam (hewan dan tumbuhan) disebut usaha agraris. Jenis usaha yang termasuk bidang agraris (pertanian dalam arti luas) antara lain persawahan, perkebunan, perhutanan, peternakan, dan perikanan. Umumnya, usaha persawahan dan perkebunan dilakukan di daerah perdesaan karena tanahnya masih luas. Namun, sekarang kita dapat melakukan usaha penanaman pada lahan sempit, misalnya dengan cara hidroponik (penanaman dengan media air) atau vertikultur (cara bercocok tanam dengan menempatkan media tanam dalam wadah yang disusun secara vertikal). Tanah pertanian ditanami sayur-mayur, buah-buahan, dan palawija. Lahan pertanian juga dimanfaatkan untuk perkebunan. Tanaman perkebunan di antaranya cengkih, teh, karet, cokelat, tembakau, kopi, dan kelapa sawit. Usaha di bidang peternakan membutuhkan lahan yang luas. Hewan-hewan yang diternakkan antara lain sapi, kambing, domba, itik, dan ayam. Selain itu, ada juga peternakan ulat sutra. Kepompong ulat sutra dapat menghasilkan serat bahan baku kain sutra. Kegiatan pertanian lainnya adalah perikanan. Usaha di bidang perikanan dapat dilakukan di daerah pantai atau bendungan\/waduk. Akan tetapi, ada juga usaha perikanan yang memanfaatkan kolam-kolam di lahan persawahan. Ada pula jenis usaha lain yang memanfaatkan secara langsung sumber daya alam. Jenis usaha ini disebut bidang usaha ekstraktif. Dalam bidang usaha ekstraktif, kita hanya mengambil sumber daya alam tanpa harus mengolahnya terlebih dahulu. Bidang usaha ekstraktif yaitu berburu, pertambangan, dan penebangan hutan. Amatilah aktivitas penduduk sekitarmu yang memanfaatkan sumber daya alam.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3291 alignleft\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/Kelas-5-Tema-8-Siswa-Lingkungan-Sahabat-Kita-1.jpg\" alt=\"\" width=\"194\" height=\"267\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>SD Kelas 5\u00a0<\/strong><strong>Tem<\/strong><strong>a 8 Lingkunan Sahat Kita &#8211;<br \/>\n<\/strong><strong>Sub Tema 1 &#8211; Manusia dan Lingkungan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Pembelajaran 1 sampai dengan 3.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pembelajaran 1.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3292\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/lingkungan-hijau-dan-reboisasi.jpg\" alt=\"\" width=\"375\" height=\"542\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/lingkungan-hijau-dan-reboisasi.jpg 375w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/lingkungan-hijau-dan-reboisasi-208x300.jpg 208w\" sizes=\"(max-width: 375px) 100vw, 375px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tampak gambar Lingkungan hijau yang subur, dan gambar 2 atau anak-anak mereboisasi lingkungan yang tandus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perhatikan gambar-gambar di atas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1) Fakta-fakta apa sajakah yang ditunjukkan gambar-gambar tersebut?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2) Apakah lingkungan berguna bagi manusia? Mengapa?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3) Apakah keuntungan yang diperoleh manusia jika menjaga lingkungan?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4) Apakah akibatnya jika manusia tidak menjaga lingkungan?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 5) Bagaimanakah kondisi lingkungan di sekitarmu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu unsur penting dalam\u00a0lingkungan adalah air. Air sangat diperlukan bagi kehidupan di bumi. Apa\u00a0saja manfaat air?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Judul Bacaan : Demi Air Bersih, Warga Waborobo Rela Berjalan\u00a0Sejauh 15 Kilometer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Warga Kelurahan Waborobo, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara sulit mencari air bersih. Mereka harus menempuh perjalanan hingga sejauh 15 kilometer dari tempat tinggalnya untuk mendapatkan air bersih. Mereka terpaksa mengambil air bersih di Kelurahan Kaisabu Baru,\u00a0Kecamatan Sorawolio. Mereka biasanya menumpang mobil dan membawa beberapa jeriken ukuran 15 liter. Jeriken itu digunakan untuk menampung air yang mengalir dari aliran sebuah anak sungai di Kelurahan Kaisabu Baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Letak Kelurahan Waborobo berada di dataran tinggi. Di daerah itu air tanah sulit didapat. Kalau pun ada, air hanya sedikit. Daerah itu juga belum mendapatkan akses aliran air bersih, karena pipa-pipa PDAM belum mencapai ke daerah sana. Warga Kelurahan Waborobo sangat membutuhkan air dan sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah untuk keperluan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kamu telah membaca bacaan \u201dDemi Air Bersih, Warga Waborobo Rela Berjalan Sejauh 15 Kilometer\u201d. Peristiwa apa yang terdapat pada bacaan? Carilah, lalu lengkapilah gambar peta pikiran berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peristiwa apa yang terjadi?