SD6 Tema 1 – 1 – Selamatkan Tumbuhan Sumber Kehidupan

SD6 Tema 1 – 1 – Selamatkan Tumbuhan Sumber Kehidupan.

Kami akan mulai belajar tentang Persatuan dalam Perbedaan. Pemahaman tentang pentingnya persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah- tengah perbedaan
suku, agama, ras, dan antargolongan sangat penting karena hal ini akan memperkokoh keyakinan kami untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Saat bertemu orang di sekitar rumah, ajaklah mereka untuk bercerita tentang pengalamannya berinteraksi dan bekerja sama dengan orang-orang yang berbeda suku, agama, ras, dan antargolongan. Selain itu, juga upaya yang mereka lakukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan.

Ceritakan pengalaman ayah dan bundamu dalam berinteraksi dan bekerja sama dengan orang-orang yang berbeda suku, agama, ras, dan antargolongan.

Subtema 1: Tumbuhan Sumber Kehidupan.

Perhatikan lingkungan di sekitarmu. Berbagai jenis tumbuhan ada di sekitarmu. Apa manfaat tumbuhan bagi kehidupan? Yuk, kita cari tahu!

Tampak gambar : sapi makan rumput, padi yang berbulir, tampak pohon palem, tampak kelinci makan wortel, tampak dua orang gadis memegang jagung dan sayuran.

1.Siapa saja yang memperoleh manfaat dari tumbuhan? Yang memperoleh manfaat dari tumbuhan adalah manusia dan hewan.

2.Apa manfaat tumbuhan bagi manusia? Manfaat tumbuhan bagi manusia adalah menjadi makanan, pemberi oksigen untuk kita bernafas, menjadi bahan bangunan, dan lain-lain.

3.Apa manfaat tumbuhan bagi hewan? Manfaat tumbuhan bagi hewan adalah menjadi makanan, pemberi oksigen untuk bernafas, menjadi tempat tinggal, dan lain-lain.

4.Apakah tumbuhan merupakan sumber bagi kehidupan? Jelaskan! Ya, karena kita dan hewan mendapatkan makanan dari tumbuhan, mendapatkan oksigen untuk bernafas, membantu kita dalam membuat bangunan / tempat tinggal dan lain – lain yang sangat bermanfaat bagi kehidupan.

5.Apa yang akan terjadi jika tidak ada tumbuhan? Coba jelaskan menurutmu! Semua manusia dan hewan lama – kelamaan akan musnah, karena tidak ada yang memberikan kita gizi yang cukup, hewan – hewan juga mati karena kekurangan makanan, kita dan hewan tidak dapat bernafas, karena udara yang kotor dan kadar oksigen yang rendah.

Ternyata, tumbuhan dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan makanan. Tumbuhan juga dimanfaatkan oleh hewan sebagai bahan makanan. Jadi, tumbuhan merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup.

Setelah mengetahui manfaat tumbuhan bagi kehidupan, Udin ingin belajar lebih jauh mengenai perkembangbiakan tumbuhan. Cermati kisah Udin berikut ini.
Liburan sekolah telah tiba. Udin mengunjungi pamannya di desa. Pak Umar, nama pamannya. Dia seorang petani jagung. Udin datang ke rumah pamannya tidak untuk berlibur saja. Udin juga ingin belajar. Ibu guru memberikan tugas selama liburan. Ibu guru ingin anak-anak memberikan laporan terperinci (laporan investigasi) tentang satu hal yang menarik dan bermanfaat yang dilihat selama liburan. Udin ingin mengetahui tentang tanaman jagung, terutama tentang perkembangbiakannya.
Hari pertama di rumah paman, Udin mengajukan beberapa pertanyaan tentang cara menanam jagung kepada pamannya.
“Paman, aku ingin mengetahui bagaimana jagung berkembang biak. Aku juga ingin mengetahui, seandainya paman tidak menanam biji jagung di ladang saat musim tanam. Apakah mungkin tanaman jagung akan terus bertambah banyak?” begitu Udin mengawali pertanyaannya.
“Wah, pertanyaanmu menarik sekali, Udin. Besok pagi-pagi, kamu ikut paman ke ladang, ya. Paman dan beberapa pekerja di ladang akan menjawab pertanyaan-pertanyaanmu.”
Seminggu lamanya Udin berlibur di rumah pamannya. Udin memperoleh banyak informasi baru mengenai tanaman jagung. Udin juga mencari gambar-gambar tentang perkembangbiakan tanaman jagung untuk melengkapi laporannya.

Contoh laporan investigasi yang ditulis Udin.

Judul    : Bagaimana Jagung Berkembang Biak?
Tugas   : Mandiri.
Metode : Pengamatan dan Wawancara.

Alat dan Bahan :
1, Buku.
2, Alat tulis.
3, Buku Referensi atau lainnya.

Bagaimana Jagung Berkembang Biak?
Jagung merupakan salah satu tanaman yang dijadikan bahan makanan pokok di berbagai  tempat, juga di Indonesia. Contohnya, penduduk Pulau Madura menjadikan jagung
sebagai makanan pokoknya. Jagung merupakan salah satu tanaman penghasil karbohidrat yang sangat diperlukan oleh tubuh.

Seorang petani jagung, memulai pembiakan tanamannya dengan menanam biji jagung. Setelah tiga sampai empat hari bakal tanaman akan muncul di permukaan tanah. Tanaman jagung akan terus tumbuh menjadi besar. Tiga hingga tiga setengah bulan, buah jagung dapat dipanen oleh petani. Buah jagung yang berbentuk seperti tongkol pada mulanya berupa sekuntum bunga.

Bunga jagung memiliki helai-helai rambut halus pada bagian ujungnya. Pada helai rambut tersebut terdapat tepung sari. Tepung sari akan terbang terbawa angin, ketika angin bertiup. Tepung sari yang terbawa angin, sebagian akan jatuh di kepala putik yang terletak di bagian bawah bunga pada pohon jagung yang lain. Ketika itulah terjadi pembuahan.

Bunga jagung tersebut terus berkembang hingga menjadi buah jagung. Perkembangan itulah yang dapat diamati dari waktu ke waktu. Buah jagung akan siap dipanen ketika rambut jagung sudah berwarna kecokelatan dan bagian tongkolnya sudah mengering. Apabila buah jagung tersebut dikupas akan memperlihatkan biji jagung yang kekuningan. Bagian yang dimakan oleh manusia adalah biji jagung.

Supaya jagung selalu tersedia sebagai bahan makanan manusia, maka petani jagung harus menanam kembali sebagian biji jagung dari hasil panen. Biji jagung yang tua dapat ditanam kembali. Dari sinilah akan dimulai lagi perkembangbiakan jagung.

 

BACA JUGA :   SD3 - Ramling - Mengamati Bagian dari Tanaman.

 

Udin senang sekali. Liburannya memberikan banyak oleh-oleh. Udin senang karena dapat bertemu pamannya. Udin menikmati tinggal di lingkungan yang berbeda. Udin juga senang memperoleh pengetahuan baru tentang tanaman jagung yang merupakan salah satu makanan kesukaannya.

1, Apa yang dilakukan Udin ketika liburan sekolah? Udin mengunjungi rumah pamanya di desa , Udin datang tidak untuk berlibur , udin juga ingin belajar dari pamannya.
2, Siapakah Pak Umar itu? Apa pekerjaan Pak Umar? Paman Udin, Pekerjaan Petani Jagung.
3, Apa yang ingin Udin pelajari dari Pak Umar? Tamanan dan Perkembangbiakan Jagung. 
4, Mengapa Udin bertanya berbagai hal mengenai jagung kepada Pak Umar? Karena pak Udin sudah memahami cara bertanam Jagung; sehingga Udin ingin belajar banyak.
5, Apa saja yang dilakukan Udin untuk membuat tugas laporannya? Mencatat hal penting saat bertanya dan diterangkan oleh pamannya.

Diskusikan hasil jawabanmu dengan temanmu!

Laporan yang ditulis Udin mengenai perkembangbiakan jagung merupakan laporan investigasi, yaitu berupa fakta bukan rekaan. Untuk menghasilkan laporan yang terperinci, Udin harus melakukan pengamatan, wawancara, dan melengkapi informasi dari berbagai sumber agar diperoleh data yang lengkap.

Tepung sari pada bunga jagung akan terbang terbawa angin, ketika angin bertiup. Tepung sari yang terbawa angin, sebagian akan jatuh di kepala putik yang terletak di bagian bawah bunga pada pohon jagung yang lain. Ketika itulah terjadi pembuahan. Perkembangbiakan ini dinamakan perkembangbiakan generatif.
Tahukah kamu bagaimana proses perkembangbiakan generatif? Apa manfaat dari perkembangbiakan generatif?

Amatilah bagian–bagian bunga sempurna berikut ini.

Tampak bagian bunga : Mahkota, Kepala sari, Benang sari, Kepala putik, Tangkai Putik, Kelopak bunga, Bakal biji, Dasar Bunga dan Tangkai Bunga.

Pembiakan generatif (reproduksi generatif) adalah perkembangbiakan tumbuhan secara kawin atau seksual. Proses perkembangbiakan generatif ini membutuhkan alat kelamin jantan dan alat kelamin betina. Baik tumbuhan ataupun hewan dapat mengalami pembiakan secara generatif ini. Pembiakan secara generatif ditandai dengan adanya pembuahan. Pembuahan merupakan proses peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina yang pada akhirnya akan menghasilkan zigot dan menjadi organisme baru.

Reproduksi pada tumbuhan tingkat tinggi (spermatophyta) pada umumnya terjadi secara perkawinan (generatif). Perkembangbiakan secara generatif merupakan perkembangbiakan yang melibatkan sel gamet jantan (sperma) dan betina (ovum). Proses yang terjadi pada reproduksi secara generatif pada dasarnya sama dengan organisme lainnya, yaitu penyatuan kedua gamet induk sehingga membentuk zigot yang akan berkembang menjadi individu baru.

1, Perkembangbiakan secara generatif (secara kawin) dilakukan melalui proses penyerbukan dan pembuahan.
2, Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan diawali dengan penyerbukan, yaitu melekatnya atau jatuhnya serbuk sari ke kepala putik.
3, Setelah terjadi penyerbukan, pada serbuk sari tumbuh buluh serbuk sari yang menuju ke ruang bakal biji. Kemudian serbuk sari (sel kelamin jantan atau spermatozoid) akan masuk ke ruang bakal biji melalui buluh serbuk sari.
4, Di dalam ruang bakal biji terjadi pembuahan, yaitu peleburan serbuk sari (sel kelamin jantan atau spermatozoid) dengan kepala putik (sel kelamin betina atau sel telur).
5, Hasil dari pembuahan adalah zigot.
6, Zigot berkembang menjadi lembaga, bakal biji berkembang menjadi biji dan bakal buah, kemudian bakal buah berkembang menjadi daging buah.
7, Lembaga yang berada di dalam biji merupakan calon tumbuhan baru.

 

Macam Macam Penyerbukan berdasarkan Asal Serbuk Sari.

Selain dapat dibedakan berdasarkan perantaranya, macam macam penyerbukan juga dapat dibedakan berdasarkan asal serbuk sarinya. Ya, berdasarkan asal serbuk sarinya, penyerbukan dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu penyerbukan sendiri (autogami), penyerbukan tetangga (geitogami), dan penyerbukan silang (alogami).

Tampak Gambar 1 : Penyerbukan dari satu  tangkai bunga, serbuk sari membuahi putik yang sama pada tangkai bunga yang sama.

Tampak Gambar 2 : Serbuk sari membuahi putik dari bunga yang lain, masih satu pohon tetapi bunga beda tangkai.

Tampak Gambar 3 : Serbuk sari membuahi putik dari bunga lain, beda pohon.

Tampak Gambar 4 : Serbuk sari membuahi putik dari bunga lain, beda pohon, beda varietas.

 

1) Penyerbukan sendiri (autogami).
Penyerbukan autogami adalah penyerbukan pada suatu bunga yang serbuk sarinya berasal dari bunga itu sendiri. Penyerbukan autogami umumnya tidak menghasilkan keturunan bervariasi. Selain itu, ciri penyerbukan jenis ini adalah bunganya termasuk bunga sempurna (hermaprodit) yang memiliki kelamin jantan dan betina dalam satu bunga saja. Contoh tumbuhan yang dapat melakukan penyerbukan sendiri adalah bunga turi, bunga sepatu, bunga telang, dan lain sebagainya.

2) Penyerbukan tetangga (geitonogami).
Penyerbukan geitonogami adalah penyerbukan pada suatu bunga yang serbuk sarinya berasal dari bunga lain pada tumbuhan tersebut. Penyerbukan tetangga terjadi karena bunga jantan dan bunga betina pada tumbuhan tersebut tidak berada dalam satu bunga. Contoh penyerbukan tetangga misalnya terjadi pada tumbuhan jagung, kelapa, kelapa sawit, dan lain sebagainya.

3) Penyerbukan silang (alogami).
Penyerbukan alogami adalah adalah penyerbukan pada suatu bunga yang serbuk sarinya berasal dari bunga lain pada tumbuhan lainnya yang masih sejenis. Penyerbukan alogami atau penyerbukan silang kerap disebut dengan istilah persilangan. Penyerbukan silang umumnya menghasilkan variasi keturunan karena perpaduan 2 sifat tumbuhan induk. Semua tumbuhan bisa melakukan penyerbukan silang, utamanya dengan bantuan manusia.

4) Penyerbukan bastar (hybridogamy).
Penyerbukan hybridogamy adalah penyerbukan pada suatu bunga yang serbuk sarinya berasal dari bunga lain pada tumbuhan lainnya yang berbeda jenis atau sekurang-kurangnya mempunyai satu sifat beda. Contohnya penyerbukan bastar misalnya serbuk sari jambu batu berdaging merah menyerbuki putik dari jambu batu berdaging putih.

Coba bayangkan seandainya tumbuhan tidak berkembang biak. Apa yang akan terjadi?

1) Apa manfaat tumbuhan bagi kehidupan?
2) Apa manfaat perkembangbiakan bagi tumbuhan?
3) Apa yang akan terjadi jika tumbuhan tidak berkembang biak?

 

BACA JUGA :   BSE 2013 - Kelas 6 Tema 1 Selamatkan Mahkluk Hidup Revisi 2018

Pembelajaran 2.

Judul Bacaan : Sehari di Ladang Singkong.

Berbeda dengan Pak Umar, Pak Gani tetangganya memilih bertanam singkong di ladangnya. Ladang Pak Gani cukup luas. Pak Gani bertanam singkong, karena menurutnya nilai jual tanaman singkong cukup tinggi. Daun singkong dapat dijual untuk dimasak sebagai sayur. Di samping itu, umbinya merupakan salah satu bahan makanan penghasil karbohidrat. Banyak makanan tradisional Indonesia yang menggunakan singkong sebagai bahan bakunya.

Oleh karena itu, ketika liburan Udin juga sempat berkeliling di ladang singkong Pak Gani. Ketika itu, Pak Gani dan beberapa pekerjanya baru saja menanam bibit singkong di ladangnya. Ladang singkong Pak Gani berbentuk persegi panjang dengan luas 100 m2. Di ladangnya ditanam sepuluh baris batang singkong berjejer rapi. Di setiap baris, ditanami dua puluh batang singkong dengan jarak yang sama. Oleh karena baru ditanam, dari kejauhan batang-batang singkong terlihat seperti barisan patok kayu.
Udin sempat berdiri di tengah ladang Pak Gani. Terasa oleh Udin sengatan panas matahari, karena belum ada helai daun singkong yang menaungi ladang. Untuk mengurangi terpaan panas, di sekeliling ladang ditanami pohon buah-buahan. Di bawah pohon buah-buahan tersebut, Pak Gani dan para pekerjanya beristirahat sejenak melepas lelah. Mereka juga biasa menikmati bekal makan siangnya di bawah pohon buah-buahan tersebut.

Di sebelah Timur ladang, terlihat sebuah kolam ikan. Bunyi kecipak air karena gerakan ekor ikan gurame yang menjadi penyejuk suasana di tengah ladang.

Udin menikmati ketika berada di ladang Pak Gani. Sudah terbayang olehnya, sekitar delapan bulan lagi Pak Gani akan memanen hasil ladangnya. Singkong dari ladangnya akan dinikmati oleh banyak orang dalam berbagai bentuk penganan.

1) Dalam cerita di atas, mengapa Udin dapat bercerita mengenai suasana di kebun singkong Pak Gani?
2) Apakah Udin perlu wawancara untuk bercerita mengenai suasana di kebun singkong Pak Gani?
3) Apakah Udin perlu mencari data dari sumber bacaan lain mengenai kebun singkong untuk menceritakan suasananya?
4) Apakah bacaan tersebut merupakan jenis laporan investigasi? Coba jelaskan!

Bacaan “Sehari di Ladang Singkong” adalah jenis teks deskripsi. Teks deskripsi menggambarkan suatu objek berdasarkan pengamatan dengan menggunakan panca indera. Teks deskripsi dapat dibuat tanpa melakukan wawancara atau mencari data dari sumber-sumber lain.

Berbeda dengan teks “Bagaimana Jagung Berkembang Biak?” Teks tersebut merupakan jenis laporan investigasi. Teks laporan investigasi menggambarkan objek suatu peristiwa secara terperinci. Untuk menulis teks ini selain melakukan pengamatan, penulis perlu mencari sumber lain untuk mendukung tulisannya. Sumber lain seperti melakukan wawancara dan studi pustaka.

Setelah melihat ladang singkong milik Pak Gani, Udin pun ingin mencoba membuat keripik dan getuk dari singkong. Selain itu, Udin juga ingin mencoba membuat minuman. Simaklah cara Udin memasak berbagai jenis makanan dan minuman berikut ini. Kamu juga dapat mencobanya.

Tampak Gambar Pengolahan Singkong: Mengupas Singkong, Memotong dan potong tipis-tipis, diberikan bumbu atau garam, kemudian di goreng, Jadilah Kripik singkong dan di kemas plastik.

Tampak gambar membuat getuk pelangi : Singkong di kupas dan dibersihkan, Singkong di tanak sampai matang, kemudia singkong di tumbuk, di berikan warna-warni, kemudian di bentuk kotak-kotak.

Tampak gambar membuat jus wortel : Wortel di cuci bersih, wortel di haluskan dengan di parut di campur dengan air, kemudian disaring, Jus siap di minum.

Tampak Pembuatan Minuman Jahe. Jahe di bersihkan kemudian di lunakan dengan di pukul / tumbuk, Tumbukan Wortel di berikan air panas, Air jahe di saring, dapat di sajikan dengan di tambahkan gula sesuai dengan keinginan.

Tugas Kelompok :
* Kelompokmu dapat mengolah salah satu jenis makanan berdasarkan informasi yang telah dipelajari.
* Kemaslah dengan rapi dan sajikan dengan menarik.
* Jika makanan hasil karya kelompokmu akan dijual, tentukan harga jualnya.
* Kelompokmu dapat menjual hasil produksi makanan atau minuman kepada adik-adik kelasmu.
* Buatlah poster sederhana yang berisi informasi tentang makanan yang akan dijual. Cantumkan kandungan gizi serta manfaatnya. Jangan lupa tuliskan harga jual makanan/minumanmu. Gunakan poster tersebut ketika kelompokmu melakukan promosi ke kelas-kelas lain.
* Buatlah yel-yel dan presentasikan yel-yel tersebut saat mengampanyekan poster. Yel-yel kreasi kelompokmu akan menarik perhatian adik-adik kelasmu untuk menyimak presentasi kelompokmu.
Sebagai sumber kehidupan, tumbuhan memiliki kandungan gizi yang berguna bagi tubuh manusia. Begitu banyak manfaat tumbuhan bagi kehidupan. Coba bayangkan jika apa yang akan terjadi jika Tuhan Yang Maha Esa tidak menciptakannya.

Setelah selesai memasak, sudahkah kamu mencuci peralatan, membersihkan tempat masak, serta membuang sampahnya? Tahukah kamu bahwa bergotong-royong adalah sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia?

Bersama kelompokmu, pahami,  diskusikan nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila berikut.
1, Ketuhanan yang Maha Esa.
2, Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3, Persatuan Indonesia.
4, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan.
5, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Nilai-nilai yang terkandung dalam sila “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Nilai- nilai tersebut antara lain takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, toleransi, penghormatan kepada agama atau kepercayaan lain, dan kerukunan antarumat beragama.

Nilai-nilai yang terkandung dalam sila “Kemanusian yang adil dan beradab” terkait dengan hubungan nilai-nilai tersebut antara lain persamaan derajat, menghargai hak asasi manusia, solidaritas antarsesama manusia, dan perdamaian.

Sila ketiga mengandung nilai-nilai persatuan, di antaranya adalah sebagai berikut.
• Menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
• Cinta perdamaian dan persatuan.
• Tidak egosentris.

Sila keempat mengandung nilai-nilai kerakyatan, di antaranya adalah sebagai berikut.
• Mendahulukan kepentingan dan tujuan bersama.
• Melaksanakan musyawarah dan demokrasi untuk mengambil keputusan bersama.
• Bijaksana dalam menyelesaikan masalah.

Sila kelima Pancasila mengandung nilai-nilai keadilan sosial, di antaranya adalah sebagai berikut.
• Adil, sesuai kebutuhan tiap orang atau kelompok, bukan dibagi sama rata.
• Suka bekerja keras.
• Menghormati kedaulatan bangsa sendiri dan bangsa lain.
• Menganggap bangsa lain sama derajatnya.

Paman Lani seorang pengusaha madu. Ia memiliki empat kebun untuk tempat beternak lebahnya.
Berikut ini adalah diagram yang menunjukkan luas kebun yang dimiliki paman Lani. Setiap kebun menghasilkan madu yang dipanen satu kali setiap tahunnya pada waktu yang berbeda.

Tampak gambar : beramai-ramai membesuk teman yang lagi sakit.

BACA JUGA :   SD Kelas 5 - IPA - Rangkuman - Sistem Pencernaan Hewan dan Manusia

6 Agama di Indonesia
Berikut ini adalah 6 (enam) Agama yang diakui di Indonesia :

Agama Islam
Nama Kitab Suci : Al-Qur’an
Nama Pembawa : Nabi Muhammad SAW
Permulaan : Sekitar 1400 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Masjid
Hari Besar Keagamaan : Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Tahun Baru Hijrah, Isra’ Mi’raj
Jumlah Penganut : 207.176.162 jiwa (87,18%)

 

Agama Kristen Protestan
Nama Kitab Suci : Alkitab
Nama Pembawa : Yesus Kristus
Permulaan : Sekitar 2000 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Gereja
Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih
Jumlah Penganut : 16.528.513 jiwa (6,96%)

Agama Katolik
Nama Kitab Suci : Alkitab
Nama Pembawa : Yesus Kristus
Permulaan : Sekitar 2000 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Gereja
Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih
Jumlah Penganut : 6.907,873 jiwa (2,91%)

Agama Hindu
Nama Kitab Suci : Weda
Nama Pembawa : –
Permulaan : Sekitar 3000 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Pura
Hari Besar Keagamaan : Hari Nyepi, Hari Saraswati, Hari Pagerwesi
Jumlah Penganut : 4.012.116 jiwa (1,69%)

Agama Buddha
Nama Kitab Suci : Tri Pitaka
Nama Pembawa : Siddharta Gautama
Permulaan : Sekitar 2500 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Vihara
Hari Besar Keagamaan : Hari Waisak, Hari Asadha, Hari Kathina
Jumlah Penganut : 1.703.254 jiwa (0,72%)

 

Agama Kong Hu Cu
Nama Kitab Suci : Si Shu Wu Ching
Nama Pembawa : Kong Hu Cu
Permulaan : Sekitar 2500 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Li Tang / Klenteng
Hari Besar Keagamaan : Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh
Jumlah Penganut : 117.091 jiwa (0,05%)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *