{"id":165,"date":"2016-03-07T07:45:03","date_gmt":"2016-03-07T00:45:03","guid":{"rendered":"http:\/\/akreditasi.web.id\/buku\/?p=165"},"modified":"2017-09-13T13:53:03","modified_gmt":"2017-09-13T06:53:03","slug":"sd3-tema6-1-temanku-sahabatku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd3-tema6-1-temanku-sahabatku\/","title":{"rendered":"SD3-Tema6.1-Temanku Sahabatku"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Judul : Sahabat. Senangnya memiliki sahabat. Kegiatan-kegiatan di sekolah\u00a0lebih ceria bersama sahabat di sekolah. Sahabat membuat\u00a0jalan-jalan dan bersepeda bersama lebih menyenangkan.\u00a0Sahabat membuat bermain lebih mengasyikan.\u00a0Belajar bersama sahabat membuat kita lebih semangat.\u00a0Dengan sahabat pena, kita saling mengirim surat. Sahabat\u00a0akan bersama kita dalam suka dan duka.\u00a0Sahabat adalah teman terbaik.\u00a0Apakah kamu memiliki sahabat?\u00a0Apa saja yang kamu lakukan bersama sahabatmu? Dayu memiliki sahabat pena. Sahabat pena\u00a0Dayu bernama Sindai. Sindai berasal dari pulau\u00a0Kalimantan. Hari ini Dayu menerima surat\u00a0dari Sindai. Dayu bersemangat ingin segera\u00a0membacanya. \u00a0Berikut isi surat Sindai. Pontianak, Minggu, 12 Oktober 2014 Yang tersayang Dayu, Jalan Puspa Indah No. 29 Jakarta Temanku, Apa kabarmu di sana? Saya harap kamu\u00a0 baik-baik saja. Saya ingin bercerita kepadamu. Kemarin, saya diajak ayah dan ibu ke pasar. Kami pergi naik bus. Bus yang kami tunggu pun tiba. Semua penumpang bersiap memasuki bus dengan tertib. Tiba-tiba, seorang lakilaki datang berlari. Dia memaksa masuk ke dalam bus. Seorang ibu terdorong hingga terjatuh karenanya. Kami semua menegur laki-laki itu. Ia menyesal dan meminta maaf. Ia pun\u00a0 kemudian ikut berbaris di bagian belakang. Makanya, kita harus membudayakan antri, ya Dayu. Agar ketertiban, kenyamanan, dan keamanan dapat terjaga. Salam hangat, Sindai Berikut isi balasan surat Sindai. Jakarta, Senin, 13 Oktober 2014 Yang tersayang Sindai Jalan Adisucipto No. 35 Pontianak Temanku Sindai, Keadaan saya baik-baik saja. Semoga kamu juga dalam keadaan baik. Saya sedih mendengar ceritamu. Laki-laki itu mungkin terburu-buru. Syukurlah dia menyesal dan meminta maaf. Semoga dia tidak mengulangi perbuatannya. Sindai, sekarang di Jakarta sudah pukul 21.00 malam. Sudah waktunya saya tidur. Saya biasa tidur pukul 21.00 dan bangun pagi pukul 05.00. Kamu biasa tidur pukul berapa? Sampai jumpa di surat selanjutnya. Salam hangat, Dayu SATUAN WAKTU. Seperti anak-anak lainnya,\u00a0Dayu tidur 8 jam pada\u00a0malam hari. Waktu tidur\u00a0Dayu sama dengan\u00a0sepertiga hari. Mari kita pelajari satuan-satuan waktu yang\u00a0berlaku di dunia! 1 abad : 100 tahun 1 dasawarsa : 10 tahun 1\u00a0 windu : 8 tahun 1 tahun : 12 bulan 1 bulan : 4 minggu 1 minggu : 7 hari 1 hari : 24 jam 1 jam : 60 menit 1 menit : 60 detik Hari Sabtu pukul 12.15, Pak Pos datang ke rumah\u00a0Dayu. Pak Pos mengantar surat dari Sindai. Kali ini,\u00a0Sindai menyisipkan foto dirinya bersama temanteman.\u00a0Sindai terlihat sedang bermain bersama\u00a0mereka. Di foto, Sindai dan teman-teman bermain petak jongkok. AYO MENGAMATI ! Pak Guru senang mengamati sikap siswa-siswinya\u00a0yang bersahabat. Terkadang, Pak Guru memperhatikan\u00a0mereka saat bermain dan belajar bersama, sambil tersenyum.\u00a0Hari ini Pak Guru mengirimkan sebuah surat untuk\u00a0Edo. Berikut isi surat Pak Guru. Depok, Sabtu, 15 November 2014 Muridku tersayang Edo Jalan Puspa Indah No.31 Jakarta Edo muridku, Bapak sungguh bahagia melihat sikapmu terhadap teman-teman. Kamu selalu berbuat baik kepada mereka. Bapak menyaksikan sendiri saat kamu menolong Udin. Saat itu Udin terluka karena terjatuh dari sepeda. Tanpa banyak bicara, kamu menolongnya. Memapahnya sampai ke rumah. Walaupun rumah kalian berbeda arah. Begitu pula saat Dayu sakit. Kamu datang ke rumahnya sepulang sekolah. Bapak sungguh bangga memiliki murid sepertimu. Tetaplah menyebarkan kasih sayang. Karena sesama manusia harus saling menyayangi. Gurumu, Pak Tono PENGAMATAN ! PANCASILA SILA KE-2. Edo bersahabat dengan Udin, Lani, Dayu, Siti, dan\u00a0Beni. Mereka saling menyayangi. Hal ini sesuai\u00a0dengan Pancasila sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Lihat Gambar di buku halaman 10. Apakah kamu punya sahabat? Bagaimana sikapmu terhadap sahabatmu? Bagaimana sikapnya terhadapmu? Apakah sikap-sikap yang kalian lakukan sesuai dengan Pancasila sila kedua? Ceritakan pengalamanmu! Edo, Dayu, Udin, Lani, Siti, dan Beni senang bermain\u00a0lomba lari. Dalam permainan ini, orang yang berhasil\u00a0mencapai garis akhir lebih dulu adalah pemenangnya.Permainan ini melatih daya tahan otot dan\u00a0kecepatan. Dalam berlari kita harus menjaga\u00a0keseimbangan tubuh agar tidak jatuh. PERSAMI (Perkemahan Sabtu Malam Minggu). Di sekolah Siti akan diadakan Persami. Persami\u00a0adalah singkatan dari Perkemahan Sabtu Minggu.\u00a0Hari Kamis Pak Guru mengumumkan acara ini\u00a0kepada anak-anak. Lani tidak masuk sekolah\u00a0karena sakit. Siti dan Lani adalah teman baik. Sabtu ini, sekolah mereka akan mengadakan Persami.Persami adalah singkatan dari Perkemahan Sabtu Minggu. Mereka akan menginap di kemah yang mereka buat di sekolah. Di malam hari, mereka akan berjalan-jalan dengan Penerangan obor. Para guru akan menyalakan api unggun. Mereka akan membaca Janji\u00a0 pramuka di depan para guru. Banyak siswa dari sekolah mereka akan mengikuti acara ini. Siti dan Lani selalu bersama. Siti berharap Lani segera sembuh. Akan berbeda rasanya jika salah satu dari mereka tidak hadir. Lebih menyenangkan jika mereka semua dapat mengikuti acara itu. Kegiatan Persami dilakukan selama 2 hari yaitu hari Sabtu dan Minggu. Pada kegiatan Persami, setiap siswa harus mengikuti jadwal yang sudah ditentukan. Berikut Jadwal Kegiatan Persami di hari Minggu : 04.30 wib Bangu Pagi. 04.00 - 05.00 wib Doa Pagi. 05.00 - 06.00 wib senam pagi. 06.00 - 06.30 wib Mandi Pagi. 06.30 - 07.30 Sarapan pagi. 07.30 - 10.00 wib KEgiatan Pramuka lainnya. 10.00 wib\u00a0 Sayonara, pulang. Dalam kegiatan Persami ada kegiatan pertunjukan\u00a0seni. Setiap kelompok mempersiapkan diri untuk\u00a0menampilkan kemampuan seni. Ada kelompok\u00a0yang menampilkan nyanyian, puisi, bermain alat\u00a0musik, dan lain-lain. Kelompok Dayu menampilkan\u00a0tari kreasi. Sekarang, secara berkelompok buatlah tarian\u00a0kreasimu berdasarkan gerakan api unggun.\u00a0Padukanlah gerakan kuat dan gerakan lemah\u00a0dalam tari kreasimu. PERMAINAN ! Saat jam istirahat, Siti, Edo, Udin, dan Dayu\u00a0serta teman-teman yang ke luar kelas. Mereka\u00a0menuju ke halaman sekolah untuk bermain galasin.\u00a0Pada saat mereka asyik bermain, datanglah Beni.\u00a0Beni duduk di pinggir lapangan, wajahnya murung.\u00a0Siti dan teman-teman yang lain melihat Beni.\u00a0Mereka berhenti\u00a0bermain dan\u00a0menghampiri Beni.\u00a0Mereka menanyakan\u00a0masalah Beni dan\u00a0menghiburnya. Mereka\u00a0mengajak Beni ikut\u00a0bermain galasin. Beni\u00a0pun ikut bermain\u00a0bersama dengan\u00a0teman-temannya. Jawablah pertanyaan berikut ini berdasarkan gambar! 1. Apa yang dilakukan Siti dan teman-temannya? 2. Di mana mereka bermain? 3. Siapa yang terlambat datang ke lapangan? 4. Apa yang ia lakukan setelah tiba di lapangan? 5. Apakah teman-temannya peduli padanya? BERCERITA ! Persahabatan Edo, Dayu, Siti, Udin, Beni, dan\u00a0Lani sangat erat. Mereka saling peduli dan saling\u00a0menyayangi. Saling peduli dan saling menyayangi\u00a0antar teman sesuai dengan sila kedua Pancasila.\u00a0 Mengapa kita harus peduli dan menyayangi sesama teman? Apakah manfaatnya jika kita saling menyayangi? Yuk, tuliskan pada tempat yang tersedia! Setelah Persami, Dayu mengirim surat lagi untuk\u00a0Sindai. Dayu menceritakan pengalamannya\u00a0mengikuti Persami. TEMPAT DAN TANGGAL SURAT ! Jakarta , Senin, 1 Desember 2014. Yang tersayang Sindai. (ALAMAT SURAT). Jalan Adisucipto No. 35. Pontianak. Temanku Sindai, Apa kabarmu? Hari Sabtu dan Minggu saya mengikuti kegiatan Persami di sekolah. Hampir seluruh siswa sekolah kami mengikuti acara ini. Kecuali Lani, temanku yang sedang sakit. Para peserta Persami tidur di kemah yang kami buat di halaman sekolah. Di malam hari, kami berjalan-jalan membawa obor. Para guru menyalakan api unggun. Kami membacakan janji pramuka. Apakah di sekolahmu juga diadakan Persami? Ceritakanlah pengalamanmu di surat berikutnya. Sampai jumpa. Dayu Galasin merupakan permainan kelompok. Kitadapat memainkan galasin bersama sahabat di\u00a0lapangan. Bermain galasin memerlukan kelincahantubuh. Kecepatan berlari dan menghindari lawan\u00a0menjadi penentu kemenangan. Strategi permainan\u00a0diperlukan untuk mengecoh lawan penjaga garis.\u00a0Semakin banyak sahabat ikut, permainan menjadi\u00a0lebih mengasyikkan. Tenggang Rasa \u00a0 Hari Minggu Edo, Udin, Beni, Siti, Lani, dan Dayu\u00a0berencana untuk belajar bersama. Mereka akan\u00a0belajar bersama di rumah Lani. Karena itu hari\u00a0Minggu, mereka harus mengatur waktu yang tepat\u00a0untuk bertemu. Lani, Edo, dan Beni harus pergi ke\u00a0gereja hari Minggu pagi. Dayu juga harus\u00a0beribadah di pura. Udin dan Siti tidak memiliki kegiatan apa-apa pagi itu. Namun, Udin dan Siti menghormati teman-temannya.\u00a0Mereka berjanji bertemu di rumah Lani pukul 13.00.\u00a0Setelah Udin dan Siti melaksanakan shalat Zuhur.\u00a0Beni, Edo, Lani, dan Dayu pun sudah kembali dari\u00a0gereja dan pura. \u00a0 Edo, Udin, Lani, Siti, Beni, dan Dayu selalu\u00a0memelihara sikap tenggang rasa. Mereka saling\u00a0menghormati teman-teman yang berbeda agama.\u00a0Perbedaan diantara mereka tidak pernah menjadi\u00a0masalah. Walau mereka berbeda agama, mereka tetap saling menyayangi. Perbedaan membuat\u00a0persahabatan mereka semakin indah. Perilaku\u00a0seperti ini mencerminkan Pancasila, terutama sila\u00a0kedua. \u00a0 Udin, Siti, Edo, Beni, dan Dayu tiba di rumah Lani\u00a0tepat pukul 13.00. Waktu berlalu begitu cepat dan\u00a0menyenangkan saat mereka belajar bersama. Tak\u00a0terasa, jam sudah menunjukkan pukul 16.00. Edo,\u00a0Beni, Siti, Dayu, dan Udin pamit untuk pulang ke\u00a0rumah masing-masing. Pukul 16.00 Beni pulang. \u00a0 Pukul 16.10 ia sampai di rumah. Edo pulang 10\u00a0menit setelah Beni. Ia tiba di rumah pukul 16.25.\u00a0Siti pulang 5 menit sebelum Beni dan tiba di rumah\u00a0pukul 16.15. Dayu pulang bersamaan dengan Beni,\u00a0ia tiba di rumah pukul 16.20. Sedangkan Udin\u00a0pulang 15 menit setelah Beni pulang, ia tiba di\u00a0rumahnya pukul 16.30. Subtema 2: Tumbuhan Sahabatku Selain bersahabat dengan sesama manusia,\u00a0kita juga dapat bersahabat dengan tumbuhan.\u00a0Bersahabat dengan tumbuhan adalah salah satu\u00a0bentuk syukur kita kepada Tuhan. \u00a0Tuhan menciptakan beragam jenis tumbuhan.\u00a0Setiap tumbuhan memiliki jenis dan manfaat berbeda. Manusia dan hewan merasakan\u00a0manfaat yang diberikan tumbuhan. Tumbuhan\u00a0menghasilkan oksigen untuk manusia dan hewan\u00a0untuk bernafas. Tumbuhan menjadi makanan\u00a0bagi berbagai jenis hewan. Tumbuhan pun dapat\u00a0menjadi tempat tinggal bagi hewan. Manusia\u00a0memanfaatkan tumbuhan untuk berbagai fungsi.\u00a0Bagi manusia, tumbuhan menjadi penghias,\u00a0sumber bahan makanan, dan bahan pembuat\u00a0rumah. Begitu besar manfaat tumbuhan bagi\u00a0lingkungan hidup. Mari kita rawat tumbuhtumbuhan\u00a0di sekitar kita.\u00a0Dapatkah kamu\u00a0bayangkan apa\u00a0yang terjadi jika\u00a0tidak ada lagi\u00a0tumbuhan di\u00a0sekitar kita?\u00a0Apa yang harus\u00a0kita lakukan\u00a0untuk menjaga\u00a0kelangsungan\u00a0hidup tumbuhan? Melati Melati adalah salah satu tanaman hias.Di Indonesia terdapat banyak jenis melati. Salah\u00a0satunya adalah melati putih. Bunga melati\u00a0putih menjadi simbol nasional. Bunga melati\u00a0putih dijuluki si Puspa Bangsa, karena melati\u00a0melambangkan kesucian dan kemurnian. Bunga\u00a0melati banyak ditanam sebagai penghias halaman.\u00a0Berkat baunya yang menyegarkan, melati sering\u00a0digunakan sebagai pengharum. Bunga melati juga\u00a0digunakan dalam tradisi suku-suku di Indonesia.\u00a0Berbagai suku menggunakan bunga melati dalam\u00a0pernikahan dan tarian. \u00a0 Siti sangat senang dengan bunga melati.\u00a0Siti membeli bibit bunga melati. Dia ingin\u00a0menanamnya di dalam pot. Siti ingin mencari tahu\u00a0bagaimana cara menanam yang benar. Siti pergi\u00a0ke perpustakaan sekolah. Di sana, dia menemukan\u00a0buku tentang cara menanam melati di dalam pot.\u00a0Berikut petunjuk perawatan melati yang Siti baca: Siapkan pecahan batu merah atau pecahan\u00a0genting. Susun di dasar pot. Campurkan pasir, tanah, dan pupuk kandang.\u00a0Masing-masing dengan bagian yang sama.\u00a0Isikan pada sepertiga bagian pot, di atas lapisan\u00a0pecahan batu merah atau genting. Masukkan bibit melati.\u00a0Sisakan media lama yang masih menempel.\u00a0Tujuannya agar tanaman dapat beradaptasi\u00a0dengan media baru. Tambahkan campuran pasir, tanah, dan pupuk\u00a0kandang.\u00a0Jangan isi pot sampai penuh.\u00a0Sisakan 2 cm dari bibir pot untuk\u00a0memudahkan penyiraman. Pastikan tanaman dapat berdiri kokoh. Siram tanaman dengan air secukupnya. Bersihkan bagian luar pot dari kotoran. Letakkan pot di tempat yang diinginkan. Pohon Beringin Di lapangan dekat rumah Edo, ada sebuah pohon\u00a0beringin. Pohon beringin itu tumbuh subur dan\u00a0rindang. Anak-anak senang bermain di sekitar\u00a0pohon itu. Udara di bawah pohon beringin sejuk\u00a0sekali. Pohon beringin adalah salah satu pohon\u00a0yang rindang daunnya. Pohon itu bisa bertahan\u00a0hidup sampai puluhan tahun.\u00a0Pohon beringin menahan erosi dari air hujan. Akar\u00a0pohon beringin juga menahan air di dalam tanah\u00a0sehingga cadangan air tanah bisa diperbanyak.\u00a0Warga sekitar dapat menggunakan airnya dalam\u00a0waktu lama. Daunnya yang rindang dapat mengolah karbondioksida\u00a0menjadi oksigen. Oksigen diperlukan\u00a0makhluk hidup untuk bernafas. Warga mendapat\u00a0banyak manfaat dari pohon beringin. Oleh karena\u00a0itu, semua warga ikut merawat pohon beringin.\u00a0Setiap minggu, warga bersama-sama membersihkan\u00a0lingkungan. Pohon beringin juga ikut dirawat dan\u00a0dibersihkan. Hal pertama yang dilakukan warga\u00a0adalah memangkas. Ranting-ranting kecil yang\u00a0tumbuh liar dipangkas. Warga juga membasmi\u00a0benalu pada pohon beringin. Benalu adalah tanaman\u00a0parasit yang tumbuh di dahan beringin. Benalu menumpang dan mengisap sari makanan pohon\u00a0beringin.\u00a0Setelah itu, warga membersihkan akar beringin dari\u00a0gangguan tanaman liar. Ilalang dan rerumputan\u00a0yang tumbuh di sekitar akar ikut dibersihkan.\u00a0Terakhir, warga membersihkan daun-daun kering\u00a0yang berjatuhan. \u00a0 \u00a0 \u00a0Beni sangat suka bermain kucing-kucingan. Beni\u00a0dan teman-teman bermain kucing-kucingan di\u00a0bawah pohon beringin. Beni, Siti, Edo, Lani, dan\u00a0Dayu membentuk lingkaran. Setelah diundi, Udin\u00a0yang menjadi perebut bola.\u00a0Teman-teman melempar bola menghindari Udin.\u00a0Udin berlari keluar masuk lingkaran merebut bola.\u00a0Teman teman menyanyikan sebuah lagu anak\u00a0sambil bertepuk tangan. Akhirnya, Udin berhasil\u00a0merebut bola dari Dayu. Dayu kemudian berjaga\u00a0menjadi perebut bola. \u00a0 Di dada Garuda Pancasila ada\u00a05 gambar yang melambangkan\u00a05 sila Pancasila. Kamu telah\u00a0mempelajari gambar bintang,\u00a0lambang sila pertama. Gambar\u00a0rantai, lambang sila kedua.\u00a0Gambar pohon beringin melambangkan sila ketiga.\u00a0Bunyi sila ketiga adalah Persatuan Indonesia.\u00a0Maknanya adalah, pohon beringin yang besar, kuat dan teduh dapat menaungi banyak orang. Seperti\u00a0Negara Indonesia yang dapat menaungi seluruh rakyatnya. Pohon beringin memiliki banyak sulur dan akar\u00a0yang menjalar ke mana-mana. Sulur dan akar\u00a0tersebut berasal dari pohon yang sama. Hal\u00a0ini mencerminkan keragaman suku bangsa di\u00a0Indonesia. Beragam suku namun tetap satu\u00a0bangsa, bangsa Indonesia. Apotek Hidup Dayu, Siti, dan Edo berkunjung ke rumah Pak\u00a0Buyung. Pak Buyung memiliki apotek hidup dirumahnya. Apotek hidup adalah tanam-tanaman\u00a0yang berkhasiat sebagai obat. Pak Buyung\u00a0menanam jahe, kunyit, temulawak, dan tanaman\u00a0berkhasiat lainnya.\u00a0Tanaman obat telah dipakai oleh nenek moyang\u00a0kita sejak dulu. Sekarang obat-obatan dari tanaman\u00a0dikembangkan kembali. Obat-obatan dari tanaman\u00a0tersebut dinamakan obat herbal. Obat herbal yang\u00a0banyak dijual dikemas secara modern. Tapi kita\u00a0bisa mendapatkannya dengan mudah dan murah.\u00a0Dengan menanam sendiri seperti Pak Buyung. \u00a0 Setelah melihat-lihat dan menggali informasi dari\u00a0Pak Buyung, Dayu, Siti, dan Edo pulang ke rumah\u00a0membawa tanaman pemberian Pak Buyung. Mereka\u00a0akan menanamnya dan bertekad menambah koleksi\u00a0tanaman obat. Mereka ingin mengambil manfaat\u00a0tanaman obat yang diciptakan Tuhan. Selesai bercakap-cakap, Edo, Siti, dan Dayu\u00a0memperhatikan Pak Buyung merawat tanaman.\u00a0Mereka sangat tertarik mempelajari cara merawat\u00a0tanaman obat. Tak terasa, hari sudah semakin\u00a0siang. Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua\u00a0belas.\u00a0Tadi kita tiba di\u00a0sini pukul 8 lewat\u00a045 menitTidak terasa, ini\u00a0pukul 11.30\u00a0Jadi, sudahlama kita di sini? \u00a0 Sabtu sore, Dayu mengajak teman-temannya\u00a0ke gedung kesenian. Gedung kesenian memiliki\u00a0taman yang indah. Selain pertunjukan tari dan\u00a0teater, pengunjung yang datang juga menikmati\u00a0taman itu. Udara di taman begitu sejuk karena\u00a0banyak pepohonan. Bunga-bunga yang diatur rapi\u00a0juga menyejukkan mata para pengunjung. Sebelum\u00a0masuk gedung, Dayu dan teman-teman berlamalama\u00a0menikmati taman. \u00a0 Hampir 30 menit Dayu dan kawan-kawan berada\u00a0di taman gedung kesenian. Kemudian mereka\u00a0membaca dua poster di depan pintu masuk. \u00a0Hutan Bakau, Si Sabuk Hijau Pelindung Pantai Kelas 3 berkunjung ke hutan bakau. Mereka akan\u00a0mempelajari perawatan dan pelestarian hutan\u00a0bakau. Orang-orang sering menyebut hutan bakau\u00a0sebagai sabuk hijau. Artinya, kawasan hijau yang\u00a0tumbuh di garis pantai.\u00a0Hutan bakau melindungi garis pantai dari\u00a0pengikisan. Hutan bakau juga meredam gelombang\u00a0besar termasuk tsunami. Diperlukan kerja sama\u00a0warga sekitar untuk menjaga pertumbuhan hutan\u00a0bakau.\u00a0Ada dua hal penting yang harus dilakukan\u00a0untuk merawat hutan bakau yaitu penyiangan\u00a0dan penyulaman. Penyiangan dilakukan untuk\u00a0membasmi hama. Adapun penyulaman adalah\u00a0penggantian pohon bakau yang mati.\u00a0Pohon yang mati diganti bibit atau pohon bakau\u00a0lain yang seumur. Tujuannya agar pohon-pohon\u00a0bakau dapat tumbuh secara seragam. Pohonpohon\u00a0bakau yang telah ditanam mesti dijaga\u00a0pertumbuhannya.\u00a0Kepiting kerap menggigit batang anak pohon bakau.\u00a0Pertumbuhan kepiting di sekitar hutan bakau mesti\u00a0dikendalikan. Paling tidak, hingga pohon-pohon\u00a0bakau berusia satu tahun.\u00a0Ombak dan binatang pemakan daun juga\u00a0terkadang merusak. Namun, manusialah yang\u00a0paling banyak menyebabkan kerusakan hutan\u00a0bakau. Bibit dan pohon bakau muda sering terinjak\u00a0oleh pencari ikan dan kepiting. Bermain Sabuk Hijau \u00a0Anak kelas tiga belajar tentang perawatan hutan\u00a0bakau. Mereka kini memiliki banyak pengetahuan\u00a0tentang hutan bakau. Hutan bakau tumbuh\u00a0melingkari garis pantai. Hutan bakau melindungi\u00a0daratan dari ombak ganas dan air laut pasang.\u00a0Seperti sabuk hijau yang melindungi pantai.\u00a0Mereka kini bermain sabuk hijau. Mereka membuat\u00a0dua kelompok, yaitu: kelompok laki-laki dan\u00a0kelompok perempuan. Alat yang dibutuhkan hanyalah seutas tali yang diikat melingkar.\u00a0Satu lingkar tali untuk satu kelompok. Cara bermainnya adalah: Masing-masing kelompok berdiri membentuk\u00a0lingkaran. Melambangkan hutan bakau yang\u00a0tumbuh melingkar melindungi pantai. Setiap anggota kelompok saling bergandengan\u00a0tangan. Lingkaran tali dikalungkan ke leher salah seorang\u00a0anggota di masing-masing kelompok. Guru memberikan aba-aba mulai. Masing-masing kelompok mulai menyanyikan\u00a0lagu yang telah disepakati sebelumnya. Seiring lagu yang dinyanyikan, lingkaran\u00a0tali harus melewati tubuh anggota pertama\u00a0dan dipindahkan ke anggota kedua, tanpa\u00a0melepaskan genggaman tangan. Kelompok yang dapat memindahkan tali hingga\u00a0anggota kelompok terakhir adalah kelompok\u00a0pemenangnya. Membuat dan Merawat Tanaman Gantung Siti dan Lani sedang mengamati tanam-tanaman\u00a0di sekolah. Lani : Siti, ayo kita membuat pot gantung!\u00a0Tanam-tanaman ini sepertinya butuh tempat\u00a0baru. Siti: Setuju, Lani. Kasihan tanaman-tanaman itu.\u00a0Potnya sudah tidak cukup. Lani: Tanam-tanaman itu dapat terganggu\u00a0pertumbuhannya. Siti: Mari kita segera buat pot gantung itu. Apa\u00a0saja yang dibutuhkan? Lani: Botol plastik bekas, pita perekat, gunting,\u00a0tanah, kayu pipih, tali, dan tanaman. Siti: Lalu, bagaimana cara membuatnya? Lani: Yang pertama, kita potong bagian bawah botol.\u00a0Kemudian, rekatkan pita perekat ke sekeliling\u00a0bagian yang dipotong. Siti: Baik. Setelah itu? Lani: Buat 4 lubang di bagian berperekat.\u00a0Masukkan tanaman ke dalam botol pelanpelan.\u00a0Rapikan dan sebar akar tanaman ke seluruh\u00a0bagian botol.\u00a0Kemudian masukkan tanah hingga tiga\u00a0perempat isi botol. Siti: Sejauh ini tidak sulit. Lanjutkan, Lani. Lani: Masukkan tali plastik ke dalam lubang.\u00a0Gantung menggunakan paku di dinding.\u00a0Tutup bagian yang terbuka dengan kayu pipih. Siti: Mari kita ajak teman-teman yang lain untuk\u00a0membuatnya. \u00a0 Pada hari Minggu pagi, Siti, Lani, Edo, Beni,\u00a0Udin, dan Dayu berkumpul di rumah Lani pukul\u00a008.00. Mereka akan membuat pot gantung untuk\u00a0tanam-tanaman mereka di sekolah. Pot lama\u00a0tanam-tanaman itu sudah tidak cukup lagi.\u00a0Agar pertumbuhan tanaman-tanaman mereka\u00a0tidak terganggu, Siti dan kawan-kawan akan\u00a0membuatkan pot gantung baru. Manfaat Bekerja Sama Saat membuat tanaman gantung, Lani dan kawankawan\u00a0menghabiskan waktu yang berbeda-beda.\u00a0Lani yang tercepat, ia selesai dalam waktu 30\u00a0menit. Namun, Dayu, Beni, dan Edo membutuhkan\u00a0waktu 2 jam.\u00a0Minggu ini, Lani dan kawan-kawan membuat pot\u00a0tanaman gantung lagi. Mereka akan menambah\u00a0tanaman gantung di halaman kelas. Atas saran\u00a0dari Pak Guru, mereka menyelesaikan setiap pot\u00a0gantung bersama-sama.\u00a0Di luar dugaan, mereka dapat menyelesaikan 1\u00a0pot dalam waktu 15 menit. Berkat kerja sama,\u00a0mereka menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.\u00a0Hari sebelumnya, Pak Guru menjelaskan manfaatmanfaat\u00a0bekerja sama, antara lain: 1. Kerja sama membuat pekerjaan selesai lebih cepat. 2. Kerja sama membuat pekerjaan terasa lebih ringan. 3. Kerja sama mempererat rasa persatuan dan\u00a0persaudaraan. Kata Pak Guru, bekerja sama sesuai dengan sila\u00a0ketiga Pancasila. Kerja sama dapat kita lakukan\u00a0dengan siapa saja. Syaratnya, kerja sama untuk\u00a0melakukan hal-hal yang baik dan demi kebaikan\u00a0bersama. \u00a0Edo sedang membaca koran. Ia membaca tentang\u00a0banjir. Banjir sedang melanda sebagian besar\u00a0daerah di Indonesia. Edo sangat prihatin dengan\u00a0keadaan ini. Di koran dikatakan, banyak penyebab\u00a0banjir di kota besar. Salah satunya adalah\u00a0berkurangnya tempat resapan air.\u00a0Daerah resapan air adalah daerah yang disediakan\u00a0untuk masuknya air. Di daerah resapan, air masuk\u00a0dari permukaan tanah ke dalam tanah. Fungsinya\u00a0adalah untuk menampung air hujan.\u00a0Daerah resapan air menjadi pengendali banjir\u00a0di musim hujan. Di musim kemarau, daerah\u00a0resapan bermanfaat mencegah kekeringan. Jika\u00a0daerah resapan terus dikurangi, banjir senantiasa\u00a0mengancam.\u00a0Semakin banyak tanaman\u00a0ditanam di daerah\u00a0resapan, semakin baik.\u00a0Akar tanaman menyerap\u00a0air ke dalam tanah. Ada\u00a0beberapa tanaman yang\u00a0menyerap air lebih banyak.\u00a0Diantaranya adalah\u00a0bambu, beringin, rambutan,\u00a0nangka, manggis, dan matoa. Tanam-tanaman\u00a0tersebut merupakan jenis pohon besar. Umumnya,\u00a0pohon-pohon itu tidak membutuhkan perawatan\u00a0khusus. Pohon-pohon itu juga dapat bertahan di\u00a0cuaca buruk. \u00a0 Posko Penanggulangan Bencana\u00a0Kampung Udin dan kawan-kawan tidak terkena\u00a0banjir. Namun, beberapa kampung di sekitarnya\u00a0dilanda banjir parah. Warga bergotong royong\u00a0mendirikan posko penanggulangan banjir. Posko ini\u00a0didirikan untuk menolong korban banjir. \u00a0 Banyak orang dewasa yang secara sukarela\u00a0membantu. Mereka disebut sukarelawan.\u00a0Sukarelawan bekerja atas rasa kemanusiaan.\u00a0Mereka tidak mengharapkan imbalan atau upah.\u00a0Para sukarelawan berbagi tugas. Ada yang bertugas\u00a0memasak makanan. Ada yang membersihkan\u00a0posko. Ada pula yang bertugas menjaga posko pada\u00a0malam hari.\u00a0Udin dan kawan-kawan juga ingin membantu di\u00a0Posko. Tugas mereka menjaga kebersihan posko.\u00a0Mereka juga menghibur korban anak-anak.\u00a0Udin dan kawan-kawan melaksanakan tugas\u00a0sepulang sekolah. Di posko, mereka dijuluki\u00a0sukarelawan cilik yang cekatan.\u00a0Perilaku Udin dan para suka relawan sesuai\u00a0dengan Pancasila. Terutama sila ketiga, Persatuan\u00a0Indonesia. Mereka bersatu membantu korban\u00a0bencana. Subtema 3: Sahabat Satwa Apakah kamu mempunyai hewan peliharaan?Pernahkah kamu bermain dengan hewan\u00a0peliharaanmu? Bagaimana perasaanmu saat\u00a0bermain dengan hewan peliharaanmu?\u00a0Hewan peliharaan yang dirawat dengan baik dapat\u00a0menjadi sahabat bagi manusia.\u00a0Tuhan menciptakan hewan agar dapat\u00a0dimanfaatkan oleh manusia.\u00a0Ada hewan yang dipelihara untuk digunakan\u00a0tenaganya. Ada juga yang diternakkan untuk diambil daging, kulit, telur, susu, dan tulangnya.\u00a0Hewan peliharaan harus dirawat dengan baik dan\u00a0benar serta penuh kasih sayang. Merawat hewan\u00a0peliharaan adalah salah satu upaya menjaga dan\u00a0melestarikan hewan.\u00a0Menjadi kewajiban kita semua untuk menjaga\u00a0dan melestarikan hewan. Sebagai ungkapan rasa\u00a0syukur kita kepada Tuhan. \u00a0 Petunjuk Merawat Seekor Kucing\u00a0Siti memiliki seekor kucing berbulu putih.\u00a0Siti menyediakan kandang untuk kucingnya.\u00a0Kucing Siti adalah sahabat yang baik.\u00a0Setiap pulang sekolah, kucing Siti selalu\u00a0menyambut Siti.\u00a0Kucing Siti selalu duduk di dekat kaki Siti ketika\u00a0makan atau nonton TV.\u00a0Siti merawat kucingnya dengan baik. Berikut langkah-langkah yang dilakukan Siti dalam\u00a0merawat kucingnya: Siti memberikan alas untuk kandang kucingnya. Setiap hari Siti membersihkan alas kandang\u00a0kucingnya. Setelah membersihkan alas, Siti membasuh\u00a0tangan dengan sabun agar kuman tidak\u00a0menempel di tangannya. Kucing Siti diberi makan tiga kali sehari. Makanan kucing disimpan di dalam wadah yang\u00a0berat. Siti memandikan kucingnya setiap dua minggu\u00a0sekali. Bulu kucing Siti disisir setiap sore agar rapi. Siti sesekali membersihkan dan memotong kuku\u00a0kucingnya agar bersih.\u00a0Setiap hari Siti selalu mengajak bermain kucingnya. Ayo Bernyanyi Kucingku Ciptaan Pak Kasur Kucingku belang tiga Sungguh manis rupanya Meong meong bunyinya Karena lapar perutnya Kucingku belang tiga Sungguh manis rupanya Meong meong bunyinya Karena lapar perutnya Kucingku belang tiga Sungguh manis rupanya Meong meong bunyinya Karena lapar perutnya Kucingku belang tiga Sungguh manis rupanya Meong meong bunyinya Karena lapar perutnya Meon meong bunyinya Karena lapar perutnya \u00a0Lani, Siti, Udin, Beni, dan Edo sedang berunding\u00a0untuk bersama-sama memelihara hewan\u00a0peliharaan. Mereka akhirnya setuju untuk\u00a0memelihara anak ayam.\u00a0Lani, Siti, Udin, dan Edo berencana memelihara\u00a0anak ayam.\u00a0Mereka mencari tahu bagaimana memelihara anak\u00a0ayam secara sederhana.\u00a0Petunjuk Merawat Anak Ayam\u00a0Secara Sederhana\u00a0Merawat anak ayam sangatlah mudah.\u00a0Setiap orang pasti bisa melakukannya.\u00a0Merawat anak ayam cukup tiga minggu saja.\u00a0Setelah tiga minggu, ayam sudah mulai besar dan\u00a0bisa kita panen. Inilah langkah-langkah merawat anak ayam: Jumlah anak ayam cukup lima\u00a0ekor saja. Buatkan kandang yang\u00a0terbuat dari kardus. Kandang bisa memakai\u00a0kardus dari bekas mie instan. Lalu alasnya diberi koran\u00a0bekas. Alas koran diganti setiap dua\u00a0hari sekali. Di atap kardus dipasanglampu lima watt. Mintalah bantuan orang\u00a0dewasa untuk memasang\u00a0lampu tersebut. Lampu menyala selama 24\u00a0jam selama tiga minggu. Lampu harus terus\u00a0dinyalakan agar ayam\u00a0merasa hangat. Tempatkan dalam kardus\u00a0tempat minum yang\u00a0digantung. Tempat minum tersebut harus\u00a0terjangkau oleh anak ayam. Ganti dan isi air setiap hari. Berikan makanan dari biji-biji\u00a0kecil, seperti beras atau pur. Berikan makanan dengan\u00a0cara ditabur di atas alas\u00a0Koran. Setiap hari periksa makanan\u00a0agar jangan sampai kosong. Simpan kandang kardus di belakang rumah\u00a0atau di dapur. \u00a0 Semua teman sekelas Siti sedang berkumpul di\u00a0lapangan sekolah. Mereka bersiap mengikuti\u00a0kegiatan olahraga. Pak guru merapikan barisan\u00a0siswa. Setelah semua siswa siap, pak guru\u00a0memimpin siswa untuk pemanasan dengan\u00a0mengajak mereka berlari dua putaran lapangan\u00a0sekolah. Setelah istirahat sebentar, pak guru\u00a0memimpin siswa melakukan peregangan. \u00a0 Pak guru meminta siswa untuk mengikuti\u00a0gerakannya. Gerakan pak guru diambil dari gerak\u00a0dasar hewan.\u00a0Ayo ikuti dan lakukan sesuai dengan kegiatan di\u00a0sekolah Siti. Tirukan secara berurutan dan bersama-sama\u00a0gerakan ayam merentangkan sayapnya. Tangan\u00a0kanan menyentuh jempol kaki kiri. Tangan kiri\u00a0menyentuh jempol kaki kanan. Tirukan goyang lumba-lumba dalam beberapa\u00a0hitungan. Gerakan menggoyangkan pinggul\u00a0dengan kedua tangan di pinggul. Tirukan gerakan kodok sedang melompat dengan\u00a0kedua tangan di pinggang seperti gerakan\u00a0jongkok lompat squad jump dalam beberapa\u00a0hitungan. Tirukan gerakan harimau menerkam dalam\u00a0beberapa hitungan. Gerakan melompat ke depan\u00a0dengan tangan ke depan seperti menerkam\u00a0Gerakan-gerakan tersebut harus dibimbing oleh\u00a0guru olahraga agar tidak mengalami cedera. Cara Sederhana Memelihara Kelinci\u00a0Kelinci adalah binatang peliharaan yang lucu.\u00a0Memelihara kelinci sangatlah mudah.\u00a0Beginilah cara merawat kelinci: Mulailah dengan kelinci yang berumur lebih\u00a0dua bulan. Kelinci dipelihara di dalam kandang. Kandang disesuaikan dengan besar badan\u00a0kelinci. Bahan kandang sebaiknya terbuat dari kayu. Kandang diberi alas jerami agar mudah\u00a0dibersihkan. Kandang dibersihkan setiap dua hari sekali. Cuci tangan dengan sabun setelah\u00a0membersihkan kandang. Jaga kandang agar tidak lembab atau basah Sediakan air dalam wadah yang kuat. Ganti air minum kelinci setiap hari. Makanan kelinci yang baik adalah rumput dan\u00a0wortel. Jangan membawa kelinci dalam perjalanan\u00a0jauh. Mandikan kelinci jika badannya kotor sekali. Pergunakan air hangat untuk memandikan \u00a0 \u00a0Guru di kelas Dayu, Siti, Udin, dan Edo sedang\u00a0memberikan proyek kepada siswa untuk\u00a0memelihara hewan peliharaan.\u00a0Mereka berdiskusi tentang cara merawat hewan ternak.\u00a0Hewan ternak apakah yang paling banyak\u00a0dipelihara di daerahmu? Siti, Udin, dan Lani sedang mengunjungi paman\u00a0Lani.\u00a0Paman Lani adalah seorang\u00a0peternak kambing.\u00a0Kambing paman Lani\u00a0gemuk dan sehat.\u00a0Siti, Udin, dan Lani\u00a0ingin mengetahui\u00a0bagaimana\u00a0cara paman\u00a0memelihara\u00a0kambing dengan\u00a0benar. Siti : Paman, mengapa paman beternak\u00a0kambing? Paman Lani : Beternak kambing itu menyenangkan\u00a0dan menguntungkan. Udin : Sulitkah memelihara dan merawat\u00a0kambing? Paman Lani : Memelihara hewan ternak apapun,\u00a0jika dilakukan dengan senang dan\u00a0bersungguh-sungguh, akan mudah\u00a0dan hasilnya baik. Lani : Bagaimana caranya Paman? Paman Lani : Yang pertama, pilihlah kambing\u00a0indukan yang sehat. Siti : Kambing indukan itu apa Paman? Paman Lani : Kambing indukan itu adalah kambing\u00a0yang akan melahirkan anak-anak\u00a0kambing. Siti : Ooh lalu setelah itu apalagi Paman? Paman Lani : Kambing dibuatkan kandang yang\u00a0sesuai dengan besar badannya.