{"id":2637,"date":"2017-09-22T15:50:31","date_gmt":"2017-09-22T08:50:31","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=2637"},"modified":"2017-11-20T18:11:38","modified_gmt":"2017-11-20T11:11:38","slug":"yesus-dalam-perjanjian-baru-sd-kelas-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/yesus-dalam-perjanjian-baru-sd-kelas-5\/","title":{"rendered":"Yesus dalam Perjanjian Baru &#8211; SD Kelas 5 Agama Katolik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"SD Kelas 5 Agama Katolik. Yesus dalam Perjanjian Baru. Pada bagian pertama kita telah mempelajari bagaimana Al-lah memilih suatu bangsa untuk menjadi saluran rahmat keselamatan bagi seluruh umat manusia. Pada bagian dua ini, kita akan lebih menyadari bahwa Yesus Kristus yang telah lama dinubuatkan, telah lama dipersiapkan kedatangannya di dalam sejarah Perjanjian Lama, hadir untuk memenuhi janji Al-lah. Inilah yang kita namakan sejarah keselamatan di dalam Perjanjian Baru. Kehidupan Yesus untuk mewartakan kabar keselamatan, serta perbuatan- perbuatan-Nya untuk mewujudkan Kerajaan Al-lah, nyata di dalam pengalaman hidup manusia. Hal tersebut tentu merupakan buah nyata dari kesediaan serta peran perempuan pilihan Al-lah. Pertama Elisabeth isteri Zakaria, yang melahirkan Yohanes pada masa tuanya. Hal itulah titik pangkal persiapan menjelang kehadiran Yesus. Secara lebih mengagumkan, Maria sebagai wanita pilihan Al-lah, memberikan jawaban \u201cSesungguhnya aku ini hamba Tuhan, terjadilah kepadaku menurut perkataan-Mu\u201d, mampu mengubah lintasan sejarah. Jawabannya itulah yang mengubah segalanya. Yesus, Al-lah yang menjadi manusia, dikandung dan dilahirkan Maria. Karya Yesus di hadapan umum selama kurang lebih tiga tahun, diawalinya dengan baptisan di Sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis, dimatangkan dengan kesetiaan dan ketaatan-Nya, ketika harus menghadapi cobaan iblis di padang gurun. Ia pun mengajarkan sikap pengampunan sebagai syarat untuk masuk ke dalam kerajaan Al-lah. Ia pun menunjukkan cinta-Nya kepada orang-orang berdosa. Ia berkata : \u201cbukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit. Demikian pula bukan orang benar, melainkan orang berdosa yang membutuhkan pengampunan dan kasih\u201d Penderitaan, wafat serta kebangkitan-Nya, membuka mata umat beriman yang menantikan dan merindukan Mesias Juru Selamat. Dialah yang bangkit, yang mereka nantikan. Kenaikan-Nya ke surga, diiringi janji untuk mengutus Roh Kudus yang akan menguatkan para murid yang terguncang. Janji-Nya terpenuhi di dalam Roh Kudus yang tercurah kepada para murid, pada hari pentakosta. Tentu hal itu, menguatkan dan meneguhkan kita, sebagai umat beriman kepada-Nya. Pada Bab 2 bagian kedua ini akan diuraikan tujuh pokok bahasan, yaitu: E. Maria dan Elisabet Menanggapi Rencana Al-lah. F. Yesus Taat pada Al-lah. G. Yesus Mengajarkan Pengampunan. H. Yesus Memanggil Orang Berdosa. I. Yesus Menderita, Wafat, dan Bangkit. J. Roh Kudus Menguatkan Hati Para Rasul. K. Roh Kudus Dicurahkan kedalam Hati Setiap Orang. E, Maria dan Elisabet Menanggapi Rencana Al-lah. Keteladanan Maria dan Elisabet adalah tawaran nilai bagi manusia yang berlaku sepanjang masa, dalam mengimani Al-lah. Maria dan Elisabet adalah dua pribadi yang sama seperti kita, yang mendambakan kebahagiaan. Sikap iman Maria dan Elisabet tampak dalam ketaatan, kesetiaan, dan kerendahan hatinya. Mereka rela menanggung kedukaan, sebagai konsekuensi untuk memperoleh kebahagiaan sejati. Jawaban Maria atas kabar Malaikat Gabriel menangung risiko yang berat: dikucilkan, dihina, ditinggalkan oleh Yusuf tunangannya. Kesedihan dan kedukaannya, ia simpan di dalam hatinya. karena ia yakin, rencana Al-lah akan terlaksana di dalam dirinya. Doa. Ya Al-lah Bapa Mahapengasih, Hari ini kami hendak belajar. Untuk meneladani Maria dan Elisabet Yang taat, setia, dan rendah hati. Ajarilah kami untuk meneladani mereka Agar rencana-Mu dapat terlaksana. Di dalam diri kami dan semua orang. Demi Kristus Tuhan kami. Amin. 1. Menyimak Cerita tentang Sebatang Bambu yang Taat pada\u00a0Petani. Baca dan simaklah Kisah Sebatang Bambu dibawah ini!. Kisah Sebatang Bambu. Alkisah, sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu. Dia berkata kepada batang bambu, \u201cWahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?\u201d Batang bambu menjawabnya, \u201cOh, tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.\u201d Sang petani menjawab, \u201cPertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau\u00a0dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur.\u201d Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam\u2026, kemudian dia berkata kepada petani, \u201cTuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?\u201d Petani menjawab batang bambu itu, \u201cWahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah.\u201d Akhirnya batang bambu itu berserah diri, \u201cBaiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.\u201d Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak. (sumber: catatannyasulung.wordpress.com\/2012\/08\/04). Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! a. Bagaimana perasaanmu setelah mendengar cerita tersebut? b. Apa yang dilakukan petani terhadap bambu tersebut? c. Bagaimana bambu menunjukkan ketaatannya pada petani? d. Menurut kisah tersebut, apa jasa dan buah pengorbanan bambu tersebut? Penjelasan : Ada berbagai perasaan yang muncul setelah mendengar cerita tersebut. Ada yang merasa sedih, bangga, salut, dan lain-lain. Petani menebang, memotong, membelah, dan menempatkan bambu tersebut sebagai saluran air untuk mengairi sawah. Meskipun berat dan menyakitkan, bambu taat kepada rencana dan rancangan petani. Ia menyerahkan dirinya untuk ditebang, dipotong, dibelah dan dibentuk sesuai rencana petani. Atas jasa dan pengorbanannya, sawah yang kurang subur dapat menghasilkan tanaman serta buah yang melimpah. Bambu tentu merasa tidak sia-sia, bahkan merasa bangga karena pengorbanan dirinya menjadi berkat bagi petani dan orang-orang di sekitarnya. 2. Menggali Pengalaman Kitab Suci. Bacalah cerita tentang Elisabet dan Maria di dalam Kitab Suci di bawah ini! Elisabet, Kepadanya Al-lah Berkenan (Lukas 1:5-25; 26-38) Pada zaman Herodes, Raja Yudea, adalah seorang Imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Al-lah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan Imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar persembahan\/korban bakar- Sumber: http:\/\/stjosephsparish.co.uk\/images\/elizabeth.jpg Gambar 2.8 Maria dan Elisabet an di situ. Sementara itu, seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: \u201cJangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Al-lah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak- anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.\u201d Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: \u201cBagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan istriku sudah lanjut umurnya.\u201d Jawab malaikat itu kepadanya: \u201cAkulah Gabriel yang melayani Al-lah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.\u201d Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata- kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu. Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. Beberapa lama kemudian Elisabet, istrinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:\u201dInilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.\u201d Baca juga kisah Maria Menerima Kabar Gembira. Maria Menerima Kabar Gembira. Dalam bulan yang keenam Al-lah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: \u201cSalam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.\u201d Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: \u201cJangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Al-lah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Al-lah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Al-lah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan\u00a0menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.\u201d Kata Maria kepada malaikat itu: \u201cBagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?\u201d Jawab malaikat itu kepadanya: \u201cRoh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Al-lah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Al-lah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Al-lah tidak ada yang mustahil.\u201d Kata Maria: \u201cSesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.\u201d Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! a. Apa yang diharapkan Zakharia dan Elisabet sampai masa tuanya? b. Secara manusiawi, mungkinkah Elisabet mempunyai anak? c. Bagaimana Elisabet mempunyai anak? d. Kabar apa yang disampaikan oleh Malaikat kepada Maria? e. Bagaimana sikap Maria?. Rangkuman. a. Sebagai Perempuan Yahudi, Elisabet tentu merindukan kehadiran anak di tengah keluarganya. Bagi perempuan Yahudi, kemandulan merupakan aib, yang menempatkan perempuan pada kehinaan. Derita Elisabet makin bertambah, ketika ia semakin tua. Tapi, Elisabet dan Zakaria tidak pernah putus asa. Berdoa dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Al-lah merupakan sikap hidup mereka. b. Secara manusiawi, Kondisi fisik dan usia Elisabet tidak mungkin untuk me- ngandung dan melahirkan seorang anak. Tetapi apa yang tidak mungkin secara manusiawi, menjadi nyata bagi Al-lah. Kabar sukacita yang tidak terukur oleh kemampuan kemanusiaannya, membuat Zakaria bisu. c. Elisabet mengandung dan melahirkan seorang anak, membuktikan bahwa Al-lah berkenan kepadanya. Elisabet yang menanggung aib kemandulan, kehinaan, dan penderitaan, diangkat oleh Al-lah sebagai perempuan pilihan. d. Hal serupa dialami Maria, ketika menerima kabar sukacita dari Malaikat Tuhan. Jawaban Maria : \u201cAku ini hamba Tuhan, terjadilah kepadaku menurut perkataan- Mu\u201d menunjukkan sikap iman, ketaatan, dan kerendahan hati Maria. Renungkan dan kuatkan niatmu untuk rajin berdoa di rumah, secara pribadi maupun doa bersama keluarga! 1) Apakah aku selalu mengandalkan Tuhan di dalam hidupku? 2) Apakah aku selalu berdoa dan pergi ke Gereja untuk mengikuti misa? 3) Jika kamu memiliki niat untuk rajin berdoa setiap hari, isilah jadwal doa berikut ini sesuai dengan kesanggupan dan niatmu! Untuk diingat :\u00a0\u201cAku inihamba Tuhan, terjadilah kepadaku menurut perkataan-Mu\u201d menunjukkan sikap iman, ketaatan, dan kerendahan hati Maria. Lagu : Mukjizat Itu Nyata. Tak terbatas kuasa-Mu Tuhan, Semua dapat Kaulakukan, Apa yang kelihatan mustahil bagiku, Itu sangat mungkin bagi-Mu, Reff: Di saat ku tak berdaya, Kuasa-Mu yang sempurna, Ketika kupercaya, Mukjizat itu nyata, Bukan karena kekuatan, Namun roh-Mu ya Tuhan, Ketika kuberdoa, Mukjizat itu nyata. F. Yesus Taat pada Al-lah. Ketiga godaan yang dihadapi Yesus dilancarkan Setan, dalam upaya untuk menggagalkan rencana Yesus melaksanakan kehendak Al-lah. Dalam menghadapi godaan-godaan setan, sikap Yesus adalah menolak dengan tegas. Sikap tegas Yesus menunjukkan ketaatan-Nya kepada kehendak Al-lah. Ketaatan Yesus menunjukkan bahwa Ia mengasihi Al-lah dan manusia. Hal itu dibuktikan-Nya sampai mati disalib. Namun berkat ketaatan serta kesetiaan-Nya, Yesus menyelamatkan umat manusia. Doa : Al-lah Bapa yang Maharahim, sekarang kami mau belajar dari pengalaman Yesus ketika digoda oleh setan. Berikanlah kami terang Roh Kudus-Mu supaya kami mengerti dan meneladan Yesus dalam hidup kami,\u00a0kini dan sepanjang masa. Amin. 1. Menyadari Godaan dalam Diri Sendiri. Baca dan simaklah cerita Kelinci, Serigala, dan Pohon Kopi di bawah ini! Kelinci, Serigala, dan Pohon Kopi. Pada suatu pagi, seekor anak kelinci yang lucu sedang menikmati wortel di kebun pinggiran hutan. Karena lapar, kelinci itu makan dengan lahap. Ia tidak menyadari bahwa ada seekor serigala yang mengendap-endap, hendak memangsanya. Melihat kesempatan yang baik, Serigala yang semakin dekat dengan kelinci itu, melompat hendak menangkap kelinci. Namun kelinci yang lincah itu, bisa meloloskan diri dari terkaman serigala. Lompatan yang lincah dan kemahiran berlarinya, membuat kelinci mampu meninggalkan serigala jauh di belakangnya. Tiba di tepi hutan, pohon kopi yang memiliki daun-daun lebar merasa kasihan terhadap\u00a0kelinci yang kelelahan. Pohon kopi menawarkan diri untuk melindungi kelinci dengan daun-daun \u00a0lebarnya. Kelinci pun bersembunyi di bawah pohon kopi, dengan dilindungi oleh daun- daun kopi. Serigala pun tidak mampu menemukan kelinci, karena daun-daun kopi yang lebar dan sangat rapat melindunginya. Cukup lama kelinci bersembunyi di bawah pohon kopi. Rasa lelah dan lapar yang tertunda, membuat kelinci tergoda dengan daun-daun kopi yang segar. Ia kemudian mulai menyantap daun-daun kopi yang telah melindunginya. Pohon kopi mengingatkan kelinci: \u201cHai kelinci, apa yang kamu lakukan? Astaga, berhentilah menyantap daun- daunku!\u201d. Kelinci tidak menghiraukan peringatan pohon kopi, karena ia merasa lapar dan tidak mampu mengendalikan diri. Akhirnya, daun kopi pelindungnya makin terbuka. Hal ini membuat badan kelinci terlihat jelas oleh serigala. Maka dengan mudah, serigala menangkap dan menerkam kelinci lucu itu. Sebelum mati kelinci itu pun berkata dalam hatinya: \u201cPohon kopi, maafkan aku. Rasa lapar membuatku tergoda untuk menyantap daun-daunmu, padahal daun-daunmulah yang melindungi dan menyelamatkan aku.\u201d (diadaptasi dari Dongeng Kelinci yang Tidak Tahu Diri). Jawablah pertanyaan- pertanyaan di bawah ini! a. Bagaimana perasaanmu mendengar cerita di atas? b. Apa kiranya pesan cerita di atas bagi dirimu sendiri? c. Apakah kamu pernah mengalami godaan-godaan seperti yang dialami kelinci itu? d. Apa godaan yang sering kamu alami? e. Bagaimana kamu mengatasinya? Cerita binatang atau fabel di atas, menunjukkan kepada kita bahwa kita sering terpikat dan tergoda oleh sesuatu di dalam hidup ini. Mungkin saja barang atau hal tersebut merupakan sesuatu yang baik, bermanfaat bahkan sebagai kebutuhan. Ketertarikan bisa jadi merupakan hal yang wajar. Namun, menjadi tidak wajar apabila hal tersebut membuat kita lupa terhadap hal-hal yang lebih luhur. Apalagi jika keterpikatan tersebut membahayakan hidup kita, menjauhkan kita dari Al-lah, dan membuat kita lupa diri. 2. Membaca dan Mendengarkan Cerita Kitab Suci. Yesus Dicobai.\u00a0(Matius 4: 1-11). Pada usia tiga puluh tahun, Yesus mulai menampakkan diri di depan umum. Selama itu, Yesus tinggal di Nazaret bersama ibu dan ayahnya, Maria dan Yosef. Setiap hari Yesus bekerja bersama Yosef sebagai tukang kayu, sampai Ia dewasa. Pada suatu hari, Yesus pergi ke Sungai Yordan. Ia minta supaya dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, walaupun Ia tidak berdosa. Sesudah Ia dibaptis, Roh Kudus mendorong Dia pergi ke padang gurun untuk berpuasa selama 40 hari 40 malam. Ia tidak makan dan tidak minum selama berpuasa. Suasana padang Gurun yang tandus dan panas matahari yang menyengat pada siang hari membuat Yesus sangat letih. Sesudah hari yang ke-40, Yesus merasa sangat lapar,\u00a0haus, dan letih, maka muncullah setan untuk menggoda-Nya. Setan menghadap Yesus dan berkata, \u201cJika Engkau Anak Al-lah, perintahkanlah batu-batu itu menjadi roti!\u201d Tetapi Yesus menjawab, \u201cAda tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan!\u201d Kemudian, setan itu membawa Yesus ke kota suci Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Al-lah, lalu berkata, \u201cJika Engkau Anak Al-lah, jatuhkanlah diri- Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat- malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki- Mu jangan terantuk batu.\u201d Yesus berkata kepadanya, \u201cAda tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan Al-lahmu!\u201d Selanjutnya, setan membawa Yesus ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya dan berkata: \u201cSemua ini akan kuberikan kepada-Mu jika Engkau sujud menyembah aku!\u201d Maka berkatalah Yesus kepadanya, \u201cEnyahlah, engkau setan! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Al-lahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!\u201d Lalu setan itu meninggalkan Yesus, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani- Nya. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. a. Di mana Yesus berpuasa? b. Dalam Kitab Suci, padang gurun melambangkan apa? c. Bagaimana setan menggoda Yesus? d. Percobaan mengubah batu menjadi roti berhubungan dengan godaan apakah itu? e. Percobaan agar Yesus menjatuhkan diri dari bubungan Bait Suci berhubungan dengan godaan apakah itu? f. Percobaan agar Yesus memiliki semua kerajaan di dunia berhubungan dengan godaan apakah itu? g. Bagaimana jawaban Yesus terhadap godaan-godaan tersebut? h. Bagaimana sikapmu kalau kamu dicobai? Rangkuman: Godaan hampir setiap saat datang di dalam hidup kita. Godaan-godaan itu datang dari setan atau roh jahat. Setan atau roh jahat selalu berusaha menghalangi kita agar tidak melakukan perbuatan baik yang sesuai dengan kehendak Al-lah. Dengan godaan- godaannya, setan menginginkan agar kita jauh dari Al-lah, bahkan menolak kehendak Al-lah. Niat atau rencana yang baik, sering terbelokkan oleh hal yang dianggap menyenangkan, yang mudah, atau yang menguntungkan. Godaan dilancarkan Setan, dalam upaya menggagalkan rencana atau kehendak Al-lah di dalam diri kita. Sebagaimana Yesus bersikap tegas dan tidak mengenal kompromi, kita pun seharusnya memiliki sikap Yesus dalam menghadapinya. Untuk meneguhkan hati dan niatmu, cobalah membuat semboyan atau kata-kata sebagai prinsip yang menguatkan niat, dalam menghadapi berbagai godaan, misalnya:\u00a0Taatilah Suara Hatimu dan Tolaklah Bisikan Setan.\u00a0Pajanglah atau tempelkan hasil karyamu pada tempat yang ditentukan. Jika diberi kesempatan, sampaikan secara lisan di dalam kelompok atau di depan kelas! Doa Ketaatan : Al-lah yang Mahakuasa, Engkau telah memberi kami teladan ketaatan yang kokoh dalam diri Yesus yang telah taat pada-Mu sampai mati, bahkan sampai mati di salib; demikian juga Engkau memberi kami seorang ibu, Maria, yang menaati panggilan-Mu dengan menjawab,\u201dAku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.\u201d Tanamkanlah semangat ketaatan Yesus dan Maria dalam hati kami, supaya kami pun taat kepada kehendak-Mu, yang Kau nyatakan lewat para pemimpin jemaat dan pemimpin masyarakat; juga lewat panggilan-Mu, dan terlebih lewat suara hati yang adalah bisikan Roh-Mu sendiri. Semoga kami selalu taat mengikuti bimbingan Roh-Mu, agar kami jangan jatuh ke dalam dosa, tetapi selamat sampai kepada-Mu meniti jalan hidup yang penuh tantangan dan cobaan. Ya Bapa, berilah kami semangat ketaatan sejati. Amin. G. Yesus Mengajarkan Pengampunan. 1.Pendahuluan. Masyarakat yang tenteram hanya dapat dibangun dengan mengembangkan sikap mau mengampuni, bukan dengan sikap menghukum, apalagi balas dendam, pada mereka yang berbuat salah dan dosa. Sebagaimana Yesus mengajarkan dalam Doanya: .. dan ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami. Melalui perumpamaan dalam Lukas 15:11-32, Ia mewartakan bahwa Al-lah Mahapengampun. Yesus tidak hanya mengajar, tetapi Ia pun memberi teladan mengenai pengampunan itu, sebagaimana dikisahkan dalam Yoh 8:1-1, Akupun tidak menghukum engkau, pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang. Juga dalam Luk 23:34 Yesus melakukan hal serupa: \u201cYa Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.\u201d Doa. Al-lah Bapa di surga, puji dan syukur kami haturkan ke hadirat-Mu, karena pada hari ini kami dapat berkumpul untuk belajar bersama. Kami ingin belajar pada Yesus yang rela mengampuni, mau mendoakan orang-orang yang memusuhinya dan tidak membalas dendam. Kami menyadari hal itu tidak mudah bagi kami, untuk itu kami mohon Roh Kudus-Mu agar menguatkan kami, untuk bertindak sesuai dengan ajaran Yesus yang rela mengampuni. Amin. 2. Mendalami Pengalaman Hidup Berkaitan dengan Pengampunan. Kita sering mengalami pertentangan dan permusuhan. Antar suku bangsa bahkan terjadi perang yang berkepanjangan. Kita juga sering mengalami adanya orang- orang yang bertindak tidak baik, seperti mencuri, memaki, dan sebagainya. Sikap orang terhadap hal-hal itu bermacam-macam. Ada orang yang ingin membalas dendam, ada orang yang ingin menghukum langsung, ada orang yang rela mengampuni, ada orang yang mau berdamai dengan syarat tertentu, dan sebagainya. Penggalan kisah di bawah ini menggambarkan salah satu peristiwa dan berbagai tanggapan terhadapnya. Marilah kita cermati bersama peristiwa itu. Dua Pencuri Helm dihajar Massa. Solo (KRjogja.com) \u2013 Dua pencuri helm kepergok terekam di CCTV saat beraksi di parkiran pusat perbelanjaan Beteng Trade Center (BTC), Pasar Kliwon, Solo, Rabu (28\/8\/2013). Mereka adalah Suprayogi (31) warga Jalan Gambir Anom, Kemlayan,\u00a0Serengan, Solo dan Adi Anindito (29) warga Kerten, Laweyan, Solo. Kedua pencuri sempat babak belur dipukuli massa. Pelaku awalnya menyamar sebagai pengunjung, naik sepeda motor Honda Beat bebek AD 4209 O. Pelaku tanpa menyadari, aksinya terekam kamera CCTV sedang menyikat helm merk INK yang masing-masing seharga Rp 250 ribu milik pengunjung mall, Nana warga Gondang rejo, Karanganyar dan Eti Handayani penduduk Kemalang, Klaten. Pelaku memasukkan dua helm ke dalam tas punggung. Saat akan keluar, petugas Satpam langsung menghentikan sepeda motor pelaku. Saat ditanya, pelaku sempat berkilah, namun saat digeledah ada dua buah helm curian, pelaku tidak berkutik. Massa yang marah sempat memukuli pelaku hingga babak belur. Petugas dari Polsekta Pasar Kliwon yang berdatangan segera mengamankan pelaku digelandang ke sel tahanan Polsekta Pasar Kliwon. Sementara Kapolsekta Pasar Kliwon, AKP Parni Handoko mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Asjimain, Rabu (28\/8\/2013) petang mengatakan, dua pelaku masih diperiksa dan dijerat pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Hwa) 3. Mengungkapkan pertanyaan. a. Menyusun pertanyaan pribadi. Setelah membaca bacaan di atas, susunlah pertanyaan berkaitan dengan\u00a0peristiwa itu, misalnya: 1) Mengapa pencuri helm itu dihajar massa? 2) Mengapa polisi mengamankan pencuri helm itu dari amuk massa? 3) Bagaimana seharusnya masyarakat bersikap terhadap orang yang berbuat\u00a0salah? 4) Bagaimana Ajaran Yesus tentang sikap terhadap orang yang berbuat\u00a0salah? b. Menyusun pertanyaan bersama. Setelah menyusun pertanyaan pribadi, komunikasikan pertanyaanmu dengan pertanyaan-pertanyaan temanmu sekelas. Bersama teman-teman sekelas, pilihlah pertanyaan-pertanyaan yang pokok untuk didalami dan dipelajari bersama. Misalnya teman-teman sekelas menyetujui 4 pertanyaan di atas, maka pertanyaan itulah yang dicari jawabannya. Beberapa catatan tambahan: \u2022 Masyarakat menghajar pencuri atau orang yang berbuat kesalahan yang lain mungkin karena jengkel, marah, pernah kehilangan, dan sebagainya. \u2022 Polisi mengamankan pencuri karena polisi adalah penegak hukum. Dalam Negara hukum, tidak dibenarkan masyarakat menghakimi dan menghukum sendiri orang yang mencuri. Masyarakat tidak boleh \u2018main hakim\u2019 sendiri. Meskipun jelas ketahuan mencuri, orang tersebut harus diserahkan ke polisi dan akan disidangkan di pengadilan. Hakimlah yang akan memutuskan hukuman kepada pencuri itu. \u2022 Tindakan melaporkan kepada polisi adalah tindakan yang berbudaya dan menghormati martabat luhur manusia. Bagaimanapun orang berbuat salah, ia tetap manusia yang bermartabat. 6. Mendalami Kitab Suci Lukas 15:11-32. a. Membaca kitab Suci Lukas 15:11-32. Yesus berkata lagi: \u201cAda seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku\u00a0di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. b. Mencari inspirasi dari Kitab Suci Setelah membaca kutipan Kitab Suci tersebut, tentu ada hal yang berkaitan dengan pertanyaan dan hasil wawancara yang sudah dibahas pada bagian sebelumnya. Coba jawablah pertanyaan berikut pada kolom yang disediakan. - Apa yang dilakukan si bungsu terkait dengan hartawarisan dari bapaknya? - Apa akibat dari tindakan si bungsu itu? - Menyadari akibat dari tindakannya itu, apa yang dilakukan si bungsu? - Bagaimana tanggapan bapaknya terhadap si bungsu yang kembali kepadanya? - Bagaimana tanggapan si sulung terhadap bapaknya yang memesta- kan si bungsu? - Bagaimana tanggapan bapaknya terhadap si sulung? - Bagaimanakah tanggapanmu ter- hadap tindakan bapak kepada kedua anaknya? c. Mengomunikasikan jawaban dengan teman sekelas. Setelah menjawab secara pribadi, selanjutnya komunikasikan jawabanmu dengan teman-teman sekelas. Apakah jawabanmu seluruhnya sama dengan teman-temanmu? Adakah hal yang berbeda? Apakah jawaban yang berbeda dari temanmu masuk akal juga? Pikirkan kembali jawabanmu setelah melihat jawaban temanmu yang berbeda? Kemudian tariklah kesimpulan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang ada. d. Beberapa catatan tambahan. \u2022 Setiap agama melarang segala bentuk pembalasan. Pembalasan hanya milik Tuhan. Yang berhak menghukum adalah Tuhan. Tidak ada manusia yang sempurna. Dalam Lukas 15:11-32, Yesus mengajak kita untuk bersikap mengampuni, sebagaimana Al-lah adalah Mahapengampun. Dengan memakan makanan babi, Si bungsu kehilangan kehormatannyasebagai manusia. Ia menjadi seperti binatang. Menyadari situasinya dan mengingat keadaan di rumah bapanya, si bungsu bertobat. Bapa menyambut si bungsu yang bertobat dan memulihkan kehormatan dia dengan mengenakan baju baru dan cincin serta memestakannya. Melihat tanggapan bapanya terhadap adiknya, si Sulung marah-marah. Si sulung merasa diri baik di hadapan bapanya, sehingga berhak mendapat yang lebih dari yang didapat adiknya. Terhadap si Sulung sang Bapapun keluar dan menemuinya. Ia mengatakan apa yang menjadi milik Bapa menjadi miliknya juga. Selayaknya si Sulung bergembira karena adiknya yang hilang sudah ditemukan kembali. \u2022 Perumpamaan tentang \u201cAnak yang Hilang\u201d, menekankan sikap murah hati dan pengampun dari Al-lah. Perumpamaan itu juga mengkritik orang-orang farisi yang merasa lebih suci daripada para pemungut cukai dan orang berdosa. Perumpamaan itu juga mengingatkan setiap orang agar tetap rendah hati di hadapan Al-lah, senantiasa menyadari kehinaan dan kedosaannya sehingga bersedia bertobat. \u2022 Pada ayat lain (Mat 5: 38-45) Yesus mengajarkan agar kita tidak melawan orang yang berbuat jahat, membenci musuh, melainkan mengasihi dan berdoa bagi orang yang menganiaya kita, sebab dengan itu kita menjadi anak-anak Bapa yang di sorga yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Ketika ditanyai Petrus berapa kali harus mengampuni orang yang berbuat salah, Yesus menjawab \u201ctujuh puluh kali tujuh kali\u201d (Mat 18:21-22). Demikianlah sebagai pengikut Yesus, orang-orang Katolik perlu mengembangkan sikap mengampuni, sebagaimana Al-lah Bapa yang menerima baik si Bungsu maupun si Sulung. Untuk Diingat. \u201cLekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali\u201d (Luk 15:22-24). Refleksi. \u2022 Bacalah kembali rangkuman jawaban hasil wawancara dengan beberapa anggota masyarakat dan polisi. \u2022 Bacalah kembali rangkuman kitab suci yang kamu buat. \u2022 Coba ingat-ingat pengalamanmu: tindakan mana yang lebih sering kamu lakukan? Seperti orang-orang Yahudi dan masyarakat yang senang menghukum sendiri orang yang bersalah, atau seperti pak polisi yang memproses orang yang bersalah secara hukum? Atau melaporkan orang yang bersalah kepada polisi? \u2022 Sebagai orang kristiani, coba resapkan ajaran Yesus tentang pengampunan! Pernahkah kamu melakukan pengampunan? Bagaimana perasaanmu ketika melakukan pengampunan itu? Lagu : Mengasihi lebih sungguh, Mengasihi, mengasihi lebih sungguh Mengasihi, mengasihi lebih sungguh, Tuhan Yesus Kristus mengasihi lebih sungguh Mengasihi, mengasihi lebih sungguh, Mengampuni, mengampuni lebih sungguh Mengampuni, mengampuni lebih sungguh Tuhan ,Yesus Kristus mengampuni lebih sungguh Mengampuni, mengampuni lebih sungguh. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut: a. Ceritakan secara singkat \u201cPerumpamaan Anak yang Hilang\u201d (Luk 15:11-32)? b. Jelaskan mengapa Bapa mengampuni dan bersukacita atas kembalinya Si Bungsu yang telah berbuat dosa dan melakukan kesalahan? c. Jelaskan mengapa Bapa menjumpai si Sulung yang marah-marah kepada Bapanya? d. Jelaskan teladan apa yang diperoleh perumpamaan \u201cAnak yang Hilang\u201d bagi kita sebagai murid-murid Yesus! H. Yesus Memanggil Orang Berdosa 1.Pendahuluan. Masyarakat pada umumnya menjauhi orang-orang yang dianggap bermasalah, seperti narapidana yang sudah selesai menjalani hukumannya, orang-orang yang berpenyakit tertentu, dan orang-orang yang berpihak pada musuh. Sebagaimana dikisahkan dalam Luk 19:1-10, Yesus bersikap berbeda dari masyarakat pada umumnya. Masyarakat Yahudi menjauhi Zakheus. Zakheus adalah seorang pemungut cukai. Pekerjaan pemungut cukai dianggap tidak jujur, dan berhubungan dengan penjajah. Karena itu Zakheus dianggap sebagai orang berdosa dan harus dijauhi. Ketika melihat Zakheus yang memanjat pohon, Yesus tergerak hatinya dan bermaksud menumpang dirumahnya. Tindakan Yesus itu dipertanyakan orang-orang Yahudi. \u201cIa menumpang di rumah orang berdosa\u201d. Yesus bertindak menumpang di rumah Zakheus karena itulah tugas perutusannya, yakni: mencari dan menyelamatkan yang hilang. Yesus memanggil orang berdosa. Doa. Al-lah Bapa di surga, puji dan syukur kami haturkan ke hadirat-Mu karena pada hari ini kami dapat berkumpul untuk belajar bersama. Kami ingin belajar pada Tuhan yang mencari dan memanggil kembali orang yang berdosa. Kami menyadari hal itu tidak mudah bagi kami, untuk itu kami mohon Roh Kudus-Mu agar menguatkan kami untuk bertindak sesuai dengan ajaran Yesus yang bersedia mencari dan memanggil orang-orang berdosa. Amin. 2. Mengamati Pengalaman Berkaitan dengan Orang yang\u00a0Dianggap Bermasalah. \u00bb Dalam kehidupan, kita terkadang menyaksikan adanya orang-orang yang dijauhi oleh masyarakat. Teman-teman yang nakal kadang dijauhi oleh teman-teman. Bekas narapidana juga sering dijauhi oleh masyarakat. Orang-orang sakit yang dianggap menular juga sering dijauhi. Mengapa masyarakat menjauhi orang-orang seperti itu? Apa harapan orang-orang seperti itu terhadap masyarakat? Baikkah masyarakat yang menjauhi orang-orang seperti itu? Marilah kita simak dan ikuti nyanyian berikut: Kalian Dengarkah Keluhanku. Karya: Ebiet G Ade Dari pintu ke pintu kucoba tawarkan nama. Demi berhenti tangis anakku dan keluh ibunya. Tetapi nampaknya semua mata memandangku curiga. Seperti hendak telanjangi dan kuliti jiwaku Apakah buku diri ini harus selalu hitam pekat. Sapakah dalam sejarah orang mesti jadi pahlawan. Sedang Tuhan di atas sana tak pernah menghukum. Dengan sinar mata-Nya yang lebih tajam dari matahari. Reff Ke manakah sirnanya nurani embun pagi. Yang biasanya ramah kini membakar hati Apakah bila telanjur salah, akan tetap dianggap salah. Tak ada waktu lagi benahi diri. Tak ada tempat lagi untuk kembali. Kembali dari keterasingan ke bumi berada. Ternyata lebih menyakitkan dari derita panjang. Tuhan bimbinglah batin ini agar tak gelap mata. Dan sampaikanlah rasa inginku kembali bersatu. 3. Mengungkapkan Pertanyaan. a. Menyusun pertanyaan pribadi Setelah mendengarkan dan menyimak lagu di atas, susunlah pertanyaan berkaitan dengan isi lagu tersebut, misalnya: 1) Apa keluhan yang disampaikan dalam lagu? 2) Mengapa tokoh dalam lagu itu mengeluh? 3) Apa keinginan tokoh dalam lagu itu? 4) Bagaimana pendapat tokoh dalam lagu mengenai Tuhan? b. Menyusun pertanyaan bersama Setelah menyusun pertanyaan pribadi, komunikasikan pertanyaanmu dengan pertanyaan-pertanyaan temanmu sekelas. Bersama teman-teman, pilihlah pertanyaan-pertanyaan yang pokok untuk didalami dan dipelajari bersama, misalnya disepakati empat pertanyaan seperti di atas untuk didalami. 4. Melakukan Wawancara dengan Beberapa Tokoh. a. Wawancara. Berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan yang telah disepakati di kelas, coba carilah jawabannya pada beberapa anggota masyarakat dan kepada salah seorang Pastor atau pemuka jemaat, misalnya: 1) Pertanyaan kepada anggota masyarakat: mengapa sebagian masyarakat tidak mau menerima atau curiga kepada bekas narapidana yang telah kembali ke masyarakat? 2) Bertanya pada Pastor atau pemuka umat: apa yang sebaiknya dilakukan pada narapidana yang telah selesai menjalani hukumannya dan kembali ke masyarakat? b. Mengomunikasikan hasil wawancara. Komunikasikan hasil wawancaramu dengan teman-temanmu. Adakah jawaban yang sama? Manakah jawaban yang berbeda? Hasil wawancara yang berbeda dapat dikomunikasikan dengan teman lain lagi. Lalu ambillah kesimpulan dan tulislah kesimpulan tersebut. c. Beberapa catatan tambahan. \u2022 Baikkah menjauhi orang-orang yang dianggap bermasalah dalam masyarakat? Kebanyakan orang bersikap menjauhi orang-orang yang dianggap bermasalah dalam masyarakat, misalnya: orang yang pulang dari penjara, orang yang mengidap penyakit tertentu, orang berpihak pada musuh, dan sebagainya. Sebagian masyarakat menjauhi karena belum percaya kalau orang-orang yang pulang dari penjara itu benar-benar sudah baik; orang-orang yang berpenyakit tertentu dianggap karena perilakunya tidak baik; orang yang berpihak pada musuh dianggap sebagai pengkhianat. Mereka semua dijauhi. Tetapi benarkah sikap seperti itu? \u2022 Nasihat pemuka jemaat. Berbeda dengan sikap masyarakat pada umumnya, pemuka jemaat tentu menasihatkan agar kita tidak bersikap menjauhi orang-orang yang bermasalah. Justru masyarakat sebaiknya mendekati dan menerima mereka. Mereka yang pulang dari penjara sudah menjalani hukumannya. Mereka kembali ke masyarakat berharap diterima seperti warga yang lain. Berkaitan dengan penyakit, tidak semua penderita penyakit merupakan akibat dari perilakunya sendiri. Mereka menderita bisa saja karena perilaku orang lain. Demikian juga orang-orang yang dianggap berpihak pada musuh. Mereka berpihak pada musuh justru karena masyarakat tidak mau menerimanya atau mengasingkannya. 5. Mendalami Kitab Suci Luk 19:1-10. a. Membaca kitab Suci Luk 19:1-10 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang\u00a0banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: \u201cZakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.\u201d Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: \u201cIa menumpang di rumah orang berdosa.\u201d Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: \u201cTuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.\u201d Kata Yesus kepadanya: \u201cHari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.\u201d b. Mencari inspirasi dari Kitab Suci Setelah membaca kutipan Kitab Suci tersebut, tentu ada hal yang berkaitan dengan pertanyaan dan hasil wawancara yang sudah dibahas pada bagian sebelumnya. Coba jawablah pertanyaan berikut pada kolom yang disediakan. Pertanyaan. -Mengapa masyarakat Yahudi menjauhi Zakheus? -Apa harapan Zakheus pada Yesus? -Apa yang dilakukan Yesus terhadap Zakheus? -Mengapa Yesus berbuat seperti itu terhadap Zakheus? -Bagaimana sikap Zakheus terhadap tindakan Yesus kepadanya? c. Mendiskusikan jawaban dengan teman sekelas. Coba beritahukan jawabanmu kepada beberapa temanmu dalam kelompok. Juga bertanyalah apa jawaban temanmu. Dari jawabanmu dan teman-temanmu, manakah jawaban yang sama atau yang berbeda? Untuk jawaban yang berbeda manakah yang disetujui bersama? Setelah mengetahui jawaban yang disetujui bersama, catatlah jawaban itu pada bukumu. d. Beberapa catatan tambahan. \u2022 Tidak seperti masyarakat pada umumnya, Yesus justru memanggil dan menumpang di rumah Zakheus. Masyarakat Yahudi pada umumnya bersikap curiga dan menjauhi Zakheus, karena Zakheus dianggap berdosa sebagai pemungut cukai. Yesus berbuat seperti itu, karena itulah salah satu tugas perutusan dari Bapa-Nya. Anak manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. \u2022 Kedatangan Yesus ke rumah Zakheus membuat Zakheus merasa amat bahagia dan diselamatkan. Zakheus mengungkapkan tobatnya dengan mengucapkan: \u201cTuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.\u201d Atas sikap tobat Zakheus tersebut Yesus menguatkan: \u201cHari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham\u201d. Zakheus anak Abraham berarti memiliki warisan keselamatan sebagaimana dijanjikan Al-lah kepada Abraham. Untuk Diingat. \u201cHari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang\u201d (Luk 19:9-10) 6. Refleksi dan Aksi. -Bacalah Kembali rangkuman jawaban hasil wawancara dengan beberapa anggota masyarakat dan Pastor atau pemuka umat. \u2022 Bacalah kembali rangkuman hasil mendalami kitab suci. \u2022 Coba ingat-ingat pengalamanmu: tindakan mana yang lebih sering kamu lakukan: Seperti orang-orang Yahudi dan masyarakat yang mengucilkan orang- orang yang dianggap bersalah? Atau menerima mereka? \u2022 Sebagai orang kristiani, bagaimana sikapmu selama ini terhadap warga masyarakat yang dianggap bermasalah? apakah seperti masyarakat pada umumnya? Atau seperti nasihat pemuka jemaat, atau seperti ajaran Yesus? Tindakan apa yang akan kamu lakukan pada masa selanjutnya. \u2022 Tulislah hasil refleksimu dalam bentuk uraian, puisi, syair lagu, atau doa. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut: a. Ceritakan secara singkat kisah Yesus yang menumpang di rumah Zakheus! b. Jelaskan mengapa Yesus mengunjungi Zakheus! c. Bagaimana tanggapan Zakheus terhadap kehadiran Yesus di rumahnya? d. Jelaskan arti kisah Yesus mengunjungi Zakheus bagi dirimu! I. Yesus Menderita, Wafat, dan Bangkit. Pendahuluan. Bangsa Indonesia pernah mengalami penjajahan dari bangsa Belanda dan Jepang. Banyak orang telah melakukan perlawanan terhadap para penjajah hingga gugur. Mereka itulah yang disebut pahlawan kemerdekaan. Mereka rela mengorbankan apapun termasuk hidupnya demi bangsa Indonesia. Pengorbanan mereka pada akhirnya membuahkan kemerdekaan Indonesia. Dari sudut pandang iman manusia juga mengalami penjajahan. Penjajahan yang dimaksud bukan penjajahan oleh suatu bangsa, melainkan manusia dijajah oleh kuasa setan. Hal ini tampak dari perbuatan manusia yang cenderung berdosa, seperti Adam dan Hawa, Kain, rakyat Sodom dan Gomora, dan sebagainya. Dengan kekuatannya sendiri manusia ternyata tidak dapat melepaskan diri dari kuasa dosa. Melihat hal itu, Al-lah berbelas kasih hingga mengutus Anak-Nya yang tunggal sebagai penebus dosa. Dengan sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya Yesus telah menyelamatkan umat manusia, sebagaimana tergambar dalam perjamuan terakhir. A. Pengalaman Berkaitan dengan Orang yang Mau Mengorbankan Diri. Kahu bahwa Negara kita Indonesia dahulu pernah dijajah oleh Belanda dan Jepang. Pada masa penjajahan itu, banyak orang yang berjuang dengan gagah berani, bahkan rela mati demi mengusir penjajah. Mereka itulah para pahlawan. Coba buatlah ringkasan tentang kehidupan salah seorang pahlawan yang gugur demi memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan Negara Indonesia. Ringkasan Pahlawan Teuku Umar : Teuku Umar bertempat tinggal di Meulaboh, bagian barat Aceh, anak dari Teuku Mahmud. Ia seorang pemberani. Kegemarannya melakukan pengembaraan. Pada usia sekitar 16 tahun, Teuku Umar mengembara selama dua tahun tanpa meminta nafkah dari orang tuanya. Selama pengembaraannya ia belajar berbagai ilmu, termasuk pencak silat. Dari berbagai pengembaraannya, Teuku Umar semakin cinta pada tanah airnya. Pada tahun 1871, Inggris dan Belanda membuat perjanjian Sumatera. Isi perjanjian itu yang terpenting adalah bahwa Belanda boleh bebas bergerak di dalam daerah Aceh. Rakyat Aceh sangat marah mengetahui isi perjanjian tersebut. Seluruh rakyat Aceh merasa bahwa perjanjian antara orang-orang Belanda dengan Inggris itu adalah perbuatan yang merampas kemerdekaan rakyat Aceh. Kemarahan itu sebenarnya sudah lama terjadi, yaitu kira-kira tahun 1857 ketika daerah Siak mulai diduduki Belanda. Teuku Umar beserta seluruh rakyat bertekad mengusir para penjajah itu. Mereka berunding dan sepakat mengangkat Nanta Satia sebagai pemimpin tertinggi perjuangan Kemerdekaan. Nanta Satia adalah hulubalang VI Mukim Aceh Besar. Dan perang akan dikobarkan di daerah VI Mukim dalam tahun 1873. Teuku Umar pada waktu itu berumur 19 tahun, sebelum berangkat berperang ia pamitan kepada orang tuanya. Orang tuanya sangat terharu dan bangga. Pada waktu perang berkobar, prajurit-prajurit Aceh sangat bersemangat, meskipun persenjataan mereka kalah dari persenjataan Belanda. Tentara Belanda mulai kewalahan menghadapi rakyat Aceh yang mahir hidup di hutan. Mengingat pengalaman itu, Belanda mulai meningkatkan kemampuan dalam bertempur di medan hutan. Berkat latihan itu, Belanda mulai menguasai medan perang. Tentara dan rakyat Aceh mengalami kekalahan. Mempelajari situasi itu, Teuku Umar mengembangkan siasat perang dengan merebut sebanyak-banyaknya persenjataan tentara Belanda dengan menyusup ke pihak mereka. Atas dasar siasat tersebut, selanjutnya Teuku Umar menyerahkan diri kepada Belanda. Belanda sangat senang dan Teuku Umar diserahi tugas untuk melatih tentara Belanda keterampilan berperang di hutan. Teuku Umar melaksanakan tugas dengan sebaik- baiknya. Teuku Umar melatih tentara Belanda dengan sangat keras sehingga banyak yang mengalami sakit dan meninggal. Tentara Belanda berkurang persenjataannya. Selesai latihan, tentara Belanda di bawah pimpinan Teuku Umar diperintahkan menumpas perlawanan rakyat Aceh. Dalam pertempuran ini banyak jatuh korban pada kedua belah pihak. Perjuangan rakyat Aceh tidak lama, mereka segera mundur dari medan perang. Belanda sangat gembira menyaksikan hal itu. Dan Teuku Umar mendapat kenaikan pangkat dan hadiah. Demikianlah, ketika sebuah kapal Inggris bernama Nicero terdampar dan kemudian dirampas oleh Raja Teunom, Teuku Umar ditugasi untuk membebaskan kapal tersebut. Pembebasan itu membawa ketegangan antara Belanda dan Inggris. Dalam pembebasan itu, Teuku Umar membawa persenjataan sangat banyak. Beberapa waktu setelah upacara pemberangkatan, Belanda dikejutkan dan digemparkan oleh berita yang menyatakan bahwa semua tentaranya dibunuh di tengah laut dan senjatanya dirampas oleh Teuku Umar sendiri. Teuku Umar berbalik ke rakyat Aceh, yang disambut dengan sangat gembira. Dengan itu rakyat Aceh punya persenjataan sangat banyak dan Belanda menjadi lemah. Selanjutnya rakyat Aceh menyerbu Belanda yang dipimpin Teuku Umar dan berhasil dengan gemilang merebut daerah VI Mukim. Pada tahap kedua, Teuku Umar menggunakan siasat yang sama. Ia pura-pura menyerah kepada Belanda dan mendapat kepercayaan. Kepercayaan yang didapat itu dipakai untuk mengumpulkan persenjataan bagi rakyat Aceh. Rakyat Aceh tidak tahu maksud Teuku Umar sehingga mereka marah kepada Teuku Umar. Ketika Teuku Umar berbalik kembali kepada rakyat Aceh mereka sangat gembira. Sehingga mereka berhasil mengalahkan kembali tentara Belanda. Melihat situasi itu Belanda mengirim pasukan khusus yang dipimpin Jenderal Van Houts. Pada bulan Februari 1899, Van Houts berada di Meulaboh tanpa pengawalan yang ketat. Mengetahui hal itu, Teuku Umar bermaksud menyerbu pasukan Van Houts. Malang bagi Teuku Umar dan tentaranya karena rencana mereka diketahui oleh Belanda. Sehingga Teuku Umar dan tentaranya dapat dikalahkan. Teuku Umar meninggal. Beberapa catatan tambahan : \u2022 Para pahlawan merasakan bahwa masyarakatnya mengalami penindasan, ketidak- adilan, dan penderitaan. Sesuai dengan kemampuannya, mereka berjuang untuk mengatasi hal itu. Mereka melawan para penindas dan pelaku ketidakadilan. Mereka tidak ingin masyarakatnya mengalami situasi penindasan, ketidakadilan, dan penderitaan itu. Tindakan-tindakan penindasan dan ketidakadilan itu, menurut pembukaan UUD 1945 tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Tindakan penindasan atau penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi. Para pahlawan rela mengorbankan apapun, bahkan jiwanya demi perjuangannya itu. Banyak di antara mereka ditangkap, dimasukkan penjara, atau dibuang ke tempat yang jauh dengan harapan, mereka menghentikan perjuangannya. Namun selepas dari pembuangan atau penjara, mereka tetap meneruskan perjuangannya. Di antara mereka bahkan ada yang dibunuh. \u2022 Para pahlawan tidak mati sia-sia. Semangat dan perjuangan mereka tetap dikenang dan diteruskan oleh masyarakatnya. Masyarakat menyadari bahwa apa yang dialami sekarang ini berkat perjuangan para pahlawan. Meskipun para pahlawan telah wafat, namun semangatnya tetap hidup di tengah masyarakatnya. Bacaan Kitab Suci. a. Membaca Kitab Suci Matius 26: 26-29. dan 27:1- 28:10. Matius 26: 26-29. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: \u201cAmbillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.\u201d Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: \u201cMinumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.\u201d Matius 27:1- 66. Ketika hari mulai siang, semua Imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu. Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesAl-lah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam- imam kepala dan tua-tua, dan berkata: \u201cAku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.\u201d Tetapi jawab mereka: \u201cApa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!\u201d Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: \u201cTidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah.\u201d Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: \u201cMereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku.\u201d Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: \u201cEngkaukah raja orang Yahudi?\u201d Jawab Yesus: \u201cEngkau sendiri mengatakannya.\u201d Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawaban apa pun. Maka kata Pilatus kepada-Nya: \u201cTidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?\u201d Tetapi Ia tidak menjawab suatu kata pun, sehingga wali negeri itu sangat heran. Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap- tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. Dan pada waktu itu, ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Barabas. Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: \u201cSiapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?\u201d Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki. Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: \u201cJangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.\u201d Tetapi oleh hasutan imam- imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati. Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: \u201cSiapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?\u201d Kata mereka: \u201cBarabas.\u201d Kata Pilatus kepada mereka: \u201cJika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?\u201d Mereka semua berseru: \u201cIa harus disalibkan!\u201d Katanya: \u201cTetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?\u201d Namun mereka makin keras berteriak: \u201cIa harus disalibkan!\u201d Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: \u201cAku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!\u201d Dan seluruh rakyat itu menjawab: \u201cBiarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!\u201d Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disiksa\/dihukum cambuk lalu diserahkannya untuk disalibkan. Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: \u201cSalam, hai raja orang Yahudi!\u201d Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala- Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan. Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya. Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi. Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia. Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: \u201cInilah Yesus Raja orang Yahudi.\u201d Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata: \u201cHai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri- Mu jikalau Engkau Anak Al-lah, turunlah dari salib itu!\u201d Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata: \u201cOrang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya. Ia menaruh harapan-Nya pada Al-lah: baiklah Al-lah menyelamatkan Dia, jikalau Al-lah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Al-lah.\u201d Bahkan penyamun- penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga. Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suaranyaring: \u201cEli, Eli, lama sabakhtani?\u201d Artinya: Al-lah-Ku, Al-lah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: \u201cIa memanggil Elia.\u201d Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. Tetapi orang-orang lain berkata: \u201cJangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.\u201d Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. Kepala pasukan dan prajurit- prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: \u201cSungguh, Ia ini adalah Anak Al-lah.\u201d Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan- perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus. Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga. Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan un- tuk menyerahkannya kepadanya. Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu be-sar ke pintu kubur itu, pergilah ia. Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu. Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, dan mereka berkata: \u201cTuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama.\u201d Kata Pilatus kepada mereka: \u201cIni penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya.\u201d Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya. Matius 28:1-10. Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: \u201cJanganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.\u201d Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: \u201cSalam bagimu.\u201d Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: \u201cJangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.\u201d b. Mencari inspirasi dari Kitab Suci. Membaca kisah sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus di atas, tentu muncul berbagai pertanyaan di dalam hati kita. Misalnya seperti yang sudah tertulis di bawah ini. Coba jawablah pertanyaan berikut pada kolom yang disediakan. Pertanyaan. 1, Bagaimana proses penangkapan dan pengadilan Yesus? 2, Apa alasan para pemimpin agama Yahudi menangkap Yesus? 3, Apa keputusan pengadilan terhadap Yesus? 4, Bagaimana Yesus memaknai penderitaan dan wafatNya berdasarkan kisah perjamuan terakhir? 5, Bagaimana kisah kebangkitan Yesus? a. Mendiskusikan jawaban dengan teman sekelas. Coba diskusikan jawabanmu dengan teman-teman sekelas. Adakah jawaban yang sama atau berbeda? Carilah keterangan dari jawaban teman-temanmu baik yang sama maupun yang beda. Untuk jawaban yang berbeda manakah jawaban yang lebih masuk akal dan dapat diterima. Berdasarkan jawaban dari teman dan jawabanmu, kamu dapat membuat rangkuman jawaban dari pertanyaan di atas. \u00a0 b. Beberapa catatan tambahan. Makna penderitaan, wafat, dan kebangkitan Yesus. Yesus menentang segala ketidakadilan dan segala kebobrokan di masyarakatnya. Tidak hanya itu, Yesus banyak berbuat baik bagi orang-orang miskin, menderita, dan tersingkir di masyarakat-Nya. Bagi masyarakat Yahudi, segala hal yang tidak baik, penyakit, penderitaan, dan kemiskinan dipercaya sebagai akibat dosa. Maka tindakan- tindakan Yesus bagi orang-orang miskin, menderita, dan tersingkir dipahami dan dinyatakan sebagai tindakan pengampunan dosa atau penyelamatan. Tindakan Yesus itu oleh para pemimpin agama dianggap sebagai menghujat Al-lah. Sebuah tindakan yang tidak terampuni. Maka para pemimpin bangsa Israel sepakat untuk membunuh Yesus. Bangsa Yahudi berada di bawah penjajahan Romawi. Oleh karena itu, bangsa Yahudi tidak boleh memberikan hukuman mati. Yang boleh menghukum mati adalah pemerintahan Romawi. Maka pemimpin bangsa Yahudi membawa Yesus ke Pontius Pilatus untuk dijatuhi hukuman mati. Meskipun pada awalnya Pontius Pilatus tidak setuju dengan hukuman itu, akhirnya memberikan juga. Yesus disiksa, dipaksa memanggul salib hingga akhirnya mati disalib. Bagi masyarakat Yahudi, mati muda dianggap sebagai kutukan dari Al-lah. Maka yang dapat menghilangkan kutukan hanya Al-lah. Yesus pada hari ketiga bangkit, hidup kembali dengan mulia. Kebangkitan Yesus berarti menolak kutukan Al-lah. Itu berarti segala ucapan dan tindakan Yesus dibenarkan oleh Al-lah. Sengsara dan wafat Yesus merupakan pengorbanan yang membuahkan pengampunan dan penyelamatan bagi manusia. Sebagaimana Ia nyatakan dalam perjamuan terakhir. Yesus wafat untuk keselamatan manusia. Untuk Diingat \u201cYesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: \u201cAmbillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.\u201d Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: \u201cMinumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa\u201d (Mat 26:26-28).\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">SD Kelas 5 Agama Katolik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Yesus dalam Perjanjian Baru.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada bagian pertama kita telah mempelajari bagaimana Al-lah memilih suatu bangsa untuk menjadi saluran rahmat keselamatan bagi seluruh umat manusia. Pada bagian dua ini, kita akan lebih menyadari bahwa Yesus Kristus yang telah lama dinubuatkan, telah lama dipersiapkan kedatangannya di dalam sejarah Perjanjian Lama, hadir untuk memenuhi janji Al-lah. Inilah yang kita namakan sejarah keselamatan di dalam Perjanjian Baru.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Kehidupan Yesus untuk mewartakan kabar keselamatan, serta perbuatan- perbuatan-Nya untuk mewujudkan Kerajaan Al-lah, nyata di dalam pengalaman hidup manusia. Hal tersebut tentu merupakan buah nyata dari kesediaan serta peran perempuan pilihan Al-lah. Pertama Elisabeth isteri Zakaria, yang melahirkan Yohanes pada masa tuanya. Hal itulah titik pangkal persiapan menjelang kehadiran Yesus. Secara lebih mengagumkan, Maria sebagai wanita pilihan Al-lah, memberikan jawaban \u201cSesungguhnya aku ini hamba Tuhan, terjadilah kepadaku menurut perkataan-Mu\u201d, mampu mengubah lintasan sejarah. Jawabannya itulah yang mengubah segalanya. Yesus, Al-lah yang menjadi manusia, dikandung dan dilahirkan Maria.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Karya Yesus di hadapan umum selama kurang lebih tiga tahun, diawalinya dengan baptisan di Sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis, dimatangkan dengan kesetiaan dan ketaatan-Nya, ketika harus menghadapi cobaan iblis di padang gurun. Ia pun mengajarkan sikap pengampunan sebagai syarat untuk masuk ke dalam kerajaan Al-lah. Ia pun menunjukkan cinta-Nya kepada orang-orang berdosa. Ia berkata : \u201cbukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit. Demikian pula bukan orang benar, melainkan orang berdosa yang membutuhkan pengampunan dan kasih\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Penderitaan, wafat serta kebangkitan-Nya, membuka mata umat beriman yang menantikan dan merindukan Mesias Juru Selamat. Dialah yang bangkit, yang mereka nantikan. Kenaikan-Nya ke surga, diiringi janji untuk mengutus Roh Kudus yang akan menguatkan para murid yang terguncang. Janji-Nya terpenuhi di dalam Roh Kudus yang tercurah kepada para murid, pada hari pentakosta. Tentu hal itu, menguatkan dan meneguhkan kita, sebagai umat beriman kepada-Nya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada Bab 2 bagian kedua ini akan diuraikan tujuh pokok bahasan, yaitu:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> E. Maria dan Elisabet Menanggapi Rencana Al-lah.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> F. Yesus Taat pada Al-lah.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> G. Yesus Mengajarkan Pengampunan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> H. Yesus Memanggil Orang Berdosa.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> I. Yesus Menderita, Wafat, dan Bangkit.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> J. Roh Kudus Menguatkan Hati Para Rasul.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> K. Roh Kudus Dicurahkan kedalam Hati Setiap Orang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>E, Maria dan Elisabet Menanggapi Rencana Al-lah.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keteladanan Maria dan Elisabet adalah tawaran nilai bagi manusia yang berlaku sepanjang masa, dalam mengimani Al-lah. Maria dan Elisabet adalah dua pribadi yang sama seperti kita, yang mendambakan kebahagiaan. Sikap iman Maria dan Elisabet tampak dalam ketaatan, kesetiaan, dan kerendahan hatinya. Mereka rela menanggung kedukaan, sebagai konsekuensi untuk memperoleh kebahagiaan sejati. Jawaban Maria atas kabar Malaikat Gabriel menangung risiko yang berat: dikucilkan, dihina, ditinggalkan oleh Yusuf tunangannya. Kesedihan dan kedukaannya, ia simpan di dalam hatinya. karena ia yakin, rencana Al-lah akan terlaksana di dalam dirinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Doa.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ya Al-lah Bapa Mahapengasih, Hari ini kami hendak belajar.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Untuk meneladani Maria dan Elisabet Yang taat, setia, dan rendah hati.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ajarilah kami untuk meneladani mereka Agar rencana-Mu dapat terlaksana.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Di dalam diri kami dan semua orang. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Menyimak Cerita tentang Sebatang Bambu yang Taat pada\u00a0Petani.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Baca dan simaklah Kisah Sebatang Bambu dibawah ini!.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kisah Sebatang Bambu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Alkisah, sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Dia berkata kepada batang bambu, \u201cWahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Batang bambu menjawabnya, \u201cOh, tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Sang petani menjawab, \u201cPertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau\u00a0dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam\u2026, kemudian dia berkata kepada petani, \u201cTuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Petani menjawab batang bambu itu, \u201cWahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah.\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Akhirnya batang bambu itu berserah diri, \u201cBaiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">(sumber: catatannyasulung.wordpress.com\/2012\/08\/04).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> a. Bagaimana perasaanmu setelah mendengar cerita tersebut?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> b. Apa yang dilakukan petani terhadap bambu tersebut?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> c. Bagaimana bambu menunjukkan ketaatannya pada petani?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> d. Menurut kisah tersebut, apa jasa dan buah pengorbanan bambu tersebut?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penjelasan :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada berbagai perasaan yang muncul setelah mendengar cerita tersebut. Ada yang merasa sedih, bangga, salut, dan lain-lain. Petani menebang, memotong, membelah, dan menempatkan bambu tersebut sebagai saluran air untuk mengairi sawah. Meskipun berat dan menyakitkan, bambu taat kepada rencana dan rancangan petani. Ia menyerahkan dirinya untuk ditebang, dipotong, dibelah dan dibentuk sesuai rencana petani. Atas jasa dan pengorbanannya, sawah yang kurang subur dapat menghasilkan tanaman serta buah yang melimpah. Bambu tentu merasa tidak sia-sia, bahkan merasa bangga karena pengorbanan dirinya menjadi berkat bagi petani dan orang-orang di sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Menggali Pengalaman Kitab Suci.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bacalah cerita tentang Elisabet dan Maria di dalam Kitab Suci di bawah ini!<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Elisabet, Kepadanya Al-lah Berkenan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> (Lukas 1:5-25; 26-38)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Pada zaman Herodes, Raja Yudea, adalah seorang Imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Al-lah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan Imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar persembahan\/korban bakar-<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sumber: http:\/\/stjosephsparish.co.uk\/images\/elizabeth.jpg Gambar 2.8 Maria dan Elisabet<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">an di situ. Sementara itu, seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: \u201cJangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Al-lah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak- anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: \u201cBagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan istriku sudah lanjut umurnya.\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Jawab malaikat itu kepadanya: \u201cAkulah Gabriel yang melayani Al-lah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata- kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. Beberapa lama kemudian Elisabet, istrinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:\u201dInilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Baca juga kisah Maria Menerima Kabar Gembira.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Maria Menerima Kabar Gembira.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam bulan yang keenam Al-lah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: \u201cSalam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: \u201cJangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Al-lah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Al-lah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Al-lah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan\u00a0menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kata Maria kepada malaikat itu: \u201cBagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?\u201d Jawab malaikat itu kepadanya: \u201cRoh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Al-lah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Al-lah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Al-lah tidak ada yang mustahil.\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Kata Maria: \u201cSesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.\u201d Lalu malaikat itu meninggalkan dia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> a. Apa yang diharapkan Zakharia dan Elisabet sampai masa tuanya?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> b. Secara manusiawi, mungkinkah Elisabet mempunyai anak?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> c. Bagaimana Elisabet mempunyai anak?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> d. Kabar apa yang disampaikan oleh Malaikat kepada Maria?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> e. Bagaimana sikap Maria?.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rangkuman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a. Sebagai Perempuan Yahudi, Elisabet tentu merindukan kehadiran anak di<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> tengah keluarganya. Bagi perempuan Yahudi, kemandulan merupakan aib, yang menempatkan perempuan pada kehinaan. Derita Elisabet makin bertambah, ketika ia semakin tua. Tapi, Elisabet dan Zakaria tidak pernah putus asa. Berdoa dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Al-lah merupakan sikap hidup mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b. Secara manusiawi, Kondisi fisik dan usia Elisabet tidak mungkin untuk me- ngandung dan melahirkan seorang anak. Tetapi apa yang tidak mungkin secara manusiawi, menjadi nyata bagi Al-lah. Kabar sukacita yang tidak terukur oleh kemampuan kemanusiaannya, membuat Zakaria bisu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">c. Elisabet mengandung dan melahirkan seorang anak, membuktikan bahwa Al-lah berkenan kepadanya. Elisabet yang menanggung aib kemandulan, kehinaan, dan penderitaan, diangkat oleh Al-lah sebagai perempuan pilihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">d. Hal serupa dialami Maria, ketika menerima kabar sukacita dari Malaikat Tuhan. Jawaban Maria : \u201cAku ini hamba Tuhan, terjadilah kepadaku menurut perkataan- Mu\u201d menunjukkan sikap iman, ketaatan, dan kerendahan hati Maria.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Renungkan dan kuatkan niatmu untuk rajin berdoa di rumah, secara pribadi maupun doa bersama keluarga!<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1) Apakah aku selalu mengandalkan Tuhan di dalam hidupku?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2) Apakah aku selalu berdoa dan pergi ke Gereja untuk mengikuti misa?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3) Jika kamu memiliki niat untuk rajin berdoa setiap hari, isilah jadwal doa berikut ini sesuai dengan kesanggupan dan niatmu!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk diingat :\u00a0\u201cAku inihamba Tuhan, terjadilah kepadaku menurut perkataan-Mu\u201d menunjukkan sikap iman, ketaatan, dan kerendahan hati Maria.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lagu : Mukjizat Itu Nyata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tak terbatas kuasa-Mu Tuhan,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Semua dapat Kaulakukan,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Apa yang kelihatan mustahil bagiku,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Itu sangat mungkin bagi-Mu,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Reff: Di saat ku tak berdaya,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Kuasa-Mu yang sempurna,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ketika kupercaya,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Mukjizat itu nyata,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Bukan karena kekuatan,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Namun roh-Mu ya Tuhan,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ketika kuberdoa,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Mukjizat itu nyata.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span style=\"color: #000000;\">F. Yesus Taat pada Al-lah.<\/span><\/h4>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ketiga godaan yang dihadapi Yesus dilancarkan Setan, dalam upaya untuk menggagalkan rencana Yesus melaksanakan kehendak Al-lah. Dalam menghadapi godaan-godaan setan, sikap Yesus adalah menolak dengan tegas. Sikap tegas Yesus menunjukkan ketaatan-Nya kepada kehendak Al-lah. Ketaatan Yesus menunjukkan bahwa Ia mengasihi Al-lah dan manusia. Hal itu dibuktikan-Nya sampai mati disalib. Namun berkat ketaatan serta kesetiaan-Nya, Yesus menyelamatkan umat manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Doa :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Al-lah Bapa yang Maharahim, sekarang kami mau belajar dari pengalaman Yesus ketika digoda oleh setan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Berikanlah kami terang Roh Kudus-Mu supaya kami mengerti dan meneladan Yesus dalam hidup kami,\u00a0kini dan sepanjang masa. Amin.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. Menyadari Godaan dalam Diri Sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Baca dan simaklah cerita Kelinci, Serigala, dan Pohon Kopi di bawah ini!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kelinci, Serigala, dan Pohon Kopi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada suatu pagi, seekor anak kelinci yang lucu sedang menikmati wortel di kebun pinggiran hutan. Karena lapar, kelinci itu makan dengan lahap. Ia tidak menyadari bahwa ada seekor serigala yang mengendap-endap, hendak memangsanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Melihat kesempatan yang baik, Serigala yang semakin dekat dengan kelinci itu, melompat hendak menangkap kelinci. Namun kelinci yang lincah itu, bisa meloloskan diri dari terkaman serigala. Lompatan yang lincah dan kemahiran berlarinya, membuat kelinci mampu meninggalkan serigala jauh di belakangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tiba di tepi hutan, pohon kopi yang memiliki daun-daun lebar merasa kasihan terhadap\u00a0kelinci yang kelelahan. Pohon kopi menawarkan diri untuk melindungi kelinci dengan daun-daun \u00a0lebarnya. Kelinci pun bersembunyi di bawah pohon kopi, dengan dilindungi oleh daun- daun kopi. Serigala pun tidak mampu menemukan kelinci, karena daun-daun kopi yang lebar dan sangat rapat melindunginya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cukup lama kelinci bersembunyi di bawah pohon kopi. Rasa lelah dan lapar yang tertunda, membuat kelinci tergoda dengan daun-daun kopi yang segar. Ia kemudian mulai menyantap daun-daun kopi yang telah melindunginya. Pohon kopi mengingatkan kelinci: \u201cHai kelinci, apa yang kamu lakukan? Astaga, berhentilah menyantap daun- daunku!\u201d. Kelinci tidak menghiraukan peringatan pohon kopi, karena ia merasa lapar dan tidak mampu mengendalikan diri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Akhirnya, daun kopi pelindungnya makin terbuka. Hal ini membuat badan kelinci terlihat jelas oleh serigala. Maka dengan mudah, serigala menangkap dan menerkam kelinci lucu itu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Sebelum mati kelinci itu pun berkata dalam hatinya: \u201cPohon kopi, maafkan aku. Rasa lapar membuatku tergoda untuk menyantap daun-daunmu, padahal daun-daunmulah yang melindungi dan menyelamatkan aku.\u201d (diadaptasi dari Dongeng Kelinci yang Tidak Tahu Diri).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jawablah pertanyaan- pertanyaan di bawah ini!<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> a. Bagaimana perasaanmu mendengar cerita di atas?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> b. Apa kiranya pesan cerita di atas bagi dirimu sendiri?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> c. Apakah kamu pernah mengalami godaan-godaan seperti yang dialami kelinci itu?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> d. Apa godaan yang sering kamu alami?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> e. Bagaimana kamu mengatasinya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cerita binatang atau fabel di atas, menunjukkan kepada kita bahwa kita sering terpikat dan tergoda oleh sesuatu di dalam hidup ini. Mungkin saja barang atau hal tersebut merupakan sesuatu yang baik, bermanfaat bahkan sebagai kebutuhan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ketertarikan bisa jadi merupakan hal yang wajar. Namun, menjadi tidak wajar apabila hal tersebut membuat kita lupa terhadap hal-hal yang lebih luhur. Apalagi jika keterpikatan tersebut membahayakan hidup kita, menjauhkan kita dari Al-lah, dan membuat kita lupa diri.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Membaca dan Mendengarkan Cerita Kitab Suci.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Yesus Dicobai.\u00a0(Matius 4: 1-11).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada usia tiga puluh tahun, Yesus mulai menampakkan diri di depan umum. Selama itu, Yesus tinggal di Nazaret bersama ibu dan ayahnya, Maria dan Yosef. Setiap hari Yesus bekerja bersama Yosef sebagai tukang kayu, sampai Ia dewasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada suatu hari, Yesus pergi ke Sungai Yordan. Ia minta supaya dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, walaupun Ia tidak berdosa. Sesudah Ia dibaptis, Roh Kudus mendorong Dia pergi ke padang gurun untuk berpuasa selama 40 hari 40 malam. Ia tidak makan dan tidak minum selama berpuasa. Suasana padang Gurun yang tandus dan panas matahari yang menyengat pada siang hari membuat Yesus sangat letih.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Sesudah hari yang ke-40, Yesus merasa sangat lapar,\u00a0haus, dan letih, maka muncullah setan untuk menggoda-Nya. Setan menghadap Yesus dan berkata, \u201cJika Engkau Anak Al-lah, perintahkanlah batu-batu itu menjadi roti!\u201d Tetapi Yesus menjawab, \u201cAda tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan!\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Kemudian, setan itu membawa Yesus ke kota suci Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Al-lah, lalu berkata, \u201cJika Engkau Anak Al-lah, jatuhkanlah diri- Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat- malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki- Mu jangan terantuk batu.\u201d Yesus berkata kepadanya, \u201cAda tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan Al-lahmu!\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Selanjutnya, setan membawa Yesus ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya dan berkata: \u201cSemua ini akan kuberikan kepada-Mu jika Engkau sujud menyembah aku!\u201d Maka berkatalah Yesus kepadanya, \u201cEnyahlah, engkau setan! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Al-lahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Lalu setan itu meninggalkan Yesus, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani- Nya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> a. Di mana Yesus berpuasa?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> b. Dalam Kitab Suci, padang gurun melambangkan apa?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> c. Bagaimana setan menggoda Yesus?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> d. Percobaan mengubah batu menjadi roti berhubungan dengan godaan apakah itu?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> e. Percobaan agar Yesus menjatuhkan diri dari bubungan Bait Suci berhubungan dengan godaan apakah itu?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> f. Percobaan agar Yesus memiliki semua kerajaan di dunia berhubungan dengan godaan apakah itu?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> g. Bagaimana jawaban Yesus terhadap godaan-godaan tersebut?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> h. Bagaimana sikapmu kalau kamu dicobai?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rangkuman:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Godaan hampir setiap saat datang di dalam hidup kita. Godaan-godaan itu datang dari setan atau roh jahat. Setan atau roh jahat selalu berusaha menghalangi kita agar tidak melakukan perbuatan baik yang sesuai dengan kehendak Al-lah. Dengan godaan- godaannya, setan menginginkan agar kita jauh dari Al-lah, bahkan menolak kehendak Al-lah. Niat atau rencana yang baik, sering terbelokkan oleh hal yang dianggap menyenangkan, yang mudah, atau yang menguntungkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Godaan dilancarkan Setan, dalam upaya menggagalkan rencana atau kehendak Al-lah di dalam diri kita. Sebagaimana Yesus bersikap tegas dan tidak mengenal kompromi, kita pun seharusnya memiliki sikap Yesus dalam menghadapinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk meneguhkan hati dan niatmu, cobalah membuat semboyan atau kata-kata sebagai prinsip yang menguatkan niat, dalam menghadapi berbagai godaan, misalnya:\u00a0Taatilah Suara Hatimu dan Tolaklah Bisikan Setan.\u00a0Pajanglah atau tempelkan hasil karyamu pada tempat yang ditentukan. Jika diberi kesempatan, sampaikan secara lisan di dalam kelompok atau di depan kelas!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Doa Ketaatan :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Al-lah yang Mahakuasa, Engkau telah memberi kami teladan ketaatan yang kokoh dalam diri Yesus yang telah taat pada-Mu sampai mati, bahkan sampai mati di salib; demikian juga Engkau memberi kami seorang ibu, Maria, yang menaati panggilan-Mu dengan menjawab,\u201dAku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Tanamkanlah semangat ketaatan Yesus dan Maria dalam hati kami, supaya kami pun taat kepada kehendak-Mu, yang Kau nyatakan lewat para pemimpin jemaat dan pemimpin masyarakat; juga lewat panggilan-Mu, dan terlebih lewat suara hati yang adalah bisikan Roh-Mu sendiri.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Semoga kami selalu taat mengikuti bimbingan Roh-Mu, agar kami jangan jatuh ke dalam dosa, tetapi selamat sampai kepada-Mu meniti jalan hidup yang penuh tantangan dan cobaan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ya Bapa, berilah kami semangat ketaatan sejati. Amin.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span style=\"color: #000000;\">G. Yesus Mengajarkan Pengampunan.<\/span><\/h4>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1.Pendahuluan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masyarakat yang tenteram hanya dapat dibangun dengan mengembangkan sikap mau mengampuni, bukan dengan sikap menghukum, apalagi balas dendam, pada mereka yang berbuat salah dan dosa. Sebagaimana Yesus mengajarkan dalam Doanya: .. dan ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami. Melalui perumpamaan dalam Lukas 15:11-32, Ia mewartakan bahwa Al-lah Mahapengampun. Yesus tidak hanya mengajar, tetapi Ia pun memberi teladan mengenai pengampunan itu, sebagaimana dikisahkan dalam Yoh 8:1-1, Akupun tidak menghukum engkau, pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang. Juga dalam Luk 23:34 Yesus melakukan hal serupa: \u201cYa Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Doa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Al-lah Bapa di surga,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> puji dan syukur kami haturkan ke hadirat-Mu,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> karena pada hari ini kami dapat berkumpul untuk belajar bersama.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Kami ingin belajar pada Yesus yang rela mengampuni,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> mau mendoakan orang-orang yang memusuhinya dan tidak membalas dendam.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Kami menyadari hal itu tidak mudah bagi kami, untuk itu kami mohon Roh Kudus-Mu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> agar menguatkan kami,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> untuk bertindak sesuai dengan ajaran Yesus yang rela mengampuni. Amin.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2. Mendalami Pengalaman Hidup Berkaitan dengan Pengampunan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kita sering mengalami pertentangan dan permusuhan. Antar suku bangsa bahkan terjadi perang yang berkepanjangan. Kita juga sering mengalami adanya orang- orang yang bertindak tidak baik, seperti mencuri, memaki, dan sebagainya. Sikap orang terhadap hal-hal itu bermacam-macam. Ada orang yang ingin membalas dendam, ada orang yang ingin menghukum langsung, ada orang yang rela mengampuni, ada orang yang mau berdamai dengan syarat tertentu, dan sebagainya. Penggalan kisah di bawah ini menggambarkan salah satu peristiwa dan berbagai tanggapan terhadapnya. Marilah kita cermati bersama peristiwa itu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Dua Pencuri Helm dihajar Massa.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Solo (KRjogja.com) \u2013 Dua pencuri helm kepergok terekam di CCTV saat beraksi di parkiran pusat perbelanjaan Beteng Trade Center (BTC), Pasar Kliwon, Solo, Rabu (28\/8\/2013). Mereka adalah Suprayogi (31) warga Jalan Gambir Anom, Kemlayan,\u00a0Serengan, Solo dan Adi Anindito (29) warga Kerten, Laweyan, Solo. Kedua pencuri sempat babak belur dipukuli massa.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Pelaku awalnya menyamar sebagai pengunjung, naik sepeda motor Honda Beat bebek AD 4209 O. Pelaku tanpa menyadari, aksinya terekam kamera CCTV sedang menyikat helm merk INK yang masing-masing seharga Rp 250 ribu milik pengunjung mall, Nana warga Gondang rejo, Karanganyar dan Eti Handayani penduduk Kemalang, Klaten. Pelaku memasukkan dua helm ke dalam tas punggung.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Saat akan keluar, petugas Satpam langsung menghentikan sepeda motor pelaku. Saat ditanya, pelaku sempat berkilah, namun saat digeledah ada dua buah helm curian, pelaku tidak berkutik.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Massa yang marah sempat memukuli pelaku hingga babak belur. Petugas dari Polsekta Pasar Kliwon yang berdatangan segera mengamankan pelaku digelandang ke sel tahanan Polsekta Pasar Kliwon.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Sementara Kapolsekta Pasar Kliwon, AKP Parni Handoko mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Asjimain, Rabu (28\/8\/2013) petang mengatakan, dua pelaku masih diperiksa dan dijerat pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Hwa)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Mengungkapkan pertanyaan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a. Menyusun pertanyaan pribadi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Setelah membaca bacaan di atas, susunlah pertanyaan berkaitan dengan\u00a0peristiwa itu, misalnya:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1) Mengapa pencuri helm itu dihajar massa?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2) Mengapa polisi mengamankan pencuri helm itu dari amuk massa?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3) Bagaimana seharusnya masyarakat bersikap terhadap orang yang berbuat\u00a0salah?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4) Bagaimana Ajaran Yesus tentang sikap terhadap orang yang berbuat\u00a0salah?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b. Menyusun pertanyaan bersama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah menyusun pertanyaan pribadi, komunikasikan pertanyaanmu dengan pertanyaan-pertanyaan temanmu sekelas. Bersama teman-teman sekelas, pilihlah pertanyaan-pertanyaan yang pokok untuk didalami dan dipelajari bersama. Misalnya teman-teman sekelas menyetujui 4 pertanyaan di atas, maka pertanyaan itulah yang dicari jawabannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa catatan tambahan:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Masyarakat menghajar pencuri atau orang yang berbuat kesalahan yang lain<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> mungkin karena jengkel, marah, pernah kehilangan, dan sebagainya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Polisi mengamankan pencuri karena polisi adalah penegak hukum. Dalam Negara<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> hukum, tidak dibenarkan masyarakat menghakimi dan menghukum sendiri<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> orang yang mencuri. Masyarakat tidak boleh \u2018main hakim\u2019 sendiri. Meskipun jelas<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> ketahuan mencuri, orang tersebut harus diserahkan ke polisi dan akan disidangkan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> di pengadilan. Hakimlah yang akan memutuskan hukuman kepada pencuri itu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Tindakan melaporkan kepada polisi adalah tindakan yang berbudaya dan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> menghormati martabat luhur manusia. Bagaimanapun orang berbuat salah, ia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> tetap manusia yang bermartabat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">6. Mendalami Kitab Suci Lukas 15:11-32.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a. Membaca kitab Suci Lukas 15:11-32.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Yesus berkata lagi: \u201cAda seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku\u00a0di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> mulailah mereka bersukaria.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b. Mencari inspirasi dari Kitab Suci<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Setelah membaca kutipan Kitab Suci tersebut, tentu ada hal yang berkaitan dengan pertanyaan dan hasil wawancara yang sudah dibahas pada bagian sebelumnya. Coba jawablah pertanyaan berikut pada kolom yang disediakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">&#8211; Apa yang dilakukan si bungsu terkait dengan hartawarisan dari bapaknya?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Apa akibat dari tindakan si bungsu itu?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Menyadari akibat dari tindakannya itu, apa yang dilakukan si bungsu?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Bagaimana tanggapan bapaknya terhadap si bungsu yang kembali kepadanya?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Bagaimana tanggapan si sulung terhadap bapaknya yang memesta- kan si bungsu?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Bagaimana tanggapan bapaknya terhadap si sulung?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Bagaimanakah tanggapanmu ter- hadap tindakan bapak kepada kedua anaknya?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">c. Mengomunikasikan jawaban dengan teman sekelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah menjawab secara pribadi, selanjutnya komunikasikan jawabanmu dengan teman-teman sekelas. Apakah jawabanmu seluruhnya sama dengan teman-temanmu? Adakah hal yang berbeda? Apakah jawaban yang berbeda dari temanmu masuk akal juga? Pikirkan kembali jawabanmu setelah melihat jawaban temanmu yang berbeda? Kemudian tariklah kesimpulan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang ada.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">d. Beberapa catatan tambahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u2022 Setiap agama melarang segala bentuk pembalasan. Pembalasan hanya milik Tuhan. Yang berhak menghukum adalah Tuhan. Tidak ada manusia yang sempurna. Dalam Lukas 15:11-32, Yesus mengajak kita untuk bersikap mengampuni, sebagaimana Al-lah adalah Mahapengampun. Dengan memakan makanan babi, Si bungsu kehilangan kehormatannyasebagai manusia. Ia menjadi seperti binatang. Menyadari situasinya dan mengingat keadaan di rumah bapanya, si bungsu bertobat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Bapa menyambut si bungsu yang bertobat dan memulihkan kehormatan dia dengan mengenakan baju baru dan cincin serta memestakannya. Melihat tanggapan bapanya terhadap adiknya, si Sulung marah-marah. Si sulung merasa diri baik di hadapan bapanya, sehingga berhak mendapat yang lebih dari yang didapat adiknya. Terhadap si Sulung sang Bapapun keluar dan menemuinya. Ia mengatakan apa yang menjadi milik Bapa menjadi miliknya juga. Selayaknya si Sulung bergembira karena adiknya yang hilang sudah ditemukan kembali.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Perumpamaan tentang \u201cAnak yang Hilang\u201d, menekankan sikap murah hati dan pengampun dari Al-lah. Perumpamaan itu juga mengkritik orang-orang farisi yang merasa lebih suci daripada para pemungut cukai dan orang berdosa. Perumpamaan itu juga mengingatkan setiap orang agar tetap rendah hati di hadapan Al-lah, senantiasa menyadari kehinaan dan kedosaannya sehingga bersedia bertobat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Pada ayat lain (Mat 5: 38-45) Yesus mengajarkan agar kita tidak melawan orang yang berbuat jahat, membenci musuh, melainkan mengasihi dan berdoa bagi orang yang menganiaya kita, sebab dengan itu kita menjadi anak-anak Bapa yang di sorga yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ketika ditanyai Petrus berapa kali harus mengampuni orang yang berbuat salah, Yesus menjawab \u201ctujuh puluh kali tujuh kali\u201d (Mat 18:21-22). Demikianlah sebagai pengikut Yesus, orang-orang Katolik perlu mengembangkan sikap mengampuni, sebagaimana Al-lah Bapa yang menerima baik si Bungsu maupun si Sulung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk Diingat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u201cLekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali\u201d (Luk 15:22-24).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Refleksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u2022 Bacalah kembali rangkuman jawaban hasil wawancara dengan beberapa anggota masyarakat dan polisi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Bacalah kembali rangkuman kitab suci yang kamu buat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Coba ingat-ingat pengalamanmu: tindakan mana yang lebih sering kamu lakukan? Seperti orang-orang Yahudi dan masyarakat yang senang menghukum sendiri orang yang bersalah, atau seperti pak polisi yang memproses orang yang bersalah secara hukum? Atau melaporkan orang yang bersalah kepada polisi?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Sebagai orang kristiani, coba resapkan ajaran Yesus tentang pengampunan! Pernahkah kamu melakukan pengampunan? Bagaimana perasaanmu ketika melakukan pengampunan itu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lagu :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mengasihi lebih sungguh,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Mengasihi, mengasihi lebih sungguh Mengasihi, mengasihi lebih sungguh,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Tuhan Yesus Kristus mengasihi lebih sungguh Mengasihi, mengasihi lebih sungguh,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Mengampuni, mengampuni lebih sungguh Mengampuni, mengampuni lebih sungguh Tuhan ,Yesus Kristus mengampuni lebih sungguh Mengampuni, mengampuni lebih sungguh.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> a. Ceritakan secara singkat \u201cPerumpamaan Anak yang Hilang\u201d (Luk 15:11-32)?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> b. Jelaskan mengapa Bapa mengampuni dan bersukacita atas kembalinya Si Bungsu yang telah berbuat dosa dan melakukan kesalahan?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> c. Jelaskan mengapa Bapa menjumpai si Sulung yang marah-marah kepada Bapanya?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> d. Jelaskan teladan apa yang diperoleh perumpamaan \u201cAnak yang Hilang\u201d bagi kita sebagai murid-murid Yesus!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span style=\"color: #000000;\"><strong>H. Yesus Memanggil Orang Berdosa<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>1.Pendahuluan.<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Masyarakat pada umumnya menjauhi orang-orang yang dianggap bermasalah, seperti narapidana yang sudah selesai menjalani hukumannya, orang-orang yang berpenyakit tertentu, dan orang-orang yang berpihak pada musuh.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Sebagaimana dikisahkan dalam Luk 19:1-10, Yesus bersikap berbeda dari masyarakat pada umumnya. Masyarakat Yahudi menjauhi Zakheus. Zakheus adalah seorang pemungut cukai. Pekerjaan pemungut cukai dianggap tidak jujur, dan berhubungan dengan penjajah. Karena itu Zakheus dianggap sebagai orang berdosa dan harus dijauhi. Ketika melihat Zakheus yang memanjat pohon, Yesus tergerak hatinya dan bermaksud menumpang dirumahnya. Tindakan Yesus itu dipertanyakan orang-orang Yahudi. \u201cIa menumpang di rumah orang berdosa\u201d. Yesus bertindak menumpang di rumah Zakheus karena itulah tugas perutusannya, yakni: mencari dan menyelamatkan yang hilang. Yesus memanggil orang berdosa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Doa.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Al-lah Bapa di surga,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> puji dan syukur kami haturkan ke hadirat-Mu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> karena pada hari ini kami dapat berkumpul untuk belajar bersama.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Kami ingin belajar pada Tuhan yang mencari dan memanggil kembali orang yang berdosa. Kami menyadari hal itu tidak mudah bagi kami,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> untuk itu kami mohon Roh Kudus-Mu agar menguatkan kami<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> untuk bertindak sesuai dengan ajaran Yesus<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> yang bersedia mencari dan memanggil orang-orang berdosa. Amin.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2. Mengamati Pengalaman Berkaitan dengan Orang yang\u00a0Dianggap Bermasalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00bb Dalam kehidupan, kita terkadang menyaksikan adanya orang-orang yang dijauhi oleh masyarakat. Teman-teman yang nakal kadang dijauhi oleh teman-teman. Bekas narapidana juga sering dijauhi oleh masyarakat. Orang-orang sakit yang dianggap menular juga sering dijauhi. Mengapa masyarakat menjauhi orang-orang seperti itu? Apa harapan orang-orang seperti itu terhadap masyarakat? Baikkah masyarakat yang menjauhi orang-orang seperti itu? Marilah kita simak dan ikuti nyanyian berikut:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kalian Dengarkah Keluhanku.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Karya: Ebiet G Ade<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari pintu ke pintu kucoba tawarkan nama.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Demi berhenti tangis anakku dan keluh ibunya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Tetapi nampaknya semua mata memandangku curiga.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Seperti hendak telanjangi dan kuliti jiwaku<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apakah buku diri ini harus selalu hitam pekat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Sapakah dalam sejarah orang mesti jadi pahlawan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Sedang Tuhan di atas sana tak pernah menghukum.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Dengan sinar mata-Nya yang lebih tajam dari matahari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Reff<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ke manakah sirnanya nurani embun pagi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Yang biasanya ramah kini membakar hati<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Apakah bila telanjur salah, akan tetap dianggap salah.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Tak ada waktu lagi benahi diri.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Tak ada tempat lagi untuk kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kembali dari keterasingan ke bumi berada.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ternyata lebih menyakitkan dari derita panjang.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Tuhan bimbinglah batin ini agar tak gelap mata.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Dan sampaikanlah rasa inginku kembali bersatu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Mengungkapkan Pertanyaan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a. Menyusun pertanyaan pribadi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Setelah mendengarkan dan menyimak lagu di atas, susunlah pertanyaan berkaitan dengan isi lagu tersebut, misalnya:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1) Apa keluhan yang disampaikan dalam lagu?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2) Mengapa tokoh dalam lagu itu mengeluh?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3) Apa keinginan tokoh dalam lagu itu?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4) Bagaimana pendapat tokoh dalam lagu mengenai Tuhan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b. Menyusun pertanyaan bersama<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Setelah menyusun pertanyaan pribadi, komunikasikan pertanyaanmu dengan pertanyaan-pertanyaan temanmu sekelas. Bersama teman-teman, pilihlah pertanyaan-pertanyaan yang pokok untuk didalami dan dipelajari bersama, misalnya disepakati empat pertanyaan seperti di atas untuk didalami.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Melakukan Wawancara dengan Beberapa Tokoh.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a. Wawancara.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan yang telah disepakati di kelas, coba carilah jawabannya pada beberapa anggota masyarakat dan kepada salah seorang Pastor atau pemuka jemaat, misalnya:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1) Pertanyaan kepada anggota masyarakat: mengapa sebagian masyarakat tidak mau menerima atau curiga kepada bekas narapidana yang telah kembali ke masyarakat?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2) Bertanya pada Pastor atau pemuka umat: apa yang sebaiknya dilakukan pada narapidana yang telah selesai menjalani hukumannya dan kembali ke masyarakat?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b. Mengomunikasikan hasil wawancara.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Komunikasikan hasil wawancaramu dengan teman-temanmu. Adakah jawaban yang sama? Manakah jawaban yang berbeda? Hasil wawancara yang berbeda dapat dikomunikasikan dengan teman lain lagi. Lalu ambillah kesimpulan dan tulislah kesimpulan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">c. Beberapa catatan tambahan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Baikkah menjauhi orang-orang yang dianggap bermasalah dalam masyarakat? Kebanyakan orang bersikap menjauhi orang-orang yang dianggap bermasalah dalam masyarakat, misalnya: orang yang pulang dari penjara, orang yang mengidap penyakit tertentu, orang berpihak pada musuh, dan sebagainya. Sebagian masyarakat menjauhi karena belum percaya kalau orang-orang yang pulang dari penjara itu benar-benar sudah baik; orang-orang yang berpenyakit tertentu dianggap karena perilakunya tidak baik; orang yang berpihak pada musuh dianggap sebagai pengkhianat. Mereka semua dijauhi. Tetapi benarkah sikap seperti itu?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Nasihat pemuka jemaat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Berbeda dengan sikap masyarakat pada umumnya, pemuka jemaat tentu menasihatkan agar kita tidak bersikap menjauhi orang-orang yang bermasalah. Justru masyarakat sebaiknya mendekati dan menerima mereka. Mereka yang pulang dari penjara sudah menjalani hukumannya. Mereka kembali ke masyarakat berharap diterima seperti warga yang lain. Berkaitan dengan penyakit, tidak semua penderita penyakit merupakan akibat dari perilakunya sendiri. Mereka menderita bisa saja karena perilaku orang lain. Demikian juga orang-orang yang dianggap berpihak pada musuh. Mereka berpihak pada musuh justru karena masyarakat tidak mau menerimanya atau mengasingkannya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>5. Mendalami Kitab Suci Luk 19:1-10.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a. Membaca kitab Suci Luk 19:1-10<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang\u00a0banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: \u201cZakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.\u201d Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: \u201cIa menumpang di rumah orang berdosa.\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: \u201cTuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.\u201d Kata Yesus kepadanya: \u201cHari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b. Mencari inspirasi dari Kitab Suci<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Setelah membaca kutipan Kitab Suci tersebut, tentu ada hal yang berkaitan dengan pertanyaan dan hasil wawancara yang sudah dibahas pada bagian sebelumnya. Coba jawablah pertanyaan berikut pada kolom yang disediakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pertanyaan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> -Mengapa masyarakat Yahudi menjauhi Zakheus?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> -Apa harapan Zakheus pada Yesus?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> -Apa yang dilakukan Yesus terhadap Zakheus?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> -Mengapa Yesus berbuat seperti itu terhadap Zakheus?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> -Bagaimana sikap Zakheus terhadap tindakan Yesus kepadanya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">c. Mendiskusikan jawaban dengan teman sekelas.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Coba beritahukan jawabanmu kepada beberapa temanmu dalam kelompok. Juga bertanyalah apa jawaban temanmu. Dari jawabanmu dan teman-temanmu, manakah jawaban yang sama atau yang berbeda? Untuk jawaban yang berbeda manakah yang disetujui bersama? Setelah mengetahui jawaban yang disetujui bersama, catatlah jawaban itu pada bukumu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">d. Beberapa catatan tambahan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Tidak seperti masyarakat pada umumnya, Yesus justru memanggil dan menumpang di rumah Zakheus. Masyarakat Yahudi pada umumnya bersikap curiga dan menjauhi Zakheus, karena Zakheus dianggap berdosa sebagai pemungut cukai. Yesus berbuat seperti itu, karena itulah salah satu tugas perutusan dari Bapa-Nya. Anak manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u2022 Kedatangan Yesus ke rumah Zakheus membuat Zakheus merasa amat bahagia dan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> diselamatkan. Zakheus mengungkapkan tobatnya dengan mengucapkan: \u201cTuhan,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.\u201d Atas<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> sikap tobat Zakheus tersebut Yesus menguatkan: \u201cHari ini telah terjadi keselamatan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham\u201d. Zakheus anak Abraham<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> berarti memiliki warisan keselamatan sebagaimana dijanjikan Al-lah kepada<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Abraham.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk Diingat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u201cHari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang\u201d (Luk 19:9-10)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">6. Refleksi dan Aksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">-Bacalah Kembali rangkuman jawaban hasil wawancara dengan beberapa anggota masyarakat dan Pastor atau pemuka umat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Bacalah kembali rangkuman hasil mendalami kitab suci.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Coba ingat-ingat pengalamanmu: tindakan mana yang lebih sering kamu lakukan: Seperti orang-orang Yahudi dan masyarakat yang mengucilkan orang- orang yang dianggap bersalah? Atau menerima mereka?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Sebagai orang kristiani, bagaimana sikapmu selama ini terhadap warga masyarakat yang dianggap bermasalah? apakah seperti masyarakat pada umumnya? Atau seperti nasihat pemuka jemaat, atau seperti ajaran Yesus? Tindakan apa yang akan kamu lakukan pada masa selanjutnya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> \u2022 Tulislah hasil refleksimu dalam bentuk uraian, puisi, syair lagu, atau doa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> a. Ceritakan secara singkat kisah Yesus yang menumpang di rumah Zakheus!<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> b. Jelaskan mengapa Yesus mengunjungi Zakheus!<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> c. Bagaimana tanggapan Zakheus terhadap kehadiran Yesus di rumahnya?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> d. Jelaskan arti kisah Yesus mengunjungi Zakheus bagi dirimu!<\/span><\/p>\n<h4><\/h4>\n<h4><span style=\"color: #000000;\">I. Yesus Menderita, Wafat, dan Bangkit.<\/span><\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pendahuluan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bangsa Indonesia pernah mengalami penjajahan dari bangsa Belanda dan Jepang. Banyak orang telah melakukan perlawanan terhadap para penjajah hingga gugur. Mereka itulah yang disebut pahlawan kemerdekaan. Mereka rela mengorbankan apapun termasuk hidupnya demi bangsa Indonesia. Pengorbanan mereka pada akhirnya membuahkan kemerdekaan Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari sudut pandang iman manusia juga mengalami penjajahan. Penjajahan yang dimaksud bukan penjajahan oleh suatu bangsa, melainkan manusia dijajah oleh kuasa setan. Hal ini tampak dari perbuatan manusia yang cenderung berdosa, seperti Adam dan Hawa, Kain, rakyat Sodom dan Gomora, dan sebagainya. Dengan kekuatannya sendiri manusia ternyata tidak dapat melepaskan diri dari kuasa dosa. Melihat hal itu, Al-lah berbelas kasih hingga mengutus Anak-Nya yang tunggal sebagai penebus dosa. Dengan sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya Yesus telah menyelamatkan umat manusia, sebagaimana tergambar dalam perjamuan terakhir.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">A. Pengalaman Berkaitan dengan Orang yang Mau Mengorbankan Diri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kahu bahwa Negara kita Indonesia dahulu pernah dijajah oleh Belanda dan Jepang. Pada masa penjajahan itu, banyak orang yang berjuang dengan gagah berani, bahkan rela mati demi mengusir penjajah. Mereka itulah para pahlawan. Coba buatlah ringkasan tentang kehidupan salah seorang pahlawan yang gugur demi memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan Negara Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ringkasan Pahlawan Teuku Umar : <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Teuku Umar bertempat tinggal di Meulaboh, bagian barat Aceh, anak dari Teuku Mahmud. Ia seorang pemberani. Kegemarannya melakukan pengembaraan. Pada usia sekitar 16 tahun, Teuku Umar mengembara selama dua tahun tanpa meminta nafkah dari orang tuanya. Selama pengembaraannya ia belajar berbagai ilmu, termasuk pencak silat. Dari berbagai pengembaraannya, Teuku Umar semakin cinta pada tanah airnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada tahun 1871, Inggris dan Belanda membuat perjanjian Sumatera. Isi perjanjian itu yang terpenting adalah bahwa Belanda boleh bebas bergerak di dalam daerah Aceh. Rakyat Aceh sangat marah mengetahui isi perjanjian tersebut. Seluruh rakyat Aceh merasa bahwa perjanjian antara orang-orang Belanda dengan Inggris itu adalah perbuatan yang merampas kemerdekaan rakyat Aceh. Kemarahan itu sebenarnya sudah lama terjadi, yaitu kira-kira tahun 1857 ketika daerah Siak mulai diduduki Belanda. Teuku Umar beserta seluruh rakyat bertekad mengusir para penjajah itu. Mereka berunding dan sepakat mengangkat Nanta Satia sebagai pemimpin tertinggi perjuangan Kemerdekaan. Nanta Satia adalah hulubalang VI Mukim Aceh Besar. Dan perang akan dikobarkan di daerah VI Mukim dalam tahun 1873.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Teuku Umar pada waktu itu berumur 19 tahun, sebelum berangkat berperang ia pamitan kepada orang tuanya. Orang tuanya sangat terharu dan bangga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada waktu perang berkobar, prajurit-prajurit Aceh sangat bersemangat, meskipun persenjataan mereka kalah dari persenjataan Belanda. Tentara Belanda mulai kewalahan menghadapi rakyat Aceh yang mahir hidup di hutan. Mengingat pengalaman itu, Belanda mulai meningkatkan kemampuan dalam bertempur di medan hutan. Berkat latihan itu, Belanda mulai menguasai medan perang. Tentara dan rakyat Aceh mengalami kekalahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mempelajari situasi itu, Teuku Umar mengembangkan siasat perang dengan merebut sebanyak-banyaknya persenjataan tentara Belanda dengan menyusup ke pihak mereka. Atas dasar siasat tersebut, selanjutnya Teuku Umar menyerahkan diri kepada Belanda. Belanda sangat senang dan Teuku Umar diserahi tugas untuk melatih tentara Belanda keterampilan berperang di hutan. Teuku Umar melaksanakan tugas dengan sebaik- baiknya. Teuku Umar melatih tentara Belanda dengan sangat keras sehingga banyak yang mengalami sakit dan meninggal. Tentara Belanda berkurang persenjataannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selesai latihan, tentara Belanda di bawah pimpinan Teuku Umar diperintahkan menumpas perlawanan rakyat Aceh. Dalam pertempuran ini banyak jatuh korban pada kedua belah pihak. Perjuangan rakyat Aceh tidak lama, mereka segera mundur dari medan perang. Belanda sangat gembira menyaksikan hal itu. Dan Teuku Umar mendapat kenaikan pangkat dan hadiah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikianlah, ketika sebuah kapal Inggris bernama Nicero terdampar dan kemudian dirampas oleh Raja Teunom, Teuku Umar ditugasi untuk membebaskan kapal tersebut. Pembebasan itu membawa ketegangan antara Belanda dan Inggris. Dalam pembebasan itu, Teuku Umar membawa persenjataan sangat banyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa waktu setelah upacara pemberangkatan, Belanda dikejutkan dan digemparkan oleh berita yang menyatakan bahwa semua tentaranya dibunuh di tengah laut dan senjatanya dirampas oleh Teuku Umar sendiri. Teuku Umar berbalik ke rakyat Aceh, yang disambut dengan sangat gembira. Dengan itu rakyat Aceh punya persenjataan sangat banyak dan Belanda menjadi lemah. Selanjutnya rakyat Aceh menyerbu Belanda yang dipimpin Teuku Umar dan berhasil dengan gemilang merebut daerah VI Mukim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada tahap kedua, Teuku Umar menggunakan siasat yang sama. Ia pura-pura menyerah kepada Belanda dan mendapat kepercayaan. Kepercayaan yang didapat itu dipakai untuk mengumpulkan persenjataan bagi rakyat Aceh. Rakyat Aceh tidak tahu maksud Teuku Umar sehingga mereka marah kepada Teuku Umar. Ketika Teuku Umar berbalik kembali kepada rakyat Aceh mereka sangat gembira. Sehingga mereka berhasil mengalahkan kembali tentara Belanda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Melihat situasi itu Belanda mengirim pasukan khusus yang dipimpin Jenderal Van Houts. Pada bulan Februari 1899, Van Houts berada di Meulaboh tanpa pengawalan yang ketat. Mengetahui hal itu, Teuku Umar bermaksud menyerbu pasukan Van Houts. Malang bagi Teuku Umar dan tentaranya karena rencana mereka diketahui oleh Belanda. Sehingga Teuku Umar dan tentaranya dapat dikalahkan. Teuku Umar meninggal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa catatan tambahan : <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u2022 Para pahlawan merasakan bahwa masyarakatnya mengalami penindasan, ketidak- adilan, dan penderitaan. Sesuai dengan kemampuannya, mereka berjuang untuk mengatasi hal itu. Mereka melawan para penindas dan pelaku ketidakadilan. Mereka tidak ingin masyarakatnya mengalami situasi penindasan, ketidakadilan, dan penderitaan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tindakan-tindakan penindasan dan ketidakadilan itu, menurut pembukaan UUD 1945 tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Tindakan penindasan atau penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi. Para pahlawan rela mengorbankan apapun, bahkan jiwanya demi perjuangannya itu. Banyak di antara<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">mereka ditangkap, dimasukkan penjara, atau dibuang ke tempat yang jauh dengan harapan, mereka menghentikan perjuangannya. Namun selepas dari pembuangan atau penjara, mereka tetap meneruskan perjuangannya. Di antara mereka bahkan ada yang dibunuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u2022 Para pahlawan tidak mati sia-sia. Semangat dan perjuangan mereka tetap dikenang dan diteruskan oleh masyarakatnya. Masyarakat menyadari bahwa apa yang dialami sekarang ini berkat perjuangan para pahlawan. Meskipun para pahlawan telah wafat, namun semangatnya tetap hidup di tengah masyarakatnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bacaan Kitab Suci.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a. Membaca Kitab Suci Matius 26: 26-29. dan 27:1- 28:10.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Matius 26: 26-29.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: \u201cAmbillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.\u201d Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: \u201cMinumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Matius 27:1- 66.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Ketika hari mulai siang, semua Imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu. Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesAl-lah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam- imam kepala dan tua-tua, dan berkata: \u201cAku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.\u201d Tetapi jawab mereka: \u201cApa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: \u201cTidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah.\u201d Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: \u201cMereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku.\u201d Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: \u201cEngkaukah raja orang Yahudi?\u201d Jawab Yesus: \u201cEngkau sendiri mengatakannya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawaban apa pun. Maka kata Pilatus kepada-Nya: \u201cTidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?\u201d Tetapi Ia tidak menjawab suatu kata pun, sehingga wali negeri itu sangat heran. Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap- tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. Dan pada waktu itu, ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Barabas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: \u201cSiapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?\u201d Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki. Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: \u201cJangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.\u201d Tetapi oleh hasutan imam- imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: \u201cSiapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?\u201d Kata mereka: \u201cBarabas.\u201d Kata Pilatus kepada mereka: \u201cJika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?\u201d Mereka semua berseru: \u201cIa harus disalibkan!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Katanya: \u201cTetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?\u201d Namun mereka makin keras berteriak: \u201cIa harus disalibkan!\u201d Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: \u201cAku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!\u201d Dan seluruh rakyat itu menjawab: \u201cBiarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disiksa\/dihukum cambuk lalu diserahkannya untuk disalibkan. Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: \u201cSalam, hai raja orang Yahudi!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala- Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan. Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya. Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi. Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia. Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: \u201cInilah Yesus Raja orang Yahudi.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata: \u201cHai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri- Mu jikalau Engkau Anak Al-lah, turunlah dari salib itu!\u201d Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cOrang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya. Ia menaruh harapan-Nya pada Al-lah: baiklah Al-lah menyelamatkan Dia, jikalau Al-lah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Al-lah.\u201d Bahkan penyamun- penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga. Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suaranyaring: \u201cEli, Eli, lama sabakhtani?\u201d Artinya: Al-lah-Ku, Al-lah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: \u201cIa memanggil Elia.\u201d Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. Tetapi orang-orang lain berkata: \u201cJangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. Kepala pasukan dan prajurit- prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: \u201cSungguh, Ia ini adalah Anak Al-lah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan- perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus. Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan un- tuk menyerahkannya kepadanya. Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu be-sar ke pintu kubur itu, pergilah ia. Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, dan mereka berkata: \u201cTuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kata Pilatus kepada mereka: \u201cIni penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya.\u201d Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Matius 28:1-10.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: \u201cJanganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.\u201d Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: \u201cSalam bagimu.\u201d Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: \u201cJangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>b. Mencari inspirasi dari Kitab Suci.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Membaca kisah sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus di atas, tentu muncul berbagai pertanyaan di dalam hati kita. Misalnya seperti yang sudah tertulis di bawah ini. Coba jawablah pertanyaan berikut pada kolom yang disediakan.<\/span><\/p>\n<p>Pertanyaan.<br \/>\n1, Bagaimana proses penangkapan dan pengadilan Yesus?<br \/>\n2, Apa alasan para pemimpin agama Yahudi menangkap Yesus?<br \/>\n3, Apa keputusan pengadilan terhadap Yesus?<br \/>\n4, Bagaimana Yesus memaknai penderitaan dan wafatNya berdasarkan kisah perjamuan terakhir?<br \/>\n5, Bagaimana kisah kebangkitan Yesus?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p class=\"ListParagraph tm8\"><span class=\"tm10\">a. <\/span><span class=\"tm11\">Mendiskusikan jawaban dengan teman<\/span> <span class=\"tm11\">sekelas.<\/span><\/p>\n<p class=\"BodyText tm13\"><span class=\"tm14\">Coba diskusikan jawabanmu dengan teman-teman sekelas. Adakah jawaban <\/span><span class=\"tm15\">yang <\/span><span class=\"tm14\">sama<\/span> <span class=\"tm14\">atau<\/span> <span class=\"tm14\">berbeda?<\/span> <span class=\"tm14\">Carilah<\/span> <span class=\"tm14\">keterangan<\/span> <span class=\"tm14\">dari<\/span> <span class=\"tm14\">jawaban<\/span> <span class=\"tm14\">teman-temanmu<\/span> <span class=\"tm14\">baik<\/span> <span class=\"tm14\">yang<\/span> <span class=\"tm14\">sama maupun yang beda. Untuk jawaban yang berbeda manakah jawaban yang lebih masuk akal<\/span> <span class=\"tm14\">dan<\/span> <span class=\"tm14\">dapat<\/span> <span class=\"tm14\">diterima.<\/span> <span class=\"tm14\">Berdasarkan<\/span> <span class=\"tm14\">jawaban<\/span> <span class=\"tm14\">dari<\/span> <span class=\"tm14\">teman<\/span> <span class=\"tm14\">dan<\/span> <span class=\"tm14\">jawabanmu,<\/span> <span class=\"tm14\">kamu<\/span> <span class=\"tm14\">dapat membuat<\/span> <span class=\"tm14\">rangkuman<\/span> <span class=\"tm14\">jawaban<\/span> <span class=\"tm14\">dari<\/span> <span class=\"tm14\">pertanyaan<\/span> <span class=\"tm14\">di<\/span> <span class=\"tm14\">atas.<\/span><\/p>\n<p class=\"BodyText tm21\"><span class=\"tm22\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"ListParagraph tm23\"><span class=\"tm10\">b. <\/span><span class=\"tm11\">Beberapa catatan<\/span> <span class=\"tm11\">tambahan.<\/span><\/p>\n<h5 class=\"tm25\"><strong><span class=\"tm14\">Makna penderitaan, wafat, dan kebangkitan Yesus.<\/span><\/strong><\/h5>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p class=\"BodyText tm26\"><span class=\"tm14\">Yesus menentang segala ketidakadilan dan segala kebobrokan di masyarakatnya. Tidak hanya itu, Yesus banyak berbuat baik bagi orang-orang miskin, menderita, dan tersingkir di masyarakat-Nya. Bagi masyarakat Yahudi, segala hal yang tidak baik, penyakit, penderitaan, dan kemiskinan dipercaya sebagai akibat dosa. Maka tindakan- tindakan Yesus bagi orang-orang miskin, menderita, dan tersingkir dipahami dan dinyatakan sebagai tindakan pengampunan dosa atau penyelamatan. Tindakan Yesus itu oleh para pemimpin agama dianggap sebagai menghujat Al-lah. Sebuah tindakan yang tidak terampuni. Maka para pemimpin bangsa Israel sepakat untuk membunuh Yesus. Bangsa Yahudi berada di bawah penjajahan Romawi. Oleh karena itu, bangsa Yahudi tidak boleh memberikan hukuman mati. Yang boleh menghukum mati adalah pemerintahan Romawi. Maka pemimpin bangsa Yahudi membawa Yesus ke Pontius Pilatus untuk dijatuhi hukuman mati. Meskipun pada awalnya Pontius Pilatus tidak setuju dengan hukuman itu, akhirnya memberikan juga. Yesus disiksa, dipaksa memanggul salib hingga akhirnya mati disalib.<\/span><\/p>\n<p class=\"BodyText tm27\"><span class=\"tm14\">Bagi masyarakat <\/span><span class=\"tm15\">Yahudi, <\/span><span class=\"tm14\">mati muda dianggap sebagai kutukan dari Al-lah. Maka yang dapat menghilangkan kutukan <\/span><span class=\"tm15\">hanya <\/span><span class=\"tm14\">Al-lah. <\/span><span class=\"tm15\">Yesus <\/span><span class=\"tm14\">pada hari ketiga bangkit, hidup kembali dengan mulia. Kebangkitan <\/span><span class=\"tm15\">Yesus <\/span><span class=\"tm14\">berarti menolak kutukan Al-lah. Itu berarti segala ucapan dan tindakan <\/span><span class=\"tm15\">Yesus <\/span><span class=\"tm14\">dibenarkan oleh Al-lah. Sengsara dan wafat <\/span><span class=\"tm15\">Yesus <\/span><span class=\"tm14\">merupakan pengorbanan yang membuahkan pengampunan dan penyelamatan bagi manusia. Sebagaimana Ia <\/span><span class=\"tm15\">nyatakan <\/span><span class=\"tm14\">dalam perjamuan <\/span><span class=\"tm15\">terakhir. Yesus <\/span><span class=\"tm14\">wafat untuk keselamatan manusia.<\/span><\/p>\n<p class=\"Normal tm6\"><strong><span class=\"tm8\">Untuk Diingat<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"BodyText tm9\"><span class=\"tm10\">\u201cYesus <\/span><span class=\"tm11\">mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya<\/span> <span class=\"tm11\">kepada<\/span> <span class=\"tm11\">murid-murid-Nya<\/span> <span class=\"tm11\">dan<\/span> <span class=\"tm11\">berkata:<\/span> <span class=\"tm10\">\u201cAmbillah,<\/span> <span class=\"tm11\">makanlah,<\/span> <span class=\"tm11\">inilah <\/span><span class=\"tm10\">tubuh-Ku.\u201d<\/span> <span class=\"tm11\">Sesudah<\/span> <span class=\"tm11\">itu<\/span> <span class=\"tm11\">Ia<\/span> <span class=\"tm11\">mengambil<\/span> <span class=\"tm11\">cawan,<\/span> <span class=\"tm11\">mengucap<\/span> <span class=\"tm11\">syukur<\/span> <span class=\"tm11\">lalu<\/span> <span class=\"tm11\">memberikannya kepada mereka dan berkata: \u201cMinumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi <\/span><span class=\"tm10\">banyak <\/span><span class=\"tm11\">orang untuk pengampunan dosa\u201d (Mat<\/span> <span class=\"tm11\">26:26-28).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SD Kelas 5 Agama Katolik. Yesus dalam Perjanjian Baru. Pada bagian pertama kita telah mempelajari bagaimana Al-lah memilih suatu bangsa untuk menjadi saluran rahmat keselamatan bagi seluruh umat manusia. Pada bagian dua ini, kita akan lebih menyadari bahwa Yesus Kristus yang telah lama dinubuatkan, telah lama dipersiapkan kedatangannya di dalam sejarah Perjanjian Lama, hadir untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[280,179,230],"tags":[231,55,287,288,286],"class_list":["post-2637","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-agama-katolik","category-sd5","category-sd5-agama-katolik","tag-agama-katolik","tag-katolik","tag-pengampunan","tag-salib","tag-yesus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2637","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2637"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2637\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2823,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2637\/revisions\/2823"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2637"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2637"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2637"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}