{"id":2961,"date":"2018-01-01T06:13:41","date_gmt":"2017-12-31T23:13:41","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=2961"},"modified":"2018-01-01T10:08:56","modified_gmt":"2018-01-01T03:08:56","slug":"panas-dan-perpindahannya-sd-kelas-5-tema-6-sub-tema-2-3-k2013-rev-2017","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/panas-dan-perpindahannya-sd-kelas-5-tema-6-sub-tema-2-3-k2013-rev-2017\/","title":{"rendered":"Panas dan Perpindahannya &#8211; SD Kelas 5 Tema 6 &#8211; Sub Tema 2-3 &#8211; K2013 Rev 2017"},"content":{"rendered":"<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/qo6DdYM9rRk\" width=\"640\" height=\"360\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Panas dan Perpindahannya - SD Kelas 5 Tema 6.\u00a0 Sub Tema 2 : Perpindahan Kalor di Sekitar Kita. Pembelajaran 3.\u00a0 Perhatikanlah gambar di atas dengan saksama! Gambar tersebut menunjukkan kegiatan nelayan setelah pulang dari melaut. Mereka biasanya pergi secara berkelompok pada malam hari dan pulang keesokan paginya. Mengapa demikian? Ingatkah kamu bahwa mereka menerapkan prinsip perpindahan panas secara konveksi? Bagaimana peristiwa konveksi tersebut membantu para nelayan untuk berlayar pada malam hari dan pulang pada pagi hari? Apakah yang terjadi jika mereka pergi dengan cara sebaliknya? Nenek moyang kita selalu\u00a0melihat peristiwa alam untuk memenuhi kebutuhannya. Seperti nelayan yang tahu kapan harus pergi melaut. Wah,\u00a0kamu betul sekali,\u00a0Din! Sebagai penggemar ikan laut, keluargaku selalu makan ikan setiap hari. Kami harus berterima\u00a0kasih kepada para nelayan yang telah menangkapnya dan menjualnya untuk kami. Iya,\u00a0Siti. Ikan yang keluargamu nikmati setiap hari\u00a0itu adalah hasil dari interaksi nelayan dengan lingkungan alamnya. Lalu, bagaimana pengaruh kegiatan tersebut kepada para nelayan itu sendiri ya? Sepertinya perlu dicari tahu! Kamu tentu tahu bahwa manusia, memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup manusia berupa kebutuhan pokok, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Setiap kali manusia melakukan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, selalu memberikan pengaruh kepada lingkungannya, baik lingkungan alam, maupun lingkungan ekonomi, sosial, dan budaya. Bacalah artikel berikut untuk memahami salah satu sisi kehidupan nelayan dalam membangun kesejahteraan hidupnya. Judul Bacaan : Kehidupan Nelayan Pemburu Paus. Desa Lamalera, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu desa nelayan tradisional yang menjadikan laut sebagai ladang kehidupan mereka. Laut adalah ibu yang memberikan kehidupan sejak zaman nenek moyang mereka. Dari hasil laut, masyarakat di desa ini telah berhasil mengirimkan anak-anak mereka untuk bersekolah dan pada akhirnya bekerja. Peta Pulau Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Masyarakat nelayan di desa Lamalera, memiliki tradisi berburu paus yang telah diturunkan bertahun-tahun oleh nenek moyang mereka. Tidak sembarang paus yang mereka buru, hanya paus yang sudah tua saja yang mereka buru. Jika mereka menemukan paus muda, masyarakat nelayan di desa ini akan mengembalikannya ke laut lepas. Mereka pun bersepakat secara adat bahwa dalam setahun, tidak boleh lebih dari 15 paus yang mereka buru. Dengan demikian, mereka tetap menjaga agar paus tidak punah. Untuk berburu paus, para nelayan melakukan pemantauan dari bibir pantai dan dari atas bukit. Ada beberapa orang yang senantiasa berada di bukit itu untuk memantau, sambil melakukan kegiatan lainnya seperti memperbaiki jala, menganyam atap perahu dari daun lontar, memasak, atau membaca buku. Jika mereka melihat paus, mereka akan berteriak \u201cbaleo\u201d yang berarti paus. Teriakan itu, membuat para nelayan yang berada di bibir pantai segera bersiap melaut. Mereka akan mengirimkan sebuah perahu untuk mengamati jenis dan umur paus. Jika mereka melihat paus itu layak ditangkap, mereka akan akan memanggil perahu-perahu lain untuk mendekat. Daging dan minyak paus yang berhasil ditangkap kemudian akan dibagi ke seluruh warga desa. Pembagian diutamakan bagi janda dan yatim piatu, baru kemudian kepada penangkap paus, pemilik perahu, lalu kepada masyarakat lainnya. Daging dan ikan paus ini dapat ditukar dengan jagung, umbi-umbian, buah-buahan, dan sayuran dari masyarakat pegunungan. Kegiatan barter ini dilakukan di Pasar Wulandoni, sekitar 3 km dari Lamalera. (penulis : Kornelis Kewa Ama, Kompas, 4 maret 2017, dengan penyesuaian). Bacaan di atas merupakan salah satu teks penjelasan yang dimuat pada sebuah surat kabar. Surat kabar merupakan salah satu jenis media cetak yang paling banyak digunakan masyarakat. Surat kabar atau koran merupakan salah satu media cetak yang dapat memberikan berbagai macam informasi. Untuk memahami sebuah teks penjelasan pada bacaan di atas, kamu perlu mengetahui pokok pikiran di setiap paragrafnya. Temukanlah pokok-pokok pikiran dalam setiap paragraf dengan melakukan kegiatan berikut ini. 1, Siapkan sejumlah kartu atau kartu pokok pikiran seperti contoh di bawah ini sesuai dengan jumlah paragraf pada bacaan di atas. 2, Bacalah kembali bacaan tersebut dan temukan pokok pikiran di setiap paragrafnya. 3, Tuliskanlah pokok pikiran tersebut pada kartu yang telah kamu siapkan. 4, Diskusikanlah pokok pikiran dengan teman-teman di dalam kelompokmu. Berikan komentar dan saran yang membangun untuk setiap pokok pikiran yang dibuat temanmu. 5, Kelompokan pokok pikiran yang sama pada setiap paragraf. 6, Ambillah sebuah karton, lalu tuliskan di bagian paling atas judul bacaan. 7, Buatlah garis-garis penghubung sesuai jumlah paragraf yang ada. 8, Tempelkan semua pokok pikiran yang dibuat teman sekelompokmu sesuai paragrafnya. 9, Buatlah sebuah paragraf untuk membuat kesimpulan terhadap bacaan tersebut. 10, Presentasikanlah hasil analisis bacaanmu di depan kelas. Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak hal yang ingin kamu ketahui tentang peristiwa yang terjadi di sekitarmu. Bertanya merupakan kegiatan mencari jawaban tentang sesuatu yang belum diketahui. Kita dapat bertanya kepada siapa pun, termasuk kepada teman sebaya. Kegiatan bertanya juga dapat menjadi kegiatan awal sebuah diskusi. Ikutilah tahapan kegiatan berikut ini dengan saksama di dalam kelompok yang terdiri atas 4 \u2013 5 orang. 1, Buatlah dua pertanyaan berdasarkan bacaan. 2, Tuliskanlah pertanyaanmu di selembar kertas kecil. Tuliskan nama dan pertanyaanmu dengan jelas dan menggunakan kalimat tanya yang benar. 3, Gulunglah kertas pertanyaanmu lalu masukkan ke dalam sebuah wadah. 4, Secara bergiliran anggota kelompok mengambil gulungan kertas dari dalam wadah. 5, Setelah semuanya mendapatkan sebuah gulungan kertas, bukalah lembar pertanyaan secara bersamaan. 6, Lalu tuliskan jawabannya di bawah pertanyaan tersebut. 7, Tempelkan kertas pertanyaan dan jawabannya di salah satu dinding kelas. Lakukan kegiatan yang sama untuk pertanyaan kedua. Luasnya lautan dan samudra yang mengelilingi wilayah Indonesia, memengaruhi kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat nelayan setempat. Interaksi masyarakat nelayan dengan lingkungannya sangatlah erat. Keterikatan antara masyarakat nelayan dengan lingkungannya terwujud salah satunya melalui kegiatan upacara tradisi nelayan. Setiap masyarakat nelayan di Indonesia memiliki kegiatan yang berbeda sebagai bagian dari upacara tradisi. Salah satunya adalah masyarakat nelayan Pantai Malo, Kokorotan, Sumatra Utara. Bacalah artikel berikut ini dengan saksama. Judul Bacaan : Festival Mane\u2019e, Tradisi Nelayan di Pantai Malo. Festival Mane\u2019e, merupakan tradisi adat untuk penangkapan ikan. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Pantai Malo, Kokorotan, Sulawesi Utara. Ritual ini biasa disebut dengan ritual menangkap ikan dengan doa-doa dalam bahasa adat kuno. Mereka berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar nelayan mendapatkan tangkapan yang banyak, dan mendapatkan perlindungan agar terhindar dari bahaya. Penangkapan ikan dimulai dengan berkumpulnya para pemuka adat bersama perwakilan pemerintah setempat. Mereka bermusyawarah untuk menentukan tanggal yang tepat untuk melakukan ritual mane\u2019e. Selanjutnya, para pemuka adat ini akan memanjatkan doa-doa dalam bahasa adat kuno. Sementara, masyarakat lainnya mengumpul- kan tali dan janur (daun kelapa yang masih muda) untuk dibuat jaring yang disebut dengan sammy. Tibalah hari yang ditentukan untuk melaksanakan ritual mane\u2019e. Para pemuka adat dan pemerintah setempat, membawa sammy ke Pantai Malo. Beramai-ramai mereka menariknya sepanjang mungkin ke arah laut hingga membentuk sebuah kolam. Ketika ikan-ikan telah banyak terperangkap ke dalam sammy, masyarakat pun mulai menangkapnya. Hasil tangkapan ikan ini akan disantap bersama dalam pesta rakyat yang digelar saat itu. Ada hal yang menarik sepanjang ritual hingga pesta rakyat ini, yaitu masyarakat dilarang mengenakan pakaian berwarna merah\u00a0sebagai pantangan. Peta Lokasi Pantai Malo, Kokorotan, Sulawesi Utara. Ritual seperti ini masih dilaksanakan hingga kini. Masyarakat meyakini ritual ini\u00a0sebagai ucapan syukur dan permohonan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, kegiatan ini\u00a0 mengandung nilai-nilai kebersamaan antar anggota masyarakat dan kepedulian untuk memelihara laut sebagai sumber kehidupan masyarakat. Nilai-nilai kerja sama, persatuan dan kesatuan pun, sangat bisa dirasakan sepanjang persiapan hingga dilaksanakannya ritual ini. Sumber artikel : Berani, Weekly newspaper, No 15, 2015, dengan penyesuaian. Berdasarkan bacaan di atas, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini! 1.Apakah tujuan dilaksanakannya Festival Mane\u2019e tersebut? 2.Siapa saja yang berperan penting dalam upacara tersebut? 3.Menurutmu, apa manfaat kegiatan upacara tradisi nelayan terhadap kesejahteraan nelayan dan kehidupan masyarakat nelayan setempat? 4.Adakah hal menarik yang kamu dapatkan dari kegiatan upacara nelayan tersebut? 5.Adakah kegiatan serupa yang dilakukan oleh masyarakat nelayan yang berada paling dekat dari tempat tinggalmu? Jika ada, ceritakanlah! Kegiatan nelayan di pantai dan laut tidak hanya untuk pembangunan ekonomi, tetapi juga untuk membangun kehidupan sosial budaya masyarakat. Kegiatan ini dilakukan untuk meneruskan budaya kehidupan masyarakat nelayan yang telah dilakukan bertahun-tahun. Kegiatan masyarakat nelayan di satu tempat dan tempat lain tidaklah sama. Hal ini dipengaruhi juga oleh kehidupan sosial masyarakatnya. Kehidupan masyarakat di sekitarmu mungkin juga memiliki keunikan sendiri. Oleh karenanya, lakukanlah kegiatan pengamatan sebagai berikut: 1, Bekerjalah bersama dengan temanmu yang tinggal di daerah yang sama atau berdekatan. 2, Amatilah kehidupan masyarakat di sekitar tempat tinggalmu. 3, Identifikasi kegiatan masyarakat untuk membangun ekonominya, misalnya ada yang berdagang, bertani atau menangkap ikan. 4, Identifikasi kegiatan kemasyarakatan yang terjadi di daerah tempat tinggalmu. Misalnya, kegiatan bersama yang dilakukan anggota masyarakat. 5, Tuliskanlah hasil pengamatanmu ke dalam bentuk laporan singkat dengan menggunakan format \u201cLaporan Hasil Pengamatan\u201d seperti contoh di bawah ini! Yang terdiri dari : Judul Hasil Pengamatan; Tempat Pengamatan; Hal yang diamati; Hasil Pengamatan. Saya\u00a0suka membaca\u00a0kisah Pak Budi yang pantang menyerah meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Beliau berhak atas penghidupan yang layak karena usahanya yang\u00a0tak kenal lelah. Saya\u00a0setuju dengan kamu, Dayu! Semua orang berhak atas kehidupan ekonomi yang\u00a0baik. Tetapi semua orang juga punya kewajiban untuk mengusahakannya. Sama dengan kita sebagai pelajar, ya Dayu! Selain punya hak, kita pun punya kewajiban! Judul Bacaan : Kewajiban Warga Negara Indonesia. Setiap warga negara di Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang tidak terpisahkan Ada hak, maka di sana juga ada kewajiban. Sebagai warga Negara Republik Indonesia, hak dan kewajiban warga negaranya diatur di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Yang termasuk dalam hak warga negara Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) antara lain adalah sebagai berikut. 1, Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam pemerintahan (pasal 27 ayat 1). 2, Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (Pasal 27 ayat 2). 3, Setiap warga negara berhak dalam usaha pembelaan negara (Pasal 30 ayat 1). 4.Setiap warga Negara berhak untuk berserikat dan berkumpul dan mengeluarkan pendapatnya (Pasal 28). 5, Setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing yang dipercayai (Pasal 29 ayat 2). 6, Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran (Pasal 31 ayat 1). 7, Setiap warga negara berhak mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI dari serangan musuh (pasal 30 ayat 1). Selain mengetahui hak warga negara, kita pun harus tahu tentang kewajiban kita sebagai warga negara. Ada kewajiban yang harus kita lakukan dengan penuh tanggung jawab karena menyangkut hak orang lain. Ada juga kewajiban yang bersifat pribadi. Berikut adalah beberapa contoh kewajiban warga negara Indonesia. 1, Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) (Pasal 23A). 2, Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya (Pasal 27 ayat 1). 3, Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara Indonesia dari serangan musuh (pasal 30 ayat 1). 4, Setiap warga negara wajib untuk menghormati hak asasi orang lain dan menjunjung tinggi moral, nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum. 5, Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik. 6, Setiap warga negara wajib untuk mengikuti pendidikan dasar yang sepenuhnya dibiayai oleh Negara. Dengan menggunakan bacaan tentang nelayan Lamalera dan nelayan Pantai Malo, diskusikan hak-hak dan kewajiban apa saja yang dimiliki oleh para nelayan tersebut. Bagaimana dengan warga negara yang lain, misalnya para guru? Bagaimana hak dan kewajiban mereka? Bagaimana dengan kamu sebagai siswa? Apa saja hak dan kewajiban kalian? Gunakan tabel berikut ini untuk melakukan analisis terhadap hak dan kewajiban warga negara sesuai cara interaksinya dengan lingkungan sekitarnya. Bandingkanlah hak dan kewajiban para