\u00a0Kandang kambing terbuat dari kayu\u00a0dan beralaskan bambu. Kambing\u00a0diberi makan 3 kali sekali. Kambing\u00a0itu suka makan daun-daunan, sisanya\u00a0di beri makanan konsentrat. Udin : Paman, mengapa alas kandangnya\u00a0terbuat dari bambu? Paman Lani : Kandang kambing beralaskan bambu\u00a0agar kotoran kambing jatuh ke tanah,\u00a0tidak menumpuk di kandang. Lani : Paman apakah konsentrat itu? Lalu\u00a0daun apa saja yang dimakan kambing? Paman Lani : Konsentrat itu adalah makanan\u00a0tambahan yang kaya akan protein untuk pertumbuhan kambing.\u00a0Konsentrat itu terbuat dari bungkil kelapa, bungkil kedelai, dedak, tepung\u00a0ikan ditambah vitamin dan mineral.\u00a0Daun yang bagus untuk kambing\u00a0adalah daun nangka, daun lamtoro,\u00a0daun gamal, dan rumput kayangan. Udin : Paman, kalau kambing mandi tidak? Paman Lani : Kambing tidak mandi tapi kita harus\u00a0tetap menjaga kebersihannya. \u00a0 Sekolah Nusantara akan mengikuti kegiatan\u00a0lingkungan di daerahnya.\u00a0Kegiatan tersebut adalah pelepasan ikan belida\u00a0yang sudah mulai langka.\u00a0Kegiatan pelepasan ikan belida akan diikuti oleh 15\u00a0sekolah.\u00a0Kegiatan pelepasan ikan belida akan dihadiri oleh\u00a0bapak camat.\u00a0Tidak semua siswa akan ikut dalam kegiatan\u00a0tersebut.\u00a0Siti, Dayu, Lani, Edo, dan Beni terpilih mewakili\u00a0sekolahnya untuk mengikuti musyawarah di\u00a0kelurahan.\u00a0Mereka akan bermusyawarah mengenai acara\u00a0kegiatan pelepasan ikan belida. \u00a0 Berdasarkan musyawarah tersebut, Siti, Dayu,\u00a0Edo, dan Beni terpilih menjadi duta lingkungan di\u00a0daerahnya.\u00a0Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil\u00a0yang dipercayai atau dipilih untuk melaksanakan\u00a0permusyawaratan dan tugas kelompok adalah\u00a0bentuk pengamalan sila keempat. Merawat Hewan di Kebun Binatang Semua orang pasti senang berkunjung ke kebun\u00a0binatang.\u00a0Setiap hari libur kebun binatang selalu penuh\u00a0pengunjung.\u00a0Kebun binatang adalah tempat hewan\u00a0dipelihara dalam lingkungan buatan. \u00a0 \u00a0Kebun binatang juga tempat hewan dipertunjukkan\u00a0kepada masyarakat.\u00a0Hampir di semua kota besar di dunia memiliki\u00a0kebun binatang.\u00a0Di kebun binatang, setiap hewan dijaga dan\u00a0dicintai.\u00a0Perawatan hewan dilakukan setiap hari.\u00a0Setiap hewan dirawat dengan sangat baik.\u00a0Setiap hari mereka diberi makan dan minum.\u00a0Hewan yang sakit diobati sampai sembuh.\u00a0Setiap jenis hewan memiliki kandangnya masingmasing.\u00a0Kandang hewan disesuaikan dengan tempat\u00a0hidupnya.\u00a0Kandang hewan dibersihkan setiap hari.\u00a0Hewan yang sangat kotor disiram air sampai\u00a0bersih.\u00a0Kotoran hewan dikumpulkan dan dibuang di\u00a0tempat khusus. Kotoran itu digunakan untuk pupuk\u00a0kandang. Hewan tunggangan seperti gajah, kuda dan unta\u00a0mendapatkan perhatian lebih.\u00a0Setiap pagi tubuhnya digosok hingga bersih.\u00a0Sebelum ditunggangi, hewan tersebut diberi makan\u00a0konsentrat.\u00a0Dengan mengunjungi kebun binatang, kita jadi\u00a0lebih sayang kepada hewan. Subtema 4 : Proyek Indahnya Persahabatan\u00a0Manusia perlu menikmati keindahan dan mensyukuri\u00a0semua ciptaan Tuhan.\u00a0Manusia membutuhkan keberadaan tumbuhan dan\u00a0hewan.\u00a0Keberadaan tumbuhan dan hewan perlu dijaga dan\u00a0dilestarikan.\u00a0Tumbuhan dan hewan yang terjaga keberadaannya akan\u00a0memberikan manfaat bagi manusia.\u00a0Musnahnya tumbuhan dan hewan akan memberikan\u00a0bencana bagi manusia.\u00a0Manusia harus bersahabat dengan semua ciptaan Tuhan.\u00a0Manusia yang sayang kepada ciptaan Tuhan hidupnya\u00a0akan bahagia.\u00a0Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga\u00a0keberadaan tumbuhan dan hewan. \u00a0 Akuarium adalah tempat buatan untuk hidup ikan\u00a0dan tumbuhan air.\u00a0Akuarium dapat digunakan untuk melestarikan\u00a0ikan dan tumbuhan air.\u00a0Banyak jenis dan bentuk akuarium.\u00a0Ada akuarium untuk ikan air tawar, dan juga untuk\u00a0ikan air laut.\u00a0Memiliki akuarium dapat membuat kita menikmati\u00a0dan mensyukuri ciptaan Tuhan. Bangga Memiliki Ikan dan Tumbuhan Air\u00a0Khas Indonesia\u00a0Dengan membuat proyek akuarium, siswa kelas\u00a03 mengetahui bahwa Indonesia memiliki banyak\u00a0jenis ikan dan tumbuhan air.\u00a0Ikan tersebut ada yang hidup di air tawar dan ada\u00a0yang hidup di air asin. Sebagian dari ikan-ikan tersebut hanya ada di\u00a0Indonesia.\u00a0Sebagian lagi merupakan penyebaran dari negara\u00a0lain. ikan dan tumbuhan air tersebut berasal dari negara\u00a0tropis. \u00a0 \u00a0Ikan dan tumbuhan air tersebar di seluruh\u00a0Indonesia.\u00a0Sekarang ini keberadaan ikan yang asli Indonesia\u00a0mulai terancam punah.\u00a0Keadaan lingkungan yang tercemar dan\u00a0pengambilan ikan secara berlebihan, menjadi\u00a0faktor berkurangnya keberadaan mereka.\u00a0Banyak dari generasi muda Indonesia yang tidak\u00a0mengenal ikan dan tumbuhan air asli Indonesia.\u00a0Kamu harus bangga dengan ikan dan tumbuhan air\u00a0yang berada di daerahmu sendiri.\u00a0Mari kita kenali ikan-ikan dan tumbuhan air yang\u00a0ada di daerah kita.\u00a0Kita bisa membuat keterangan atau identitas\u00a0mengenai ikan dan tumbuhan air yang berada di\u00a0daerah kita. \u00a0 \u00a0Kampanye Pelestarian Ikan dan Tumbuhan Air\u00a0Indonesia memiliki banyak beragam jenis hewan\u00a0dan tumbuhan.\u00a0Indonesia juga memiliki beragam jenis ikan dan\u00a0tumbuhan air yang khas.\u00a0Namun keberadaan ikan-ikan tersebut sekarang\u00a0sudah mulai terancam punah.\u00a0Hal ini terjadi salah satunya karena lingkungan\u00a0yang tercemar.\u00a0Siswa-siswa kelas III ingin membantu menjaga\u00a0kelestarian tersebut.\u00a0Mereka ingin menyelamatkan ikan-ikan tersebut\u00a0melalui kampanye lingkungan.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p>Judul : Sahabat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Senangnya memiliki sahabat. Kegiatan-kegiatan di sekolah\u00a0lebih ceria bersama sahabat di sekolah. Sahabat membuat\u00a0jalan-jalan dan bersepeda bersama lebih menyenangkan.\u00a0Sahabat membuat bermain lebih mengasyikan.\u00a0Belajar bersama sahabat membuat kita lebih semangat.\u00a0Dengan sahabat pena, kita saling mengirim surat. Sahabat\u00a0akan bersama kita dalam suka dan duka.\u00a0Sahabat adalah teman terbaik.\u00a0Apakah kamu memiliki sahabat?\u00a0Apa saja yang kamu lakukan bersama sahabatmu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dayu memiliki sahabat pena. Sahabat pena\u00a0Dayu bernama Sindai. Sindai berasal dari pulau\u00a0Kalimantan. Hari ini Dayu menerima surat\u00a0dari Sindai. Dayu bersemangat ingin segera\u00a0membacanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u00a0Berikut isi surat Sindai.<\/p>\n<blockquote><p>Pontianak, Minggu, 12 Oktober 2014<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Yang tersayang Dayu,<br \/>\nJalan Puspa Indah No. 29 Jakarta<br \/>\nTemanku,<br \/>\nApa kabarmu di sana? Saya harap kamu\u00a0 baik-baik saja. Saya<br \/>\ningin bercerita kepadamu.<br \/>\nKemarin, saya diajak ayah dan ibu ke pasar. Kami pergi naik bus. Bus yang kami tunggu pun tiba. Semua penumpang bersiap memasuki bus dengan tertib. Tiba-tiba, seorang lakilaki<br \/>\ndatang berlari. Dia memaksa masuk ke dalam bus.<br \/>\nSeorang ibu terdorong hingga terjatuh karenanya. Kami semua menegur laki-laki itu.<br \/>\nIa menyesal dan meminta maaf. Ia pun\u00a0 kemudian ikut berbaris di bagian belakang. Makanya, kita harus membudayakan<br \/>\nantri, ya Dayu. Agar ketertiban, kenyamanan, dan keamanan dapat terjaga.<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Salam hangat,<br \/>\nSindai<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut isi balasan surat Sindai.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Jakarta, Senin, 13 Oktober 2014<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang tersayang Sindai<br \/>\nJalan Adisucipto No. 35<br \/>\nPontianak<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Temanku Sindai,<br \/>\nKeadaan saya baik-baik saja. Semoga kamu juga dalam keadaan baik. Saya sedih mendengar ceritamu. Laki-laki itu mungkin terburu-buru. Syukurlah dia menyesal dan meminta maaf. Semoga dia tidak mengulangi perbuatannya.<br \/>\nSindai, sekarang di Jakarta sudah pukul 21.00 malam. Sudah waktunya saya tidur. Saya biasa tidur pukul 21.00 dan bangun pagi pukul 05.00. Kamu biasa tidur pukul berapa?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sampai jumpa di surat selanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salam hangat,<br \/>\nDayu<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">SATUAN WAKTU.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti anak-anak lainnya,\u00a0Dayu tidur 8 jam pada\u00a0malam hari. Waktu tidur\u00a0Dayu sama dengan\u00a0sepertiga hari.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Mari kita pelajari satuan-satuan waktu yang\u00a0berlaku di dunia!<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">1 abad : 100 tahun<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">1 dasawarsa : 10 tahun<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">1\u00a0 windu : 8 tahun<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">1 tahun : 12 bulan<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">1 bulan : 4 minggu<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">1 minggu : 7 hari<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">1 hari : 24 jam<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">1 jam : 60 menit<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">1 menit : 60 detik<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hari Sabtu pukul 12.15, Pak Pos datang ke rumah\u00a0Dayu. Pak Pos mengantar surat dari Sindai. Kali ini,\u00a0Sindai menyisipkan foto dirinya bersama temanteman.\u00a0Sindai terlihat sedang bermain bersama\u00a0mereka. Di foto, Sindai dan teman-teman bermain petak jongkok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">AYO MENGAMATI !<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pak Guru senang mengamati sikap siswa-siswinya\u00a0yang bersahabat. Terkadang, Pak Guru memperhatikan\u00a0mereka saat bermain dan belajar bersama, sambil tersenyum.\u00a0Hari ini Pak Guru mengirimkan sebuah surat untuk\u00a0Edo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut isi surat Pak Guru.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Depok, Sabtu, 15 November 2014<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Muridku tersayang Edo<br \/>\nJalan Puspa Indah No.31<br \/>\nJakarta<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Edo muridku,<br \/>\nBapak sungguh bahagia melihat sikapmu terhadap teman-teman.<br \/>\nKamu selalu berbuat baik kepada mereka. Bapak menyaksikan sendiri saat kamu menolong Udin. Saat itu Udin terluka karena terjatuh dari sepeda. Tanpa banyak bicara, kamu menolongnya. Memapahnya sampai ke rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Walaupun rumah kalian berbeda arah. Begitu pula saat Dayu sakit. Kamu datang ke rumahnya sepulang sekolah. Bapak sungguh bangga memiliki murid sepertimu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tetaplah menyebarkan kasih sayang. Karena sesama manusia harus saling menyayangi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gurumu,<br \/>\nPak Tono<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">PENGAMATAN ! PANCASILA SILA KE-2.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Edo bersahabat dengan Udin, Lani, Dayu, Siti, dan\u00a0Beni. Mereka saling menyayangi. Hal ini sesuai\u00a0dengan Pancasila sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lihat Gambar di buku halaman 10.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah kamu punya sahabat?<br \/>\nBagaimana sikapmu terhadap sahabatmu?<br \/>\nBagaimana sikapnya terhadapmu?<br \/>\nApakah sikap-sikap yang kalian lakukan sesuai dengan Pancasila sila kedua?<br \/>\nCeritakan pengalamanmu!<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Edo, Dayu, Udin, Lani, Siti, dan Beni senang bermain\u00a0lomba lari. Dalam permainan ini, orang yang berhasil\u00a0mencapai garis akhir lebih dulu adalah pemenangnya.Permainan ini melatih daya tahan otot dan\u00a0kecepatan. Dalam berlari kita harus menjaga\u00a0keseimbangan tubuh agar tidak jatuh.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">PERSAMI (Perkemahan Sabtu Malam Minggu).<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sekolah Siti akan diadakan Persami. Persami\u00a0adalah singkatan dari Perkemahan Sabtu Minggu.\u00a0Hari Kamis Pak Guru mengumumkan acara ini\u00a0kepada anak-anak. Lani tidak masuk sekolah\u00a0karena sakit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siti dan Lani adalah teman baik. Sabtu ini, sekolah mereka akan mengadakan Persami.Persami adalah singkatan dari Perkemahan Sabtu Minggu. Mereka akan <em><strong>menginap<\/strong><\/em> di kemah yang mereka buat di sekolah. Di malam hari, mereka akan berjalan-jalan dengan <strong>Penerangan<\/strong> obor.<br \/>\nPara guru akan menyalakan api unggun. Mereka akan membaca Janji\u00a0 pramuka di depan para guru.<br \/>\nBanyak siswa dari sekolah mereka akan mengikuti acara ini. Siti dan Lani selalu bersama.<br \/>\nSiti berharap Lani segera sembuh. Akan berbeda rasanya jika salah satu dari mereka tidak hadir. Lebih menyenangkan jika mereka semua dapat<br \/>\nmengikuti acara itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan Persami dilakukan selama 2 hari yaitu hari Sabtu dan Minggu. Pada kegiatan Persami, setiap siswa harus mengikuti jadwal yang sudah ditentukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut Jadwal Kegiatan Persami di hari Minggu :<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">04.30 wib Bangu Pagi.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">04.00 &#8211; 05.00 wib Doa Pagi.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">05.00 &#8211; 06.00 wib senam pagi.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">06.00 &#8211; 06.30 wib Mandi Pagi.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">06.30 &#8211; 07.30 Sarapan pagi.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">07.30 &#8211; 10.00 wib KEgiatan Pramuka lainnya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">10.00 wib\u00a0 Sayonara, pulang.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kegiatan Persami ada kegiatan pertunjukan\u00a0seni. Setiap kelompok mempersiapkan diri untuk\u00a0menampilkan kemampuan seni. Ada kelompok\u00a0yang menampilkan nyanyian, puisi, bermain alat\u00a0musik, dan lain-lain. Kelompok Dayu menampilkan\u00a0tari kreasi.<br \/>\nSekarang, secara berkelompok buatlah tarian\u00a0kreasimu berdasarkan gerakan api unggun.\u00a0Padukanlah gerakan kuat dan gerakan lemah\u00a0dalam tari kreasimu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<h3 style=\"text-align: justify;\">PERMAINAN !<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat jam istirahat, Siti, Edo, Udin, dan Dayu\u00a0serta teman-teman yang ke luar kelas. Mereka\u00a0menuju ke halaman sekolah untuk bermain galasin.\u00a0Pada saat mereka asyik bermain, datanglah Beni.\u00a0Beni duduk di pinggir lapangan, wajahnya murung.\u00a0Siti dan teman-teman yang lain melihat Beni.\u00a0Mereka berhenti\u00a0bermain dan\u00a0menghampiri Beni.\u00a0Mereka menanyakan\u00a0masalah Beni dan\u00a0menghiburnya. Mereka\u00a0mengajak Beni ikut\u00a0bermain galasin. Beni\u00a0pun ikut bermain\u00a0bersama dengan\u00a0teman-temannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jawablah pertanyaan berikut ini berdasarkan gambar!<br \/>\n1. Apa yang dilakukan Siti dan teman-temannya?<br \/>\n2. Di mana mereka bermain?<br \/>\n3. Siapa yang terlambat datang ke lapangan?<br \/>\n4. Apa yang ia lakukan setelah tiba di lapangan?<br \/>\n5. Apakah teman-temannya peduli padanya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">BERCERITA !<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Persahabatan Edo, Dayu, Siti, Udin, Beni, dan\u00a0Lani sangat erat. Mereka saling peduli dan saling\u00a0menyayangi. Saling peduli dan saling menyayangi\u00a0antar teman sesuai dengan sila kedua Pancasila.\u00a0 Mengapa kita harus peduli dan menyayangi sesama teman? Apakah manfaatnya jika kita saling menyayangi? Yuk, tuliskan pada tempat yang tersedia!<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Setelah Persami, Dayu mengirim surat lagi untuk\u00a0Sindai. Dayu menceritakan pengalamannya\u00a0mengikuti Persami.<\/p>\n<blockquote><p>TEMPAT DAN TANGGAL SURAT !<\/p>\n<p>Jakarta , Senin, 1 Desember 2014.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang tersayang Sindai. (ALAMAT SURAT).<br \/>\nJalan Adisucipto No. 35.<br \/>\nPontianak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTemanku Sindai,<br \/>\nApa kabarmu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nHari Sabtu dan Minggu saya mengikuti kegiatan Persami di sekolah. Hampir seluruh siswa sekolah kami mengikuti acara ini. Kecuali Lani, temanku yang sedang sakit. Para peserta Persami tidur di kemah yang kami buat di halaman sekolah.<br \/>\nDi malam hari, kami berjalan-jalan membawa obor. Para guru menyalakan api unggun. Kami membacakan janji pramuka.<br \/>\nApakah di sekolahmu juga diadakan Persami?<br \/>\nCeritakanlah pengalamanmu di surat berikutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSampai jumpa.<br \/>\nDayu<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Galasin merupakan permainan kelompok. Kitadapat memainkan galasin bersama sahabat di\u00a0lapangan. Bermain galasin memerlukan kelincahantubuh. Kecepatan berlari dan menghindari lawan\u00a0menjadi penentu kemenangan. Strategi permainan\u00a0diperlukan untuk mengecoh lawan penjaga garis.\u00a0Semakin banyak sahabat ikut, permainan menjadi\u00a0lebih mengasyikkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tenggang Rasa<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 Hari Minggu Edo, Udin, Beni, Siti, Lani, dan Dayu\u00a0berencana untuk belajar bersama. Mereka akan\u00a0belajar bersama di rumah Lani. Karena itu hari\u00a0Minggu, mereka harus mengatur waktu yang tepat\u00a0untuk bertemu. Lani, Edo, dan Beni harus pergi ke\u00a0gereja hari Minggu pagi. Dayu juga harus\u00a0beribadah di pura. Udin dan Siti tidak memiliki<br \/>\nkegiatan apa-apa pagi itu. Namun, Udin dan Siti menghormati teman-temannya.\u00a0Mereka berjanji bertemu di rumah Lani pukul 13.00.\u00a0Setelah Udin dan Siti melaksanakan shalat Zuhur.\u00a0Beni, Edo, Lani, dan Dayu pun sudah kembali dari\u00a0gereja dan pura.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 Edo, Udin, Lani, Siti, Beni, dan Dayu selalu\u00a0memelihara sikap tenggang rasa. Mereka saling\u00a0menghormati teman-teman yang berbeda agama.\u00a0Perbedaan diantara mereka tidak pernah menjadi\u00a0masalah. Walau mereka berbeda agama, mereka tetap saling menyayangi. Perbedaan membuat\u00a0persahabatan mereka semakin indah. Perilaku\u00a0seperti ini mencerminkan Pancasila, terutama sila\u00a0kedua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 Udin, Siti, Edo, Beni, dan Dayu tiba di rumah Lani\u00a0tepat pukul 13.00. Waktu berlalu begitu cepat dan\u00a0menyenangkan saat mereka belajar bersama. Tak\u00a0terasa, jam sudah menunjukkan pukul 16.00. Edo,\u00a0Beni, Siti, Dayu, dan Udin pamit untuk pulang ke\u00a0rumah masing-masing. Pukul 16.00 Beni pulang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 Pukul 16.10 ia sampai di rumah. Edo pulang 10\u00a0menit setelah Beni. Ia tiba di rumah pukul 16.25.\u00a0Siti pulang 5 menit sebelum Beni dan tiba di rumah\u00a0pukul 16.15. Dayu pulang bersamaan dengan Beni,\u00a0ia tiba di rumah pukul 16.20. Sedangkan Udin\u00a0pulang 15 menit setelah Beni pulang, ia tiba di\u00a0rumahnya pukul 16.30.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Subtema 2:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tumbuhan Sahabatku<br \/>\nSelain bersahabat dengan sesama manusia,\u00a0kita juga dapat bersahabat dengan tumbuhan.\u00a0Bersahabat dengan tumbuhan adalah salah satu\u00a0bentuk syukur kita kepada Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0Tuhan menciptakan beragam jenis tumbuhan.\u00a0Setiap tumbuhan memiliki jenis dan manfaat berbeda. Manusia dan hewan merasakan\u00a0manfaat yang diberikan tumbuhan. Tumbuhan\u00a0menghasilkan oksigen untuk manusia dan hewan\u00a0untuk bernafas. Tumbuhan menjadi makanan\u00a0bagi berbagai jenis hewan. Tumbuhan pun dapat\u00a0menjadi tempat tinggal bagi hewan. Manusia\u00a0memanfaatkan tumbuhan untuk berbagai fungsi.\u00a0Bagi manusia, tumbuhan menjadi penghias,\u00a0sumber bahan makanan, dan bahan pembuat\u00a0rumah. Begitu besar manfaat tumbuhan bagi\u00a0lingkungan hidup. Mari kita rawat tumbuhtumbuhan\u00a0di sekitar kita.\u00a0Dapatkah kamu\u00a0bayangkan apa\u00a0yang terjadi jika\u00a0tidak ada lagi\u00a0tumbuhan di\u00a0sekitar kita?\u00a0Apa yang harus\u00a0kita lakukan\u00a0untuk menjaga\u00a0kelangsungan\u00a0hidup tumbuhan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melati<br \/>\nMelati adalah salah satu tanaman hias.Di Indonesia terdapat banyak jenis melati. Salah\u00a0satunya adalah melati putih. Bunga melati\u00a0putih menjadi simbol nasional. Bunga melati\u00a0putih dijuluki si Puspa Bangsa, karena melati\u00a0melambangkan kesucian dan kemurnian. Bunga\u00a0melati banyak ditanam sebagai penghias halaman.\u00a0Berkat baunya yang menyegarkan, melati sering\u00a0digunakan sebagai pengharum. Bunga melati juga\u00a0digunakan dalam tradisi suku-suku di Indonesia.\u00a0Berbagai suku menggunakan bunga melati dalam\u00a0pernikahan dan tarian.<\/p>\n<p>\u00a0 Siti sangat senang dengan bunga melati.\u00a0Siti membeli bibit bunga melati. Dia ingin\u00a0menanamnya di dalam pot. Siti ingin mencari tahu\u00a0bagaimana cara menanam yang benar. Siti pergi\u00a0ke perpustakaan sekolah. Di sana, dia menemukan\u00a0buku tentang cara menanam melati di dalam pot.\u00a0Berikut petunjuk perawatan melati yang Siti baca:<\/p>\n<ol>\n<li>Siapkan pecahan batu merah atau pecahan\u00a0genting. Susun di dasar pot.<\/li>\n<li>Campurkan pasir, tanah, dan pupuk kandang.\u00a0Masing-masing dengan bagian yang sama.\u00a0Isikan pada sepertiga bagian pot, di atas lapisan\u00a0pecahan batu merah atau genting.<\/li>\n<li>Masukkan bibit melati.\u00a0Sisakan media lama yang masih menempel.\u00a0Tujuannya agar tanaman dapat beradaptasi\u00a0dengan media baru.<\/li>\n<li>Tambahkan campuran pasir, tanah, dan pupuk\u00a0kandang.\u00a0Jangan isi pot sampai penuh.\u00a0Sisakan 2 cm dari bibir pot untuk\u00a0memudahkan penyiraman.<\/li>\n<li>Pastikan tanaman dapat berdiri kokoh.<\/li>\n<li>Siram tanaman dengan air secukupnya.<\/li>\n<li>Bersihkan bagian luar pot dari kotoran.<\/li>\n<li>Letakkan pot di tempat yang diinginkan.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pohon Beringin<br \/>\nDi lapangan dekat rumah Edo, ada sebuah pohon\u00a0beringin. Pohon beringin itu tumbuh subur dan\u00a0rindang. Anak-anak senang bermain di sekitar\u00a0pohon itu. Udara di bawah pohon beringin sejuk\u00a0sekali. Pohon beringin adalah salah satu pohon\u00a0yang rindang daunnya. Pohon itu bisa bertahan\u00a0hidup sampai puluhan tahun.\u00a0Pohon beringin menahan erosi dari air hujan. Akar\u00a0pohon beringin juga menahan air di dalam tanah\u00a0sehingga cadangan air tanah bisa diperbanyak.\u00a0Warga sekitar dapat menggunakan airnya dalam\u00a0waktu lama.<br \/>\nDaunnya yang rindang dapat mengolah karbondioksida\u00a0menjadi oksigen. Oksigen diperlukan\u00a0makhluk hidup untuk bernafas. Warga mendapat\u00a0banyak manfaat dari pohon beringin. Oleh karena\u00a0itu, semua warga ikut merawat pohon beringin.\u00a0Setiap minggu, warga bersama-sama membersihkan\u00a0lingkungan. Pohon beringin juga ikut dirawat dan\u00a0dibersihkan. Hal pertama yang dilakukan warga\u00a0adalah memangkas. Ranting-ranting kecil yang\u00a0tumbuh liar dipangkas. Warga juga membasmi\u00a0benalu pada pohon beringin. Benalu adalah tanaman\u00a0parasit yang tumbuh di dahan beringin. Benalu<br \/>\nmenumpang dan mengisap sari makanan pohon\u00a0beringin.\u00a0Setelah itu, warga membersihkan akar beringin dari\u00a0gangguan tanaman liar. Ilalang dan rerumputan\u00a0yang tumbuh di sekitar akar ikut dibersihkan.\u00a0Terakhir, warga membersihkan daun-daun kering\u00a0yang berjatuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0Beni sangat suka bermain kucing-kucingan. Beni\u00a0dan teman-teman bermain kucing-kucingan di\u00a0bawah pohon beringin. Beni, Siti, Edo, Lani, dan\u00a0Dayu membentuk lingkaran. Setelah diundi, Udin\u00a0yang menjadi perebut bola.\u00a0Teman-teman melempar bola menghindari Udin.\u00a0Udin berlari keluar masuk lingkaran merebut bola.\u00a0Teman teman menyanyikan sebuah lagu anak\u00a0sambil bertepuk tangan. Akhirnya, Udin berhasil\u00a0merebut bola dari Dayu. Dayu kemudian berjaga\u00a0menjadi perebut bola.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 Di dada Garuda Pancasila ada\u00a05 gambar yang melambangkan\u00a05 sila Pancasila. Kamu telah\u00a0mempelajari gambar bintang,\u00a0lambang sila pertama. Gambar\u00a0rantai, lambang sila kedua.\u00a0Gambar pohon beringin melambangkan sila ketiga.\u00a0Bunyi sila ketiga adalah Persatuan Indonesia.\u00a0Maknanya adalah, pohon beringin yang besar, kuat<br \/>\ndan teduh dapat menaungi banyak orang. Seperti\u00a0Negara Indonesia yang dapat menaungi seluruh rakyatnya.<br \/>\nPohon beringin memiliki banyak sulur dan akar\u00a0yang menjalar ke mana-mana. Sulur dan akar\u00a0tersebut berasal dari pohon yang sama. Hal\u00a0ini mencerminkan keragaman suku bangsa di\u00a0Indonesia. Beragam suku namun tetap satu\u00a0bangsa, bangsa Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apotek Hidup<br \/>\nDayu, Siti, dan Edo berkunjung ke rumah Pak\u00a0Buyung. Pak Buyung memiliki apotek hidup dirumahnya. Apotek hidup adalah tanam-tanaman\u00a0yang berkhasiat sebagai obat. Pak Buyung\u00a0menanam jahe, kunyit, temulawak, dan tanaman\u00a0berkhasiat lainnya.\u00a0Tanaman obat telah dipakai oleh nenek moyang\u00a0kita sejak dulu. Sekarang obat-obatan dari tanaman\u00a0dikembangkan kembali. Obat-obatan dari tanaman\u00a0tersebut dinamakan obat herbal. Obat herbal yang\u00a0banyak dijual dikemas secara modern. Tapi kita\u00a0bisa mendapatkannya dengan mudah dan murah.\u00a0Dengan menanam sendiri seperti Pak Buyung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 Setelah melihat-lihat dan menggali informasi dari\u00a0Pak Buyung, Dayu, Siti, dan Edo pulang ke rumah\u00a0membawa tanaman pemberian Pak Buyung. Mereka\u00a0akan menanamnya dan bertekad menambah koleksi\u00a0tanaman obat. Mereka ingin mengambil manfaat\u00a0tanaman obat yang diciptakan Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selesai bercakap-cakap, Edo, Siti, dan Dayu\u00a0memperhatikan Pak Buyung merawat tanaman.\u00a0Mereka sangat tertarik mempelajari cara merawat\u00a0tanaman obat. Tak terasa, hari sudah semakin\u00a0siang. Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua\u00a0belas.\u00a0Tadi kita tiba di\u00a0sini pukul 8 lewat\u00a045 menitTidak terasa, ini\u00a0pukul 11.30\u00a0Jadi, sudahlama kita<br \/>\ndi sini?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 Sabtu sore, Dayu mengajak teman-temannya\u00a0ke gedung kesenian. Gedung kesenian memiliki\u00a0taman yang indah. Selain pertunjukan tari dan\u00a0teater, pengunjung yang datang juga menikmati\u00a0taman itu. Udara di taman begitu sejuk karena\u00a0banyak pepohonan. Bunga-bunga yang diatur rapi\u00a0juga menyejukkan mata para pengunjung. Sebelum\u00a0masuk gedung, Dayu dan teman-teman berlamalama\u00a0menikmati taman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 Hampir 30 menit Dayu dan kawan-kawan berada\u00a0di taman gedung kesenian. Kemudian mereka\u00a0membaca dua poster di depan pintu masuk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0Hutan Bakau, Si Sabuk Hijau Pelindung Pantai<br \/>\nKelas 3 berkunjung ke hutan bakau. Mereka akan\u00a0mempelajari perawatan dan pelestarian hutan\u00a0bakau. Orang-orang sering menyebut hutan bakau\u00a0sebagai sabuk hijau. Artinya, kawasan hijau yang\u00a0tumbuh di garis pantai.\u00a0Hutan bakau melindungi garis pantai dari\u00a0pengikisan. Hutan bakau juga meredam gelombang\u00a0besar termasuk tsunami. Diperlukan kerja sama\u00a0warga sekitar untuk menjaga pertumbuhan hutan\u00a0bakau.\u00a0Ada dua hal penting yang harus dilakukan\u00a0untuk merawat hutan bakau yaitu penyiangan\u00a0dan penyulaman. Penyiangan dilakukan untuk\u00a0membasmi hama. Adapun penyulaman adalah\u00a0penggantian pohon bakau yang mati.\u00a0Pohon yang mati diganti bibit atau pohon bakau\u00a0lain yang seumur. Tujuannya agar pohon-pohon\u00a0bakau dapat tumbuh secara seragam. Pohonpohon\u00a0bakau yang telah ditanam mesti dijaga\u00a0pertumbuhannya.\u00a0Kepiting kerap menggigit batang anak pohon bakau.\u00a0Pertumbuhan kepiting di sekitar hutan bakau mesti\u00a0dikendalikan. Paling tidak, hingga pohon-pohon\u00a0bakau berusia satu tahun.\u00a0Ombak dan binatang pemakan daun juga\u00a0terkadang merusak. Namun, manusialah yang\u00a0paling banyak menyebabkan kerusakan hutan\u00a0bakau. Bibit dan pohon bakau muda sering terinjak\u00a0oleh pencari ikan dan kepiting.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bermain Sabuk Hijau<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0Anak kelas tiga belajar tentang perawatan hutan\u00a0bakau. Mereka kini memiliki banyak pengetahuan\u00a0tentang hutan bakau. Hutan bakau tumbuh\u00a0melingkari garis pantai. Hutan bakau melindungi\u00a0daratan dari ombak ganas dan air laut pasang.\u00a0Seperti sabuk hijau yang melindungi pantai.\u00a0Mereka kini bermain sabuk hijau. Mereka membuat\u00a0dua kelompok, yaitu: kelompok laki-laki dan\u00a0kelompok perempuan. Alat yang dibutuhkan<br \/>\nhanyalah seutas tali yang diikat melingkar.\u00a0Satu lingkar tali untuk satu kelompok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara bermainnya adalah:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">Masing-masing kelompok berdiri membentuk\u00a0lingkaran. Melambangkan hutan bakau yang\u00a0tumbuh melingkar melindungi pantai.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Setiap anggota kelompok saling bergandengan\u00a0tangan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Lingkaran tali dikalungkan ke leher salah seorang\u00a0anggota di masing-masing kelompok.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Guru memberikan aba-aba mulai.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Masing-masing kelompok mulai menyanyikan\u00a0lagu yang telah disepakati sebelumnya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Seiring lagu yang dinyanyikan, lingkaran\u00a0tali harus melewati tubuh anggota pertama\u00a0dan dipindahkan ke anggota kedua, tanpa\u00a0melepaskan genggaman tangan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Kelompok yang dapat memindahkan tali hingga\u00a0anggota kelompok terakhir adalah kelompok\u00a0pemenangnya.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Membuat dan Merawat Tanaman Gantung<br \/>\nSiti dan Lani sedang mengamati tanam-tanaman\u00a0di sekolah.<\/p>\n<p>Lani : Siti, ayo kita membuat pot gantung!\u00a0Tanam-tanaman ini sepertinya butuh tempat\u00a0baru.<br \/>\nSiti: Setuju, Lani. Kasihan tanaman-tanaman itu.\u00a0Potnya sudah tidak cukup.<br \/>\nLani: Tanam-tanaman itu dapat terganggu\u00a0pertumbuhannya.<br \/>\nSiti: Mari kita segera buat pot gantung itu. Apa\u00a0saja yang dibutuhkan?<br \/>\nLani: Botol plastik bekas, pita perekat, gunting,\u00a0tanah, kayu pipih, tali, dan tanaman.<br \/>\nSiti: Lalu, bagaimana cara membuatnya?<br \/>\nLani: Yang pertama, kita potong bagian bawah botol.\u00a0Kemudian, rekatkan pita perekat ke sekeliling\u00a0bagian yang dipotong.<br \/>\nSiti: Baik. Setelah itu?<br \/>\nLani: Buat 4 lubang di bagian berperekat.\u00a0Masukkan tanaman ke dalam botol pelanpelan.\u00a0Rapikan dan sebar akar tanaman ke seluruh\u00a0bagian botol.\u00a0Kemudian masukkan tanah hingga tiga\u00a0perempat isi botol.<br \/>\nSiti: Sejauh ini tidak sulit. Lanjutkan, Lani.<br \/>\nLani: Masukkan tali plastik ke dalam lubang.\u00a0Gantung menggunakan paku di dinding.\u00a0Tutup bagian yang terbuka dengan kayu pipih.<br \/>\nSiti: Mari kita ajak teman-teman yang lain untuk\u00a0membuatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 Pada hari Minggu pagi, Siti, Lani, Edo, Beni,\u00a0Udin, dan Dayu berkumpul di rumah Lani pukul\u00a008.00. Mereka akan membuat pot gantung untuk\u00a0tanam-tanaman mereka di sekolah. Pot lama\u00a0tanam-tanaman itu sudah tidak cukup lagi.\u00a0Agar pertumbuhan tanaman-tanaman mereka\u00a0tidak terganggu, Siti dan kawan-kawan akan\u00a0membuatkan pot gantung baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Manfaat Bekerja Sama<br \/>\nSaat membuat tanaman gantung, Lani dan kawankawan\u00a0menghabiskan waktu yang berbeda-beda.\u00a0Lani yang tercepat, ia selesai dalam waktu 30\u00a0menit. Namun, Dayu, Beni, dan Edo membutuhkan\u00a0waktu 2 jam.\u00a0Minggu ini, Lani dan kawan-kawan membuat pot\u00a0tanaman gantung lagi. Mereka akan menambah\u00a0tanaman gantung di halaman kelas. Atas saran\u00a0dari Pak Guru, mereka menyelesaikan setiap pot\u00a0gantung bersama-sama.\u00a0Di luar dugaan, mereka dapat menyelesaikan 1\u00a0pot dalam waktu 15 menit. Berkat kerja sama,\u00a0mereka menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.\u00a0Hari sebelumnya, Pak Guru menjelaskan manfaatmanfaat\u00a0bekerja sama, antara lain:<br \/>\n1. Kerja sama membuat pekerjaan selesai lebih cepat.<br \/>\n2. Kerja sama membuat pekerjaan terasa lebih ringan.<br \/>\n3. Kerja sama mempererat rasa persatuan dan\u00a0persaudaraan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kata Pak Guru, bekerja sama sesuai dengan sila\u00a0ketiga Pancasila. Kerja sama dapat kita lakukan\u00a0dengan siapa saja. Syaratnya, kerja sama untuk\u00a0melakukan hal-hal yang baik dan demi kebaikan\u00a0bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0Edo sedang membaca koran. Ia membaca tentang\u00a0banjir. Banjir sedang melanda sebagian besar\u00a0daerah di Indonesia. Edo sangat prihatin dengan\u00a0keadaan ini. Di koran dikatakan, banyak penyebab\u00a0banjir di kota besar. Salah satunya adalah\u00a0berkurangnya tempat resapan air.\u00a0Daerah resapan air adalah daerah yang disediakan\u00a0untuk masuknya air. Di daerah resapan, air masuk\u00a0dari permukaan tanah ke dalam tanah. Fungsinya\u00a0adalah untuk menampung air hujan.\u00a0Daerah resapan air menjadi pengendali banjir\u00a0di musim hujan. Di musim kemarau, daerah\u00a0resapan bermanfaat mencegah kekeringan. Jika\u00a0daerah resapan terus dikurangi, banjir senantiasa\u00a0mengancam.\u00a0Semakin banyak tanaman\u00a0ditanam di daerah\u00a0resapan, semakin baik.\u00a0Akar tanaman menyerap\u00a0air ke dalam tanah. Ada\u00a0beberapa tanaman yang\u00a0menyerap air lebih banyak.\u00a0Diantaranya adalah\u00a0bambu, beringin, rambutan,\u00a0nangka, manggis, dan matoa. Tanam-tanaman\u00a0tersebut merupakan jenis pohon besar. Umumnya,\u00a0pohon-pohon itu tidak membutuhkan perawatan\u00a0khusus. Pohon-pohon itu juga dapat bertahan di\u00a0cuaca buruk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 Posko Penanggulangan Bencana\u00a0Kampung Udin dan kawan-kawan tidak terkena\u00a0banjir. Namun, beberapa kampung di sekitarnya\u00a0dilanda banjir parah. Warga bergotong royong\u00a0mendirikan posko penanggulangan banjir. Posko ini\u00a0didirikan untuk menolong korban banjir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 Banyak orang dewasa yang secara sukarela\u00a0membantu. Mereka disebut sukarelawan.\u00a0Sukarelawan bekerja atas rasa kemanusiaan.\u00a0Mereka tidak mengharapkan imbalan atau upah.\u00a0Para sukarelawan berbagi tugas. Ada yang bertugas\u00a0memasak makanan. Ada yang membersihkan\u00a0posko. Ada pula yang bertugas menjaga posko pada\u00a0malam hari.\u00a0Udin dan kawan-kawan juga ingin membantu di\u00a0Posko. Tugas mereka menjaga kebersihan posko.\u00a0Mereka juga menghibur korban anak-anak.\u00a0Udin dan kawan-kawan melaksanakan tugas\u00a0sepulang sekolah. Di posko, mereka dijuluki\u00a0sukarelawan cilik yang cekatan.\u00a0Perilaku Udin dan para suka relawan sesuai\u00a0dengan Pancasila. Terutama sila ketiga, Persatuan\u00a0Indonesia. Mereka bersatu membantu korban\u00a0bencana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Subtema 3:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sahabat Satwa<br \/>\nApakah kamu mempunyai hewan peliharaan?Pernahkah kamu bermain dengan hewan\u00a0peliharaanmu? Bagaimana perasaanmu saat\u00a0bermain dengan hewan peliharaanmu?\u00a0Hewan peliharaan yang dirawat dengan baik dapat\u00a0menjadi sahabat bagi manusia.\u00a0Tuhan menciptakan hewan agar dapat\u00a0dimanfaatkan oleh manusia.\u00a0Ada hewan yang dipelihara untuk digunakan\u00a0tenaganya. Ada juga yang diternakkan untuk<br \/>\ndiambil daging, kulit, telur, susu, dan tulangnya.\u00a0Hewan peliharaan harus dirawat dengan baik dan\u00a0benar serta penuh kasih sayang. Merawat hewan\u00a0peliharaan adalah salah satu upaya menjaga dan\u00a0melestarikan hewan.\u00a0Menjadi kewajiban kita semua untuk menjaga\u00a0dan melestarikan hewan. Sebagai ungkapan rasa\u00a0syukur kita kepada Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 Petunjuk Merawat Seekor Kucing\u00a0Siti memiliki seekor kucing berbulu putih.\u00a0Siti menyediakan kandang untuk kucingnya.\u00a0Kucing Siti adalah sahabat yang baik.\u00a0Setiap pulang sekolah, kucing Siti selalu\u00a0menyambut Siti.\u00a0Kucing Siti selalu duduk di dekat kaki Siti ketika\u00a0makan atau nonton TV.\u00a0Siti merawat kucingnya dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut langkah-langkah yang dilakukan Siti dalam\u00a0merawat kucingnya:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Siti memberikan alas untuk kandang kucingnya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Setiap hari Siti membersihkan alas kandang\u00a0kucingnya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Setelah membersihkan alas, Siti membasuh\u00a0tangan dengan sabun agar kuman tidak\u00a0menempel di tangannya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Kucing Siti diberi makan tiga kali sehari.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Makanan kucing disimpan di dalam wadah yang\u00a0berat.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Siti memandikan kucingnya setiap dua minggu\u00a0sekali.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bulu kucing Siti disisir setiap sore agar rapi.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Siti sesekali membersihkan dan memotong kuku\u00a0kucingnya agar bersih.\u00a0Setiap hari Siti selalu mengajak bermain kucingnya.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\">Ayo Bernyanyi<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Kucingku<\/strong><br \/>\nCiptaan Pak Kasur<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kucingku belang tiga<br \/>\nSungguh manis rupanya<br \/>\nMeong meong bunyinya<br \/>\nKarena lapar perutnya<br \/>\nKucingku belang tiga<br \/>\nSungguh manis rupanya<br \/>\nMeong meong bunyinya<br \/>\nKarena lapar perutnya<br \/>\nKucingku belang tiga<br \/>\nSungguh manis rupanya<br \/>\nMeong meong bunyinya<br \/>\nKarena lapar perutnya<br \/>\nKucingku belang tiga<br \/>\nSungguh manis rupanya<br \/>\nMeong meong bunyinya<br \/>\nKarena lapar perutnya<br \/>\nMeon meong bunyinya<br \/>\nKarena lapar perutnya<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0Lani, Siti, Udin, Beni, dan Edo sedang berunding\u00a0untuk bersama-sama memelihara hewan\u00a0peliharaan. Mereka akhirnya setuju untuk\u00a0memelihara anak ayam.\u00a0Lani, Siti, Udin, dan Edo berencana memelihara\u00a0anak ayam.\u00a0Mereka mencari tahu bagaimana memelihara anak\u00a0ayam secara sederhana.\u00a0Petunjuk Merawat Anak Ayam\u00a0Secara Sederhana\u00a0Merawat anak ayam sangatlah mudah.\u00a0Setiap orang pasti bisa melakukannya.\u00a0Merawat anak ayam cukup tiga minggu saja.\u00a0Setelah tiga minggu, ayam sudah mulai besar dan\u00a0bisa kita panen.<br \/>\nInilah langkah-langkah merawat anak ayam:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Jumlah anak ayam cukup lima\u00a0ekor saja.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Buatkan kandang yang\u00a0terbuat dari kardus.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Kandang bisa memakai\u00a0kardus dari bekas mie instan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Lalu alasnya diberi koran\u00a0bekas.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Alas koran diganti setiap dua\u00a0hari sekali.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Di atap kardus dipasanglampu lima watt.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Mintalah bantuan orang\u00a0dewasa untuk memasang\u00a0lampu tersebut.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Lampu menyala selama 24\u00a0jam selama tiga minggu.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Lampu harus terus\u00a0dinyalakan agar ayam\u00a0merasa hangat.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Tempatkan dalam kardus\u00a0tempat minum yang\u00a0digantung.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Tempat minum tersebut harus\u00a0terjangkau oleh anak ayam.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Ganti dan isi air setiap hari.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Berikan makanan dari biji-biji\u00a0kecil, seperti beras atau pur.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Berikan makanan dengan\u00a0cara ditabur di atas alas\u00a0Koran.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Setiap hari periksa makanan\u00a0agar jangan sampai kosong.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Simpan kandang kardus di belakang rumah\u00a0atau di dapur.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 Semua teman sekelas Siti sedang berkumpul di\u00a0lapangan sekolah. Mereka bersiap mengikuti\u00a0kegiatan olahraga. Pak guru merapikan barisan\u00a0siswa. Setelah semua siswa siap, pak guru\u00a0memimpin siswa untuk pemanasan dengan\u00a0mengajak mereka berlari dua putaran lapangan\u00a0sekolah. Setelah istirahat sebentar, pak guru\u00a0memimpin siswa melakukan peregangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 Pak guru meminta siswa untuk mengikuti\u00a0gerakannya. Gerakan pak guru diambil dari gerak\u00a0dasar hewan.\u00a0Ayo ikuti dan lakukan sesuai dengan kegiatan di\u00a0sekolah Siti.