{"id":3129,"date":"2018-01-06T05:43:08","date_gmt":"2018-01-05T22:43:08","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=3129"},"modified":"2018-01-06T21:26:11","modified_gmt":"2018-01-06T14:26:11","slug":"sd5-tema-7-1-4-peristiwa-kehidupan-peristiwa-kebangsaan-masa-penjajahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd5-tema-7-1-4-peristiwa-kehidupan-peristiwa-kebangsaan-masa-penjajahan\/","title":{"rendered":"SD5 Tema 7-1-4 Peristiwa Kehidupan &#8211; Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan"},"content":{"rendered":"<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/3SWTd96kdTY\" width=\"640\" height=\"360\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan - Sub Tema 1 : Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan. Pembelajaran 4. Berbagai perlawanan terhadap penjajah terus mengalami kegagalan karena perlawanan masih bersifat kedaerahan. Kemudian, lahir sistem perjuangan baru yang dikenal dengan kebangkitan nasional. Bangsa Indonesia mengalami penderitaan akibat penjajahan mulai awal abad ke-17 sampai abad ke-20. Pada masa penjajahan, bangsa Indonesia telah berusaha sekuat tenaga untuk mengusir penjajah dan bercita-cita menjadi bangsa yang merdeka, bebas dari penjajahan. Berbagai bentuk perlawanan terhadap penjajah yang dilakukan oleh para raja, bangsawan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dilakukan dengan cara mengangkat senjata. Namun, pada umumnya, bentuk perlawanan semacam itu mengalami kegagalan. Adapun faktor penyebab gagalnya perjuangan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah adalah sebagai berikut. a, Perjuangan bersifat kedaerahan. b, Perlawanan tidak dilakukan secara serentak. c, Masih bergantung pada pimpinan (jika pemimpin tertangkap, perlawanan terhenti). d, Kalah dalam persenjataan. e, Belanda menerapkan politik adu domba (devide et impera). Berdasarkan pengalaman tersebut, kaum terpelajar ingin berjuang dengan cara yang lebih modern, yaitu menggunakan kekuatan organisasi. Lahirnya organisasi-organisasi tersebut menandai lahirnya masa pergerakan nasional. Masa pergerakan kebangsaan dibedakan menjadi 3 masa, yaitu masa awal (perkembangan) pergerakan nasional, masa radikal, dan masa moderat. Masa Awal Pergerakan Nasional. (Tahun 1900-an). Pada masa ini, lahir banyak organisasi pergerakan, seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Indische Partij (IP). Salah satu organisasi yang besar pengaruhnya terhadap pergerakan nasional adalah Budi Utomo. Pada hari Minggu tanggal 20 Mei 1908, Sutomo beserta kawan-kawannya berkumpul di Jakarta. Mereka sepakat mendirikan Budi Utomo yang berarti \u201cusaha mulia\u201d. Karena sebagai organisasi modern yang pertama kali\u00a0muncul di Indonesia, pemerintah RI menetapkan tanggal berdirinya Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Masa Awal Radikal. (Tahun 1920-1927-an). Perjuangan bangsa Indonesia me- lawan penjajah pada abad ke-20 disebut masa radikal karena pergerakan-pergerakan nasional pada masa ini bersifat radikal\/ keras terhadap pemerintah Hindia Belanda. Mereka menggunakan asas nonkooperatif\/tidak mau be- kerja sama. Organisasi-organisasi yang bersifat radikal adalah Per- himpunan Indonesia (PI), Partai\u00a0Komunis Indonesia (PKI), Nahdlathul Ulama (NU), Partai Nasional Indonesia (PNI). Masa Moderat. (Tahun 1930-an). Sejak tahun 1930, organisasi-organisasi pergerakan Indonesia mengubah taktik perjuangannya. Mereka menggunakan taktik kooperatif (bersedia bekerja sama) dengan pemerintah Hindia Belanda. Organisasi-organisasi\u00a0\u00a0yang berhaluan moderat antara lain Partindo 1930, PNI Baru, Partai Indonesia Raya (Parindra), Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo), dan Gabungan Politik Indonesia (Gapi). Selain organisasi-organisasi di atas, masih banyak organisasi kepemudaan dan keagamaan lainnya yang ada dan berkembang pada masa itu, antara lain: Pergerakan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Majelis Islam A\u2019la Indonesia (MIAI), Jong Islamieten Bond, Sumatra Thawalib yang lahir di Minangkabau, Persatuan Pemuda Kristen, dan Persatuan Pemuda Katholik. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan tepat! 1, Mengapa berbagai bentuk perlawanan terhadap Belanda sering mengalami kegagalan? 2, Bagaimanakah perubahan strategi perlawanan terhadap Belanda dilakukan oleh kaum atau golongan muda terpelajar? 3, Peristiwa apa yang menandai lahirnya masa pergerakan nasional? 4, Jelaskan pembagian masa pergerakan nasional! 5, Peristiwa apa yang menjadi latar belakang ditetapkannya Hari Kebangkitan Nasional? Jelaskan alasannya! Carilah sumber bacaan seperti buku, koran, majalah atau internet yang menjelaskan biografi dr. Sutomo. 1, Tuliskan secara singkat tentang perjuangan dr. Sutomo dalam menghadapi penjajah. 2, Baca dengan jelas dan berikan komentar (presentasikan) biografi dan kisah perjuangan dr. Sutomo tersebut di depan kelas. Munculnya rasa kebangsaan Indonesia berasal dari keinginan kuat rakyat Indonesia untuk merdeka dan berdaulat. Sejak abad ke-19, mulai muncul benih-benih rasa kebangsaan atau nasionalisme bagi bangsa-bangsa di Asia dan Afrika, khususnya Indonesia. Banyak faktor yang memicu munculnya rasa kebangsaan di Indonesia. Salah satunya kenangan kejayaan masa lalu. Kenangan kejayaan masa lalu, khususnya pada kejayaan Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya serta kebesaran kerajaan- kerajaan Islam. Pada masa Majapahit, kerajaan itu mampu menguasai seluruh Nusantara. Adapun pada masa Sriwijaya, kerajaan mampu berkuasa di lautan karena pasukan maritimnya kuat. Pada bacaan di atas, disebutkan salah satu faktor munculnya rasa kebangsaan di Indonesia. Sekarang, diskusikan bersama kelompokmu mengenai faktor- faktor lain yang memicu munculnya rasa kebangsaan Indonesia. Sebagai bahan diskusi, kamu dapat mencari referensi dari buku atau artikel. Perkembangan masyarakat Indonesia pada masa munculnya rasa kebangsaan terjadi di berbagai bidang kehidupan, di antaranya sebagai berikut. Perkembangan pendidikan menyebabkan munculnya para cendekiawan, baik hasil dari pendidikan Barat maupun pendidikan di Indonesia. Para cendekiawan ini menjadi pelopor dan pemimpin munculnya organisasi- organisasi pelajar dan mahasiswa untuk melawan penjajah, seperti dokter Sutomo dan organisasi Budi Utomo. Banyak muncul organisasi- organisasi pergerakan yang menyuarakan aspirasi masyarakat pribumi yang\u00a0telah hidup dalam penindasan penjajah. Mereka ingin menghancurkan kekuasaan kolonial di Indonesia. Mulai muncul paham-paham baru seperti nasionalisme, liberalisme, sosialisme, demokrasi, dan pancasilaisme. Semangat nasionalisme pada masa ini digunakan sebagai paham atau ideologi bagi organisasi pergerakan, salah satunya Partai Nasional Indonesi yang diketuai oleh Ir. Soekarno. Bidang Ekonomi. Ada upaya untuk penghapusan eksploitasi ekonomi asing.\u00a0Tujuannya untuk membentuk masyarakat yang bebas dari kesengsaraan dan kemelaratan serta meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia. Melakukan pembentukan identitas nasional, seperti penggunaan nama Indonesia untuk menyebut negara kita. Hal ini diawali oleh J.R. Logan pada tahun 1850 dan istilah Indonesia makin populer sejak Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Ada upaya untuk melindungi, memperbaiki, dan mengembalikan budaya bangsa Indonesia yang hampir punah karena masuknya budaya asing sejalan dengan masuknya penjajah di Indonesia. Bersama kelompokmu, diskusikan pengaruh dan keberlanjutan keadaan masyarakat Indonesia pada masa munculnya rasa kebangsaan pada masa sekarang! Pengaruh perkembangan dan keadaan masa munculnya rasa kebangsaan terhadap kehidupan masa kemerdekaan hingga sekarang di bidang\u00a0pendidikan. Pengaruh perkembangan dan keadaan masa munculnya rasa kebangsaan terhadap kehidupan masa kemerdekaan hingga sekarang di bidang ekonomi. Pengaruh perkembangan dan keadaan masa munculnya rasa kebangsaan terhadap kehidupan masa kemerdekaan hingga sekarang di bidang politik. Pengaruh perkembangan dan keadaan masa munculnya rasa kebangsaan terhadap kehidupan masa kemerdekaan hingga sekarang di bidang sosial dan budaya. Sejak dirintisnya organisasi yang bersifat nasional, Budi Utomo, pemuda juga tergugah untuk membentuk organisasi-oganisasi yang memperjuangkan nasib bangsanya. Semula di Indonesia, terdapat macam-macam organisasi pemuda. Pada awal kemunculannya, organisasi-organisasi pemuda itu dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu organisasi pemuda bersifat kedaerahan, organisasi pemuda bersifat nasional, dan organisasi pemuda bersifat keagamaan. Untuk menggabungkan semua organisasi kedaerahan menjadi satu kesatuan, mereka mengadakan Kongres Pemuda Indonesia. Peristiwa Sumpah Pemuda 1928. Selama zaman penjajahan Belanda, Kongres Pemuda Indonesia diselenggarakan tiga kali. Kongres Pemuda Indonesia I berlangsung di Jakarta pada tanggal 30 April \u2013 2 Mei tahun 1926 diikuti oleh semua organisasi pemuda. Namun, Kongres Pemuda Indonesia I belum dapat menghasilkan keputusan yang mewujudkan persatuan seluruh pemuda. Kongres Pemuda Indonesia I merupakan persiapan Kongres Pemuda Indonesia II. Kongres Pemuda Indonesia II berlangsung di Jakarta pada tanggal 27 \u2013 28 Oktober. Pusat penyelenggaraan kongres tersebut di Gedung Indonesische Club di Jl. Kramat Raya 106, tetapi keseluruhan sidang diselenggarakan di tiga tempat. Pemuda bekerja keras mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, termasuk menyusun panitia kongres. Pada malam penutupan tanggal 28 Oktober 1928, Kongres Pemuda Indonesia II mengambil keputusan sebagai berikut. a, Menerima lagu \u201cIndonesia Raya\u201d ciptaan W.R. Supratman sebagai lagu kebangsaan Indonesia. b, Menerima sang \u201cMerah Putih\u201d sebagai Bendera Indonesia. c, Semua organisasi pemuda dilebur menjadi satu dengan nama Indonesia Muda (berwatak nasional dalam arti luas). d.Diikrarkannya \u201cSumpah Pemuda\u201d oleh semua wakil pemuda yang hadir. Isi Sumpah Pemuda. 1, Kami putra dan putri Indonesia, mengakui bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. 2, Kami putra dan putri Indonesia, mengakui berbangsa satu, bangsa Indonesia. 3, Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ayo, temukan kosakata baku dan tidak baku pada bacaan berjudul \u201cPeristiwa Sumpah Pemuda 1928\u201d. Kemudian, carilah arti katanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia, bertanya kepada Guru, atau berdiskusi. Kapan Kongres Pemuda dilaksanakan? Di manakah Kongres Pemuda dilaksanakan? Siapakah peserta Kongres Pemuda? Apakah hasil Kongres Pemuda I? Apa hasil Kongres Pemuda II? Apa isi ikrar Sumpah Pemuda? Sejak J.R. Logan menggunakan kata \u201cIndonesia\u201d untuk menyebut penduduk dan kepulauan Nusantara (1850), istilah \u201cIndonesia\u201d mulai dikenal. Bahkan, beberapa tokoh banyak menulis artikel tentang keberadaan Nusantara dengan istilah \u201cIndonesia\u201d, dan tidak lagi dengan Istilah \u201cHindia\u2013Belanda\u201d. Dalam perkembangan selanjutnya, istilah \u201cIndonesia\u201d dijadikan sebagai nama organisasi para mahasiswa Indonesia di negeri Belanda, yaitu Perhimpunan Indonesia (Indonesische Vereeniging). Istilah \u201cIndonesia\u201d makin populer setelah ditetapkannya Ikrar Sumpah Pemuda. Sekarang, diskusikan bersama temanmu arti penting penggunaan istilah \u201cIndonesia\u201d bagi perjuangan bangsa Indonesia. Adakah hubungannya dengan proses pergerakan bangsa Indonesia? Peristiwa Sumpah Pemuda menunjukkan adanya rasa persatuan dan kesatuan di antara para pemuda yang berbeda ras, suku, golongan, dan agama. Memang demikian seharusnya. Walaupun berbeda ras, suku, golongan, dan agama, tetapi derajat kita sama sebagai manusia. Tidak ada manusia yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah. Perbedaan antara satu suku dan suku lainnya hanya terletak pada bahasa dan adat istidatnya serta sistem kekerabatan. 1.Adat Istiadat Setiap suku bangsa pasti memiliki adat istiadat tertentu, meliputi upacara adat dan kebiasaan-kebiasaan lain. Kebiasaan-kebiasaan tersebut sudah dijalankan secara turun-temurun dalam suatu suku. Contohnya upacara pembakaran mayat (ngaben) di Bali. Perbedaan adat istiadat menunjukkan perbedaan kebudayaan yang tam- pak dari pola perilaku atau gaya hidup. Pola perilaku orang Batak yang suka bicara terus terang sehingga terkesan tegas dan keras sangat berbeda dengan pola perilaku orang Jawa Tengah (khususnya Solo dan Yogya) yang suka berbicara hati-hati penuh dengan sindiran secara halus. 2.Bahasa Daerah Tiap suku bangsa biasanya memiliki bahasa daerah tertentu. Sebagai contoh suku Jawa memakai bahasa Jawa dalam melakukan percakapan sehari-hari. Suku-suku bangsa lainnya pun menggunakan bahasa daerahnya masing-masing. 3.Sistem Kekerabatan Sistem kekerabatan merupakan sistem keturunan yang dianut oleh suku bangsa tertentu berdasarkan garis ayah, garis ibu, atau kedua-duanya. Pada pembelajaran sebelumnya, kamu telah menceritakan asal ras dan suku bangsamu. Sekarang, ceritakan identitas suku bangsa salah satu temanmu. Ayo, ceritakan kepada Guru dan teman-temanmu. \u2022Siapakah nama temanmu? \u2022Termasuk ras apakah temanmu? \u2022Termasuk suku apakah temanmu? \u2022Apa bahasa daerahnya? \u2022Sebutkan satu kesenian yang menjadi ciri khas suku bangsanya. \u2022Bagaimana sikapmu jika kamu dan temanmu berasal dari suku bangsa berbeda? Dengan mempelajari pergerakan kebangsaan Indonesia, kita makin tahu seja- rah perjalanan perjuangan bangsa Indonesia. Kita juga tahu bahwa munculnya kesadaran nasional dan pergerakan kebangsaan Indonesia dipelopori oleh para pemuda dan pelajar. Mereka dengan segenap pemikiran dan tenaga berupaya memperjuangkan nasib bangsa Indonesia. Perjuangannya melalui organisasi- organisasi pergerakan yang tentunya menuntut adanya kemampuan berpikir, bekerja sama, berstrategi, dan berdiplomasi. Salah satu pelajaran yang dapat kita petik adalah hasil pemikiran pemuda yang tercetus dalam Ikrar Sumpah Pemuda. Pada saat itu, semua pemuda saling menyadari dan mengakui, serta meletakkan ego kedaerahannya masing- masing untuk melebur dalam satu kepentingan demi terwujudnya satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia. Ikrar tersebut mampu memotivasi seluruh elemen bangsa untuk bersatu padu mengusir penjajah. Bagaimanakah dengan pemuda saat ini? Bagaimana juga denganmu? Apakah kamu sudah mampu menerapkan nilai-nilai Sumpah Pemuda? Jika sudah, kembangkan dan tingkatkanlah terus. Jika belum, mulailah dari sekarang dengan membina persatuan di sekolah dan masyarakat sekitar. Kemukakan sikap dan perilakumu yang telah menunjukkan pengamalan nilai- nilai Sumpah Pemuda! Bersama orang tua atau anggota keluargamu yang lain, amatilah kegiatan sehari-hari anggota keluargamu. Identifikasi dan sebutkan kegiatan-kegiatan yang menunjukkan adanya penerapan nilai-nilai Sumpah Pemuda! Tuliskan hasilnya pada kolom berikut, lalu mintalah tanda tangan orang tua atau anggota keluargamu yang lain yang telah bekerja sama denganmu!\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan &#8211; Sub Tema 1 : Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembelajaran 4.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-3088 alignleft\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Kelas-5-Tema-7-Buku-Siswa-Sampul.jpg\" alt=\"\" width=\"181\" height=\"240\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Kelas-5-Tema-7-Buku-Siswa-Sampul.jpg 1567w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Kelas-5-Tema-7-Buku-Siswa-Sampul-226x300.jpg 226w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Kelas-5-Tema-7-Buku-Siswa-Sampul-768x1018.jpg 768w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Kelas-5-Tema-7-Buku-Siswa-Sampul-772x1024.jpg 772w\" sizes=\"(max-width: 181px) 100vw, 181px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berbagai perlawanan terhadap penjajah terus mengalami kegagalan karena perlawanan masih bersifat kedaerahan.<br \/>\nKemudian, lahir sistem perjuangan baru yang dikenal dengan kebangkitan nasional.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bangsa Indonesia mengalami penderitaan akibat penjajahan mulai awal abad ke-17 sampai abad ke-20. Pada masa penjajahan, bangsa Indonesia telah berusaha sekuat tenaga untuk mengusir penjajah dan bercita-cita menjadi bangsa yang merdeka, bebas dari penjajahan. Berbagai bentuk perlawanan terhadap penjajah yang dilakukan oleh para raja, bangsawan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dilakukan dengan cara mengangkat senjata. Namun, pada umumnya, bentuk perlawanan semacam itu mengalami kegagalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adapun faktor penyebab gagalnya perjuangan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah adalah sebagai berikut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> a, Perjuangan bersifat kedaerahan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> b, Perlawanan tidak dilakukan secara serentak.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> c, Masih bergantung pada pimpinan (jika pemimpin tertangkap, perlawanan terhenti).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> d, Kalah dalam persenjataan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> e, Belanda menerapkan politik adu domba (devide et impera).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan pengalaman tersebut, kaum terpelajar ingin berjuang dengan cara yang lebih modern, yaitu menggunakan kekuatan organisasi. Lahirnya organisasi-organisasi tersebut menandai lahirnya masa pergerakan nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masa pergerakan kebangsaan dibedakan menjadi 3 masa, yaitu masa awal (perkembangan) pergerakan nasional, masa radikal, dan masa moderat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Masa Awal Pergerakan Nasional.<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> <strong>(Tahun 1900-an).<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada masa ini, lahir banyak organisasi pergerakan, seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Indische Partij (IP). Salah satu organisasi yang besar pengaruhnya terhadap pergerakan nasional adalah Budi Utomo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada hari Minggu tanggal 20 Mei 1908, Sutomo beserta kawan-kawannya berkumpul di Jakarta. Mereka sepakat mendirikan Budi Utomo yang berarti \u201cusaha mulia\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena sebagai organisasi modern yang pertama kali\u00a0muncul di Indonesia, pemerintah RI menetapkan tanggal berdirinya Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masa Awal Radikal.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> (Tahun 1920-1927-an).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perjuangan bangsa Indonesia me- lawan penjajah pada abad ke-20 disebut masa radikal karena pergerakan-pergerakan nasional pada masa ini bersifat radikal\/ keras terhadap pemerintah Hindia Belanda. Mereka menggunakan asas nonkooperatif\/tidak mau be- kerja sama. Organisasi-organisasi yang bersifat radikal adalah Per- himpunan Indonesia (PI), Partai\u00a0Komunis Indonesia (PKI), Nahdlathul Ulama (NU), Partai Nasional Indonesia (PNI).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masa Moderat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> (Tahun 1930-an).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sejak tahun 1930, organisasi-organisasi pergerakan Indonesia mengubah taktik perjuangannya. Mereka menggunakan taktik kooperatif (bersedia bekerja sama) dengan pemerintah Hindia Belanda. Organisasi-organisasi\u00a0\u00a0yang berhaluan moderat antara lain Partindo 1930, PNI Baru, Partai Indonesia Raya (Parindra), Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo), dan Gabungan Politik Indonesia (Gapi).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Selain organisasi-organisasi di atas, masih banyak organisasi kepemudaan dan keagamaan lainnya yang ada dan berkembang pada masa itu, antara lain: Pergerakan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Majelis Islam A\u2019la Indonesia (MIAI), Jong Islamieten Bond, Sumatra Thawalib yang lahir di Minangkabau, Persatuan Pemuda Kristen, dan Persatuan Pemuda Katholik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan tepat!<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1, Mengapa berbagai bentuk perlawanan terhadap Belanda sering mengalami kegagalan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2, Bagaimanakah perubahan strategi perlawanan terhadap Belanda dilakukan oleh kaum atau golongan muda terpelajar?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3, Peristiwa apa yang menandai lahirnya masa pergerakan nasional?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">4, Jelaskan pembagian masa pergerakan nasional!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">5, Peristiwa apa yang menjadi latar belakang ditetapkannya Hari Kebangkitan Nasional? Jelaskan alasannya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Carilah sumber bacaan seperti buku, koran, majalah atau internet yang menjelaskan biografi dr. Sutomo.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1, Tuliskan secara singkat tentang perjuangan dr. Sutomo dalam menghadapi penjajah.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2, Baca dengan jelas dan berikan komentar (presentasikan) biografi dan kisah perjuangan dr. Sutomo tersebut di depan kelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Munculnya rasa kebangsaan Indonesia berasal dari keinginan kuat rakyat Indonesia untuk merdeka dan berdaulat. Sejak abad ke-19, mulai muncul benih-benih rasa kebangsaan atau nasionalisme bagi bangsa-bangsa di Asia dan Afrika, khususnya Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Banyak faktor yang memicu munculnya rasa kebangsaan di Indonesia. Salah satunya kenangan kejayaan masa lalu. Kenangan kejayaan masa lalu, khususnya pada kejayaan Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya serta kebesaran kerajaan- kerajaan Islam. Pada masa Majapahit, kerajaan itu mampu menguasai seluruh Nusantara. Adapun pada masa Sriwijaya, kerajaan mampu berkuasa di lautan karena pasukan maritimnya kuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada bacaan di atas, disebutkan salah