{"id":139,"date":"2016-03-06T20:31:48","date_gmt":"2016-03-06T13:31:48","guid":{"rendered":"http:\/\/akreditasi.web.id\/buku\/?p=139"},"modified":"2017-09-13T13:53:17","modified_gmt":"2017-09-13T06:53:17","slug":"sd3-tema5-3-melestarikan-olahraga-dan-permainan-tradisional-di-daerahku-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd3-tema5-3-melestarikan-olahraga-dan-permainan-tradisional-di-daerahku-2\/","title":{"rendered":"SD3-Tema5.3-Melestarikan Olahraga dan Permainan Tradisional di Daerahku #2"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Mari kita bermain Boling Kelapa!\u00a0Tak kalah seru dengan permainan sepak takraw,\u00a0di Bali ada permainan yang dikenal dengan nama\u00a0Pende. Pende adalah olah raga yang mirip dengan\u00a0olahraga boling. bola digelindingkan untuk\u00a0meruntuhkan pin-pin. Anak-anak di Bali\u00a0memainkannya pada sore hari sepulang sekolah\u00a0atau usai membantu orang tua bekerja di ladang.\u00a0Bola digantikan dengan kelapa, sedangkan pin-pin\u00a0diganti dengan bambu sebanyak 12 buah.\u00a0Siapa yang berhasil merobohkan bambu paling\u00a0banyak, maka dialah juaranya.\u00a0Jika susah menemukan kelapa di daerahmu,\u00a0gunakanlah bola! Dengan mengenal dan memainkannya kita\u00a0menjaga permainan ini tetap ada.\u00a0Permainan tradisional yang dapat dimainkan\u00a0di ruang sempit adalah colek lidi atau serak\u00a0lidi. Permainan ini umumnya dimainkan oleh\u00a0dua orang. Pertama, lidi sebanyak lebih kurang\u00a050 batang diikat menjadi satu. Kemudian, lidi\u00a0diserakkan di atas lantai atau meja. Dengan\u00a0menggunakan lidi, para pemain secara bergantian\u00a0harus mengambil lidi satu persatu tanpa\u00a0menggerakkan lidi yang lainnya. Bacalah cerita berikut ini. Dapatkah kamu\u00a0melihat pentingnya persatuan melalui cerita\u00a0ini? Sepotong Lidi Desa Kemuning adalah sebuah desa yang subur.\u00a0Di desa itu ada sebuah jembatan besar yang\u00a0menghubungkan desa Kemuning dengan kota.\u00a0Setiap hari, warga desa melewati jembatan itu.\u00a0Suatu hari, jembatan itu roboh karena tidak kuat\u00a0lagi menahan beban. Warga desa lalu memilih lima pemuda terpandai\u00a0di desa untuk memperbaiki jembatan. Kelima\u00a0pemuda itu pun segera bertemu untuk mulai\u00a0memperbaiki jembatan. Karena setiap pemuda\u00a0merasa dirinya paling pandai, mereka ingin\u00a0idenyalah yang dipakai. Tidak ada yang mau\u00a0mengalah. Akhirnya, mereka pun bertengkar. Kepala desa pun memanggil kelima pemuda.\u00a0Kepala desa memberi\u00a0tantangan, siapa\u00a0saja yang mampu\u00a0mematahkan sapu lidi\u00a0boleh menjadi pemimpin\u00a0dan pemuda yang yang\u00a0lain harus menurutinya.\u00a0Satu persatu pemuda\u00a0mencoba, namun tidak\u00a0ada yang berhasil. Kepala desa lalu mencabut satu batang lidi\u00a0dari sapu tersebut. Ia mematahkannya dengan\u00a0mudah. Para pemuda itu protes, mematahkan\u00a0satu lidi itu pekerjaan mudah. Kepala desa berkata, \u201cJika kalian bertengkar,\u00a0kalian tidak akan dapat menyelesaikan pekerjaan\u00a0kalian. Kalian akan lemah seperti halnya satu\u00a0batang lidi. Namun, jika kalian bersatu, kalian\u00a0akan lebih kuat dan pekerjaan akan mudah\u00a0selesai. Para Pemuda itu menjadi sadar, bahwa persatuan\u00a0antar pemuda sangatlah penting . Pertengkaran\u00a0hanya akan membuang waktu saja .Sejak itu\u00a0mereka bekerjasama menyelesaikan jembatan\u00a0desa, sehingga dapat kembali digunakan oleh\u00a0seluruh warga. Kisah sepotong lidi menceritakan tentang\u00a0pentingnya persatuan di antara sesama pemuda.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\nMari kita bermain Boling Kelapa!\u00a0Tak kalah seru dengan permainan sepak takraw,\u00a0di Bali ada permainan yang dikenal dengan nama\u00a0Pende.<br \/>\nPende adalah olah raga yang mirip dengan\u00a0olahraga boling. bola digelindingkan untuk\u00a0meruntuhkan pin-pin. Anak-anak di Bali\u00a0memainkannya pada sore hari sepulang sekolah\u00a0atau usai membantu orang tua bekerja di ladang.\u00a0Bola digantikan dengan kelapa, sedangkan pin-pin\u00a0diganti dengan bambu sebanyak 12 buah.\u00a0Siapa yang berhasil merobohkan bambu paling\u00a0banyak, maka dialah juaranya.\u00a0Jika susah menemukan kelapa di daerahmu,\u00a0gunakanlah bola!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan mengenal dan memainkannya kita\u00a0menjaga permainan ini tetap ada.\u00a0Permainan tradisional yang dapat dimainkan\u00a0di ruang sempit adalah colek lidi atau serak\u00a0lidi. Permainan ini umumnya dimainkan oleh\u00a0dua orang. Pertama, lidi sebanyak lebih kurang\u00a050 batang diikat menjadi satu. Kemudian, lidi\u00a0diserakkan di atas lantai atau meja. Dengan\u00a0menggunakan lidi, para pemain secara bergantian\u00a0harus mengambil lidi satu persatu tanpa\u00a0menggerakkan lidi yang lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bacalah cerita berikut ini. Dapatkah kamu\u00a0melihat pentingnya persatuan melalui cerita\u00a0ini?<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Sepotong Lidi<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Desa Kemuning adalah sebuah desa yang subur.\u00a0Di desa itu ada sebuah jembatan besar yang\u00a0menghubungkan desa Kemuning dengan kota.\u00a0Setiap hari, warga desa melewati jembatan itu.\u00a0Suatu hari, jembatan itu roboh karena tidak kuat\u00a0lagi menahan beban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga desa lalu memilih lima pemuda terpandai\u00a0di desa untuk memperbaiki jembatan. Kelima\u00a0pemuda itu pun segera bertemu untuk mulai\u00a0memperbaiki jembatan. Karena setiap pemuda\u00a0merasa dirinya paling pandai, mereka ingin\u00a0idenyalah yang dipakai. Tidak ada yang mau\u00a0mengalah. Akhirnya, mereka pun bertengkar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala desa pun memanggil kelima pemuda.\u00a0Kepala desa memberi\u00a0tantangan, siapa\u00a0saja yang mampu\u00a0mematahkan sapu lidi\u00a0boleh menjadi pemimpin\u00a0dan pemuda yang yang\u00a0lain harus menurutinya.\u00a0Satu persatu pemuda\u00a0mencoba, namun tidak\u00a0ada yang berhasil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala desa lalu mencabut satu batang lidi\u00a0dari sapu tersebut. Ia mematahkannya dengan\u00a0mudah. Para pemuda itu protes, mematahkan\u00a0satu lidi itu pekerjaan mudah.<br \/>\nKepala desa berkata, \u201cJika kalian bertengkar,\u00a0kalian tidak akan dapat menyelesaikan pekerjaan\u00a0kalian. Kalian akan lemah seperti halnya satu\u00a0batang lidi. Namun, jika kalian bersatu, kalian\u00a0akan lebih kuat dan pekerjaan akan mudah\u00a0selesai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para Pemuda itu menjadi sadar, bahwa persatuan\u00a0antar pemuda sangatlah penting . Pertengkaran\u00a0hanya akan membuang waktu saja .Sejak itu\u00a0mereka bekerjasama menyelesaikan jembatan\u00a0desa, sehingga dapat kembali digunakan oleh\u00a0seluruh warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kisah sepotong lidi menceritakan tentang\u00a0pentingnya persatuan di antara sesama pemuda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mari kita bermain Boling Kelapa!\u00a0Tak kalah seru dengan permainan sepak takraw,\u00a0di Bali ada permainan yang dikenal dengan nama\u00a0Pende. Pende adalah olah raga yang mirip dengan\u00a0olahraga boling. bola digelindingkan untuk\u00a0meruntuhkan pin-pin. Anak-anak di Bali\u00a0memainkannya pada sore hari sepulang sekolah\u00a0atau usai membantu orang tua bekerja di ladang.\u00a0Bola digantikan dengan kelapa, sedangkan pin-pin\u00a0diganti dengan bambu sebanyak 12 buah.\u00a0Siapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,3],"tags":[271,275,273,272,277,276,55,278,279,274],"class_list":["post-139","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd3","category-sd3-tema5","tag-audiobook","tag-book","tag-buku","tag-bukusuara","tag-free","tag-gratis","tag-katolik","tag-pelajaran","tag-sekolah","tag-suara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=139"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":145,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139\/revisions\/145"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=139"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=139"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=139"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}