{"id":2991,"date":"2018-01-01T12:01:34","date_gmt":"2018-01-01T05:01:34","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=2991"},"modified":"2018-01-01T13:40:58","modified_gmt":"2018-01-01T06:40:58","slug":"panas-dan-perpindahannya-sd-kelas-5-tema-6-sub-tema-2-6-k2013-rev-2017","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/panas-dan-perpindahannya-sd-kelas-5-tema-6-sub-tema-2-6-k2013-rev-2017\/","title":{"rendered":"Panas dan Perpindahannya &#8211; SD Kelas 5 Tema 6 &#8211; Sub Tema 2-6 &#8211; K2013 Rev 2017"},"content":{"rendered":"<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/NeDhT4gisy4\" width=\"480\" height=\"270\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Panas dan Perpindahannya - SD Kelas 5 Tema 6.\u00a0 Sub Tema 2 : Perpindahan Kalor di Sekitar Kita. Pembelajaran 6. Dayu, terima kasih\u00a0ya sudah mengajariku beberapa gerakan tari Bali termasuk pola lantainya. Sama- sama Siti. Saya\u00a0juga senang kamu mau tahu lebih banyak tentang beberapa tari\u00a0daerah dari tempat asalku. Ini sebuah lukisan penari Pendet untukmu, Siti! Tari ini merupakan salah satu tari khas dari Bali yang memiliki makna dan tujuan tertentu. Pasti kamu ingin tahu\u00a0lebih banyak tentang tari ini kan? Tentu\u00a0saja Dayu! Terima kasih sekali untuk\u00a0lukisannya. Kamu memang teman yang baik. \u00a0 Judul : Mengenal Tari Pendet dari Bali. Tari Pendet merupakan salah satu tari tradisonal Bali yang sangat populer. Lahirnya tari Pendet berawal dari ritual sakral Odalan di Pura yang disebut dengan mamendet atau mendet. Mendet dimulai setelah pendeta Hindu mengumandangkan mantra dan setelah pementasan Topeng Sidakarya. Tari ini dipentaskan secara berpasangan atau secara masal dengan membawa perlengkapan, berupa bokor, sesajen, dan bunga. Pendet disepakati lahir pada tahun 1950. Tari Pendet ini masih tetap mengandung kesan sakral dan religius meskipun dipentaskan di sebuah acara yang tidak berhubungan dengan kegiatan keagamaan. Pada tahun 1961, I Wayan Beratha memodifikasi tari Pendet hingga menjadi tari Pendet yang sering kita saksikan sekarang. Beliau juga menambah penari Pendet menjadi lima orang. Setahun kemudian, I Wayan Beratha dan kawan-kawan menyajikan tarian Pendet massal yang ditarikan oleh 800 orang penari untuk ditampilkan di Jakarta dalam acara pembukaan Asian Games. Kemudian pada tahun 1967, koreografer tari Pendet Modern, I Wayan Rindi, mengajarkan dan meneruskan tarian Pendet kepada generasi muda. Selain Pendet, beliau juga mengajarkan dan melestarikan tari Bali lainnya kepada keluarganya maupun lingkungan di luar keluarganya. Tari Pendet menceritakan tentang dewi-dewi kahyangan yang turun ke bumi. Biasanya tari Pendet ini dibawakan secara berkelompok atau berpasangan oleh remaja putri. Para penari Pendet berbusana layaknya penari upacara keagamaan. Setiap penari akan membawa sesaji berupa bokor yang di dalamnya terdapat bunga warna-warni. Pada akhir tarian,\u00a0bunga ini akan ditaburkan ke tamu undangan sebagai sebuah simbol penyambutan. Tari Pendet menggunakan pola lantai yang sangat sederhana di- bandingkan pola lantai tarian bali lainnya. Tari Pendet hanya menggunakan pola lantai berbentuk huruf V, pola lantai lurus, dan pola menghadap ke samping kanan dan kiri. Seperti halnya tarian tradisional kebanyakan, pola lantai pada tari Pendet tidak memiliki makna khusus. Tidak seperti tari Bedhaya dari Yogyakarta yang memiliki makna di setiap pola lantai tariannya. Sumber : http:\/\/seputaranbali.blogspot.co.id\/2013\/05\/tari-pendet.html.\u00a0 Apa saja hal penting yang kamu temui pada setiap paragraf di dalam bacaan? Gunakan tabel berikut untuk menuliskannya. Gunakanlah kalimat lengkap dan kata-kata baku dengan tepat. Bacalah kembali bacaan di atas dengan saksama. Berilah garis bawah pada kalimat-kalimat yang mengandung pokok pikiran pada setiap paragrafnya. Buatlah sebuah diagram untuk menjelaskan pemahamanmu terhadap isi bacaan di atas. Tentukanlah pokok pikiran dari setiap paragraf dalam bacaan dan tuliskanlah di dalam setiap kotak yang tersedia. Satu kotak tentu mewakili satu paragraf. Berilah keterangan penghubung yang menghubungkan pokok pikiran bacaan dengan pokok pikiran di setiap paragrafnya pada titik-titik yang tersedia. Lakukanlah bersama dengan teman sebangkumu! Gunakan diagram di bawah ini untuk mengerjakannya. Tuliskanlah pemahamanmu tentang isi bacaan berdasarkan diagram di atas dalam satu paragraf berikut. Kamu mungkin dapat melihat bahwa pada tari daerah seperti tari Pendet menggunakan pola lantai tertentu pada tariannya. Pola lantai ini ada yang bermakna tertentu ada juga yang tidak. Tarian Bedhaya dari Jawa Tengah memiliki makna pada setiap pola lantai yang dibuat penari. Tetapi pada tari lainnya seperti tari Pendet, pola lantai tidak memiliki makna tertentu. Sebelumnya, kamu telah mengubah untuk mengembangkan beberapa pola lantai pada gerakan-gerakan tari yang telah kamu pilih sebelumnya. Saat ini waktunya bagimu untuk menunjukkannya di depan teman-temanmu. Lakukan latihan sekali lagi agar gerak tarian yang kamu peragakan terlihat harmonis. Tunjukkan pola lantai apa saja yang kamu gunakan pada tarian tersebut. Peragakanlah dengan sungguh-sungguh gerakan tari yang telah kamu pelajari di depan teman-temanmu. Berikan perhatian dan tanggapan kepada temanmu dari kelompok lain, pada saat mereka memeragakannya di depan kelas sebagai cara untuk mendukung usaha mereka. Wah,\u00a0kamu tadi dapat memeragakan\u00a0pengembangan pola lantai tari dengan baik, Siti! Kamu cepat sekali belajar!\u00a0 Terima\u00a0kasih, kamu banyak memberikan semangat padaku,\u00a0Dayu! Teman-teman sekelas kita pun memberikan dukungan pada saat setiap kelompok maju untuk memeragakan hasil kerja\u00a0 kelompoknya! Ya.\u00a0Setiap orang mempunyai hak untuk\u00a0mendapatkan penghargaan atas usaha kerasnya, ya Siti! Dan tentu saja kewajibannya adalah dengan berlatih sungguh-sungguh\u00a0agar tujuan dari usahanya tercapai! Setiap kegiatan yang kita lakukan pasti melibatkan hak dan kewajiban. Baik hak dan kewajiban kita maupun orang lain. Baik yang berhubungan langsung dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. Pada saat kamu mempresentasikan sesuatu, kamu mempunyai kewajiban untuk mempersiapkan dengan baik sehingga kamu berhak mendapatkan kepuasan atas usahamu. Pada saat orang lain melakukan presentasi, kamu mempunyai kewajiban untuk memberikan kesempatan dan menghargai usahanya dengan memberikan perhatian dan tidak menertawakannya. Kewajiban yang kamu lakukan itu untuk membantu temanmu mendapatkan kesempatan presentasi dengan baik, sebagai haknya. Dalam kehidupan sehari-hari, tentu banyak peristiwa yang melibatkan hak dan kewajibanmu sebagai seorang siswa maupun sebagai seorang anak. Lakukanlah kegiatan berikut ini untuk menggambarkan peristiwa kehidupan sehari-hari yang melibatkan hak dan kewajibanmu. 1, Pikirkanlah sebuah peristiwa yang terjadi pada hari ini atau sehari sebelumnya. 2, Ingatlah dan catatlah peristiwa yang menurutmu melibatkan hakmu dan kewajibanmu. 3, Tuliskan hasil identifikasimu ke dalam sebuah tulisan pendek. Jelaskan juga hak dan kewajiban yang terjadi pada peristiwa tersebut. Kamu dapat\u00a0menggunakan contoh peristiwa siswa melakukan presentasi di depan kelas yang diuraikan di atas. 4, Gambarkanlah peristiwa pendek tersebut dalam bentuk komik. Gunakan contoh di bawah ini sebagai bantuan. 5, Gambarkan peristiwa tersebut dengan jelas. Tuliskan dialog di dalam gelembung pikiran dengan kalimat yang baik dan sederhana. 6, Gunakan pensil warna atau spidol untuk membuatnya menarik. 7, Pajang hasil karyamu di dinding kelas. Kesimpulan apa yang kamu dapatkan tentang penerapan hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat yang kamu alami? 1, Apa saja nilai-nilai yang perlu dikembangkan pada saat kamu melakukan kerja sama dengan teman-temanmu? 2, Apa saja nilai dan sikap yang diperlukan ketika kamu mendengarkan presentasi teman-temanmu? 3, Bagaimana nilai-nilai itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Adakah kesulitan yang kamu hadapi untuk melakukannya? Tuliskanlah beberapa hak dan kewajiban yang kamu miliki di rumahmu. Buatlah sebuah janji pada sebuah kartu dan tuliskan dengan rapi. Tunjukkan kepada orang tuamu. Mintalah nasihat mereka bagaimana kamu dapat melakukan kewajibanmu dengan baik. \u00a0\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2851 \" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/Kelas-5-Tema-6-Buku-Siswa-Panas-dan-Perpindahannya-798x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"273\" height=\"348\" \/><\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Panas dan Perpindahannya &#8211; SD Kelas 5 Tema 6.\u00a0<\/span><\/h3>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Sub Tema 2 : Perpindahan Kalor di Sekitar Kita.<\/strong><\/span><\/h3>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembelajaran 6.<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dayu, terima kasih\u00a0ya sudah mengajariku beberapa gerakan tari Bali termasuk pola lantainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sama- sama Siti. Saya\u00a0juga senang kamu mau tahu lebih banyak tentang beberapa tari\u00a0daerah dari tempat asalku. Ini sebuah lukisan penari Pendet untukmu, Siti! Tari ini merupakan salah satu tari khas dari Bali yang memiliki makna dan tujuan tertentu. Pasti kamu ingin tahu\u00a0lebih banyak tentang tari ini kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tentu\u00a0saja Dayu! Terima kasih sekali untuk\u00a0lukisannya. Kamu memang teman yang baik.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-2992\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-gerak-tari.jpg\" alt=\"\" width=\"331\" height=\"402\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-gerak-tari.jpg 1324w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-gerak-tari-247x300.jpg 247w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-gerak-tari-768x934.jpg 768w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-gerak-tari-842x1024.jpg 842w\" sizes=\"(max-width: 331px) 100vw, 331px\" \/>\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Judul : Mengenal Tari Pendet dari Bali.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tari Pendet merupakan salah satu tari tradisonal Bali yang sangat populer. Lahirnya tari Pendet berawal dari ritual sakral Odalan di Pura yang disebut dengan mamendet atau mendet. Mendet dimulai setelah pendeta Hindu mengumandangkan mantra dan setelah pementasan Topeng Sidakarya. Tari ini dipentaskan secara berpasangan atau secara masal dengan membawa perlengkapan, berupa bokor, sesajen, dan bunga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2994\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-tari-pendet.jpg\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"250\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-tari-pendet.jpg 500w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-tari-pendet-300x150.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pendet disepakati lahir pada tahun 1950. Tari Pendet ini masih tetap mengandung kesan sakral dan religius meskipun dipentaskan di sebuah acara yang tidak berhubungan dengan kegiatan keagamaan. Pada tahun 1961, I Wayan Beratha memodifikasi tari Pendet hingga menjadi tari Pendet yang sering kita saksikan sekarang. Beliau juga menambah penari Pendet menjadi lima orang. Setahun kemudian, I Wayan Beratha dan kawan-kawan menyajikan tarian Pendet massal yang ditarikan oleh 800 orang penari untuk ditampilkan di Jakarta dalam acara pembukaan Asian Games. Kemudian pada tahun 1967, koreografer tari Pendet Modern, I Wayan Rindi, mengajarkan dan meneruskan tarian Pendet kepada generasi muda. Selain Pendet, beliau juga mengajarkan dan melestarikan tari Bali lainnya kepada keluarganya maupun lingkungan di luar keluarganya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tari Pendet menceritakan tentang dewi-dewi kahyangan yang turun ke bumi. Biasanya tari Pendet ini dibawakan secara berkelompok atau berpasangan oleh remaja putri. Para penari Pendet berbusana layaknya penari upacara