{"id":3017,"date":"2018-01-01T17:45:48","date_gmt":"2018-01-01T10:45:48","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=3017"},"modified":"2018-01-03T21:41:02","modified_gmt":"2018-01-03T14:41:02","slug":"pengaruh-kalor-panas-pada-kehidupan-sd-kelas-5-tema-6-sub-tema-3-3-k2013-rev-2017","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/pengaruh-kalor-panas-pada-kehidupan-sd-kelas-5-tema-6-sub-tema-3-3-k2013-rev-2017\/","title":{"rendered":"Pengaruh Kalor &#8211; Panas pada Kehidupan &#8211; SD Kelas 5 Tema 6 &#8211; Sub Tema 3-3 &#8211; K2013 Rev 2017"},"content":{"rendered":"<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/UlQJsEtK-6c\" width=\"640\" height=\"360\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Panas dan Perpindahannya - SD Kelas 5 Tema 6.\u00a0 Sub Tema 3 : Pengaruh Panas \/\u00a0 Kalor Terhadap Kehidupan Pembelajaran 3. Perhatikanlah gambar kegiatan di atas. Kegiatan apa saja yang kamu lihat? Apakah tujuan kegiatan tersebut? Bagaimana pengaruh kegiatan tersebut terhadap pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat setempat? Bagaimana dengan kegiatan masyarakat yang ada di wilayah tempat tinggalmu? Judul : Peran Masyarakat terhadap Lingkungan Sosial Budaya. Masyarakat Indonesia, merupakan masyarakat yang selalu meng- hargai warisan budaya nenek moyangnya. Bentuk penghargaan tersebut, antara lain ditunjukkan dengan kebiasaan melakukan kegiatan tradisi dalam kehidupannya. Mulai dari peristiwa kelahiran hingga kematian, terdapat tradisi yang terus dijalankan hingga kini. Tidak dimungkiri bahwa ada kecenderungan masyarakat untuk mengurangi kegiatan tradisinya dengan berbagai alasan. Akan tetapi, kesadaran masyarakat untuk kembali menghidupkan tradisi-tradisi nenek moyang kembali meningkat. Tempat-tempat wisata adat, menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi masyarakat pada saat liburan. Tempat- tempat wisata yang mengusung tema kembali ke masa lalu dan kembali ke alam, menjadi salah satu tujuan wisata yang digemari. Pemerintah dan masyarakat adat, menetapkan beberapa desa menjadi desa adat yang dikelola dan dilindungi pemerintah untuk mempertahankan nilai budaya masyarakat adat tersebut. Keberadaan desa adat, memang beranjak dari keinginan untuk tetap memelihara peninggalan nenek moyang dengan mempertahankan nilai dan kegiatan tradisional. Nilai dan kegiatan tradisi nenek moyang bangsa Indonesia, selalu menghargai alam sebagai sumber kehidupan. Terdapat beberapa desa adat di Indonesia yang dipelihara, dilindungi, dan dijaga baik oleh masyarakat setempat maupun oleh pemerintah setempat. Desa Adat Bena di Ngada, Nusa Tenggara Timur, Desa Adat Sade di Lombok, Desa Adat Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur, Desa Adat Kampung Naga di Tasikmalaya, Desa Adat Terunyan di Bali, Desa Adat Pariangan, Tanah Datar di Sumatra Barat, merupakan beberapa contoh desa adat yang dipertahankan keberadaan dan keasliannya hingga kini. Ada juga beberapa desa adat dan kehidupan masyarakat asli yang diperkenalkan ke masyarakat luas, melalui beberapa orang setempat yang peduli untuk mempertahankan nilai budaya dan kegiatan tradisinya. Salah satunya adalah Desa Adat Osing di Kemiren, Banyuwangi yang diperkenalkan ke masyarakat luas melalui seorang ahli kopi setempat. Desa ini, dikelola untuk mempertahankan tradisi Masyarakat Osing sebagai suku asli masyarakat Banyuwangi. Andrea Hirata juga dikenal\u00a0\u00a0melakukan usaha untuk mengangkat dan mempertahankan pusaka tradisi mayarakat desa Gantong Belitung di Sumatra Selatan. Melalui novelnya yang sangat terkenal \u201cLaskar Pelangi\u201d, Andrea memperkenalkan kehidupan masyarakat Melayu yang tinggal di Desa Gantong, tanah kelahirannya. Diolah dari berbagai sumber informasidari media elektronik. Berdasarkan bacaan di atas, tuliskan hal-hal yang kamu pahami dari setiap paragraf pada bacaan dalam sebuah kalimat. Kalimat-kalimat tersebut akan mewakili isi dari bacaan yang kamu baca. Tuliskan pada tempat yang telah disediakan. Berdasarkan kalimat-kalimat yang mewakili isi bacaan yang telah kamu tulis, buatlah sebuah diagram yang akan menjelaskan pemahamanmu terhadap bacaan di atas. Gunakan diagram berikut untuk membantumu! Tuliskanlah kalimat-kalimat yang menjadi pokok pikiran dari setiap paragraf dalam bacaan di dalam setiap kotak yang tersedia. Satu kotak tentu mewakili satu paragraf. Berilah keterangan hal-hal penting lain dalam paragraf yang mendukung pokok pikiran tersebut. Lakukanlah bersama dengan teman sebangkumu! Buatlah diagrammu pada tempat yang disediakan di bawah ini. Tuliskanlah pemahamanmu tentang isi bacaan yang diperoleh dari media elektronik di atas dalam tulisan satu paragraf berikut. Jelaskanlah hasil pekerjaanmu dengan menjelaskan hubungan setiap konsep yang kamu temukan dalam bacaan tersebut di dalam kelompok kecil. Bandingkanlah hasil pekerjaanmu dengan hasil pekerjaan yang dibuat temanmu. Lakukanlah diskusi ketika ada pertanyaan di dalam kelompokmu. Pagi ini, sekolah ramai dengan para siswa yang mengenakan batik berbagai motif. Hari ini adalah Hari Batik. Hari Batik dirayakan mulai tanggal 2 Oktober 2009 setelah UNESCO PBB menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan Budaya Lisan dan Nonbendawi. Para siswa dan guru di sekolah merayakannya dengan mengenakan baju dengan motif batik yang berbeda-beda. Siti : \u201cHai, Lani! Kamu terlihat cantik dengan motif batik itu. Bagaimana rasanya memakai kain bermotif batik, Lan? Batik dari daerah mana itu, Lan?\u201d Lani : \u201cTerima kasih, Siti! Aku suka memakai baju bermotif batik ini. Bahannya nyaman dan tentu saja aku suka dengan motifnya. Cantik ya! Ibu membelinya di Pekalongan saat mengunjungi salah satu kerabat di sana. Bagaimana denganmu?\u201d Siti : \u201cKata Ibu, batikku berasal dari Solo. Warnanya lebih banyak warna alam, seperti cokelat dan putih. Berbeda dengan motif batik yang kamu kenakan, ya. Motif batikmu lebih berwarna. Tetapi aku suka sekali dengan yang ini. Ibu bilang, aku terlihat anggun dengan baju motif batik ini. Tahukah kamu cara pembuatan batik yang dilakukan nenek moyang kita?\u201d Lani : \u201cYa, aku pernah melihatnya di televisi! Setelah membuat pola yang juga diwariskan secara turun-temurun, para pembatik memanaskan malam di dalam sebuah wajan logam. Lalu dengan menggunakan canting yang juga terbuat dari logam, mereka mulai membatik. Setelah itu, kain yang sudah dibatik akan dicelupkan ke dalam air panas untuk\u00a0\u00a0meluruhkan malam, lalu mencelupkannya ke dalam pewarna. Setelah itu kain akan dijemur di bawah sinar matahari.\u201d Siti : \u201cWah, kamu tahu betul proses pembuatan batik, Lani! Informasi dari media elektronik seperti televisi memberikan informasi untuk pengetahuan kita, ya! Setelah saya mendengarkan penjelasanmu, ternyata nenek moyang kita pun tahu betul cara memanfaatkan sumber panas untuk kegiatan membatik, ya! Hebat! Saya semakin bangga dan ingin tahu lebih banyak tentang keunikan masyarakat di Indonesia! Kita cari tahu dari media elektronik lainnya, yuk!\u201d Keunikan suatu daerah dan masyarakatnya, kini menjadi modal utama untuk meningkatkan kehidupan masyarakat. Banyak daerah berusaha menggali potensi daerahnya dan mengembangkannya agar masyarakatnya mendapat- kan banyak manfaat. Simaklah sebuah artikel yang diperoleh dari salah satu koran elektronik daerah berikut ini. Judul : Perajin Batik Osing. Masyarakat Osing yang tinggal di daerah pesisir ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Banyuwangi, telah lama melakukan kegiatan membatik. Kegiatan ini, umumnya dilakukan dalam skala industri rumah tangga. Setiap kelompok pembatik, bisa memiliki motif sendiri yang menjadi keunikan dari kelompok tersebut. Dengan semakin tingginya minat masyarakat