{"id":3057,"date":"2018-01-02T22:20:46","date_gmt":"2018-01-02T15:20:46","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=3057"},"modified":"2018-01-03T21:35:04","modified_gmt":"2018-01-03T14:35:04","slug":"laut-kita-penuh-harta-karun-literasi-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/laut-kita-penuh-harta-karun-literasi-4\/","title":{"rendered":"SD Kelas 5 Tema 6 &#8211;  Laut Kita Penuh Harta Karun &#8211; Literasi 4"},"content":{"rendered":"<p><iframe width=\"480\" height=\"270\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/FRXCFeDoP8w\" frameborder=\"0\" gesture=\"media\" allow=\"encrypted-media\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Kegiatan Literasi 4 Judul : Laut Kita Penuh Harta Karun. Penulis: Erlita Pratiwi Minggu pagi yang cerah. Nara bersama ayah dan Om Benny, teman ayah, naik perahu motor meninggalkan pelabuhan Tanjung Luar, Lombok Timur, menuju ke tengah laut lepas. Ayah Nara yang mengemudikan perahu motor itu menuju perahu besar yang berada di tengah laut. Sesampainya di perahu besar, Nara melihat teman-teman ayah membersihkan kerang mutiara. Kerang-kerang itu kemudian akan dikembalikan ke dalam laut. Bila sudah cukup umur, dipanen untuk diambil mutiara yang terdapat di dalam kerang. Nara memperhatikan kerang-kerang yang sedang dibersihkan. Lalu, ia memegang salah satunya. Sama sekali tidak terlihat ada sesuatu yang mahal di dalamnya. \u201cYang ini, mutiaranya sudah sebesar apa, Ayah?\u201d tanya Nara penasaran. \u201cHarus diperiksa dengan sinar-X terlebih dahulu, Nara. Baru nanti bisa\u00a0terlihat,\u201d kata ayahnya. Nara pun hanya manggut-manggut. \u201cTidak semua proses mutiara berhasil, Nara. Dengan bantuan sinar-X, kita bisa tahu kerang yang gagal,\u201d kata Om Benny menjelaskan. Om Benny lalu menunjuk kerang yang sedang dibersihkan. \u201cIni namanya Pinctada maxima. Jenis kerang ini menghasilkan mutiara berwarna keemasan. Kerang-kerang harus dibersihkan dari siput dan binatang lain yang menempel. Hewan-hewan itu akan mengisap makanan yang ada di dalam kerang. Nanti mutiaranya jadi tidak sempurna.\u201d Nara menyimak penjelasan Om Benny itu. \u201cPantas saja mutiara itu harganya mahal. Prosesnya sulit dan lama ya, Om,\u201d kata Nara. Om Benny mengangguk membenarkan. \u201cKamu tahu tidak, mutiara dari perairan Lombok sudah terkenal ke seluruh dunia, Nara. Faktanya, hampir 43 persen mutiara di dunia itu dihasilkan dari Indonesia,\u201d tiba-tiba Om Benny berkata lagi. \u201cWow, keren!\u201d Nara berseru kagum. \u201dIndonesia ternyata punya banyak harta karun di laut, ya, Om,\u201d kata Nara. \u201dIya, Nara. Bangsa kita memang kaya akan hasil laut. Bukan cuma mutiara, masih banyak kekayaan hasil laut lainnya, Nara. Tapi, sayangnya, potensi sumber daya kelautan Indonesia yang sangat besar itu, sampai sekarang masih belum tergarap secara optimal, Nara,\u201d lanjut Om Benny dengan nada prihatin. \u201dOh, begitu ya, Om?\u201d Nara ikut merasa sedih mendengarnya. \u201cOleh karena itu, kamu belajar yang rajin, Nara! Supaya saat kamu besar nanti, kamu dan generasi muda penerus bangsa lainnya, dapat mengolah kekayaan hasil laut Indonesia ini dengan baik. Bangsa kita nantinya bisa menjadi makmur,\u201d pesan Om Benny kemudian. \u201cSiap, Om!\u201d Nara membuat gerakan hormat dengan tangannya. Om Benny dan Ayah Nara pun tersenyum senang, melihat semangat Nara. ceritakanlah isi cerita di atas kepada teman-teman dalam kelompokmu! Judul Cerita : Pengarang : Tokoh Utama: Di manakah cerita ini terjadi? Tokoh lain: Apa yang dilakukan oleh tokoh utama? Mengapa hal itu dilakukan? Pesan apakah yang kamu dapatkan dari cerita di atas? Perhatikanlah beberapa kata yang dicetak tebal pada bacaan di atas. Catatlah, dan cari artinya dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Lalu, buatlah paling sedikit dua kalimat menggunakan kata-kata tersebut. Jangan lupa gunakan kalimat lengkap dan kata-kata baku. Gunakan tabel berikut ini untuk mengerjakannya. Tukarkan dengan teman sebangkumu untuk saling memeriksa hasil pekerjaanmu.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kegiatan Literasi 4<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Judul : Laut Kita Penuh Harta Karun.<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penulis: Erlita Pratiwi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Minggu pagi yang cerah. Nara bersama ayah dan Om Benny, teman ayah, naik perahu motor meninggalkan pelabuhan Tanjung Luar, Lombok Timur, menuju ke tengah laut lepas. Ayah Nara yang mengemudikan perahu motor itu menuju perahu besar yang berada di tengah laut.<\/span><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3058\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-literasi-4-laut.jpg\" alt=\"\" width=\"475\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-literasi-4-laut.jpg 475w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-literasi-4-laut-285x300.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 475px) 100vw, 475px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sesampainya di perahu besar, Nara melihat teman-teman ayah membersihkan kerang mutiara. Kerang-kerang itu kemudian akan dikembalikan ke dalam laut. Bila sudah cukup umur, dipanen untuk diambil mutiara yang terdapat di dalam kerang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nara memperhatikan kerang-kerang yang sedang dibersihkan. Lalu, ia memegang salah satunya. Sama sekali tidak terlihat ada sesuatu yang mahal di dalamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cYang ini, mutiaranya sudah sebesar apa, Ayah?\u201d tanya Nara penasaran. \u201cHarus diperiksa dengan sinar-X terlebih dahulu, Nara. Baru nanti bisa\u00a0terlihat,\u201d kata ayahnya. Nara pun hanya manggut-manggut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cTidak semua proses mutiara berhasil, Nara. Dengan bantuan sinar-X, kita bisa tahu kerang yang gagal,\u201d kata Om Benny menjelaskan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Om Benny lalu menunjuk kerang yang sedang dibersihkan. \u201cIni namanya Pinctada maxima. Jenis kerang ini menghasilkan mutiara berwarna keemasan. Kerang-kerang harus dibersihkan dari siput dan binatang lain yang menempel. Hewan-hewan itu akan mengisap makanan yang ada di dalam kerang. Nanti mutiaranya jadi tidak sempurna.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nara menyimak penjelasan Om Benny itu. \u201cPantas saja mutiara itu harganya mahal. Prosesnya sulit dan lama ya, Om,\u201d kata Nara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Om Benny mengangguk membenarkan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u201cKamu tahu tidak, mutiara dari perairan Lombok sudah terkenal ke seluruh dunia, Nara. Faktanya, hampir 43 persen mutiara di dunia itu dihasilkan dari Indonesia,\u201d tiba-tiba Om Benny berkata lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cWow, keren!\u201d Nara berseru kagum. \u201dIndonesia ternyata punya banyak harta karun di laut, ya, Om,\u201d kata Nara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201dIya, Nara. Bangsa kita memang kaya akan hasil laut. Bukan cuma mutiara, masih banyak kekayaan hasil laut lainnya, Nara. Tapi, sayangnya, potensi sumber daya kelautan Indonesia yang sangat besar itu, sampai sekarang masih belum tergarap secara optimal, Nara,\u201d lanjut Om Benny dengan nada prihatin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201dOh, begitu ya, Om?\u201d Nara ikut merasa sedih mendengarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cOleh karena itu, kamu belajar yang rajin, Nara! Supaya saat kamu besar nanti, kamu dan generasi muda penerus bangsa lainnya, dapat mengolah kekayaan hasil laut Indonesia ini dengan baik. Bangsa kita nantinya bisa menjadi makmur,\u201d pesan Om Benny kemudian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cSiap, Om!\u201d Nara membuat gerakan hormat dengan tangannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Om Benny dan Ayah Nara pun tersenyum senang, melihat semangat Nara.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">ceritakanlah isi cerita di atas kepada teman-teman dalam kelompokmu!<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Judul Cerita :<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengarang : <\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tokoh Utama: Di manakah cerita ini terjadi?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tokoh lain:<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Apa yang dilakukan oleh tokoh utama?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mengapa hal itu dilakukan?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pesan apakah yang kamu dapatkan dari cerita di atas?<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perhatikanlah beberapa kata yang dicetak tebal pada bacaan di atas. Catatlah, dan cari artinya dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Lalu, buatlah paling sedikit dua kalimat menggunakan kata-kata tersebut. Jangan lupa gunakan kalimat lengkap dan kata-kata baku. Gunakan tabel berikut ini untuk mengerjakannya. Tukarkan dengan teman sebangkumu untuk saling memeriksa hasil pekerjaanmu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kegiatan Literasi 4 Judul : Laut Kita Penuh Harta Karun. Penulis: Erlita Pratiwi Minggu pagi yang cerah. Nara bersama ayah dan Om Benny, teman ayah, naik perahu motor meninggalkan pelabuhan Tanjung Luar, Lombok Timur, menuju ke tengah laut lepas. Ayah Nara yang mengemudikan perahu motor itu menuju perahu besar yang berada di tengah laut. Sesampainya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[179,316],"tags":[189,353,95,116],"class_list":["post-3057","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd5","category-sd5-tema-6","tag-kelas-5","tag-literasi","tag-sd","tag-tema-6"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3057","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3057"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3057\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3078,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3057\/revisions\/3078"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}