nelayan, para petani, dan juga pelajar seperti kamu. Diskusikan dan presentasikanlah hasil diskusimu di depan kelas. Dengarkan dan cermatilah ketika kelompok yang lain melakukan presentasi. Catatlah hal- hal menarik dari semua presentasi yang dilakukan teman-teman kelasmu. Lalu tuliskanlah kesimpulanmu. Apakah kamu melihat persamaan dan perbedaan antara hak dan kewajiban dari para guru, nelayan, dan kamu sebagai seorang siswa? Kamu tentu tahu bahwa setiap hak dapat diusahakan melalui kewajiban, baik kewajiban yang menyangkut hak orang lain, maupun kewajiban pribadi. Cobalah renungkan, kewajiban apa saja yang harus kamu lakukan dan tingkatkan sebagai seorang siswa? Tuliskanlah beberapa kewajiban yang harus kamu tingkatkan ke dalam sebuah janji yang harus kamu ingat untuk dilakukan. Tuliskanlah dengan kalimat yang jelas dan singkat sehingga kamu mudah mengingatnya di tempat yang disediakan di bawah ini! 1.Apa saja sikap dan keterampilan yang kamu kembangkan pada hari ini? 2.Apa saja tantangan yang kamu hadapi untuk melakukan kewajibanmu sebagai seorang pelajar? Bagaimanakah caramu untuk mengatasinya? Tunjukkan janjimu untuk melakukan kewajibanmu sebagai seorang pelajar kepada orang tuamu. Diskusikanlah dengan orang tuamu, bagaimana kamu akan melakukan kewajiban itu. Mintalah bantuan mereka untuk selalu mengingatkan dan mendorongmu melakukan kewajibanmu.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2851 \" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/Kelas-5-Tema-6-Buku-Siswa-Panas-dan-Perpindahannya-798x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"273\" height=\"348\" \/><\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Panas dan Perpindahannya &#8211; SD Kelas 5 Tema 6.\u00a0<\/span><\/h3>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Sub Tema 2 : Perpindahan Kalor di Sekitar Kita.<\/strong><\/span><\/h3>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembelajaran 3.\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perhatikanlah gambar di atas dengan saksama! Gambar tersebut menunjukkan kegiatan nelayan setelah pulang dari melaut. Mereka biasanya pergi secara berkelompok pada malam hari dan pulang keesokan paginya. Mengapa demikian? Ingatkah kamu bahwa mereka menerapkan prinsip perpindahan panas secara konveksi? Bagaimana peristiwa konveksi tersebut membantu para nelayan untuk berlayar pada malam hari dan pulang pada pagi hari? Apakah yang terjadi jika mereka pergi dengan cara sebaliknya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2967\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-nelayan-melaut-dengan-angin.jpg\" alt=\"\" width=\"395\" height=\"265\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-nelayan-melaut-dengan-angin.jpg 395w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-nelayan-melaut-dengan-angin-300x201.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 395px) 100vw, 395px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nenek moyang kita selalu\u00a0melihat peristiwa alam untuk memenuhi kebutuhannya. Seperti nelayan yang tahu kapan harus pergi melaut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Wah,\u00a0kamu betul sekali,\u00a0Din! Sebagai penggemar ikan laut, keluargaku selalu makan ikan setiap hari. Kami harus berterima\u00a0kasih kepada para nelayan yang telah menangkapnya dan menjualnya untuk kami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Iya,\u00a0Siti. Ikan yang keluargamu nikmati setiap hari\u00a0itu adalah hasil dari interaksi nelayan dengan lingkungan alamnya. Lalu, bagaimana pengaruh kegiatan tersebut kepada para nelayan itu sendiri<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> ya? Sepertinya perlu dicari tahu!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kamu tentu tahu bahwa manusia, memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup manusia berupa kebutuhan pokok, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Setiap kali manusia melakukan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, selalu memberikan pengaruh kepada lingkungannya, baik lingkungan alam, maupun lingkungan ekonomi, sosial, dan budaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bacalah artikel berikut untuk memahami salah satu sisi kehidupan nelayan dalam membangun kesejahteraan hidupnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Judul Bacaan : Kehidupan Nelayan Pemburu Paus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Desa Lamalera, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu desa nelayan tradisional yang menjadikan laut sebagai ladang kehidupan mereka. Laut adalah ibu yang memberikan kehidupan sejak zaman nenek moyang mereka. Dari hasil laut, masyarakat di desa ini telah berhasil mengirimkan anak-anak mereka untuk bersekolah dan pada akhirnya bekerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2969\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-peta-pulau-Lembata.jpg\" alt=\"\" width=\"470\" height=\"265\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-peta-pulau-Lembata.jpg 470w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-peta-pulau-Lembata-300x169.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 470px) 100vw, 470px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peta Pulau Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masyarakat nelayan di desa Lamalera, memiliki tradisi berburu paus yang telah diturunkan bertahun-tahun oleh nenek moyang mereka. Tidak sembarang paus yang mereka buru, hanya paus yang sudah tua saja yang mereka buru. Jika mereka menemukan paus muda, masyarakat nelayan di desa ini akan mengembalikannya ke laut lepas. Mereka pun bersepakat secara adat bahwa dalam setahun, tidak boleh lebih dari 15 paus yang mereka buru. Dengan demikian, mereka tetap menjaga agar paus tidak punah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk berburu paus, para nelayan melakukan pemantauan dari bibir pantai dan dari atas bukit. Ada beberapa orang yang senantiasa berada di bukit itu untuk memantau, sambil melakukan kegiatan lainnya seperti memperbaiki jala, menganyam atap perahu dari daun lontar, memasak, atau membaca buku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika mereka melihat paus, mereka akan berteriak \u201cbaleo\u201d yang berarti paus. Teriakan itu, membuat para nelayan yang berada di bibir pantai segera bersiap melaut. Mereka akan mengirimkan sebuah perahu untuk mengamati jenis dan umur paus. Jika mereka melihat paus itu layak ditangkap, mereka akan akan memanggil perahu-perahu lain untuk mendekat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Daging dan minyak paus yang berhasil ditangkap kemudian akan dibagi ke seluruh warga desa. Pembagian diutamakan bagi janda dan yatim piatu, baru kemudian kepada penangkap paus, pemilik perahu, lalu kepada masyarakat lainnya. Daging dan ikan paus ini dapat ditukar dengan jagung, umbi-umbian, buah-buahan, dan sayuran dari masyarakat pegunungan. Kegiatan barter ini dilakukan di Pasar Wulandoni, sekitar 3 km dari Lamalera.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">(penulis : Kornelis Kewa Ama, Kompas, 4 maret 2017, dengan penyesuaian).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bacaan di atas merupakan salah satu teks penjelasan yang dimuat pada sebuah surat kabar. Surat kabar merupakan salah satu jenis media cetak yang paling banyak digunakan masyarakat. Surat kabar atau koran merupakan salah satu media cetak yang dapat memberikan berbagai macam informasi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Untuk memahami sebuah teks penjelasan pada bacaan di atas, kamu perlu mengetahui pokok pikiran di setiap paragrafnya. Temukanlah pokok-pokok pikiran dalam setiap paragraf dengan melakukan kegiatan berikut ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1, Siapkan sejumlah kartu atau kartu pokok pikiran seperti contoh di bawah ini sesuai dengan jumlah paragraf pada bacaan di atas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2, Bacalah kembali bacaan tersebut dan temukan pokok pikiran di setiap paragrafnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3, Tuliskanlah pokok pikiran tersebut pada kartu yang telah kamu siapkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">4, Diskusikanlah pokok pikiran dengan teman-teman di dalam kelompokmu. Berikan komentar dan saran yang membangun untuk setiap pokok pikiran yang dibuat temanmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">5, Kelompokan pokok pikiran yang sama pada setiap paragraf.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">6, Ambillah sebuah karton, lalu tuliskan di bagian paling atas judul bacaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">7, Buatlah garis-garis penghubung sesuai jumlah paragraf yang ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">8, Tempelkan semua pokok pikiran yang dibuat teman sekelompokmu sesuai paragrafnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">9, Buatlah sebuah paragraf untuk membuat kesimpulan terhadap bacaan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">10, Presentasikanlah hasil analisis bacaanmu di depan kelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak hal yang ingin kamu ketahui tentang peristiwa yang terjadi di sekitarmu. Bertanya merupakan kegiatan mencari jawaban tentang sesuatu yang belum diketahui. Kita dapat bertanya kepada siapa pun, termasuk kepada teman sebaya. Kegiatan bertanya juga dapat menjadi kegiatan awal sebuah diskusi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ikutilah tahapan kegiatan berikut ini dengan saksama di dalam kelompok yang terdiri atas 4 \u2013 5 orang.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1, Buatlah dua pertanyaan berdasarkan bacaan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2, Tuliskanlah pertanyaanmu di selembar kertas kecil. Tuliskan nama dan pertanyaanmu dengan jelas dan menggunakan kalimat tanya yang benar.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3, Gulunglah kertas pertanyaanmu lalu masukkan ke dalam sebuah wadah.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4, Secara bergiliran anggota kelompok mengambil gulungan kertas dari dalam wadah.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 5, Setelah semuanya mendapatkan sebuah gulungan kertas, bukalah lembar pertanyaan secara bersamaan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 6, Lalu tuliskan jawabannya di bawah pertanyaan tersebut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 7, Tempelkan kertas pertanyaan dan jawabannya di salah satu dinding kelas. Lakukan kegiatan yang sama untuk pertanyaan kedua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Luasnya lautan dan samudra yang mengelilingi wilayah Indonesia, memengaruhi kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat nelayan setempat. Interaksi masyarakat nelayan dengan lingkungannya sangatlah erat. Keterikatan antara masyarakat nelayan dengan lingkungannya terwujud salah satunya melalui kegiatan upacara tradisi nelayan. Setiap masyarakat nelayan di Indonesia memiliki kegiatan yang berbeda sebagai bagian dari upacara tradisi. Salah satunya adalah masyarakat nelayan Pantai Malo, Kokorotan, Sumatra Utara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bacalah artikel berikut ini dengan saksama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Judul Bacaan : Festival Mane\u2019e, Tradisi Nelayan di Pantai Malo.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Festival Mane\u2019e, merupakan tradisi adat untuk penangkapan ikan. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Pantai Malo, Kokorotan, Sulawesi Utara. Ritual ini biasa disebut dengan ritual menangkap ikan dengan doa-doa dalam bahasa adat kuno. Mereka berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar nelayan mendapatkan tangkapan yang banyak, dan mendapatkan perlindungan agar terhindar dari bahaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penangkapan ikan dimulai dengan berkumpulnya para pemuka adat bersama perwakilan pemerintah setempat. Mereka bermusyawarah untuk menentukan tanggal yang tepat untuk melakukan ritual mane\u2019e. Selanjutnya, para pemuka adat ini akan memanjatkan doa-doa dalam bahasa adat kuno. Sementara, masyarakat lainnya mengumpul- kan tali dan janur (daun kelapa yang masih muda) untuk dibuat jaring yang disebut dengan sammy.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tibalah hari yang ditentukan untuk melaksanakan ritual mane\u2019e. Para pemuka adat dan pemerintah setempat, membawa sammy ke Pantai Malo. Beramai-ramai mereka menariknya sepanjang mungkin ke arah laut hingga membentuk sebuah kolam. Ketika ikan-ikan telah banyak terperangkap ke dalam sammy, masyarakat pun mulai menangkapnya. Hasil tangkapan ikan ini akan disantap bersama dalam pesta rakyat yang digelar saat itu. Ada hal yang menarik sepanjang ritual hingga pesta rakyat ini, yaitu masyarakat dilarang mengenakan pakaian berwarna merah\u00a0sebagai pantangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2971\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-peta-Pantai-Malo.jpg\" alt=\"\" width=\"218\" height=\"348\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-peta-Pantai-Malo.jpg 218w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-peta-Pantai-Malo-188x300.jpg 188w\" sizes=\"(max-width: 218px) 100vw, 218px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peta Lokasi Pantai Malo, Kokorotan, Sulawesi Utara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ritual seperti ini masih dilaksanakan hingga kini. Masyarakat meyakini ritual ini\u00a0sebagai ucapan syukur dan permohonan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, kegiatan ini\u00a0 mengandung nilai-nilai kebersamaan antar anggota masyarakat dan kepedulian untuk memelihara laut sebagai sumber kehidupan masyarakat. Nilai-nilai kerja sama, persatuan dan kesatuan pun, sangat bisa dirasakan sepanjang persiapan hingga dilaksanakannya ritual ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sumber artikel : Berani, Weekly newspaper, No 15, 2015, dengan penyesuaian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan bacaan di atas, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini!<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1.Apakah tujuan dilaksanakannya Festival Mane\u2019e tersebut?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2.Siapa saja yang berperan penting dalam upacara tersebut?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3.Menurutmu, apa manfaat kegiatan upacara tradisi nelayan terhadap kesejahteraan nelayan dan kehidupan masyarakat nelayan setempat?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">4.Adakah hal menarik yang kamu dapatkan dari kegiatan upacara nelayan tersebut?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">5.Adakah kegiatan serupa yang dilakukan oleh masyarakat nelayan yang berada paling dekat dari tempat tinggalmu? Jika ada, ceritakanlah!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kegiatan nelayan di pantai dan laut tidak hanya untuk pembangunan ekonomi, tetapi juga untuk membangun kehidupan sosial budaya masyarakat. Kegiatan ini dilakukan untuk meneruskan budaya kehidupan masyarakat nelayan yang telah dilakukan bertahun-tahun. Kegiatan masyarakat nelayan di satu tempat dan tempat lain tidaklah sama. Hal ini dipengaruhi juga oleh kehidupan sosial masyarakatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kehidupan masyarakat di sekitarmu mungkin juga memiliki keunikan sendiri. Oleh karenanya, lakukanlah kegiatan pengamatan sebagai berikut:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1, Bekerjalah bersama dengan temanmu yang tinggal di daerah yang sama atau berdekatan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2, Amatilah kehidupan masyarakat di sekitar tempat tinggalmu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3, Identifikasi kegiatan masyarakat untuk membangun ekonominya, misalnya ada yang berdagang, bertani atau menangkap ikan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4, Identifikasi kegiatan kemasyarakatan yang terjadi di daerah tempat tinggalmu. Misalnya, kegiatan bersama yang dilakukan anggota masyarakat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 5, Tuliskanlah hasil pengamatanmu ke dalam bentuk laporan singkat dengan menggunakan format \u201cLaporan Hasil Pengamatan\u201d seperti contoh di bawah ini! Yang terdiri dari : Judul Hasil Pengamatan; Tempat Pengamatan; Hal yang diamati; Hasil Pengamatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2972\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-laporan-hasil-pengamatan.jpg\" alt=\"\" width=\"473\" height=\"550\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-laporan-hasil-pengamatan.jpg 473w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/sd5-tema-6-laporan-hasil-pengamatan-258x300.jpg 258w\" sizes=\"(max-width: 473px) 100vw, 473px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saya\u00a0suka membaca\u00a0kisah Pak Budi yang pantang menyerah meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Beliau berhak atas penghidupan yang layak karena usahanya yang\u00a0tak kenal lelah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saya\u00a0setuju dengan kamu, Dayu! Semua orang berhak atas kehidupan ekonomi yang\u00a0baik. Tetapi semua orang juga punya kewajiban untuk mengusahakannya. Sama dengan kita sebagai pelajar, ya Dayu! Selain punya hak, kita pun punya kewajiban!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Judul Bacaan : Kewajiban Warga Negara Indonesia.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap warga negara di Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang tidak terpisahkan Ada hak, maka di sana juga ada kewajiban. Sebagai warga Negara Republik Indonesia, hak dan kewajiban warga negaranya diatur di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Yang termasuk dalam hak warga negara Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) antara lain adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1, Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam pemerintahan (pasal 27 ayat 1).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2, Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (Pasal 27 ayat 2).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3, Setiap warga negara berhak dalam usaha pembelaan negara (Pasal 30 ayat 1).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4.Setiap warga Negara berhak untuk berserikat dan berkumpul dan mengeluarkan pendapatnya (Pasal 28).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 5, Setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing yang dipercayai (Pasal 29 ayat 2).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 6, Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran (Pasal 31 ayat 1).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 7, Setiap warga negara berhak mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI dari serangan musuh (pasal 30 ayat 1).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain mengetahui hak warga negara, kita pun harus tahu tentang kewajiban kita sebagai warga negara. Ada kewajiban yang harus kita lakukan dengan penuh tanggung jawab karena menyangkut hak orang lain. Ada juga kewajiban yang bersifat pribadi. Berikut adalah beberapa contoh kewajiban warga negara Indonesia.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1, Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) (Pasal 23A).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2, Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya (Pasal 27 ayat 1).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3, Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara Indonesia dari serangan musuh (pasal 30 ayat 1).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4, Setiap warga negara wajib untuk menghormati hak asasi orang lain dan menjunjung tinggi moral, nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 5, Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 6, Setiap warga negara wajib untuk mengikuti pendidikan dasar yang sepenuhnya dibiayai oleh Negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan bacaan tentang nelayan Lamalera dan nelayan Pantai Malo, diskusikan hak-hak dan kewajiban apa saja yang dimiliki oleh para nelayan tersebut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Bagaimana dengan warga negara yang lain, misalnya para guru? Bagaimana hak dan kewajiban mereka? Bagaimana dengan kamu sebagai siswa? Apa saja hak dan kewajiban kalian?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gunakan tabel berikut ini untuk melakukan analisis terhadap hak dan kewajiban warga negara sesuai cara interaksinya dengan lingkungan sekitarnya. Bandingkanlah hak dan kewajiban para nelayan, para petani, dan juga pelajar seperti kamu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Diskusikan dan presentasikanlah hasil diskusimu di depan kelas. Dengarkan dan cermatilah ketika kelompok yang lain melakukan presentasi. Catatlah hal- hal menarik dari semua presentasi yang dilakukan teman-teman kelasmu. Lalu tuliskanlah kesimpulanmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apakah kamu melihat persamaan dan perbedaan antara hak dan kewajiban dari para guru, nelayan, dan kamu sebagai seorang siswa? Kamu tentu tahu bahwa setiap hak dapat diusahakan melalui kewajiban, baik kewajiban yang menyangkut hak orang lain, maupun kewajiban pribadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cobalah renungkan, kewajiban apa saja yang harus kamu lakukan dan tingkatkan sebagai seorang siswa? Tuliskanlah beberapa kewajiban yang harus kamu tingkatkan ke dalam sebuah janji yang harus kamu ingat untuk dilakukan. Tuliskanlah dengan kalimat yang jelas dan singkat sehingga kamu mudah mengingatnya di tempat yang disediakan di bawah ini!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1.Apa saja sikap dan keterampilan yang kamu kembangkan pada hari ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2.Apa saja tantangan yang kamu hadapi untuk melakukan kewajibanmu sebagai seorang pelajar? Bagaimanakah caramu untuk mengatasinya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tunjukkan janjimu untuk melakukan kewajibanmu sebagai seorang pelajar kepada orang tuamu. Diskusikanlah dengan orang tuamu, bagaimana kamu akan melakukan kewajiban itu. Mintalah bantuan mereka untuk selalu mengingatkan dan mendorongmu melakukan kewajibanmu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Panas dan Perpindahannya &#8211; SD Kelas 5 Tema 6.\u00a0 Sub Tema 2 : Perpindahan Kalor di Sekitar Kita. Pembelajaran 3.\u00a0 &nbsp; Perhatikanlah gambar di atas dengan saksama! Gambar tersebut menunjukkan kegiatan nelayan setelah pulang dari melaut. Mereka biasanya pergi secara berkelompok pada malam hari dan pulang keesokan paginya. Mengapa demikian? Ingatkah kamu bahwa mereka menerapkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[179,293],"tags":[170,340,189,11,339,338,116,165],"class_list":["post-2961","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd5","category-sd5-tema-5","tag-hak","tag-ikan","tag-kelas-5","tag-kewajiban","tag-laut","tag-nelayan","tag-tema-6","tag-warga-negara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2961","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2961"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2961\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2978,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2961\/revisions\/2978"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2961"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2961"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2961"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}