SD6 – IPS 2 – Kenampakan Alam dan Sosial Asia Tenggara

SD6 – IPS 2 – Kenampakan Alam dan Sosial Asia Tenggara.

Indonesia terletak di kawasan Asia Tenggara. Ada beberapa negara tetangga Indonesia yang berada di kawasan tersebut. Setiap negara di kawasan Asia Tenggara memiliki kenampakan alam sendiri-sendiri. Lihatlah kenampakan alam negara tetangga di atas! Ha Long Bay merupakan contoh kenampakan alam negara Vietnam. Sungguh elok kenampakan alamnya, bukan? Sebagian besar orang terkagum-kagum ketika menyaksikan kenampakan alam tersebut. Selain kenampakan alam, tiap-tiap negara juga memiliki kondisi sosial sendiri-sendiri. Kondisi sosial negara-negara Asia Tenggara dipengaruhi kenampakan alamnya. Kenampakan alam dan sosial tersebut menjadi ciri khas tiap-tiap negara.

 

A. Kenampakan Alam Negara Tetangga Indonesia.

Kita hidup di wilayah Indonesia. Negara kita berada di kawasan Asia Tenggara. Indonesia memiliki bentuk wilayah yang berbeda dengan negara-negara tetangga. Kepulauan merupakan bentuk wilayah Indonesia. Negara tetangga yang ber-dekatan dengan Indonesia adalah Singapura, Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam. Meskipun berdekatan, negara tetangga tersebut memiliki batas wilayah yang berbeda. Hal ini berkaitan dengan kenampakan alam negara-negara tersebut.

Bagaimana kenampakan alam dari negara tetangga lainnya? Agar lebih jelas, simaklah peta berikut.

Dari peta tersebut, kamu dapat mengetahui negara-negara yang menjadi tetangga Indonesia. Dilihat dari letak geografisnya, Indonesia berada di kawasan Asia Tenggara. Indonesia terletak di antara dua benua, yaitu Benua Asia dan Australia. Indonesia juga diapit dua samudra, yaitu Samudra Hindia dan Pasifik. Melihat kondisi geografisnya, Indonesia merupakan negara kepulauan. Indonesia memiliki beberapa selat, laut, teluk, gunung, dan pegunungan.

Kenampakan alam di Indonesia dapat dengan mudah kamu lihat. Hutan, sungai, pegunungan, dan sawah mewarnai kenampakan alamnya. Di Indonesia terdapat beberapa gunung yang masih aktif. Misalnya Gunung Krakatau, Gunung Merapi, Gunung Kelud, Gunung Gamalama, dan Gunung Papandayan. Gunung berapi mengeluarkan asap yang mengepul. Gunung api aktif bisa meletus sewaktu-waktu. Selain menimbulkan korban dan kerusakan, letusannya bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Dahulu kenampakan hutan Indonesia seperti hamparan karpet. Kenampakan ini akan tampak jika dilihat dari udara. Akan tetapi, kondisi hutan Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Kegiatan illegal logging telah merusak hutan Indonesia. Pengalihfungsian hutan menjadi lahan perkebunan juga menyebabkan lahan hutan berkurang. Jika hal ini dibiarkan, Indonesia semakin kehilangan hutan-hutannya. Dampak buruknya bisa merusak ekosistem.

Bagaimana dengan kenampakan alam negara-negara tetangga? Secara geografis, negara-negara tetangga letaknya berdekatan dengan Indonesia. Setiap negara memiliki kenampakan alam yang berbeda.

1. Malaysia.

Malaysia dikenal dengan nama Negeri Jiran. Negara ini berdekatan dengan wilayah Indonesia. Selain itu, negara ini juga berbatasan dengan Singapura. Akan tetapi, kenampakan alam Malaysia berbeda dengan Indonesia.

