SD6- 02- E – Perjanjian Baru – Yesus Mewartakan Kerajaan Allah dengan Kata-Kata


SD6- 02- E – Perjanjian Baru – Yesus Mewartakan Kerajaan Al-lah dengan Kata-Kata.

Di dalam pengajaran serta karya-Nya, Yesus menggunakan kata-kata yang berwibawa. Kisah perumpamaan, kata-kata yang meneguhkan, kata-kata yang menyembuhkan serta kata-kata yang menegur, semuanya Yesus sampaikan untuk meyakinkan para pendengarNya terhadap apa yang menjadi kehendak Al-lah. Para pendengar percaya terhadap kata-kata Yesus, karena kata-kata serta ajaran yang Yesus sampaikan, menunjukkan kebenaran, efektif dan berdaya. Kata- kata Yesus mampu menyembuhkan, menguatkan, meneguhkan, dan meyakinkan para pendengarNya.

Awalilah pelajaranmu dengan doa!

Ya Al-lah Bapa yang Mahabaik,
pada hari ini kami akan belajar untuk mengenal Yesus yang mewartakan Kerajaan Al-lah dengan kata-kata.
Dengan Sabda atau kata-kata-Nya, Yesus menyembuhkan orang-orang sakit, meneguhkan orang yang takut,
tetapi juga mengusir kejahatan, agar kehendak Al-lah terlaksana. Dengan Sabda-Nya,
Yesus juga mengajar kami
untuk semakin mengenal Al-lah sebagai Bapa yang mengasihi kami. Ajarilah kami ya Bapa untuk berani menyuarakan kebenaran.
Dan dengan demikian,
kami mewujudkan Kerajaan-Mu di tengah-tengah masyarakat. Demi Kristus Tuhan kami.
Amin.

1.Mendalami Kebiasaan untuk Membangun Kepercayaan di Dalam Kehidupan Bersama.

Bacalah kisah seorang anak kecil yang percaya terhadap kata-kata ayahnya, di bawah ini.

Judul : Tomy yang Percaya.

Pada saat liburan, Tomy bermaksud mengikuti ayahnya ke pasar, tempat ayahnya berkeliling berjualan bubur ayam. Selain alasan libur, Tomy pun mau ikut ayah berjualan keliling pasar, karena ayah menjanjikan akan membelikan alat tulis keperluan sekolahnya. Pagi-pagi benar Tomy bangun dan mengikuti ayahnya yang berjalan di depan memikul bubur ayam dagangannya. Pada mulanya, Tomy tampak semangat, namun untuk menempuh perjalanan ke pasar, selain cukup jauh, jalan setapak yang ditempuh cukup berliku serta naik turun. Setiba di pasar, Ayah melihat bahwa anaknya kelelahan. Maka, Ayah mengajak Tomy singgah di sebuah warung kecil. Ayahnya memesan makanan kecil dan segelas teh hangat.
Mengingat hari sudah mulai terang, Sang Ayah berpesan “Nak! karena ayah harus berkeliling di pasar ini, tunggulah di sini sampai ayah kembali menjemputmu!”. Tomy yang masih kelelahan pun mengangguk.
Sang ayah pun berkeliling jualan bubur ayam. Hari makin siang, sementara bubur ayam yang dijualnya masih cukup banyak, sang ayah pun berkeliling ke perkampungan di luar pasar. Setelah bubur ayam habis terjual, rasa lelah dan kebiasaan berjualan tanpa diikuti Tomy, membuatnya lupa bahwa Tomy anaknya menunggu di warung kecil. Ia melepas lelah dengan minum dan duduk di sebuah pos ronda. Sang ayah mulai mengantuk dan tertidur. Pukul
13.00lewat, sang ayah terbangun, ia teringat dengan Tomy yang dimintanya menunggu di warung kecil. Sang ayah pun segera memikul keranjang dagangannya, ia berjalan setengah lari, menuju warung kecil.
Melihat ayahnya datang, Tomy yang terduduk lesu, mulai tersenyum dan menyambut ayahnya. “Tomy, ayah minta maaf, kamu terlalu lama menunggu ya. Ayah mengira kamu sudah pulang…”kata ayahnya, menghampiri Tomy. “Ayah, Tomy percaya dengan kata-kata ayah, meskipun harus menunggu lama, Tomy percaya ayah akan datang…” jawab Tomy dengan gembira. Sang ayah pun terharu dan memeluk Tomy. “Ayo kita makan dulu, setelah itu ayah belikan alat tulis untuk keperluan sekolah”. *** (sumber: mardika)

Berdasarkan cerita di atas, cobalah untuk merumuskan beberapa pertanyaan, sehingga pesan yang ada pada kisah itu dapat kamu dalami dan kamu temukan!
1) Mengapa setiap orang ingin dipercaya?
2) Apa saja cara-cara yang ditempuh oleh banyak orang untuk mendapat kepercayaan?3)Mengapa ada orang-orang yang kata-katanya diterima dan dipercaya banyak orang?
4)Mengapa banyak pula orang yang kata-katanya tidak diterima atau tidak dipercaya oleh sesamanya?
5)Bagaimana cara yang bisa kita tempuh untuk memperoleh kepercayaan?

Berdasarkan kisah di atas, cobalah kamu rumuskan dengan kata-katamu sendiri, tentang hubungan antara kata-kata dan sikap percaya:
1)Tomy ikut ayahnya ke pasar, karena ia sedang libur sekolah. Selain itu, ayahnya berjanji akan membelikan alat tulis keperluan sekolah.
2)Tomy percaya kepada ayahnya, karena Tomy sangat mengenal ayahnya sebagai ayah yang mengasihinya.
3)Tomy menunggu lama, tetapi ia gembira menyambut ayahnya, karena ia percaya pada kata-kata ayahnya yang akan kembali dan memenuhi janjinya.
4)Ayahnya sangat dipercaya Tomy, karena apa yang dijanjikan dan dikatakan ayahnya, selalu dibuktikan oleh ayahnya.

2.Yesus Mewartakan Kerajaan Al-lah melalui Kata-Kata (Matius 26: ayat 47-54).

Simaklah kisah Yesus berikut ini:

Yesus Mewartakan Kerajaan Al-lah (Matius 26 : ayat 47 – 54)

47 Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi.
48 Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: “Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia.”
49 Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: “Salam Rabi,” lalu mencium Dia.
50 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Hai teman, untuk itukah engkau datang?” Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.
51 Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya. 52Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. 53Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? 54Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam kitab suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?”

b. Merumuskan Pertanyaan dan Pendalaman.

Setelah membaca dan menyimak bacaan Kitab Suci di atas, rumuskanlah pertanyaan, tanggapan maupun kesanmu, untuk kemudian di dalami secara bersama.

Bacalah dan lengkapilah rangkuman berikut ini.

Berbagai cara dilakukan orang untuk meyakinkan orang lain. Kata-kata yang berisi janji yang manis, serta pemberian baik berupa barang maupun perhatian, sering dilontarkan untuk mendapat kepercayaan. Banyak orang yang mendapat kepercayaan, karena janji serta kata-katanya dipenuhi dan dibuktikan. Tetapi tidak sedikit pula orang yang tidak dapat memenuhi janji-janji yang pernah dikatakannya. Kata-kata serta janjinya, hanya menjadi pemanis bibirnya untuk kepentingan tertentu.
Kata-kata yang selaras dengan kenyataan, dapat meneguhkan kepercayaan. Kata-kata tersebut dimaknai sebagai kebenaran, sehingga orang yang hidupnya selaras dengan perkataannya, menjadi berwibawa dan dipercaya.
Kehadiran Yesus di dunia yaitu untuk mewartakan Kerajaan Al-lah. Kerajaan Al-lah akan terlaksana apabila setiap orang mengatakan sekaligus melakukan kebenaran. Kitab suci mengatakan bahwa dengan kata-kata atau Sabda-Nya, Yesus hendak menggenapi kitab suci.

3.Berbagai Cara untuk Membangun Kepercayaan, dan Mendalami Kisah Yesus yang Mewartakan Kerajaan Al-lah dengan Sabda-Nya

Bentuklah kelompok diskusi untuk mendiskusikan pertanyaan berikut:
1)Mengapa setiap orang mengharapkan kepercayaan dari sesamanya?
2)Cara-cara apa saja yang biasanya ditempuh untuk memperoleh kepercayaan?
3)Mengapa kepercayaan kita terhadap seseorang dapat berubah?
4)Hal-hal apakah yang dapat mengubah kepercayaan kita?
5)Mengapa kata-kata Yesus di dalam pengajaran mampu membuat para pendengarNya menjadi percaya?

Sampaikan hasil diskusi kelompokmu di dalam pleno.

Bacalah rangkuman sementara berikut ini, tambahkan dan lengkapi jika perlu.

Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki ketergantungan satu terhadap yang lain. Salah satu kebutuhan sosial manusia adalah rasa saling percaya. Sikap saling percaya inilah yang menjadi dasar bagi kehidupan bersama di dalam masyarakat.
Banyak cara untuk memperoleh kepercayaan dari orang lain, terutama melalui kata-kata, karena kata-kata merupakan alat komunikasi yang utama. Melalui kata-kata, seseorang dapat dinilai sikap hatinya. Sikap bertanggungjawab, sikap jujur dan bisa dipercaya, ditentukan oleh keselarasan kata-kata dengan sikap hidupnya.
Kepercayaan seseorang dapat berubah, menjadi lebih kuat atau sebaliknya menjadi lemah. Hal itu disebabkan oleh perubahan kualitas kepercayaan itu sendiri. Kepada orang yang pada akhirnya diketahui berbohong, kepercayaan kita akan berkurang dan hilang. Tetapi jika seseorang mampu menunjukkan kebenaran, sikap tanggungjawab dan kejujuran, maka kepercayaan kita akan semakin bertambah.
Berkurangnya kepercayaan, dapat dipengaruhi oleh kebohongan, ketidaksetiaan, kepura-puraan dan sikap mau mencari keuntungan pribadi. Sebaliknya, kepercayaan akan meningkat jika terpeliharanya sikap setia, jujur dan bertanggungjawab.
Kata-kata atau sabda Yesus mampu mengubah kepercayaan orang-orang pada saat itu, karena disertai dengan perbuatan yang nyata. Kata-kata yang berwibawa dan penuh kuasa, membuat orang sakit menjadi sembuh, orang tidak berdaya menjadi teguh, dan orang-orang yang kurang percaya menjadi percaya.

 

4.Sikap Yesus dalam Mengajar, serta Menentukan Sikap terhadap Pengajaran Yesus.

Di dalam suasana hening, renungkanlah: sejauh mana saya telah menggunakan kata-kata yang baik dalam pergaulan dengan teman-teman, guru, orang tua dan lingkungan? Apakah selama ini saya jujur di dalam kata-kata, sehingga tidak membohongi teman dan orang lain?

Teguhkan hati untuk membangun niat supaya perkataan serta bentuk komunikasi di dalam pergaulan, mampu meneguhkan sikap saling percaya di tengah masyarakat. Rumuskan dengan kata-katamu sendiri serta tuliskan pentingnya kata-kata dan pengajaran, bagi seseorang untuk bisa percaya atau meyakini sesuatu. Rumusan tersebut dikaitkan dengan hal- hal yang mengagumkan dari cara mengajar Yesus.

Wujudkan niatmu di dalam tindakan nyata!

Tindakan nyata tersebut dapat berupa sikap mau mendengarkan sabda Tuhan di dalam ekaristi, melalui pendalaman iman, maupun membangun sikap santun dalam berbicara.
Tulislah tindakan nyata sebagai perwujudan niatmu tersebut dalam bentuk laporan untuk dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
Misalnya melalui pengajaran agama, atau menyimak serta mencatat kotbah pastor dan membacakan hasilnya di depan kelas

Tutuplah pelajaran dengan doa.

Ya Yesus,
Engkau hadir di dunia ini
bukan hanya untuk mewartakan Kerajaan Al-lah dengan kata-kata, melainkan menyempurnakannya dengan tindakan nyata, baik melalui berbagai mukjizat maupun tindakan yang bijak untuk menyelamatkan semua orang.
Tanamkanlah di dalam diri kami, untuk selalu mengatakan kebenaran,
sekaligus mewujudkannya di dalam sikap dan perbuatan nyata.
Karena Kristus Tuhan kami, yang hidup kini dan sepanjang segala masa. Amin