{"id":1354,"date":"2017-02-10T05:19:26","date_gmt":"2017-02-09T22:19:26","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=1354"},"modified":"2017-09-13T13:43:03","modified_gmt":"2017-09-13T06:43:03","slug":"sd4-2-5-agama-katolik-menghormati-hidup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd4-2-5-agama-katolik-menghormati-hidup\/","title":{"rendered":"SD4.2.5. Agama Katolik : Menghormati Hidup."},"content":{"rendered":"<p><iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/videoseries?list=PLsu7iFWN-AW6owvROGLwx7cVbAHgt00E0\" frameborder=\"0\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"SD4.2.5. Agama Katolik :\u00a0Menghormati Hidup. Yesus menekankan sikap baru dalam memahami firman kelima \u201cJangan membunuh\u201d. Pemahaman baru ini kembali menempatkan cinta kasih sebagai hukum utama. Membunuh dapat diartikan sebagai membuang sesama dari persaudaraan, dengan menghilangkan nyawanya, menyebut sesama sebagai kafir atau juga dengan membencinya. Bagi murid-murid Yesus, yang utama bukan tindakan tidak membunuh, tetapi mengasihi sesama sebagai saudara. Dengan mengasihi sesama, kita menghormatihidupdanmelestarikankehidupan.Karena\u201cApabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakahlebihnyadaripadaperbuatanoranglain?Bukankahorang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?\u201d (Mat 5:46-47). 1. Kisah Kehidupan Sepenggal Warisan Bunda Teresa Ada warisan yang paling berharga yang pernah ditinggalkan oleh Bunda Teresa. Teresa muda menulis dalam buku hariannya tentang tahun pertamanya memulai pekerjaan misionarisnya bersama orang miskin di Kalkuta, India pada 1948. Dia meninggalkan jubah Loreto (kebiaraannya) dengan sari katun sederhanaberwarnaputihdihiasidengan pinggiran biru. Dia juga berkisah tentang\u00a0kesulitan dan penderitaanya. Ia tidak memiliki penghasilan dan harus\u00a0memohon makanan dan persediaan. Teresa muda mengalami keraguan, kesepian dan godaan untuk kembali dalam kenyamanan kehidupan biara. Ia menulis dalam buku hariannya: \u201cTuhaninginsayamasukdalamkemelaratan.Hariinisayamendapat pelajaran yang baik. Kemelaratan para orang miskin pastilah sangat keras. Ketika saya mencari tempat tinggal, saya berjalan dan terus berjalansampailengandankakisayasakit. Sayabayangkanbagaimana mereka sakit jiwa dan raga, mencari tempat tinggal, makanan dan kesehatan. Kemudian kenikmatan Loreto datang pada saya:\u201dKamu hanya perlu mengatakan dan semuanya akan menjadi milikmu lagi,\u201d kata Sang Penggoda...Sebuah pilihan bebas, Tuhanku, cintaku untukmu, aku ingin tetap bertahan dan melakukan segala keinginan-Mu merupakan kehormatan bagiku. Aku tidak akan membiarkan satu tetes air mata jatuh karenanya\u201d. Pada 5 September 1997 Bunda Teresa meninggal. Warisannya bukan berbentuk materi. Tapi berupa sebuah gerakan kemanusiaan yang dahsyat. MisionarisCintaKasihyangdipimpinnya memiliki lebih dari 4.000 suster dan persaudaraandengan300anggotayang menjalankan 610 misi di 123 negara. Misionaris Cinta Kasih juga dibantu oleh wakil pekerja yang berjumlah lebih dari 1 juta pada tahun 1990-an untuk mengurusrumah-rumahpenampungan orang miskin dan tidak berdaya, rumah\u00a0bagi penderita HIV\/AIDS, kusta dan TBC, dapur umum, program konseling anak-anak dan keluarga, pembantu pribadi, panti asuhan, dan sekolah. Namun, warisan yang paling dahsyat menurut saya adalah ketika BundaTeresa menulis beberapa bait tentang seluruh pengalamannya ketika memilih kesulitan, penderitaan, dan kesabaran untuk membela harkat dan martabat kemanusiaan. Selalu antara Engkau dan Tuhan Orang kerap kali tak bernalar, tak logis dan egois Biar begitu, maafkanlah mereka Bila engkau baik, orang mungkin akan menuduhmu menyembunyikan motif egois Biar begitu, tetaplah bersikap baik Bila engkau jujur dan berterus terang, orang akan menipumu Biar begitu, tetaplah jujur dan berterus terang Bila engkau sukses, engkau akan mendapati teman-teman palsu dan teman-teman sejati Biar begitu, tetap lah meraih sukses Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun, mungkin akan dihancurkan seseorang dalam semalam Biar begitu, tetaplah membangun Bila engkau menemukan ketenangan dan kebahagiaan, orang mungkin akan iri hati dan dengki Biar begitu, tetaplah berbahagia dan temukan kedamaian hati Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin akan dilupakan orang keesokan harinya Biar begitu, tetaplah lakukan kebaikan Berikan pada dunia milikmu yang terbaik, dan mungkin itu tak akan pernah cukup Biar begitu, tetaplah berikan pada dunia milikmu yang terbaik Ketahuilah, pada akhirnya Sesungguhnya ini semua adalah antara engkau dan Tuhan Tidak pernah antara engkau dan mereka\u201d. (Faizal Rizki dlm http:\/\/www.aktual.co\/wisatahati\/203134sepenggal-warisan-bunda-teresa) Jawab pertanyaan berikut ini! \u2022 Apa yang dikisahkan dalam cerita di atas? \u2022 Apa yang paling berkesan dari cerita tentang Ibu Teresa? Refleksi. Catatan Harian Bunda Teresa \u201cHidup adalah kesempatan, gunakan itu. Hidup adalah keindahan, kagumi itu. Hidup adalah mimpi, wujudkan itu. Hidup adalah tantangan, hadapi itu. Hidup adalah kewajiban, penuhi itu. Hidup adalah pertandingan, jalani itu. Hidup adalah mahal, jaga itu. Hidup adalah kekayaan, simpan itu. Hidup adalah kasih, nikmati itu. Hidup adalah janji, genapi itu. Hidup adalah kesusahan, atasi itu. Hidup adalah nyanyian, nyanyikan itu. Hidup adalah perjuangan, terima itu. Hidup adalah tragedi, hadapi itu. Hidup adalah petualangan, lewati itu. Hidup adalah keberuntungan, laksanakan itu. Hidup adalah terlalu berharga, jangan rusakkan itu. Hidup adalah HIDUP, berjuanglah untuk itu\u201d 2. Panggilan untuk Menghormati Hidup Simaklah teks Kitab Suci berikut ini! Yesus dan Hukum Taurat (Mat 5:21-24) Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan keMahkamahAgamadansiapayangberkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu diatas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! \u2022 Ayat-ayat yang mana yang menunjukkan bahwa Yesus menghormati hidup orang lain? \u2022 Apa makna \u201cmenghormati hidup\u201d menurut teks Kitab Suci di atas? \u2022 Apa contoh tindakanmu yang menunjukkan sikap hormat terhadap hidup sesama? 3. Sikap untuk Menghormati Hidup Jawablah pertanyaan berikut! Jika perlu diskusikan dengan teman sebangku atau kelompokmu! \u2022 Apa saja usaha yang dapat kita lakukan untuk menghormati hidup? Lengkapilah tabel jawaban berikut ! Tindakan yang tidak menghormati hidup : 1. Ketika sakit tidak mau minum obat, 2. Bersikap tidak hati-hati\/ sembrono, 3. Tidak menjaga kebersihan badan. 4. Makan sembarangan 5. Mengucilkan teman. 6. ... Usaha-usaha yang menghormati hidup : 1. Ketika sakit mau minum obat. 2. Bersikap hati-hati. 3. Menjaga kebesihan anggota badan. 4. Makanjenis makanan yang sehat. 5. Bersahabat dengan semua orang. Refleksi. Sebuah syair lagu melukiskan bahwa \u201cHidup itu anugerah, hidup itu hadiah, Betapa bahagia yang menyadarinya, Betapa ringan langkah mereka\u201d. (Bdk. Mat 6 : 26-34). Inilah gambaran bahwa Tuhan memberikan kehidupan kepada kita sebagai hadiah. Tuhanlah yang memiliki kehidupan, sehingga tidak ada orang atau pihak mana pun yang dapat mengambilnya, dengan alasan apa pun. Sebagai hadiah Tuhan, hidup yang kita miliki harus kita rawat, kita jaga dan kita pelihara. Hal itu berlaku bagi semua makhluk hidup di muka bumi ini. Hal ini ditegaskan oleh Tuhan di dalam perjanjian lama \u201cjangan membunuh\u201d (kel 20:13 ) Lebih dalam dari itu, Yesus menekankan sikap baru dalam memahami firman kelima tersebut. Jangan membunuh bukan hanya larangan menghabisi nyawa orang lain atau bunuh diri, melainkan penekanan sikap hormat dan sikap kasih terhadap kehidupan. Hal itu tergambar dalam sabda Yesus: \u201cjangan membunuh: siapa membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu, setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus diserahkan ke dalam api yang menyala-nyala\u201d (Mat 5:21-22). Pemahaman baru ini kembali menempatkan cinta-kasih sebagai hukum utama. Membunuh dapat diartikan sebagai membuang sesama dari persaudaraan, dengan menghilangkan nyawanya, menyebut sesama sebagai kafir atau juga dengan membencinya. Bagi murid-murid Yesus, yang utama bukan tindakan tidak membunuh, tetapi mengasihi sesama sebagai saudara. Dengan mengasihi sesama, kita menghormati hidup dan melestarikan kehidupan dengan segenap jiwa raga, bakat, dan perasaan. Tuhan menghendaki kita agar kita ikut serta menawarkan kasih dan kebaikan-Nya kepada orang-orang di sekitar kita.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p>SD4.2.5. Agama Katolik :\u00a0Menghormati Hidup.<\/p>\n<p>Yesus menekankan sikap baru dalam memahami firman kelima \u201cJangan membunuh\u201d. Pemahaman baru ini kembali menempatkan cinta kasih sebagai hukum utama. Membunuh dapat diartikan sebagai membuang sesama dari persaudaraan, dengan menghilangkan nyawanya, menyebut sesama sebagai kafir atau juga dengan membencinya. Bagi murid-murid Yesus, yang utama bukan tindakan tidak membunuh, tetapi mengasihi sesama sebagai saudara. Dengan mengasihi sesama, kita menghormatihidupdanmelestarikankehidupan.Karena\u201cApabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakahlebihnyadaripadaperbuatanoranglain?Bukankahorang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?\u201d (Mat 5:46-47).<\/p>\n<p>1. Kisah Kehidupan<\/p>\n<p>Sepenggal Warisan Bunda Teresa<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1361\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/bunda-theresa.jpg\" alt=\"\" width=\"222\" height=\"226\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/bunda-theresa.jpg 222w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/bunda-theresa-50x50.jpg 50w\" sizes=\"(max-width: 222px) 100vw, 222px\" \/><\/p>\n<p>Ada warisan yang paling berharga yang pernah ditinggalkan oleh Bunda Teresa.<\/p>\n<p>Teresa muda menulis dalam buku hariannya tentang tahun pertamanya memulai pekerjaan misionarisnya bersama orang miskin di Kalkuta, India pada 1948. Dia meninggalkan jubah Loreto (kebiaraannya) dengan sari katun sederhanaberwarnaputihdihiasidengan pinggiran biru. Dia juga berkisah tentang\u00a0kesulitan dan penderitaanya. Ia tidak memiliki penghasilan dan harus\u00a0memohon makanan dan persediaan. Teresa muda mengalami keraguan, kesepian dan godaan untuk kembali dalam kenyamanan kehidupan biara.<br \/>\nIa menulis dalam buku hariannya:<br \/>\n\u201cTuhaninginsayamasukdalamkemelaratan.Hariinisayamendapat pelajaran yang baik. Kemelaratan para orang miskin pastilah sangat keras. Ketika saya mencari tempat tinggal, saya berjalan dan terus berjalansampailengandankakisayasakit. Sayabayangkanbagaimana mereka sakit jiwa dan raga, mencari tempat tinggal, makanan dan kesehatan.<br \/>\nKemudian kenikmatan Loreto datang pada saya:\u201dKamu hanya perlu mengatakan dan semuanya akan menjadi milikmu lagi,\u201d kata Sang Penggoda&#8230;Sebuah pilihan bebas, Tuhanku, cintaku untukmu, aku ingin tetap bertahan dan melakukan segala keinginan-Mu merupakan kehormatan bagiku. Aku tidak akan membiarkan satu tetes air mata jatuh karenanya\u201d.<\/p>\n<p>Pada 5 September 1997 Bunda Teresa meninggal. Warisannya bukan berbentuk materi. Tapi berupa sebuah gerakan kemanusiaan yang dahsyat. MisionarisCintaKasihyangdipimpinnya memiliki lebih dari 4.000 suster dan persaudaraandengan300anggotayang menjalankan 610 misi di 123 negara. Misionaris Cinta Kasih juga dibantu oleh wakil pekerja yang berjumlah lebih dari 1 juta pada tahun 1990-an untuk mengurusrumah-rumahpenampungan orang miskin dan tidak berdaya, rumah\u00a0bagi penderita HIV\/AIDS, kusta dan TBC, dapur umum, program konseling anak-anak dan keluarga, pembantu pribadi, panti asuhan, dan sekolah.<\/p>\n<p>Namun, warisan yang paling dahsyat menurut saya adalah ketika BundaTeresa menulis beberapa bait tentang seluruh pengalamannya ketika memilih kesulitan, penderitaan, dan kesabaran untuk membela harkat dan martabat kemanusiaan.<\/p>\n<p>Selalu antara Engkau dan Tuhan<\/p>\n<p>Orang kerap kali tak bernalar, tak logis dan egois Biar begitu, maafkanlah mereka<br \/>\nBila engkau baik, orang mungkin akan menuduhmu menyembunyikan motif egois<br \/>\nBiar begitu, tetaplah bersikap baik<br \/>\nBila engkau jujur dan berterus terang, orang akan menipumu Biar begitu, tetaplah jujur dan berterus terang<br \/>\nBila engkau sukses, engkau akan mendapati teman-teman palsu dan teman-teman sejati<br \/>\nBiar begitu, tetap lah meraih sukses<br \/>\nApa yang engkau bangun selama bertahun-tahun, mungkin akan dihancurkan seseorang dalam semalam<br \/>\nBiar begitu, tetaplah membangun<br \/>\nBila engkau menemukan ketenangan dan kebahagiaan, orang mungkin akan iri hati dan dengki<br \/>\nBiar begitu, tetaplah berbahagia dan temukan kedamaian hati Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin akan dilupakan orang keesokan harinya<br \/>\nBiar begitu, tetaplah lakukan kebaikan<br \/>\nBerikan pada dunia milikmu yang terbaik, dan mungkin itu tak akan pernah cukup<br \/>\nBiar begitu, tetaplah berikan pada dunia milikmu yang terbaik Ketahuilah, pada akhirnya<br \/>\nSesungguhnya ini semua adalah antara engkau dan Tuhan Tidak pernah antara engkau dan mereka\u201d.<br \/>\n(Faizal Rizki dlm http:\/\/www.aktual.co\/wisatahati\/203134sepenggal-warisan-bunda-teresa)<\/p>\n<p>Jawab pertanyaan berikut ini!<br \/>\n\u2022 Apa yang dikisahkan dalam cerita di atas?<br \/>\n\u2022 Apa yang paling berkesan dari cerita tentang Ibu Teresa?<\/p>\n<p>Refleksi.<\/p>\n<p>Catatan Harian Bunda Teresa<\/p>\n<p>\u201cHidup adalah kesempatan, gunakan itu. Hidup adalah keindahan, kagumi itu. Hidup adalah mimpi, wujudkan itu. Hidup adalah tantangan, hadapi itu. Hidup adalah kewajiban, penuhi itu. Hidup adalah pertandingan, jalani itu. Hidup adalah mahal, jaga itu. Hidup adalah kekayaan, simpan itu. Hidup adalah kasih, nikmati itu. Hidup adalah janji, genapi itu. Hidup adalah kesusahan, atasi itu. Hidup adalah nyanyian, nyanyikan itu. Hidup adalah perjuangan, terima itu. Hidup adalah tragedi, hadapi itu. Hidup adalah petualangan, lewati itu. Hidup adalah keberuntungan, laksanakan itu. Hidup adalah terlalu berharga, jangan rusakkan itu. Hidup adalah HIDUP, berjuanglah untuk itu\u201d<br \/>\n2. Panggilan untuk Menghormati Hidup<br \/>\nSimaklah teks Kitab Suci berikut ini!<\/p>\n<p>Yesus dan Hukum Taurat<br \/>\n(Mat 5:21-24)<\/p>\n<p>Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan keMahkamahAgamadansiapayangberkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu diatas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.<\/p>\n<p>Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!<br \/>\n\u2022 Ayat-ayat yang mana yang menunjukkan bahwa Yesus menghormati hidup orang lain?<br \/>\n\u2022 Apa makna \u201cmenghormati hidup\u201d menurut teks Kitab Suci di atas?<br \/>\n\u2022 Apa contoh tindakanmu yang menunjukkan sikap hormat terhadap hidup sesama?<\/p>\n<p><strong>3. Sikap untuk Menghormati Hidup<\/strong><br \/>\nJawablah pertanyaan berikut! Jika perlu diskusikan dengan teman sebangku atau kelompokmu!<\/p>\n<p>\u2022 Apa saja usaha yang dapat kita lakukan untuk menghormati hidup?<br \/>\nLengkapilah tabel jawaban berikut !<\/p>\n<p>Tindakan yang tidak menghormati hidup :<br \/>\n1. Ketika sakit tidak mau minum obat,<br \/>\n2. Bersikap tidak hati-hati\/ sembrono,<br \/>\n3. Tidak menjaga kebersihan badan.<br \/>\n4. Makan sembarangan<br \/>\n5. Mengucilkan teman.<br \/>\n6. &#8230;<\/p>\n<p>Usaha-usaha yang menghormati hidup :<br \/>\n1. Ketika sakit mau minum obat.<br \/>\n2. Bersikap hati-hati.<br \/>\n3. Menjaga kebesihan anggota badan.<br \/>\n4. Makanjenis makanan yang sehat.<br \/>\n5. Bersahabat dengan semua orang.<\/p>\n<p>Refleksi.<\/p>\n<p>Sebuah syair lagu melukiskan bahwa \u201cHidup itu anugerah, hidup itu hadiah, Betapa bahagia yang menyadarinya, Betapa ringan langkah mereka\u201d. (Bdk. Mat 6 : 26-34). Inilah gambaran bahwa Tuhan memberikan kehidupan kepada kita sebagai hadiah. Tuhanlah yang memiliki kehidupan, sehingga tidak ada orang atau pihak mana pun yang dapat mengambilnya, dengan alasan apa pun.<br \/>\nSebagai hadiah Tuhan, hidup yang kita miliki harus kita rawat, kita jaga dan kita pelihara. Hal itu berlaku bagi semua makhluk hidup di muka bumi ini. Hal ini ditegaskan oleh Tuhan di dalam perjanjian lama \u201cjangan membunuh\u201d (kel 20:13 )<\/p>\n<p>Lebih dalam dari itu, Yesus menekankan sikap baru dalam memahami firman kelima tersebut. Jangan membunuh bukan hanya larangan menghabisi nyawa orang lain atau bunuh diri, melainkan penekanan sikap hormat dan sikap kasih terhadap kehidupan. Hal itu tergambar dalam sabda Yesus: \u201cjangan membunuh: siapa membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu, setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus diserahkan ke dalam api yang menyala-nyala\u201d (Mat 5:21-22).<\/p>\n<p>Pemahaman baru ini kembali menempatkan cinta-kasih sebagai hukum utama. Membunuh dapat diartikan sebagai membuang sesama dari persaudaraan, dengan menghilangkan nyawanya, menyebut sesama sebagai kafir atau juga dengan membencinya. Bagi murid-murid Yesus, yang utama bukan tindakan tidak membunuh, tetapi mengasihi sesama sebagai saudara. Dengan mengasihi sesama, kita menghormati hidup dan melestarikan kehidupan dengan segenap jiwa raga, bakat, dan perasaan.<br \/>\nTuhan menghendaki kita agar kita ikut serta menawarkan kasih dan kebaikan-Nya kepada orang-orang di sekitar kita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SD4.2.5. Agama Katolik :\u00a0Menghormati Hidup. Yesus menekankan sikap baru dalam memahami firman kelima \u201cJangan membunuh\u201d. Pemahaman baru ini kembali menempatkan cinta kasih sebagai hukum utama. Membunuh dapat diartikan sebagai membuang sesama dari persaudaraan, dengan menghilangkan nyawanya, menyebut sesama sebagai kafir atau juga dengan membencinya. Bagi murid-murid Yesus, yang utama bukan tindakan tidak membunuh, tetapi mengasihi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85,1],"tags":[54,271,275,273,272,277,276,55,71,278,121,279,274],"class_list":["post-1354","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd4-agama-katolik","category-tak-berkategori","tag-agama","tag-audiobook","tag-book","tag-buku","tag-bukusuara","tag-free","tag-gratis","tag-katolik","tag-kelas-4","tag-pelajaran","tag-sd-4","tag-sekolah","tag-suara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1354","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1354"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1354\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1388,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1354\/revisions\/1388"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1354"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1354"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1354"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}