SD6 – Jamrut – Gereja Satu Kudus Katolik Apostolik

SD Kelas 6 – Jamrut – Gereja yang Satu Kudus Katolik Apostolik.

  • Orang-orang beriman kepada Kristus hendaknya berhimpun menjadi umat Al-lah ( 1 Petrus 2 : Ayat 5-10) dan menjadi satu Tubuh (1 Korintus 12 : ayat 12).
  • Karena di panggil kepada kekudusan oleh Tuhan , ” Hendaklah kamu sempurna sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya.” (Matius 5 : ayat 48).
  • Perlu di perhatikan juga bahwa kategori kudus yang dimaksud, terutama bukan dalam arti moral, tetapi teologi. Bukan soal baik atau buruknya tingkah laku melainkan hubungannya dengan Al-lah.
  • Ciri  Katolik ini mengandung arti Gereja yang utuh, lengkap, tidak hanya setengah atau sebagaian dalam menerapkan sistem yang  berlaku dalam Gereja. Bersifat universal artinya gereja katolik mencakup semua orang yang telah dibaptis secara Katolik di seluruh dunia dimana setiap orang menerima pengajaran iman dan moral serta berbagai tata liturgi yang sama di manapun berada. Kata universal juga sering dipakai untuk menegaskan tidak adanya sekte-sekte dalam gereja Katolik.
  • Ciri yang terakhir dari Gereja Katolik adalah apostolik. Dengan ciri ini ingin di ditegaskan adanya kesadaran bahwa Gereja “dibangun atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru” (Efesus 2 : ayat 20).
    Gereja Katolik mementingkan hubungan historis, turun temurun, antara para rasul dan pengganti mereka, yaitu para uskup.
  • Kristus menegaskan kepada para muridnya, untuk selalu menunjukkan sikat serta ciri-ciri kehidupan tertentu. Berdasarkan pada sabda serta ajaran-Nya, Gereja terpanggil untuk mewujudkan diri sebagai komunitas dengan ciri-ciri yang satu, kudus, katolik dan apostolik:
    1. Satu.
      Ciri satu, menegaskan bahwa Gereja sebagai kumpulan orang-orang beriman kepada Kristus hendaknya berhimpun menjadi Umat Al-lah (1 Petrus 2: ayat 5-10) dan menjadi satu tubuh (1 korintus 12 : ayat 12).
    2. Kudus :
      Ciri Kudus menegaskan bahwa Gereja di panggil kepada kekudusan oleh Tuhan, “Hendaklah kamu sempurna sebagaimana Bapamu di Surga sempurna adanya.” (Matius 5: ayat 48). Perlu diperhatikan juga bahwa kategori kudus yang dimaksud menegaskan bahwa Gereja merupakan kumpulan orang-orang beriman yang terpanggil untuk hidup suci, yaitu hidup sesuai dengan kehendak Al-lah.
    3. Katolik :
      Ciri Katolik ini mengandung arti Gereja yang utuh, lengkap, tidak hanya setengah atau sebagaian dalam menerapkan sistem yang berlaku dalam Gereja. Bersifat universal artinya Gereja Katolik itu mencakup semua orang yang tekah di Baptis secara Katolik diseluruh dunia dimana setiap orang menerima pengajaran iman dan moral serta berbagai tata liturgi yang sama dimanapun berada. Kata universal juga sering dipakai untuk menegaskan tidak adanya sekte-sekte dalam Gereja Katolik.  
    4. Apostolik :
      Ciri yang terakhir dari Gereja Katolik adalah apostolik. Dengan ciri ini mau ditegaskan adanya kesadaran bahwa Gereja “dibangun atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru” (Efesus 2: ayat 20). 
      Gereja Katolik mementingkan hubungan historis, turun temurun, antara para rasul penggnati mereka, yaitu para uskup.

 

A. 1 Korintus 12 : ayat 13.

Sebab dalam satu Roh  kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka,  telah dibaptis  menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum  dari satu Roh.

 

B. Yohanes 17 : Ayat 19.

Dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.

 

C. Kisah Para Rasul 2 : ayat 41-47.

Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
Mereka bertekun dalam pengajaran  rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti  dan berdoa.
Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Al-lah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
sambil memuji Al-lah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.