SD5 Tema 8-1-4 sd 6 Lingkungan Sahabat Kita – Manusia dan Lingkungan

 

 

 

 

SD Kelas 5 Tema 8 Lingkunan Sahabat Kita –
Sub Tema 1 – Manusia dan Lingkungan.

 

Pembelajaran 4 sampai dengan 6.

 

 

 

 

 

 

 

Pembelajaran 4.

 

Dalam Pembelajaran 3 disebutkan bahwa manusia dapat memanfaatkan sumber daya alam dari lingkungan dalam usaha pertanian. Bagaimana dengan jenis usaha lain?

 

Judul Bacaan : Jenis Usaha Masyarakat Indonesia.

 

Sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki usaha yang bergerak di bidang pertanian. Selain pertanian, ada bermacam-macam jenis usaha masyarakat Indonesia. Jenis usaha itu ada yang menghasilkan barang dan ada jenis usaha menghasilkan jasa. Berikut beberapa jenis usaha selain pertanian.

 

1) Perindustrian.

 

Industri adalah kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan, misalnya mesin. Ada industri yang mengolah bahan baku atau mentah menjadi produk olahan. Ada industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi. Ada pula industri yang mengolah bahan setengah jadi menjadi bahan jadi.

 

Ada industri besar dan industri kecil. Industri besar menggunakan peralatan, modal, dan tenaga kerja dalam jumlah besar. Industri kecil menggunakan peralatan, modal, dan tenaga kerja dalam jumlah lebih kecil. Contoh industri kecil, antara lain perajin mebel, pembuatan tahu atau tempe, dan perajin keramik. Contoh industri besar antara lain industri baja, industri mobil, dan industri tekstil.

 

 

 

2) Perdagangan.

 

Perdagangan adalah semua hal yang berhubungan dengan kegiatan jual beli. Dalam perdagangan ada perpindahan hak milik. Pedagang membeli barang atau jasa dari suatu tempat pada waktu tertentu, kemudian menjualnya ke tempat lain dengan tujuan memperoleh keuntungan.

 

Tanpa adanya perdagangan, setiap orang harus memproduksi sendiri segala kebutuhan hidupnya. Dengan adanya perdagangan, produsen menjual hasil produksinya pada konsumen. Barang-barang yang diperdagangkan antara lain bahan makanan, pakaian, hewan, barang elektronika, kendaraan bermotor, dan sebagainya.

 

 

 

3) Jasa.

 

Jasa adalah segala aktivitas atau manfaat yang ditawarkan kepada orang lain (konsumen). Meskipun tidak menghasilkan barang seperti misalnya industri konfeksi menghasilkan pakaian. Usaha jasa memberikan pelayanan kepada konsumen. Contoh pekerjaan yang menjual jasa adalah guru, pengacara, dokter, montir mobil, jasa keuangan, pemandu wisata, dan sebagainya.

 

 

 

Buatlah kelompok besar terdiri atas 10-11 siswa.

 

1.Jenis usaha apa yang dilakukan keluargamu atau tetanggamu? Apa manfaatnya? Tulislah hasilnya dalam bentuk tabel berikut.

 

2.Selanjutnya, bersama seluruh temanmu di kelas, hitunglah jumlah jenis usaha yang sudah diidentifikasi. Tulislah hasilnya dalam tabel berikut.

 

Jenis Usaha Banyaknya :
– pertanian,
– peternakan,
– perikanan,
– perkebunan,
– perdagangan,
– industri,
– jasa.

 

3.Berdasarkan tabel yang telah kamu isi di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan ini.
a.Jenis usaha apa yang paling sedikit?
b.Jenis usaha apa yang paling banyak?
c.Apa kesimpulan kalian?.

 

Dari kegiatan di atas, kamu mengetahui keragaman sosial di tempat tinggalmu, yaitu keragaman jenis usaha yang dilakukan oleh warga/masyarakat. Bagaimana sikapmu atas keragaman tersebut? Tulislah dalam tabel berikut.

 

 

 

Pembelajaran 5.

 

 

Lagu Kampungku. Syair dan Lagu  oleh AT MAhmud.

 

Kampungku tepi sungai dengan rumah bambu.
Kampungku tepi sungai tempat lintas prahu.
Disana mulai kembang rasa kasih sayang.
Padamu kampungku slalu ku kenang.

 

1.Apa judul lagu itu?
2.Siapa penciptanya?
3.Apa nada dasar yang digunakan?
4.Apa tanda tempo yang digunakan?
5.Apa arti tanda tempo itu?
6.Bacalah syair lagu tersebut. Bercerita tentang apakah teks lagu itu?

 

Ayo Bernyanyi!

 

1.Berlatihlah menyanyikan lagu “Kampungku”. Berlatihlah terus hingga kamu dapat bernyanyi dengan baik. Perhatikan pula pengucapan syair lagu agar jelas dan dipahami oleh pendengar. Kemudian, nyanyikan bersama teman-temanmu. Gunakan alat musik yang ada di sekitarmu untuk mengiringi.

 

2.Nyanyikan lagu “Kampungku” dengan nada dasar yang berbeda. Rasakan mana yang lebih nyaman bagimu untuk menyanyikannya.

 

Ada lagu bertangga nada diatonis mayor. Ada pula lagu bertangga nada diatonis minor. Lagu “Kampungku” termasuk lagu bertangga nada diatonis mayor. Apa maksudnya?

 

Ayo, bacalah bacaan ini.

 

Tangga Nada Diatonis Mayor.

 

Tangga nada merupakan susunan berjenjang, misalnya do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Dalam seni musik ada jenis tangga nada diatonis. Tangga nada diatonis terdiri atas delapan nada. Tangga nada diatonis dibagi lagi dalam dua jenis tangga nada, yaitu tangga nada mayor dan tangga nada minor.

 

 

Tangga nada diatonis mayor memiliki interval (jarak nada) 1 1 ½ 1 1 1 ½. Perhatikan contoh urutan tangga nada diatonis mayor berikut.

 

Ciri-ciri tangga nada diatonis mayor biasanya sebagai berikut.
a.Bersifat riang gembira.
b.Bersemangat.
c.Biasanya diawali dan diakhiri nada do. Namun, tidak menutup kemungkinan diawali dengan nada 5 (sol) atau 3 (mi) dan diakhiri nada 1 (do).

 

Kamu telah membaca teks “Tangga Nada Diatonis Mayor”.

 

1.Apa pengertian tangga nada mayor?
2.Apa ciri-ciri lagu bertangga nada mayor?
Tulislah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

 

Lagu “Kampungku” menceritakan sebuah kampung di tepi sungai tempat perahu-perahu melintas. Rumah-rumah di kampung itu terbuat dari bambu. Dapatkah kamu membayangkan suasana kampung tersebut?

 

Pada siang hari yang terik, panas matahari akan menguapkan air dari permukaan sungai. Apa akibatnya bagi persediaan air sungai?

 

Jawablah pertanyaan berikut ini dengan berdiskusi bersama kelompokmu.

 

1.Dari mana asal persediaan air sungai?

 

2.Siapa saja yang memanfaatkan air sungai?

 

3.Apa saja manfaat air sungai?

 

4.Apakah persediaan air sungai dapat berkurang karena menguap saat terkena panas matahari? Jelaskan jawabanmu.

 

5.Faktor-faktor apa yang dapat memengaruhi persediaan air sungai?

 

Bacalah hasil diskusimu di hadapan kelompok lain dan Bapak/Ibu Guru. Adakah perbedaan jawaban di antara kelompok-kelompok diskusi di kelasmu? Jika ada, bagaimana kalian menanggapi perbedaan itu?

 

Judul Bacaan : Bunga Paling Berharga.

Makale tinggal di sebuah desa yang selalu kekeringan. Hujan jarang turun di desa itu sehingga tidak banyak tetumbuhan. Jangankan bunga-bungaan, semak-semak pun jarang ditemui.

Suatu hari, sebelum berakhirnya pelajaran, Bu Mala memberi seluruh siswanya masing-masing sebuah buku tulis. Buku tulis itu halaman-halaman dalamnya berwarna putih dan bersampul merah. Indah sekali.

“Buku tulis itu untuk kalian. Kalian boleh menulis apa saja di dalamnya,” kata Bu Mala.

“Saya mau menuliskan catatan harian di buku ini,” kata Nola.

“Saya mau menggambar wajah setiap orang yang saya temui,” kata Wendi yang hobi menggambar.

“Saya mau membuat herbarium,” kata Makale.

Bu Mala memandang Makale dengan penuh keheranan mendengar ucapan Makale.

“Kamu mau membuat herbarium?” tanya Bu Mala kepada Makale.

“Ya. Seorang pelancong pernah menunjukkan buku herbariumnya kepada saya. Herbarium itu sangat indah,” jawab Makakale.

“Tetapi, untuk membuat herbarium kamu akan membutuhkan banyak daun. Tahukah kamu?” tanya Bu Mala.

Makale menganggukkan kepalanya sambil berkata, “Atau bunga…”

“Di mana kamu akan mencarinya?” tanya teman-teman Makale.

Makale memandang keluar jendela. Tidak tampak tanaman sama sekali.

“Saya akan mendapatkannya,” kata Makale sambil tersenyum.

Hari berganti hari. Waktu berlalu dengan cepat. Buku tulis merah milik para siswa Bu Mala telah berisi berbagai cerita, gambar, dan foto. Hanya buku tulis Makale yang masih kosong.