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Tirukan secara berurutan dan bersama-sama\u00a0gerakan ayam merentangkan sayapnya. Tangan\u00a0kanan menyentuh jempol kaki kiri. Tangan kiri\u00a0menyentuh jempol kaki kanan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Tirukan goyang lumba-lumba dalam beberapa\u00a0hitungan. Gerakan menggoyangkan pinggul\u00a0dengan kedua tangan di pinggul.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Tirukan gerakan kodok sedang melompat dengan\u00a0kedua tangan di pinggang seperti gerakan\u00a0jongkok lompat squad jump dalam beberapa\u00a0hitungan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Tirukan gerakan harimau menerkam dalam\u00a0beberapa hitungan. Gerakan melompat ke depan\u00a0dengan tangan ke depan seperti menerkam\u00a0Gerakan-gerakan tersebut harus dibimbing oleh\u00a0guru olahraga agar tidak mengalami cedera.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Cara Sederhana Memelihara Kelinci\u00a0Kelinci adalah binatang peliharaan yang lucu.\u00a0Memelihara kelinci sangatlah mudah.\u00a0Beginilah cara merawat kelinci:<\/p>\n<ul>\n<li>Mulailah dengan kelinci yang berumur lebih\u00a0dua bulan.<\/li>\n<li>Kelinci dipelihara di dalam kandang.<\/li>\n<li>Kandang disesuaikan dengan besar badan\u00a0kelinci.<\/li>\n<li>Bahan kandang sebaiknya terbuat dari kayu.<\/li>\n<li>Kandang diberi alas jerami agar mudah\u00a0dibersihkan.<\/li>\n<li>Kandang dibersihkan setiap dua hari sekali.<\/li>\n<li>Cuci tangan dengan sabun setelah\u00a0membersihkan kandang.<\/li>\n<li>Jaga kandang agar tidak lembab atau basah<\/li>\n<li>Sediakan air dalam wadah yang kuat.<\/li>\n<li>Ganti air minum kelinci setiap hari.<\/li>\n<li>Makanan kelinci yang baik adalah rumput dan\u00a0wortel.<\/li>\n<li>Jangan membawa kelinci dalam perjalanan\u00a0jauh.<\/li>\n<li>Mandikan kelinci jika badannya kotor sekali.<\/li>\n<li>Pergunakan air hangat untuk memandikan<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 \u00a0Guru di kelas Dayu, Siti, Udin, dan Edo sedang\u00a0memberikan proyek kepada siswa untuk\u00a0memelihara hewan peliharaan.\u00a0Mereka berdiskusi tentang cara merawat hewan<br \/>\nternak.\u00a0Hewan ternak apakah yang paling banyak\u00a0dipelihara di daerahmu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siti, Udin, dan Lani sedang mengunjungi paman\u00a0Lani.\u00a0Paman Lani adalah seorang\u00a0peternak kambing.\u00a0Kambing paman Lani\u00a0gemuk dan sehat.\u00a0Siti, Udin, dan Lani\u00a0ingin mengetahui\u00a0bagaimana\u00a0cara paman\u00a0memelihara\u00a0kambing dengan\u00a0benar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siti : Paman, mengapa paman beternak\u00a0kambing?<br \/>\nPaman Lani : Beternak kambing itu menyenangkan\u00a0dan menguntungkan.<br \/>\nUdin : Sulitkah memelihara dan merawat\u00a0kambing?<br \/>\nPaman Lani : Memelihara hewan ternak apapun,\u00a0jika dilakukan dengan senang dan\u00a0bersungguh-sungguh, akan mudah\u00a0dan hasilnya baik.<br \/>\nLani : Bagaimana caranya Paman?<br \/>\nPaman Lani : Yang pertama, pilihlah kambing\u00a0indukan yang sehat.<br \/>\nSiti : Kambing indukan itu apa Paman?<br \/>\nPaman Lani : Kambing indukan itu adalah kambing\u00a0yang akan melahirkan anak-anak\u00a0kambing.<br \/>\nSiti : Ooh lalu setelah itu apalagi Paman?<br \/>\nPaman Lani : Kambing dibuatkan kandang yang\u00a0sesuai dengan besar badannya.\u00a0Kandang kambing terbuat dari kayu\u00a0dan beralaskan bambu. Kambing\u00a0diberi makan 3 kali sekali. Kambing\u00a0itu suka makan daun-daunan, sisanya\u00a0di beri makanan konsentrat.<br \/>\nUdin : Paman, mengapa alas kandangnya\u00a0terbuat dari bambu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Paman Lani : Kandang kambing beralaskan bambu\u00a0agar kotoran kambing jatuh ke tanah,\u00a0tidak menumpuk di kandang.<br \/>\nLani : Paman apakah konsentrat itu? Lalu\u00a0daun apa saja yang dimakan kambing?<br \/>\nPaman Lani : Konsentrat itu adalah makanan\u00a0tambahan yang kaya akan protein<br \/>\nuntuk pertumbuhan kambing.\u00a0Konsentrat itu terbuat dari bungkil<br \/>\nkelapa, bungkil kedelai, dedak, tepung\u00a0ikan ditambah vitamin dan mineral.\u00a0Daun yang bagus untuk kambing\u00a0adalah daun nangka, daun lamtoro,\u00a0daun gamal, dan rumput kayangan.<br \/>\nUdin : Paman, kalau kambing mandi tidak?<br \/>\nPaman Lani : Kambing tidak mandi tapi kita harus\u00a0tetap menjaga kebersihannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 Sekolah Nusantara akan mengikuti kegiatan\u00a0lingkungan di daerahnya.\u00a0Kegiatan tersebut adalah pelepasan ikan belida\u00a0yang sudah mulai langka.\u00a0Kegiatan pelepasan ikan belida akan diikuti oleh 15\u00a0sekolah.\u00a0Kegiatan pelepasan ikan belida akan dihadiri oleh\u00a0bapak camat.\u00a0Tidak semua siswa akan ikut dalam kegiatan\u00a0tersebut.\u00a0Siti, Dayu, Lani, Edo, dan Beni terpilih mewakili\u00a0sekolahnya untuk mengikuti musyawarah di\u00a0kelurahan.\u00a0Mereka akan bermusyawarah mengenai acara\u00a0kegiatan pelepasan ikan belida.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 Berdasarkan musyawarah tersebut, Siti, Dayu,\u00a0Edo, dan Beni terpilih menjadi duta lingkungan di\u00a0daerahnya.\u00a0Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil\u00a0yang dipercayai atau dipilih untuk melaksanakan\u00a0permusyawaratan dan tugas kelompok adalah\u00a0bentuk pengamalan sila keempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Merawat Hewan di Kebun Binatang<br \/>\nSemua orang pasti senang berkunjung ke kebun\u00a0binatang.\u00a0Setiap hari libur kebun binatang selalu penuh\u00a0pengunjung.\u00a0Kebun binatang adalah tempat hewan\u00a0dipelihara dalam lingkungan buatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 \u00a0Kebun binatang juga tempat hewan dipertunjukkan\u00a0kepada masyarakat.\u00a0Hampir di semua kota besar di dunia memiliki\u00a0kebun binatang.\u00a0Di kebun binatang, setiap hewan dijaga dan\u00a0dicintai.\u00a0Perawatan hewan dilakukan setiap hari.\u00a0Setiap hewan dirawat dengan sangat baik.\u00a0Setiap hari mereka diberi makan dan minum.\u00a0Hewan yang sakit diobati sampai sembuh.\u00a0Setiap jenis hewan memiliki kandangnya masingmasing.\u00a0Kandang hewan disesuaikan dengan tempat\u00a0hidupnya.\u00a0Kandang hewan dibersihkan setiap hari.\u00a0Hewan yang sangat kotor disiram air sampai\u00a0bersih.\u00a0Kotoran hewan dikumpulkan dan dibuang di\u00a0tempat khusus. Kotoran itu digunakan untuk pupuk\u00a0kandang.<br \/>\nHewan tunggangan seperti gajah, kuda dan unta\u00a0mendapatkan perhatian lebih.\u00a0Setiap pagi tubuhnya digosok hingga bersih.\u00a0Sebelum ditunggangi, hewan tersebut diberi makan\u00a0konsentrat.\u00a0Dengan mengunjungi kebun binatang, kita jadi\u00a0lebih sayang kepada hewan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Subtema 4 :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proyek Indahnya Persahabatan\u00a0Manusia perlu menikmati keindahan dan mensyukuri\u00a0semua ciptaan Tuhan.\u00a0Manusia membutuhkan keberadaan tumbuhan dan\u00a0hewan.\u00a0Keberadaan tumbuhan dan hewan perlu dijaga dan\u00a0dilestarikan.\u00a0Tumbuhan dan hewan yang terjaga keberadaannya akan\u00a0memberikan manfaat bagi manusia.\u00a0Musnahnya tumbuhan dan hewan akan memberikan\u00a0bencana bagi manusia.\u00a0Manusia harus bersahabat dengan semua ciptaan Tuhan.\u00a0Manusia yang sayang kepada ciptaan Tuhan hidupnya\u00a0akan bahagia.\u00a0Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga\u00a0keberadaan tumbuhan dan hewan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 Akuarium adalah tempat buatan untuk hidup ikan\u00a0dan tumbuhan air.\u00a0Akuarium dapat digunakan untuk melestarikan\u00a0ikan dan tumbuhan air.\u00a0Banyak jenis dan bentuk akuarium.\u00a0Ada akuarium untuk ikan air tawar, dan juga untuk\u00a0ikan air laut.\u00a0Memiliki akuarium dapat membuat kita menikmati\u00a0dan mensyukuri ciptaan Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bangga Memiliki Ikan dan Tumbuhan Air\u00a0Khas Indonesia\u00a0Dengan membuat proyek akuarium, siswa kelas\u00a03 mengetahui bahwa Indonesia memiliki banyak\u00a0jenis ikan dan tumbuhan air.\u00a0Ikan tersebut ada yang hidup di air tawar dan ada\u00a0yang hidup di air asin.<br \/>\nSebagian dari ikan-ikan tersebut hanya ada di\u00a0Indonesia.\u00a0Sebagian lagi merupakan penyebaran dari negara\u00a0lain. ikan dan tumbuhan air tersebut berasal dari negara\u00a0tropis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 \u00a0Ikan dan tumbuhan air tersebar di seluruh\u00a0Indonesia.\u00a0Sekarang ini keberadaan ikan yang asli Indonesia\u00a0mulai terancam punah.\u00a0Keadaan lingkungan yang tercemar dan\u00a0pengambilan ikan secara berlebihan, menjadi\u00a0faktor berkurangnya keberadaan mereka.\u00a0Banyak dari generasi muda Indonesia yang tidak\u00a0mengenal ikan dan tumbuhan air asli Indonesia.\u00a0Kamu harus bangga dengan ikan dan tumbuhan air\u00a0yang berada di daerahmu sendiri.\u00a0Mari kita kenali ikan-ikan dan tumbuhan air yang\u00a0ada di daerah kita.\u00a0Kita bisa membuat keterangan atau identitas\u00a0mengenai ikan dan tumbuhan air yang berada di\u00a0daerah kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 \u00a0Kampanye Pelestarian Ikan dan Tumbuhan Air\u00a0Indonesia memiliki banyak beragam jenis hewan\u00a0dan tumbuhan.\u00a0Indonesia juga memiliki beragam jenis ikan dan\u00a0tumbuhan air yang khas.\u00a0Namun keberadaan ikan-ikan tersebut sekarang\u00a0sudah mulai terancam punah.\u00a0Hal ini terjadi salah satunya karena lingkungan\u00a0yang tercemar.\u00a0Siswa-siswa kelas III ingin membantu menjaga\u00a0kelestarian tersebut.\u00a0Mereka ingin menyelamatkan ikan-ikan tersebut\u00a0melalui kampanye lingkungan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Judul : Sahabat. Senangnya memiliki sahabat. Kegiatan-kegiatan di sekolah\u00a0lebih ceria bersama sahabat di sekolah. Sahabat membuat\u00a0jalan-jalan dan bersepeda bersama lebih menyenangkan.\u00a0Sahabat membuat bermain lebih mengasyikan.\u00a0Belajar bersama sahabat membuat kita lebih semangat.\u00a0Dengan sahabat pena, kita saling mengirim surat. Sahabat\u00a0akan bersama kita dalam suka dan duka.\u00a0Sahabat adalah teman terbaik.\u00a0Apakah kamu memiliki sahabat?\u00a0Apa saja yang kamu lakukan bersama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[271,275,273,272,277,276,55,278,279,274],"class_list":["post-165","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd3-tema6-1","tag-audiobook","tag-book","tag-buku","tag-bukusuara","tag-free","tag-gratis","tag-katolik","tag-pelajaran","tag-sekolah","tag-suara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=165"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":167,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165\/revisions\/167"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}