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Di mana peristiwa itu terjadi?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Apa penyebab peristiwa itu terjadi?<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Air sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan berbagai kegiatan di bumi. Apa fungsi penting air bagi manusia dan kehidupan di bumi? Ayo, diskusikan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Membentuk sel-sel baru, memelihara dan mengganti sel-sel yang rusak.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Melarutkan dan membawa nutrisi-nutrisi, oksigen dan hormon ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Melarutkan dan mengeluarkan sampah-sampah dan racun dari dalam tubuh kita.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Katalisator dalam metabolisme tubuh.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelumas bagi sendi-sendi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menstabilkan suhu tubuh.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Meredam benturan bagi organ vital.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Fungsi air untuk tumbuhan :<br \/>\n1) proses fotosintesa.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2) sebagai transpor mengangkat zat hara.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3) media berlangsungnya reaksi biokimia.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4) menjadi pelarut zat hara yang diperlukan tumbuhan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 5) stabilisasi dan pemindahan panas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Diskusikan dengan orang tuamu, kegiatan-kegiatan yang menggunakan air dalam keluarga. Kegiatan-kegiatan itu dapat ditulis berdasarkan urutan peristiwa, misalnya dari bangun tidur sampai saat akan tidur lagi. Tulislah hasilnya dalam tabel seperti berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kegiatan yang Membutuhkan Air dalam Keluargaku :\u00a0Memasak,\u00a0mencuci baju,\u00a0minum,\u00a0menyirami tanaman,\u00a0mandi,\u00a0menyucikan diri,\u00a0dan lain lain.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pembelajaran 2.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-3296\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/lagu-air-terjun-1.jpg\" alt=\"\" width=\"431\" height=\"619\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Lagu : Air Terjun.<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ciptaan : AT Mahmud.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terdengar sayup-sayup bunyi air yang tak putus.\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Terbawa oleh angin dari arah lembah.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Makin dekat makin jelas gemuruh air yang terempas.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Air terjun di lembah mengalir terus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ayo Bernyanyi :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pelajarilah lagu \u201cAir Terjun\u201d hingga kamu dapat menyanyikan dengan baik dan benar. Kemudian, nyanyikan bersama teman-temanmu. Jika perlu, gunakan alat musik yang ada di sekitarmu untuk mengiringi. Perhatikan keselarasan suara dan musik (jika kalian menggunakan alat musik).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lagu yang kamu pelajari bercerita tentang air. Air sangat penting bagi kehidupan di bumi. Setiap hari kita membutuhkan air untuk berbagai keperluan, mulai dari membersihkan diri sampai memasak. Ingatlah kegiatanmu menggunakan air mulai dari bangun pagi hingga saat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Begitu seringnya kita menggunakan air sehari-hari. Dari mana asal air? Bagaimana alam menjaga ketersediaan air?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3297\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/siklus-air.jpg\" alt=\"\" width=\"561\" height=\"344\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/siklus-air.jpg 561w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/siklus-air-300x184.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 561px) 100vw, 561px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Judul Bacaan : Siklus Air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Manusia selalu membutuhkan air dalam kehidupan sehari-hari. Kegunaan air antara lain untuk keperluan rumah tangga, pertanian, industri, dan untuk pembangkit listrik. Begitu besarnya kebutuhan manusia akan air. Kita bersyukur, air senantiasa tersedia di bumi. Oleh karena itu, manusia seharusnya senantiasa bersyukur kepada Tuhan pencipta alam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mengapa air selalu tersedia di bumi? Air selalu tersedia di bumi karena air mengalami siklus. Siklus air merupakan sirkulasi (perputaran) air secara terus-menerus dari bumi ke atmosfer, lalu kembali ke bumi. Siklus air ini terjadi melalui proses penguapan, pengendapan, dan pengembunan. Perhatikan skema proses siklus air , lihat gambar!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Air di laut, sungai, dan danau menguap akibat panas dari sinar matahari. Proses penguapan ini disebut evaporasi. Tumbuhan juga mengeluarkan uap air ke udara. Uap air dari permukaan bumi naik dan berkumpul di udara. Lama-kelamaan, udara tidak dapat lagi menampung uap air (jenuh). Proses ini disebut presipitasi (pengendapan). Ketika suhu udara turun, uap air akan berubah menjadi titik-titik air. Titik-titik air ini membentuk awan. Proses ini disebut kondensasi (pengembunan).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Titik-titik air di awan selanjutnya akan turun menjadi hujan. Air hujan akan turun di darat maupun di laut. Air hujan itu akan jatuh ke tanah atau perairan. Air hujan yang jatuh di tanah akan meresap menjadi air tanah. Selanjutnya, air tanah akan keluar melalui sumur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Air tanah juga akan merembes ke danau atau sungai. Air hujan yang jatuh ke perairan, misalnya sungai atau danau, akan menambah jumlah air di tempat tersebut. Selanjutnya air sungai akan mengalir ke laut. Namun, sebagian air di sungai dapat menguap kembali. Air sungai yang menguap membentuk awan bersama dengan uap dari air laut dan tumbuhan. Proses siklus air pun terulang lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari proses siklus air itu dapat disimpulkan bahwa sebenarnya jumlah air di bumi secara keseluruhan cenderung tetap. Hanya wujud dan tempatnya yang berubah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sumber: IPA Salingtemas 5 untuk SD\/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kamu telah membaca teks \u201cSiklus air\u201d. Bersama kelompokmu, gambarlah bagan sederhana karyamu sendiri untuk menjelaskan siklus air. Tambahkan kalimat-kalimat untuk menjelaskan proses siklus air. Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelompok lain dan Bapak\/Ibu Guru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Air sangat diperlukan bagi kelangsungan hidup di bumi. Semua makhluk hidup membutuhkan air. Banyak cara dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan air. Bacalah cerita tentang air berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ayo Membaca :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Judul : Semut dan Beruang.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada suatu hari, Beri si Beruang melihat ke dalam mata air. Beri mengeluh, \u201cSepertinya air di mata air ini semakin sedikit saja. Pasti bangsa semut terlalu banyak mengambil air!\u201d Beri lalu menundukkan kepala, melihat ke tanah dengan teliti. Ah, ia melihat seekor semut hitam berjalan membawa guci mungil di pundak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cBerhenti, semut!\u201d teriaknya. \u201cAku tak akan membiarkanmu mengambil air di sumber airku lagi. Kamu sudah terlalu banyak mengambil air. Berhenti atau kucakar kau!\u201d ancam Beri Beruang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semut hitam kecil itu tidak memperhatikan teriakan Beri. Ia merangkak ke bawah beberapa helai daun kering. Ia terus berjalan menuju sumber mata air. Beri mencakar dan mengendus daun-daun sambil berteriak, \u201cTak ada gunanya sembunyi! Aku bisa menemukanmu!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semut hitam berteriak dari arah belakang Beri, \u201cKenapa kamu pelit sekali? Bayi-bayi semut di lembah semut sangat kehausan. Air di mata air ini kan masih banyak sekali. Bahkan masih cukup untuk seribu rusa.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cDengar kataku!\u201d geram Beri sambil membalik tubuhnya. \u201cAku tak akan memberikanmu air lagi. Semua semut dilarang mengambil air di sini lagi!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semut Hitam terdiam sebentar. Lalu katanya, \u201cApa boleh buat, kalau kau sudah memutuskan begitu! Tapi aku tetap akan mengambil air untuk bayi-bayi semut di lembah!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beri beruang sangat marah. Namun, Semut Hitam sudah menghilang lagi ke bawah daun-daun kering. Beri mencarinya, tetapi ia tidak melihat apa-apa di rumput. Akhirnya ia kembali dengan jengkel ke sarangnya di dekat pohon oak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semut-semut yang haus menunggu di lembah semut. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya mereka berbaris menuju mata air. Salah satu semut melihat guci air milik Semut Hitam yang tergeletak di jalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cPasti Semut Hitam mendapat masalah. Lihatlah! Ini gucinya, tapi dia tidak tampak!\u201d Mereka memungut guci itu dan terus berjalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saat itu seekor kelinci mengintip dari balik semak. Kelinci itu mengangkat telinganya dan berbisik, \u201cJangan pergi ke mata air itu. Pulanglah, kalian dalam bahaya. Beri sedang marah. Ia bilang, air di mata airnya berkurang. Ia akan mencakar semut-semut yang berani mengambil air dari mata airnya!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Akan tetapi semut-semut itu tidak takut. \u201cMana beruang itu sekarang?