{"id":189,"date":"2016-03-08T21:43:01","date_gmt":"2016-03-08T14:43:01","guid":{"rendered":"http:\/\/akreditasi.web.id\/buku\/?p=189"},"modified":"2017-09-13T13:52:52","modified_gmt":"2017-09-13T06:52:52","slug":"sd3-agama-katolik-sakramen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd3-agama-katolik-sakramen\/","title":{"rendered":"SD3-K2.1- Agama Katolik &#8211; Sakramen Baptis"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"\u00a0 GEREJA. A. Sakramen Baptis. Kisah Yesus dibaptis di sungai Yordan. Pada waktu itu Yesus berusia kira-kira tiga puluh tahun. Yosef\u00a0sudah meninggal. Yesus tinggal bersama ibu-Nya, di Nasaret.\u00a0Nasaret terkenal sebagai wilayah yang miskin dan tak berarti. Pada suatu hari Yesus meninggalkan Nasaret dan pergi\u00a0ke sungai Yordan tempat Yohanes pembaptis berkotbah dan\u00a0membaptis orang yang bertobat. Ketika Yesus datang , berkatalah\u00a0Yohanes, \u201cAkulah yang perlu Engkau baptis, mengapa justru Engkau yang datang kepadaku?\u201d. Jawab Yesus, \u201cBiarlah hal itu\u00a0terjadi.\u201d Setelah itu Yesus turun ke sungai dan dibaptis. Pada saat\u00a0itu langit terbuka, dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung\u00a0merpati ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari Surga:\u201dInilah\u00a0anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.\u201d Demikianlah pada hari itu Yesus dilantik menjadi Putra Allah,\u00a0sebagai raja semesta alam. Dialah yang menyelamatkan kita. Ia\u00a0rendah hati, maka Ia membiarkan diri-Nya dibaptis oleh Yohanes\u00a0(Bdk. Lukas 3:21-22; Mateus 3: 13-17; Markus 1:9-11, Yohanes 1:32-34). Dalam Sakramen Babtis ada lima simbol yang harus\u00a0dipersiapkan. Simbol \u2013simbol tersebut adalah: 1. Air. Air baptis membersihkan orang dari dosa-dosanya. Orang\u00a0yang dibaptis dilahirkan kembali dalam hidup baru sebagai\u00a0anak-anak Allah. 2. Nama Baptis. Orang yang dibaptis akan menggunakan nama baptis. Nama\u00a0baptis diambil dari nama Santo dan Santa, misalnya Yohanes,\u00a0Bernadeta, Fransiskus, Lusia, Dominikus dan lain-lainnya. Oleh\u00a0karena itu, kita harus mengenal riwayat hidup Santo dan Santa\u00a0yang namanya kita ambil sebagai nama Baptis kita. Dengan menggunakan nama para Santo dan santa, kita diharapkan\u00a0meneladan sikap dan tindakannya. Kita dapat berdoa kepada\u00a0Allah dengan perantaraan Santo dan Santa pelindung kita. 3. Minyak Krisma, Minyak Krisma merupakan lambang Roh Kudus. Diurapi minyak\u00a0Krisma berarti dikuatkan oleh Roh Kudus. 4. Lilin bernyala, Dengan dibaptis kita telah menerima terang Kristus. Lilin\u00a0bernyala sebagai lambang semangat baru. Pemberian lilin\u00a0bernyala dimaksudkan agar semangat hidup baru itu dijaga\u00a0agar tetap hidup seperti terang lilin itu. 5. Kain Putih, Kain putih sebagai lambang hidup baru yang suci. Pemberian\u00a0kain putih ini dimaksudkan agar semangat hidup baru tetap\u00a0dijaga kesuciannya seperti kain putih yang tetap bersih. Rangkuman. \u2022 Dalam Gereja Katolik ada tujuh Sakramen yakni Baptis,\u00a0Krisma, Ekaristi, Tobat, Imamat, Perkawinan, dan\u00a0Peminyakan Suci. \u2022 Rahmat Sakramen Baptis: dibersihkan dan disucikan,\u00a0dipersatukan dengan Kristus, menjadi anggota Gereja. \u2022 Lambang atau simbol yang digunakan dalam sakramen\u00a0Baptis: air, lilin bernyala, minyak Krisma, kain putih,\u00a0dan nama baptis. \u2022 Tugas \u2013tugas orang yang sudah dibaptis: hidup\u00a0sebagai orang Katolik yang baik dan bersama Gereja\u00a0turut membangun masyarakat. \u00a0 \u00a0 \u00a0\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Female\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>GEREJA.<\/p>\n<p>A. Sakramen Baptis.<\/p>\n<p>Kisah Yesus dibaptis di sungai Yordan.<\/p>\n<p>Pada waktu itu Yesus berusia kira-kira tiga puluh tahun. Yosef\u00a0sudah meninggal. Yesus tinggal bersama ibu-Nya, di Nasaret.\u00a0Nasaret terkenal sebagai wilayah yang miskin dan tak berarti.