{"id":204,"date":"2016-05-01T08:23:32","date_gmt":"2016-05-01T01:23:32","guid":{"rendered":"http:\/\/akreditasi.web.id\/buku\/?p=204"},"modified":"2017-09-13T13:51:07","modified_gmt":"2017-09-13T06:51:07","slug":"sd3-k2-3-agama-katolik-sakramen-tobat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd3-k2-3-agama-katolik-sakramen-tobat\/","title":{"rendered":"SD3-K2.3-Agama Katolik &#8211; Sakramen Tobat"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"C. Sakramen Tobat. Cerita : Malin Kundang. Dahulu kala hiduplah seorang janda miskin yang mempunyai\u00a0anak yang bernama Malin Kundang. Ibu dan anak ini hidup miskin\u00a0dalam sebuah pondok di luar kota. Mata pencaharian mereka\u00a0hanyalah mencari kayu bakar di hutan dan menjualnya ke pasar. Walaupun hidupnya susah, ibu itu tidak mengeluh dan tidak\u00a0putus asa. Ia tetap bekerja mengumpulkan dan menjual kayu bakar\u00a0dengan sekuat tenaga. Hasil penjualan kayu bakar digunakannya\u00a0untuk membeli makanan, pakaian, dan selebihnya ditabung untuk\u00a0keperluan masa depan anaknya, Malin Kundang. Usahanya itu\u00a0dijalankan dengan tekun, dari bulan ke bulan, tahun ke tahun.\u00a0Pada suatu hari, Malin Kundang meminta izin kepada ibunya\u00a0untuk merantau. Demi masa depannya, ibu Malin Kundang\u00a0mengizinkannya. Semua uang tabungannya diberikan kepada\u00a0Malin Kundang sebagai bekal. Sang ibu berpesan kepada anaknya\u00a0agar ia segera kembali, entah mendapat keberuntungan atau\u00a0tidak.\u00a0Sesudah berjanji kepada ibunya bahwa ia akan segera kembali,\u00a0berangkatlah Malin Kundang untuk merantau. Di perantauan,\u00a0sesudah mengalami berbagai kesulitan, akhirnya Malin kundang\u00a0berhasil menjadi pengusaha yang sukses. Bahkan ia berhasil\u00a0menikah dengan putri seorang pedagang yang kaya raya, sehingga\u00a0Malin Kundang menjadi semakin kaya. Pada suatu hari, dalam pelayaran dagang keliling nusantara,\u00a0kapalnya singgah di kota kediaman ibunya. Orang-orang\u00a0sekampung yang masih mengenal Malin Kundang segera\u00a0memberitahu ibunya bahwa mereka melihat Malin Kundang.\u00a0Maka datanglah sang ibu untuk menjumpai anaknya.\u00a0Dari jauh Malin Kundang melihat ibunya datang dan masih\u00a0mengenalinya. Walaupun sudah tua dan sakit-sakitan. Tetapi,\u00a0Malin Kundang tidak mau menjumpainya. Ia malu terhadap istri\u00a0dan anak-anaknya, jika mereka mengetahui bahwa wanita tua\u00a0dan miskin itu adalah ibunya. Ia tetap menolak ibunya, walaupun\u00a0ibunya hanya meminta waktu sejenak untuk memandang\u00a0wajahnya.\u00a0Ia meminta kepada anak buahnya agar kapal segera bertolak dari\u00a0kota pelabuhan itu. Kapalpun bertolak dari pelabuhan dan makin\u00a0lama makin jauh. Tiba-tiba, datanglah badai gelombang yang\u00a0dasyat. Guntur menggelegar. Kilat menyambar-nyambar. Kapal\u00a0Malin Kundang diangkat gelombang tinggi, lalu dihempaskan ke\u00a0dalam laut. Semua orang di dalam kapal itu meninggal. Tidak\u00a0satupun yang selamat. Kata orang, tempat kapal Malin Kundang\u00a0tenggelam sampai sekarang masih ada, yakni berupa sebuah\u00a0batu karang berbentuk kapal. (cerita ini diambil dari cerita rakyat\u00a0Sumatra Barat). Pertanyaan. Bagaimana perasaanmu tentang cerita di atas ? Apakah ada cerita sejenis ini di daerahmu ? Apa pesan cerita diatas bagi kita? Apakah kamu sering membantah orang tuamu ? Bagaimana perasaanmu jika melakukan perbuatan yang tidak baik terhadap orangtuamu ? Mari mendengar Kitab Suci. Yohanes 8:1-11 Pada suatu pagi Yesus berada di Bait Allah. Di dalam\u00a0Bait Allah sudah penuh dengan orang banyak yang mau\u00a0mendengarkan pengajaran-Nya. Sementara Yesus mengajar,\u00a0masuklah para ahli Taurat dan orang-orang Farisi sambil\u00a0menyeret seorang perempuan yang tertangkap basah sedang\u00a0berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah\u00a0Bait Allah, dan berkata kepada Yesus., \u201cRabi, perempuan\u00a0ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Menurut\u00a0hukum Musa, ia harus dihukum mati. Apakah pendapat-Mu\u00a0mengenai hal ini?\u201d Yesus tidak menjawab pertanyaan mereka, tetapi\u00a0membungkuk lalu menulis dengan jarinya di tanah. Tetapi\u00a0karena mereka terus menerus bertanya, maka Ia bangkit berdiri\u00a0lalu berkata kepada mereka, \u201cBarangsiapa di antara kamu\u00a0yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan\u00a0batu kepada perempuan itu.\u201d Lalu Yesus membungkuk lagi dan\u00a0menulis di tanah. Mendengar perkataan Yesus itu, pergilah\u00a0mereka satu persatu, mulai dari yang tertua. Lalu bertanyalah\u00a0yesus kepada perempuan itu, \u201chai perempuan, di manakah\u00a0mereka? Tidak adakah orang yang akan menghukum engkau?\u201d\u00a0Jawabnya, \u201cTidak ada, Tuhan.\u201d Lalu kata Yesus, \u201cAku pun tidak\u00a0menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi\u00a0mulai dari sekarang!\u201d Latihan Soal : Siapakah ahli taurat itu ? Siapakah Kamu Farisi itu ? Apa maksud mereka perempuan yang berdosa kepada Yesus? Bagaimana reaksi Yesus? Mengapa orang Farisi dan ahli Taurat pergi satu persatu ? Mari mendengar Kitab Suci. Yohanes 20: 19-23 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu,\u00a0berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu\u00a0yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang\u00a0Yahudi. Pada waktu itu, datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah\u00a0mereka dan berkata,\u201dDamai sejahtera bagi kamu!\u201d\u00a0dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya\u00a0dan lambung-Nya kepada mereka. Mereka bersukacita karena\u00a0melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi, \u201cDamai sejahtera\u00a0bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga\u00a0sekarang Aku mengutus kamu.\u201d Dan sesudah berkata demikian,\u00a0Ia menghembusi mereka dan berkata, \u201cTerimalah Roh Kudus.\u00a0Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan\u00a0jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada\\\" Latihan Soal : Kata-kata apa yang diucapkan Yesus untuk memberi kuasa kepada rasul-rasulnya untuk mengampuni dosa? \u00a0Jawab :\u00a0Terimalah Roh Kudus.\u00a0Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan\u00a0jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada. Dari mana iman-iman kita sekarang mendapat kuasa untuk mengampuni dosa? \u00a0Jawab : Kuasa dari Yesus. Kata-kata pengakuan apa yang diucapkan oleh Bapa sebagai tanda pengampunan dari Tuhan? ... Syarat apa yang dibutuhkan supaya dosa seseorang diampuni dalam sakramen tobat? ... Bagaimana tata cara penerimaan sakramen Tobat? ... Rangkuman. \u2022 Dosa berarti berbalik dari Tuhan, sesama dan\u00a0lingkungan. \u2022 Dosa selalu merugikan diri sendiri dan sesama. \u2022 Bertobat berarti kembali kepada Tuhan, sesama, dan\u00a0lingkungan. \u2022 Tuhan sangat senang menerima kembali setiap orang\u00a0yang bertobat dan kembali kepada-Nya. \u2022 Sakramen Tobat merupakan tanda bahwa Tuhan\u00a0mengampuni dosa-dosa kita kalau kita sungguh-sungguh\u00a0bertobat. \u2022 Kuasa pengampunan dosa diberikan Tuhan Yesus\u00a0kepada para Rasul, yang diserahkan kepada para\u00a0penggantinya, yaitu kepada Uskup-Uskup dan Imam- Imam sampai sekarang. \u2022 Imam memberikan pengampunan atas nama Tuhan,\u00a0bukan atas namanya sendiri. \u2022 Imam memberikan nasihat dan memberi denda\u00a0(penitensi) atas dosa-dosa kita.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>C. Sakramen Tobat.<\/strong><\/p>\n<p>Cerita : Malin Kundang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dahulu kala hiduplah seorang janda miskin yang mempunyai\u00a0anak yang bernama Malin Kundang. Ibu dan anak ini hidup miskin\u00a0dalam sebuah pondok di luar kota. Mata pencaharian mereka\u00a0hanyalah mencari kayu bakar di hutan dan menjualnya ke pasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Walaupun hidupnya susah, ibu itu tidak mengeluh dan tidak\u00a0putus asa. Ia tetap bekerja mengumpulkan dan menjual kayu bakar\u00a0dengan sekuat tenaga. Hasil penjualan kayu bakar digunakannya\u00a0untuk membeli makanan, pakaian, dan selebihnya ditabung untuk\u00a0keperluan masa depan anaknya, Malin Kundang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Usahanya itu\u00a0dijalankan dengan tekun, dari bulan ke bulan, tahun ke tahun.\u00a0Pada suatu hari, Malin Kundang meminta izin kepada ibunya\u00a0untuk merantau. Demi masa depannya, ibu Malin Kundang\u00a0mengizinkannya. Semua uang tabungannya diberikan kepada\u00a0Malin Kundang sebagai bekal. Sang ibu berpesan kepada anaknya\u00a0agar ia segera kembali, entah mendapat keberuntungan atau\u00a0tidak.\u00a0Sesudah berjanji kepada ibunya bahwa ia akan segera kembali,\u00a0berangkatlah Malin Kundang untuk merantau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di perantauan,\u00a0sesudah mengalami berbagai kesulitan, akhirnya Malin kundang\u00a0berhasil menjadi pengusaha yang sukses. Bahkan ia berhasil\u00a0menikah dengan putri seorang pedagang yang kaya raya, sehingga\u00a0Malin Kundang menjadi semakin kaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada suatu hari, dalam pelayaran dagang keliling nusantara,\u00a0kapalnya singgah di kota kediaman ibunya. Orang-orang\u00a0sekampung yang masih mengenal Malin Kundang segera\u00a0memberitahu ibunya bahwa mereka melihat Malin Kundang.\u00a0Maka datanglah sang ibu untuk menjumpai anaknya.\u00a0Dari jauh Malin Kundang melihat ibunya datang dan masih\u00a0mengenalinya. Walaupun sudah tua dan sakit-sakitan. Tetapi,\u00a0Malin Kundang tidak mau menjumpainya. Ia malu terhadap istri\u00a0dan anak-anaknya, jika mereka mengetahui bahwa wanita tua\u00a0dan miskin itu adalah ibunya. Ia tetap menolak ibunya, walaupun\u00a0ibunya hanya meminta waktu sejenak untuk memandang\u00a0wajahnya.\u00a0Ia meminta kepada anak buahnya agar kapal segera bertolak dari\u00a0kota pelabuhan itu. Kapalpun bertolak dari pelabuhan dan makin\u00a0lama makin jauh. Tiba-tiba, datanglah badai gelombang yang\u00a0dasyat. Guntur menggelegar. Kilat menyambar-nyambar. Kapal\u00a0Malin Kundang diangkat gelombang tinggi, lalu dihempaskan ke\u00a0dalam laut. Semua orang di dalam kapal itu meninggal. Tidak\u00a0satupun yang selamat. Kata orang, tempat kapal Malin Kundang\u00a0tenggelam sampai sekarang masih ada, yakni berupa sebuah\u00a0batu karang berbentuk kapal. (cerita ini diambil dari cerita rakyat\u00a0Sumatra Barat).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertanyaan.<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bagaimana perasaanmu tentang cerita di atas ?<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Apakah ada cerita sejenis ini di daerahmu ?<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Apa pesan cerita diatas bagi kita?<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Apakah kamu sering membantah orang tuamu ?<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bagaimana perasaanmu jika melakukan perbuatan yang tidak baik terhadap orangtuamu ?<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Mari mendengar Kitab Suci.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yohanes 8:1-11<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada suatu pagi Yesus berada di Bait Allah. Di dalam\u00a0Bait Allah sudah penuh dengan orang banyak yang mau\u00a0mendengarkan pengajaran-Nya. Sementara Yesus mengajar,\u00a0masuklah para ahli Taurat dan orang-orang Farisi sambil\u00a0menyeret seorang perempuan yang tertangkap basah sedang\u00a0berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah\u00a0Bait Allah, dan berkata kepada Yesus., \u201cRabi, perempuan\u00a0ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Menurut\u00a0hukum Musa, ia harus dihukum mati. Apakah pendapat-Mu\u00a0mengenai hal ini?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yesus tidak menjawab pertanyaan mereka, tetapi\u00a0membungkuk lalu menulis dengan jarinya di tanah. Tetapi\u00a0karena mereka terus menerus bertanya, maka Ia bangkit berdiri\u00a0lalu berkata kepada mereka, \u201cBarangsiapa di antara kamu\u00a0yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan\u00a0batu kepada perempuan itu.\u201d Lalu Yesus membungkuk lagi dan\u00a0menulis di tanah. Mendengar perkataan Yesus itu, pergilah\u00a0mereka satu persatu, mulai dari yang tertua. Lalu bertanyalah\u00a0yesus kepada perempuan itu, \u201chai perempuan, di manakah\u00a0mereka? Tidak adakah orang yang akan menghukum engkau?\u201d\u00a0Jawabnya, \u201cTidak ada, Tuhan.\u201d Lalu kata Yesus, \u201cAku pun tidak\u00a0menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi\u00a0mulai dari sekarang!\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Latihan Soal :<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">Siapakah ahli taurat itu ?<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Siapakah Kamu Farisi itu ?<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Apa maksud mereka perempuan yang berdosa kepada Yesus?<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bagaimana reaksi Yesus?<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Mengapa orang Farisi dan ahli Taurat pergi satu persatu ?<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Mari mendengar Kitab Suci.<\/strong><br \/>\n<strong>Yohanes 20: 19-23<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu,\u00a0berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu\u00a0yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang\u00a0Yahudi. Pada waktu itu, datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah\u00a0mereka dan berkata,\u201dDamai sejahtera bagi kamu!\u201d\u00a0dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya\u00a0dan lambung-Nya kepada mereka. Mereka bersukacita karena\u00a0melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi, \u201cDamai sejahtera\u00a0bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga\u00a0sekarang Aku mengutus kamu.\u201d Dan sesudah berkata demikian,\u00a0Ia menghembusi mereka dan berkata, \u201cTerimalah Roh Kudus.\u00a0Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan\u00a0jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Latihan Soal :<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">Kata-kata apa yang diucapkan Yesus untuk memberi kuasa kepada rasul-rasulnya untuk mengampuni dosa? \u00a0Jawab :\u00a0Terimalah Roh Kudus.\u00a0Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan\u00a0jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Dari mana iman-iman kita sekarang mendapat kuasa untuk mengampuni dosa? \u00a0Jawab : Kuasa dari Yesus.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Kata-kata pengakuan apa yang diucapkan oleh Bapa sebagai tanda pengampunan dari Tuhan? &#8230;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Syarat apa yang dibutuhkan supaya dosa seseorang diampuni dalam sakramen tobat? &#8230;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bagaimana tata cara penerimaan sakramen Tobat? &#8230;<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Rangkuman.<br \/>\n\u2022 Dosa berarti berbalik dari Tuhan, sesama dan\u00a0lingkungan.<br \/>\n\u2022 Dosa selalu merugikan diri sendiri dan sesama.<br \/>\n\u2022 Bertobat berarti kembali kepada Tuhan, sesama, dan\u00a0lingkungan.<br \/>\n\u2022 Tuhan sangat senang menerima kembali setiap orang\u00a0yang bertobat dan kembali kepada-Nya.<br \/>\n\u2022 Sakramen Tobat merupakan tanda bahwa Tuhan\u00a0mengampuni dosa-dosa kita kalau kita sungguh-sungguh\u00a0bertobat.<br \/>\n\u2022 Kuasa pengampunan dosa diberikan Tuhan Yesus\u00a0kepada para Rasul, yang diserahkan kepada para\u00a0penggantinya, yaitu kepada Uskup-Uskup dan Imam-<br \/>\nImam sampai sekarang.<br \/>\n\u2022 Imam memberikan pengampunan atas nama Tuhan,\u00a0bukan atas namanya sendiri.<br \/>\n\u2022 Imam memberikan nasihat dan memberi denda\u00a0(penitensi) atas dosa-dosa kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>C. Sakramen Tobat. Cerita : Malin Kundang. Dahulu kala hiduplah seorang janda miskin yang mempunyai\u00a0anak yang bernama Malin Kundang. Ibu dan anak ini hidup miskin\u00a0dalam sebuah pondok di luar kota. Mata pencaharian mereka\u00a0hanyalah mencari kayu bakar di hutan dan menjualnya ke pasar. Walaupun hidupnya susah, ibu itu tidak mengeluh dan tidak\u00a0putus asa. Ia tetap bekerja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,24],"tags":[271,275,273,272,277,276,55,278,25,279,274],"class_list":["post-204","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd3","category-sd3-agama-katolik","tag-audiobook","tag-book","tag-buku","tag-bukusuara","tag-free","tag-gratis","tag-katolik","tag-pelajaran","tag-sakramen-tobat","tag-sekolah","tag-suara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":213,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204\/revisions\/213"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}