{"id":1590,"date":"2017-03-19T05:14:00","date_gmt":"2017-03-18T22:14:00","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=1590"},"modified":"2017-09-13T13:40:34","modified_gmt":"2017-09-13T06:40:34","slug":"sd-kelas-4-2-agama-katolik-bab-3-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd-kelas-4-2-agama-katolik-bab-3-masyarakat\/","title":{"rendered":"SD Kelas 4-2 Agama Katolik &#8211; Bab 3 Masyarakat"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"SD Kelas 4-2 Agama Katolik - Bab 3 Masyarakat. Pelajaran 3 : Masyarakat. A. Hormat kepada Orang Tua. B. Cinta Kepada Sesama. C. Menghormati Hidup. D. Menghormati milik orang lain. A. Hormat Kepada Orang Tua. Orang tua adalah wakil Al-lah yang bertugas menjaga, menghidupi dan mendidik anak-anak hingga menjadi manusia. Perintah keempat dalam Sepuluh \u00a0Perintah Al-lah berbunyi : Hormatilah ibu bapamu. Jasa ibu dan ayah sangat besar bagi kita. Jasa Ibu : Ibu mengandung kita selama 9 bulan. Ibu mengurus dan membesarkan kita Ibu membimbing dan mendidik kita. Ibu membantu ayah bekerja untuk menghidupi keluarga. Jasa Ayah : Ayah menjadi tulang punggung kehidupan keluarga. Ayah bekerja untuk menghidupi kita. Ayah menjamin rasa aman. Ayah mengupayakan dan menjamin pendidikan kita. Sikap dan kewajiban kita terhadap orang tua, antara lain : Hormat terhadap orang tua, berwujud : Berbicara dengan sopan dan rendah hati. Tidak metertawakan atau menghina orang tua. Cinta terhadap orang tua, berwujud : Senang hati dalam menghibur, memperhatikan, berterima kasih kepada orang tua dan mendoakan mereka. Taat kepada orang tua, berwujud : Menaati orangtua secara lahir dan batin. Melaksanakan perintahnya dengan sepenuh hati tanpa menggerutu (marah). Membantu orang tua, berwujud : Selalu siap sedia membantu orang tua terlebih pada tuanya agar tidak kekurangan dan kesepian. Santo Paulus menasihati kita : \\\"Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan\\\". Kita Suci yang berbicara tentang menghormati orang tua, yaitu : Ulangan 5 : 16 :\u00a0Hormatilah ayah dan ibumu sebagaimana TUHAN Al-lahmu telah memerintahkannya kepadamu. Jika kamu mengikutinya, kamu akan hidup lama dan segala sesuatu berjalan dengan baik bagimu di negeri yang diberikan TUHAN Al-lahmu kepadamu. Sirak 3: 12-16 : Kewajiban terhadap orang tua : 1 -\u00a0Anak-anakku, dengarkanlah aku, bapamu, dan hendaklah berlaku sesuai dengan apa yang kamu dengar, supaya selamat. 2 -\u00a0Memang Tuhan telah memuliakan bapa pada anak-anaknya, dan hak ibu atas para anaknya diteguhkan-Nya. 3 -\u00a0Barangsiapa menghormati bapanya memulihkan dosa, 4 -\u00a0dan siapa memuliakan ibunya serupa dengan orang yang mengumpulkan harta. 5 -\u00a0Barangsiapa menghormati bapanya, ia sendiri akan mendapat kesukaan pada anak-anaknya pula, dan apabila bersembahyang, niscaya doanya dikabulkan. 6 -\u00a0Barangsiapa memuliakan bapanya akan panjang umurnya, dan orang yang taat kepada Tuhan menenangkan ibunya 7 -\u00a0serta melayani orang tuanya sebagai majikannya. 8 -\u00a0Anakku, hormatilah bapamu, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan, supaya berkat dari padanya turun atas dirimu. 9 -\u00a0Rumah tangga anak dikukuhkan oleh berkat bapa, tapi dasar-dasarnya dicabut oleh kutuk ibu. 10 -\u00a0Jangan membanggakan nista bapamu. Memang nista bapa bukan kehormatan bagi dirimu! 11 -\u00a0Sebaliknya kemuliaan seseorang terletak dalam menghormati bapanya, dan malu anak ialah ibu ternista. 12 -\u00a0Anakku, tolonglah bapamu pada masa tuanya, jangan menyakiti hatinya di masa hidupnya. 13 -\u00a0Pun pula kalau akalnya sudah berkurang hendaklah kaumaafkan, jangan menistakannya sewaktu engkau masih berdaya. 14 -\u00a0Kebaikan yang ditunjukkan kepada bapa tidak sampai terlupa, melainkan dibilang sebagai pemulihan segala dosamu. 15 -\u00a0Pada masa pencobaan engkau akan diingat oleh Tuhan, maka dosamu lenyap seperti air beku yang kena matahari. 16 -\u00a0Serupa penghujat barangsiapa meninggalkan bapanya, dan terkutuklah oleh Tuhan orang yang mengerasi ibunya. Markus 7 : 10 -\u00a0 Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati. Kolese 3:20 :\u00a0Hai anak-anak, taatilah orang tuamu \u00a0dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. 3:21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu 2 , supaya jangan tawar hatinya. Efesus 6 : 1 :\u00a0Hai anak-anak, taatilah \u00a0orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. \u00a06:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 6:3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. B. Cinta Kepada Sesama. Cinta kasih merupakan hukum yang utama. Hukum yang diberikan Yesus bagi kita adalah hukum kasih. Bunyi hukum kasih : Pertama : Kasihilah Tuhan Al-lahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap akal budimu, dan segenap kekuatanmu. Kedua : Kasihilah sesamamu \u00a0manusia seperti dirimu sendiri. Hukum kasih merupakan dasar hidup bagi umat kristiani, yaitu selalu mengasihi Al-lah dan sesama. Yesus memberikan contoh kepada kita agar selalu mengasihi sesama. Misalnya : Kisah orang Samaria yang murah hati ( Lukas 10 : 25-37 ); Yesus menyembuhkan orang kusta (Markus 1 : 40-45). Orang Samaria yang murah hati ; Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: \\\"Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?\\\" Jawab Yesus kepadanya: \\\"Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?\\\" Jawab orang itu: \\\"Kasihilah Tuhan, Al-lahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.\\\" Kata Yesus kepadanya: \\\"Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.\\\" Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: \\\"Dan siapakah sesamaku manusia?\\\" Jawab Yesus: \\\"Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. 10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?\\\" 10:37 Jawab orang itu: \\\"Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.\\\" Kata Yesus kepadanya: \\\"Pergilah, dan perbuatlah demikian!\\\" Markus 1 : 40-45 -\u00a0Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta. Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut \u00a0di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: \\\"Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.\\\" \u00a0Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: \\\"Aku mau, jadilah engkau tahir.\\\" \u00a0Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. \u00a0Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: \u00a0\\\"Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun, \u00a0tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam \u00a0dan persembahkanlah untuk pentahiranmu \u00a0persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.\\\" Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat \u00a0yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru. C. MENGHORMATI HIDUP. Kehidupan manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan harus kita hormati. Semua mahluk mendapat kehidupan dari Al-lah, maka kita tidak boleh membunuh makhluk hidup. Karena yang mempunyai hak atas kehidupan hanya Tuhan Al-lah. Menghormati hidup terdapat dalam sepuluh Perintah Al-lah yang keliha \\\"Jangan membunuh\\\". Yesus menegaskan bahwa membunuh adalah membuang seseorang dari persaudaranya. Sebab orang yang marah kepada saudaranya sudah dikatakan sebagai orang yang berdosa (Matius 5:21-22). Membunuh mempunyai makna yang luas yaitu : Menghilangkan nyawa seseorang. Membuang sesama dari persaudaraan. Contoh sikap-sikap membunuh, yaitu : melukai hati atau perasaan sesama, membenci, tidak mau berteman, iri , dengki, mengejek teman, saling bertengkar, dan bermusuhan, mempermalukan dan memfitnah sesama , dan lain-lain. Kitab suci yang berbisaca tentang menghormati hidup adalah : Matius 5:21-22 - Matius 5:42-47 - Matius 5:23-24 - Usaha-usaha untuk memelihara dan menghormati kehidupan : berdoa dan bersyukur atas hidup, berolah raga secara teratur, makan dan minum yang bergizi, istirahat yang cukup, memelihara kebersihan diri dan lingkungan, dan lain sebagainya. Tindakan-tindakan yang dapat merusak kehidupan , antara lain : merokok, membuang sampah tidak pada tempatnya, berbicara kotor dan membiarkan lingkungan kotor, tidak membersihkan anggota tubuh, dan lain-lain. D. MENGHORMATI MILIK ORANG LAIN. Menghormati milik orang lain berhubungan dengan Sepuluh Perintah Allah yang ke-7 (Jangan mencuri) dan ke-10 ( Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil). Memiliki sesuatu adalah hak seseorang. Kita wajib \u00a0menghormati milik orang lain. Mencuri adalah perbuatan yang tidak baik karena dengan mencuri kita : merampas milik atau barang orang lain. berbuat tidak adil. Tidak menghormati dan menghargai barang atau milik orang lain. Perintah ke-7 dan ke-10 menjamin keadilan. Keadilan berarti memberikan kepada setiap orang, apa yang menjadi haknya. Keadilan adalah hak setiap orang. Perbuatan-buatan yang termasuk mencuri atau merampas hak milik orang lain misalnya : Mencuri uang atau barang orang lain. memeras sesama. makan riba (memeras sesama yang kurang mampu atau miskin). Tidak membayar hutang dan, Korupsi uang dan waktu. Kitab suci berbicara tentang menghormati hak milik orang lain, antara lain : Efesus 4:28, Tesalonika 3:10-12, Kolose 4:1. Santo Paulus mengatakan : Orang yang mencuri, janganlah mencuri lagi, bekerjalah dengan baik supaya dapat berbagi dengan orang yang berkekurangan (Efesus 4:28). Jika orang tidak mau bekerja, janganlah ia makan ( 2 Tesalonika 3:10-12). Tuan-tuan berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu karena kamu juga mempunyai tuan disurga. (Kolose 4:1). SELAMAT BELAJAR .\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p>SD Kelas 4-2 Agama Katolik &#8211; Bab 3 Masyarakat.<\/p>\n<p>Pelajaran 3 : Masyarakat.<\/p>\n<p>A. Hormat kepada Orang Tua.<br \/>\nB. Cinta Kepada Sesama.<br \/>\nC. Menghormati Hidup.<br \/>\nD. Menghormati milik orang lain.<\/p>\n<p>A. Hormat Kepada Orang Tua.<\/p>\n<ol>\n<li>Orang tua adalah wakil Al-lah yang bertugas menjaga, menghidupi dan mendidik anak-anak hingga menjadi manusia.<\/li>\n<li>Perintah keempat dalam Sepuluh \u00a0Perintah Al-lah berbunyi : Hormatilah ibu bapamu.<\/li>\n<li>Jasa ibu dan ayah sangat besar bagi kita.<\/li>\n<li>Jasa Ibu :\n<ul>\n<li>Ibu mengandung kita selama 9 bulan.<\/li>\n<li>Ibu mengurus dan membesarkan kita<\/li>\n<li>Ibu membimbing dan mendidik kita.<\/li>\n<li>Ibu membantu ayah bekerja untuk menghidupi keluarga.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Jasa Ayah :\n<ul>\n<li>Ayah menjadi tulang punggung kehidupan keluarga.<\/li>\n<li>Ayah bekerja untuk menghidupi kita.<\/li>\n<li>Ayah menjamin rasa aman.<\/li>\n<li>Ayah mengupayakan dan menjamin pendidikan kita.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Sikap dan kewajiban kita terhadap orang tua, antara lain :\n<ol>\n<li>Hormat terhadap orang tua, berwujud :\n<ol>\n<li>Berbicara dengan sopan dan rendah hati.<\/li>\n<li>Tidak metertawakan atau menghina orang tua.<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<li>Cinta terhadap orang tua, berwujud :\n<ol>\n<li>Senang hati dalam menghibur, memperhatikan, berterima kasih kepada orang tua dan mendoakan mereka.<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<li>Taat kepada orang tua, berwujud :\n<ol>\n<li>Menaati orangtua secara lahir dan batin.<\/li>\n<li>Melaksanakan perintahnya dengan sepenuh hati tanpa menggerutu (marah).<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<li>Membantu orang tua, berwujud :\n<ol>\n<li>Selalu siap sedia membantu orang tua terlebih pada tuanya agar tidak kekurangan dan kesepian.<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<li>Santo Paulus menasihati kita : &#8220;Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan&#8221;.<\/li>\n<li>Kita Suci yang berbicara tentang menghormati orang tua, yaitu :\n<ul>\n<li>Ulangan 5 : 16 :\u00a0Hormatilah ayah dan ibumu sebagaimana TUHAN Al-lahmu telah memerintahkannya kepadamu. Jika kamu mengikutinya, kamu akan hidup lama dan segala sesuatu berjalan dengan baik bagimu di negeri yang diberikan TUHAN Al-lahmu kepadamu.<\/li>\n<li>Sirak 3: 12-16 :<br \/>\nKewajiban terhadap orang tua :<br \/>\n1 &#8211;\u00a0Anak-anakku, dengarkanlah aku, bapamu, dan hendaklah berlaku sesuai dengan apa yang kamu dengar, supaya selamat.<br \/>\n2 &#8211;\u00a0Memang Tuhan telah memuliakan bapa pada anak-anaknya, dan hak ibu atas para anaknya diteguhkan-Nya.<br \/>\n3 &#8211;\u00a0Barangsiapa menghormati bapanya memulihkan dosa,<br \/>\n4 &#8211;\u00a0dan siapa memuliakan ibunya serupa dengan orang yang mengumpulkan harta.<br \/>\n5 &#8211;\u00a0Barangsiapa menghormati bapanya, ia sendiri akan mendapat kesukaan pada anak-anaknya pula, dan apabila bersembahyang, niscaya doanya dikabulkan.<br \/>\n6 &#8211;\u00a0Barangsiapa memuliakan bapanya akan panjang umurnya, dan orang yang taat kepada Tuhan menenangkan ibunya<br \/>\n7 &#8211;\u00a0serta melayani orang tuanya sebagai majikannya.<br \/>\n8 &#8211;\u00a0Anakku, hormatilah bapamu, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan, supaya berkat dari padanya turun atas dirimu.<br \/>\n9 &#8211;\u00a0Rumah tangga anak dikukuhkan oleh berkat bapa, tapi dasar-dasarnya dicabut oleh kutuk ibu.<br \/>\n10 &#8211;\u00a0Jangan membanggakan nista bapamu. Memang nista bapa bukan kehormatan bagi dirimu!<br \/>\n11 &#8211;\u00a0Sebaliknya kemuliaan seseorang terletak dalam menghormati bapanya, dan malu anak ialah ibu ternista.<br \/>\n12 &#8211;\u00a0Anakku, tolonglah bapamu pada masa tuanya, jangan menyakiti hatinya di masa hidupnya.<br \/>\n13 &#8211;\u00a0Pun pula kalau akalnya sudah berkurang hendaklah kaumaafkan, jangan menistakannya sewaktu engkau masih berdaya.<br \/>\n14 &#8211;\u00a0Kebaikan yang ditunjukkan kepada bapa tidak sampai terlupa, melainkan dibilang sebagai pemulihan segala dosamu.<br \/>\n15 &#8211;\u00a0Pada masa pencobaan engkau akan diingat oleh Tuhan, maka dosamu lenyap seperti air beku yang kena matahari.<br \/>\n16 &#8211;\u00a0Serupa penghujat barangsiapa meninggalkan bapanya, dan terkutuklah oleh Tuhan orang yang mengerasi ibunya.<\/li>\n<li>Markus 7 : 10 &#8211;\u00a0 Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.<\/li>\n<li>Kolese 3:20 :\u00a0Hai anak-anak, taatilah orang tuamu \u00a0dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. 3:21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu 2 , supaya jangan tawar hatinya.<\/li>\n<li>Efesus 6 : 1 :\u00a0Hai anak-anak, taatilah \u00a0orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. \u00a06:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu&#8211;ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 6:3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>B. Cinta Kepada Sesama.<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Cinta kasih merupakan hukum yang utama. Hukum yang diberikan Yesus bagi kita adalah hukum kasih.<\/li>\n<li>Bunyi hukum kasih :\n<ul>\n<li>Pertama : Kasihilah Tuhan Al-lahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap akal budimu, dan segenap kekuatanmu.<\/li>\n<li>Kedua : Kasihilah sesamamu \u00a0manusia seperti dirimu sendiri.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Hukum kasih merupakan dasar hidup bagi umat kristiani, yaitu selalu mengasihi Al-lah dan sesama.<\/li>\n<li>Yesus memberikan contoh kepada kita agar selalu mengasihi sesama. Misalnya : Kisah orang Samaria yang murah hati ( Lukas 10 : 25-37 ); Yesus menyembuhkan orang kusta (Markus 1 : 40-45).<\/li>\n<li>Orang Samaria yang murah hati ;<br \/>\nPada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: &#8220;Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?&#8221; Jawab Yesus kepadanya: &#8220;Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?&#8221; Jawab orang itu: &#8220;Kasihilah Tuhan, Al-lahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.&#8221; Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: &#8220;Dan siapakah sesamaku manusia?&#8221; Jawab Yesus: &#8220;Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. 10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?&#8221; 10:37 Jawab orang itu: &#8220;Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Pergilah, dan perbuatlah demikian!&#8221;<\/li>\n<li>Markus 1 : 40-45 &#8211;\u00a0Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta.<br \/>\nSeorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut \u00a0di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: &#8220;Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.&#8221; \u00a0Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: &#8220;Aku mau, jadilah engkau tahir.&#8221; \u00a0Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. \u00a0Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: \u00a0&#8220;Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun, \u00a0tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam \u00a0dan persembahkanlah untuk pentahiranmu \u00a0persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.&#8221; Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat \u00a0yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>C. MENGHORMATI HIDUP.<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Kehidupan manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan harus kita hormati. Semua mahluk mendapat kehidupan dari Al-lah, maka kita tidak boleh membunuh makhluk hidup. Karena yang mempunyai hak atas kehidupan hanya Tuhan Al-lah.<\/li>\n<li>Menghormati hidup terdapat dalam sepuluh Perintah Al-lah yang keliha &#8220;Jangan membunuh&#8221;.<\/li>\n<li>Yesus menegaskan bahwa membunuh adalah membuang seseorang dari persaudaranya. Sebab orang yang marah kepada saudaranya sudah dikatakan sebagai orang yang berdosa (Matius 5:21-22).<\/li>\n<li>Membunuh mempunyai makna yang luas yaitu :\n<ul>\n<li>Menghilangkan nyawa seseorang.<\/li>\n<li>Membuang sesama dari persaudaraan. Contoh sikap-sikap membunuh, yaitu : melukai hati atau perasaan sesama, membenci, tidak mau berteman, iri , dengki, mengejek teman, saling bertengkar, dan bermusuhan, mempermalukan dan memfitnah sesama , dan lain-lain.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Kitab suci yang berbisaca tentang menghormati hidup adalah :\n<ul>\n<li>Matius 5:21-22 &#8211;<\/li>\n<li>Matius 5:42-47 &#8211;<\/li>\n<li>Matius 5:23-24 &#8211;<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Usaha-usaha untuk memelihara dan menghormati kehidupan : berdoa dan bersyukur atas hidup, berolah raga secara teratur, makan dan minum yang bergizi, istirahat yang cukup, memelihara kebersihan diri dan lingkungan, dan lain sebagainya.<\/li>\n<li>Tindakan-tindakan yang dapat merusak kehidupan , antara lain : merokok, membuang sampah tidak pada tempatnya, berbicara kotor dan membiarkan lingkungan kotor, tidak membersihkan anggota tubuh, dan lain-lain.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>D. MENGHORMATI MILIK ORANG LAIN.<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Menghormati milik orang lain berhubungan dengan Sepuluh Perintah Allah yang ke-7 (Jangan mencuri) dan ke-10 ( Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil). Memiliki sesuatu adalah hak seseorang. Kita wajib \u00a0menghormati milik orang lain.<\/li>\n<li>Mencuri adalah perbuatan yang tidak baik karena dengan mencuri kita :\n<ul>\n<li>merampas milik atau barang orang lain.<\/li>\n<li>berbuat tidak adil.<\/li>\n<li>Tidak menghormati dan menghargai barang atau milik orang lain.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Perintah ke-7 dan ke-10 menjamin keadilan. Keadilan berarti memberikan kepada setiap orang, apa yang menjadi haknya. Keadilan adalah hak setiap orang.<\/li>\n<li>Perbuatan-buatan yang termasuk mencuri atau merampas hak milik orang lain misalnya :\n<ul>\n<li>Mencuri uang atau barang orang lain.<\/li>\n<li>memeras sesama.<\/li>\n<li>makan riba (memeras sesama yang kurang mampu atau miskin).<\/li>\n<li>Tidak membayar hutang dan,<\/li>\n<li>Korupsi uang dan waktu.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Kitab suci berbicara tentang menghormati hak milik orang lain, antara lain :\n<ul>\n<li>Efesus 4:28,<\/li>\n<li>Tesalonika 3:10-12,<\/li>\n<li>Kolose 4:1.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Santo Paulus mengatakan :\n<ul>\n<li>Orang yang mencuri, janganlah mencuri lagi, bekerjalah dengan baik supaya dapat berbagi dengan orang yang berkekurangan (Efesus 4:28).<\/li>\n<li>Jika orang tidak mau bekerja, janganlah ia makan ( 2 Tesalonika 3:10-12).<\/li>\n<li>Tuan-tuan berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu karena kamu juga mempunyai tuan disurga. (Kolose 4:1).<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>SELAMAT BELAJAR .<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SD Kelas 4-2 Agama Katolik &#8211; Bab 3 Masyarakat. Pelajaran 3 : Masyarakat. A. Hormat kepada Orang Tua. B. Cinta Kepada Sesama. C. Menghormati Hidup. D. Menghormati milik orang lain. A. Hormat Kepada Orang Tua. Orang tua adalah wakil Al-lah yang bertugas menjaga, menghidupi dan mendidik anak-anak hingga menjadi manusia. Perintah keempat dalam Sepuluh \u00a0Perintah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[271,153,275,273,272,277,276,151,152,30,55,120,154,278,279,274],"class_list":["post-1590","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd4-agama-katolik","tag-audiobook","tag-ayah","tag-book","tag-buku","tag-bukusuara","tag-free","tag-gratis","tag-hukum-kasih","tag-ibu","tag-kasih","tag-katolik","tag-masyarakat","tag-orangtua","tag-pelajaran","tag-sekolah","tag-suara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1590","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1590"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1590\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1599,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1590\/revisions\/1599"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}