umum terhadap batik, para pelaku industri batik di Banyuwangi pun melakukan banyak terobosan. Salah satunya adalah mengembalikan pemakaian bahan pewarna alami untuk batik mereka. Bahan-bahan yang digunakan adalah berbagai jenis tanaman yang ada di sekitar rumah perajin, seperti daun krangkong (sejenis kangkung), daun lamtoro, daun mangga, jati, jengkol, kulit kopi, daun ketepeng, putri malu, dan kumis kucing. Untuk semakin memperkaya penggunaan pewarna alam dan memperbanyak kreasi motif, desainer nasional Merdi Sihombing dilibatkan. Ia diminta oleh pemerintah daerah setempat untuk melatih para perajin batik di Banyuwangi yang mayoritas adalah usaha sangat kecil, usaha kecil, dan menengah (UMKM). Bupati Banyuwangi Abdullah\u00a0Azwar Anas mengatakan, pelatihan yang memadukan antara desainer nasional dan para perajin lokal dilakukan secara berkala dalam rangkaian menuju Banyuwangi Batik Festival (BBF) dan Swarna Fest yang digelar pada 9 Oktober 2016 lalu. BBF adalah agenda tahunan Banyuwangi untuk mendorong geliat industri\u00a0batik. Adapun Swarna Fest adalah ajang unjuk kreasi industri tekstil berpewarna alam yang digagas oleh Kementerian Perindustrian. \u201dKami terus mendukung usaha para pembatik untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas batiknya. Hal ini, akan memberikan pengaruh meningkatnya tingkat ekonomi perajin dan pada pembangunan sosial budaya masyarakat setempat. Dengan batik pewarna alam, para perajin bisa lebih untung karena harga jual batik menjadi lebih tinggi. Apalagi bahan pewarnanya mudah sekali didapatkan di sekitar kediaman para pembatik,\u201d jelas Pak Bupati. Salah satu perajin batik Banyuwangi dari Sanggar Sekar Bakung, sangat antusias dengan pemakaian pewarna alam ini. Ia dan rekan- rekannya mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan ini. Salah satunya adalah ia dapat memanfaatkan bahan alami di sekitarnya untuk dijadikan bahan pewarna alami batiknya. Dengan demikian ia tetap dapat memelihara lingkungannya karena pewarna yang ia gunakan sangat ramah lingkungan. Tidak seperti pewarna kimia yang limbahnya dapat merusak lingkungan sekitar. Keterangan gambar : Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, beserta perajin batik Osing pada pelatihan pewarnaan alami. Sumber gambar dan bacaan: http:\/\/www.osingningrat.id\/2016\/09\/perajin-batik-banyuwangi-mulai-gencar-pakai-pewarna-alam. Berdasarkan bacaan di atas, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini. 1.Apa tujuan utama diadakannya kegiatan pelatihan pembatikan dengan menggunakan pewarna alami? 2.Apa manfaat dari kegiatan tersebut bagi para pembatik dan masyarakat Banyuwangi? 3.Bagaimana pengaruh penggunaan pewarna alami pada pembangunan ekonomi para perajin batik? 4.Bagaimana pengaruh kegiatan tersebut pada pembangunan sosial budaya masyarakatnya? 5.Adakah kegiatan serupa di daerahmu? Apakah tujuannya? Bagaimana dengan kegiatan masyarakat di daerah tempat tinggalmu? Lakukanlah kegiatan berikut ini di dalam kelompok. 1.Carilah informasi tentang kegiatan masyarakat di wilayah tinggalmu melalui koran daerahmu. (Kamu juga dapat menggunakan koran dalam bentuk media cetak ataupun koran elektronik seperti contoh di atas. Mintalah bantuan orang dewasa di sekitarmu, jika kamu ingin menggunakan koran elektronik). 2.Pilihlah paling sedikit satu artikel dari koran tersebut. 3.Guntinglah artikel tersebut. Lalu tempelkan di atas kertas gambar ukuran A4. 4.Bacalah artikel tersebut dengan saksama. Lalu tuliskan di samping artikel beberapa keterangan seperti contoh berikut. Nama kegiatan : ... Tempat dilakukan kegiatan : ... Tujuan kegiatan : ... Manfaat kegiatan terhadap masyarakat sekitar:... 5.Presentasikanlah hasil pengamatanmu di depan kelas. Setelah itu, tempelkan di dinding kelas. 6.Perhatikanlah dan catatlah informasi menarik yang disampaikan oleh kelompok yang lain. 7.Tuliskanlah kesimpulanmu dari kegiatan ini. Jika kamu perhatikan dengan saksama, dalam setiap kegiatan yang dilakukan bersama dalam masyarakat, ada hak dan kewajiban yang harus dilakukan oleh anggotanya. Kamu dan teman sekelompokmu, dapat melaksanakannya dengan baik karena setiap pihak yang terlibat melaksanakan peran dan kewajibannya dengan rasa tanggung jawab. Tanggung jawab adalah sikap melaksanakan segala sesuatu yang telah disepakati bersama untuk mencapai tujuan bersama. Dengan mengetahui hak dan kewajiban dan melaksanakannya dengan tanggung jawab, tujuan bersama dapat tercapai. Apa yang terjadi jika tanggung jawab tidak dilaksanakan? Dengan memahami bacaan \u201cPerajin Batik Osing\u201d, perhatikan bagaimana pelaksanaan hak dan kewajiban orang-orang yang terlibat. Ikutilah langkah kegiatan berikut. 1.Tentukan siapa saja yang terlibat dalam kegiatan tersebut. 2.Tentukan dan jelaskan peran setiap orang yang terlibat. 3.Tentukan dan jelaskan hak dan kewajiban orang-orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut. 4.Tentukan dan jelaskan tanggung jawab orang-orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut. 5.Gunakan tabel berikut untuk melakukan kegiatan ini. Pihak yang Terlibat ; Peran ; Hak ; Kewajiban. 6.Apa yang akan terjadi bila salah satu dari orang-orang yang seharusnya terlibat dalam kegiatan tersebut, tidak melakukan peran dan kewajibannya masing-masing? Jelaskan kemungkinan tersebut pada tabel berikut! Kesimpulan yang didapatkan tentang pelaksanaan tanggung jawab di dalam kehidupan bermasyarakat: 1.Apa saja nilai dan keterampilan yang kamu kembangkan pada kegiatan hari ini? 2.Apa saja keterampilan yang menurutmu harus ditingkatkan? 3.Bagaimana caramu untuk meningkatkannya? Pergilah bersama orang tuamu untuk berbelanja di pasar atau toko dekat tempat tinggalmu. Perhatikanlah siapa saja yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Bagaimana peran, hak, dan tanggung jawab pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut? Apa yang terjadi jika salah satu pihak tidak melakukan tanggung jawabnya?\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Panas dan Perpindahannya &#8211; SD Kelas 5 Tema 6.\u00a0<\/span><\/h3>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Sub Tema 3 : Pengaruh Panas \/\u00a0 Kalor Terhadap Kehidupan<\/strong><\/span><\/h3>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembelajaran 3.<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perhatikanlah gambar kegiatan di atas. Kegiatan apa saja yang kamu lihat? Apakah tujuan kegiatan tersebut? Bagaimana pengaruh kegiatan tersebut terhadap pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat setempat? Bagaimana dengan kegiatan masyarakat yang ada di wilayah tempat tinggalmu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2851  alignleft\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/Kelas-5-Tema-6-Buku-Siswa-Panas-dan-Perpindahannya-798x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"273\" height=\"348\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Judul : Peran Masyarakat terhadap Lingkungan Sosial Budaya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masyarakat Indonesia, merupakan masyarakat yang selalu meng- hargai warisan budaya nenek moyangnya. Bentuk penghargaan tersebut, antara lain ditunjukkan dengan kebiasaan melakukan kegiatan tradisi dalam kehidupannya. Mulai dari peristiwa kelahiran hingga kematian, terdapat tradisi yang terus dijalankan hingga kini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak dimungkiri bahwa ada kecenderungan masyarakat untuk mengurangi kegiatan tradisinya dengan berbagai alasan. Akan tetapi, kesadaran masyarakat untuk kembali menghidupkan tradisi-tradisi nenek moyang kembali meningkat. Tempat-tempat wisata adat, menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi masyarakat pada saat liburan. Tempat- tempat wisata yang mengusung tema kembali ke masa lalu dan kembali ke alam, menjadi salah satu tujuan wisata yang digemari. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pemerintah dan masyarakat adat, menetapkan beberapa desa menjadi desa adat yang dikelola dan dilindungi pemerintah untuk mempertahankan nilai budaya masyarakat adat tersebut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Keberadaan desa adat, memang beranjak dari keinginan untuk tetap memelihara peninggalan nenek moyang dengan mempertahankan nilai dan kegiatan tradisional. Nilai dan kegiatan tradisi nenek moyang bangsa Indonesia, selalu menghargai alam sebagai sumber kehidupan. Terdapat beberapa desa adat di Indonesia yang dipelihara, dilindungi, dan dijaga baik oleh masyarakat setempat maupun oleh pemerintah setempat. Desa Adat Bena di Ngada, Nusa Tenggara Timur, Desa Adat Sade di Lombok, Desa Adat Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur, Desa Adat Kampung Naga di Tasikmalaya, Desa Adat Terunyan di Bali, Desa Adat Pariangan, Tanah Datar di Sumatra Barat, merupakan beberapa contoh desa adat yang dipertahankan keberadaan dan keasliannya hingga kini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada juga beberapa desa adat dan kehidupan masyarakat asli yang diperkenalkan ke masyarakat luas, melalui beberapa orang setempat yang peduli untuk mempertahankan nilai budaya dan kegiatan tradisinya. Salah satunya adalah Desa Adat Osing di Kemiren, Banyuwangi yang diperkenalkan ke masyarakat luas melalui seorang ahli kopi setempat. Desa ini, dikelola untuk mempertahankan tradisi Masyarakat Osing sebagai suku asli masyarakat Banyuwangi. Andrea Hirata juga dikenal\u00a0\u00a0melakukan usaha untuk mengangkat dan mempertahankan pusaka tradisi mayarakat desa Gantong Belitung di Sumatra Selatan. Melalui novelnya yang sangat terkenal \u201cLaskar Pelangi\u201d, Andrea memperkenalkan kehidupan masyarakat Melayu yang tinggal di Desa Gantong, tanah kelahirannya.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"color: #000000;\">Diolah dari berbagai sumber informasidari media elektronik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan bacaan di atas, tuliskan hal-hal yang kamu pahami dari setiap paragraf pada bacaan dalam sebuah kalimat. Kalimat-kalimat tersebut akan mewakili isi dari bacaan yang kamu baca. Tuliskan pada tempat yang telah disediakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan kalimat-kalimat yang mewakili isi bacaan yang telah kamu tulis, buatlah sebuah diagram yang akan menjelaskan pemahamanmu terhadap bacaan di atas. Gunakan diagram berikut untuk membantumu! Tuliskanlah kalimat-kalimat yang menjadi pokok pikiran dari setiap paragraf dalam bacaan di dalam setiap kotak yang tersedia. Satu kotak tentu mewakili satu paragraf. Berilah keterangan hal-hal penting lain dalam paragraf yang mendukung pokok pikiran tersebut. Lakukanlah bersama dengan teman sebangkumu! Buatlah diagrammu pada tempat yang disediakan di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tuliskanlah pemahamanmu tentang isi bacaan yang diperoleh dari media elektronik di atas dalam tulisan satu paragraf berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jelaskanlah hasil pekerjaanmu dengan menjelaskan hubungan setiap konsep yang kamu temukan dalam bacaan tersebut di dalam kelompok kecil. Bandingkanlah hasil pekerjaanmu dengan hasil pekerjaan yang dibuat temanmu. Lakukanlah diskusi ketika ada pertanyaan di dalam kelompokmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pagi ini, sekolah ramai dengan para siswa yang mengenakan batik berbagai motif. Hari ini adalah Hari Batik. Hari Batik dirayakan mulai tanggal 2 Oktober 2009 setelah UNESCO PBB menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan Budaya Lisan dan Nonbendawi. Para siswa dan guru di sekolah merayakannya dengan mengenakan baju dengan motif batik yang berbeda-beda.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Siti : \u201cHai, Lani! Kamu terlihat cantik dengan motif batik itu. Bagaimana rasanya memakai kain bermotif batik, Lan? Batik dari daerah mana itu, Lan?\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Lani : \u201cTerima kasih, Siti! Aku suka memakai baju bermotif batik ini. Bahannya nyaman dan tentu saja aku suka dengan motifnya. Cantik ya! Ibu membelinya di Pekalongan saat mengunjungi salah satu kerabat di sana. Bagaimana denganmu?\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Siti : \u201cKata Ibu, batikku berasal dari Solo. Warnanya lebih banyak warna alam, seperti cokelat dan putih. Berbeda dengan motif batik yang kamu kenakan, ya. Motif batikmu lebih berwarna. Tetapi aku suka sekali dengan yang ini. Ibu bilang, aku terlihat anggun dengan baju motif batik ini. Tahukah kamu cara pembuatan batik yang dilakukan nenek moyang kita?\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Lani : \u201cYa, aku pernah melihatnya di televisi! Setelah membuat pola yang juga diwariskan secara turun-temurun, para pembatik memanaskan malam di dalam sebuah wajan logam. Lalu dengan menggunakan canting yang juga terbuat dari logam, mereka mulai membatik. Setelah itu, kain yang sudah dibatik akan dicelupkan ke dalam air panas untuk\u00a0\u00a0meluruhkan malam, lalu mencelupkannya ke dalam pewarna. Setelah itu kain akan dijemur di bawah sinar matahari.\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Siti : \u201cWah, kamu tahu betul proses pembuatan batik, Lani! Informasi dari media elektronik seperti televisi memberikan informasi untuk pengetahuan kita, ya! Setelah saya mendengarkan penjelasanmu, ternyata nenek moyang kita pun tahu betul cara memanfaatkan sumber panas untuk kegiatan membatik, ya! Hebat! Saya semakin bangga dan ingin tahu lebih banyak tentang keunikan masyarakat di Indonesia! Kita cari tahu dari media elektronik lainnya, yuk!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keunikan suatu daerah dan masyarakatnya, kini menjadi modal utama untuk meningkatkan kehidupan masyarakat. Banyak daerah berusaha menggali potensi daerahnya dan mengembangkannya agar masyarakatnya mendapat- kan banyak manfaat. Simaklah sebuah artikel yang diperoleh dari salah satu koran elektronik daerah berikut ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Judul : Perajin Batik Osing.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masyarakat Osing yang tinggal di daerah pesisir ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Banyuwangi, telah lama melakukan kegiatan membatik. Kegiatan ini, umumnya dilakukan dalam skala industri rumah tangga. Setiap kelompok pembatik, bisa memiliki motif sendiri yang menjadi keunikan dari kelompok tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan semakin tingginya minat masyarakat umum terhadap batik, para pelaku industri batik di Banyuwangi pun melakukan banyak terobosan. Salah satunya adalah mengembalikan pemakaian bahan pewarna alami untuk batik mereka. Bahan-bahan yang digunakan adalah berbagai jenis tanaman yang ada di sekitar rumah perajin, seperti daun krangkong (sejenis kangkung), daun lamtoro, daun mangga, jati, jengkol, kulit kopi, daun ketepeng, putri malu, dan kumis kucing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk semakin memperkaya penggunaan pewarna alam dan memperbanyak kreasi motif, desainer nasional Merdi Sihombing dilibatkan. Ia diminta oleh pemerintah daerah setempat untuk melatih para perajin batik di Banyuwangi yang mayoritas adalah usaha sangat kecil, usaha kecil, dan menengah (UMKM). Bupati Banyuwangi Abdullah\u00a0Azwar Anas mengatakan, pelatihan yang memadukan antara desainer nasional dan para perajin lokal dilakukan secara berkala dalam rangkaian menuju Banyuwangi Batik Festival (BBF) dan Swarna Fest yang digelar pada 9 Oktober 2016 lalu. BBF adalah agenda tahunan Banyuwangi untuk mendorong geliat industri\u00a0batik. Adapun Swarna Fest adalah ajang unjuk kreasi industri tekstil berpewarna alam yang digagas oleh Kementerian Perindustrian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201dKami terus mendukung usaha para pembatik untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas batiknya. Hal ini, akan memberikan pengaruh meningkatnya tingkat ekonomi perajin dan pada pembangunan sosial budaya masyarakat setempat. Dengan batik pewarna alam, para perajin bisa lebih untung karena harga jual batik menjadi lebih tinggi. Apalagi bahan pewarnanya mudah sekali didapatkan di sekitar kediaman para pembatik,\u201d jelas Pak Bupati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu perajin batik Banyuwangi dari Sanggar Sekar Bakung, sangat antusias dengan pemakaian pewarna alam ini. Ia dan rekan- rekannya mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan ini. Salah satunya adalah ia dapat memanfaatkan bahan alami di sekitarnya untuk dijadikan bahan pewarna alami batiknya. Dengan demikian ia tetap dapat memelihara lingkungannya karena pewarna yang ia gunakan sangat ramah lingkungan. Tidak seperti pewarna kimia yang limbahnya dapat merusak lingkungan sekitar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keterangan gambar : Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, beserta perajin batik Osing pada pelatihan pewarnaan alami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sumber gambar dan bacaan: http:\/\/www.osingningrat.id\/2016\/09\/perajin-batik-banyuwangi-mulai-gencar-pakai-pewarna-alam.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan bacaan di atas, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1.Apa tujuan utama diadakannya kegiatan pelatihan pembatikan dengan menggunakan pewarna alami?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2.Apa manfaat dari kegiatan tersebut bagi para pembatik dan masyarakat Banyuwangi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3.Bagaimana pengaruh penggunaan pewarna alami pada pembangunan ekonomi para perajin batik?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">4.Bagaimana pengaruh kegiatan tersebut pada pembangunan sosial budaya masyarakatnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">5.Adakah kegiatan serupa di daerahmu? Apakah tujuannya?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bagaimana dengan kegiatan masyarakat di daerah tempat tinggalmu? Lakukanlah kegiatan berikut ini di dalam kelompok.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1.Carilah informasi tentang kegiatan masyarakat di wilayah tinggalmu melalui koran daerahmu. (Kamu juga dapat menggunakan koran dalam bentuk media cetak ataupun koran elektronik seperti contoh di atas. Mintalah bantuan orang dewasa di sekitarmu, jika kamu ingin menggunakan koran elektronik).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2.Pilihlah paling sedikit satu artikel dari koran tersebut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3.Guntinglah artikel tersebut. Lalu tempelkan di atas kertas gambar ukuran A4.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4.Bacalah artikel tersebut dengan saksama. Lalu tuliskan di samping artikel beberapa keterangan seperti contoh berikut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Nama kegiatan : &#8230;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Tempat dilakukan kegiatan : &#8230;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Tujuan kegiatan : &#8230;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Manfaat kegiatan terhadap masyarakat sekitar:&#8230;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">5.Presentasikanlah hasil pengamatanmu di depan kelas. Setelah itu, tempelkan di dinding kelas.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 6.Perhatikanlah dan catatlah informasi menarik yang disampaikan oleh kelompok yang lain.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 7.Tuliskanlah kesimpulanmu dari kegiatan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika kamu perhatikan dengan saksama, dalam setiap kegiatan yang dilakukan bersama dalam masyarakat, ada hak dan kewajiban yang harus dilakukan oleh anggotanya. Kamu dan teman sekelompokmu, dapat melaksanakannya dengan baik karena setiap pihak yang terlibat melaksanakan peran dan kewajibannya dengan rasa tanggung jawab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tanggung jawab adalah sikap melaksanakan segala sesuatu yang telah disepakati bersama untuk mencapai tujuan bersama. Dengan mengetahui hak dan kewajiban dan melaksanakannya dengan tanggung jawab, tujuan bersama dapat tercapai. Apa yang terjadi jika tanggung jawab tidak dilaksanakan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan memahami bacaan \u201cPerajin Batik Osing\u201d, perhatikan bagaimana pelaksanaan hak dan kewajiban orang-orang yang terlibat. Ikutilah langkah kegiatan berikut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1.Tentukan siapa saja yang terlibat dalam kegiatan tersebut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2.Tentukan dan jelaskan peran setiap orang yang terlibat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3.Tentukan dan jelaskan hak dan kewajiban orang-orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4.Tentukan dan jelaskan tanggung jawab orang-orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 5.Gunakan tabel berikut untuk melakukan kegiatan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pihak yang Terlibat ; Peran ; Hak ; Kewajiban.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">6.Apa yang akan terjadi bila salah satu dari orang-orang yang seharusnya terlibat dalam kegiatan tersebut, tidak melakukan peran dan kewajibannya masing-masing? Jelaskan kemungkinan tersebut pada tabel berikut!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kesimpulan yang didapatkan tentang pelaksanaan tanggung jawab di dalam kehidupan bermasyarakat:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">1.Apa saja nilai dan keterampilan yang kamu kembangkan pada kegiatan hari ini?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">2.Apa saja keterampilan yang menurutmu harus ditingkatkan?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">3.Bagaimana caramu untuk meningkatkannya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pergilah bersama orang tuamu untuk berbelanja di pasar atau toko dekat tempat tinggalmu. Perhatikanlah siapa saja yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Bagaimana peran, hak, dan tanggung jawab pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut? Apa yang terjadi jika salah satu pihak tidak melakukan tanggung jawabnya?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Panas dan Perpindahannya &#8211; SD Kelas 5 Tema 6.\u00a0 Sub Tema 3 : Pengaruh Panas \/\u00a0 Kalor Terhadap Kehidupan Pembelajaran 3. Perhatikanlah gambar kegiatan di atas. Kegiatan apa saja yang kamu lihat? Apakah tujuan kegiatan tersebut? Bagaimana pengaruh kegiatan tersebut terhadap pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat setempat? Bagaimana dengan kegiatan masyarakat yang ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3017","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3017","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3017"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3017\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3084,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3017\/revisions\/3084"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3017"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3017"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3017"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}