Wilayah dari negara ini terdiri atas dua kawasan yang dipisahkan Laut Cina Selatan, yaitu Semenanjung Malaysia (Malaysia Barat) dan Malaysia Timur. Malaysia Barat merupakan Jazirah Malaysia. Sementara itu, wilayah Malaysia Timur terdiri atas Sabah dan Sarawak. Bentuk wilayahnya berupa pantai yang landai hingga hutan lebat dan bukit tinggi. Salah satu contoh kenampakan alamnya adalah Gunung Kinabalu dengan tinggi 4.101 meter. Gunung ini terletak di Sabah, Malaysia.

 

2. Singapura.

Singapura merupakan sebuah negara kota. Letaknya di pengujung Semenanjung Malaysia. Wilayahnya berbatasan dengan Malaysia dan Kepulauan Riau. Negara ini memiliki 63 pulau dan beberapa pulau kecil. Salah satu kenampakan alam di Singapura adalah Bukit Timah setinggi 166 meter. Sekitar 23% wilayah Singapura berupa hutan dan cagar alam. Kawasan hutan dipakai untuk tempat tinggal karena meningkatnya urbanisasi.

 

3. Brunei Darussalam

Negara ini dikenal dengan sebutan negara petrodollar. Sebuah negara kecil di bagian utara Pulau Kalimantan dan berbatasan dengan Malaysia. Negara ini termasuk negara yang sangat makmur. Sebagian besar wilayahnya terdiri atas dataran rendah yang pantainya berawa. Sementara itu, daerah pedalaman terdiri atas bukit-bukit. Wilayah yang paling tinggi di Brunei adalah bukit Pagon. Bukit lainnya adalah bukit Peradayan dan Patoi. Brunei juga memiliki sungai-sungai besar di antaranya Sungai Batu Apol, Temburong, Belalong, Tutong, dan Damit.

 

4. Thailand

Wilayah Thailand berbatasan dengan Laos dan Kampuchea di sebelah timur. Di sebelah selatan berbatasan dengan Malaysia dan Teluk Siam. Di sebelah barat berbatasan dengan Myanmar dan Laut Andaman. Di sebelah utara ber-batasan dengan Myanmar dan Laos. Kenampakan alam Thailand berupa tanah berliku, dataran tinggi, hutan, pegunungan, dan bukit-bukit. Puncak tertingginya berupa Gunung Doi Inthanon setinggi 2.576 meter. Wilayah tengah berupa lembah datar Sungai Chao Phraya yang mengalir ke Teluk Thailand.

BACA JUGA :   SD6 - IPS 1C - Pelestarian Laut Indonesia

Wilayah timur berupa hamparan Khorat dibatasi Sungai Mekong. Hamparan Khorat berupa dataran tinggi kira-kira 200 meter. Tanahnya kurang subur, berpasir, dan jarang turun hujan kecuali pada musim hujan. Wilayah selatan terdapat Tanah Genting Kra yang meluas ke Semenanjung Melayu. Tanah Genting Kra berupa daratan sempit menghubungkan Semenanjung Melayu dengan daratan Asia. Tanah tersebut berfungsi sebagai batas dua bagian cordillera (rangkaian pegunungan) pusat dari Tibet dan Semenanjung Melayu.

 

5. Filipina.

Filipina merupakan negara kepulauan. Negara ini terdiri atas 7.107 pulau. Pulau terbesarnya adalah Pulau Luzon di sebelah utara dan Pulau Mindanau di sebelah selatan. Kenampakan alamnya berupa laut merupakan laut terdalam dengan kedalaman 10.400 meter. Letaknya di Palung Mindanau. Negara ini juga dilalui jalur gunung api Sirkum Pasifik. Puncak tertinggi adalah Gunung Filipina memiliki beberapa sungai utama di antaranya Sungai Cagayan, Pampanga, dan Agno yang terletak di Pulau Luzon, serta Sungai Agusan yang terletak di Pulau Mindanau. Sementara itu, danau-danau di Filipina adalah Laguna de Bay dan Danau Taal di Pulau Luzon, serta Danau Lanao dan Mainit di Pulau Mindanau. Itulah beberapa kenampakan alam di Filipina.

 

6. Myanmar.

Myanmar berbatasan dengan India dan Bangladesh di sebelah barat serta Cina, Laos, dan Thailand di sebelah timur. Myanmar berbatasan dengan India dan Cina di sebelah utara. Wilayah perbatasannya berupa puncak Pegunungan Himalaya dengan ketinggian mencapai 4.600 meter. Rangkaian pegunungan yang memanjang di barat dan timur tersebut membentuk huruf V.

Wilayah Myanmar bagian barat terdapat rangkaian Pegunungan Arakan membentuk jurang terjal. Pegunungan yang dikenal dengan Naga, Chin, dan bukit Lushai merupakan perbatasan India dan Myanmar. Cekung Tengah Myanmar besar terletak di antara Dataran Tinggi Shan dan Pegunungan Tenasserim. Daerah ini dialiri Sungai Irawady serta beberapa anak sungai seperti Sittang, Chindwin, dan Delta Salween.

 

7. Vietnam.

Vietnam merupakan negara yang terletak paling timur di Asia Tenggara. Wilayahnya berbatasan dengan Cina di sebelah utara, Laos di sebelah barat laut, Kampuchea di sebelah barat daya, dan Laut Cina Selatan di sebelah timur. Kenampakan alamnya berupa bukit-bukit, gunung-gunung berhutan lebat, dan dataran rendah.

Dataran tinggi berada di wilayah yang berbatasan dengan Laos. Puncak tertinggi adalah Gunung Phan Xi Pang dengan tinggi 3.143 meter. Gunung ini berada di Provinsi Lao Cai. Bagian utara Vietnam berupa tanah tinggi dan Delta Sungai Merah. Bagian selatan berupa pantai, Pegunungan Banjaran Annamite, hutan, dan tanah kurang subur.

 

8. Kampuchea.

Wilayah Kampuchea berbatasan dengan Thailand di sebelah barat, Laos di sebelah utara, Vietnam di sebelah timur, dan Teluk Thailand di sebelah selatan. Salah satu kenampakan alam di Kampuchea yang menarik berupa dataran lacustrine. Dataran ini terbentuk akibat banjir di Tonle Sap. Sungai Mekong juga mengalir di wilayah ini. Puncak tertingginya adalah Gunung Phnom Aoral setinggi 1.813 meter.

 

9. Laos.

Laos adalah negara daratan di Asia Tenggara. Wilayahnya berbatasan dengan Myanmar dan Cina di barat laut, Vietnam di timur, Kampuchea di selatan, dan Thailand di barat. Delapan puluh persen wilayahnya berupa daratan dan dua puluh persen berupa perairan. Wilayah daratan berupa gunung yang diselimuti hutan lebat. Puncak tertinggi-nya adalah Gunung Phou Bia setinggi 2.817 meter. Wilayahnya juga berupa dataran rendah dan dataran tinggi. Laos juga memiliki beberapa sungai besar.

Sungai di Laos merupakan sarana transportasi. Sungai besar yang mengalir di Laos adalah Sungai Mekong dan Ngum. Sungai Mekong dijadikan media komunikasi bagi penduduk Laos bagian utara dan selatan. Anak Sungai Mekong menyediakan jalan alam menuju pedalaman yang bergunung-gunung. Rangkaian pegunungan dari Rantai Annam membentuk perbatasan dengan Vietnam.

 

10. Timor Leste.

Republik Demokratik Timor Leste (Timor-Leste atau Timor Lorosa’e) merupakan negara kecil di sebelah utara Australia dan bagian timur Pulau Timor. Wilayahnya meliputi Pulau Kambing atau Atauro, Jaco, dan Exclave Oecussi-Ambeno di Timor Barat. Negara ini berada di Dangkalan Sahul terletak sekitar 845 km barat laut dari Australia. Sebagian besar wilayahnya berupa pegunungan dengan beberapa danau dan hutan.

BACA JUGA :   SD6 Kelas 6 - IPA - Pelestarian Makhluk Hidup

Itulah beberapa kenampakan alam yang ada di negara-negara tetangga. Dari pembahasan di depan, kamu telah mengetahui berbagai bentuk kenampakan alam negara tetangga. Agar lebih jelas, kerjakanlah tugas berikut.

 

B. Kenampakan Sosial Negara Tetangga Indonesia.

Kenampakan sosial negara tetangga Indonesia dipengaruhi kenampakan alam tiap-tiap negara. Hal ini menyebabkan kenampakan sosial masyarakatnya beragam. Keragaman ini bisa dilihat dari suku bangsa, tradisi, maupun budaya tiap-tiap negara. Masyarakatnya terbentuk melalui hubungan sosial antarsuku bangsa dengan latar belakang budaya, etnis, dan agama berbeda. Akan tetapi, perbedaan tersebut menjadi dasar terciptanya hubungan yang harmonis di kawasan Asia Tenggara.

1. Kenampakan Sosial.

Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan. Dengan bentuk ini, Indonesia memiliki ribuan pulau yang tersebar hingga penjuru tanah air. Adanya ribuan pulau menjadikan Indonesia dihuni berbagai suku bangsa. Setiap suku bangsa memiliki tradisi yang merupakan warisan leluhur. Dalam kehidupan sehari-hari, tradisi tersebut dijadikan pijakan sebagian masyarakat. Meskipun berbeda tradisi, masyarakat menginginkan terciptanya rasa persatuan.

Bagaimana keadaan sosial negara-negara tetangga? Setiap negara memiliki suku bangsa sendiri-sendiri. Beberapa suku bangsa di kawasan Asia Tenggara dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel Suku Bangsa di Asia Tenggara

Negara dan Suku Bangsa.

1. Myanmar : Suku Burma (68%), Shan (9%), Karen (6%), Rakhine (4%), lainnya
termasuk suku Tionghoa dan Indo-Arya (13%).
2. Laos : Lao daratan rendah (56%), Lao Theung (34%), dan Lao Soung
(10%).
3. Vietnam : Suku Vietnam (88%), Tionghoa (4%), Thai (2%), dan lainnya (6%).
4. Kampuchea : Suku Khmer (94%), Tionghoa (4%), suku Vietnam (1%), dan lainnya
(1%).
5. Thailand : Suku Thai (75%), Tionghoa (14%), Melayu (4%), Khmer (3%), dan
lainnya (4%).
6. Malaysia : Suku Melayu dan orang asli (60%), Tionghoa (30%), Tamil (6,4%),
dan lainnya (2%).
7. Singapura : Tionghoa (76%), Melayu (15%), Indo-Arya (7%), dan lainnya (2%).
8. Brunei Darussalam : Suku Melayu (69%), Tionghoa (19%), suku pribumi Brunei (6%),
dan lainnya (7%).
9. Filipina : Filipino (80%), Tionghoa (10%), Indo-Arya (5%), bangsa Eropa
dan Amerika (2%), Arab (1%), dan lainnya (2%).
10. Indonesia : Suku Jawa (45%), Aceh (10%), suku Sunda (8%), suku Madura
(4%), dan lainnya (33%).
11. Timor Leste : Melayu polynesia, Melanesia/Papua, Mesticos (percampuran
penduduk asli Timor Leste dan Portugis), dan Cina.

Ribuan pulau di Indonesia me-nyebabkan persebaran penduduk tidak merata. Persebaran penduduk terpusat di beberapa pulau di tanah air. Wilayah yang terpadat penduduknya adalah Pulau Jawa. Selain itu, juga menyebab-kan munculnya keragaman sosial dalam masyarakat. Misalnya dalam hal pekerjaan. Sebagian besar penduduk Indonesia bekerja pada sektor pertanian. Mereka bekerja di lahan sawah, kebun, dan ladang. Ada juga masyarakat yang bekerja sebagai pegawai, nelayan, dan pedagang.

Penduduk asli di kawasan Asia Tenggara berkulit gelap dan berbadan kecil. Penduduk ini bisa dijumpai di Filipina, Indonesia, dan Malaysia. Sekitar 2.500 tahun sebelum Masehi terjadi perpindahan penduduk secara besar-besaran di Asia Tenggara. Mereka adalah orang Melayu atau Indonesia. Mayoritas penduduk Filipina dan Indonesia merupakan keturunan mereka.

Dalam hal agama, penduduk di tiap-tiap negara juga berbeda. Penduduk Thailand, Kampuchea, Laos, Myanmar, dan Vietnam beragama Buddha. Sebagian besar penduduk Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam ber-agama Islam. Sebagian besar penduduk Filipina beragama Kristen. Sementara itu, orang Cina di kawasan Asia Tenggara memiliki berbagai bentuk kepercayaan, seperti Buddha, taoisme, Konghucu, Kristen, pemujaan leluhur, pemujaan arwah, serta berbagai kepercayaan lain.

 

2. Keragaman Budaya.

Keragaman budaya juga mewarnai kawasan Asia Tenggara. Ada sebagian budaya yang merupakan warisan leluhur. Ada pula budaya modern yang berkembang karena pengaruh globalisasi. Akan tetapi, budaya tradisional masih ada yang dilestarikan. Budaya tersebut antara lain seni wayang di Indonesia dan pwe di Myanmar. Kedua budaya tersebut mulai terkikis akibat perubahan zaman yang serbamodern.

Dalam hal pakaian pun penduduk di Asia Tenggara juga memiliki selera berbeda. Di Vietnam terdapat pakaian tradisional yang terkenal, yaitu Ao Dai. Pakaian tersebut dipakai dalam peristiwa tertentu, seperti perkawinan atau pesta. Penduduk Indonesia juga memiliki pakaian tradisional di tiap-tiap daerah. Misalnya, baju kurung dengan songket dari Minangkabau, Sumatra Barat. Kebaya dan kain batik dari Jawa.

BACA JUGA :   Buku Tematik – Kelas 6 - Tema 1 - Selamatkan Makhluk Hidup.

Budaya yang berkembang di tiap-tiap negara merupakan identitas negara. Masyarakat perlu menjaga kelestariannya dari pengaruh luar. Dengan begitu, masyarakat merasa memiliki budaya negeri sendiri. Sudahkah kamu melestarikan budaya yang berkembang di daerahmu?

Carilah informasi tentang keadaan sosial salah satu negara tetangga. Kerjakan bersama kelompokmu. Untuk mendukung tugas ini, analisislah pertanyaan berikut:

1.Apa nama negara yang ingin kamu ketahui keadaan sosialnya?
2.Berapa jumlah penduduknya?
3.Apa nama suku bangsa yang mendiami negara tersebut?
4.Apa saja agama yang dianut penduduknya?
5.Sebutkan mata pencaharian penduduknya!

Hasil analisis ditulis pada kertas dan dibuat menjadi sebuah laporan. Hasilnya dipresentasikan di depan kelas. Bandingkan dengan kelompok lainnya.

 

C. Dampak Perubahan Sosial dari Negara Tetangga Indonesia.

Dalam menjalani hidup, kita tentu membutuhkan orang lain. Dengan begitu, kita bisa saling berbagi dan memberi. Pada sisi lain, kehidupan kita tidak bisa lepas dari nilai sosial. Nilai ini menjadi pijakan masyarakat dalam kehidupan. Akibat perubahan zaman, nilai-nilai sosial di masyarakat mulai luntur. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memengaruhi pola hidup masyarakat.

Saat ini kehidupan masyarakat telah berada pada era global. Pengaruh budaya luar mewarnai kehidupan masyarakat sehari-hari. Globalisasi yang meluas membuat dunia seakan menjadi sempit. Peristiwa di penjuru dunia dapat dengan mudah diketahui. Misalnya, bencana alam, pemberontakan, peperangan, maupun demonstrasi di negara-negara tetangga. Luasnya samudra tidak menghalangi masyarakat untuk menjelajah dunia memanfaatkan kemajuan teknologi.

Kemajuan teknologi juga membawa pengaruh positif dan negatif. Kita harus mewaspadai pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh keadaan sosial di negara tetangga. Berbagai peristiwa yang terjadi bisa memengaruhi perilaku masyarakat Indonesia. Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) sering kita dengar. Keadaan ini harus dicermati masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan. Pengaruh negatif ini jangan sampai merusak keragaman budaya Indonesia. Dengan begitu, keragaman budaya yang merupakan khazanah bangsa bisa hidup berdampingan secara damai dan rukun.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) berpengaruh terhadap kehidupan sosial masyarakat. Akibat kemajuan iptek, kehidupan masyarakat menjadi berubah. Kemajuan iptek ternyata juga membawa perubahan positif dan negatif bagi masyarakat.

Bersama kelompokmu, diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut:

1.Carilah contoh perubahan sosial pada masyarakat atas kemajuan iptek!
2.Bagaimana sikapmu sebagai pelajar terhadap perkembangan iptek bagi kehidupan masyarakat?3.Langkah apa yang kamu lakukan untuk menyikapi dampak buruk atas kemajuan iptek?

Dari pembahasan di depan, kamu telah memahami kenampakan alam negara-negara tetangga Indonesia. Itulah kenampakan alam yang terdapat di negara tetangga Indonesia. Kenampakan alam berpengaruh terhadap keadaan sosial penduduk. Dengan demikian, di kawasan Asia Tenggara terdapat keragaman sosial dan budaya sebagai akibat kenampakan alam yang berbeda. Perbedaan ini harus disikapi dengan bijak sehingga tercipta kerukunan di kawasan Asia Tenggara.

 

Rangkuman :

1.Kawasan Asia Tenggara meliputi negara-negara yang terletak di daratan utama dan sebagian berupa wilayah kepulauan. Perbedaan bentuk muka bumi negara-negara di Asia Tenggara memengaruhi kenampakan alamnya. Kenampakan alam tiap-tiap negara di kawasan Asia Tenggara berbeda-beda.

2.Dari peta kawasan Asia Tenggara, kamu dapat mengetahui negara-negara yang menjadi tetangga Indonesia. Dilihat dari letak geografisnya, kawasan Asia Tenggara diapit dua samudra, yaitu Samudra Hindia dan Pasifik.

3.Kondisi fisik wilayah Asia Tenggara berupa deretan pegunungan yang membujur dari utara ke selatan. Selain itu, kenampakan alam lainnya berupa daratan, selat, laut, teluk, gunung, pegunungan, sungai, dan semenanjung.

4.Keadaan sosial merupakan kondisi sosial di suatu wilayah yang dipengaruhi oleh kenampakan alam. Keadaan sosial negara-negara di Asia Tenggara juga disesuaikan dengan kenampakan alam di tiap-tiap negara. Kondisi ini menyebabkan kawasan Asia Tenggara dihuni oleh berbagai suku bangsa dengan beragam kondisi sosial dan budaya.

5.Perubahan keadaan sosial di negara tetangga harus diwaspadai masyarakat Indonesia. Dengan begitu, keragaman budaya di Indonesia bisa hidup berdampingan dan tidak ikut terpecah belah. Kita harus mewaspadai pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh keadaan sosial di negara tetangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *