Bab 1.7 – KERAGAMAN PENDAPAT

Lanjutan Bab 1.

VII. KERAGAMAN  PENDAPAT

60. Akhirnya kita perlu mengakui bahwa telah dikembangkan pandangan dan garis pemikiran yang berbedabeda tentang situasi saat ini dan tentang solusi yang dimungkinkan. Di ujung yang satu, ada pihak yang kuat mempertahankan mitos kemajuan dan menegaskan bahwa masalah ekologi akan dipecahkan hanya melalui penerapan teknologi baru, tanpa perlu pertimbangan etis atau perubahan mendalam. Di ujung yang lain, ada yang memandang bahwa manusia dengan segala intervensinya hanya bisa menjadi ancaman dan membahayakan ekosistem global, dan oleh karena itu kehadirannya di planet ini harus dikurangi dan segala bentuk intervensinya terhadap alam dicegah. Antara dua kutub ekstrem ini, perlu dipikirkan dan diajukan skenario-skenario yang mungkin pada masa depan, karena jalan keluar tidak ada cuma satu. Berbagai proposal mungkin dapat dimasukkan dalam dialog untuk menemukan jawaban yang lebih utuh.

61. Pada banyak pertanyaan konkret, pada prinsipnya, Gereja tidak memiliki alasan untuk menawarkan pendapat definitif. Gereja memahami kewajiban untuk mendengarkan dan mendorong debat yang tulus di antara para ilmuwan, sambil menghormati keragaman pendapat. Cukuplah melihat realitas dengan jujur untuk menemukan bahwa rumah kita bersama mengalami kerusakan parah. Pengharapan mengundang kita untuk  melihat  bahwa selalu ada jalan keluar, bahwa kita selalu dapat menetapkan kembali arah, selalu dapat melakukan sesuatu untuk memecahkan pelbagai masalah. Namun, kita melihat tanda-tanda bahwa kini sudah mencapai titik kritis, karena kecepatan perubahan dan degradasi, yang tampak dalam bencana alam regional, dan dalam krisis-krisis sosial atau pun krisis keuangan, sebab pelbagai masalah dunia tidak dapat dikaji atau dijelaskan secara terpisah. Beberapa kawasan sudah sangat berisiko dan, lepas dari segala prediksi kiamat, dapat dipastikan bahwa dari berbagai sudut pandang sistem global saat ini tidak berkelanjutan, karena kita telah berhenti berpikir tentang tujuan aktivitas manusia: “Jika kita mengamati wilayah-wilayah planet kita, segera kita melihat bahwa manusia telah mengecewakan harapan Allah”.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *