{"id":197,"date":"2016-03-09T04:39:02","date_gmt":"2016-03-08T21:39:02","guid":{"rendered":"http:\/\/akreditasi.web.id\/buku\/?p=197"},"modified":"2017-09-13T13:52:47","modified_gmt":"2017-09-13T06:52:47","slug":"sd3-k2-2-agama-katolik-sakramen-ekaristi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd3-k2-2-agama-katolik-sakramen-ekaristi\/","title":{"rendered":"SD3-K2.2-Agama Katolik-Sakramen Ekaristi"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Mari mendengar cerita : Ada seekor induk Pelikan yang tinggal di sebuah pulau kecil di\u00a0tengah laut bersama dua anaknya yang masih kecil. Setiap hari,\u00a0induk pelikan terbang jauh mencari makan dan sore hari dia baru\u00a0pulang membawa makanan untuk anak-anaknya. \u00a0Suatu hari induk Pelikan sudah terbang ke mana-mana, tetapi\u00a0dia tidak mendapatkan makanan. Dengan sedih dia mendekati\u00a0sarangnya. Dari jauh sudah terdengar suara anak-anaknya\u00a0bercericit meminta makan. Hati induk Pelikan itu tidak tega. Induk\u00a0pelikan ingin mendapat makanan untuk anak-anaknya ia terbang lebih tinggi dan lebih jauh. Namun ia tetap tidak mendapat\u00a0makanan. Akhirnya ia pulang larut malam dengan tangan kosong.\u00a0Suara anak-anaknya terdengar lemah dan menangis meminta\u00a0makanan. Hati induk pelikan semakin sedih. Induk pelikan sampai di sarang. Anak-anaknya menyambut\u00a0gembira, karena mereka membayangkan ibunya membawa\u00a0makanan yang banyak. Anak-anaknya sudah siap menengadahkan\u00a0paruhnya dan membuka siap menerima makanan. Namun apa\u00a0mau dikata, tidak ada makanan yang dapat diberikan induknya\u00a0kepada mereka. Anak-anaknya makin menjerit dengan suara\u00a0yang hampir habis. Induk pelikan menangis melihat anakanaknya\u00a0dan tidak ingin mereka mati kelaparan. Ia memberikan\u00a0dirinya sendiri kepada anak-anaknya. Karena sedih dan kelelahan mencari makan untuk diberikan kepada anak-anaknya, akhirnya\u00a0\u00a0Induk Pelikan itu mati dan anak-anaknya hidup. Mateus 26: 17-19; 26-30. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak beragi datanglah\u00a0murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: \u201cDi mana\u00a0Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah\u00a0bagi-Mu?\u201d jawab Yesus: \u201cPergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: \u201cPesan Guru waktu-Ku hampir tiba; di\u00a0dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama\u00a0dengan murid-murid-Ku.\u201d Lalu murid-murid-Nya\u00a0melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan\u00a0mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama\u00a0dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang\u00a0makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya\u00a0lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya\u00a0dan berkata: \u201cAmbillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.\u201d Sesudah\u00a0itu mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya\u00a0kepada mereka dan berkata: \u201cMinumlah, kamu semua, dari\u00a0cawan ini, sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang\u00a0ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.\u00a0Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku\u00a0tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan\u00a0kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku. Kemudian Yesus berpesan,\u00a0\u201cBuatlah ini selalu sebagai peringatan akan Daku.\u201d Latihan Soal : Apa pesan Yesus kepada para Rasul pada perjamuan malam terakhir ? Apa lambang tubuh dan darah Kristus ? Apa pesan Yesus pada akhir perjamuan ? Rangkuman! Setiap orang yang sudah babtis wajib mengikuti perayaan\u00a0Ekaristi. Setiap kali mengikuti perayaan Ekaristi kita bertemu\u00a0dengan Tuhan dan bersatu dengan sesama umat lainnya. Ekaristi\u00a0adalah sumber kehidupan bagi orang Katolik.\u00a0Dalam Perayaan\u00a0Ekaristi ada bagian yang penting yang disebut komuni. \u00a0Komuni\u00a0adalah saat umat menyambut tubuh dan darah Kristus. Dalam\u00a0komuni kita dipersatukan dengan Kristus dan jemaat lainnya.\u00a0Karena itu sebelum menerima komuni kita harus melakukan\u00a0persiapan batin dengan berdoa yang baik dan juga menerima\u00a0komuni dengan sikap yang baik. Perayaan Ekaristi adalah perayaan syukur, kenangan\u00a0akan perjamuan malam terakhir. Perayaan Ekaristi yang selalu kita rayakan sekarang\u00a0berasal dari pesan Yesus. Roti adalah Tubuh Kristus dan anggur adalah darah \u00a0Kristus. Komuni adalah penerimaan tubuh dan darah Kristus\u00a0oleh umat. Komuni kudus mempersatukan kita dengan Tuhan dan\u00a0umat beriman lainnya. Perayaan Ekaristi terdiri atas dua bagian pokok,\u00a0yaitu liturgi Sabda dan liturgi Ekaristi. Kedua bagian\u00a0ini masih dibagi menjadi empat bagian yang lebih kecil, yaitu: pembukaan : Lagu pembuka, tobat, kemudian, doa pembuka, liturgi Sabda : Bacaan Kitab Suci, Mazmur, Alleluya, Homili\/Kotbah, Doa Umat. liturgi Ekaristi : persembahan, Kudus, Doa Syukur Agung, Bapa Kami, Doa Damai, anak domba Allah, Komuni. Penutup : Berkat Perutusan, Lagu Penutup.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p>Mari mendengar cerita :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada seekor induk Pelikan yang tinggal di sebuah pulau kecil di\u00a0tengah laut bersama dua anaknya yang masih kecil. Setiap hari,\u00a0induk pelikan terbang jauh mencari makan dan sore hari dia baru\u00a0pulang membawa makanan untuk anak-anaknya. \u00a0Suatu hari induk Pelikan sudah terbang ke mana-mana, tetapi\u00a0dia tidak mendapatkan makanan. Dengan sedih dia mendekati\u00a0sarangnya. Dari jauh sudah terdengar suara anak-anaknya\u00a0bercericit meminta makan. Hati induk Pelikan itu tidak tega. Induk\u00a0pelikan ingin mendapat makanan untuk anak-anaknya ia terbang<br \/>\nlebih tinggi dan lebih jauh. Namun ia tetap tidak mendapat\u00a0makanan. Akhirnya ia pulang larut malam dengan tangan kosong.\u00a0Suara anak-anaknya terdengar lemah dan menangis meminta\u00a0makanan. Hati induk pelikan semakin sedih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Induk pelikan sampai di sarang. Anak-anaknya menyambut\u00a0gembira, karena mereka membayangkan ibunya membawa\u00a0makanan yang banyak. Anak-anaknya sudah siap menengadahkan\u00a0paruhnya dan membuka siap menerima makanan. Namun apa\u00a0mau dikata, tidak ada makanan yang dapat diberikan induknya\u00a0kepada mereka. Anak-anaknya makin menjerit dengan suara\u00a0yang hampir habis. Induk pelikan menangis melihat anakanaknya\u00a0dan tidak ingin mereka mati kelaparan. Ia memberikan\u00a0dirinya sendiri kepada anak-anaknya. Karena sedih dan kelelahan<br \/>\nmencari makan untuk diberikan kepada anak-anaknya, akhirnya\u00a0\u00a0Induk Pelikan itu mati dan anak-anaknya hidup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mateus 26: 17-19; 26-30.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak beragi datanglah\u00a0murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: \u201cDi mana\u00a0Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah\u00a0bagi-Mu?\u201d jawab Yesus: \u201cPergilah ke kota kepada si Anu dan<br \/>\nkatakan kepadanya: \u201cPesan Guru waktu-Ku hampir tiba; di\u00a0dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama\u00a0dengan murid-murid-Ku.\u201d Lalu murid-murid-Nya\u00a0melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan\u00a0mempersiapkan Paskah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama\u00a0dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang\u00a0makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya\u00a0lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya\u00a0dan berkata: \u201cAmbillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.\u201d Sesudah\u00a0itu mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya\u00a0kepada mereka dan berkata: \u201cMinumlah, kamu semua, dari\u00a0cawan ini, sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang\u00a0ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.\u00a0Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku\u00a0tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari<br \/>\nAku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan\u00a0kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku. Kemudian Yesus berpesan,\u00a0\u201cBuatlah ini selalu sebagai peringatan akan Daku.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Latihan Soal :<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">Apa pesan Yesus kepada para Rasul pada perjamuan malam terakhir ?<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Apa lambang tubuh dan darah Kristus ?<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Apa pesan Yesus pada akhir perjamuan ?<\/li>\n<\/ol>\n<p>Rangkuman!<\/p>\n<ol>\n<li>Setiap orang yang sudah babtis wajib mengikuti perayaan\u00a0Ekaristi.<\/li>\n<li>Setiap kali mengikuti perayaan Ekaristi kita bertemu\u00a0dengan Tuhan dan bersatu dengan sesama umat lainnya.<\/li>\n<li>Ekaristi\u00a0adalah sumber kehidupan bagi orang Katolik.\u00a0Dalam Perayaan\u00a0Ekaristi ada bagian yang penting yang disebut komuni. \u00a0Komuni\u00a0adalah saat umat menyambut tubuh dan darah Kristus.<\/li>\n<li>Dalam\u00a0komuni kita dipersatukan dengan Kristus dan jemaat lainnya.\u00a0Karena itu sebelum menerima komuni kita harus melakukan\u00a0persiapan batin dengan berdoa yang baik dan juga menerima\u00a0komuni dengan sikap yang baik.<\/li>\n<li>Perayaan Ekaristi adalah perayaan syukur, kenangan\u00a0akan perjamuan malam terakhir.<\/li>\n<li>Perayaan Ekaristi yang selalu kita rayakan sekarang\u00a0berasal dari pesan Yesus.<\/li>\n<li>Roti adalah Tubuh Kristus dan anggur adalah darah \u00a0Kristus.<\/li>\n<li>Komuni adalah penerimaan tubuh dan darah Kristus\u00a0oleh umat.<\/li>\n<li>Komuni kudus mempersatukan kita dengan Tuhan dan\u00a0umat beriman lainnya.<\/li>\n<li>Perayaan Ekaristi terdiri atas dua bagian pokok,\u00a0yaitu liturgi Sabda dan liturgi Ekaristi. Kedua bagian\u00a0ini masih dibagi menjadi empat bagian yang lebih<br \/>\nkecil, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>pembukaan : Lagu pembuka, tobat, kemudian, doa pembuka,<\/li>\n<li>liturgi Sabda : Bacaan Kitab Suci, Mazmur, Alleluya, Homili\/Kotbah, Doa Umat.<\/li>\n<li>liturgi Ekaristi : persembahan, Kudus, Doa Syukur Agung, Bapa Kami, Doa Damai, anak domba Allah, Komuni.<\/li>\n<li>Penutup : Berkat Perutusan, Lagu Penutup.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mari mendengar cerita : Ada seekor induk Pelikan yang tinggal di sebuah pulau kecil di\u00a0tengah laut bersama dua anaknya yang masih kecil. Setiap hari,\u00a0induk pelikan terbang jauh mencari makan dan sore hari dia baru\u00a0pulang membawa makanan untuk anak-anaknya. \u00a0Suatu hari induk Pelikan sudah terbang ke mana-mana, tetapi\u00a0dia tidak mendapatkan makanan. Dengan sedih dia mendekati\u00a0sarangnya. Dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,24],"tags":[271,275,273,272,277,276,55,278,279,274],"class_list":["post-197","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd3","category-sd3-agama-katolik","tag-audiobook","tag-book","tag-buku","tag-bukusuara","tag-free","tag-gratis","tag-katolik","tag-pelajaran","tag-sekolah","tag-suara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":203,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197\/revisions\/203"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}