<\/p>\n<p>Pada suatu hari Yesus meninggalkan Nasaret dan pergi\u00a0ke sungai Yordan tempat Yohanes pembaptis berkotbah dan\u00a0membaptis orang yang bertobat. Ketika Yesus datang , berkatalah\u00a0Yohanes, \u201cAkulah yang perlu Engkau baptis, mengapa justru<br \/>\nEngkau yang datang kepadaku?\u201d. Jawab Yesus, \u201cBiarlah hal itu\u00a0terjadi.\u201d Setelah itu Yesus turun ke sungai dan dibaptis. Pada saat\u00a0itu langit terbuka, dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung\u00a0merpati ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari Surga:\u201dInilah\u00a0anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.\u201d<\/p>\n<p>Demikianlah pada hari itu Yesus dilantik menjadi Putra Allah,\u00a0sebagai raja semesta alam. Dialah yang menyelamatkan kita. Ia\u00a0rendah hati, maka Ia membiarkan diri-Nya dibaptis oleh Yohanes\u00a0(Bdk. Lukas 3:21-22; Mateus 3: 13-17; Markus 1:9-11, Yohanes 1:32-34).<\/p>\n<p>Dalam Sakramen Babtis ada lima simbol yang harus\u00a0dipersiapkan.<\/p>\n<p>Simbol \u2013simbol tersebut adalah:<br \/>\n1. Air.<br \/>\nAir baptis membersihkan orang dari dosa-dosanya. Orang\u00a0yang dibaptis dilahirkan kembali dalam hidup baru sebagai\u00a0anak-anak Allah.<\/p>\n<p>2. Nama Baptis.<br \/>\nOrang yang dibaptis akan menggunakan nama baptis. Nama\u00a0baptis diambil dari nama Santo dan Santa, misalnya Yohanes,\u00a0Bernadeta, Fransiskus, Lusia, Dominikus dan lain-lainnya. Oleh\u00a0karena itu, kita harus mengenal riwayat hidup Santo dan Santa\u00a0yang namanya kita ambil sebagai nama Baptis kita. Dengan<br \/>\nmenggunakan nama para Santo dan santa, kita diharapkan\u00a0meneladan sikap dan tindakannya. Kita dapat berdoa kepada\u00a0Allah dengan perantaraan Santo dan Santa pelindung kita.<\/p>\n<p>3. Minyak Krisma,<br \/>\nMinyak Krisma merupakan lambang Roh Kudus. Diurapi minyak\u00a0Krisma berarti dikuatkan oleh Roh Kudus.<\/p>\n<p>4. Lilin bernyala,<br \/>\nDengan dibaptis kita telah menerima terang Kristus. Lilin\u00a0bernyala sebagai lambang semangat baru. Pemberian lilin\u00a0bernyala dimaksudkan agar semangat hidup baru itu dijaga\u00a0agar tetap hidup seperti terang lilin itu.<\/p>\n<p>5. Kain Putih,<br \/>\nKain putih sebagai lambang hidup baru yang suci. Pemberian\u00a0kain putih ini dimaksudkan agar semangat hidup baru tetap\u00a0dijaga kesuciannya seperti kain putih yang tetap bersih.<\/p>\n<p>Rangkuman.<\/p>\n<p>\u2022 Dalam Gereja Katolik ada tujuh Sakramen yakni Baptis,\u00a0Krisma, Ekaristi, Tobat, Imamat, Perkawinan, dan\u00a0Peminyakan Suci.<\/p>\n<p>\u2022 Rahmat Sakramen Baptis: dibersihkan dan disucikan,\u00a0dipersatukan dengan Kristus, menjadi anggota Gereja.<\/p>\n<p>\u2022 Lambang atau simbol yang digunakan dalam sakramen\u00a0Baptis: air, lilin bernyala, minyak Krisma, kain putih,\u00a0dan nama baptis.<\/p>\n<p>\u2022 Tugas \u2013tugas orang yang sudah dibaptis: hidup\u00a0sebagai orang Katolik yang baik dan bersama Gereja\u00a0turut membangun masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; GEREJA. A. Sakramen Baptis. Kisah Yesus dibaptis di sungai Yordan. Pada waktu itu Yesus berusia kira-kira tiga puluh tahun. Yosef\u00a0sudah meninggal. Yesus tinggal bersama ibu-Nya, di Nasaret.\u00a0Nasaret terkenal sebagai wilayah yang miskin dan tak berarti. Pada suatu hari Yesus meninggalkan Nasaret dan pergi\u00a0ke sungai Yordan tempat Yohanes pembaptis berkotbah dan\u00a0membaptis orang yang bertobat. Ketika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,24],"tags":[271,275,273,272,277,276,55,278,279,274],"class_list":["post-189","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd3","category-sd3-agama-katolik","tag-audiobook","tag-book","tag-buku","tag-bukusuara","tag-free","tag-gratis","tag-katolik","tag-pelajaran","tag-sekolah","tag-suara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":208,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189\/revisions\/208"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}