Pada suatu hari, sebuah awan hitam berhenti di atas desa tempat tinggal Makale. Tak lama kemudian awan hitam itu mencurahkan hujan yang sangat deras. Benih-benih tumbuhan yang terkubur di dalam tanah tandus desa itu pun tumbuh. Sepetak kebun terbentuk. Bunga-bunga merah kecil memenuhi petak kebun itu.

Makale senang. Dipetiknya sekuntum bunga merah. Hanya satu. Kemudian, ditempelkannya bunga itu di dalam buku tulis merahnya. Hari berikutnya, bunga-bunga lainnya telah layu karena terbakar matahari.

Di dalam kelas, Makale berseru dengan gembira.

“Saya sudah membuat herbarium saya, Bu Mala.”

Bu Mala membuka buku tulis merah Makale. Herbarium itu hanya satu halaman. Hanya ada satu bunga di dalamnya. Namun, bunga itu paling berharga di dunia karena hanya mekar sehari dalam setahun.

Disadur dari “52 Dongeng di hari Kamis”; Jakarta: BIP.

 

Kamu telah membaca cerita “Bunga Paling Berharga”.
1) Tulislah peristiwa-peristiwa yang terjadi pada cerita.
2) Tuliskan urutan-urutan peristiwa pada cerita.
3) Tulislah kembali cerita tersebut dengan bahasamu sendiri. Tuliskan dengan ejaan yang benar.
4) Bacalah tulisanmu, lalu kumpulkan kepada Bapak/Ibu Guru.

Dari pembelajaran hari ini, kamu telah mendapat pengetahuan baru, melatih keterampilan, dan mengembangkan sikap-sikap baik. Adakah pengetahuan dan keterampilan yang dapat kamu berikan bagi perbaikan lingkungan sekitarmu?

 

Pembelajaran 6.

wpsF0F7.tmp

Pada hari Minggu, 11 Desember 2016 digelar acara Festival Permainan Tradisional Anak Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah. Acara ini biasa digelar setiap tahun. Tujuan digelarnya acara ini adalah supaya anak Indonesia mengenal keragaman lingkungan dan kebudayaannya.

Saat ini anak-anak dibanjiri dengan permainan digital melalui alat-alat elektronika. Dengan permainan digital itu anak merasa tidak perlu bermain dengan teman sebayanya. Oleh karena itu, permainan tradisional menjadi jurus ampuh agar anak-anak kembali kepada nilai-nilai kebersamaan. Hal tersebut setidaknya diutarakan Zaini Alif dari Komunitas Hong saat di acara Festival Permainan Tradisional Anak Indonesia.

Zaini Alif mengatakan, “Permainan tradisional itu aset budaya bangsa yang sekarang mulai ditinggalkan, karena munculnya gadget. Kita tidak antipati

pada gadget, tapi bagaimana menyeimbangkan gadget dengan permainan tradisional, karena permainan tradisional mengajarkan nilai, etika, dan identitas budaya bangsa.”

“Banyak permainan tradisional di Indonesia yang tidak hanya menyajikan keseruan, tapi juga kaya nilai-nilai. Misalnya di Jawa ada permainan dingklik oglak aglik, di Sunda ada perepet jengkol, dan sebagainya. Keragaman itu mengajarkan bagaimana kita toleran atas perbedaan. Jadi perbedaan bukan menjadi sesuatu yang harus diperdebatkan, justru itu bisa menjadi suatu keunggulan,” kata Zaini.

Anak-anak zaman sekarang merupakan generasi emas para pemimpin bangsa di era 100 tahun Indonesia. Kita mengharapkan tiga puluh tahun lagi generasi ini adalah generasi yang dapat mengenali keragaman bangsa, bertoleransi, serta menjaga dan melestarikan kebudayaan.

Sumber: lifestyle.liputan6.com.

wpsC18F.tmp

Diskusikan tugas-tugas berikut bersama kelompokmu.

1) Tulislah peristiwa pada teks “Belajar Toleransi dari Permainan Tradisional Anak”.

2)  Keragaman apa yang disebutkan pada teks?

3.  Sikap apa yang dapat saya tiru dari teks?

4. Apa yang sebaiknya kamu lakukan dalam upaya ikut melestarikan permainan tradisional?

Presentasikan hasil diskusimu di hadapan kelompok-kelompok lain dan Bapak/ Ibu Guru.

 

Tahukah Kamu !

Permainan Dhingklik Oglak Aglik dan Permainan Perepet Jengkol.

Permainan dhingklik oglak aglik serupa dengan permainan perepet jengkol. Keduanya merupakan permainan tradisional anak. Permainan dhingklik oglak aglik dimainkan di Jawa Tengah dan permainan perepet jengkol dimainkan di Jawa Barat.

image

Permainan ini dilakukan dalam kelompok-kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 3-5 anak. Semua anggota berdiri melingkar saling membelakangi dan berpegangan tangan. Kaki kanan

atau kaki kiri setiap anggota kelompok lalu saling bertautan. Kemudian, dengan satu kaki yang menapak, mereka bergerak melingkar sambil menyanyikan lagu daerah. Kelompok yang paling lama mempertahankan tautan kaki sambil bergerak akan menjadi pemenang. Berikut lagu yang dinyanyikan di Jawa Tengah.

Pasang dhingklik oglak aglik
Yen keceklik adang gogik,
Yu yu mbakyu mangga dhateng pasar blanja,
Leh olehe napa,
Jenang Jagung, enthok-enthok jenang jagung,
enthok-enthok jenang jagung,
enthok-enthok jenang jagung.

Berikut lirik lagu yang dinyanyikan di Jawa Barat.

Perepet jengkol jajahean
Kadempet kohkol jejeretean
Eh jaja eh jaja eh jaja eh jaja

Sumber: 2.bp.blogspot.com.

 

Tugas

1) Mainkan permainan dhingklik oglak aglik atau perepet jengkol bersama teman-temanmu.
a) Apa yang kamu rasakan?
b) Nilai-nilai apakah yang terdapat pada permainan dhingklik oglak aglik dan perepet jengkol?

2) Adakah permainan serupa permainan dhingklik oglak aglik atau perepet jengkol di daerahmu? Jika ada, apa nama permainan itu?

3) Mainkan salah satu permainan tradisional daerahmu.

Ceritakan pengalamanmu saat memainkan permainan itu bersama teman-temanmu.

 

image

Keragaman sosial dan budaya di Indonesia ini menjadikan Indonesia kaya. Sepatutnya kita mensyukuri keragaman dan keadaan negara kita. Lagu berikut merupakan ungkapan syukur kita kepada Tuhan. Ayo, menyanyi bersama.

wps1FB8.tmp

Lirik Lagu Syukur – Ciptaan: H. Mutahar.

Dari yakinku teguh,
Hati ikhlasku penuh,
Akan karuniamu,
Tanah air pusaka,
Indonesia merdeka,
Syukur aku sembahkan,
KehadiratMu Tuhan.

 

Ayo Bercerita !

1) Apa judul lagu itu?
2) Siapa penciptanya?
3) Apa nada dasar yang digunakan?
4) Apa tanda tempo yang digunakan?
5) Apa arti tanda tempo itu?
6) Bacalah syair lagu tersebut. Bercerita tentang apakah syair lagu itu?

 

Ayo Bernyanyi.

1. Berlatihlah menyanyikan lagu “Syukur”. Berlatihlah terus berulang-ulang hingga kamu dapat bernyanyi dengan baik. Resapi isi syair lagu. Nyanyikan dengan penuh perasaan ungkapan syukur. Perhatikan pengucapan syair lagu agar jelas dan dipahami pendengar.

2. Ceritakan isi syair lagu “Syukur”.

3. Nyanyikan lagu “Syukur” dengan nada dasar yang berbeda. Rasakan mana yang lebih nyaman bagimu untuk menyanyikannya.

Pada Pembelajaran 5 kamu telah mengetahui lagu “Kampungku” yang bertangga nada diatonis mayor. Sebaliknya, lagu “Syukur” termasuk jenis lagu bertangga nada diatonis minor. Apa maksudnya?

 

Tangga Nada Diatonis Minor.

Tangga nada diatonis minor memiliki interval (jarak nada) 1 ½ 1 1 1 ½ 1 1. Tangga nada diatonis minor ada bermacam-macam, salah satunya tangga nada diatonis minor harmonis. Tangga nada diatonis minor harmonis adalah tangga nada diatonis minor dengan nada ketujuh dinaikkan setengah. Perhatikan contoh urutan tangga nada diatonis minor harmonis berikut.

image

Ciri-ciri tangga nada diatonis minor sebagai berikut.

1) Lagu bersifat sedih.
2) Lagu kurang bersemangat.
3) Melodi lagu diawali dan diakhiri nada 6 (la). Namun tidak menutup kemungkinan diawali nada 3 (mi) dan diakhiri nada 6 (la).

Secara umum lagu bertangga nada diatonis minor bersifat sedih dan kurang bersemangat. Namun, ada pula lagu bertangga nada minor yang gembira dan bersemangat, misalnya lagu “Ayam Den Lapeh” dan “Bungong Jeumpa”. Kedua lagu tersebut akan kamu pelajari pada Tema 9.

 

 

 

 

BACA JUGA :   SD5 Tema 7-2-2 Peristiwa Kehidupan - Peristiwa Kebangsaan Masa Proklamasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *