{"id":3066,"date":"2018-01-03T06:08:08","date_gmt":"2018-01-02T23:08:08","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=3066"},"modified":"2018-01-03T21:36:02","modified_gmt":"2018-01-03T14:36:02","slug":"sd-kelas-5-tema-6-pelajaran-untuk-mira-literasi-6","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd-kelas-5-tema-6-pelajaran-untuk-mira-literasi-6\/","title":{"rendered":"SD Kelas 5 Tema 6 &#8211;  Pelajaran untuk Mira &#8211; Literasi 6"},"content":{"rendered":"<p><iframe width=\"480\" height=\"270\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/FRXCFeDoP8w\" frameborder=\"0\" gesture=\"media\" allow=\"encrypted-media\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Kegiatan Literasi 6. Pelajaran untuk Mira. Penulis: Dyah Laksmi Nur Jannah. Pagi itu, di sebuah rumah yang terletak di pinggiran Jakarta, Mira sedang duduk di ruang makan untuk sarapan. Ia makan dengan segan. Dengan mulut cemberut, diaduk-aduknya nasi dan tumis tahu di depannya. Huh, aku kan ingin makan ayam goreng tepung, bukan tumis tahu, gerutunya dalam hati. \u201cKok, lauknya diaduk-aduk, Mir?\u201d tegur Ibu. Tangan Ibu sibuk memasukkan kotak bekal ke dalam tas sekolah Mira, \u201cAyo, dimakan! Sebentar lagi waktunya berangkat, lho.\u201d \u201cMira tidak nafsu makan, Bu. Mira mau jajan di sekolah saja!\u201d serunya. Lalu, Mira berpamitan kepada ibunya dan beranjak keluar rumah. Ibu hanya menarik napas panjang sambil menggeleng-geleng. Memperhatikan kepergian Mira dengan sepedanya. \u201cKenapa cemberut, Mir?\u201d tanya Ratna, teman sebangkunya, ketika Mira baru saja duduk di sebelahnya. \u201cSaya kesal kepada ibuku. Kemarin aku sudah bilang mau sarapan dengan ayam goreng. Tapi, tadi pagi, ibu malah masak tumis tahu,\u201d jelas Mira kesal. Ratna hanya diam mendengar keluhan Mira. Saat istirahat tiba, Mira membuka kotak bekalnya. \u201cYah, tumis tahu lagi,\u201d gumamnya kecewa. Ternyata, bukan cuma buat sarapan. Untuk bekal makan siang di sekolah pun, ibunya hanya menyiapkan tumis tahu. Ratna menoleh dan menatap kotak bekal Mira, \u201cKelihatannya enak, Mir.\u201d \u201cKamu mau? Nih, makan saja,\u201d Mira menyodorkan kotak bekalnya. \u201cBeneran ini buat saya?\u201d tanya Ratna, \u201cKamu tidak lapar?\u201d Mira hanya menggeleng. Dipandanginya Ratna yang lahap menyantap bekalnya. Sembari makan, Ratna pun bercerita. Dahulu, ibunya selalu memasak tumis tahu kesukaannya. Terkadang, jika ada uang lebih, barulah ibunya Ratna memasak ikan atau ayam. \u201cSudah lama saya belum lagi makan tumis tahu seenak ini. Rasanya seperti buatan ibuku,\u201d ucap Ratna mengakhiri ceritanya. Mendengar penuturan Ratna, Mira diam-diam merasa iba. Ia tahu ibunya Ratna sudah meninggal sekitar satu tahun yang lalu. \u201cKarena ayah sibuk bekerja, saya yang memasak untuk ayah dan saya sendiri di rumah. Seringnya sih, saya menggoreng tempe atau tahu karena saya baru bisa masak itu,\u201d jelas Ratna sambil kemudian menatap Mira. \u201cKamu beruntung, masih mempunyai ibu, Mira!\u201d Mira tercenung mendengar kata-kata Ratna itu. Ya, ia memang beruntung. Masih memiliki ibu yang selalu merawatnya dan menyediakan semua keperluannya. Seharusnya tadi saya menghargai jerih payah ibu yang telah memasak makanan untukku meskipun hanya tumis tahu, sesal Mira kemudian dalam hati. Saat itu juga, Mira merasa ingin segera pulang dan hendak menemui ibunya. Mira ingin minta maaf atas sikapnya tadi pagi kepada ibu. Ia juga ingin berterima kasih kepada ibunya untuk semua kebaikan hati beliau merawat dan menyayanginya selama ini. Gunakan tabel berikut ini untuk membantumu menjelaskan isi cerita di atas. Lalu, ceritakanlah isi cerita di atas kepada teman-teman dalam kelompokmu! Judul Cerita : Pengarang : Tokoh Utama: Di manakah cerita ini terjadi? Tokoh lain: Apa yang terjadi dengan tokoh utama? Mengapa hal itu terjadi? Bagaimana masalah dalam cerita ini Kapankah waktu terjadinya cerita diselesaikan? ini? Pesan apakah yang kamu dapatkan dari cerita di atas? Negeri kita kaya akan budaya dan karya seni, termasuk lagu daerah dan karya seni tari. Pilihlah salah satu lagu daerah dan tari yang berasal dari Betawi atau dari daerah di Indonesia yang belum pernah kamu kunjungi. Carilah informasi tentang keduanya dari berbagai sumber yang tersedia. Lalu gunakan tabel berikut ini untuk mengerjakannya sesuai pertanyaan yang tersedia. Nama Lagu Daerah Asal Lirik lagu Dimainkan pada tangga nada: Makna Lagu. Nama Tari Daerah Asal Pola Lantai Makna Tari.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kegiatan Literasi 6.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Pelajaran untuk Mira.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Penulis: Dyah Laksmi Nur Jannah.<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3070 alignleft\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-Pelajaran-untuk-Mira.jpg\" alt=\"\" width=\"314\" height=\"345\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-Pelajaran-untuk-Mira.jpg 415w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-Pelajaran-untuk-Mira-272x300.jpg 272w\" sizes=\"(max-width: 314px) 100vw, 314px\" \/>Pagi itu, di sebuah rumah yang terletak di pinggiran Jakarta, Mira sedang duduk di ruang makan untuk sarapan. Ia makan dengan segan. Dengan mulut cemberut, diaduk-aduknya nasi dan tumis tahu di depannya. Huh, aku kan ingin makan ayam goreng tepung, bukan tumis tahu, gerutunya dalam hati.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u201cKok, lauknya diaduk-aduk, Mir?\u201d tegur Ibu. Tangan Ibu sibuk memasukkan kotak bekal ke dalam tas sekolah Mira, \u201cAyo, dimakan! Sebentar lagi waktunya berangkat, lho.\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u201cMira tidak nafsu makan, Bu. Mira mau jajan di sekolah saja!\u201d serunya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Lalu, Mira berpamitan kepada ibunya dan beranjak keluar rumah. Ibu hanya menarik napas panjang sambil menggeleng-geleng. Memperhatikan kepergian Mira dengan sepedanya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u201cKenapa cemberut, Mir?\u201d tanya Ratna, teman sebangkunya, ketika Mira baru saja duduk di sebelahnya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u201cSaya kesal kepada ibuku. Kemarin aku sudah bilang mau sarapan dengan ayam goreng. Tapi, tadi pagi, ibu malah masak tumis tahu,\u201d jelas Mira kesal.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ratna hanya diam mendengar keluhan Mira.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saat istirahat tiba, Mira membuka kotak bekalnya. \u201cYah, tumis tahu lagi,\u201d gumamnya kecewa. Ternyata, bukan cuma buat sarapan. Untuk bekal makan siang di sekolah pun, ibunya hanya menyiapkan tumis tahu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ratna menoleh dan menatap kotak bekal Mira, \u201cKelihatannya enak, Mir.\u201d \u201cKamu mau? Nih, makan saja,\u201d Mira menyodorkan kotak bekalnya. \u201cBeneran ini buat saya?\u201d tanya Ratna, \u201cKamu tidak lapar?\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Mira hanya menggeleng. Dipandanginya Ratna yang lahap menyantap bekalnya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Sembari makan, Ratna pun bercerita. Dahulu, ibunya selalu memasak tumis tahu kesukaannya. Terkadang, jika ada uang lebih, barulah ibunya Ratna memasak ikan atau ayam.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u201cSudah lama saya belum lagi makan tumis tahu seenak ini. Rasanya seperti buatan ibuku,\u201d ucap Ratna mengakhiri ceritanya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Mendengar penuturan Ratna, Mira diam-diam merasa iba. Ia tahu ibunya Ratna sudah meninggal sekitar satu tahun yang lalu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u201cKarena ayah sibuk bekerja, saya yang memasak untuk ayah dan saya sendiri di rumah. Seringnya sih, saya menggoreng tempe atau tahu karena saya baru bisa masak itu,\u201d jelas Ratna sambil kemudian menatap Mira. \u201cKamu beruntung, masih mempunyai ibu, Mira!\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Mira tercenung mendengar kata-kata Ratna itu. Ya, ia memang beruntung. Masih memiliki ibu yang selalu merawatnya dan menyediakan semua keperluannya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Seharusnya tadi saya menghargai jerih payah ibu yang telah memasak makanan untukku meskipun hanya tumis tahu, sesal Mira kemudian dalam hati.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Saat itu juga, Mira merasa ingin segera pulang dan hendak menemui ibunya. Mira ingin minta maaf atas sikapnya tadi pagi kepada ibu. Ia juga ingin berterima kasih kepada ibunya untuk semua kebaikan hati beliau merawat dan menyayanginya selama ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gunakan tabel berikut ini untuk membantumu menjelaskan isi cerita di atas. Lalu, ceritakanlah isi cerita di atas kepada teman-teman dalam kelompokmu!<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Judul Cerita :<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengarang :<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tokoh Utama: Di manakah cerita ini terjadi?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tokoh lain:<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Apa yang terjadi dengan tokoh utama?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mengapa hal itu terjadi?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bagaimana masalah dalam cerita ini Kapankah waktu terjadinya cerita diselesaikan? ini?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pesan apakah yang kamu dapatkan dari cerita di atas?<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Negeri kita kaya akan budaya dan karya seni, termasuk lagu daerah dan karya seni tari. Pilihlah salah satu lagu daerah dan tari yang berasal dari Betawi atau dari daerah di Indonesia yang belum pernah kamu kunjungi. Carilah informasi tentang keduanya dari berbagai sumber yang tersedia. Lalu gunakan tabel berikut ini untuk mengerjakannya sesuai pertanyaan yang tersedia.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Nama Lagu Daerah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Asal<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Lirik lagu<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dimainkan pada tangga nada:<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Makna Lagu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Nama Tari Daerah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Asal<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pola Lantai<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Makna Tari.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kegiatan Literasi 6. Pelajaran untuk Mira. Penulis: Dyah Laksmi Nur Jannah. Pagi itu, di sebuah rumah yang terletak di pinggiran Jakarta, Mira sedang duduk di ruang makan untuk sarapan. Ia makan dengan segan. Dengan mulut cemberut, diaduk-aduknya nasi dan tumis tahu di depannya. Huh, aku kan ingin makan ayam goreng tepung, bukan tumis tahu, gerutunya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[179,293],"tags":[],"class_list":["post-3066","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd5","category-sd5-tema-5"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3066","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3066"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3066\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3080,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3066\/revisions\/3080"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3066"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3066"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3066"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}