\u201d tanya mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cIa sedang di rumahnya beristirahat,\u201d jawab Kelinci.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semut-semut itu berbaris seperti tali sepatu di rumput. Mereka melihat seekor tupai duduk di pohon dan bertanya, \u201cApa kami sedang berjalan tepat ke arah sarang beruang?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cYa, ya, ini memang jalan ke arah sarangnya,\u201d jawab Tupai. \u201cTapi sebaiknya kalian balik ke rumah. Beri beruang dari tadi berteriak terus. Katanya, kalau kalian mengambil air dari mata airnya, ia akan mencakar kalian.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Akan tetapi semut-semut itu tak mau kembali. Mereka terus berbaris seperti tali sepatu di tanah. Hari hampir malam ketika mereka tiba di depan pohon oak tua. Mereka melihat sekeliling, dan menemukan sebuah retakan di tanah. Mereka masuk ke dalamnya, dan mulai menggali sebuah lubang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cApa yang kalian lakukan? Kenapa kalian menggali?\u201d tanya Tikus Tanah yang merasa terganggu dari tidurnya. \u201cKami ingin menangkap Beri beruang. Kami sedang membuat jebakan untuknya,\u201d kata para semut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cBahaya sekali!\u201d seru Tikus Tanah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cDia pasti sudah menangkap Semut Hitam saudara kami. Ia juga berniat mencakar kami, hanya karena kami mengambil air dari mata air!\u201d kata semut-semut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cAku akan menolong kalian menggali di bawah sarangnya. Aku pernah hampir tertangkap dia dahulu.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seharian itu, para semut dan Tikus Tanah menggali lubang di bawah sarang Beri. Mereka terus menggali selama sepuluh hari. Beri beruang sama sekali tidak curiga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Suatu malam di hari kesepuluh, Beri beruang kembali ke sarangnya dengan hati gembira. Ia berhenti di depan rumahnya di pohon oak dan berkata pada dirinya,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cAku sudah makan dan minum sampai kenyang. Satu-satunya yang bikin aku jengkel adalah semut-semut itu. Mereka masih berani mengambil air dari mata airku! Besok akan aku hancurkan lembah semut itu! Akan kucakar mereka dengan cakarku seperti ini\u2026\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beri beruang mulai mencakar ke segala arah. Ia menghentakkan kakinya ke lantai sarangnya dan, BRRUUK.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lantai sarangnya jebol. Beri beruang jatuh ke lubang di bawah sarangnya. Lubang itulah yang telah digali para semut dan Tikus Tanah. Beri Beruang harus terus tinggal di lubang itu, kecuali ada penjaga hutan yang menemukannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semut-semut itu akhirnya hidup damai di lembah semut. Saat itu Semut Hitam saudara mereka juga sudah kembali ke rumah. Ternyata ia hanya terpeleset di jalan. Jadi tidak ada yang merusak kebahagiaan mereka sekarang. Para semut dengan bebas pergi mencari makan dan minum di hutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">(Sumber: bobo.kidnesia.com).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jelaskan peristiwa pada cerita \u201cSemut dan Beruang\u201d dengan bahasamu sendiri. Tulislah dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Perhatikan penggunaan kata-kata baku. Perhatikan pula penggunaan tanda baca yang benar. Tulislah dalam kotak berikut, lalu bacalah di depan teman-teman dan Bapak\/Ibu Guru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Urutan peristiwa pada cerita \u201cSemut dan Beruang\u201d!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\">Pembelajaran 3.<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada beragam budaya di Indonesia. Keragaman budaya terjadi di antaranya karena masyarakat menyesuaikan dengan\u00a0lingkungan sekitar.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ada sebuah daerah yang memiliki keunikan budaya berupa rumah betang. Di daerah\u00a0manakah itu? Ayo kita cari tahu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ayo Membaca :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Judul Bacaan : Rumah Betang Uluk Palin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah betang (rumah panjang) uluk palin terletak di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Rumah betang ini berukuran panjang 268 meter, tinggi 5-6 meter, dan memiliki 53 bilik rumah. Menurut data pada tahun 2007, rumah betang uluk palin dihuni lebih dari 500 jiwa yang terdiri atas sekitar 130 kepala keluarga. Tidak diketahui persis pada tahun berapa rumah betang ini pertama kali dibangun. Namun, diperkirakan rumah ini pertama kali didirikan oleh komunitas Tamambaloh Apalin pada tahun 1800-an. Kemudian, rumah betang ini pernah diperbaiki pada 1940-an karena kebakaran. Rumah betang ini juga telah tiga kali berpindah lokasi karena menyesuaikan dengan perubahan alur Sungai Uluk dan Sungai Nyabau akibat erosi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3299\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/rumah-betang-uluk-palin.jpg\" alt=\"\" width=\"402\" height=\"282\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/rumah-betang-uluk-palin.jpg 402w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/rumah-betang-uluk-palin-300x210.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 402px) 100vw, 402px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam tradisi Dayak, rumah betang\u2014dan hutan\u2014adalah pusat sekaligus bagian terpenting semesta kehidupan. Seperti jika kita mengucapkan kata \u201ckampung\u201d, \u201cpulang\u201d, \u201crumah\u201d; rumah betanglah yang diingat oleh masyarakat Dayak. Bagi mereka, rumah betang juga merupakan pemersatu. Di sanalah mereka berkerabat dan bertradisi. Di rumah betanglah tradisi Dayak terpelihara. Rumah betang adalah kekayaan budaya Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun, pada Sabtu 13 September 2014 malam rumah betang uluk palin terbakar. Tidak ada yang tersisa dari rumah betang yang terpanjang dan tertua di seantero Kalimantan itu. Masyarakat bersedih karena kehilangan tempat tinggal. Lebih dari itu, masyarakat Kalimantan bersedih karena rumah betang uluk palin merupakan cagar budaya yang sangat penting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">(Sumber: nationalgeographic.co.id).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bentuk rumah adat setiap suku bangsa menyesuaikan kondisi lingkungan alam sekitarnya. Rumah\u00a0adat Kalimantan biasanya berupa rumah panggung untuk menghindari serangan hewan-hewan liar.\u00a0Bagaimana dengan rumah adat di daerahmu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan berdiskusi bersama teman-teman kelompokmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1) Ceritakanlah secara singkat peristiwa pada teks \u201cRumah Betang Uluk Palin\u201d.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2) Apa keunikan rumah betang?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3) Apa keunikan rumah adat di daerahmu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah adat merupakan salah satu keragaman budaya di Indonesia.\u00a0Adakah keragaman lain dalam budaya Indonesia? Ayo,\u00a0bacalah teks berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Judul : Keragaman Budaya Bangsa di Wilayah Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kekayaan budaya Indonesia karena berbagai suku bangsa yang ada. Kekayaan itu beragam bentuknya. Beberapa di antaranya berbentuk bahasa daerah, rumah tradisional, pakaian adat, dan kesenian daerah berupa tari-tarian, alat musik, lagu-lagu, dan upacara adat. Semua budaya tersebut menjadi ciri khas tiap-tiap daerah. Berikut contoh budaya daerah di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1) Bahasa Daerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap suku bangsa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa daerah setempat. Dengan demikian, keragaman suku menghasilkan bahasa yang beragam. Perhatikan contoh keragaman kata akibat keragaman bahasa daerah berikut.<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"104\"><span style=\"color: #000000;\"><strong><b>Bahasa Indonesia<\/b><\/strong><\/span><\/td>\n<td width=\"114\"><span style=\"color: #000000;\"><strong><b>Bahasa Jawa<\/b><\/strong><\/span><\/td>\n<td width=\"100\"><span style=\"color: #000000;\"><strong><b>Bahasa Sunda<\/b><\/strong><\/span><\/td>\n<td width=\"112\"><span style=\"color: #000000;\"><strong><b>Bahasa Batak<\/b><\/strong><\/span><\/td>\n<td width=\"125\"><span style=\"color: #000000;\"><strong><b>Bahasa Papua<\/b><\/strong><\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"104\"><span style=\"color: #000000;\">saya<\/span><\/td>\n<td width=\"114\"><span style=\"color: #000000;\">aku, kula<\/span><\/td>\n<td width=\"100\"><span style=\"color: #000000;\">abdi<\/span><\/td>\n<td width=\"112\"><span style=\"color: #000000;\">ahu<\/span><\/td>\n<td width=\"125\"><span style=\"color: #000000;\">sa<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"104\"><span style=\"color: #000000;\">rumah<\/span><\/td>\n<td width=\"114\"><span style=\"color: #000000;\">omah<\/span><\/td>\n<td width=\"100\"><span style=\"color: #000000;\">imah<\/span><\/td>\n<td width=\"112\"><span style=\"color: #000000;\">bagas<\/span><\/td>\n<td width=\"125\"><span style=\"color: #000000;\">ruma<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keragaman bahasa daerah tidak menimbulkan masalah antarsuku bangsa. Hal ini karena dalam komunikasi antarsuku bangsa digunakan bahasa Indonesia yang telah mampu mempersatukan perbedaan bahasa daerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2) Rumah Adat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hampir setiap suku bangsa mempunyai bentuk rumah sebagai tempat tinggalnya yang berbeda-beda. Bangunan rumah setiap suku bangsa disesuaikan dengan kondisi alam. Nama rumah adat setiap daerah pun berbeda. Berikut nama beberapa rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah Adat dan Asal Daerah :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1) Rumoh Aceh, Rumah Krong Bade, dari daerah\u00a0 Aceh.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2) Rumah Balai Batak Toba, Rumah Bolon, dari daerah\u00a0Sumatra Utara.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3) Rumah Gadang, dari daerah\u00a0 Sumatra Barat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4)\u00a0Balai Salaso Jatuh atau Rumah Adat Selaso, Jatuh Kembar, Rumah Melayu Atap Belah Riau Bubung, Rumah Melayu Atap Lipat Kajang,\u00a0dan Rumah Melayu Atap Lontik ; dari Riau.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 5) Rumah Melayu Atap Limas Potong, dari daerah\u00a0 Kepulauan Riau.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 6) Rumah Panggung, dari daerah\u00a0 Jambi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 7) Rumah Bubungan Lima, dari daerah\u00a0 Bengkulu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 8) Rumah Limas , dari daerah\u00a0Sumatra Selatan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 9) Rumah Rakit dan rumah Limas, dari daerah\u00a0 Bangka Belitung.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 10) Rumah Nuwou Sesat, dari daerah\u00a0 Lampung.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 11) Rumah Kasepuhan, dari daerah\u00a0 Jawa Barat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 12) Rumah Adat Badui, dari daerah\u00a0 Banten.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 13) Rumah Kebaya dan Rumah Gudang , dari daerah\u00a0DKI Jakarta.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 14) Rumah Joglo , dari daerah\u00a0Jawa Tengah.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 15) Rumah Joglo , dari daerah\u00a0DI Yogyakarta.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 16) Rumah Joglo , dari daerah\u00a0Jawa Timur.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 17) Rumah Panjang , dari daerah\u00a0Kalimantan Barat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 18) Rumah Betang , dari daerah\u00a0Kalimantan Tengah.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 19) Rumah Baloy , dari daerah\u00a0Kalimantan Utara.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 20) Rumah Lamin, dari daerah\u00a0 Kalimantan Timur.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 21) Rumah Banjar, dari daerah\u00a0 Kalimantan Selatan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 22) Gapura Candi Bentar, dari daerah\u00a0 Bali.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 23) Laikas, dari daerah\u00a0 Sulawesi Utara.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 24) Rumah Adat Doloupa , dari daerah\u00a0Gorontalo.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 25) Souraja atau Rumah Raja atau Rumah Besar, Rumah Tambi\u00a0, dari daerah\u00a0\u00a0Sulawesi Tengah.\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 26) Rumah Adat Mandar , dari daerah\u00a0Sulawesi Barat.<br \/>\n27) Rumah Adat Tongkonan, dari daerah Sulawesi Selatan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 28) Rumah Adat Buton atau Rumah Adat Banua\u00a0 Tada\u00a0, dari daerah Sulawesi Tenggara.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 29) Dalam Loka Samawa Nusa, dari daerah Tenggara Barat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 30) Sao Ata Mosa Lakitana Nusa, dari daerah Tenggara Timur.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 31) Rumah Baileo, dari daerah Maluku.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 32) Rumah Baileo, dari daerah Maluku Utara.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 33) Honai, dari daerah Papua Barat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 34) Honai, dari daerah Papua.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>3) Pakaian Adat.\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pakaian adat tradisional Indonesia merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki negara Indonesia. Banyaknya suku-suku dan provinsi yang ada di wilayah negara Indonesia maka banyak pula baju adat yang dimiliki oleh setiap suku di seluruh provinsi Indonesia. Pakaian adat di Indonesia memiliki ciri-ciri khusus dalam pembuatan atau dalam mengenakan pakaian adat tersebut. Berikut beberapa nama pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nama Pakaian Adat da Daerah Asal.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1) Elee Balang :\u00a0 Aceh.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2) Ulos Sumatra : Utara.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3) Bundo Kanduang : Sumatra Barat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4) Pakaian Tradisional Melayu : Riau.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 5) Teluk Belanga : Kepulauan Riau.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 7) Aesan Gede : Sumatra Selatan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 8) Paksian : Bangka Belitung.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 9) Kebaya : Jawa Barat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 10) Baju Pangsi : Banten.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 11) Kebaya : Jawa Tengah.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 12) Kebaya Ksatrian : DI Yogyakarta.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 13) Pesa\u2019an : Jawa Timur.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 14) Perang Kalimantan Barat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 15) Pengantian Bagajah Gamuling Baular Lulut : Kalimantan Selatan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 16) Kulavi (Donggala) : Sulawesi Utara.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 17) Baju Nggembe : Sulawesi Tengah.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 18) Baju Bodo : Sulawesi Selatan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 19) Baju Cele : Maluku.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 20) Pakaian Manteren Lamo : Maluku Utara.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>4) Kesenian Daerah.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kesenian daerah di wilayah Indonesia sangat beragam. Setiap suku bangsa memiliki kesenian khas terdiri atas tari-tarian dan lagu daerah. Berikut beberapa nama tari dari berbagai daerah di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">No. Tarian Daerah<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1) Tari Seudati, Tari Saman Meusekat Aceh.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2) Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor Sumatra Utara.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3) Tari Piring, Tari Payung Sumatra Barat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4) Tari Tandak, Tari Makan Sirih Riau.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 5) Tari Joget Lambak Kepulauan Riau.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 6) Tari Sekapur Sirih, Tari Selampir Delapan Jambi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 7) Tari Andun, Tari Bidadari Teminang Anak Bengkulu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 8) Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek Sumatra Selatan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 9) Tari Campak Bangka Belitung.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 10) Tari Jangget, Tari Melinting, Tari Badana Lampung.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 11) Tari Jaipong, Tari Topeng Kuncaran, Tari\u00a0Merak :\u00a0Jawa Barat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 12) Tari Merak, Tari Cokek Banten.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 13) Tari Topeng, Tari Yopong DKI Jakarta.<br \/>\n<\/span>14)\u00a0Tari Serimpi, Tari Blambang Cakil, Tari\u00a0Gambyong :\u00a0Jawa Tengah.<br \/>\n15) Tari Golek Menak, Tari Bedhaya : DI Yogyakarta.<br \/>\n16)\u00a0Tari Remong, Tari Reog Ponorogo, Tari\u00a0Padang Wulan :\u00a0Jawa Timur.<br \/>\n17) Tari Monong, Tari Zapin Tembung : Kalimantan Barat.<br \/>\n18) Tari Tambun dan Bungai, Tari Balean Dadas : Kalimantan Tengah.<br \/>\n19) Tarian Kancet Ledo : Kalimantan Utara.<br \/>\n20) Tari Gong, Tari Perang : Kalimantan Timur.<br \/>\n21) Tari Baksa Kembang, Tari Radab Rahayu : Kalimantan Selatan.<br \/>\n22) Tari Legong, Tari Kecak, Tari Pendet : Bali.<br \/>\n23) Tari Maengket, Tari Polo : Sulawesi Utara.<br \/>\n24) Tari Saronde : Gorontalo.<br \/>\n25) Tari Lumense, Tari Moduai, Tari Peule Cinde : Sulawesi Tengah.<br \/>\n26) Tari Toerang Batu : Sulawesi Barat.<br \/>\n29) Tari Kipas, Tari Bosara : Sulawesi Selatan.<br \/>\n28) Tari Balumpa, Tari Dinggu : Sulawesi Tenggara.<br \/>\n29) Tari Mpa Lenggogo, Tari Gandrung : Nusa Tenggara Barat.<br \/>\n30) Tari Perang, Tari Caci, Tari Gawi : Nusa Tenggara Timur.<br \/>\n31) Tari Lenso, Tari Cakelele : Maluku.<br \/>\n32) Tari Perang, Tari Nahar Ilaa : Maluku Utara.<br \/>\n33) Tari Suanggi, Tari Perang Papua : Papua Barat.<br \/>\n34) Tari Selamat Datang, Tari Musyoh : Papua.<\/p>\n<p>Itulah contoh keragaman budaya yang ada dalam masyarakat Indonesia. Semua itu merupakan kekayaan negara Indonesia yang sangat dikagumi negara lain. Indonesia memang memiliki masyarakat majemuk. Namun demikian, masyarakat Indonesia tetap hidup rukun, saling menghormati, dan bertoleransi antarwarga masyarakat. Masih banyak keragaman masyarakat Indonesia lainnya.<\/p>\n<p>Kamu telah mengetahui keragaman budaya di Indonesia. Keberagaman itu tentu diperlukan sikap toleransi di antara masyarakat Indonesia. Sikap apa yang dapat kalian terapkan dalam keragaman budaya masyarakat Indonesia? Buatlah naskah drama pendek tentang sikap toleransi, lalu mainkan naskah drama tersebut.<\/p>\n<p>Kerjakan tugas ini bersama kelompokmu. Setiap kelompok terdiri atas 4-5 siswa.<\/p>\n<p>1.Tuliskan daftar kosakata dari bahasa Indonesia dan bahasa daerahmu yang sesuai artinya. Tuliskan paling sedikit 25 kata.<\/p>\n<p>2.Identifikasi nama dan keunikan pakaian adat dari daerahmu.<\/p>\n<p>3.Tuliskan judul lagu-lagu daerah di Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain keragaman budaya, ada berbagai jenis usaha dan kegiatan ekonomi dalam masyarakat.\u00a0Apa sajakah itu?<\/p>\n<p><strong>Judul Bacaan : Jenis Usaha dengan Mengolah Sumber Daya Alam.<\/strong><\/p>\n<p>Untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat melakukan berbagai usaha. Berbagai kegiatan dan jenis usaha yang dilakukan menghasilkan barang dan jasa. Salah satu jenis usaha di masyarakat yaitu mengolah sumber daya alam dari lingkungan.<\/p>\n<p>Kita mengenal berbagai bentuk kegiatan manusia dalam mengolah sumber daya alam untuk mencukupi kebutuhan hidup. Jenis usaha bidang produksi yang bergerak dalam pengolahan sumber daya alam (hewan dan tumbuhan) disebut usaha agraris. Jenis usaha yang termasuk bidang agraris (pertanian dalam arti luas) antara lain persawahan, perkebunan, perhutanan, peternakan, dan perikanan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3302\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/perkebunan-teh.jpg\" alt=\"\" width=\"595\" height=\"298\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/perkebunan-teh.jpg 595w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/perkebunan-teh-300x150.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 595px) 100vw, 595px\" \/><\/p>\n<p>Umumnya, usaha persawahan dan perkebunan dilakukan di daerah perdesaan karena tanahnya masih luas. Namun, sekarang kita dapat melakukan usaha penanaman pada lahan sempit, misalnya dengan cara hidroponik (penanaman dengan media air) atau vertikultur (cara bercocok tanam dengan menempatkan media tanam dalam wadah yang disusun secara vertikal). Tanah pertanian ditanami sayur-mayur, buah-buahan, dan palawija. Lahan pertanian juga dimanfaatkan untuk perkebunan. Tanaman perkebunan di antaranya cengkih, teh, karet, cokelat, tembakau, kopi, dan kelapa sawit.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3303\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/peternakan-ulat-sutra.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"251\" \/><\/p>\n<p>Usaha di bidang peternakan membutuhkan lahan yang luas. Hewan-hewan yang diternakkan antara lain sapi, kambing, domba, itik, dan ayam. Selain itu, ada juga peternakan ulat sutra. Kepompong ulat sutra dapat menghasilkan serat bahan baku kain sutra.<\/p>\n<p>Kegiatan pertanian lainnya adalah perikanan. Usaha di bidang perikanan dapat dilakukan di daerah pantai atau bendungan\/waduk. Akan tetapi, ada juga usaha perikanan yang memanfaatkan kolam-kolam di lahan persawahan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3304\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/perikanan.jpg\" alt=\"\" width=\"301\" height=\"261\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/perikanan.jpg 301w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/perikanan-300x260.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 301px) 100vw, 301px\" \/><\/p>\n<p>Ada pula jenis usaha lain yang memanfaatkan secara langsung sumber daya alam. Jenis usaha ini disebut bidang usaha ekstraktif. Dalam bidang usaha ekstraktif, kita hanya mengambil sumber daya alam tanpa harus mengolahnya terlebih dahulu. Bidang usaha ekstraktif yaitu berburu, pertambangan, dan penebangan hutan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3305\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/pertambangan.jpg\" alt=\"\" width=\"282\" height=\"258\" \/><\/p>\n<p>Amatilah aktivitas penduduk sekitarmu yang memanfaatkan sumber daya alam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; SD Kelas 5\u00a0Tema 8 Lingkunan Sahat Kita &#8211; Sub Tema 1 &#8211; Manusia dan Lingkungan. Pembelajaran 1 sampai dengan 3. &nbsp; &nbsp; &nbsp; Pembelajaran 1. Tampak gambar Lingkungan hijau yang subur, dan gambar 2 atau anak-anak mereboisasi lingkungan yang tandus. Perhatikan gambar-gambar di atas. 1) Fakta-fakta apa sajakah yang ditunjukkan gambar-gambar tersebut? 2) Apakah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[179,320],"tags":[174,382,386,381,105,385,384,135,383],"class_list":["post-3289","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd5","category-sd5-tema-8","tag-air","tag-fungsi-air","tag-hujan","tag-lingkungan-hidup","tag-pakaian-adat","tag-pengembunan","tag-penguapan","tag-rumah-adat","tag-siklus-air"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3289","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3289"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3289\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3564,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3289\/revisions\/3564"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3289"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3289"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3289"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}