satu faktor munculnya rasa kebangsaan di Indonesia. Sekarang, diskusikan bersama kelompokmu mengenai faktor- faktor lain yang memicu munculnya rasa kebangsaan Indonesia. Sebagai bahan diskusi, kamu dapat mencari referensi dari buku atau artikel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perkembangan masyarakat Indonesia pada masa munculnya rasa kebangsaan terjadi di berbagai bidang kehidupan, di antaranya sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perkembangan pendidikan menyebabkan munculnya para cendekiawan, baik hasil dari pendidikan Barat maupun pendidikan di Indonesia. Para cendekiawan ini menjadi pelopor dan pemimpin munculnya organisasi- organisasi pelajar dan mahasiswa untuk melawan penjajah, seperti dokter Sutomo dan organisasi Budi Utomo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Banyak muncul organisasi- organisasi pergerakan yang menyuarakan aspirasi masyarakat pribumi yang\u00a0telah hidup dalam penindasan penjajah. Mereka ingin menghancurkan kekuasaan kolonial di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mulai muncul paham-paham baru seperti nasionalisme, liberalisme, sosialisme, demokrasi, dan pancasilaisme. Semangat nasionalisme pada masa ini digunakan sebagai paham atau ideologi bagi organisasi pergerakan, salah satunya Partai Nasional Indonesi yang diketuai oleh Ir. Soekarno.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Bidang Ekonomi.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada upaya untuk penghapusan eksploitasi ekonomi asing.\u00a0Tujuannya untuk membentuk masyarakat yang bebas dari kesengsaraan dan kemelaratan serta meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Melakukan pembentukan identitas nasional, seperti penggunaan nama Indonesia untuk menyebut negara kita. Hal ini diawali oleh J.R. Logan pada tahun 1850 dan istilah Indonesia makin populer sejak Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada upaya untuk melindungi, memperbaiki, dan mengembalikan budaya bangsa Indonesia yang hampir punah karena masuknya budaya asing sejalan dengan masuknya penjajah di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bersama kelompokmu, diskusikan pengaruh dan keberlanjutan keadaan masyarakat Indonesia pada masa munculnya rasa kebangsaan pada masa sekarang!<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong><b>Pengaruh perkembangan dan keadaan masa munculnya rasa kebangsaan terhadap kehidupan masa kemerdekaan hingga sekarang di bidang<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>pendidikan.<\/b><\/strong><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengaruh perkembangan dan keadaan masa munculnya rasa kebangsaan terhadap kehidupan masa kemerdekaan hingga sekarang di bidang ekonomi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengaruh perkembangan dan keadaan masa munculnya rasa kebangsaan terhadap kehidupan masa kemerdekaan hingga sekarang di bidang politik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengaruh perkembangan dan keadaan masa munculnya rasa kebangsaan terhadap kehidupan masa kemerdekaan hingga sekarang di bidang sosial dan budaya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sejak dirintisnya organisasi yang bersifat nasional, Budi Utomo, pemuda juga tergugah untuk membentuk organisasi-oganisasi yang memperjuangkan nasib bangsanya. Semula di Indonesia, terdapat macam-macam organisasi pemuda. Pada awal kemunculannya, organisasi-organisasi pemuda itu dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu organisasi pemuda bersifat kedaerahan, organisasi pemuda bersifat nasional, dan organisasi pemuda bersifat keagamaan. Untuk menggabungkan semua organisasi kedaerahan menjadi satu kesatuan, mereka mengadakan Kongres Pemuda Indonesia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peristiwa Sumpah Pemuda 1928.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selama zaman penjajahan Belanda, Kongres Pemuda Indonesia diselenggarakan tiga kali. Kongres Pemuda Indonesia I berlangsung di Jakarta pada tanggal 30 April \u2013 2 Mei tahun 1926 diikuti oleh semua organisasi pemuda. Namun, Kongres Pemuda Indonesia I belum dapat menghasilkan keputusan yang mewujudkan persatuan seluruh pemuda. Kongres Pemuda Indonesia I merupakan persiapan Kongres Pemuda Indonesia II.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3131\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sumpah-pemuda.jpg\" alt=\"\" width=\"253\" height=\"222\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kongres Pemuda Indonesia II berlangsung di Jakarta pada tanggal 27 \u2013 28 Oktober. Pusat penyelenggaraan kongres tersebut di Gedung Indonesische Club di Jl. Kramat Raya 106, tetapi keseluruhan sidang diselenggarakan di tiga tempat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pemuda bekerja keras mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, termasuk menyusun panitia kongres. Pada malam penutupan tanggal 28 Oktober 1928, Kongres Pemuda Indonesia II mengambil keputusan sebagai berikut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> a, Menerima lagu \u201cIndonesia Raya\u201d ciptaan W.R. Supratman sebagai lagu kebangsaan Indonesia.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> b, Menerima sang \u201cMerah Putih\u201d sebagai Bendera Indonesia.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> c, Semua organisasi pemuda dilebur menjadi satu dengan nama Indonesia Muda (berwatak nasional dalam arti luas).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> d.Diikrarkannya \u201cSumpah Pemuda\u201d oleh semua wakil pemuda yang hadir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Isi Sumpah Pemuda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1, Kami putra dan putri Indonesia, mengakui bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">2, Kami putra dan putri Indonesia, mengakui berbangsa satu, bangsa Indonesia.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">3, Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ayo, temukan kosakata baku dan tidak baku pada bacaan berjudul \u201cPeristiwa Sumpah Pemuda 1928\u201d. Kemudian, carilah arti katanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia, bertanya kepada Guru, atau berdiskusi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kapan Kongres Pemuda dilaksanakan?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Di manakah Kongres Pemuda dilaksanakan?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Siapakah peserta Kongres Pemuda?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Apakah hasil Kongres Pemuda I?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Apa hasil Kongres Pemuda II?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Apa isi ikrar Sumpah Pemuda?<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sejak J.R. Logan menggunakan kata \u201cIndonesia\u201d untuk menyebut penduduk dan kepulauan Nusantara (1850), istilah \u201cIndonesia\u201d mulai dikenal. Bahkan, beberapa tokoh banyak menulis artikel tentang keberadaan Nusantara dengan istilah \u201cIndonesia\u201d, dan tidak lagi dengan Istilah \u201cHindia\u2013Belanda\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam perkembangan selanjutnya, istilah \u201cIndonesia\u201d dijadikan sebagai nama organisasi para mahasiswa Indonesia di negeri Belanda, yaitu Perhimpunan Indonesia (Indonesische Vereeniging). Istilah \u201cIndonesia\u201d makin populer setelah ditetapkannya Ikrar Sumpah Pemuda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sekarang, diskusikan bersama temanmu arti penting penggunaan istilah \u201cIndonesia\u201d bagi perjuangan bangsa Indonesia. Adakah hubungannya dengan proses pergerakan bangsa Indonesia?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peristiwa Sumpah Pemuda menunjukkan adanya rasa persatuan dan kesatuan di antara para pemuda yang berbeda ras, suku, golongan, dan agama. Memang demikian seharusnya. Walaupun berbeda ras, suku, golongan, dan agama, tetapi derajat kita sama sebagai manusia. Tidak ada manusia yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perbedaan antara satu suku dan suku lainnya hanya terletak pada bahasa dan adat istidatnya serta sistem kekerabatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1.Adat Istiadat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Setiap suku bangsa pasti memiliki adat istiadat tertentu, meliputi upacara adat dan kebiasaan-kebiasaan lain. Kebiasaan-kebiasaan tersebut sudah dijalankan secara turun-temurun dalam suatu suku. Contohnya upacara pembakaran mayat (ngaben) di Bali.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Perbedaan adat istiadat menunjukkan perbedaan kebudayaan yang tam- pak dari pola perilaku atau gaya hidup. Pola perilaku orang Batak yang suka bicara terus terang sehingga terkesan tegas dan keras sangat berbeda dengan pola perilaku orang Jawa Tengah (khususnya Solo dan Yogya) yang suka berbicara hati-hati penuh dengan sindiran secara halus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2.Bahasa Daerah<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Tiap suku bangsa biasanya memiliki bahasa daerah tertentu. Sebagai contoh suku Jawa memakai bahasa Jawa dalam melakukan percakapan sehari-hari. Suku-suku bangsa lainnya pun menggunakan bahasa daerahnya masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3.Sistem Kekerabatan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Sistem kekerabatan merupakan sistem keturunan yang dianut oleh suku bangsa tertentu berdasarkan garis ayah, garis ibu, atau kedua-duanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada pembelajaran sebelumnya, kamu telah menceritakan asal ras dan suku bangsamu. Sekarang, ceritakan identitas suku bangsa salah satu temanmu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Ayo, ceritakan kepada Guru dan teman-temanmu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022Siapakah nama temanmu?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022Termasuk ras apakah temanmu?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022Termasuk suku apakah temanmu?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022Apa bahasa daerahnya?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022Sebutkan satu kesenian yang menjadi ciri khas suku bangsanya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022Bagaimana sikapmu jika kamu dan temanmu berasal dari suku bangsa berbeda?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan mempelajari pergerakan kebangsaan Indonesia, kita makin tahu seja- rah perjalanan perjuangan bangsa Indonesia. Kita juga tahu bahwa munculnya kesadaran nasional dan pergerakan kebangsaan Indonesia dipelopori oleh para pemuda dan pelajar. Mereka dengan segenap pemikiran dan tenaga berupaya memperjuangkan nasib bangsa Indonesia. Perjuangannya melalui organisasi- organisasi pergerakan yang tentunya menuntut adanya kemampuan berpikir, bekerja sama, berstrategi, dan berdiplomasi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Salah satu pelajaran yang dapat kita petik adalah hasil pemikiran pemuda yang tercetus dalam Ikrar Sumpah Pemuda. Pada saat itu, semua pemuda saling menyadari dan mengakui, serta meletakkan ego kedaerahannya masing- masing untuk melebur dalam satu kepentingan demi terwujudnya satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia. Ikrar tersebut mampu memotivasi seluruh elemen bangsa untuk bersatu padu mengusir penjajah.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Bagaimanakah dengan pemuda saat ini? Bagaimana juga denganmu? Apakah kamu sudah mampu menerapkan nilai-nilai Sumpah Pemuda? Jika sudah, kembangkan dan tingkatkanlah terus. Jika belum, mulailah dari sekarang dengan membina persatuan di sekolah dan masyarakat sekitar.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Kemukakan sikap dan perilakumu yang telah menunjukkan pengamalan nilai- nilai Sumpah Pemuda!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bersama orang tua atau anggota keluargamu yang lain, amatilah kegiatan sehari-hari anggota keluargamu. Identifikasi dan sebutkan kegiatan-kegiatan yang menunjukkan adanya penerapan nilai-nilai Sumpah Pemuda!<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Tuliskan hasilnya pada kolom berikut, lalu mintalah tanda tangan orang tua atau anggota keluargamu yang lain yang telah bekerja sama denganmu!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan &#8211; Sub Tema 1 : Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan. Pembelajaran 4. Berbagai perlawanan terhadap penjajah terus mengalami kegagalan karena perlawanan masih bersifat kedaerahan. Kemudian, lahir sistem perjuangan baru yang dikenal dengan kebangkitan nasional. &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Bangsa Indonesia mengalami penderitaan akibat penjajahan mulai awal abad ke-17 sampai abad ke-20. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[179,317],"tags":[],"class_list":["post-3129","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd5","category-sd5-tema-7"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3129","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3129"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3129\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3139,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3129\/revisions\/3139"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}