{"id":2506,"date":"2017-08-30T20:03:17","date_gmt":"2017-08-30T13:03:17","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=2506"},"modified":"2017-09-13T13:24:54","modified_gmt":"2017-09-13T06:24:54","slug":"sd5-ipa-penyesuaian-diri-makhluk-hidup-terhadap-lingkungannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd5-ipa-penyesuaian-diri-makhluk-hidup-terhadap-lingkungannya\/","title":{"rendered":"Penyesuaian Diri Makhluk Hidup terhadap  Lingkungannya &#8211; Materi SD Kelas 5 IPA"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"SD Kelas 5 - IPA - Penyesuaian Diri Makhluk Hidup terhadap Lingkungannya Sumber :\u00a0 IPA Salingtemas 5 untuk SD\/MI Kelas\u00a0 5. Penulis : Choiril Azmiyawati,\u00a0 Wigati Hadi Omegawati, Rohana Kusumawati. Perhatikan burung elang pada gambar di atas! Bentuk cakar dan paruh burung elang sesuai dengan jenis makanannya yang berupa daging. Itulah salah satu bentuk penyesuaian burung elang terhadap lingkungannya. Bagaimana bentuk penyesuaian hewan lain dengan lingkungannya? Apakah tumbuhan juga menyesuaikan diri dengan lingkungannya? Burung elang memiliki paruh yang kuat dan cakar yang tajam. Paruh ini berguna untuk menyobek makanannya. Makanan elang berupa daging. Kaki dan cakar yang kuat untuk mencengkeram mangsanya. Nah, itulah satu contoh alat tubuh hewan yang berguna untuk mencari makanan. Bagaimana dengan hewan yang lain? A. Cara Hewan Menyesuaikan Diri dengan Lingkungannya. Setiap hewan mempunyai kemampuan berbeda-beda dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Penyesuaian diri ini berguna untuk memperoleh makanan. Selain itu juga untuk mempertahankan diri dari musuhnya. Bagaimana bentuk penyesuaian diri pada hewan-hewan tersebut? Marilah kita pelajari dalam uraian materi berikut ini! 1. Penyesuaian Hewan untuk Memperoleh Makanan. Hewan membutuhkan makanan agar tetap hidup. Setiap jenis hewan memiliki cara tersendiri dalam memperoleh makanan. Makhluk hidup menggunakan alat-alat tubuhnya untuk memperoleh makanan. a. Burung. Setiap jenis burung makanannya berbeda-beda. Ada yang berupa cairan madu (nektar), biji-bijian, atau daging. Oleh karena itu, bentuk paruh setiap jenis burung juga berbeda-beda. Perhatikan gambar di bawah ini! 1) Burung pipit mempunyai paruh pendek dan kuat. Bentuk paruh ini sesuai untuk memakan jenis biji- bijian. Paruh ini berfungsi meng- hancurkan biji tersebut. 2) Burung elang mempunyai paruh kuat, tajam, dan melengkung bagian ujungnya. Paruh seperti ini sesuai untuk mencabik mangsanya. 3) Bebek mempunyai paruh yang berbentuk seperti sudu. Bentuk paruh seperti ini sesuai untuk mencari makanan di tempat becek, ber- lumpur, atau di air. 4) Burung pelatuk mempunyai paruh yang panjang, kuat, dan runcing. Paruh burung pelatuk untuk mencari serangga yang bersembunyi di kulit pohon, dalam lubang pohon, atau pada batang pohon yang lapuk. 5) Burung kolibri mempunyai paruh berbentuk panjang dan runcing. Bentuk paruh seperti itu memudahkan burung kolibri mengisap nektar. 6) Burung pelikan mempunyai paruh berkantong. Paruh demikian memudahkan- nya untuk menangkap ikan dalam air. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa ada kesesuaian antara bentuk paruh burung dan jenis makanannya. Selain bentuk paruh, kaki pada berbagai burung juga mempunyai bentuk bermacam-macam. Berbagai bentuk kaki burung merupakan salah satu bentuk penyesuaian terhadap cara memperoleh makanan. Amati gambar-gambar di bawah ini! a. Kaki burung kakatua untuk memanjat. Selain itu, juga untuk memegang makanan. b. Kaki ayam untuk mengais tanah saat mencari makanan. c. Burung elang mempunyai kaki kuat dengan kuku tajam. Kaki ini untuk mencengkeram mangsanya. d. Burung pipit mempunyai kaki langsing untuk bertengger. e. Kaki itik dan pelikan berselaput sehingga cocok untuk berenang di air. f. Burung pelatuk pandai memanjat karena bentuk kakinya sesuai untuk memanjat. Berdasarkan gambar di depan, terdapat hubungan antara bentuk kaki burung dengan cara memperoleh makanannya. b. Serangga. Serangga mempunyai cara khusus untuk memperoleh makanan. Misalnya, mulut kupu-kupu mempunyai alat pengisap. Oleh karena itu, mulutnya dinamakan mulut pengisap. Kupu-kupu menggunakan mulut ini untuk mengisap sari madu (nektar) pada bunga. Bentuk alat pengisap itu menyerupai belalai yang dapat digulung dan dijulurkan. Nyamuk mempunyai bentuk mulut penusuk dan pengisap. Mulut ini dapat mengisap makanan berupa darah manusia atau hewan. Mulut nyamuk berbentuk tabung panjang dan tajam (runcing). Bentuk mulut seperti ini untuk menusuk kulit manusia atau hewan. Jangkrik mempunyai bentuk mulut penggigit dan pengunyah. Mulut ini mempunyai gigi-gigi kecil untuk mengunyah makanan yang berupa daun. Lalat rumah mempunyai alat penyerap pada mulutnya. Alat penyerap ini mirip spons (gabus). Alat ini untuk menyerap makanan terutama yang berupa cairan. c. Unta. Unta hidup di daerah padang pasir yang kering, gersang, dan panas. Bentuk dan susunan tubuh unta sesuai dengan keadaan alam di padang pasir. Pada saat minum unta mampu meneguk air dalam jumlah banyak. Air tersebut disimpan sebagai cairan tubuh. Unta memiliki punuk. Punuk unta berisi makanan cadangan. Makanan cadangan tersebut berupa lemak. Jika tidak memperoleh makanan, unta akan menggunakan makanan cadangan tersebut. Dengan demikian, unta dapat tetap hidup meskipun kekurangan makanan. 2. Penyesuaian Hewan untuk Melindungi Diri dari Musuh. Setiap jenis hewan selalu berusaha melindungi diri dari serangan musuhnya. Hampir semua jenis hewan memiliki bagian tubuh untuk melindungi diri. Selain itu, ada sebagian hewan melindungi diri dengan tingkah laku. Sekarang, simak cara hewan melindungi diri dari serangan musuhnya. a.\u00a0Cecak dan Kadal. Cecak dan kadal memutuskan ekornya jika diserang oleh musuh. Tindakan hewan memutus bagian tubuhnya disebut autotomi. Hal ini dilakukan untuk mengelabui musuhnya. Bagian ekor yang putus dapat bergerak-gerak sehingga mengalihkan perhatian musuhnya. Saat itulah kadal atau cecak melarikan diri. Ekor yang telah putus pada hewan- hewan itu dapat tumbuh kembali. b. Bunglon Bunglon dapat mengubah warna kulit sesuai dengan lingkungannya. Misalnya di daun yang ber- warna hijau, bunglon berwarna hijau. Ketika berada di batang pohon berwarna cokelat, bunglon akan berubah menjadi cokelat. Tindakan hewan mengubah warna kulitnya saat melindungi diri dinamakan mimikri. c. Kalajengking, Lebah, dan Kelabang Hewan-hewan ini menggunakan sengatnya untuk melindungi diri. Sengat tersebut dapat me- ngeluarkan zat beracun yang dapat melukai musuh atau pemangsanya. d. Cumi-Cumi, Sotong, dan Gurita Cumi-cumi, sotong, dan gurita hidup di laut. Ketika diserang musuh, hewan-hewan ini mengeluar- kan cairan hitam seperti tinta. Akibatnya air menjadi keruh. Saat itulah hewan-hewan ini segera melari- kan diri. e. Landak. Landak mempunyai kulit berduri dan kaku. Saat menghadapi bahaya, landak mengembangkan durinya. Selain itu, landak juga berusaha membelakangi musuh. Dengan demikian, apabila musuhnya menyerang, tubuh musuh akan tertusuk\u00a0duri. Walaupun duri landak ini tidak beracun, tetapi dapat membuat lawannya terluka. f. Trenggiling dan Luing.\u00a0 Trenggiling dan luing akan meng- gulung tubuhnya jika mendapat gangguan dari luar. Trenggiling mem- punyai kulit berupa sisik yang keras. Saat menggulung, bagian perutnya yang lunak akan terlindungi suatu perisai yang sangat keras. g. Belalang Daun Belalang daun biasanya hinggap di dedaunan untuk mencari makanan. Tubuh belalang daun berwarna hijau mirip warna daun sehingga tersamarkan. Hal ini menyulitkan musuhnya untuk mengetahui keberadaan belalang tersebut. h. Walang Sangit. Walang sangit merupakan hewan dalam kelompok serangga. Walang sangit hinggap di dedaunan untuk mencari makanan. Walang sangit dapat mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Bau ini untuk mengusir musuhnya. i. Kecoak, Musang, Kumbang, dan Ular Tidak Berbisa. Hewan-hewan tersebut akan berpura-pura mati jika diserang oleh musuh. Hal ini dilakukan untuk mengelabui musuhnya. Jika musuhnya sudah pergi, hewan tersebut segera melarikan diri. Di depan telah dijelaskan bahwa hewan mempunyai alat tubuh yang berfungsi untuk melindungi diri. Selain itu, hewan juga menunjukkan tingkah laku tertentu untuk menghindari musuhnya. Coba kamu lakukan kegiatan berikut untuk lebih memahami materi tersebut! B. Cara Tumbuhan Menyesuaikan Diri dengan Lingkungannya. Seperti halnya hewan, tumbuhan juga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Tumbuhan mempunyai cara untuk melindungi diri. Selain itu, tumbuhan juga mempunyai ciri khusus sesuai lingkungan hidupnya. Ayo, simak baik-baik materi berikut! 1. Penyesuaian Tumbuhan untuk Melindungi Diri dari Musuhnya. Tumbuhan memiliki bagian tubuh yang berguna untuk melindungi diri. Bagian tubuh setiap tumbuhan tersebut berbeda-beda. Sekarang, simak cara beberapa tumbuhan melindungi diri dari musuhnya! a. Bambu. Pernahkah kamu menyentuh bambu? Saat menyentuhnya, tanganmu akan terasa gatal. Hal ini karena bambu mempunyai rambut-rambut halus. Rambut-rambut halus tersebut dapat menyebabkan gatal-gatal di kulit. b. Salak, Bunga Mawar, dan Putri Malu. Tanaman salak, bunga mawar, dan putri malu mempunyai duri. Duri ini untuk melindungi diri dari musuhnya. Duri tersebut dapat melukai hewan yang mencoba mengganggunya. c. Pohon Nangka, Pohon Karet, dan Bunga Kamboja. Jenis-jenis tumbuhan tersebut mampu mengeluarkan getah. Getah dapat menempel ke tubuh hewan yang mengganggunya. Getah yang menempel menyebabkan hewan sulit bergerak. Dengan demikian, tumbuhan tersebut terhindar dari gangguan hewan. d. Buah Durian. Kulit buah durian memiliki duri yang sangat tajam. Duri ini sebagai alat pertahanan diri dari musuhnya. Adanya kulit berduri ini membuat biji yang berada di dalam buah terlindung. Biji pada buah durian dapat digunakan sebagai alat perkembangbiakan. e. Buah Belimbing. Buah belimbing saat masih muda terasa pahit dan sepat. Oleh karena itu, tidak ada hewan yang memakan buahnya. Dengan demikian, biji di dalam buah belimbing terlindungi. Biji ini digunakan sebagai alat perkembangbiakan. Itulah beberapa cara tumbuhan melindungi diri dari musuhnya. Tumbuhan melindungi diri menggunakan bagian-bagian tubuhnya.\u00a0 2. Ciri Khusus Tumbuhan Berdasarkan Tempat Hidupnya. Tumbuhan menyesuaikan diri untuk mempertahankan hidupnya. Tumbuhan ada yang hidup di air ataupun di tempat kering. Bagaimana cara tumbuhan tersebut menyesuaikan diri? a. Tumbuhan Air. Teratai, eceng gondok, dan kangkung adalah jenis tumbuhan yang hidup di air. Tumbuh-tumbuhan tersebut menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan cara berbeda-beda. Teratai akarnya berada di dasar perairan dan batangnya berada di dalam air. Sementara itu, daunnya menyembul di permukaan. Daun tumbuhan teratai lebar dan tipis. Bentuk\u00a0daunnya yang seperti ini dapat memudahkan terjadinya penguapan. Tumbuhan eceng gondok akarnya tidak menancap di dasar perairan. Akar tumbuhan ini sangat lebat dan berguna untuk menjaga keseimbangan agar tidak terbalik. Tumbuhan eceng gondok dapat mengapung di air karena diseluruh batangnya terdapat rongga udara. b. Tumbuhan di Daerah Kering. Tumbuhan yang hidup di daerah kering harus \u00a0berhemat dalam menggunakan air. Ada berbagai cara menghemat air salah satunya dengan mengurangi penguapan. Dengan demikian, air yang keluar dari tumbuhan melalui daun bisa berkurang. Beberapa tumbuhan mempunyai cara tersendiri dalam mengurangi penguapan. Ada yang meng- gugurkan daunnya pada musim kemarau. Misalnya pohon jati dan pohon mahoni. Sementara itu, kaktus menyesuaikan diri dengan lingkungannya melalui dua cara. Pertama, mengubah bentuk daunnya menjadi duri. Kedua, batangnya berdaging dan berkulit tebal. Batang yang seperti ini untuk menyimpan air. Dengan demikian, kaktus dapat mengurangi penguapan dan tidak kekeringan. Pada saat musim hujan, kaktus menyerap air sebanyak- banyaknya. Air tersebut disimpan di dalam batang. Cadangan air ini digunakan ketika musim kering tiba. Rangkuman : 1. Hewan menyesuaikan diri untuk memperoleh makanan. Hewan-hewan yang menyesuaikan diri untuk memperoleh makanan misalnya burung, serangga, dan unta. Burung memiliki paruh dan cakar yang disesuaikan dengan makanannya. Serangga memiliki berbagai tipe mulut yang disesuaikan dengan makanannya. Sementara itu, unta memiliki makanan cadangan yang berupa lemak dalam punuknya. 2. Hewan juga menyesuaikan diri untuk melindungi diri dari musuhnya. Beberapa hewan melindungi diri dengan berbagai cara. Misalnya, cecak memutuskan ekornya (autotomi). Bunglon melindungi diri dengan cara mengubah warna tubuhnya (mimikri). Kalajengking, lebah, dan kelabang melindungi diri dengan sengatnya. Cumi-cumi mengeluarkan tinta. Landak mengembangkan duri pada kulitnya. 3. Tumbuhan juga melakukan penyesuaian diri. Tumbuhan menyesuaikan diri untuk melindungi diri dari musuhnya. Bambu melindungi dirinya dengan rambut-rambut halus yang dapat menyebabkan gatal. Salak, bunga mawar, dan putri malu melindungi diri dengan duri. Pohon nangka dan karet melindungi diri dengan getah. Durian melindungi diri dengan kulit yang berduri tajam. 4. Tumbuhan juga menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Tumbuhan air memiliki daun lebar dan tipis, misalnya teratai. Kaktus memiliki batang yang dapat menyimpan air dan daunnya menyerupai duri agar mampu hidup di daerah kering.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">SD Kelas 5 &#8211; IPA &#8211; Penyesuaian Diri Makhluk Hidup terhadap Lingkungannya<\/span><\/p>\n<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/rOquzJjKup4\" width=\"480\" height=\"270\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><a href=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/bse_Kelas5_IPA_SalingTemas_156.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2281 size-medium alignleft\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/bse_Kelas5_IPA_SalingTemas_156-232x300.jpg\" alt=\"\" width=\"232\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/bse_Kelas5_IPA_SalingTemas_156-232x300.jpg 232w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/bse_Kelas5_IPA_SalingTemas_156-768x994.jpg 768w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/bse_Kelas5_IPA_SalingTemas_156-791x1024.jpg 791w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/bse_Kelas5_IPA_SalingTemas_156.jpg 1700w\" sizes=\"(max-width: 232px) 100vw, 232px\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sumber :\u00a0 IPA Salingtemas 5 untuk SD\/MI Kelas\u00a0 5.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Penulis : Choiril Azmiyawati,\u00a0 Wigati Hadi Omegawati, Rohana Kusumawati.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-2509 alignleft\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/sd5-burung-elang.jpg\" alt=\"\" width=\"228\" height=\"257\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/sd5-burung-elang.jpg 335w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/sd5-burung-elang-265x300.jpg 265w\" sizes=\"(max-width: 228px) 100vw, 228px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perhatikan burung elang pada gambar di atas! Bentuk cakar dan paruh burung elang sesuai dengan jenis makanannya yang berupa daging. Itulah salah satu bentuk penyesuaian burung elang terhadap lingkungannya. Bagaimana bentuk penyesuaian hewan lain dengan lingkungannya? Apakah tumbuhan juga menyesuaikan diri dengan lingkungannya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Burung elang memiliki paruh yang kuat dan cakar yang tajam. Paruh ini berguna untuk menyobek makanannya. Makanan elang berupa daging. Kaki dan cakar yang kuat untuk mencengkeram mangsanya. Nah, itulah satu contoh alat tubuh hewan yang berguna untuk mencari makanan. Bagaimana dengan hewan yang lain?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2510\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/sd5-peta-konsep.jpg\" alt=\"\" width=\"568\" height=\"325\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/sd5-peta-konsep.jpg 568w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/sd5-peta-konsep-300x172.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 568px) 100vw, 568px\" \/><\/span><\/p>\n<h6><span style=\"color: #000000;\"><strong>A. Cara Hewan Menyesuaikan Diri dengan Lingkungannya.<\/strong><\/span><\/h6>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap hewan mempunyai kemampuan berbeda-beda dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Penyesuaian diri ini berguna untuk memperoleh makanan. Selain itu juga untuk mempertahankan diri dari musuhnya. Bagaimana bentuk penyesuaian diri pada hewan-hewan tersebut? Marilah kita pelajari dalam uraian materi berikut ini!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Penyesuaian Hewan untuk Memperoleh Makanan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hewan membutuhkan makanan agar tetap hidup. Setiap jenis hewan memiliki cara tersendiri dalam memperoleh makanan. Makhluk hidup menggunakan alat-alat tubuhnya untuk memperoleh makanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a. Burung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap jenis burung makanannya berbeda-beda. Ada yang berupa cairan madu (nektar), biji-bijian, atau daging. Oleh karena itu, bentuk paruh setiap jenis burung juga berbeda-beda. Perhatikan gambar di bawah ini!<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1) Burung pipit mempunyai paruh pendek dan kuat. Bentuk paruh ini sesuai untuk memakan jenis biji- bijian. Paruh ini berfungsi meng- hancurkan biji tersebut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2) Burung elang mempunyai paruh kuat, tajam, dan melengkung bagian ujungnya. Paruh seperti ini sesuai untuk mencabik mangsanya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3) Bebek mempunyai paruh yang berbentuk seperti sudu. Bentuk paruh seperti ini sesuai untuk mencari makanan di tempat becek, ber- lumpur, atau di air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2511\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/sd5-paruh-burung.jpg\" alt=\"\" width=\"264\" height=\"326\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/sd5-paruh-burung.jpg 264w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/sd5-paruh-burung-243x300.jpg 243w\" sizes=\"(max-width: 264px) 100vw, 264px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">4) Burung pelatuk mempunyai paruh yang panjang, kuat, dan runcing. Paruh burung pelatuk untuk mencari serangga yang bersembunyi di kulit pohon, dalam lubang pohon, atau pada batang pohon yang lapuk.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 5) Burung kolibri mempunyai paruh berbentuk panjang dan runcing. Bentuk paruh seperti itu memudahkan burung kolibri mengisap nektar.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 6) Burung pelikan mempunyai paruh berkantong. Paruh demikian memudahkan- nya untuk menangkap ikan dalam air.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Berdasarkan penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa ada kesesuaian antara bentuk paruh burung dan jenis makanannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain bentuk paruh, kaki pada berbagai burung juga mempunyai bentuk bermacam-macam. Berbagai bentuk kaki burung merupakan salah satu bentuk penyesuaian terhadap cara memperoleh makanan. Amati gambar-gambar di bawah ini!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2512\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/sd5-bentuk-kaki-burung.jpg\" alt=\"\" width=\"552\" height=\"170\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/sd5-bentuk-kaki-burung.jpg 552w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/sd5-bentuk-kaki-burung-300x92.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 552px) 100vw, 552px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a. Kaki burung kakatua untuk memanjat. Selain itu, juga untuk memegang makanan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> b. Kaki ayam untuk mengais tanah saat mencari makanan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> c. Burung elang mempunyai kaki kuat dengan kuku tajam. Kaki ini untuk mencengkeram mangsanya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> d. Burung pipit mempunyai kaki langsing untuk bertengger.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> e. Kaki itik dan pelikan berselaput sehingga cocok untuk berenang di air.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> f. Burung pelatuk pandai memanjat karena bentuk kakinya sesuai untuk memanjat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Berdasarkan gambar di depan, terdapat hubungan antara bentuk kaki burung dengan cara memperoleh makanannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b. Serangga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Serangga mempunyai cara khusus untuk memperoleh makanan. Misalnya, mulut kupu-kupu mempunyai alat pengisap. Oleh karena itu, mulutnya dinamakan mulut pengisap. Kupu-kupu menggunakan mulut ini untuk mengisap sari madu (nektar) pada bunga. Bentuk alat pengisap itu menyerupai belalai yang dapat digulung dan dijulurkan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Nyamuk mempunyai bentuk mulut penusuk dan pengisap. Mulut ini dapat mengisap makanan berupa darah manusia atau hewan. Mulut nyamuk berbentuk tabung panjang dan tajam (runcing). Bentuk mulut seperti ini untuk menusuk kulit manusia atau hewan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Jangkrik mempunyai bentuk mulut penggigit dan pengunyah. Mulut ini mempunyai gigi-gigi kecil untuk mengunyah makanan yang berupa daun.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Lalat rumah mempunyai alat penyerap pada mulutnya. Alat penyerap ini mirip spons (gabus). Alat ini untuk menyerap makanan terutama yang berupa cairan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2514\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/sd5-bentuk-mulut-serangga.jpg\" alt=\"\" width=\"533\" height=\"265\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/sd5-bentuk-mulut-serangga.jpg 533w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/sd5-bentuk-mulut-serangga-300x149.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 533px) 100vw, 533px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">c. Unta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Unta hidup di daerah padang pasir yang kering, gersang, dan panas. Bentuk dan susunan tubuh unta sesuai dengan keadaan alam di padang pasir. Pada saat minum unta mampu meneguk air dalam jumlah banyak. Air tersebut disimpan sebagai cairan tubuh.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Unta memiliki punuk. Punuk unta berisi makanan cadangan. Makanan cadangan tersebut berupa lemak. Jika tidak memperoleh makanan, unta akan menggunakan makanan cadangan tersebut. Dengan demikian, unta dapat tetap hidup meskipun kekurangan makanan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Penyesuaian Hewan untuk Melindungi Diri dari Musuh.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap jenis hewan selalu berusaha melindungi diri dari serangan musuhnya. Hampir semua jenis hewan memiliki bagian tubuh untuk melindungi diri. Selain itu, ada sebagian hewan melindungi diri dengan tingkah laku. Sekarang, simak cara hewan melindungi diri dari serangan musuhnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a.\u00a0Cecak dan Kadal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cecak dan kadal memutuskan ekornya jika diserang oleh musuh. Tindakan hewan memutus bagian tubuhnya disebut autotomi. Hal ini dilakukan untuk mengelabui musuhnya. Bagian ekor yang putus dapat bergerak-gerak sehingga mengalihkan perhatian musuhnya. Saat itulah kadal atau cecak melarikan diri. Ekor yang telah putus pada hewan- hewan itu dapat tumbuh kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b. Bunglon<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Bunglon dapat mengubah warna kulit sesuai dengan lingkungannya. Misalnya di daun yang ber- warna hijau, bunglon berwarna hijau. Ketika berada di batang pohon berwarna cokelat, bunglon akan berubah menjadi cokelat. Tindakan hewan mengubah warna kulitnya saat melindungi diri dinamakan mimikri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">c. Kalajengking, Lebah, dan Kelabang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Hewan-hewan ini menggunakan sengatnya untuk melindungi diri. Sengat tersebut dapat me- ngeluarkan zat beracun yang dapat melukai musuh atau pemangsanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">d. Cumi-Cumi, Sotong, dan Gurita<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Cumi-cumi, sotong, dan gurita hidup di laut. Ketika diserang musuh, hewan-hewan ini mengeluar- kan cairan hitam seperti tinta. Akibatnya air menjadi keruh. Saat itulah hewan-hewan ini segera melari- kan diri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">e. Landak.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Landak mempunyai kulit berduri dan kaku. Saat menghadapi bahaya, landak mengembangkan durinya. Selain itu, landak juga berusaha membelakangi musuh. Dengan demikian, apabila musuhnya menyerang, tubuh musuh akan tertusuk\u00a0duri. Walaupun duri landak ini tidak beracun, tetapi dapat membuat lawannya terluka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">f. Trenggiling dan Luing.\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Trenggiling dan luing akan meng- gulung tubuhnya jika mendapat gangguan dari luar. Trenggiling mem- punyai kulit berupa sisik yang keras. Saat menggulung, bagian perutnya yang lunak akan terlindungi suatu perisai yang sangat keras.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">g. Belalang Daun<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Belalang daun biasanya hinggap di dedaunan untuk mencari makanan. Tubuh belalang daun berwarna hijau mirip warna daun sehingga tersamarkan. Hal ini menyulitkan musuhnya untuk mengetahui keberadaan belalang tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">h. Walang Sangit.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Walang sangit merupakan hewan dalam kelompok serangga. Walang sangit hinggap di dedaunan untuk mencari makanan. Walang sangit dapat mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Bau ini untuk mengusir musuhnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">i. Kecoak, Musang, Kumbang, dan Ular Tidak Berbisa.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Hewan-hewan tersebut akan berpura-pura mati jika diserang oleh musuh. Hal ini dilakukan untuk mengelabui musuhnya. Jika musuhnya sudah pergi, hewan tersebut segera melarikan diri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di depan telah dijelaskan bahwa hewan mempunyai alat tubuh yang berfungsi untuk melindungi diri. Selain itu, hewan juga menunjukkan tingkah laku tertentu untuk menghindari musuhnya. Coba kamu lakukan kegiatan berikut untuk lebih memahami materi tersebut!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h6><span style=\"color: #000000;\"><strong>B. Cara Tumbuhan Menyesuaikan Diri dengan Lingkungannya.<\/strong><\/span><\/h6>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seperti halnya hewan, tumbuhan juga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Tumbuhan mempunyai cara untuk melindungi diri. Selain itu, tumbuhan juga mempunyai ciri khusus sesuai lingkungan hidupnya. Ayo, simak baik-baik materi berikut!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Penyesuaian Tumbuhan untuk Melindungi Diri dari Musuhnya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tumbuhan memiliki bagian tubuh yang berguna untuk melindungi diri. Bagian tubuh setiap tumbuhan tersebut berbeda-beda. Sekarang, simak cara beberapa tumbuhan melindungi diri dari musuhnya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a. Bambu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Pernahkah kamu menyentuh bambu? Saat menyentuhnya, tanganmu akan terasa gatal. Hal ini karena bambu mempunyai rambut-rambut halus. Rambut-rambut halus tersebut dapat menyebabkan gatal-gatal di kulit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b. Salak, Bunga Mawar, dan Putri Malu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Tanaman salak, bunga mawar, dan putri malu mempunyai duri. Duri ini untuk melindungi diri dari musuhnya. Duri tersebut dapat melukai hewan yang mencoba mengganggunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">c. Pohon Nangka, Pohon Karet, dan Bunga Kamboja.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Jenis-jenis tumbuhan tersebut mampu mengeluarkan getah. Getah dapat menempel ke tubuh hewan yang mengganggunya. Getah yang menempel menyebabkan hewan sulit bergerak. Dengan demikian, tumbuhan tersebut terhindar dari gangguan hewan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">d. Buah Durian.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Kulit buah durian memiliki duri yang sangat tajam. Duri ini sebagai alat pertahanan diri dari musuhnya. Adanya kulit berduri ini membuat biji yang berada di dalam buah terlindung. Biji pada buah durian dapat digunakan sebagai alat perkembangbiakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">e. Buah Belimbing.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Buah belimbing saat masih muda terasa pahit dan sepat. Oleh karena itu, tidak ada hewan yang memakan buahnya. Dengan demikian, biji di dalam buah belimbing terlindungi. Biji ini digunakan sebagai alat perkembangbiakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Itulah beberapa cara tumbuhan melindungi diri dari musuhnya. Tumbuhan melindungi diri menggunakan bagian-bagian tubuhnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Ciri Khusus Tumbuhan Berdasarkan Tempat Hidupnya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tumbuhan menyesuaikan diri untuk mempertahankan hidupnya. Tumbuhan ada yang hidup di air ataupun di tempat kering. Bagaimana cara tumbuhan tersebut menyesuaikan diri?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a. Tumbuhan Air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Teratai, eceng gondok, dan kangkung adalah jenis tumbuhan yang hidup di air. Tumbuh-tumbuhan tersebut menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan cara berbeda-beda.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Teratai akarnya berada di dasar perairan dan batangnya<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">berada di dalam air. Sementara itu, daunnya menyembul di permukaan. Daun tumbuhan teratai lebar dan tipis. Bentuk\u00a0daunnya yang seperti ini dapat memudahkan terjadinya penguapan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tumbuhan eceng gondok akarnya tidak menancap di dasar perairan. Akar tumbuhan ini sangat lebat dan berguna untuk menjaga keseimbangan agar tidak terbalik. Tumbuhan eceng gondok dapat mengapung di air karena diseluruh batangnya terdapat rongga udara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b. Tumbuhan di Daerah Kering.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tumbuhan yang hidup di daerah kering harus \u00a0berhemat dalam menggunakan air. Ada berbagai cara menghemat air salah satunya dengan mengurangi penguapan. Dengan demikian, air yang keluar dari tumbuhan melalui daun bisa berkurang.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Beberapa tumbuhan mempunyai cara tersendiri dalam mengurangi penguapan. Ada yang meng- gugurkan daunnya pada musim kemarau. Misalnya pohon jati dan pohon mahoni.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Sementara itu, kaktus menyesuaikan diri dengan lingkungannya melalui dua cara. Pertama, mengubah bentuk daunnya menjadi duri. Kedua, batangnya berdaging dan berkulit tebal. Batang yang seperti ini untuk menyimpan air. Dengan demikian, kaktus dapat mengurangi penguapan dan tidak kekeringan. Pada saat musim hujan, kaktus menyerap air sebanyak- banyaknya. Air tersebut disimpan di dalam batang. Cadangan air ini digunakan ketika musim kering tiba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rangkuman :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. Hewan menyesuaikan diri untuk memperoleh makanan. Hewan-hewan yang menyesuaikan diri untuk memperoleh makanan misalnya burung, serangga, dan unta. Burung memiliki paruh dan cakar yang disesuaikan dengan makanannya. Serangga memiliki berbagai tipe mulut yang disesuaikan dengan makanannya. Sementara itu, unta memiliki makanan cadangan yang berupa lemak dalam punuknya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">2. Hewan juga menyesuaikan diri untuk melindungi diri dari musuhnya. Beberapa hewan melindungi diri dengan berbagai cara. Misalnya, cecak memutuskan ekornya (autotomi). Bunglon melindungi diri dengan cara mengubah warna tubuhnya (mimikri). Kalajengking, lebah, dan kelabang melindungi diri dengan sengatnya. Cumi-cumi mengeluarkan tinta. Landak mengembangkan duri pada kulitnya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">3. Tumbuhan juga melakukan penyesuaian diri. Tumbuhan menyesuaikan diri untuk melindungi diri dari musuhnya. Bambu melindungi dirinya dengan rambut-rambut halus yang dapat menyebabkan gatal. Salak, bunga mawar, dan putri malu melindungi diri dengan duri. Pohon nangka dan karet melindungi diri dengan getah. Durian melindungi diri dengan kulit yang berduri tajam.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">4. Tumbuhan juga menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Tumbuhan air memiliki daun lebar dan tipis, misalnya teratai. Kaktus memiliki batang yang dapat menyimpan air dan daunnya menyerupai duri agar mampu hidup di daerah kering.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SD Kelas 5 &#8211; IPA &#8211; Penyesuaian Diri Makhluk Hidup terhadap Lingkungannya Sumber :\u00a0 IPA Salingtemas 5 untuk SD\/MI Kelas\u00a0 5. Penulis : Choiril Azmiyawati,\u00a0 Wigati Hadi Omegawati, Rohana Kusumawati. &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Perhatikan burung elang pada gambar di atas! Bentuk cakar dan paruh burung elang sesuai dengan jenis makanannya yang berupa daging. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[195,179,234],"tags":[271,235,236,275,273,272,237,277,276,274],"class_list":["post-2506","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ipa","category-sd5","category-sd5-ipa","tag-audiobook","tag-bentuk-kaki","tag-bentuk-paruh","tag-book","tag-buku","tag-bukusuara","tag-burung","tag-free","tag-gratis","tag-suara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2506","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2506"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2506\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2592,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2506\/revisions\/2592"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2506"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2506"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2506"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}