SD6- 02- F – Yesus Mewartakan Kerajaan Allah dg. Tindakan

SD6- 02- F – Perjanjian Baru -Yesus Mewartakan Kerajaan Al-lah dengan Tindakan.

“Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”(Yakobus 2: ayat 14,17-18).

DOA:
Ya Al-lah, Bapa yang Mahakasih
pada hari ini kami akan belajar tentang Yesus
yang mewartakan Kerajaan Al-lah dengan tindakan. Bimbinglah kami, agar kami mampu meneladani Yesus yang selalu mengatakan kebenaran,
tetapi juga mampu menunjukkan kebenaran kata-kata-Nya di dalam tindakan serta perbuatan yang nyata.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

1. Mendalami Arti Pengajaran dan Keteladanan di dalam Masyarakat.

Berdasarkan pengalamanmu atau informasi yang kamu peroleh dari media massa. Tentu kamu mengenal tokoh-tokoh yang memberikan nilai- nilai keteladanan, bukan hanya karena nasehat dan kata-kata, tetapi juga karena tokoh tersebut mampu menunjukkannya dalam tindakan nyata.
Cobalah untuk mengungkapkan pengalaman atau informasi yang kamu miliki kepada teman-temanmu.

Sebagai contoh,simaklah kisah keteladanan I.J Kasimo berikut ini:
Judul : Ignatius Joseph Kasimo yang Terlupakan.

Pada zaman pemerintahan Presiden Soekarno, Ignatius Joseph Kasimo Hendro-wahyono menduduki jabatan sebagai Menteri Persediaan Pangan untuk Rakyat atau Menteri Pertanian. IJ Kasimo adalah pendiri sekaligus ketua Partai Katolik. Kasimo seorang Katolik yang taat, seorang Jawa yang bersahaja dan sederhana. Dilahirkan di Yogyakarta tahun 1900 dari pasangan Dalikem dan Ronosentika, seorang prajurit Keraton Yogyakarta, Kasimo memperoleh pendidikan dari Pastor Jesuit bernama Van Lith, SJ.

Bersama Albertus Soegiopranoto, kelak menjadi uskup pribumi pertama Indonesia dan diangkat menjadi pahlawan nasional oleh Presiden Soekarno. Kasimo belajar dengan sistem pendidikan moderen yang pada waktu itu hanya anak orang-orang tertentu yang bisa belajar.
Dari ajaran Romo Van Lith itulah pola pikir Kasimo terbentuk. Ia diangkat menjadi anggota Volksraad antara tahun 1931 – 1942. Dan ikut menandatangani petisi Soetardjo yang menginginkan kemerdekaan Hindia-Belanda. Kasimo juga mendirikan Pakempalan Politik Katolik Djawi (PPKD) tahun 1923 dan pada tahun 1925 berubah menjadi Perkoempoelan Politik Katolik di Djawa (PPKD), kemudian tahun 1933 berubah lagi menjadi Persatoean Politik Katolik Indonesia (PPKI) yang pada akhirnya menjadi Partai Katolik. Ketika ia menjadi menteri persediaan pangan rakyat, kondisi ekonomi Indonesia yang pada waktu itu masih kacau. Kebutuhan rakyat sangatlah mendesak ditambah dengan kosongnya kas negara, pajak-pajak dan bea masuk lainnya yang berkurang, sebaliknya keperluan negara sangatlah banyak. Maka perlu adanya segera pemecahan masalah ekonomi seperti meningkatkan produksi dan distribusi bahan makanan, masalah sandang, serta status perkebunan milik asing. Kasimo dengan brilian mencetuskan gagasan yang dikenal dengan sebutan Kasimo Plan. Kasimo Plan berisikan anjuran untuk memperbanyak kebun bibit unggul, pencegahan hewan pertanian untuk disembelih, penanaman kembali lahan kosong, dan perpindahan penduduk ke Sumatera.

Kasimo adalah sosok yang sederhana. Pernah suatu ketika ia mengadakan kunjungan ke daerah, masyarakat disitu mempersiapkan segala sesuatu dengan mewah. Dalam pikiran mereka Kasimo akan datang dengan rombongan yang naik mobil. Setelah ditunggu-tunggu rombongan mobil itu tak datang juga, hanya sebuah andong yang di dalamnya terdapat seorang yang memakai pakaian Jawa lengkap. Tiba di tempat, orang berpakaian Jawa tersebut langsung menuju ruangan pertemuan. Ketika orang-orang masih menunggu menteri, orang berpakaian Jawa itu pun bertanya “Kapan acara akan dimulai?”. Panitia pun segera menyadari bahwa orang berpakaian Jawa tersebut adalah menteri yang mereka tunggu. Orang itu adalah Kasimo, masyarakat di daerah itu heran, menteri yang dipikirkan mereka akan datang dengan mobil ternyata datang dengan andong.

Kasimo juga layak menjadi panutan para elit politik kita. Ketika presiden Soekarno membentuk kabinet dari PKI, Masyumi, PNI dan NU dia menolak untuk menjadi menteri. Ia menolak bekerjasama dengan PKI. Namun begitu hubungan dia dengan ketua PKI, D.N. Aidit sangat hangat. Pernah suatu kali Kasimo dan Aidit terlibat adu argumen yang cukup alot di parlemen. Namun sesudah itu mereka keluar bersama-sama dan kemudian ngopi sambil membicarakan keluarga masing-masing.

I.J. Kasimo berjuang bukan untuk dia sendiri atau orang Katolik, tapi dia berjuang untuk semua rakyat Indonesia. Seperti motonya salus populi suprema lex, yang berarti kepentingan rakyat, hukum tertinggi, yang merupakan cermin etika berpolitik yang nyaris klasik dari tangan beliau. (diadaptasi dari –pram- Kompasiana.com, 19 Oktober 2010)

 

2. Menyadari bahwa Keteladanan Lebih Utama dari Sekedar Nasehat atau Kata-Kata.

Setelah membaca atau menyimak kisah keteladanan di atas, berilah tanggapan atau pertanyaan yang perlu kamu sampaikan, sehingga kamu lebih memahami pesan kisah tersebut!

a. Menemukan Ungkapan dan Peribahasa yang Menekankan bahwa Keteladanan Lebih Utama daripada Kata-kata.

Di masyarakat kita, banyak tokoh yang kita kenal, baik tokoh politik, ilmuwan, agama, maupun tokoh lainnya. Tetapi, rupanya tidak semua tokoh dapat memberikan nilai-nilai keteladanan. Keteladanan seseorang tidak hanya terletak pada kemampuannya berbicara, memberi nasehat atau mengajar. Lebih dari itu, keteladanan seseorang juga terletak pada perbuatan nyata yang selaras dengan kata-katanya.
Tidak mengherankan jika di masyarakat kita, terdapat banyak ungkapan, sindiran atau peribahasa yang menunjukkan bahwa perbuatan atau tindakan nyata lebih dihargai daripada kata-kata semata.
Cobalah temukan ungkapan, sindiran atau peribahasa seperti itu, dengan melengkapi kolom-kolom pada tabel berikut:

Ungkapan / Peribahasa dan Artinya.
1) Jangan “Omdo” (omong doang) , artinya Jangan hanya bicara.
2) Talk less do more; Sedikit bicara, banyak bekerja.
3) Tong kosong nyaring bunyinya; Orang banyak bicara, tapi tiada

buktinya.
Carilah peribahasa lainnya !

Selanjutnya, coba kamu temukan pemimpin atau tokoh yang ada di masyarakat, yang pantas disebut sebagai teladan, dengan nilai keteladanan yang melekat pada diri tokoh tersebut, pada tabel di bawah ini:

Nama dan Nilai Keteladanan :
1) I.J Kasimo Tegas, sederhana
2) Rm. Mangunwidjaja Cerdas, Sederhana, memperjuangkan kaum miskin.
3) RA Kartini Berjuang memajukan perempuan Indonesia.
4) Carilah tokoh-tokah lainnya !

Berikut merupakan kesimpulan sementara mengenai pandangan masyarakat tentang tokoh yang mencerminkan keteladanan. Tambahkan serta lengkapi kesimpulan di bawah ini, dengan pendapatmu!

Masyarakat lebih percaya kepada orang yang menunjukkan keteladanan daripada orang yang hanya banyak bicara serta nasehat. Kata-kata atau nasehat seseorang akan lebih dihargai jika disertai tindakan yang sesuai.
Terdapat banyak ungkapan yang menunjukkan bahwa tindakan keteladanan lebih dihargai daripada kepandaian berbicara. Seperti: Tong kosong nyaring bunyinya, sedikit bicara banyak bekerja, satunya kata dan perbuatan, dan sebagainya.
Masih cukup banyak pemimpin di dalam masyarakat yang mampu menunjukkan keteladanan.

 

3. Yesus Mewartakan Kerajaan Al-lah melalui Perbuatan Nyata.

Dari sekian banyak tokoh yang menunjukkan nilai-nilai keteladanan, kita pun mengenal Yesus. Yesus adalah tokoh yang bukan hanya mengajar, tetapi juga bertindak dan berjuang untuk melakukan apa yang diajarkan- Nya, bahkan sampai rela mati disalib.

Untuk lebih mengenal pribadi Yesus, serta nilai-nilai keteladanan yang Ia tunjukkan di dalam berbagai tindakan nyata, bacalah teks-teks kitab suci berikut:

Menemukan Kisah-Kisah Yesus yang Mewartakan Kerajaan Al-lah melalui Perbuatan :
1) Yesus dan Zakheus (luk 19:1-10)
2) Orang Samaria yang murah hati (luk 10:25-37)
3) Yesus memberi makan lima ribu orang (Mat 14:15-22)
4) Yesus wafat (Mat 27:35-54)
5) Aneka mukjizat Yesus yang lain.

Baca dan simaklah kisah Yesus dan Perempuan Samaria, yang terdapat pada Injil Yohanes 4: ayat 1-42, berikut ini:

Judul : Yesus dan Perempuan Samaria.

1 Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes
2 – meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, – 3
Ia pun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea. 4 Ia harus melintasi daerah Samaria. 5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. 6 Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. 7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.” 8Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) 10 Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Al-lah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”
11 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? 12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?”
13 Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” 15 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.” 16 Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.” 17 Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, 18sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”
19 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. 20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.”

21Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. 22Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. 23Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. 24Al-lah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” 25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.” 26Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.” 27 Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap- cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorang pun yang berkata: “Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?”
28 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: 29”Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?” 30 Maka mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus. 31Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: “Rabi, makanlah.” 32Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.” 33 Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: “Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?”
34 Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. 35Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. 36Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.
37 Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai. 38 Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka.”

39 Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.” 40 Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Ia pun tinggal di situ dua hari lamanya. 41Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya, 42 dan mereka berkata kepada perempuan itu: “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar- benar Juruselamat dunia.”

4.Menggali Makna Pewartaan Yesus melalui Tindakan, Makna serta Harapan Yesus terhadap Masyarakat atas TindakanNya.

Untuk mendalami kisah tersebut di atas, diskusikanlah beberapa pertanyaan berikut bersama teman-temanmu:

1)Apa yang dilakukan perempuan Samaria ketika Yesus menghampirinya?
2)Mengapa orang Yahudi tidak diperbolehkan bertemu dengan orang Samaria?
3)Mengapa perempuan Samaria itu percaya bahwa yang bercakap-cakap dengannya adalah Mesias?
4)Mengapa orang Samaria lainnya juga percaya bahwa Yesus adalah Mesias?
5)Apa yang dimaksud kata-kata Yesus “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya”?
6)Sebutkan beberapa manfaat dari sikap menjaga kesesuaian “kata dan perbuatan” dalam kehidupan kita.
Tulislah hasil diskusi kelompokmu, kemudian sampaikanlah secara lisan di depan kelas. Simak pula hasil diskusi kelompok lain, untuk melengkapi hasil diskusi kelompokmu.

Berikut ini merupakan rangkuman sementara, untuk kamu lengkapi.

Menurut kisah di atas, perempuan Samaria itu datang untuk menimba air di sumur Yakub, yang terletak di Sikhar Kota Samaria. Perbedaan tempat ibadah orang Samaria dan orang Yahudi, membuat pemisah yang melarang mereka untuk menjalin komunikasi. Perempuan Samaria tersebut menjadi percaya bahwa Yesus yang berkata-kata dengannya adalah Mesias, karena apa yang dikatakan Yesus sungguh benar adanya.
Orang-orang Samaria lainnya menjadi percaya kepada Yesus, bukan lagi karena apa yang dikatakan perempuan Samaria, tetapi terutama karena mereka melihat dan menyaksikan perbuatan Yesus.
Kata-kata Yesus “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya”, menunjukkan bahwa makanan dan minuman merupakan sumber kehidupan jasmaniah. Tetapi kehidupan sejati hanya akan diperoleh dengan melakukan kehendak Bapa. Dalam hal ini, keteladanan Yesus bukan hanya terletak pada kata-kata dan ajaran-Nya, tetapi terpenuhi di dalam perbuatan-Nya, yaitu melakukan kehendak Al-lah.
Dengan menjaga kesesuaian antara kata dan perbuatan, kebenaran seseorang akan tampak. Kebenaran kata-kata setiap orang akan semakin meyakinkan orang lain apabila dapat disertai dengan perbuatan yang nyata. Kesesuaian kata dan perbuatan, menempatkan setiap orang sebagai pribadi yang pandai menjadi teladan.
Dalam suratnya kepada Yakobus, Santo Paulus menegaskan bahwa iman menjadi sempurna di dalam dan melalui perbuatan yang nyata. Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan- perbuatan adalah mati.(Yak 2:26)

 

5. Membangun Niat untuk Menjaga Keselarasan Kata-Kata dengan Perbuatan Nyata.

Dalam karya-Nya, Yesus tidak semata-mata mengajar atau berkata-kata. Melainkan Yesus menunjukkan tindakan yang nyata. Melalui tindakan- Nya, Yesus menyembuhkan banyak orang sakit, tetapi juga menunjukkan tindakan yang sesuai dengan kehendak Al-lah. Tindakan Yesus merupakan tanda kehadiran Al-lah yang menyelamatkan, yang membuat banyak orang percaya kepada-Nya.

1)Renungkanlah sikap serta perilaku hidupmu selama ini, dengan bertanya kepada diri sendiri: sejauh manakah saya sudah berkata dan bertindak sesuai dengan kehendak Al-lah? Apakah sikap dan perbuatan Yesus, dapat saya teladani di dalam kehidupan sehari-hari?
2)Tulislah dengan kata-katamu sendiri, niat untuk selalu berkata serta berbuat yang baik dan benar, sebagai bukti kepercayaan kepada Tuhan Yesus, baik di rumah, di sekolah, di dalam Gereja maupun di masyarakat, misalnya dengan mengisi tabel berikut:

Lingkungan  dan Perbuatan yang Akan Dilaksanakan :
1. Rumah , apa yang akan dilaksanakan …
2 Sekolah , 
3. Gereja ,
4. Masyarakat, 
5. dan tempat-tempat lain.

Susunlah doa untuk menyampaikan niatmu kepada Tuhan, sehingga ni- atmu diberkati dan dapat kamu laksanakan di dalam tindakan nyata.

Tutuplah pelajaran dengan doa yang telah kamu susun, atau dengan doa berikut!
Ya Yesus,
Engkau hadir di dunia ini
bukan hanya untuk mewartakan Kerajaan Al-lah dengan kata-kata, melainkan menyempurnakannya dengan tindakan nyata,
baik melalui berbagai mukjizat maupun tindakan yang bijak untuk menyelamatkan semua orang.
Tanamkanlah di dalam diri kami, untuk selalu mengatakan kebenaran,
sekaligus mewujudkannya di dalam sikap dan perbuatan nyata. Karena Kristus Tuhan kami, yang hidup kini dan sepanjang segala masa.
Amin.