{"id":3135,"date":"2018-01-06T17:46:19","date_gmt":"2018-01-06T10:46:19","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=3135"},"modified":"2018-01-10T05:43:10","modified_gmt":"2018-01-09T22:43:10","slug":"sd5-tema-7-1-5-peristiwa-kehidupan-peristiwa-kebangsaan-masa-penjajahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd5-tema-7-1-5-peristiwa-kehidupan-peristiwa-kebangsaan-masa-penjajahan\/","title":{"rendered":"SD5 Tema 7-1-5 Peristiwa Kehidupan &#8211; Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan"},"content":{"rendered":"<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/pQR6akvGNTo\" width=\"480\" height=\"270\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan - Sub Tema 1 : Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan. Pembelajaran 5. Peristiwa Sumpah Pemuda 1928 memberi dampak yang sangat besar terhadap perjuangan pergerakan nasional. Dampak Peristiwa Sumpah Pemuda 1928. Pada tanggal 28 Oktober 1928, suatu tekad yang sangat penting bagi penguatan konsep wawasan kebangsaan Indonesia telah diikrarkan. Ikrar tersebut merupakan modal yang sangat berharga bagi terbentuknya negara kesatuan. Tekad untuk bersatu dan mengesampingkan alasan-alasan kedaerahan, kesukuan, keturunan, keagamaan, dan golongan. Namun, persatuan itu tetap dalam kerangka saling menghormati dan menghargai perbedaan-perbedaan yang ada. Kesemuanya bersatu padu dan melebur dalam ikrar Sumpah Pemuda. Sejak peristiwa Sumpah Pemuda 1928, dunia dikejutkan oleh kemampuan dan kebulatan tekad bangsa Indonesia untuk bersatu padu dalam sebuah ikatan kebangsaan. Pengaruhnya pun sangat besar bagi organisasi pergerakan. Organisasi-organisasi politik yang lahir setelah peristiwa Sumpah Pemuda semuanya memakai kata \u201cIndonesia\u201d dalam namanya. Begitu pun dengan organisasi yang masih bersifat kedaerahan mulai memproses untuk bersatu dalam satu wadah, yaitu Organisasi Indonesia Muda. Adapun tujuannya adalah untuk mempererat tali persatuan segenap pemuda yang berbangsa, berbahasa, dan bertanah air Indonesia. Peristiwa Sumpah Pemuda telah membawa kesadaran dalam diri setiap orang akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam sebuah bangsa. Penyatuan berbagai sifat kedaerahan menjadi sifat nasional terus dilakukan. Peristiwa Sumpah Pemuda menegaskan rasa senasib sepenanggungan sebagai satu bangsa. Rasa inilah yang kemudian menyebabkan timbulnya semangat persatuan untuk membentuk sebuah negara kesatuan. Diskusikan dengan teman sebangkumu teks di atas. Kemudian, buatlah ulasan mengenai bacaan tersebut pada bagan di bawah ini. Ulasan Teks. Apakah Judul teks ? Bagian yang paling menarik adalah ? Informasi penting ? Pendapat saya tentang teks ini Saya menyarankan\/tidak menyarankan teks ini karena Pada peristiwa Sumpah Pemuda 1928, turut diakui lagu \u201cIndonesia Raya\u201d ciptaan W.R. Supratman sebagai Lagu Kebangsaan Indonesia. Ayo, kita nyanyikan lagu tersebut dengan penuh khidmat. Dampak Peristiwa Sumpah Pemuda :\u00a0Sumpah pemuda membuat para pemuda Indonesia bersatu sehingga menciptakan gerakan-gerakan yang dipelopori generasi muda Indonesia. Tokoh2 muda ini banyak membantu Indonesia dalam menacapai kemerdekaan. Judul Lagu : Indonesia Raya. Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku, Disanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku, Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan Tanah Airku, Marilah kita berseru, Indonesia bersatu, Hiduplah tanahku, Hiduplah negriku, Bangsaku Rakyatku semuanya, Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya, Untuk Indonesia Raya, Indonesia Raya, Merdeka Merdeka, Tanahku negriku yang kucinta, Indonesia Raya, Merdeka Merdeka, Hiduplah Indonesia Raya, Indonesia Raya, Merdeka Merdeka, Tanahku negriku yang kucinta, Indonesia Raya, Merdeka Merdeka, Hiduplah Indonesia Raya. Lirik Lagu Indonesia Raya - Stanza 2 (tidak tercakup PP 44\/1958). Indonesia Tanah Yang Mulia Tanah Kita Yang Kaya Disanalah Aku Berdiri Untuk Slama-lamanya. Indonesia Tanah Pusaka Pusaka Kita Semuanya Marilah Kita Mendoa Indonesia Bahagia. Suburlah Tanahnya Suburlah Jiwanya Bangsanya Rakyatnya Semuanya. Sadarlah Hatinya Sadarlah Budinya Untuk Indonesia Raya. Indonesia Raya Merdeka Merdeka Tanahku Negeriku Yang Kucinta. Indonesia Raya Merdeka Merdeka Hiduplah Indonesia Raya. Stanza 3 (tidak tercakup PP 44\/1958). Indonesia Tanah Yang Suci Tanah Kita Yang Sakti Disanalah Aku Berdiri Menjaga Ibu Sejati Indonesia. Tanah Berseri Tanah Yang Aku Sayangi Marilah Kita Berjanji Indonesia Abadi. Slamatkan Rakyatnya Slamatkan Puteranya Pulaunya Lautnya Semuanya. Majulah Negerinya Majulah Pandunya Untuk Indonesia Raya. Indonesia Raya Merdeka Merdeka Tanahku Negeriku Yang Kucinta. Indonesia Raya Merdeka Merdeka Hiduplah Indonesia Raya. Setelah bernyanyi, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut! Apa yang kamu rasakan saat menyanyikan lagu \u201cIndonesia Raya\u201d? Jelaskan! Bagaimanakah nada dan tempo lagu \u201cIndonesia Raya\u201d? Jelaskan! Apakah lirik lagu \u201cIndonesia Raya\u201d mencerminkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan? Jelaskan! Jelaskan isi lagu tersebut dengan kata-katamu sendiri. Tuliskan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Perhatikan penggunaan kata-kata baku. Perhatikan pula penggunaan tanda baca yang benar. Tuliskan dalam kotak berikut. Suasana hening dan khidmat ketika lagu Indonesia Raya dinyanyikan pada peristiwa Sumpah Pemuda 1928. Terlihat W. R. Suprat- man dengan gesekan biolanya mengu- mandangkan lagu Indonesia Raya. Semen- tara para pengurus yang terdiri atas enam orang pemuda dan semua peserta dengan penuh khidmat turut mendengarkan. Diorama WR Supratman memainkan biolanya. Judul Bacaan : Peristiwa Mengembun dan Menyublim. Selain peristiwa mencair, membeku, dan menguap, masih terdapat dua peristiwa perubahan wujud benda. Perubahan wujud benda yang dimaksud adalah mengembun dan menyublim. Mengembun adalah peristiwa perubahan wujud gas menjadi cair. Peristiwa ini merupakan kebalikan dari peristiwa menguap. Pada waktu gas mengembun, gas melepaskan kalor karena terjadi penurunan suhu di sekitarnya. Peristiwa sehari-hari yang mudah kamu jumpai antara lain peristiwa pengembunan yang terjadi di pagi hari. Meskipun pada malam sebelumnya tidak terjadi hujan, tetapi pada pagi hari, terdapat tetesan air pada tanaman yang berada di luar. Kamu juga dapat menjumpai beberapa tempat terasa lembap oleh air. Peristiwa mengembun ini terjadi karena uap air dalam udara menyentuh permukaan seperti permukaan daun atau permukaan yang lainnya. Menyublim merupakan peristiwa berubahnya wujud zat padat menjadi gas. Mengkristal adalah perubahan wujud gas menjadi padat. Peristiwa \u201clenyapnya\u201d kapur barus yang diletakkan di dalam lemari sering dijadikan contoh peristiwa menyublim. Contoh peristiwa ini terjadi pada saat uap iodium yang mengkristal menjadi padatan pada saat didinginkan pada suhu tertentu. Peristiwa perubahan wujud benda dapat dijelaskan dengan menggunakan diagram berikut ini. Perhatikanlah diagram tersebut dengan saksama! Bersama dengan teman sekelompokmu, diskusikanlah soal-soal berikut. 1.Jelaskan bagan perubahan wujud benda di atas dengan lengkap berdasarkan pengamatanmu sebelumnya dan bacaan yang kamu miliki. 2.Jelaskan perbedaan antara peristiwa mengembun dan menyublim! 3.Jelaskan perbedaan antara peristiwa mengembun dan disposisi! 4.Jelaskan perbedaan antara peristiwa menyublim dan mengkristal! 5.Apa saja yang menyebabkan terjadinya peristiwa mengembun, menyublim dan mengkristal? 6.Peristiwa sehari-hari apa sajakah yang menunjukkan terjadinya peristiwa mengembun? Jelaskan! 7.Peristiwa sehari-hari apa sajakah yang menunjukkan terjadinya peristiwa menyublim? Jelaskan! Bersama dengan teman sekelompokmu, rancanglah percobaan untuk menunjukkan terjadinya peristiwa mengembun dan menyublim. 1.Siapkanlah alat dan bahan yang diperlukan. 2.Tulislah tahapan dan langkah-langkahnya. 3.Gambarlah setiap tahapan yang kamu rancang. 4.Lakukan percobaan sesuai tahap yang telah kamu rancang. 5.Catatlah setiap perubahan yang terjadi dengan saksama. 6.Buatlah laporan hasil percobaanmu ke dalam sebuah poster. 7.Pada poster, jelaskan perbedaan utama kedua peristiwa perubahan wujud benda tersebut. 8.Presentasikan hasil percobaanmu dengan percaya diri. Judul Bacaan : Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh. Dengan mempelajari sejarah perjuangan bangsa melawan penjajah, khusus- nya peristiwa Sumpah Pemuda, banyak pelajaran yang kita petik. Kita menjadi tahu bahwa persatuan dan kesatuan memiliki arti penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berbagai perlawanan yang bersifat kedaerahan selalu saja gagal dalam mengusir penjajah. Bangsa kita pun mudah diadu domba. Dengan demikian, tepat kiranya pepatah \u201dbersatu kita teguh, bercerai kita runtuh\u201d. Persatuan dan kesatuan dapat kita wujudkan dengan membina kerukunan di rumah, sekolah, dan masyarakat. Selain itu, pola hidup gotong royong juga harus senantiasa dilakukan oleh masyarakat. Sekarang, ceritakan sikap dan perilakumu sehari-hari yang sudah menunjuk- kan nilai-nilai kerukunan hidup. Tuliskan pada kolom berikut! Bersama orang tua atau anggota keluargamu yang lain, amatilah kegiatan sehari-hari anggota masyarakat di lingkungan tempat tinggalmu. Identifikasi dan sebutkan kegiatan-kegiatan yang menunjukkan adanya nilai-nilai gotong royong! Tuliskan hasilnya pada kolom berikut dan mintalah tanda tangan orang tua atau anggota keluargamu yang lain yang telah bekerja sama denganmu!\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan &#8211; Sub Tema 1 : Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembelajaran 5.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-3088 alignleft\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Kelas-5-Tema-7-Buku-Siswa-Sampul.jpg\" alt=\"\" width=\"181\" height=\"240\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Kelas-5-Tema-7-Buku-Siswa-Sampul.jpg 1567w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Kelas-5-Tema-7-Buku-Siswa-Sampul-226x300.jpg 226w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Kelas-5-Tema-7-Buku-Siswa-Sampul-768x1018.jpg 768w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Kelas-5-Tema-7-Buku-Siswa-Sampul-772x1024.jpg 772w\" sizes=\"(max-width: 181px) 100vw, 181px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peristiwa Sumpah Pemuda 1928 memberi dampak yang sangat besar terhadap perjuangan pergerakan nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Dampak Peristiwa Sumpah Pemuda 1928.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada tanggal 28 Oktober 1928, suatu tekad yang sangat penting bagi penguatan konsep wawasan kebangsaan Indonesia telah diikrarkan. Ikrar tersebut merupakan modal yang sangat berharga bagi terbentuknya negara kesatuan. Tekad untuk bersatu dan mengesampingkan alasan-alasan kedaerahan, kesukuan, keturunan, keagamaan, dan golongan. Namun, persatuan itu tetap dalam kerangka saling menghormati dan menghargai perbedaan-perbedaan yang ada. Kesemuanya bersatu padu dan melebur dalam ikrar Sumpah Pemuda.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Sejak peristiwa Sumpah Pemuda 1928, dunia dikejutkan oleh kemampuan dan kebulatan tekad bangsa Indonesia untuk bersatu padu dalam sebuah ikatan kebangsaan. Pengaruhnya pun sangat besar bagi organisasi pergerakan. Organisasi-organisasi politik yang lahir setelah peristiwa Sumpah Pemuda semuanya memakai kata \u201cIndonesia\u201d dalam namanya. Begitu pun dengan organisasi yang masih bersifat kedaerahan mulai memproses untuk bersatu dalam satu wadah, yaitu Organisasi Indonesia Muda. Adapun tujuannya adalah untuk mempererat tali persatuan segenap pemuda yang berbangsa, berbahasa, dan bertanah air Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peristiwa Sumpah Pemuda telah membawa kesadaran dalam diri setiap orang akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam sebuah bangsa. Penyatuan berbagai sifat kedaerahan menjadi sifat nasional terus dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peristiwa Sumpah Pemuda menegaskan rasa senasib sepenanggungan sebagai satu bangsa. Rasa inilah yang kemudian menyebabkan timbulnya semangat persatuan untuk membentuk sebuah negara kesatuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Diskusikan dengan teman sebangkumu teks di atas. Kemudian, buatlah ulasan mengenai bacaan tersebut pada bagan di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ulasan Teks.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Apakah Judul teks ?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bagian yang paling menarik adalah ?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Informasi penting ?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pendapat saya tentang teks ini<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Saya menyarankan\/tidak menyarankan teks ini karena<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada peristiwa Sumpah Pemuda 1928, turut diakui lagu \u201cIndonesia Raya\u201d ciptaan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> W.R. Supratman sebagai Lagu Kebangsaan Indonesia. Ayo, kita nyanyikan lagu tersebut dengan penuh khidmat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dampak Peristiwa Sumpah Pemuda :\u00a0Sumpah pemuda membuat para pemuda Indonesia bersatu sehingga menciptakan gerakan-gerakan yang dipelopori generasi muda Indonesia. Tokoh2 muda ini banyak membantu Indonesia dalam menacapai kemerdekaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Judul Lagu : Indonesia Raya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indonesia tanah airku,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Tanah tumpah darahku,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Disanalah aku berdiri,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Jadi pandu ibuku,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Indonesia kebangsaanku,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Bangsa dan Tanah Airku,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Marilah kita berseru,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Indonesia bersatu,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hiduplah tanahku,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Hiduplah negriku,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Bangsaku Rakyatku semuanya,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Bangunlah jiwanya,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Bangunlah badannya,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Untuk Indonesia Raya,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indonesia Raya,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Merdeka Merdeka,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Tanahku negriku yang kucinta,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indonesia Raya,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Merdeka Merdeka,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Hiduplah Indonesia Raya,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indonesia Raya,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Merdeka Merdeka,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Tanahku negriku yang kucinta,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indonesia Raya,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Merdeka Merdeka,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Hiduplah Indonesia Raya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3140\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/lagu-indonesia-raya.jpg\" alt=\"\" width=\"1149\" height=\"1720\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/lagu-indonesia-raya.jpg 1149w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/lagu-indonesia-raya-200x300.jpg 200w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/lagu-indonesia-raya-768x1150.jpg 768w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/lagu-indonesia-raya-684x1024.jpg 684w\" sizes=\"(max-width: 1149px) 100vw, 1149px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lirik Lagu Indonesia Raya &#8211; Stanza 2 (tidak tercakup PP 44\/1958).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indonesia Tanah Yang Mulia Tanah Kita Yang Kaya Disanalah Aku Berdiri Untuk Slama-lamanya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Indonesia Tanah Pusaka Pusaka Kita Semuanya Marilah Kita Mendoa Indonesia Bahagia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Suburlah Tanahnya Suburlah Jiwanya Bangsanya Rakyatnya Semuanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sadarlah Hatinya Sadarlah Budinya Untuk Indonesia Raya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indonesia Raya Merdeka Merdeka Tanahku Negeriku Yang Kucinta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indonesia Raya Merdeka Merdeka Hiduplah Indonesia Raya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Stanza 3 (tidak tercakup PP 44\/1958).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indonesia Tanah Yang Suci Tanah Kita Yang Sakti Disanalah Aku Berdiri Menjaga Ibu Sejati Indonesia.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Tanah Berseri Tanah Yang Aku Sayangi Marilah Kita Berjanji Indonesia Abadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Slamatkan Rakyatnya Slamatkan Puteranya Pulaunya Lautnya Semuanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Majulah Negerinya Majulah Pandunya Untuk Indonesia Raya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indonesia Raya Merdeka Merdeka Tanahku Negeriku Yang Kucinta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indonesia Raya Merdeka Merdeka Hiduplah Indonesia Raya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah bernyanyi, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Apa yang kamu rasakan saat menyanyikan lagu \u201cIndonesia Raya\u201d? Jelaskan!<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bagaimanakah nada dan tempo lagu \u201cIndonesia Raya\u201d? Jelaskan!<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Apakah lirik lagu \u201cIndonesia Raya\u201d mencerminkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan? Jelaskan!<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jelaskan isi lagu tersebut dengan kata-katamu sendiri. Tuliskan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Perhatikan penggunaan kata-kata baku. Perhatikan pula penggunaan tanda baca yang benar. Tuliskan dalam kotak berikut.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Suasana hening dan khidmat ketika lagu Indonesia Raya dinyanyikan pada peristiwa Sumpah Pemuda 1928. Terlihat W. R. Suprat- man dengan gesekan biolanya mengu- mandangkan lagu Indonesia Raya. Semen- tara para pengurus yang terdiri atas enam orang pemuda dan semua peserta dengan penuh khidmat turut mendengarkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3141\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/wr-supratman-indonesia-raya.jpg\" alt=\"\" width=\"307\" height=\"195\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/wr-supratman-indonesia-raya.jpg 307w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/wr-supratman-indonesia-raya-300x191.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 307px) 100vw, 307px\" \/><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Diorama WR Supratman memainkan biolanya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Judul Bacaan : Peristiwa Mengembun dan Menyublim.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain peristiwa mencair, membeku, dan menguap, masih terdapat dua peristiwa perubahan wujud benda. Perubahan wujud benda yang dimaksud adalah mengembun dan menyublim.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Mengembun adalah peristiwa perubahan wujud gas menjadi cair. Peristiwa ini merupakan kebalikan dari peristiwa menguap. Pada waktu gas mengembun, gas melepaskan kalor karena terjadi penurunan suhu di sekitarnya. Peristiwa sehari-hari yang mudah kamu jumpai antara lain peristiwa pengembunan yang terjadi di pagi hari. Meskipun pada malam sebelumnya tidak terjadi hujan, tetapi pada pagi hari, terdapat tetesan air pada tanaman yang berada di luar. Kamu juga dapat menjumpai beberapa tempat terasa lembap oleh air. Peristiwa mengembun ini terjadi karena uap air dalam udara menyentuh permukaan seperti permukaan daun atau permukaan yang lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menyublim merupakan peristiwa berubahnya wujud zat padat menjadi gas. Mengkristal adalah perubahan wujud gas menjadi padat. Peristiwa \u201clenyapnya\u201d kapur barus yang diletakkan di dalam lemari sering dijadikan contoh peristiwa menyublim. Contoh peristiwa ini terjadi pada saat uap iodium yang mengkristal menjadi padatan pada saat didinginkan pada suhu tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peristiwa perubahan wujud benda dapat dijelaskan dengan menggunakan diagram berikut ini. Perhatikanlah diagram tersebut dengan saksama!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3142\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-7-perubahan-wujud.jpg\" alt=\"\" width=\"518\" height=\"469\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-7-perubahan-wujud.jpg 518w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-7-perubahan-wujud-300x272.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 518px) 100vw, 518px\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bersama dengan teman sekelompokmu, diskusikanlah soal-soal berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1.Jelaskan bagan perubahan wujud benda di atas dengan lengkap berdasarkan pengamatanmu sebelumnya dan bacaan yang kamu miliki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2.Jelaskan perbedaan antara peristiwa mengembun dan menyublim!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3.Jelaskan perbedaan antara peristiwa mengembun dan disposisi!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">4.Jelaskan perbedaan antara peristiwa menyublim dan mengkristal!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">5.Apa saja yang menyebabkan terjadinya peristiwa mengembun, menyublim dan mengkristal?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">6.Peristiwa sehari-hari apa sajakah yang menunjukkan terjadinya peristiwa mengembun? Jelaskan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">7.Peristiwa sehari-hari apa sajakah yang menunjukkan terjadinya peristiwa menyublim? Jelaskan!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bersama dengan teman sekelompokmu, rancanglah percobaan untuk menunjukkan terjadinya peristiwa mengembun dan menyublim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1.Siapkanlah alat dan bahan yang diperlukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2.Tulislah tahapan dan langkah-langkahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3.Gambarlah setiap tahapan yang kamu rancang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">4.Lakukan percobaan sesuai tahap yang telah kamu rancang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">5.Catatlah setiap perubahan yang terjadi dengan saksama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">6.Buatlah laporan hasil percobaanmu ke dalam sebuah poster.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">7.Pada poster, jelaskan perbedaan utama kedua peristiwa perubahan wujud benda tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">8.Presentasikan hasil percobaanmu dengan percaya diri.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Judul Bacaan : Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan mempelajari sejarah perjuangan bangsa melawan penjajah, khusus- nya peristiwa Sumpah Pemuda, banyak pelajaran yang kita petik. Kita menjadi tahu bahwa persatuan dan kesatuan memiliki arti penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berbagai perlawanan yang bersifat kedaerahan selalu saja gagal dalam mengusir penjajah. Bangsa kita pun mudah diadu domba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan demikian, tepat kiranya pepatah \u201dbersatu kita teguh, bercerai kita runtuh\u201d. Persatuan dan kesatuan dapat kita wujudkan dengan membina kerukunan di rumah, sekolah, dan masyarakat. Selain itu, pola hidup gotong royong juga harus senantiasa dilakukan oleh masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sekarang, ceritakan sikap dan perilakumu sehari-hari yang sudah menunjuk- kan nilai-nilai kerukunan hidup. Tuliskan pada kolom berikut!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bersama orang tua atau anggota keluargamu yang lain, amatilah kegiatan sehari-hari anggota masyarakat di lingkungan tempat tinggalmu. Identifikasi dan sebutkan kegiatan-kegiatan yang menunjukkan adanya nilai-nilai gotong royong!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tuliskan hasilnya pada kolom berikut dan mintalah tanda tangan orang tua atau anggota keluargamu yang lain yang telah bekerja sama denganmu!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan &#8211; Sub Tema 1 : Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan. Pembelajaran 5. Peristiwa Sumpah Pemuda 1928 memberi dampak yang sangat besar terhadap perjuangan pergerakan nasional. Dampak Peristiwa Sumpah Pemuda 1928. Pada tanggal 28 Oktober 1928, suatu tekad yang sangat penting bagi penguatan konsep wawasan kebangsaan Indonesia telah diikrarkan. Ikrar tersebut merupakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[179,317],"tags":[],"class_list":["post-3135","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd5","category-sd5-tema-7"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3135","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3135"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3135\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3151,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3135\/revisions\/3151"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3135"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3135"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3135"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}