{"id":1946,"date":"2017-05-10T06:38:41","date_gmt":"2017-05-09T23:38:41","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=1946"},"modified":"2017-09-13T13:34:39","modified_gmt":"2017-09-13T06:34:39","slug":"sd-kelas-4-tema-9-3-6-pelestarian-kekayaan-sumber-daya-alam-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd-kelas-4-tema-9-3-6-pelestarian-kekayaan-sumber-daya-alam-indonesia\/","title":{"rendered":"SD Kelas 4 Tema 9-3-6 Pelestarian Kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"SD Kelas 4 Tema 9-3 Pelestarian Kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia. Pembelajaran 6. A. Pentingnya Menjaga Lingkungan Alam. Menjaga lingkungan alam merupakan kewajiban setiap warga masyarakat. Sanyak cara yang dapat dilakukan warga masyarakat untuk menjaga Iingkungan alam. Salah satunya dengan cara mendaur ulang, baik sampah, limbah, maupun \u00a0barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai. Daur ulang .adalah proses\u00a0menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna. Daur ulang merupakan strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri.atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian, dan pembuatan produk material bekas pakai. Dengan strategi daur ulang diharapkan dapat menciptakan\u00a0sesuatu atau barang baru yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi\u00a0polusi dan kerusakan lahan. Dengan demikian, kelestarian Iingkungan alam tetap terjaga dengan baik serta menghasilkan produk yang berdaya guna.\u00a0Menjaga kelestarian Iingkungan sangat penting dilakukan\u00a0demi terjaganya ketersediaan\u00a0Iingkungan alam yang bersih dan\u00a0sehat serta terjaganya sumber\u00a0daya alam sebagai sumber energi\u00a0yang penting untuk memenuhi\u00a0kebutuhan manusia. Bisa kamu\u00a0bayangkan jika tidak ada kesadaran\u00a0dan setiap warga masyarakat untuk menjaga kelestarian alam. Banyak masalah yang akan dihadapi warga masyarakat antara lain terjadi bencana alam seperti banjir, \u00a0tanah longsor, kekeringan, dan menjangkitnya penyakit akibat bakteri-bakteri dan sampah. Setiap warga masyarakat tentu tidak ingin tertimpa bencana alam akibat tidak ada kepedulian warga terhadap kelestarian Iingkungan. OIeh karena itu, setiap warga masyarakat hendaknya menanamkan kesadaran din ikut serta menjaga kelestarian Iingkungan. Dengan adanya kesadaran warga masyarakat menjaga kelestarian Iingkungan, niscaya akan tercipta kehidupan masyarakat yang aman, nyaman, dan tertib, serta semua kebutuhan dapat terpenuhi dengan balk. Hak dan kewajiban terhadap lingkungan hendaknya dilaksanakan secara seimbang. Contoh pelaksanaan hak dan kewajiban secara seimbang seperti berikut. 1. Menjaga kebersihan Iingkungan agar tubuh tetap sehat. 2. Tidak membuang sampah sembarang agar terhindar dad bencana banjir 3. Menanam pohon rindang untuk mendapatkan udara bersih dan sehat. Dalam kenyataannya banyak warga masyarakatyang tidak peduli terhadap kelestarian Iingkungan sekitar. Ketidakpedulian warga masyarakat terhadap Iingkungan sekitar mi bisa merugikan warga masyarakat lain yang peduli terhadap lingkungan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kedisiplinan\u00a0warga masyarakat terhadap kewajiban menjaga kelestarian Iingkungan warga masyarakat yang tidak peduli terhadap Iingkungan dapat diberi sanksi. Tindakan tidak peduli Iingkungan, misalnya membuang sampah sembarangan diberi sanksi denda sebesar Rp 50 juta atau kurungan selama 3 bulan. Sanksi diberikan untuk membuat efek jera sehingga warga masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Berdasarkan UUD 1945 pasal 33 ayat (3), ikut melestarikan lingkungan dan sumber daya alam merupakan kewajiban seti\u00e3p warga negara Indonesia sebagai konsekuensi atas hak menikmati kekayaan alam. Sanksi terhadap pelanggaran kewajiban sebagai warga negara banyak bentuknya, bisa berupa denda, kurungan, dan penjara. Sanksi yang diberikan tentunya sesuai tingkat pelanggaran kewajiban yang dilakukan. Pelanggaran kewajiban seseorang sering melanggar hak-hak orang lain sehingga menimbulkan perasaan orang lain menjadi sedih, kecewa, dan marah. Hak dan kewajiban melekat pada setiap orang di manapun Ia berada. Seperti pepatah \u201cDi mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. OIeh karena itu kamu hendaknya bisa melaksanakan hak dan kewajibanmu di berbagai lingkungan dengan baik. Sekarang coba kamu identifikasi hak dan kewajibanmu dalam keluarga, sekolah. dan masyarakat. Tuliskan hasil identifikasimu dalam bentuk tabel seperti contoh berikut dan presentasikan di depan kelas. Selanjutnya, kumpulkan hasil identitikasimu kepada Bapak\/Ibu Guru untuk dinilai. B. Membuat Peta Pikiran Berdasarkan \u00a0Bacaan. Bacaan terdiri atas beberapa paragraf. Setiap paragraf memuat informasi penting. Informasi penting tersebut merupakan ide pokok paragraf. Berdasarkan informasi pokok tersebut, kamu dapat membuat peta pikiran. Peta pikiran bacaan merupakan gambaran isi dan bacaan. Peta pikiran dapat disusun berdasarkan informasi pokok dalam bacaan. Peta pikiran dapat disebut sebagai ringkasan sederhana dan isi bacaan. Bacalah bacaan berikut! Banjir Kiriman Diprediksi Masuk Jakarta. Pada han Rabu, 15 Februari 2017, bendungan Katulampa dalam kondisi kritis. Kondisi tersebut disusul dengan informasi naiknya tinggi muka air di Sungal Ciliwung. Pada pukul 16.20 WIB tinggi muka air di Sungai Ciliwung mencapai 150 sentimeter. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, memprediksi sembilan jam kemudian atau Kamis (16\/2\/2017) pukul 01.20 WIB, banjir kiriman akan tiba di pintu air Manggarai. Prediksi tersebut berdasarkan tingginya curah hujan di sekitar Depok dan di sekitar Sungai Ciliwung saat itu. Beliau menambahkan banjir akan menggenangi permukiman di bantaran Sungai Ciliwung di Srengseng Sawah, Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Pejaten Timun, Kebon Baru, Bukit Dun, Balekambang, Cililitan, Cawang, Bidara Cina, dan Kampung Melayu. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau waspada dan mengantisipasi banjir kiriman. Banjir yang terjadi di Jakarta disebut banjir kiriman. Banjir kiriman berasal dan aliran air hujan di tempat yang Iebih tinggi (hulu). Jakarta memperoleh banijir kiriman dari Bogor. Letak daerah Puncak di Bogor lebih tinggi daripada Jakarta. Selain itu, di Bogor didirikan banyak vila sebagai tempat berlibur. Pembangunan vila di Puncak Bogor dilakukan dengan menebang pohon di hutan di sekitar daerah tersebut. Akibatnya, banyak wilayah hutan di daerah tersebut berkurang. Ketika di daerah puncak turun hujan lebat, air hujan terus mengalir ke daerah yang Iebih rendah. Tidak ada akan pepohonan yang dapat menahan air hujan tersebut di dalam tanah. Akibatnya, air hujan terus turun ke dataran, seperti Jakarta. Bany\u00e1k faktor yang menyebabkan adanya banjir kiriman di Jakarta. 1. Curah hujan terlalu tinggi Curah hujan tinggi biasanya terjadi di daerah Puncak Bogor pada musim hujan. Pada musim hujan volume air hujan melebihi kapasitas kemampuan tariah meresapkan air. Curah hujan tinggi terjadi akibat perubahan iklim yang mulai terjadi pada beberapa tahun terakhir ini. 2. Bangunan (permukiman) di kawasan hulu Semakin banyak bangunan di daerah hulu, semakin banyak pula volume air yang tidak dapat diserap ke dalam tanah. Air hujan tidak dapat diserap ke dalam tanah karena daerah yang dulunya hutan sudah dipenuhi bangUnan. Akhirnya, air hujan mengalir ke daerah lebih rendah. 3. Penggundulan hutan. Banyak kawasan perbukitan dan pegunungan di daerah hulu beralih fungsi menjadi kawasan perumahan atau penginapan. Kondisi mi mengakibatkan daerah resapan air menjadi berkurang. 4. Kerusakan tanggul bendungan. Bendungan dibuat untuk menjadi tampungan air dan daerah atas (hulu). Sementara itu, tanggul dibuat untuk menghalangi aliran air melewati jalur sungat ke permukiman warga. Apabila bangunan ini mengalami kerusakan (jebol). aliran air menjadi Iebih besar. Kondisi tersebut dapat menimbulkan banjir di kawasan baw\u00e0h (hilir).\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>SD Kelas 4 Tema 9-3 Pelestarian Kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia.<br \/>\n<\/strong><strong>Pembelajaran 6.<\/strong><\/p>\n<p><strong>A. Pentingnya Menjaga Lingkungan Alam.<\/strong><\/p>\n<p>Menjaga lingkungan alam merupakan kewajiban setiap warga masyarakat. Sanyak cara yang dapat dilakukan warga masyarakat untuk menjaga Iingkungan alam. Salah satunya dengan cara mendaur ulang, baik sampah, limbah, maupun \u00a0barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai. Daur ulang .adalah proses\u00a0menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna. Daur ulang merupakan strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri.atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian, dan pembuatan produk material bekas pakai. Dengan strategi daur ulang diharapkan dapat menciptakan\u00a0sesuatu atau barang baru yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi\u00a0polusi dan kerusakan lahan.<\/p>\n<p>Dengan demikian, kelestarian Iingkungan alam tetap terjaga dengan baik serta menghasilkan produk yang berdaya guna.\u00a0Menjaga kelestarian Iingkungan sangat penting dilakukan\u00a0demi terjaganya ketersediaan\u00a0Iingkungan alam yang bersih dan\u00a0sehat serta terjaganya sumber\u00a0daya alam sebagai sumber energi\u00a0yang penting untuk memenuhi\u00a0kebutuhan manusia. Bisa kamu\u00a0bayangkan jika tidak ada kesadaran\u00a0dan setiap warga masyarakat untuk menjaga kelestarian alam. Banyak masalah yang akan dihadapi warga masyarakat antara lain terjadi bencana alam seperti banjir, \u00a0tanah longsor, kekeringan, dan menjangkitnya penyakit akibat bakteri-bakteri dan sampah.<\/p>\n<p>Setiap warga masyarakat tentu tidak ingin tertimpa bencana alam akibat tidak ada kepedulian warga terhadap kelestarian Iingkungan. OIeh karena itu, setiap warga masyarakat hendaknya menanamkan kesadaran din ikut serta menjaga kelestarian Iingkungan. Dengan adanya kesadaran<br \/>\nwarga masyarakat menjaga kelestarian Iingkungan, niscaya akan tercipta kehidupan masyarakat<br \/>\nyang aman, nyaman, dan tertib, serta semua kebutuhan dapat terpenuhi dengan balk.<br \/>\nHak dan kewajiban terhadap lingkungan hendaknya dilaksanakan secara seimbang. Contoh<br \/>\npelaksanaan hak dan kewajiban secara seimbang seperti berikut.<br \/>\n1. Menjaga kebersihan Iingkungan agar tubuh tetap sehat.<br \/>\n2. Tidak membuang sampah sembarang agar terhindar dad bencana banjir<br \/>\n3. Menanam pohon rindang untuk mendapatkan udara bersih dan sehat.<\/p>\n<p>Dalam kenyataannya banyak warga masyarakatyang tidak peduli terhadap kelestarian Iingkungan<br \/>\nsekitar. Ketidakpedulian warga masyarakat terhadap Iingkungan sekitar mi bisa merugikan warga<br \/>\nmasyarakat lain yang peduli terhadap lingkungan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kedisiplinan\u00a0warga masyarakat terhadap kewajiban menjaga kelestarian Iingkungan warga masyarakat yang tidak peduli terhadap Iingkungan dapat diberi sanksi. Tindakan tidak peduli Iingkungan, misalnya membuang sampah sembarangan diberi sanksi denda sebesar Rp 50 juta atau kurungan selama 3 bulan. Sanksi diberikan untuk membuat efek jera sehingga warga masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan.<\/p>\n<p>Berdasarkan UUD 1945 pasal 33 ayat (3), ikut melestarikan lingkungan dan sumber daya alam merupakan kewajiban seti\u00e3p warga negara Indonesia sebagai konsekuensi atas hak menikmati kekayaan alam. Sanksi terhadap pelanggaran kewajiban sebagai warga negara banyak bentuknya, bisa berupa denda, kurungan, dan penjara. Sanksi yang diberikan tentunya sesuai tingkat pelanggaran kewajiban yang dilakukan. Pelanggaran kewajiban seseorang sering melanggar hak-hak orang lain sehingga menimbulkan perasaan orang lain menjadi sedih, kecewa, dan marah.<\/p>\n<p>Hak dan kewajiban melekat pada setiap orang di manapun Ia berada. Seperti pepatah \u201cDi mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. OIeh karena itu kamu hendaknya bisa melaksanakan hak dan kewajibanmu di berbagai lingkungan dengan baik. Sekarang coba kamu identifikasi hak dan kewajibanmu dalam keluarga, sekolah. dan masyarakat. Tuliskan hasil identifikasimu dalam bentuk tabel seperti contoh berikut dan presentasikan di depan kelas. Selanjutnya, kumpulkan hasil identitikasimu kepada Bapak\/Ibu Guru untuk dinilai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>B. Membuat Peta Pikiran Berdasarkan \u00a0Bacaan.<\/strong><\/p>\n<p>Bacaan terdiri atas beberapa paragraf. Setiap paragraf memuat informasi penting. Informasi penting tersebut merupakan ide pokok paragraf. Berdasarkan informasi pokok tersebut, kamu dapat membuat peta pikiran.<\/p>\n<p>Peta pikiran bacaan merupakan gambaran isi dan bacaan. Peta pikiran dapat disusun berdasarkan informasi pokok dalam bacaan. Peta pikiran dapat disebut sebagai ringkasan sederhana dan isi bacaan.<br \/>\nBacalah bacaan berikut!<\/p>\n<p><strong>Banjir Kiriman Diprediksi Masuk Jakarta.<\/strong><\/p>\n<p>Pada han Rabu, 15 Februari 2017, bendungan Katulampa dalam kondisi kritis. Kondisi tersebut disusul dengan informasi naiknya tinggi muka air di Sungal Ciliwung. Pada pukul 16.20 WIB tinggi muka air di Sungai Ciliwung mencapai 150 sentimeter.<\/p>\n<p>Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, memprediksi sembilan jam kemudian atau Kamis (16\/2\/2017) pukul 01.20 WIB, banjir kiriman akan tiba di pintu air Manggarai. Prediksi tersebut berdasarkan tingginya curah hujan di sekitar Depok dan di sekitar Sungai Ciliwung saat itu. Beliau menambahkan banjir akan menggenangi permukiman di bantaran Sungai Ciliwung di Srengseng Sawah, Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Pejaten Timun, Kebon Baru, Bukit Dun, Balekambang, Cililitan, Cawang, Bidara Cina, dan Kampung Melayu. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau waspada dan mengantisipasi banjir kiriman.<\/p>\n<p>Banjir yang terjadi di Jakarta disebut banjir kiriman. Banjir kiriman berasal dan aliran air hujan di tempat yang Iebih tinggi (hulu). Jakarta memperoleh banijir kiriman dari Bogor. Letak daerah Puncak di Bogor lebih tinggi daripada Jakarta. Selain itu, di Bogor didirikan banyak vila sebagai tempat berlibur. Pembangunan vila di Puncak Bogor dilakukan dengan menebang pohon di hutan di sekitar daerah tersebut. Akibatnya, banyak wilayah hutan di daerah tersebut berkurang. Ketika di daerah puncak turun hujan lebat, air hujan terus mengalir ke daerah yang Iebih rendah. Tidak ada akan pepohonan yang dapat menahan air hujan tersebut di dalam tanah. Akibatnya, air hujan terus turun ke dataran, seperti Jakarta.<\/p>\n<p>Bany\u00e1k faktor yang menyebabkan adanya banjir kiriman di Jakarta.<\/p>\n<p>1. Curah hujan terlalu tinggi<br \/>\nCurah hujan tinggi biasanya terjadi di daerah Puncak Bogor pada musim hujan. Pada<br \/>\nmusim hujan volume air hujan melebihi kapasitas kemampuan tariah meresapkan air. Curah<br \/>\nhujan tinggi terjadi akibat perubahan iklim yang mulai terjadi pada beberapa tahun terakhir<br \/>\nini.<\/p>\n<p>2. Bangunan (permukiman) di kawasan hulu<br \/>\nSemakin banyak bangunan di daerah hulu, semakin banyak pula volume air yang tidak dapat diserap ke dalam tanah. Air hujan tidak dapat diserap ke dalam tanah karena daerah yang dulunya hutan sudah dipenuhi bangUnan. Akhirnya, air hujan mengalir ke daerah lebih rendah.<\/p>\n<p>3. Penggundulan hutan.<br \/>\nBanyak kawasan perbukitan dan pegunungan di daerah hulu beralih fungsi menjadi kawasan perumahan atau penginapan. Kondisi mi mengakibatkan daerah resapan air menjadi berkurang.<\/p>\n<p>4. Kerusakan tanggul bendungan.<br \/>\nBendungan dibuat untuk menjadi tampungan air dan daerah atas (hulu). Sementara itu, tanggul dibuat untuk menghalangi aliran air melewati jalur sungat ke permukiman warga. Apabila bangunan ini mengalami kerusakan (jebol). aliran air menjadi Iebih besar. Kondisi tersebut dapat menimbulkan banjir di kawasan baw\u00e0h (hilir).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SD Kelas 4 Tema 9-3 Pelestarian Kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia. Pembelajaran 6. A. Pentingnya Menjaga Lingkungan Alam. Menjaga lingkungan alam merupakan kewajiban setiap warga masyarakat. Sanyak cara yang dapat dilakukan warga masyarakat untuk menjaga Iingkungan alam. Salah satunya dengan cara mendaur ulang, baik sampah, limbah, maupun \u00a0barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai. Daur ulang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[65,111],"tags":[271,275,232,273,272,277,276,55,177,278,279,274,160],"class_list":["post-1946","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd4","category-sd4-tema-9","tag-audiobook","tag-book","tag-budi-pekerti","tag-buku","tag-bukusuara","tag-free","tag-gratis","tag-katolik","tag-kelestarian-lingkungan","tag-pelajaran","tag-sekolah","tag-suara","tag-sumber-daya-alam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1946","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1946"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1946\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1964,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1946\/revisions\/1964"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1946"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1946"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1946"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}