{"id":1246,"date":"2017-01-31T18:16:33","date_gmt":"2017-01-31T11:16:33","guid":{"rendered":"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/?p=1246"},"modified":"2017-09-13T13:44:14","modified_gmt":"2017-09-13T06:44:14","slug":"sd-kelas-4-tema-6-3-giat-berusaha-meraih-cita-cita-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/sd-kelas-4-tema-6-3-giat-berusaha-meraih-cita-cita-1\/","title":{"rendered":"SD Kelas 4 &#8211; Tema 6.3 &#8211; Giat Berusaha Meraih Cita-cita &#8211; 1"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"SD Kelas 4 - Tema 6.3 - Giat Berusaha Meraih Cita-cita - 1. Semua cita-cita membutuhkan usaha yang keras dan pantang menyerah. Bahkan terkadang kamu harus melakukannya lebih keras dibandingkan orang lain! Sudahkah kamu menentukan cita-citamu? Tentunya kamu harus melakukan sesuatu untuk mencapai cita-cita tersebut, bukan? Amatilah gambar di atas dengan seksama! Ceritakan pendapatmu kepada teman sebangkumu. Gambar itu menunjukkan kondisi sungai di Jakarta dahulu dan sekarang. Menurutmu, siapakah yang berperan untuk mengubah sungai tersebut? Ternyata semuanya berasal dari satu orang yang peduli dan bertekad baja! Si Pendekar Kali Pesanggrahan. Keinginan untuk kembali melihat Kali Pesanggrahan di Jakarta yang bersih, membuat H. Chaerudin atau yang dikenal dengan bang Idin berpetualang menyisiri bantaran sungai tersebut. Kali Pesanggrahan yang dulunya tempat ia bermain air bersama teman- temannya telah berubah menjadi kali yang kotor, penuh sampah, berwarna hitam, dan bau. Dengan berbekal golok dan tekad yang besar, ia mulai menyusuri bantaransungaiituuntukmelihattingkatkerusakannya. Ia pun mulai membersihkan sampah-sampah yang menutupi sungai tersebut. Banyak anggota masyarakat yang menentangnya karena dianggap sebagai perusuh. Kegiatannya banyak terhalang justru oleh masyarakat sekitar sungai yang tidak memahami tujuan kegiatannya. Akan tetapi, ia tidak marah. Baginya, untuk menyadarkan orang lain tidak perlu membalasnya dengan kekerasan. Ia melakukan berbagai cara untuk membuat masyarakat sekitar sungai sadar pentingnya merawat sungai sebagai sumber daya alam mereka. Akhirnya, berkat kesabaran dan tekad kuat, lambat laun, kesadaran masyarakat mulai tumbuh. Bang Idin kemudian juga mengajak teman- temannya sesama petani penggarap untuk mengikuti langkahnya. Kini, mereka berhasil menanam 40 ribuan pohon produktif di sepanjang bantaran kali. Burung-burung yang dulunya pergi akhirnya kembali. Mata air yang dulu tertutup sampah, kembali hidup. Air kali Pesanggrahan kini sudah normal kembali. Ikan-ikan bisa hidup dan berkembang biak. Sepanjang tepian Kali Pesanggrahan menjadi hijau. Burung-burung berkicau setiap hari. Bahkan burung Cakakak yang bersarang di tanah dan sudah jarang ditemui di wilayah lain di Jakarta, kini juga bisa ditemukan. Pohon-pohon yang mulai langka di Jakarta dapat dijumpai di sini. Belum lagi tanaman obat yang jumlahnya mencapai 142 jenis. Di balik sikap kerasnya, pria kelahiran 13 April 1956 ini ingin membuktikan, hanya orang yang benar- benar memahami alam yang dapat menyelamatkannya. Di tangan Bang Idin, Kali Pesanggrahan yang kotor dengan bantaran yang tak terurus berubah menjadi lahan produktif dan alami. Sumber: DanamonAward.org, ktlhsanggabuana, VivaNews Cita-cita Pak Idin sungguhlah mulia. Usaha dan kerja keras telah dilakukan untuk mewujudkan mimpinya yang dapat memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat di sekitarnya. Ada banyak orang seperti Pak Idin yang bercita-cita untuk selalu menjaga dan melestarikan alam sekitarnya. Penjaga Alamku Karya: D. Karitas Kau tidak pernah lelah Kau tidak pernah putus asa Kau tidak pernah menyerah Mencintai alam di mana kau dibesarkan. Angin dan badai adalah sahabatmu Hujan dan panas adalah penolongmu Air sungai adalah kehidupanmu Alammu adalah ibumu. Maka engkau menjaganya Maka engkau memeliharanya Maka engkau merawatnya Karena alam adalah ibumu. Setelah membacanya dengan saksama, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini! 1. Berkisah tentang apakah puisi tersebut? 2. Usaha apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga alam? 3. Mengapa alam dalam puisi di atas disebut sebagai ibu? Tahukah Kamu Deklamasi merupakan salah satu cara membacakan puisi tanpa menggunakan teks puisi. Biasanya, orang yang mendeklamasikan puisi harus menghafalnya terlebih dahulu. Membaca puisi memerlukan pelafalan yang jelas dan intonasi yang tepat. Selain itu, pemenggalan kalimat juga harus diperhatikan. Dengan demikian, puisi tersebut akan enak didengar dan mudah dipahami isinya. Contoh menentukan jeda: Kau \/\/ adalah \/ para penyelamat negeri \/\/ Catatan: 1. \/ berhenti sebentar untuk bernapas, biasanya pada koma atau di tengah baris. 2. \/\/ berhenti agak lama\/biasanya koma di akhir baris yang masih berhubungan dengan baris berikutnya. 3. \/\/\/ berhenti lama sekali biasanya pada titik baris terakhir atau pada akhir puisi. \u2022 Bacalah kembali puisi \u201cPenjaga Alamku\u201d. \u2022 Berikan tanda jeda pada bagian-bagian yang diperlukan. \u2022 Latihkan kembali cara membacanya dengan menggunakan tanda jeda yang kamu buat. \u2022 Jika kurang tepat kamu dapat memindahkan tanda jeda tersebut. \u2022 Hafalkan dan deklamasikan puisi tersebut. Kali ini, minta teman sebangkumu untuk memerhatikan tanda jedanya pada saat kamu mendeklamasikannya. \u2022 Lalu, deklamasikan puisi tersebut di depan kelas dengan percaya diri. Tahukah Kamu : Indonesia memiliki berbagai sumber daya alam yang dapat memenuhi kebutuhan hidup seluruh warga negaranya. Sumber daya alam hayati dan sumber daya alam mineral dalam berbagai rupa tersedia melimpah di Indonesia. Akan tetapi, tidak berarti sumber daya alam itu akan terus dapat digunakan. Sumber daya alam mineral merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Diperlukan waktu yang sangat lama dalam pembentukannya. Tidak sebanding dengan cepatnya sumber daya alam itu digunakan untuk kebutuhan hidup manusia. Sumber daya alam mineral yang dimaksud berupa batuan dan bahan tambang. Batuan dapat berupa pasir, tanah liat dan semen. Bahan tambang berupa emas, besi, batu bara, dan minyak bumi. Sumber daya alam hayati berupa tumbuhan dan hewan yang menjadi sumber makanan manusia. Selain itu, tumbuhan dan hewan berperan untuk menjaga keseimbangan alam. Bencana alam yang terjadi salah satunya karena keseimbangan alam terganggu. Banjir di Jakarta karena sungai-sungai yang tidak dipelihara, dan dijadikan tempat pembuangan sampah. Hal ini menyebabkan kerugian yang sangat besar. Baik bagi manusia maupun bagi makhluk hidup lainnya. Alam dan sumber daya alam memang harus dijaga agar lestari. Semua orang dapat melakukan sesuatu untuk menjaga dan memeliharanya. Jika alam rusak, manusia dan makhluk hidup lainnya akan kehilangan tempat tinggal dan sumber kehidupan. Oleh karenanya, manusia harus berusaha menjaganya. Salah satunya adalah dengan mengampanyekan usaha sederhana memelihara lingkungan melalui poster. Buatlah sebuah poster dengan memilih satu dari dua tema berikut. 1. Pentingnya melestarikan sumber daya alam hayati (tumbuhan) 2. Pentingnya melestarikan sumber daya alam hayati (hewan) Bersama dengan teman sekelompokmu, lakukanlah kegiatan berikut! 1. Pilihlah salah satu tema yang tersedia. 2. Carilah beberapa informasi tentang pentingnya sumber daya alam tersebut dengan menggunakan beberapa pertanyaan berikut. \u2022 Bagaimana manusia dan makhluk hidup lainnya memanfaatkan sumber daya alam tersebut? \u2022 Mengapa sumber daya alam tersebut harus dilestarikan? \u2022 Akibat apa sajakah yang akan timbul jika sumber daya alam tersebut tidak dilestarikan? 3. Buatlah sebuah peta pikiran untuk menjawab pertanyaan tersebut. 4. Rancanglah sebuah poster untuk menyampaikan pesanmu pada buku tulismu. Tuliskan kalimat yang mewakili pesan yang hendak kamu sampaikan. Rancanglah sebuah gambar yang akan mendukung isi pesanmu. 5. Gunakan kertas ukuran A3 untuk mulai memindahkan gagasanmu dari buku tulis ke kertas poster tersebut. Gunakan pensil warna untuk mempertegas pesan yang disampaikan. Bermainlah dengan paduan warna yang baik untuk memperkuat pesanmu. Lihatlah contoh di bawah ini untuk membantumu. 6. Ceritakan hasil postermu di depan kelas dengan percaya diri. 7. Tempelkan postermu di gedung sekitar sekolahmu. Nilai dan sikap apa yang diperlukan untuk mencapai cita-cita yang dapat kamu pelajari hari ini? Keterampilan baru apa sajakah yang kamu miliki pada hari ini? Kegiatan pelestarian lingkungan seperti apa yang hendak kamu lakukan? Lakukanlah wawancara kepada orang tuamu bagaimana cara mereka mencapai cita-cita mereka.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><span style=\"color: #000000;\">SD Kelas 4 &#8211; Tema 6.3 &#8211; Giat Berusaha Meraih Cita-cita &#8211; 1.<\/span><\/p>\n<p>Semua cita-cita membutuhkan usaha yang keras dan pantang menyerah. Bahkan terkadang kamu harus melakukannya lebih keras dibandingkan orang lain!<\/p>\n<p>Sudahkah kamu menentukan cita-citamu?<br \/>\nTentunya kamu harus melakukan sesuatu untuk mencapai cita-cita tersebut, bukan?<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1265\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/sd4-tema6-kali-pesanggrahan.jpg\" alt=\"\" width=\"427\" height=\"536\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/sd4-tema6-kali-pesanggrahan.jpg 427w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/sd4-tema6-kali-pesanggrahan-239x300.jpg 239w\" sizes=\"(max-width: 427px) 100vw, 427px\" \/><\/p>\n<p><strong>Amatilah gambar di atas dengan seksama!<\/strong><br \/>\nCeritakan pendapatmu kepada teman sebangkumu. Gambar itu menunjukkan kondisi sungai di Jakarta dahulu dan sekarang. Menurutmu, siapakah yang berperan untuk mengubah sungai tersebut? Ternyata semuanya berasal dari satu orang yang peduli dan bertekad baja!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Si Pendekar Kali Pesanggrahan.<\/strong><\/p>\n<p>Keinginan untuk kembali melihat Kali Pesanggrahan di Jakarta yang bersih, membuat H. Chaerudin atau yang dikenal dengan bang Idin berpetualang menyisiri bantaran sungai tersebut. Kali Pesanggrahan yang dulunya tempat ia bermain air bersama teman- temannya telah berubah menjadi kali yang kotor, penuh sampah, berwarna hitam, dan bau. Dengan berbekal golok dan tekad yang besar, ia mulai menyusuri bantaransungaiituuntukmelihattingkatkerusakannya.<\/p>\n<p>Ia pun mulai membersihkan sampah-sampah yang menutupi sungai tersebut. Banyak anggota masyarakat yang menentangnya karena dianggap sebagai perusuh. Kegiatannya banyak terhalang justru oleh masyarakat sekitar sungai yang tidak memahami tujuan kegiatannya. Akan tetapi, ia tidak marah. Baginya, untuk menyadarkan orang lain tidak perlu membalasnya dengan kekerasan. Ia melakukan berbagai cara untuk membuat masyarakat sekitar sungai sadar pentingnya merawat sungai sebagai sumber daya alam mereka.<\/p>\n<p>Akhirnya, berkat kesabaran dan tekad kuat, lambat laun, kesadaran masyarakat mulai tumbuh. Bang Idin kemudian juga mengajak teman- temannya sesama petani penggarap untuk mengikuti langkahnya. Kini, mereka berhasil menanam 40 ribuan pohon produktif di sepanjang bantaran kali. Burung-burung yang dulunya pergi akhirnya kembali. Mata air yang dulu tertutup sampah, kembali hidup. Air kali Pesanggrahan kini sudah normal kembali. Ikan-ikan bisa hidup dan berkembang biak. Sepanjang tepian Kali Pesanggrahan menjadi hijau. Burung-burung berkicau setiap hari. Bahkan burung Cakakak yang bersarang di tanah dan sudah jarang ditemui di wilayah lain di Jakarta, kini juga bisa ditemukan. Pohon-pohon yang mulai langka di Jakarta dapat dijumpai di sini. Belum lagi tanaman obat yang jumlahnya mencapai 142 jenis. Di balik sikap kerasnya, pria kelahiran 13 April 1956 ini ingin membuktikan, hanya orang yang benar- benar memahami alam yang dapat menyelamatkannya. Di tangan Bang Idin, Kali Pesanggrahan yang kotor dengan bantaran yang tak terurus berubah menjadi lahan produktif dan alami.<\/p>\n<p>Sumber: DanamonAward.org, ktlhsanggabuana, VivaNews<\/p>\n<p>Cita-cita Pak Idin sungguhlah mulia. Usaha dan kerja keras telah dilakukan untuk mewujudkan mimpinya yang dapat memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat di sekitarnya. Ada banyak orang seperti Pak Idin yang bercita-cita untuk selalu menjaga dan melestarikan alam sekitarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Penjaga Alamku<\/strong><br \/>\n<strong>Karya: D. Karitas<\/strong><\/p>\n<p>Kau tidak pernah lelah<br \/>\nKau tidak pernah putus asa<br \/>\nKau tidak pernah menyerah<br \/>\nMencintai alam di mana kau dibesarkan.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">Angin dan badai adalah sahabatmu<br \/>\nHujan dan panas adalah penolongmu<br \/>\nAir sungai adalah kehidupanmu<br \/>\nAlammu adalah ibumu.<\/p>\n<p>Maka engkau menjaganya<br \/>\nMaka engkau memeliharanya<br \/>\nMaka engkau merawatnya<br \/>\nKarena alam adalah ibumu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Setelah membacanya dengan saksama, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!<br \/>\n1. Berkisah tentang apakah puisi tersebut?<br \/>\n2. Usaha apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga alam?<br \/>\n3. Mengapa alam dalam puisi di atas disebut sebagai ibu?<\/p>\n<p>Tahukah Kamu<\/p>\n<p>Deklamasi merupakan salah satu cara membacakan puisi tanpa menggunakan teks puisi. Biasanya, orang yang mendeklamasikan puisi harus menghafalnya terlebih dahulu.<br \/>\nMembaca puisi memerlukan pelafalan yang jelas dan intonasi yang tepat. Selain itu, pemenggalan kalimat juga harus diperhatikan. Dengan demikian, puisi tersebut akan enak didengar dan mudah dipahami isinya.<br \/>\nContoh menentukan jeda:<br \/>\nKau \/\/ adalah \/ para penyelamat negeri \/\/<br \/>\nCatatan:<br \/>\n1. \/ berhenti sebentar untuk bernapas, biasanya pada koma atau di tengah baris.<br \/>\n2. \/\/ berhenti agak lama\/biasanya koma di akhir baris yang masih berhubungan dengan baris berikutnya.<br \/>\n3. \/\/\/ berhenti lama sekali biasanya pada titik baris terakhir atau pada akhir puisi.<\/p>\n<p>\u2022 Bacalah kembali puisi \u201cPenjaga Alamku\u201d.<br \/>\n\u2022 Berikan tanda jeda pada bagian-bagian yang diperlukan.<br \/>\n\u2022 Latihkan kembali cara membacanya dengan menggunakan tanda jeda yang kamu buat.<br \/>\n\u2022 Jika kurang tepat kamu dapat memindahkan tanda jeda tersebut.<br \/>\n\u2022 Hafalkan dan deklamasikan puisi tersebut. Kali ini, minta teman sebangkumu untuk memerhatikan tanda jedanya pada saat kamu mendeklamasikannya.<br \/>\n\u2022 Lalu, deklamasikan puisi tersebut di depan kelas dengan percaya diri.<\/p>\n<p>Tahukah Kamu :<br \/>\nIndonesia memiliki berbagai sumber daya alam yang dapat memenuhi kebutuhan hidup seluruh warga negaranya. Sumber daya alam hayati dan sumber daya alam mineral dalam berbagai rupa tersedia melimpah di Indonesia. Akan tetapi, tidak berarti sumber daya alam itu akan terus dapat digunakan.<\/p>\n<p>Sumber daya alam mineral merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Diperlukan waktu yang sangat lama dalam pembentukannya. Tidak sebanding dengan cepatnya sumber daya alam itu digunakan untuk kebutuhan hidup manusia. Sumber daya alam mineral yang dimaksud berupa batuan dan bahan tambang. Batuan dapat berupa pasir, tanah liat dan semen. Bahan tambang berupa emas, besi, batu bara, dan minyak bumi.<\/p>\n<p>Sumber daya alam hayati berupa tumbuhan dan hewan yang menjadi sumber makanan manusia. Selain itu, tumbuhan dan hewan berperan untuk menjaga keseimbangan alam. Bencana alam yang terjadi salah satunya karena keseimbangan alam terganggu. Banjir di Jakarta karena sungai-sungai yang tidak dipelihara, dan dijadikan tempat pembuangan sampah. Hal ini menyebabkan kerugian yang sangat besar. Baik bagi manusia maupun bagi makhluk hidup lainnya.<\/p>\n<p>Alam dan sumber daya alam memang harus dijaga agar lestari. Semua orang dapat melakukan sesuatu untuk menjaga dan memeliharanya. Jika alam rusak, manusia dan makhluk hidup lainnya akan kehilangan tempat tinggal dan sumber kehidupan. Oleh karenanya, manusia harus berusaha menjaganya. Salah satunya adalah dengan mengampanyekan usaha sederhana memelihara lingkungan melalui poster.<\/p>\n<p>Buatlah sebuah poster dengan memilih satu dari dua tema berikut.<br \/>\n1. Pentingnya melestarikan sumber daya alam hayati (tumbuhan)<br \/>\n2. Pentingnya melestarikan sumber daya alam hayati (hewan)<\/p>\n<p>Bersama dengan teman sekelompokmu, lakukanlah kegiatan berikut!<br \/>\n1. Pilihlah salah satu tema yang tersedia.<br \/>\n2. Carilah beberapa informasi tentang pentingnya sumber daya alam tersebut dengan menggunakan beberapa pertanyaan berikut.<br \/>\n\u2022 Bagaimana manusia dan makhluk hidup lainnya memanfaatkan sumber daya alam tersebut?<br \/>\n\u2022 Mengapa sumber daya alam tersebut harus dilestarikan?<br \/>\n\u2022 Akibat apa sajakah yang akan timbul jika sumber daya alam tersebut tidak dilestarikan?<br \/>\n3. Buatlah sebuah peta pikiran untuk menjawab pertanyaan tersebut.<br \/>\n4. Rancanglah sebuah poster untuk menyampaikan pesanmu pada buku tulismu. Tuliskan kalimat yang mewakili pesan yang hendak kamu sampaikan. Rancanglah sebuah gambar yang akan mendukung isi pesanmu.<br \/>\n5. Gunakan kertas ukuran A3 untuk mulai memindahkan gagasanmu dari buku tulis ke kertas poster tersebut. Gunakan pensil warna untuk mempertegas pesan yang disampaikan. Bermainlah dengan paduan warna yang baik untuk memperkuat pesanmu. Lihatlah contoh di bawah ini untuk membantumu.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1267\" src=\"http:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/sd4-tema6-poster.jpg\" alt=\"\" width=\"513\" height=\"239\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/sd4-tema6-poster.jpg 513w, https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/sd4-tema6-poster-300x140.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 513px) 100vw, 513px\" \/><\/p>\n<p>6. Ceritakan hasil postermu di depan kelas dengan percaya diri.<br \/>\n7. Tempelkan postermu di gedung sekitar sekolahmu.<\/p>\n<p>Nilai dan sikap apa yang diperlukan untuk mencapai cita-cita yang dapat kamu pelajari hari ini?<br \/>\nKeterampilan baru apa sajakah yang kamu miliki pada hari ini?<br \/>\nKegiatan pelestarian lingkungan seperti apa yang hendak kamu lakukan?<\/p>\n<p>Lakukanlah wawancara kepada orang tuamu bagaimana cara mereka mencapai cita-cita mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SD Kelas 4 &#8211; Tema 6.3 &#8211; Giat Berusaha Meraih Cita-cita &#8211; 1. Semua cita-cita membutuhkan usaha yang keras dan pantang menyerah. Bahkan terkadang kamu harus melakukannya lebih keras dibandingkan orang lain! Sudahkah kamu menentukan cita-citamu? Tentunya kamu harus melakukan sesuatu untuk mencapai cita-cita tersebut, bukan? Amatilah gambar di atas dengan seksama! Ceritakan pendapatmu kepada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[108],"tags":[271,275,273,272,114,277,276,55,71,278,279,274,116],"class_list":["post-1246","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sd4-tema-6","tag-audiobook","tag-book","tag-buku","tag-bukusuara","tag-cita-cita","tag-free","tag-gratis","tag-katolik","tag-kelas-4","tag-pelajaran","tag-sekolah","tag-suara","tag-tema-6"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1246","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1246"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1246\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1268,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1246\/revisions\/1268"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1246"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1246"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/audiobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1246"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}