SD6 – IPS 1C – Pelestarian Laut Indonesia

SD6 – IPS 1C – Pelestarian Laut Indonesia.

Sebagian besar wilayah Indonesia berupa lautan. Sekitar 70% wilayah Indonesia berupa lautan yang menghubungkan antarpulau. Laut memberikan manfaat dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang.

Laut menyimpan sumber daya alam yang melimpah. Sumber daya alam hayati maupun nonhayati terdapat di laut. Sumber daya alam yang ada di laut sebagai berikut:
1.Berbagai jenis biota laut seperti ikan, udang, cumi-cumi, kerang, kepiting, dan biota lainnya. Sumber daya alam tersebut memberikan penghidupan bagi para nelayan.
2.Kerang mutiara memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi.
3.Rumput laut dibudidayakan di daerah pesisir. Budi daya ini dapat me-ningkatkan pendapatan penduduk.
4.Air laut merupakan bahan dasar pembuatan garam mineral.
5.Berbagai bahan tambang terdapat di laut, di antaranya minyak bumi.

Sumber daya alam yang ada di laut dapat mengalami kerusakan. Kerusakan sumber daya alam di laut sebagian besar disebabkan oleh tindakan manusia. Faktor-faktor yang dapat mengakibatkan kerusakan di laut sebagai berikut:
1.Membuang sampah di laut.
2.Pembuangan limbah industri yang mengandung bahan kimia dapat mencemari laut sehingga biota laut banyak yang mati.
3.Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan menyebabkan kerusakan terumbu karang.
4.Penggunaan jaring pukat harimau dan jaring trawl menyebabkan ikan-ikan kecil tertangkap sehingga populasi ikan semakin berkurang.
5.Tumpukan minyak mentah di laut menyebabkan kematian berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya.

Sumber daya alam yang ada di laut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Kita boleh memanfaatkan sumber daya alam yang ada di laut. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Akan tetapi, kita juga harus menjaga kelestariannya. Beberapa upaya yang dilakukan untuk melestarikan sumber daya laut sebagai berikut:
1.Menjaga kebersihan laut atau tidak membuang sampah sembarangan.
2.Melakukan daur ulang sampah industri sebelum dibuang ke laut atau sungai.
3.Melarang penggunaan pukat harimau.
4.Melarang penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan.
5.Melindungi terumbu karang sebagai tempat perkembangbiakan ikan.
6.Menanam hutan bakau di pesisir pantai untuk mencegah abrasi pantai. Hutan bakau (mangrove) juga digunakan untuk berkembang biak berbagai jenis biota laut.
7.Memberi sanksi yang berat terhadap orang-orang yang menangkap satwa laut yang dilindungi.

Judul Bacaan : Hutan Manggrove.

Hutan mangrove juga disebut hutan bakau atau hutan air payau. Hutan bakau tumbuh subur di daerah pantai berlumpur yang terlindung, terutama pada daratan menjorok ke laut. Di hutan ini zonasi jenis-jenis pohon yang mendominasi hampir sejajar dengan garis pantai.

Ciri-ciri hutan bakau sebagai berikut:
1.Jenis tanahnya berlumpur, berlempung, atau berpasir dengan bahan-bahan yang berasal dari lumpur, pasir, atau pecahan karang.
2.Lahannya tergenang air laut secara berkala setiap hari sampai daerah yang hanya tergenang saat pasang purnama.
3.Mendapat cukup pasokan air tawar dari darat yang berfungsi untuk menurunkan kadar garam serta menambah pasokan unsur hara dan lumpur.
4.Airnya payau dengan kadar garam antara 2–22 ppm (1 ppm = 0,05%) atau asin dengan kadar garam mencapai 38 ppm.
Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia. Akan tetapi, luas hutannya semakin lama semakin berkurang. Hutan mangrove dapat dijumpai di wilayah-wilayah berikut:
1) Jawa.
2) Sumatra.
3) Maluku.
4) Kalimantan.

Judul : Negeri Bahari.

Indonesia dapat dikatakan sebagai negeri bahari karena wilayah lautannya lebih luas dari daratan. Laut menyimpan kekayaan alam yang melimpah. Apakah potensi laut Indonesia telah dimanfaatkan secara optimal? Buatlah karya tulis dengan tema ”Potensi Laut Indonesia”. Tuliskan kekayaan laut Indonesia dan permasalahannya dengan menarik. Bacakan hasil tulisanmu di depan kelas. Diskusikan dengan teman-teman dan gurumu.

Ringkasan Materi :
1.Pada awal proklamasi kemerdekaan, yaitu tahun 1945 jumlah provinsi di Indonesia ada delapan, yaitu Provinsi Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Borneo (Kalimantan), Sulawesi, Sunda Kecil (Nusa Tenggara), dan Maluku. Hingga tahun 2007 ada 33 provinsi di Indonesia.

2.Timor Timur berintegrasi atau bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tanggal 17 Juli 1976. Akan tetapi, pada tanggal 19 Oktober 1999 melepaskan diri dari Indonesia.

3.Pemekaran wilayah adalah pemisahan suatu wilayah dari wilayah lain sehingga menjadi wilayah baru.

4.Deklarasi Djoeanda diumumkan pada tanggal 13 Desember 1957.

5.Zona laut teritorial adalah garis khayal yang berjarak 12 mil laut dari garis dasar ke laut lepas. Garis dasar adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung-ujung pulau.

6.Landas kontinen diukur dari garis dasar, yaitu paling jauh 200 mil laut.

7.Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah jalur laut selebar 200 mil laut ke arah laut terbuka diukur dari garis dasar.

8.Beberapa upaya yang dilakukan untuk melestarikan sumber daya laut sebagai berikut.
a.Tidak membuang sampah ke laut.

b.Tidak membuang limbah industri di laut.

c.Melarang penggunaan pukat harimau.

d.Melarang penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan.

e.Melindungi terumbu karang sebagai tempat perkembangbiakan ikan.

f.Menanam hutan bakau.

 

BACA JUGA :   BSE 2013 - Kelas 6 Tema 1 Selamatkan Mahkluk Hidup Revisi 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *