{"id":2174,"date":"2017-06-26T06:25:08","date_gmt":"2017-06-25T23:25:08","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=2174"},"modified":"2017-09-13T13:33:48","modified_gmt":"2017-09-13T06:33:48","slug":"sd5-1-wujud-benda-dan-cirinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd5-1-wujud-benda-dan-cirinya\/","title":{"rendered":"SD5. Tema 1 &#8211; Wujud Benda dan Cirinya &#8211; Pembelajaran 1-2"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"SD Kelas 5 Sub Tema 1 Wujud Benda dan Cirinya. Pembelajaran 1-2 Edo, Beni, dan Lani tergabung dalam sebuah kelompok pecinta lingkungan. SALAM, itulah nama kelompok yang mereka pilih. SALAM merupakan kependekan dari Sahabat Alam. SALAM sering melakukan berbagai kegiatan berkaitan dengan alam dan lingkungan sekitar. Suatu hari kelompok SALAM mengunjungi Desa Matahari. Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah sungai. Namun, sayangnya, kondisi sungai itu tampak kotor. Ada banyak kaleng bekas, plastik, dan sampah lain mencemari sungai. Tampak pada gambar saluran air yang kotor, terdapat sampah botol dan sampah lain, dan terdapat ikan yang mati. Apa penyebabnya ? \u00a0Disebabkan karena manusia yang lalai dan selalu membuat sampah bahkan sampah beracun ke saluran air; sehingga menyebabkan pencemaran dan ikan banyak yang mati.\u00a0 Bagaimana cara mengatasinya ? coba pikirkan ? Yaitu menanamkan sikap pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kesehatan lingkungan, sehingga alam bisa lestari. Selain karena faktor alam, kegiatan manusia juga dapat memengaruhi perubahan lingkungan. Perhatikanlah sekelilingmu! Identifikasilah perubahan-perubahan pada alam yang memiliki dampak bagi kehidupan manusia! Pemanasan Global;\u00a0memiliki dampak :\u00a0Memengaruhi\u00a0iklim & cuaca, Naiknya permukaan air laut,\u00a0Meningkatnya suhu bumi. Kebakaran Hutan; memiliki dampak :\u00a0Rusaknya ekosistem,\u00a0Hutan menjadi gundul,\u00a0\u00a0munculnya kabut asap. Hujan Asam; memiliki dampak : \u00a0Banyak tumbuhan mati,\u00a0ikan di danau juga mengalami kematian. Gempa Bumi ; akibatnya : - Banyak korban jiwa; - rusaknya bangunan. Banjir ; akibatnya : Banyak korban jiwa, Rusaknya fasilitas umum. Kekeringan : akibatnya :Kelaparan, Matinya tanaman dan hewan. Gunung Meletus : akibatnya :Banyak korban jiwa, Tanah menjadi subur. Badai (Angin Topan) : akibatnya :Banyak korban jiwa, Banjir, Rusaknya fasilitas umum. Tanah Longsor : akibatnya :Rusaknya fasilitas umum,Korban jiwa. Peristiwa yang disebabkan oleh manusia antara lain : \u00a0Pemanasan Global, Hujan Asam, Banjir, Tanah Longsor. Coba berikan alasannya kenapa ? Peristiwa yang disebabkan oleh Alam antara lain : Gempa Bumi, Kekeringan, Gunung meletus, Badai. Pemanasan Global, Hujan Asam, Banjir,\u00a0Gempa Bumi, Kekeringan, Gunung meletus, Badai biasanya memiliki Skala Besar; sedangkan Tanah longsor seringkali masih dalam kategori skala kecil. Setelah melihat kondisi sungai, Sahabat Alam singgah ke rumah Defi. Defi adalah salah satu anak warga Desa Matahari. Defi menceritakan pengalamannya saat Desa Matahari masih sangat subur. Orang tua Defi mempunyai ladang yang sangat subur. Defi selalu senang saat mengantar makanan dan minuman ke ladang untuk orang tuanya. Bacaan : Judul : Aneh, Kenapa Bisa Begitu? Oleh: Maryanto. Setiap hari ayah dan ibuku pergi ke ladang. Aku bertugas mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Biasanya aku mencuci piring dan merebus air. Untuk menghemat waktu, aku mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus. Aku memasak air sambil mencuci piring. Aku begitu menikmati pekerjaan mencuci piring ini. Aku senang bermain gelembung sabun. \u201cAneh, kenapa ya cairan sabun ini dapat menjadi gelembung\u00a0sabun?\u201d tanyaku dalam hati. Saking asyiknya bermain gelembung sabun, aku lupa sedang merebus air. Segera aku mendekati kompor. Ternyata air dalam panci telah mendidih sedari tadi. Air yang semula memenuhi panci, kini hanya tinggal separuhnya. \u201cKok bisa, ya?\u201d pikirku. Setelah pekerjaan rumah beres, aku menyiapkan makanan dan minuman untuk kedua orang tuaku. Makanan dan minuman itu akan kubawa ke ladang. Aku juga akan membawakan sekantong plastik es batu bagi ayah dan ibu. Hari itu cuaca panas, aku berjalan ke ladang. Jarak dari rumah ke ladang lumayan jauh. Udara panas membuat badanku berkeringat. Akhirnya aku tiba di tempat ayah dan ibu. Aku serahkan makanan dan minuman yang kubawa. Kuserahkan juga kantong plastik berisi es batu. Tetapi, es batu di dalam kantong plastik itu sudah tidak ada. Sebagai gantinya, kantong plastik itu penuh berisi air. \u201cAstaga, ke mana es batunya?\u201d tanyaku. Ternyata es batu sudah berubah menjadi air. Hal ini karena sinar matahari yang terlalu terik. Kata Baku dan Tidak Baku. klik disini ! Kata tidak baku : sangking,\u00a0 2. Tuliskan informasi-informasi dalam bacaan di atas yang berkaitan dengan perubahan wujud benda! Es Mencair, Defi melanjutkan ceritanya. Dia berkata bahwa ladang di Desa Matahari tidak sesubur dahulu lagi. Sahabat Alam merasa prihatin. \u201c Apa yang salah dengan Desa Matahari ini?\u201d tanya Edo menanggapi cerita Defi. \u201cMungkin semua ini disebabkan oleh perilaku manusianya yang tidak arif memperlakukan lingkungan alamnya,\u201d kata Beni. \u201c Benar sekali. Ada ketidakseimbangan dalam pelaksanaan hak dan kewajiban masyarakat terhadap alam. Bayangkan saja, di satu sisi alam sudah memberi hak kepada masyarakat dengan menganugerahi alam yang subur dan asri. Namun, di sisi lain, masyarakat tidak bisa memenuhi kewajibannya terhadap alam. Masyarakat tidak mengelola dan melestarikan alam dengan baik \u201d sahut Lani. \u201c Saya setuju. Jika sudah demikian, masyarakatlah yang rugi,\u201d sambung Edo. Setelah Olahraga Beni sangat kaget ketika membuka tempat bekalnya. Es yang ditempatkan di plastik telah berubah jadi air.\u00a0Mengapa es bisa berubah\u00a0menjadi air?\u00a0Apa penyebabnya? Padat - Cair - Gas; merupakan tiga wujud benda, benda dapat berubah wujud dari pada menjadi cair atau Gas, demikian pula sebaliknya. Macam perubahan benda : 1. Penguapan : Cair menjadi Gas, 2. Pencairan : padat menjadi cair; 3.Pembekuan : Cair menjadi padat; 4. Pengembunan : Gas menjadi Cair; 5. Menyublim : Pada menjadi Gas. Sifat Benda .\u00a0Menurut wujudnya dibedakan menjadi 3 jenis yaitu benda padat, cair dan gas. 1. Sifat benda Padat : - Bentuknya tetap tidak dipengaruhi wadahnya. - Bentuknya dapat diubah dengan cara tertentu. - Mempunyai berat atau massa. 2. Sifat benda cair : - Bentuknya dapat berubah sesuai dengan wadahnya. - Menempati ruang dan menekan ke segala arah. - Mempunyai berat atau massa. - Meresap melalui celah \u2013 celah kecil dan mengalir ketempat yang lebih rendah. 3. Sifat benda gas : - Bentuknya dapat berubah sesuai tempat yang diisinya. - Menekan ke segala arah. - Mempunyai massa. Perubahan Wujud dapat dibedakan 2 golongan : - Perubahan wujud yang dapat kembali, yaitu perubahan sifat benda yang dapat kembali ke wujud semula (misal air menjadi es dan kembali mencair menjadi air). - Perubahan wujud yang tidak dapat kembali, yaitu perubahan sifat benda yang tidak dapat kembali lagi ke wujud semula (seperti kertas yang dibakar menjadi abu (zat baru) yang tidak dapat kembali menjadi kertas). Percobaan : Kamu telah mengetahui wujud benda dan perubahan wujudnya. Untuk menambah pemahamanmu, lakukan aktivitas berikut berkaitan dengan perubahan wujud benda. 1. Lakukan percobaan berikut: - Rebuslah satu gelas air dalam waktu maksimal 30 menit.\u00a0Maka air tersebut akan panas dan mendidih, dan sebagian menguap sehingga volume air berkurang. - Jemurlah batu es dalam terik matahari. Es batu mencair. - Tulislah di papan tulis menggunakan kapur tulis. Kamu bisa melakukan percobaan dengan menggunakan bahan dan perlakuan lain. 2. Amatilah setiap kejadian yang terjadi selama proses percobaan berlangsung. Catatlah kejadian tersebut dengan teliti! 3. Buatlah laporan percobaan tersebut dan presentasikan di hadapan teman dan gurumu! 4. Perhatikan aspek keselamatan diri dan orang lain selama percobaan berlangsung! Selesai bermain bola, Beni pulang ke rumah. Sesampai Beni di rumah, ayah mengajak Beni berkunjung ke rumah Pak Bowo. Pak Bowo adalah teman ayah Beni. Ayah dan Beni mengendarai sepeda. Beni menikmati perjalanan. Dia tidak henti- hentinya memandang kiri-kanan jalan. Namun, tiba-tiba pandangan Beni terhenti pada suatu tempat. Beni melihat bekas pohon-pohon yang ditebang. Tempat itu terlihat gersang. Ayah dan Beni tiba di rumah Pak Bowo. Berkali-kali ayah mengetuk pintu, tetapi tidak ada jawaban. Setelah beberapa saat, Pak Bowo membuka pintu. Mereka pun dipersilakan masuk. Rupanya Pak Bowo tadi sedang asyik membersihkan wayang golek. Beni melihat beberapa wayang golek yang sebelumnya dibersihkan oleh Pak Bowo. Lalu, Pak Bowo mengajak Beni dan ayah ke belakang rumahnya. Di sana terdapat banyak peralatan dan bahan-bahan. Peralatan dan bahan-bahan itu kelihatannya sudah tidak dipakai lagi. \u201cAlat apa itu, Pak? Kenapa dibiarkan begitu saja?\u201d tanya Beni. \u201c Apakah kamu tadi melewati hutan gundul, Beni?\u201d tanya balik Pak Bowo. \u201cIya, Pak. Ada apa dengan hutan gundul itu?\u201d tanya Beni keheranan. \u201cSemua ini ada kaitannya dengan hutan gundul yang kamu lihat di perjalanan tadi, Beni,\u201d jawab Pak Bowo. Pak Bowo pun lalu menceritakan kisahnya. Ayo, kita simak bacaan di bawah ini bersama-sama. Pak Bowo Pengrajin Wayang Golek. Oleh: Maryanto Pak Bowo seorang pengrajin wayang golek terkenal di desanya. Wayang golek hasil karya Pak Bowo terkenal bagus. Pak Bowo sangat memperhatikan pemilihan bahan baku dan tahap pengerjaannya. Sebatang kayu glondongan diubah tangan trampil Pak Bowo dan empat karyawannya menjadi wayang golek bernilai seni tinggi. Kayu-kayu sisa pembuatan wayang digunakan arang sebagai bahan bakar untuk memasak. Sumber: id.wikipedia.org. Pak Bowo mendapatkan bahan baku pembuatan topengnya dari hutan yang ada di desanya. Saat memerlukan kayu sebagai bahan baku, Pak Bowo menebang\u00a0sebatang pohon. Untuk mengimbangi kegiatannya itu, Pak Bowo menanam sepuluh bibit tanaman yang sama. Pak Bowo tidak ingin suatu ketika pohon-pohon di hutan itu habis. Namun, keadaan itu berlangsung hanya beberapa tahun saja. Masyarakat di sekitar rumah Pak Bowo begitu dimanjakan oleh hasil hutan berupa kayu. Dengan mudahnya mereka menebang kayu untuk dijadikan kayubakar, bahan pembuat rumah, atau bahkan dijual ke daerah lain. Sayangnya, mereka mau menebang tetapi tidak mau menanam. Lambat laun pohon di hutan semakin berkurang dan habis. Hutan pun menjadi gundul. Masyarakat kesulitan untuk mendapatkan kayu. Keadaan ini juga berdampak terhadap usaha kerajinan topeng Pak Bowo. Pak Bowo tidak lagi mendapatkan pasokan kayu untuk dijadikan wayang. Oleh karena itu, Pak Bowo menghentikan produksi wayangnya. Pak Bowo dan keempat karyawannya kehilangan mata pencariannya. Mendengar kisah yang diceritakan Pak Bowo, Beni pun ikut sedih. Mereka menyayangkan sikap warga masyarakat yang hanya mau memanfaatkan sumber daya alam, namun tidak mau melestarikannya. ulah hanya mencari keuntungan yang sesaat itulah akhirnya merugikan masyarakat itu sendiri. \u201c Pak, boleh kami mengetahui lebih banyak lagi mengenai topeng?\u201d pinta Beni. \u201cOh, boleh. Justru Bapak senang sekali,\u201d kata Pak Bowo. Wayang adalah bentuk teater rakyat yang sangat popular. Orang sering menghubungkan kata \u201cwayang\u201d dengan \u201dbayang\u201d, karena dilihat dari pertunjukan wayang kulit yang memakai layar, dimana muncul bayangan-bayangan. Di Jawa Barat, selain wayang kulit, yang paling populer adalah wayang golek. Ada dua macam wayang golek yaitu wayang golek papak (cepak) dan wayang golek purwa yang ada di daerah Sunda. Kecuali wayang wong, dari semua wayang itu dimainkan oleh seorang dalang. Dalang sebagai pemimpin pertunjukan sekaligus menyampaikan cerita, menyanyikan suluk, mengatur gamelan, dan mengatur lagu. Amatilah lingkungan di sekitarmu. Temukan nama kerajinan yang ada di daerahmu. Kenali dan kemukakan mengenai kerajinan tersebut! Daerah Solo - kerajinan batik. pekalongan - kerajinan batik. solo - kerajinan gamelan. jepara - kerajinan ukiran. kerajinan rotan - solo. Yogyakarta:batik. surakarta:kain jumputan. jepara:mebel. aceh:tikar bercucuk. papua:noken . Blitar : Kendang. Blitar : Tas Batok Kelapa. Banyak pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang didapat oleh Sahabat Alam. Mereka juga sudah tidak sabar lagi untuk mempraktikkannya.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">SD Kelas 5 Sub Tema 1 Wujud Benda dan Cirinya.<\/span><\/p>\n<p>Pembelajaran 1-2<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Edo, Beni, dan Lani tergabung dalam sebuah kelompok pecinta lingkungan. SALAM, itulah nama kelompok yang mereka pilih. SALAM merupakan kependekan dari Sahabat Alam. SALAM sering melakukan berbagai kegiatan berkaitan dengan alam dan lingkungan sekitar.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Suatu hari kelompok SALAM mengunjungi Desa Matahari. Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah sungai. Namun, sayangnya, kondisi sungai itu tampak kotor. Ada banyak kaleng bekas, plastik, dan sampah lain mencemari sungai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2177\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/SD5-saluran-air-kotor.jpg\" alt=\"\" width=\"275\" height=\"193\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tampak pada gambar saluran air yang kotor, terdapat sampah botol dan sampah lain, dan terdapat ikan yang mati. Apa penyebabnya ? \u00a0Disebabkan karena manusia yang lalai dan selalu membuat sampah bahkan sampah beracun ke saluran air; sehingga menyebabkan pencemaran dan ikan banyak yang mati.\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Bagaimana cara mengatasinya ? coba pikirkan ? Yaitu menanamkan sikap pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kesehatan lingkungan, sehingga alam bisa lestari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain karena faktor alam, kegiatan manusia juga dapat memengaruhi perubahan lingkungan. Perhatikanlah sekelilingmu! Identifikasilah perubahan-perubahan pada alam yang memiliki dampak bagi kehidupan manusia!<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemanasan Global;\u00a0memiliki dampak :\u00a0Memengaruhi\u00a0iklim &amp; cuaca, Naiknya permukaan air laut,\u00a0Meningkatnya suhu bumi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kebakaran Hutan; memiliki dampak :\u00a0Rusaknya ekosistem,\u00a0Hutan menjadi gundul,\u00a0\u00a0munculnya kabut asap.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hujan Asam; memiliki dampak : \u00a0Banyak tumbuhan mati,\u00a0ikan di danau juga mengalami kematian.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gempa Bumi ; akibatnya : &#8211; Banyak korban jiwa; &#8211; rusaknya bangunan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Banjir ; akibatnya : Banyak korban jiwa, Rusaknya fasilitas umum.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kekeringan : akibatnya :Kelaparan, Matinya tanaman dan hewan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gunung Meletus : akibatnya :Banyak korban jiwa, Tanah menjadi subur.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Badai (Angin Topan) : akibatnya :Banyak korban jiwa, Banjir, Rusaknya fasilitas umum.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tanah Longsor : akibatnya :Rusaknya fasilitas umum,Korban jiwa.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peristiwa yang disebabkan oleh manusia antara lain : \u00a0Pemanasan Global, Hujan Asam, Banjir, Tanah Longsor. Coba berikan alasannya kenapa ?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peristiwa yang disebabkan oleh Alam antara lain : Gempa Bumi, Kekeringan, Gunung meletus, Badai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pemanasan Global, Hujan Asam, Banjir,\u00a0Gempa Bumi, Kekeringan, Gunung meletus, Badai biasanya memiliki Skala Besar; sedangkan Tanah longsor seringkali masih dalam kategori skala kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah melihat kondisi sungai, Sahabat Alam singgah ke rumah Defi. Defi adalah salah satu anak warga Desa Matahari. Defi menceritakan pengalamannya saat Desa Matahari masih sangat subur. Orang tua Defi mempunyai ladang yang sangat subur. Defi selalu senang saat mengantar makanan dan minuman ke ladang untuk orang tuanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bacaan : <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Judul : Aneh, Kenapa Bisa Begitu?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Oleh: Maryanto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap hari ayah dan ibuku pergi ke ladang. Aku bertugas mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Biasanya aku mencuci piring dan merebus air. Untuk menghemat waktu, aku mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus. Aku memasak air sambil mencuci piring. Aku begitu menikmati pekerjaan mencuci piring ini. Aku senang bermain gelembung sabun. \u201cAneh, kenapa ya cairan sabun ini dapat menjadi gelembung\u00a0sabun?\u201d tanyaku dalam hati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saking asyiknya bermain gelembung sabun, aku lupa sedang merebus air. Segera aku mendekati kompor. Ternyata air dalam panci telah mendidih sedari tadi. Air yang semula memenuhi panci, kini hanya tinggal separuhnya. \u201cKok bisa, ya?\u201d pikirku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah pekerjaan rumah beres, aku menyiapkan makanan dan minuman untuk kedua orang tuaku. Makanan dan minuman itu akan kubawa ke ladang. Aku juga akan membawakan sekantong plastik es batu bagi ayah dan ibu. Hari itu cuaca panas, aku berjalan ke ladang. Jarak dari rumah ke ladang lumayan jauh. Udara panas membuat badanku berkeringat. Akhirnya aku tiba di tempat ayah dan ibu. Aku serahkan makanan dan minuman yang kubawa. Kuserahkan juga kantong plastik berisi es batu. Tetapi, es batu di dalam kantong plastik itu sudah tidak ada. Sebagai gantinya, kantong plastik itu penuh berisi air. \u201cAstaga, ke mana es batunya?\u201d tanyaku. Ternyata es batu sudah berubah menjadi air. Hal ini karena sinar matahari yang terlalu terik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kata Baku dan Tidak Baku. <a href=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/kata-baku-dan-tidak-baku\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">klik disini !<\/a><br \/>\nKata tidak baku : sangking,\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2. Tuliskan informasi-informasi dalam bacaan di atas yang berkaitan dengan perubahan wujud benda!<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Es Mencair,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Defi melanjutkan ceritanya. Dia berkata bahwa ladang di Desa Matahari tidak sesubur dahulu lagi. Sahabat Alam merasa prihatin. \u201c Apa yang salah dengan Desa Matahari ini?\u201d tanya Edo menanggapi cerita Defi.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u201cMungkin semua ini disebabkan oleh perilaku manusianya yang tidak arif memperlakukan lingkungan alamnya,\u201d kata Beni.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u201c Benar sekali. Ada ketidakseimbangan dalam pelaksanaan hak dan kewajiban masyarakat terhadap alam. Bayangkan saja, di satu sisi alam sudah memberi hak kepada masyarakat dengan menganugerahi alam yang subur dan asri. Namun, di sisi lain, masyarakat tidak bisa memenuhi kewajibannya terhadap alam. Masyarakat tidak mengelola dan melestarikan alam dengan baik \u201d sahut Lani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201c Saya setuju. Jika sudah demikian, masyarakatlah yang rugi,\u201d sambung Edo.<\/span><\/p>\n<p>Setelah Olahraga Beni sangat kaget ketika membuka tempat bekalnya. Es yang ditempatkan di plastik telah berubah jadi air.\u00a0Mengapa es bisa berubah\u00a0menjadi air?\u00a0Apa penyebabnya?<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2191\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/sd5-perubahan-wujud-benda.jpg\" alt=\"\" width=\"545\" height=\"324\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/sd5-perubahan-wujud-benda.jpg 545w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/sd5-perubahan-wujud-benda-300x178.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 545px) 100vw, 545px\" \/><\/p>\n<p>Padat &#8211; Cair &#8211; Gas; merupakan tiga wujud benda, benda dapat berubah wujud dari pada menjadi cair atau Gas, demikian pula sebaliknya.<br \/>\nMacam perubahan benda :<br \/>\n1. Penguapan : Cair menjadi Gas,<br \/>\n2. Pencairan : padat menjadi cair;<br \/>\n3.Pembekuan : Cair menjadi padat;<br \/>\n4. Pengembunan : Gas menjadi Cair;<br \/>\n5. Menyublim : Pada menjadi Gas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sifat Benda .\u00a0Menurut wujudnya dibedakan menjadi 3 jenis yaitu benda padat, cair dan gas.<\/p>\n<p>1. Sifat benda Padat :<br \/>\n&#8211; Bentuknya tetap tidak dipengaruhi wadahnya.<br \/>\n&#8211; Bentuknya dapat diubah dengan cara tertentu.<br \/>\n&#8211; Mempunyai berat atau massa.<\/p>\n<p>2. Sifat benda cair :<br \/>\n&#8211; Bentuknya dapat berubah sesuai dengan wadahnya.<br \/>\n&#8211; Menempati ruang dan menekan ke segala arah.<br \/>\n&#8211; Mempunyai berat atau massa.<br \/>\n&#8211; Meresap melalui celah \u2013 celah kecil dan mengalir ketempat yang lebih rendah.<\/p>\n<p>3. Sifat benda gas :<br \/>\n&#8211; Bentuknya dapat berubah sesuai tempat yang diisinya.<br \/>\n&#8211; Menekan ke segala arah.<br \/>\n&#8211; Mempunyai massa.<\/p>\n<p>Perubahan Wujud dapat dibedakan 2 golongan :<br \/>\n&#8211; Perubahan wujud yang dapat kembali, yaitu perubahan sifat benda yang dapat kembali ke wujud semula (misal air menjadi es dan kembali mencair menjadi air).<br \/>\n&#8211; Perubahan wujud yang tidak dapat kembali, yaitu perubahan sifat benda yang tidak dapat kembali lagi ke wujud semula (seperti kertas yang dibakar menjadi abu (zat baru) yang tidak dapat kembali menjadi kertas).<\/p>\n<p>Percobaan :<\/p>\n<p>Kamu telah mengetahui wujud benda dan perubahan wujudnya. Untuk<br \/>\nmenambah pemahamanmu, lakukan aktivitas berikut berkaitan dengan perubahan wujud benda.<\/p>\n<p>1. Lakukan percobaan berikut:<br \/>\n&#8211; Rebuslah satu gelas air dalam waktu maksimal 30 menit.\u00a0Maka air tersebut akan panas dan mendidih, dan sebagian menguap sehingga volume air berkurang.<br \/>\n&#8211; Jemurlah batu es dalam terik matahari. Es batu mencair.<br \/>\n&#8211; Tulislah di papan tulis menggunakan kapur tulis.<br \/>\nKamu bisa melakukan percobaan dengan menggunakan bahan dan perlakuan<br \/>\nlain.<br \/>\n2. Amatilah setiap kejadian yang terjadi selama proses percobaan berlangsung. Catatlah kejadian tersebut dengan teliti!<br \/>\n3. Buatlah laporan percobaan tersebut dan presentasikan di hadapan teman dan gurumu!<br \/>\n4. Perhatikan aspek keselamatan diri dan orang lain selama percobaan berlangsung!<\/p>\n<p>Selesai bermain bola, Beni pulang ke rumah. Sesampai Beni di rumah, ayah mengajak Beni berkunjung ke rumah Pak Bowo. Pak Bowo adalah teman ayah Beni.<br \/>\nAyah dan Beni mengendarai sepeda. Beni menikmati perjalanan. Dia tidak henti- hentinya memandang kiri-kanan jalan. Namun, tiba-tiba pandangan Beni terhenti pada suatu tempat. Beni melihat bekas pohon-pohon yang ditebang. Tempat itu terlihat gersang.<\/p>\n<p>Ayah dan Beni tiba di rumah Pak Bowo. Berkali-kali ayah mengetuk pintu, tetapi tidak ada jawaban. Setelah beberapa saat, Pak Bowo membuka pintu. Mereka pun dipersilakan masuk. Rupanya Pak Bowo tadi sedang asyik membersihkan wayang golek.<br \/>\nBeni melihat beberapa wayang golek yang sebelumnya dibersihkan oleh Pak Bowo. Lalu, Pak Bowo mengajak Beni dan ayah ke belakang rumahnya. Di sana terdapat banyak peralatan dan bahan-bahan. Peralatan dan bahan-bahan itu kelihatannya sudah tidak dipakai lagi.<br \/>\n\u201cAlat apa itu, Pak? Kenapa dibiarkan begitu saja?\u201d tanya Beni.<br \/>\n\u201c Apakah kamu tadi melewati hutan gundul, Beni?\u201d tanya balik Pak Bowo. \u201cIya, Pak. Ada apa dengan hutan gundul itu?\u201d tanya Beni keheranan.<br \/>\n\u201cSemua ini ada kaitannya dengan hutan gundul yang kamu lihat di perjalanan tadi, Beni,\u201d jawab Pak Bowo.<br \/>\nPak Bowo pun lalu menceritakan kisahnya. Ayo, kita simak bacaan di bawah ini bersama-sama.<\/p>\n<p>Pak Bowo Pengrajin Wayang Golek.<br \/>\nOleh: Maryanto<\/p>\n<p>Pak Bowo seorang pengrajin wayang golek terkenal di desanya. Wayang golek hasil karya Pak Bowo terkenal bagus. Pak Bowo sangat memperhatikan pemilihan bahan baku dan tahap pengerjaannya. Sebatang kayu glondongan diubah tangan trampil Pak Bowo dan empat karyawannya menjadi wayang golek bernilai seni tinggi. Kayu-kayu sisa pembuatan wayang digunakan arang sebagai bahan bakar untuk memasak.<\/p>\n<p>Sumber: id.wikipedia.org.<br \/>\nPak Bowo mendapatkan bahan baku pembuatan topengnya dari hutan yang ada di desanya. Saat memerlukan kayu sebagai bahan baku, Pak Bowo menebang\u00a0sebatang pohon. Untuk mengimbangi kegiatannya itu, Pak Bowo menanam sepuluh bibit tanaman yang sama. Pak Bowo tidak ingin suatu ketika pohon-pohon di hutan itu habis.<br \/>\nNamun, keadaan itu berlangsung hanya beberapa tahun saja. Masyarakat di sekitar rumah Pak Bowo begitu dimanjakan oleh hasil hutan berupa kayu. Dengan mudahnya mereka menebang kayu untuk dijadikan kayubakar, bahan pembuat rumah, atau bahkan dijual ke daerah lain. Sayangnya, mereka mau menebang tetapi tidak mau menanam. Lambat laun pohon di hutan semakin berkurang dan habis. Hutan pun menjadi gundul. Masyarakat kesulitan untuk mendapatkan kayu. Keadaan ini juga berdampak terhadap usaha kerajinan topeng Pak Bowo. Pak Bowo tidak lagi mendapatkan pasokan kayu untuk dijadikan wayang. Oleh karena itu, Pak Bowo menghentikan produksi wayangnya. Pak Bowo dan keempat karyawannya kehilangan mata pencariannya.<\/p>\n<p>Mendengar kisah yang diceritakan Pak Bowo, Beni pun ikut sedih. Mereka menyayangkan sikap warga masyarakat yang hanya mau memanfaatkan sumber daya alam, namun tidak mau melestarikannya. ulah hanya mencari keuntungan yang sesaat itulah akhirnya merugikan masyarakat itu sendiri.<br \/>\n\u201c Pak, boleh kami mengetahui lebih banyak lagi mengenai topeng?\u201d pinta Beni. \u201cOh, boleh. Justru Bapak senang sekali,\u201d kata Pak Bowo.<\/p>\n<p>Wayang adalah bentuk teater rakyat yang sangat popular. Orang sering menghubungkan kata \u201cwayang\u201d dengan \u201dbayang\u201d, karena dilihat dari pertunjukan wayang kulit yang memakai layar, dimana muncul bayangan-bayangan. Di Jawa Barat, selain wayang kulit, yang paling populer adalah wayang golek.<br \/>\nAda dua macam wayang golek yaitu wayang golek papak (cepak) dan wayang golek purwa yang ada di daerah Sunda. Kecuali wayang wong, dari semua wayang itu dimainkan oleh seorang dalang. Dalang sebagai pemimpin pertunjukan sekaligus menyampaikan cerita, menyanyikan suluk, mengatur gamelan, dan mengatur lagu.<\/p>\n<p>Amatilah lingkungan di sekitarmu. Temukan nama kerajinan yang ada di daerahmu. Kenali dan kemukakan mengenai kerajinan tersebut!<\/p>\n<p>Daerah Solo &#8211; kerajinan batik.<br \/>\npekalongan &#8211; kerajinan batik.<br \/>\nsolo &#8211; kerajinan gamelan.<br \/>\njepara &#8211; kerajinan ukiran.<br \/>\nkerajinan rotan &#8211; solo.<br \/>\nYogyakarta:batik.<br \/>\nsurakarta:kain jumputan.<br \/>\njepara:mebel.<br \/>\naceh:tikar bercucuk.<br \/>\npapua:noken .<br \/>\nBlitar : Kendang.<br \/>\nBlitar : Tas Batok Kelapa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Banyak pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang didapat oleh Sahabat Alam. Mereka juga sudah tidak sabar lagi untuk mempraktikkannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SD Kelas 5 Sub Tema 1 Wujud Benda dan Cirinya. Pembelajaran 1-2 Edo, Beni, dan Lani tergabung dalam sebuah kelompok pecinta lingkungan. SALAM, itulah nama kelompok yang mereka pilih. SALAM merupakan kependekan dari Sahabat Alam. SALAM sering melakukan berbagai kegiatan berkaitan dengan alam dan lingkungan sekitar. Suatu hari kelompok SALAM mengunjungi Desa Matahari. Tempat pertama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[179,180],"tags":[271,275,232,273,272,277,276,55,278,279,274],"class_list":["post-2174","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd5","category-sd5-tema1","tag-audiobook","tag-book","tag-budi-pekerti","tag-buku","tag-bukusuara","tag-free","tag-gratis","tag-katolik","tag-pelajaran","tag-sekolah","tag-suara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2174","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2174"}],"version-history":[{"count":14,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2174\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2214,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2174\/revisions\/2214"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2174"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2174"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2174"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}