{"id":1449,"date":"2017-02-23T19:05:25","date_gmt":"2017-02-23T12:05:25","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=1449"},"modified":"2017-09-13T13:41:48","modified_gmt":"2017-09-13T06:41:48","slug":"sd4-7-2-1-sd-kelas-4-tema-7-indahnya-keragaman-budaya-di-negeriku-sub-tema-2-pembelajaran-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd4-7-2-1-sd-kelas-4-tema-7-indahnya-keragaman-budaya-di-negeriku-sub-tema-2-pembelajaran-1\/","title":{"rendered":"SD4.7.2.1 &#8211; SD Kelas 4 Tema 7 &#8211; Indahnya Keragaman Budaya di Negeriku. Sub Tema 2 &#8211; Pembelajaran 1"},"content":{"rendered":"<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/xBas-KjdGvE\" width=\"480\" height=\"270\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"SD4.7.1 - SD Kelas 4 Tema 7 - Indahnya Keragaman di Negeriku. Subtema 2: Indahnya Keragaman Budaya Negeriku\u00a0- Pembelajaran 1. Kamu telah mengetahui bahwa di\u00a0Indonesia terdapat beragam suku bangsa. Keragaman suku bangsa mengakibatkan keragaman budaya, termasuk cara hidup sehari-hari. Bacalah dalam hati teks berikut! Urang Kanekes, Si Suku Baduy Banten merupakan sebuah provinsi di Pulau Jawa bagian barat. Provinsi Banten memiliki kekayaan alam dengan pemandangan indah, termasuk pegunungan dan pantai. Di pegunungan Kendeng dengan ketinggian 600 m dari permukaan air laut, tinggal masyarakat adat yang biasa kita sebut suku Baduy. Namun, masyarakat suku Baduy lebih senang menyebut diri mereka urang Kanekes. Dalam bahasa Sunda, urang berarti orang. Masyarakat Kanekes dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tangtu dan panamping. Kelompok tangtu dikenal sebagai Kanekes Dalam atau Baduy Dalam. Sebaliknya, kelompok panamping dikenal sebagai Kanekes Luar atau Baduy Luar. Kelompok Kanekes Dalam atau Baduy Dalam tinggal di tiga desa, yaitu Cikertawana, Cikeusik, dan Cibeo. Masyarakat Kanekes dalam masih sangat teguh dalam memegang tradisi. Mereka tidak menggunakan alat-alat elektronika, tidak menggunakan alas kaki, tidak menggunakan kendaraan sebagai alat transportasi, serta mengenakan pakaian adat yang ditenun dan\u00a0dijahit sendiri. Mereka menganut kepercayaan tradisional \u201csunda wiwitan\u201d dan dipimpin oleh seorang Pu\u2019un. Pu\u2019un juga berkedudukan sebagai pemimpin masyarakat Kanekes. Kelompok panamping sedikit berbeda dari masyarakat Kanekes Dalam. Masyarakat Kanekes Luar atau Baduy Luar telah mengenal teknologi dan alat elektronik. Mereka juga mengenakan pakaian modern. Namun, masyarakat Baduy Luar masih bisa dikenali dari ciri khas mereka, yaitu mengenakan ikat kepala berwarna hitam. \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0(Sumber: http:\/\/m.detik.com). Lihat Gambar suku baduy. Bentuklah kelompok bersama 4-5 temanmu. Bacalah dalam hati teks \u201dUrang Kanekes, Si Suku Baduy\u201d. 1. Adakah kesamaan cara hidup suku bangsa Baduy dengan suku bangsamu? Jika ada, dalam hal apa? Jika berbeda, apa perbedaannya? 2. Adakah kata sulit yang kalian temukan pada bacaan tersebut? Jika ada, tuliskan lalu carilah artinya. Tuliskan dalam bentuk tabel seperti berikut. Ceritakan hasil diskusi kelompokmu. Bandingkan dengan hasil diskusi kelompok lain. Apakah ada perbedaan? Dari teks \u201cUrang Kanekes, Si\u00a0Suku Baduy\u201d, kamu mengetahui budaya suku Baduy. Adakah kesamaan budaya suku Baduy dengan budaya suku bangsamu? Budaya setiap suku bangsa mungkin memiliki beberapa persamaan dan mungkin pula memiliki perbedaan. Jika kita amati lagi dari teks \u201cUrang Kanekes, Si Suku Baduy\u201d, ada sedikit perbedaan budaya suku Baduy Luar dan suku Baduy Dalam. Masyarakat suku Baduy Luar sudah biasa menggunakan alat elektronik. Sebaliknya, masyarakat suku Baduy Dalam tidak boleh menggunakan alat elektronik. Dalam kehidupan sehari-hari, kita telah biasa dan bahkan mungkin tergantung pada alat-alat elektronik. Lakukan kegiatan ini di dalam kelas. 1. Tutuplah pintu dan jendela ruang kelas serta gorden jika ada. 2. Nyalakan lampu di kelas dengan menekan saklar. Bagaimana kondisi ruang kelas? 3. Padamkan lampu dengan menekan saklar. Bagaimana keadaan di dalam ruang kelas? 4. Catatlah hasil pengamatan kalian. Berdasarkan kegiatan tersebut, diskusikan jawaban pertanyaan-pertanyaan berikut bersama teman-teman sekelasmu. 1. Apa yang menyebabkan lampu menyala? 2. Apa yang menyebabkan lampu tidak menyala? Bohlam dapat menyala karena ada aliran listrik. Arus listrik mengalir dari kutub positif menuju kutub negatif. Saat arus listrik mengalir melewati bohlam, bohlam akan menyala. Lakukan kegiatan ini bersama teman sebangkumu. 1. Siapkan penggaris plastik. 2. Potonglah kertas kecil-kecil, lalu letakkan pada permukaan meja. 3. Dekatkan penggaris plastik pada potongan- potongan kertas. 4. Apa yang terjadi? Catatlah hasil pengamatanmu. 5. Gosok-gosokkan penggaris pada rambut kering, lalu dekatkan penggaris pada potongan-potongan kertas. 6. Apa yang terjadi? Catatlah hasil pengamatanmu. 7. Ulangi kegiatan di atas beberapa kali. Setiap benda netral mempunyai dua muatan, yaitu muatan positif (proton) dan muatan negatif (elektron) dalam jumlah yang sama. Saat penggaris plastik digosok-gosokkan pada rambut kering, elektron dari rambut berpindah ke penggaris. Akibatnya, penggaris plastik kelebihan elektron dan menjadi bermuatan negatif. Ketika penggaris plastik bermuatan negatif didekatkan pada potongan- potongan kertas, muatan negatif pada kertas menjauhi penggaris. Sisi kertas yang dekat penggaris menjadi bermuatan positif, sehingga potongan-potongan kertas akan tertarik oleh penggaris plastik. Tarik-menarik antara muatan pada penggaris plastik dan potongan kertas ini merupakan salah satu bentuk gaya listrik. Bacalah teks berikut! Listrik Statis dan Listrik Dinamis Muatan listrik yang terkandung pada penggaris setelah digosok pada rambut kering tidak mengalir, sehingga disebut listrik diam atau listrik statis. Gaya listrik statis pada penggaris listrik itu hanya berlangsung sementara. Selama potongan kertas menempel pada penggaris listrik, terjadi perpindahan muatan listrik. Setelah muatan listrik pada potongan kertas dan penggaris plastik sama, kedua benda itu akan saling menolak atau melepaskan diri. Akibatnya, potongan-potongan kertas akan terlepas dari penggaris plastik. Jika ada listrik statis, ada pula listrik dinamis. Pada listrik dinamis terjadi aliran muatan listrik. Listrik dinamis dapat diamati dari kegiatan mematikan atau menyalakan lampu dengan menekan sakelar. Saat sakelar ditekan dan lampu menyala, artinya pada saat itu terjadi aliran listrik. Sebaliknya, saat sakelar ditekan dan lampu mati, artinya tidak terjadi aliran listrik. Kamu telah membaca teks \u201cListrik Statis dan Listrik Dinamis\u201d. Pengetahuan apa yang kamu dapat dari teks tersebut? Tuliskan dengan bahasamu sendiri. Listrik Statis ; Listrik statis adalah suatu kumpulan muatan listrik dalam jumlah tertentu yang tidak mengalir atau tetap (statis), tapi jika terjadi pengosongan muatan akan memakan waktu yang cukup singkat. Atau definisi listrik statis yang lainnya yaitu suatu fenomena kelistrikan yang dimana muatan listriknya tidak bergerak dan biasanya terdapat pada benda yang bermuatan listrik. Dapat dikatakan juga listrik statis timbul karena adanya fenomena dimana benda-benda yang memiliki aliran listrik saling berpautan tanpa adanya sumber daya listrik atau dengan kata lain benda tersebut dapat menghasilkan proton maupun elektron tanpa menggunakan elemen pembangkit energi listrik. Listrik statis dapat ditimbulkan oleh dua benda yang memiliki muatan listrik berbeda. contoh dari listrik statis :\u00a0Petir salah satu contoh dari fenomena listrik statis. Apa itu proton dan elektron? Muatan listrik ada 2 macam diantaranya muatan positif (proton) dan muatan negatif (elektron). Benda yang memiliki muatan positif dan negatifnya sama disebut dengan benda netral. Ada juga benda yang memiliki muatan positif dan muatan negatif. Benda disebut bermuatan positif jika benda tersebut memiliki jumlah proton lebih banyak daripada jumlah elektorn, lalu benda disebut bermuatan negatif jika benda tersebut memiliki jumlah elektorn lebih banyak daripada jumlah proton. Listrik Dinamis : Salah satu contoh peristiwa timbulnya listrik statis yaitu penggaris plastik yang digosok-gosokanan pada rambut kering, lalu di dekatkan pada kertas yang sudah dirobek kecil-kecil maka kertas tersebut akan tertarik oleh penggaris jadi seolah-olah penggaris seperti magnet yang dapat menarik benda, padahal itu merupakan adanya listrik statis. Kenapa bisa seperti itu? sebab serpihan kertas yang asalnya bermuatan netral akan terinduksi akibat tertarik muatan negatif yang terdapat pada penggaris. Listrik Dinamis adalah listrik yang dapat bergerak atau mengalir dalam rangkaian listrik. Arus listriknya merupakan aliran muatan listrik yang umumnya melewati kawat penghantar tiap satuan waktu. Arah dari arus listrik searah dengan arah gerak muatan positif dan banyaknya muatan listrik yang mengalir melalui penghantar setiap satuan waktu. Contoh dari fenomena listrik dinamis salah satunya jika kalian memiliki mainan mobil-mobilan yang menggunakan batu baterai misalnaya seperti pada mainan Mini Empat WD. Dapat di perhatikan pada mobil-mobilan tersebut energi pada batu baterai digunakan untuk menggerakan motor listrik (kita lebih sering menyebutnya dengan dinamo padahal sebenarnya itu motor) sehingga mobil-mobilan tersebut dapat bergerak.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">SD4.7.1 &#8211; SD Kelas 4 Tema 7 &#8211; Indahnya Keragaman di Negeriku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Subtema 2: Indahnya Keragaman Budaya Negeriku\u00a0&#8211; Pembelajaran 1.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kamu telah mengetahui bahwa di\u00a0Indonesia terdapat beragam suku bangsa. Keragaman suku bangsa mengakibatkan keragaman budaya, termasuk cara hidup sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bacalah dalam hati teks berikut!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Urang Kanekes, Si Suku Baduy<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Banten merupakan sebuah provinsi di Pulau Jawa bagian barat. Provinsi Banten memiliki kekayaan alam dengan pemandangan indah, termasuk pegunungan dan pantai. Di pegunungan Kendeng dengan ketinggian 600 m dari permukaan air laut, tinggal masyarakat adat yang biasa kita sebut suku Baduy. Namun, masyarakat suku Baduy lebih senang menyebut diri mereka urang Kanekes. Dalam bahasa Sunda, urang berarti orang.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Masyarakat Kanekes dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tangtu dan panamping. Kelompok tangtu dikenal sebagai Kanekes Dalam atau Baduy Dalam. Sebaliknya, kelompok panamping dikenal sebagai Kanekes Luar atau Baduy Luar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kelompok Kanekes Dalam atau Baduy Dalam tinggal di tiga desa, yaitu Cikertawana, Cikeusik, dan Cibeo. Masyarakat Kanekes dalam masih sangat teguh dalam memegang tradisi. Mereka tidak menggunakan alat-alat elektronika, tidak menggunakan alas kaki, tidak menggunakan kendaraan sebagai alat transportasi, serta mengenakan pakaian adat yang ditenun dan\u00a0dijahit sendiri. Mereka menganut kepercayaan tradisional \u201csunda wiwitan\u201d dan dipimpin oleh seorang Pu\u2019un. Pu\u2019un juga berkedudukan sebagai pemimpin masyarakat Kanekes.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kelompok panamping sedikit berbeda dari masyarakat Kanekes Dalam. Masyarakat Kanekes Luar atau Baduy Luar telah mengenal teknologi dan alat elektronik. Mereka juga mengenakan pakaian modern. Namun, masyarakat Baduy Luar masih bisa dikenali dari ciri khas mereka, yaitu mengenakan ikat kepala berwarna hitam. \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0(Sumber: http:\/\/m.detik.com).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1452\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/sd4-tema7-2-suku-baduy.png\" alt=\"\" width=\"599\" height=\"376\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/sd4-tema7-2-suku-baduy.png 599w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/sd4-tema7-2-suku-baduy-300x188.png 300w\" sizes=\"(max-width: 599px) 100vw, 599px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lihat Gambar suku baduy.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bentuklah kelompok bersama 4-5 temanmu. Bacalah dalam hati teks \u201dUrang Kanekes, Si Suku Baduy\u201d.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1. Adakah kesamaan cara hidup suku bangsa Baduy dengan suku bangsamu? Jika ada, dalam hal apa? Jika berbeda, apa perbedaannya?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2. Adakah kata sulit yang kalian temukan pada bacaan tersebut? Jika ada, tuliskan lalu carilah artinya. Tuliskan dalam bentuk tabel seperti berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ceritakan hasil diskusi kelompokmu. Bandingkan dengan hasil diskusi kelompok lain. Apakah ada perbedaan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari teks \u201cUrang Kanekes, Si\u00a0Suku Baduy\u201d, kamu mengetahui budaya suku Baduy. Adakah kesamaan budaya suku Baduy dengan budaya suku bangsamu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Budaya setiap suku bangsa mungkin memiliki beberapa persamaan dan mungkin pula memiliki perbedaan. Jika kita amati lagi dari teks \u201cUrang Kanekes, Si Suku Baduy\u201d, ada sedikit perbedaan budaya suku Baduy Luar dan suku Baduy<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam. Masyarakat suku Baduy Luar sudah biasa menggunakan alat elektronik. Sebaliknya, masyarakat suku Baduy Dalam tidak boleh menggunakan alat elektronik.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> Dalam kehidupan sehari-hari, kita telah biasa dan bahkan mungkin tergantung pada alat-alat elektronik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lakukan kegiatan ini di dalam kelas.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1. Tutuplah pintu dan jendela ruang kelas serta gorden jika ada.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2. Nyalakan lampu di kelas dengan menekan saklar. Bagaimana kondisi ruang kelas?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 3. Padamkan lampu dengan menekan saklar. Bagaimana keadaan di dalam ruang kelas?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 4. Catatlah hasil pengamatan kalian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan kegiatan tersebut, diskusikan jawaban pertanyaan-pertanyaan berikut bersama teman-teman sekelasmu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1. Apa yang menyebabkan lampu menyala?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2. Apa yang menyebabkan lampu tidak menyala?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bohlam dapat menyala karena ada aliran listrik. Arus listrik mengalir dari kutub positif menuju kutub negatif. Saat arus listrik mengalir melewati bohlam, bohlam akan menyala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lakukan kegiatan ini bersama teman sebangkumu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 1. Siapkan penggaris plastik.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> 2. Potonglah kertas kecil-kecil, lalu letakkan pada permukaan meja.<br \/>\n3. Dekatkan penggaris plastik pada potongan- potongan kertas.<br \/>\n4. Apa yang terjadi? Catatlah hasil pengamatanmu.<br \/>\n5. Gosok-gosokkan penggaris pada rambut kering, lalu dekatkan penggaris pada potongan-potongan kertas.<br \/>\n6. Apa yang terjadi? Catatlah hasil pengamatanmu.<br \/>\n7. Ulangi kegiatan di atas beberapa kali.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p>Setiap benda netral mempunyai dua muatan, yaitu muatan positif (proton) dan muatan negatif (elektron) dalam jumlah yang sama. Saat penggaris plastik digosok-gosokkan pada rambut kering, elektron dari rambut berpindah ke penggaris. Akibatnya, penggaris plastik kelebihan elektron dan menjadi bermuatan negatif.<\/p>\n<p>Ketika penggaris plastik bermuatan negatif didekatkan pada potongan- potongan kertas, muatan negatif pada kertas menjauhi penggaris. Sisi kertas yang dekat penggaris menjadi bermuatan positif, sehingga potongan-potongan kertas akan tertarik oleh penggaris plastik.<br \/>\nTarik-menarik antara muatan pada penggaris plastik dan potongan kertas ini merupakan salah satu bentuk gaya listrik.<\/p>\n<p>Bacalah teks berikut!<\/p>\n<p><strong>Listrik Statis dan Listrik Dinamis<\/strong><\/p>\n<p>Muatan listrik yang terkandung pada penggaris setelah digosok pada rambut kering tidak mengalir, sehingga disebut listrik diam atau listrik statis. Gaya listrik statis pada penggaris listrik itu hanya berlangsung sementara. Selama potongan kertas menempel pada penggaris listrik, terjadi perpindahan muatan listrik. Setelah muatan listrik pada potongan kertas dan penggaris plastik sama, kedua benda itu akan saling menolak atau melepaskan diri.<\/p>\n<p>Akibatnya, potongan-potongan kertas akan terlepas dari penggaris plastik.<br \/>\nJika ada listrik statis, ada pula listrik dinamis. Pada listrik dinamis terjadi aliran muatan listrik. Listrik dinamis dapat diamati dari kegiatan mematikan atau menyalakan lampu dengan menekan sakelar. Saat sakelar ditekan dan lampu menyala, artinya pada saat itu terjadi aliran listrik. Sebaliknya, saat sakelar ditekan dan lampu mati, artinya tidak terjadi aliran listrik.<\/p>\n<p>Kamu telah membaca teks \u201cListrik Statis dan Listrik Dinamis\u201d. Pengetahuan apa yang kamu dapat dari teks tersebut? Tuliskan dengan bahasamu sendiri.<\/p>\n<p><strong>Listrik Statis ;<br \/>\n<\/strong>Listrik statis adalah suatu kumpulan muatan listrik dalam jumlah tertentu yang tidak mengalir atau tetap (statis), tapi jika terjadi pengosongan muatan akan memakan waktu yang cukup singkat. Atau definisi listrik statis yang lainnya yaitu suatu fenomena kelistrikan yang dimana muatan listriknya tidak bergerak dan biasanya terdapat pada benda yang bermuatan listrik.<br \/>\nDapat dikatakan juga listrik statis timbul karena adanya fenomena dimana benda-benda yang memiliki aliran listrik saling berpautan tanpa adanya sumber daya listrik atau dengan kata lain benda tersebut dapat menghasilkan proton maupun elektron tanpa menggunakan elemen pembangkit energi listrik. Listrik statis dapat ditimbulkan oleh dua benda yang memiliki muatan listrik berbeda.<br \/>\ncontoh dari listrik statis :\u00a0Petir salah satu contoh dari fenomena listrik statis.<br \/>\nApa itu proton dan elektron? Muatan listrik ada 2 macam diantaranya muatan positif (proton) dan muatan negatif (elektron). Benda yang memiliki muatan positif dan negatifnya sama disebut dengan benda netral. Ada juga benda yang memiliki muatan positif dan muatan negatif. Benda disebut bermuatan positif jika benda tersebut memiliki jumlah proton lebih banyak daripada jumlah elektorn, lalu benda disebut bermuatan negatif jika benda tersebut memiliki jumlah elektorn lebih banyak daripada jumlah proton.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Listrik Dinamis :<\/strong><br \/>\nSalah satu contoh peristiwa timbulnya listrik statis yaitu penggaris plastik yang digosok-gosokanan pada rambut kering, lalu di dekatkan pada kertas yang sudah dirobek kecil-kecil maka kertas tersebut akan tertarik oleh penggaris jadi seolah-olah penggaris seperti magnet yang dapat menarik benda, padahal itu merupakan adanya listrik statis. Kenapa bisa seperti itu? sebab serpihan kertas yang asalnya bermuatan netral akan terinduksi akibat tertarik muatan negatif yang terdapat pada penggaris.<\/p>\n<p>Listrik Dinamis adalah listrik yang dapat bergerak atau mengalir dalam rangkaian listrik. Arus listriknya merupakan aliran muatan listrik yang umumnya melewati kawat penghantar tiap satuan waktu. Arah dari arus listrik searah dengan arah gerak muatan positif dan banyaknya muatan listrik yang mengalir melalui penghantar setiap satuan waktu.<\/p>\n<p>Contoh dari fenomena listrik dinamis salah satunya jika kalian memiliki mainan mobil-mobilan yang menggunakan batu baterai misalnaya seperti pada mainan Mini Empat WD. Dapat di perhatikan pada mobil-mobilan tersebut energi pada batu baterai digunakan untuk menggerakan motor listrik (kita lebih sering menyebutnya dengan dinamo padahal sebenarnya itu motor) sehingga mobil-mobilan tersebut dapat bergerak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SD4.7.1 &#8211; SD Kelas 4 Tema 7 &#8211; Indahnya Keragaman di Negeriku. Subtema 2: Indahnya Keragaman Budaya Negeriku\u00a0&#8211; Pembelajaran 1. Kamu telah mengetahui bahwa di\u00a0Indonesia terdapat beragam suku bangsa. Keragaman suku bangsa mengakibatkan keragaman budaya, termasuk cara hidup sehari-hari. Bacalah dalam hati teks berikut! Urang Kanekes, Si Suku Baduy Banten merupakan sebuah provinsi di Pulau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[109],"tags":[271,275,134,273,272,277,276,55,132,133,278,79,279,274,127],"class_list":["post-1449","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd4-tema-7","tag-audiobook","tag-book","tag-budaya","tag-buku","tag-bukusuara","tag-free","tag-gratis","tag-katolik","tag-kelas-7","tag-keragamanan-budaya","tag-pelajaran","tag-sd4","tag-sekolah","tag-suara","tag-tema-7"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1449","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1449"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1449\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1554,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1449\/revisions\/1554"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1449"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1449"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1449"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}