keagamaan. Setiap penari akan membawa sesaji berupa bokor yang di dalamnya terdapat bunga warna-warni. Pada akhir tarian,\u00a0bunga ini akan ditaburkan ke tamu undangan sebagai sebuah simbol penyambutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tari Pendet menggunakan pola lantai yang sangat sederhana di- bandingkan pola lantai tarian bali lainnya. Tari Pendet hanya menggunakan pola lantai berbentuk huruf V, pola lantai lurus, dan pola menghadap ke samping kanan dan kiri. Seperti halnya tarian tradisional kebanyakan, pola lantai pada tari Pendet tidak memiliki makna khusus. Tidak seperti tari Bedhaya dari Yogyakarta yang memiliki makna di setiap pola lantai tariannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sumber : http:\/\/seputaranbali.blogspot.co.id\/2013\/05\/tari-pendet.html.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apa saja hal penting yang kamu temui pada setiap paragraf di dalam bacaan? Gunakan tabel berikut untuk menuliskannya. Gunakanlah kalimat lengkap dan kata-kata baku dengan tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bacalah kembali bacaan di atas dengan saksama. Berilah garis bawah pada kalimat-kalimat yang mengandung pokok pikiran pada setiap paragrafnya. Buatlah sebuah diagram untuk menjelaskan pemahamanmu terhadap isi bacaan di atas. Tentukanlah pokok pikiran dari setiap paragraf dalam bacaan dan tuliskanlah di dalam setiap kotak yang tersedia. Satu kotak tentu mewakili satu paragraf. Berilah keterangan penghubung yang menghubungkan pokok pikiran bacaan dengan pokok pikiran di setiap paragrafnya pada titik-titik yang tersedia. Lakukanlah bersama dengan teman sebangkumu! Gunakan diagram di bawah ini untuk mengerjakannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tuliskanlah pemahamanmu tentang isi bacaan berdasarkan diagram di atas dalam satu paragraf berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kamu mungkin dapat melihat bahwa pada tari daerah seperti tari Pendet menggunakan pola lantai tertentu pada tariannya. Pola lantai ini ada yang bermakna tertentu ada juga yang tidak. Tarian Bedhaya dari Jawa Tengah memiliki makna pada setiap pola lantai yang dibuat penari. Tetapi pada tari lainnya seperti tari Pendet, pola lantai tidak memiliki makna tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelumnya, kamu telah mengubah untuk mengembangkan beberapa pola lantai pada gerakan-gerakan tari yang telah kamu pilih sebelumnya. Saat ini waktunya bagimu untuk menunjukkannya di depan teman-temanmu. Lakukan latihan sekali lagi agar gerak tarian yang kamu peragakan terlihat harmonis. Tunjukkan pola lantai apa saja yang kamu gunakan pada tarian tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peragakanlah dengan sungguh-sungguh gerakan tari yang telah kamu pelajari di depan teman-temanmu. Berikan perhatian dan tanggapan kepada temanmu dari kelompok lain, pada saat mereka memeragakannya di depan kelas sebagai cara untuk mendukung usaha mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Wah,\u00a0kamu tadi dapat memeragakan\u00a0pengembangan pola lantai tari dengan baik, Siti!<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Kamu cepat sekali belajar!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terima\u00a0kasih, kamu banyak memberikan semangat padaku,\u00a0Dayu! Teman-teman sekelas kita pun memberikan dukungan pada saat setiap kelompok maju untuk memeragakan hasil kerja\u00a0 kelompoknya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ya.\u00a0Setiap orang mempunyai hak untuk\u00a0mendapatkan penghargaan atas usaha kerasnya, ya Siti! Dan tentu saja kewajibannya adalah dengan berlatih sungguh-sungguh\u00a0agar tujuan dari usahanya tercapai!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap kegiatan yang kita lakukan pasti melibatkan hak dan kewajiban. Baik hak dan kewajiban kita maupun orang lain. Baik yang berhubungan langsung dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. Pada saat kamu mempresentasikan sesuatu, kamu mempunyai kewajiban untuk mempersiapkan dengan baik sehingga kamu berhak mendapatkan kepuasan atas usahamu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada saat orang lain melakukan presentasi, kamu mempunyai kewajiban untuk memberikan kesempatan dan menghargai usahanya dengan memberikan perhatian dan tidak menertawakannya. Kewajiban yang kamu lakukan itu untuk membantu temanmu mendapatkan kesempatan presentasi dengan baik, sebagai haknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam kehidupan sehari-hari, tentu banyak peristiwa yang melibatkan hak dan kewajibanmu sebagai seorang siswa maupun sebagai seorang anak. Lakukanlah kegiatan berikut ini untuk menggambarkan peristiwa kehidupan sehari-hari yang melibatkan hak dan kewajibanmu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">1, Pikirkanlah sebuah peristiwa yang terjadi pada hari ini atau sehari sebelumnya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">2, Ingatlah dan catatlah peristiwa yang menurutmu melibatkan hakmu dan kewajibanmu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">3, Tuliskan hasil identifikasimu ke dalam sebuah tulisan pendek. Jelaskan juga hak dan kewajiban yang terjadi pada peristiwa tersebut. Kamu dapat\u00a0menggunakan contoh peristiwa siswa melakukan presentasi di depan kelas yang diuraikan di atas.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">4, Gambarkanlah peristiwa pendek tersebut dalam bentuk komik. Gunakan contoh di bawah ini sebagai bantuan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">5, Gambarkan peristiwa tersebut dengan jelas. Tuliskan dialog di dalam gelembung pikiran dengan kalimat yang baik dan sederhana.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">6, Gunakan pensil warna atau spidol untuk membuatnya menarik.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">7, Pajang hasil karyamu di dinding kelas.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Kesimpulan apa yang kamu dapatkan tentang penerapan hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat yang kamu alami?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1, Apa saja nilai-nilai yang perlu dikembangkan pada saat kamu melakukan kerja sama dengan teman-temanmu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2, Apa saja nilai dan sikap yang diperlukan ketika kamu mendengarkan presentasi teman-temanmu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3, Bagaimana nilai-nilai itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Adakah kesulitan yang kamu hadapi untuk melakukannya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tuliskanlah beberapa hak dan kewajiban yang kamu miliki di rumahmu. Buatlah sebuah janji pada sebuah kartu dan tuliskan dengan rapi. Tunjukkan kepada orang tuamu. Mintalah nasihat mereka bagaimana kamu dapat melakukan kewajibanmu dengan baik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Panas dan Perpindahannya &#8211; SD Kelas 5 Tema 6.\u00a0 Sub Tema 2 : Perpindahan Kalor di Sekitar Kita. Pembelajaran 6. Dayu, terima kasih\u00a0ya sudah mengajariku beberapa gerakan tari Bali termasuk pola lantainya. Sama- sama Siti. Saya\u00a0juga senang kamu mau tahu lebih banyak tentang beberapa tari\u00a0daerah dari tempat asalku. Ini sebuah lukisan penari Pendet untukmu, Siti! [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[179,316],"tags":[348,189,347,116],"class_list":["post-2991","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd5","category-sd5-tema-6","tag-bali","tag-kelas-5","tag-tari-pendet","tag-tema-6"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2991","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2991"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2991\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3000,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2991\/revisions\/3000"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2991"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2991"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2991"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}